Berita terbaru

Ziarah makam dan pengajian awali kegiatan HUT Kopri ke 46 di Pacitan

Peringatan hari Korpri ke-46, Korpri Kabupaten Pacitan mengadakan beberapa kegiatan. Kegiatan diawali dengan Ziarah Makam Pahlawan yang di pimpin langsung oleh Sekretaris Daerah, Suko Wiyono beserta rombongan melakukan tabur bunga.

Kegiatan dilanjutkan dengan pengajian yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1439H yang dilksanakan di Pendopo Kabupaten Pacitan hari ini, Jum’at 17 November 2017. Acara Tausyiah ini diisi opeh Ustadz Sutrisno dari Ponpes Kikil Arjosari. Segenap anggota Korpri lingkup Kabupaten Pacitan hadir dalam kegiatan ini. Dalam acara tersebut turut hdir Bupati Pacitan beserta ibu Indartato selaku penasihat Dharma Wanita Kabupaten Pacitan.(ag/Ryt/wir)

Bupati: Gotong Royong Modal Besar Pembangunan

Arjosari – Infrastruktur masih menjadi keluhan  bagi sebagian besar masyarakat di Kabupaten Pacitan. Hal ini tercermin saat Bupati Indartato melakukan kunjungan dalam rangka tilik warga Grindulu Mapan, Kamis (16/11) diwilayah Kecamatan Arjosari.

Hampir semua desa yang dikunjungi orang nomor satu di Pacitan itu menyuarakan hal serupa. Yakni perbaikan dan pemenuhan sarana dan prasarana umum. Terutama akses jalan sebagai penunjang roda perekonomian.

” Apa yang disampaikan masyarakat melalui bapak kepala desa itu benar untuk menguatkan ekonomi rakyat salah satu syaratnya adalah terpenuhinya akses jalan yang baik,” ujar bupati.

Hanya saja menurut Bupati Indartato, masukan masukan tersebut akan dipertimbangkan kembali mengingat terbatasnya anggaran. Selain itu tidak semua persoalan menjadi tanggungan pemerintah Kabupaten. Pemerintah Desa juga memiliki tanggung jawab sesuai dengan kewenangannya.

Selain itu, gotong royong tandas bupati, juga menjadi modal besar untuk pembangunan. Kearifan lokal yang merupakan Warisan luhur ini menurutnya masih terjaga dengan baik.

Dalam kesempatan berkunjung di Desa Mlati Kecamatan Arjosari Bupati Indartato menyaksikan warga melakukan gotong royong melebarkan jalan desa. Pelebaran itu sendiri harus melalui lahan dan pekarangan warga. Ada satu rumah yang kebetulan pemiliknya adalah warga kurang mampu. Namun, karena besarnya jiwa kebersamaan warga tersebut merelakan pekaranganya untuk fasilitas umum.

” Ini bukti masyarakt Pacitan masih memiliki jiwa kebersamaan serta budaya gotong royong yang baik,” katanya lagi.

Tilik warga Grindulu Mapan diwilayah Kecamatan Arjosari meliputi 5 desa. Yakni Desa Arjosari, Desa Mlati, Desa Sedayu, Desa Pagotan serta Desa Kedungbendo. Dalam kesempatan itu pula Bupati menyerahkan sejumlah bantuan berupa paket sembako serta Restrada kepada warga kurang mampu. (Riz/PS)

Ribuan Pelajar Hadiri Pameran Dalam Rangka HUT Brimob ke-72

Sejumlah peralatan dan senjata milik satuan Brigade Mobil (Brimob) Polda Jatim di Pamerkan di Alun-alun kota Pacitan, Rabu 15 November 2017. Ribuan pegunjung yang terdiri dari Pelajar,mulai TK sampai pelajar SLTA serta masyarakat umum memadati Alun-alun kota pacitan. Mereka sangat antusias untuk melihat secara langsung pameran alutsista tersebut. Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Bapak Bupati Pacitan Indartato,anggota Forkomida,Komandan Satuan (Dansat ) Brimob Polda Jatim Komisaris Besar (Kombes) Polisi Totok Lesdianto, Kapolres Pacitan AKBP Suhandana Cakrawijaya. “Siapa tahu suatu saat nanti ada anak kita mampu menggantikan kita (Menjabat Disini)” Ucap Bupati Pacitan Indartato pada waktu pameran alutsista.

