Berita terbaru

Lagi, Pacitan Raih Opini WTP dari BPK RI

Bupati Indartato menerima opini WTP dari PLT Kepala Perwakilan BPK RI di Surabaya, Jumat (25/5/2018). Penghargaan ini merupakan kelima kalinya berturut-turut sejak 2013. (Foto: Aswin/Istimewa)

Pacitan – Prestasi gemilang kembali diraih Pemerintah Kabupaten Pacitan. Daerah berjuluk Kota 1001 Gua ini memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Predikat tertinggi dalam pelaporan keuangan tersebut merupakan raihan kelima kalinya berturut-turut sejak tahun 2013. Penyerahan berlangsung di Surabaya, Jumat (25/5/2018) sore.

“Kami berterimakasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pacitan terutama unsure birokrasi yang betul-betul menunjukkan kinerjanya terkait laporan keuangan yang dibuktikan dengan hasil opini WTP ini,” kata Bupati Pacitan Indartato berbincang dengan Radio Suara Pacitan usai menerima penghargaan.

Pak In mengaku senang atas kekompakan jajaran di bawahnya. Prestasi yang dicapai, kata Bupati dua periode ini, merupakan wujud komitmen yang selama ini terbangun mulai pimpinan tertinggi hingga jajaran di bawah. Kuncinya adalah kepatuhan terhadap peraturan perundangan yang berlaku.

Bupati berharap prestasi yang sudah ditorehkan dapat terus dipertahankan. Meski diakuinya tantangan ke depan tidak semakin ringan, namun hal tersebut harus menjadi pelecut semangat terus bekerja keras. Tujuannya hanya satu. Yakni melayani masyarakat. Artinya, pengelolaan keuangan yang dilakukan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kesamaan pandangan untuk menjadi pelayan masyarakat, diakui Pak In, sekaligus menjadi resep mujarab mengikat kekompakan bekerja. Kesadaran ini terus dibangun pada semua tingkatan pemangku kepentingan di pemerintahan. “Yang paling inti adalah kesadaran bersama bahwa kita ini pelayan masyarakat,” tandasnya.

BPK RI memberikan opini WTP setelah melakukan pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah tahun anggaran 2017. Daerah di ujung barat daya Provinsi Jawa Timur ini dinyatakan memenuhi sejumlah kriteria  yang ditetapkan. Antara lain kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintahan, kecukupan pengungkapan, kepatuhan terhadap peraturan perundangan, dan efektivitas sistem pengendalian intern (SPI). (Purwo/RSP/Diskominfo)

Tingkatkan Kompetensi TIK, Pemkab Pacitan Gandeng UNNES

(SETYO/HUMAS)

Dalam rangka meningkatkan kompetensi teknis bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan mendukung implementasi e-Government di Pacitan, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, menggandeng Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyelenggarakan Pelatihan Pemrograman Web Berbasis Codeigniter dan pengelolaan jaringan komputer infrastruktur TIK.

Saat memberikan sambutan dalam kunjungannya ke kampus Sekaran, Gunungpati, Kamis (24/5), Bupati Pacitan Drs Indartato MM menyampaikan, kerja sama dilakukan guna mewujudkan kabupaten Pacitan menjadi sebuah pemerintahan yang bisa e-Government, e-Budgeting, dan sistem yang terintegrasi.

Menurut dia, sistem kinerja berbasis TIK saat ini adalah keniscayaan bagi lembaga pemerintahan. Hal itu untuk mengoptimalkan kinerja dan efektivitas.
Indartato berharap kerja sama dapat berjalan dengan optimal. Pendampingan dalam bidang TIK sangat dibutuhkan oleh Pacitan dalam rangka meningkatkan kinerja pemerintahan.

Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum menjelaskan, UNNES sangat senang apabila ada yang belajar dari UNNES tentang ilmu pengetahuan. Kami mendorong bukan hanya dalam hal teknologi informatika, tetapi bisa dikembangkan dengan hal yang lain.

