::: Pacitan News Online :::
 
 
 
  Mon, 1 May 2017
 
 

Untitled Document
CARI BERITA

Masukkan kata :

ARSIP BERITA

Mei, 2017

April, 2017

Maret, 2017

Februari, 2017

Januari, 2017

Desember, 2016

November, 2016

Oktober, 2016

September, 2016

Agustus, 2016

Juli, 2016

Juni, 2016


Disponsori oleh :




Halaman Berita


Pacitan


[ 29/03/2017, 07:14 WIB ]
Pacitan Raih Kategori Terbaik Program Pencegahan dan Pengendalian DB


 
Pacitan - Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Pacitan menekan kasus Demam Berdarah (DB) mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kota berjuluk Seribu Satu Goa ini memperoleh kategori terbaik dalam program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DB.
Hal ini tentu tidak lepas dari peran serta masyarakat yang kian sadar akan budaya hidup sehat. Terbukti, kian tahun kasus demam berdarah semakin turun. Wawan Kasianto, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Pacitan mengatakan tahun 2017 pada triwulan pertama hanya ditemukan kurang dari 100 kasus. Hal ini beda jauh dengan periode sama di tahun 2016 yakni 677 kasus.

``Terbukti jumlah kasus terus menurun, meskipun masih ada korban meninggal namun hanya satu orang,`` ujarnya saat berbincang dengan Radio Suara Pacitan.

Kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan, menurut Wawan Kasianto menjadi kuncinya. Bahkan, saat ini masyarakat tidak mudah minta dilakukan fogging untuk memberantas penyebaran nyamuk DBD. Mereka tahu, pengasapan merupakan alternatif terakhir. Jika masih memungkinkan untuk dicegah maka upaya memutus mata rantai penyebaran nyamuk DB lebih efektif dan efisien. Yakni, dengan tindakan menutup, menguras  dan mengubur (3M).

Kedepan, menurut Wawan Kasianto, pihaknya akan memberdayakan fungsi juru pengamat jentik (jumantik) lebih aktif. Tidak hanya pada lingkup desa namun hinga tingkatan keluarga. Hal ini bertujuan agar setiap keluarga mampu menjaga dan mendeteksi dini jika muncul potensi penyebaran nyamuk Aides Egyptie.

``Jika selama ini jumantik baru berada di tingkat lingkungan dan desa, nantinya akan dipersempit lagi hingga tingkat keluarga,`` tambahnya.

Saat ini wilayah endemis penyebaran nyamuk demam berdarah berada di kawasan kota. Meski tidak menutup kemungkinan wilayah pinggiran juga dapat muncul. Untuk itu Wawan Kasianto minta masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya nyamuk demam berdarah.(riz/ps)

 
 
 
Powered by PDE Pacitan © 2008, untuk pacitankab.go.id
Berita adalah properti kontributor, kami tidak bertanggung jawab atas isi berita yang ada dalam situs ini.
Situs ini kan lebih maksimal berjalan pada resolusi 1024 X 768 dan di Browser IE 5+