Dalam kesempatan tersebut di pamerkan mulai dari Anti Terror, senjata Sniper, senjata jenis tempur (Pistol Glock, senapan Taktis Styer, senapan serbu jenis AK) maupun senjata organik yang lain serta perlengkapan untuk pendobrakan. Kemudian Ada juga robot penjinak Bom, selain itu juga membawa serta perlengkapan dan perlatan untuk digunakan penanganan huru-hara atau kerusuhan. Antara lain senjata penembak gas air mata dan pakaian pelindung.

Seluruh perlengkapan yang dimiliki pasukan elite Brimob tersebut di pamerkan secara terbuka kepada masyarakat Pacitan. Sehingga masyarakat dapat secara langsung melihat maupun berfoto dengan peralatan milik Kepolisian tersebut. Dalam acara ini respon masyarakat sangat bagus sekali dengan terlihat membludaknya stand Alutsista oleh pegunjung.

Acara ini dilaksananakan bertujuan untuk mendekatkan diri dengan masyarakat,dengan kata lain supaya tidak ada jarak antara Polisi secara umum maupun Brimob secara khusus. Juga dalam rangka peringatan ulang tahun Brimob yang ke 72 tahun. Pada kesempatan pameran tersebut masyarakat pacitan juga di perbolehkan menaiki mobil Barracuda mengelilinggi alun-alun kota Pacitan.(Wan/Ryt)

Selamat Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-53: Sehat Keluargaku, Sehat Indonesiaku

Jakarta 12/11/2017 – Suasana car free day (CFD) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia Jakarta hari ini, Minggu, 12 November 2017 terasa lain dari akhir pekan biasanya. Lebih kurang 10 ribu orang yang berasal dari jajaran kesehatan, jajaran Kementerian/Lembaga, BUMN, institusi pendidikan kesehatan, mitra kesehatan, dan organisasi masyarakat telah berkumpul di sekitar Bundaran HI. Dengan tujuan yang sama, yakni menjadikan Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang diperingati setiap tanggal 12 November setiap tahunnya, menjadi momentum untuk menggaungkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) bagi semua komponen bangsa di seluruh Indonesia agar dapat melakukan perilaku hidup sehat untuk mencegah berbagai ancaman penyakit.

“Kami ingin agar masyarakat dapat berperilaku hidup sehat secara terus menerus dalam kehidupan sehari- hari”, tutur Menteri Kesehatan RI, Nila Farid Moeloek, dalam sambutannya pada Puncak Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-53 di Bundaran HI, Jakarta (12/11).

Puncak peringatan HKN ke-53 dihadiri pula oleh Wakil Presiden RI, H.M. Jusuf Kalla; Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan; Menteri Hukum dan HAM, Yasona Laoly; Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo; dan Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudiantara. Sejumlah Kementerian dan Lembaganlain juga turut memeriahkan acara ini dengan mengirimkan utusan masing-masing.

Keluarga Sehat, Indonesia Sehat

Tema HKN ke-53 tahun ini sejalan dengan Program Indonesia Sehat melalui Pendekatan Keluarga (PIS-PK) yang menekankan pada pentingnya peran keluarga dalam pembangunan kesehatan. Lingkungan keluarga memberikan dasar bagi seseorang untuk memiliki kebiasaan, perilaku dan gaya hidup yang sehat. Karena itu, karena itu upaya untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat pada masyarakat adalah dimulai dari lingkungan keluarga.

Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang menjadi inti Pembangunan Kesehatan sesuai dengan UU Kesehatan Nomor 36 tahun 2009. Guna mendukung program tersebut, Kemenkes telah mengeluarkan Permenkes Nomor 39 Tahun 2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) pada dasarnya merupakan integrasi pelaksanaan program-program kesehatan baik upaya kesehatan perorangan (UKP) maupun upaya kesehatan masyarakat (UKM) secara berkesinambunganyang berfokus pada data dan informasi dari profil kesehatan keluarga.