Guru besar Fakultas hukum UNNES Prof Dr Sudijono Sastroatmodjo sebagai perintis kerjasama mengemukakan, sebagai putra daerah Pacitan saya berharap UNNES bisa berperan aktif dan membantu kabupaten Pacitan menjadi lebih baik dan dapat mengangkat potensi daerah yang ada.

(Unnes/DiskominfoPacitan)

Wabup Ajak Maksimalkan Momen Ramadhan Dan Tidak Golput

Wabup Sumbogo dalam agenda kedua Safari Ramadhan itu digelar dimasjid Nurul Hidayah Dusun Krajan Desa Sumberejo Kecamatan Sudimoro kemarin 22/05/2018.

“marilah dimoment bulan suci ramadhan ini kita jadikan sepirit untuk berbuat baik, bekerja lebih baik”. Kata Wakil Bupati Pacitan Yudi Sumbogo kepada ratusan warga masyarakat Dusun Krajan Desa Sumberejo Kecamatan Sudimoro kemarin 22/05/2018.

Kedatangan Sumbogo dalam agenda kedua Safari Ramadhan itu digelar dimasjid Nurul Hidayah, sumbogo didamping Istri Ninik Yudi Sumbogo, ketua DPRD Kab. Pacitan Ronny Wahyono dan pejabat lingkup Pemda. Rombongan safari ramadhan juga membagikan paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan serta bantuan rehab masjid dan mushola kepada yang mengajukan.

Diakhir sambutanya Sumbogo mengingatkan kepada warga sudimoro agar menggunakan hak pilihnya dipemilihan Gubernur dan wakil Gubernur yang akan dilaksanakan di bulan juni ini.

(budi/anj/riyanto/diskominfopacitan)

Hari ke-1 Safari Ramadhan; Sumbogo Sambangi Warga Bandar

Yudi Sumbogo menyerahkan bantuan dana rehab untuk masjid dan mushola yang mengajukan di Kecamatan Bandar

Wabub Yudi Sumbogo menyerahkan bantuan dana rehab untuk masjid dan mushola yang mengajukan di Kecamatan Bandar, selain dana perbaikan tempat ibadah Sumbogo juga menyerahkan sembako kepada puluhan masyarakat kurang beruntung. Kegiatan itu adalah awal rangkaian safari ramadhan yang digelar di Masjid Jami’ Dusun Krajan, Desa Bandar, Kecamatan Bandar 21/05/2018.

Sumbogo hadir didampingi istri Ninik Yudi Sumbogo dan muspida dan pejabat pemkab, disambut hangat oleh tokoh agama dan tokoh masyarakat. Selain penyerahan bantuan, kegiatan dirangkai dengan tausiyah, doa bersama, buka puasa bersama dan salat tarawih bersama dengan warga masyarakat.

Dalam sambutanya kepada ratusan undangan yang hadir Sumbogo menyampaikan terima kasih atas kesediaanya bersilaturohmi dengan pemerintah. Berharap kepada warga masyarakat kecamatan Bandar agar selalu menjaga rasa persaudaraan saling hormat-menghormati serta tidak melakukan hal-hal yang menggangu ketentraman masyarakat dan kekhusukan selama bulan suci ramadhan.

(budi/anj/riyanto/diskominfopacitan)

Ini Analisa BPBD Terkait Rentetan Gempa Bumi di Pacitan Sepekan Terakhir

Ilustrasi gempa Pacitan. (Foto : IST)

PACITAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan memiliki analisis terjadinya peristiwa rentetan gempa bumi yang terjadi di wilayah Pacitan selama sepekan terakhir.

Berdasarkan catatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), setidaknya terjadi 9 kali gempa bumi di wilayah Pacitan selama sepekan terakhir. Gempa bumi terbaru yang tercatat terjadi di Pacitan terjadi pada Rabu (23/5/2018) pukul 17.35 WIB kemarin.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan memiliki analisis terjadinya gemba bumi yang terjadi selama sepekan terakhir.

“Fenomena gempa bumi yang terjadi selama 9 kali dalam waktu satu minggu ini terjadi karena memang semakin meningkatnya aktivitas subduksi, posisi Pacitan berdekatan dengan zona subduksi,”kata Kepala Sie Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan Dianita Agustinawati kepada Pacitanku.com, Kamis (24/5/2018) pagi.

Lalu apakah ada kaitannya dengan erupsi Gunung Merapi di DI Yogyakarta? Perempuan yang akrab disapa Nita ini tak bisa menjelaskan lebih jauh.

“Kalau kaitan dengan Merapi, saya secara teori belum bisa memberikan secara pasti, banyak versi yang berbicara, versi A, B dan C, tapi semuanya masih bisa berkembang, dan para ahlinya ada yang lebih berkompeten,”ujarnya lagi.

Secara khusus, imbuh Nita, upaya BPBD Pacitan sendiri saat ini terus melakukan upaya edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat. Karena, kata Nita, mitigasi sendiri lebih penting dalam konteks kebencanaan, apalagi Pacitan juga belum memiliki shelter bencana.

Sebagai informasi, sejumlah wilayah di Indonesia yang sudah dibangun shelter antara lain di wilayah pantai Sumatra dan wilayah Sulawesi. Sementara untuk Pulau Jawa akan dibangun di lokasi-lokasi yang berdekatan dengan pantai seperti Cilacap, Banyuwangi dan Jember.

Shelter ini merupakan bagian dari rantai peringatan dini yaitu mempersiapkan sistem early warning mulai dari penyiapan peralatan, masuk ke masyarakat hingga ke penanggulangan.

“Secara fisik, Pacitan belum memilki shelter, sehingga yang kita bisa lakukan sementara ini menghimbau dan upaya mitigasi saja kepada masyarakat, salah satunya mitigasi dalam diri sendiri, lebih penting dari segalanya, dengan posisi Pacitan yang berdekatan dengan zona subduksi, jadi yang utama ya mitigasi,”jelas Nita.

Lebih lanjut, Nita mengungkapkan bahwa upaya dari BPBD adalah proses menanamkan kesadaran kepada masyarakat untuk penting melakukan kesiapsiagaan sejak dini.

“Yang penting, tugas kita menanamkan kesadaran kepada masyarakat saja, pentingnya kesiapsiagaan sejak dini, mengingat Pacitan rawan bencana, mari kita siaga, salam tangguh dan salam kemanusiaan,”pungkasnya.

Berikut rincian terjadinya peristiwa gempa bumi di wilayah Pacitan sejak sepekan terakhir, berdasarkan informasi dari BMKG.

Gempa bumi pertama terjadi pada Rabu (16/5) pukul 22.30 WIB. Gempa pada malam pertama bulan Ramadhan tersebut berkekuatan 5,1 SR yang berpusat Samudera Hindia atau 335 kilometer barat daya Pacitan.

Gempa bumi kedua kalinya terjadi pada Senin (21/5/2018) pukul 22.30 WIB. Data BMKG menyebut pusat gempa terletak di lokasi 8,09 LS dan 111,23 BT dengan arah timur laut Kabupaten Pacitan dengan jarak 18 kilometer dan berkedalaman sekitar 4 kilometer.

Sedangkan gempa bumi ketiga terjadi di Pacitan dengan kekuatan magnitudo 3,1 SR pada Selasa (22/5/2018) pukul 14.43 WIB. Gempa tersebut terjadi dengan lokasi di 9,21 Lintang Selatan dan 110,54 Bujur Timur.Data BMKG menyebut pusat gempa ada di arah barat daya Kabupaten Pacitan dengan jarak 130 kilometer dan berkedalaman sekitar 23 kilometer.

Selanjutnya, gempa bumi keempat di wilayah Pacitan dengan kekuatan magnitudo 3,0 SR pada Selasa (22/5/2018) pukul 20.53 WIB. Gempa tersebut terjadi dengan lokasi di 8,99 Lintang Selatan dan 111,33 Bujur Timur. Data BMKG menyebut pusat gempa ada di arah tenggara Kabupaten Pacitan dengan jarak 91 kilometer dan berkedalaman sekitar 10 kilometer.