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)

Sebuah kenyataan bahwa kesehatan merupakan hal yang utama dan mendasar, dan keberhasilan program kesehatan tidak terlepas dari peran masyarakat dan dukungan lintas sektor terkait, maka terbitlah Inpres Nomor 1 tahun 2017 tentang GERMAS pada 27 Februari 2017. Selain untuk menurunkan penyakit, GERMAS yang diprakarsai oleh Presiden RI ini bertujuan pula untuk menghindarkan terjadinya penurunan produktivitas penduduk sekaligus menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan. Melalui GERMAS, diharapkan agar kerjasama antar sektor dan lintas program menjadi katalisator bagi masyarakat untuk mampu berperilaku hidup sehat, yang pada akhirnya dapat membentuk sumber daya manusia Indonesia yang unggul, pondasi bangsa Indonesia yang kuat.

Dalam kehidupan sehari-hari, menerapkan pola hidup yang sehat merupakan salah satu wujud dari revolusi mental. GERMAS mengajak masyarakat untuk mengubah kebiasaan-kebiasaan yang tidak sehat. Menjadi mau melakukan langkah kecil perubahan pola hidup ke arah yang lebih sehat.

GERMAS mengangkat beberapa aktifitas, antara lain: Melakukan aktifitas fisik, Mengonsumsi sayur dan buah, Tidak merokok, Tidak mengonsumsi alkohol, Memeriksa kesehatan secara rutin, Membersihkan lingkungan, dan Menggunakan jamban. Pada tahap awal implementasinya, GERMAS secara nasional baru berfokus pada tiga kegiatan sederhana, yaitu: 1) Melakukan aktivitas fisik 30 menit per hari, 2) Mengonsumsi buah dan sayur; dan 3) Memeriksakan kesehatan secara rutin minimal 6 bulan sekali sebagai upaya deteksi dini penyakit. Alasannya, tiga kegiatan tersebut dapat dimulai dari diri sendiri dan keluarga, serta dapat dilakukan mulai saat ini juga, dan tidak membutuhkan biaya yang besar

Peluncuran Maskot GERMAS

Pada puncak peringatan HKN ke-53, Wapres RI didampingi Menkes meluncurkan maskot GERMAS yang bernama Si GABU. Karakternya terinspirasi dari Burung Garuda dengan figur yang menggemaskan namun tetap menggambarkan semangat untuk sehat. Sehingga dengan adanya maskot ini, diharapkan masyarakat akan lebih mengenal dan selalu ingat untuk menerapkan GERMAS. Maskot ini merupakan hasil karya dari anak bangsa, pemenang Lomba Desain Maskot GERMAS yang diselenggarakan oleh Kemenkes beberapa waktu lalu.

Sepeda Tour De Sabang-Jakarta 3000K Indonesia Sehat

Pada kesempatan yang sama, Menkes juga menyambut para peserta gowes yang mengiringi para pesepeda yang telah berhasil menaklukkan tantangan etape sepeda Tour De Sabang – Jakarta yang telah menempuh jarak 3.000 KM.

Diawali dari titik start yakni titik nol kilometer Sabang pada Sabtu, 14 Oktober 2017 lalu, Tour DeSabang-Jakarta 3000K Indonesia Sehat dibagi menjadi 20 etape yang dikelompokan menjadi 3 group etape, yaitu Group Etape A (Sabang – Tebing Tinggi 935,7 KM), Group Etape B (Tebing Tinggi – Jambi 1.104,7 KM) dan Group Etape C (Jambi – Jakarta 880,7 KM).

Berbagai Aktivitas Sehat Warnai Puncak HKN ke-53

Dimulai dengan kegiatan aktivitas fisik dengan senam bersama, juga ditampilkan senam peregangan secara massal. Senam peregangan ini merupakan salah satu aktifitas yang telah secara rutin diterapkan di lingkungan kantor Kementerian Kesehatan, yakni berupa remainder pada pukul 10.00 dan 14.00 WIB setiap harinya.

Selain itu, diselenggarakan juga karnaval sehat, serta bazaar buah, sayur dan ikan. Terdapat pula tenda pemeriksaan deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) melalui pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar perut, tekanan darah, pemeriksaan gula darah dan pemeriksaan kolesterol bagi masyarakat secara gratis.



Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes bersama Tim Komunikasi Pemerintah Kemkominfo

Mengentaskan Pendidikan Tidak Bisa Sendirian

Mengentaskan sektor pendidikan tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah saja. Namun perlu uluran tangan pihak ketiga. Itu disampaikan Bupati Pacitan Indartato saat memberikan sambutan pada peletakan batu pertama pembangunan gedung SMKN 2 Donorojo sumbangan dari PT. ASTRA Internasional melalui Yayasan Pendidikan Astra Michael D.Ruslim, Rabu (8/11/2017). “Sejak kita dilahirkan, kita tidak dapat bekerja sendirian. Demikian pula dengan bidang pendidikan,” katanya.

Menurutnya, pendidikan menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup manusia. Karena akan membentuk manusia yang baik dalam segala hal. Ada dua hal yang menjadi perhatian didalam dunia pendidikan. Yakni akses dan mutu. “Mudah-mudahan apa yang dilakukan PT. ASTRA tetap memberi manfaat ,” harap bupati.

Jika masalah akses telah banyak teratasi, tidak dengan mutu. Khususnya menyangkut jumlah tenaga guru. Untuk guru Sekolah Dasar (SD) negeri misalnya. Saat ini masih dibutuhkan sebanyak 3.727 orang guru. Tetapi baru ada 2.428 guru PNS. Sehingga masih ada kekurangan sekitar 34 persen.

Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Astra Michael D.Ruslim, Herawati Prasetyo menjelaskan, sejak tahun 2012 lalu pihaknya telah memberikan bantuan kepada tujuh sekolah di Kecamatan Donorojo. Rinciannya, lima SD, dan SMP serta SMK, masing-masing satu unit. Nilai total bantuan mencapai Rp 35 miliar. “Untuk SMKN 2 Donorojo akan diterapkan pembinaan kejuruan agribisnis pengolahan hasil pertanian (APHP) karena sesuai dengan kecakapan hidup di Kecamatan Donorojo,” jelasnya.

Selanjutnya, para siswa jurusan APHP dipersiapkan mengikuti program teaching factory (TeFa) yang merupakan program pengembangan kemampuan kewirausahaan siswa. Guna mempersiapkan diri memiliki usaha kecil menengah. Sehingga akan memberikan dampak positif terhadap aspek pendidikan serta turut berperan dalam pembangunan ekonomi daerah binaan.

Direncanakan pembangunan gedung SMKN 2 Donorojo dilaksanakan maksimal 10 bulan. Sedangkan luas bangunan mencapai 2.142 meter persegi.

Sementara, Kadis Pendidikan Provinsi Jawa Timur Saiful Rahman berharap agar bantuan serupa tidak hanya ada di Kabupaten Pacitan. Karena banyak daerah lain yang tertinggal. “Seperti Bondowoso, Situbondo, dan semua daerah di Madura,” harap dia.

Sesuai progran Gubernur Jatim untuk peningkatan sumberdaya manusia, ditargetkan pada 2019 jumlah siswa yang bersekolah di sekolah kejuruan mencapai 70 persen. “Saat ini baru 65 persen. Utamakan pula kualitas. Sehingga lulusan tidak menjadi penganggguran,” tandas Saiful. (arif/nasrul/tarmuji/pranoto/humaspacitan)

Combine Jogjakarta gembleng SID bagi perangkat desa dan PD Pacitan

Pelatihan Pelatih SIstem Informasi Desa
Jogjakarta-KOMPAK bekerjasama dengan Combine Resource Institution (CRI) dan Pemkab Kabupaten Pacitan menggelar pelatihan bagi pelatih Sistem Informasi Desa perwakilan desa dan organisasi perangkat daerah kabupaten Pacitan.
Kegiatan ini juga sekaligus untuk melakukan evaluasi pemberlakuan sistem Informasi Desa dibeberapa desa percontohan dibawah pendampinan tim KOMPAK Pacitan.