Gempa bumi kelima terjadi dengan kekuatan magnitudo 3,0 SR pada Selasa (22/5/2018) pukul 20.50 WIB. Gempa tersebut terjadi dengan lokasi di 8,99 Lintang Selatan dan 111,33 Bujur Timur. Data BMKG menyebut pusat gempa ada di arah tenggara Kabupaten Pacitan dengan jarak 91 kilometer dan berkedalaman sekitar 10 kilometer.

Peristiwa gempa bumi di wilayah Pacitan disusul dengan gempa bumi dengan magnitudo lebih besar, yakni berkekuatan 5,1 pada Rabu (23/5/2018) pukul 2.38 WIB dengan lokasi di 9,39 Lintang Selatan dan 110,53 Bujur Timur. Adapun jaraknya terletak di 149 kilometer barat daya Pacitan dan kedalaman 10 kilometer.

Tak berselang lama kemudian, terjadi kembali gempa di wilayah Pacitan dengan kekuatan magnitudo 4,4 SR pada Rabu (23/5/2018) pukul 3.12 WIB dengan lokasi 9,40 Lintang Selatan dan 110,54 Bujur timur dan jarak 149 barat daya Pacitan dan kedalaman 10 kilometer.

Pada Rabu (23/5/2018) pukul 03.19 WIB gempa kembali terjadi di Pacitan dengan kekuatan magnitudo 3,4 SR dengan lokasi di 9,23 Lintang Selatan dan 110,57 Bujur Timur. Adapun jarak terjadinya gempa adalah 131 kilometer barat daya Pacitan dan kedalaman 25 kilometer.

Selanjutnya, gempa kembali terjadi di Pacitan pada Rabu (23/5/2018) pukul 17.35 WIB dengan kekuatan magnitudo 3,2 SR dengan lokasi di 9,21 Lintang Selatan dan 110,54 Bujur Timur. Adapun jarak terjadinya gempa adalah 130 kilometer barat daya Pacitan dan kedalaman 30 kilometer.

(dwipurnawan/pacitanku.com/diskominfopacitan)

PMI Pacitan Gelar Donor Darah pada Malam Hari di Bulan Ramadhan

PMI Pacitan menggelar kegiatan donor darah pada malam hari selama Ramadhan. (Foto: Dok. PMI Pacitan)

PACITAN – Selama Ramadhan, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pacitan mengadakan donor darah pada malam hari. Kegiatan bertajuk “Ramadhan bersedekah donor darah” itu dilaksanakan di tribun alun-alun Pacitan seusai shalat Tarawih.

Donor darah itu dimulai pada Senin (21/5/2018) malam di tribun alun-alun Pacitan. Staff Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Pacitan, Eko Wiranto saat dihubungi Pacitanku.com pada Rabu (23/5/2018) mengatakan, kegiatan itu bertujuan untuk memenuhi stok darah pada bulan Ramadhan. “Untuk kegiatan donor darah, kami PMI bekerja sama dengan PDDI Pacitan, mulai kemarin Senin (21/5/2018) sampai Rabu (30/5/2018) mendatang di tribun alun-alun, dillaksanakan setelah tarawih,”katanya.

Pada hari pertama kegiatan tersebut, kata Eko, masyarakat yang mendaftar sebanyak 30 calon pendonor dan yang terambil sejumlah 20 pendonor. “Kemudian hari kedua kemarin, pendaftar 25, terambil 15 kantorng darah,”ujarnya.

Lebih lanjut, Eko menyampaikan bahwa tidak ada target khusus selama pelaksanaan kegiatan tersebut. Misalnya, kata dia, setiap malam ada penambahan, ada 15 kantong darah, besok 20 darah atau tergantung dari para pendonor.

Secara khusus, Eko mengungkapkan bahwa kebutuhan kantong darah di Pacitan masih aman. Dia juga menyebut permintaan kantong darah tergantung dari pasien yang membutuhkan.

“Kebutuhan darah di Pacitan masih aman, untuk kantong darah yang dicari tidak mesti, minggu ini A, minggu depan AB, tergantung dari permintaan pasien,”tukas Eko.

Selain itu, Eko juga menyebut persediaan darah sehat di Pacitan pada Rabu (23/5/2018) pukul 08.00 sejumlah 387 kantong. “Dengan rincian golongan darah A 59 kantong, B 142 kantong, O 180 kantong dan AB 21 kantong, namun persediaan darah setiap saat dapat berubah,”pungkasnya.

(Pacitanku.com/DwiPurnawan/Diskominfopacitan)

Harmoni Antara Pemerintah, Rakyat dan Ulama

Bupati Indartato disambut oleh Tokoh Agama Kec. Arjosari dalam kegiatan kedua Safari Ramadhan 2018. (Foto: Anj/Diskominfopacitan)

Masjid Al-Iklas beralamat di Dusun Krajan kulon Desa Jatimalang Kecamatan Arjosari menjadi kunjungan kedua rombongan Safari Ramadhan 23/05/2018. Bupati beserta Romongan tiba pukul 16.30 disambut ratusan masyarakat dan tokoh agama Kec. Arjosari. Kegiatan buka bersama dan salat tarawih bersama itu adalah upaya silaturahmi antara pemerintah dengan masyarakat khususnya warga Desa Jatimalang.

Dalam kesemapatan itu Bupati Indartato menyerahkan bantuan kepada takmir Masjid dan Mushola di Kecamatan Arjosari, juga diserahkan bantuan berupa uang tunai rehab masjid dan mushola yang melakukan pengajuan. Dan puluhan paket sembako diserahkan kepada masyarakat kurang beruntung.

Dalam sambutanya Bupati Indartato menyampaikan bahwa kegiatanya adalah upaya untuk dekat dengan rakyat, Ia berharap dengan dekat pemerintah dapat mengetahui langsung kondisi rakyatnya. Ia menambahkan selain harus sangat dekat dengan rakyat, pemerintah harus dekat dengan ulama. Sehingga terjadi harmonisasi antara pemerintah rakyat dan ulama. “dilain sisi kami Pemerintah daerah dan DPRD akan selalu berupaya menciptakan peluang usaha untuk masyarakat dan berusaha menjadi pelayan yang baik untuk masyarakat”. Tutur Bupati Indartato.

(Budi/Anj/Riyanto/Diskominfopacitan)

Safari Ramadan Perdana, Bupati Sambangi Donorojo

Bupati Pacitan menyerahkan bantuan secara Simbolis. (Foto : Budi Diskominfo Pacitan)

Memasuki bulan Ramadan, Bupati Indartato dengan jajarannya melaksanakan safari. Kali ini lokasi perdana yang dipilih adalah Masjid Al Falah di Dusun Lemahbang, Desa Belah, Donorojo, Senin (21/5/2018). Pada kesempatan ini pula bupati menyerahkan bantuan ke warga kurang mampu dan tempat ibadah. Diantaranya paket sembako, karpet, Al Quran dan buku-buku agama. Sebanyak delapan masjid juga mendapatkan bantuan yang nilainya beragam. Antara Rp 15-50 juta. Selain itu diserahkan pula bantuan untuk rabat jalan ke makam Dusun Kendal, Desa Sendang senilai Rp 50 juta.

Saat memberikan sambutan bupati menyampaikan jika kedatangannya sebagai bentuk silaturahmi di bulan Ramadan. Sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah memajukan kehidupan masyarakat. Yang ditandai dengan tiga hal. Derajat kesehatan, pendidikan, dan perekonomian. Tetapi hal itu tidak dapat terwujud tanpa bantuan pihak lain. Seperti pengusaha misalnya. Kehadirannya dibutuhkan sebagai pembuka jalan terciptanya lowongan pekerjaan.
Tidak itu saja. Pembangunan tidak hanya pada fisik saja. Tetapi juga mental. “Salah satunya melalui para ulama yang membentuk moral dan keimanan, melalui ajaran-ajaran agama,” kata Bupati Indartato.

Selain bupati, kegiatan safari Ramadan perdana di tahun 1439 H ini juga dilaksanakan Wakil Bupati Yudi Sumbogo. Tepatnya diwilayah Kecamatan Bandar. (arif/nasrul/shopingi/tarmuji/danang/humaspacitan/diskominfopacitan)

Bazar Ramadhan wadah UKM dan Manjakan Masyarakat Pacitan

Wabup Sumbogo Memeriksa produk UKM yang dijajakan. Didampingi Eny Setyowati Kpl. Dinas Koperasi dan UKM memakai krudung berwarna kuning.

Wabup Yudi Sumbogo didampingi Istri Ninik Yudi Sumbogo serta beberapa Pejabat lingkup Pemda meninjau kegiatan Bazar Kuliner dan Takjil Ramadhan kemarin 18/15/18. Digelar dihalaman gedung PLUT Kabupaten Pacitan. Sebanyak 50 UKM peserta bazar menjajakan produknya selama bulan ramadhan yakni dari tanggal 17 Mei hingga 20 Juni 2018.

Selain memberi wadah UKM kegiatan ini juga diharap memanjakan masyarakat Pacitan untuk memenuhi aneka kebutuhan ramadhan. “para peserta adalah binaan Dinas Koperasi dan UKM Kab. Pacitan yang masuk dalam planning diagnosa usaha yang dikurasi dan dinilai produknya sehingga selalu ada perbaikan khususnya di mutu sehingga UKM pacitan Menjadi sempurna”. Eny Setyowati Kepala Dinas Koprasi dan UKM Kab. Pacitan.

(Budi/Anj/Riyanto/DiskominPacitan)

Majelis Hakim PTUN PS Obyek Sengketa

Suasana Pemeriksaan Setempat atau PS di Pasar tulakan.

Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara atau (PTUN) melakukan Pemeriksaan Setempat atau PS kemarin 14/05/18, meninjau langsung obyek yang disengketakan, beralamat di Dusun Krajan Desa Bungur Kecamatan Tulakan. Selain meninjau obyek sengketa, serta menanyakan batas-batas, majelis hakim yang dipimpin Liza Valianti juga menanyakan letak letak tanah milik Radjiogoro pada leter C Nomor 49 persil 69a An. Radjiogoro sebagai dasar penerbitan sertipikat SHM Nomor 5 Tahun 1967Atas Nama J. Tasman.

Kepala Desa Bungur Tri Susila menyampaikan kepada Majelis Hakim bahwa kini telah terbit tiga sertipikat baru di atas tanah milik Radjiogoro yaitu pertama atas nama Hariyono, kedua Sularsi dan ke tiga juga bernama Sularsi. “Data ini sesuai dengan data yang dimiliki oleh Pemerintah Desa Bungur, jika tanah pasar itu di data pemdes adalah Tanah Negara bukan milik Radjiorogo”. Jelas Tri Susila Kepada Hakim Ketua Liza.

Tanah Radjiogoro adalah tanah pekarangan, yang berada sebelah utara pasar dan tidak berbatasan langsung dengan pasar. “yang disini ini tanah Radjiogoro, bukan di pasar, Radjiogoro tidak pernah memilili tanah pasar dari dulu”. Kata Nurul salah satu penggugat dan pedagang pasar menguatkan pernyataan Kepala Desa.

Terjadi banyak spekulasi mengingat semua sertipikat adalah produk Badan Pertanahan Nasional BPN, dan kini telah menjadi tiga sertipikat, ketiga sertipikat terbit setelah sertipikat milik J. Tasman. Ketiga Sertipikat menjelaskan hal yang sama yakni sertipikat J. Tasman menyatakan berbatasan dengan pasar kelapa, sedangkan fotocopy sertipikat hak milik Nomor 26 Tahun 1981 atas nama Sukatman menyatakan berbatasan dengan tanah milik Pemerintah Daerah Tingkat 2 Pacitan.

Pemda mendukung sepenuhnya kepada Pemerintah Desa, masyarakat dan pedagang Desa Bungur yang memperjuangkan hak-haknya di PTUN. Namun Pemda tetap meminta kepada semua agar tetap menjaga ketertiban dan keamanan. “Terima kasih kepada majelis hakim yang telah kerso melakukan PS, dengan PS bisa membantu melihat detail obyek dan posisi sengketa”. Ucap Novia anggota tim kuasa hukum Bupati kepada Diskominfo.

(Budi/Anj/Riyanto/DiskominfoPacitan)