Training of Trainers (ToT/Pelatihan untuk Pelatih) ini berlangsung selama 4 hari dan diikuti 11 operator SID desa dan 4 peserta dari unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) . Diantarannya BAPPEDA, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Sosial, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Humas Setda Pacitan.
Dalama sambutan pembukaaannya Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Pacitan Drs. Sanyoto, MM. mengatakan kegiatan TOT ini dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas bagi para pelatih SID di wilayah Kabupaten Pacitan.
“Ini merupakan upaya peningkatan kapasitas bagi para pelatih SID agar nantinya bisa diterjunkan langsung, untuk berbagi ilmu dan menerapkannya ke desa-desa di Pacitan yang belum menggunakan SID,” ungkap Sanyoto.
Dirinya mengakui, selama ini penerapan SID di desa diwilayah kabupaten Pacitan masih terkendala beberapa hal. Diantarannya terkait anggaran dan masih lemahnnya kometmen terhadap SID. “Berbagai sarana dan prasarana masih belum sepenuhnya memadai, begitu juga dengan integritas perangkat harus terus dibangun, tekad dan kemauan mereka harus kuat dan dan tidak mengabaikan SID ,” tukasnnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sanyoto berharap Penerapan inisiatif Sistem Informasi Desa (SID) bukan semata tanggung jawab desa. “Perlu sinergitas berbagai pihak baik dari pemerintah tingkat desa, kecamatan, kabupaten, warga desa maupun lembaga-lembaga lain yang terkait. Keterlibatan itu diperlukan agar terjalin koordinasi yang baik,” jelasnya.
Hal senada dilontarkan, Elanto Wijoyono Manajer Unit Pengelolaan Sumber Daya Komunitas Combine Resource Institution, keterlibatan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi bagian tak terpisahkan dari inisatif SID di daerah yang mereka kelola. “Mereka diharapkan dapat saling terhubung dan dapat menjalankan perannya dalam pelaksanaan penerapan inisiatif SID di daerahnya,” ujar Elanto. (Frend)

Pak In: Pendataan Warga Kurang Mampu, Perhatikan Kondisi Sebenarnya

Tulakan – Bupati Pacitan Indartato minta setiap proses pendataan keluarga kurang mampu memperhatikan kondisi sebenarnya. Hal ini dimaksudkan agar bantuan yang diberikan pemerintah tidak salah sasaran.

Penegasan itu disampaikan bupati saat menyalurkan dan Badan Amil Zakat (BAZ) serta bantuan kepada warga penyandang disabilitas di Desa Bungur Kecamatan Tulakan, Selasa (7/11). Data yang valid lanjut Bupati juga sangat menentukan dalam menentukan kebijakan.

“Jika datanya benar maka solusinya juga cepat dan tepat,” ungkapnya.

Dalam hal ini Bupati minta kepada aparatur desa untuk memperhatikan indikator yang sudah ditentukan dalam menjaring keluarga tidak mampu. Jangan sampai karena kesalahan dalam menentukan kriteria miskin,justru memunculkan kesenjangan baru.

“kita sebagai aparatur pemerintah harus tanggap dengan kondisi dilapangan,” lanjut bupati.

Dalam kesempatan itu Bupati Indartato menyerahkan bantuan berupa 34 paket sembako serta bantuan untuk 3 warga penyandang desabilitas. Termasuk menyerahkan bantuan BAZ berupapaket  Al Quran untuk masjid Baiturrohman dan 8 karpet untuk posyandu lansia wilayah setempat. (Dav/Riz/PS)

37 Pejabat Struktural Dimutasi

Sebanyak 37 orang pejabat struktural lingkup Pemkab Pacitan mengalami mutasi maupun promosi. Mereka adalah Pejabat Pimpinan Tinggi, Pejabat Admistrator dan Pejabat Pengawas.
“Pekerjaan yang paling berat adalah mutasi. Mengapa ?, karena pas atau tidak pas, ini tugas bersama,” kata Bupati Indartato saat memberikan sambutan, Jum’at (3/11/2017).

Namun demikian, mau tidak mau hal tersebut harus dilakukan. Sebab, itu sudah menjadi resiko profesi seorang abdi negara yang harus bersedia ditempatkan dimana saja. Sebagai upaya mencapai tujuan organisasi lingkup pemerintah. Yakni meningkatkan kinerja melayani masyarakat. “Sebagai bupati kekurangan saya banyak. Tapi bagaimana secara bersama-sama mencapai tujuan organisasi yang telah dituangkan dalam Perda 5/2016,” tandasnya.

Karena itu bupati berpesan agar mereka yang dimutasi baik rotasi maupun mendapatkan promosi untuk bekerja sebaik mungkin didasari rasa ikhlas untuk mengabdi. Lebih lanjut ia mengingatkan, bahwa tantangan terbesar pada waktu mendatang adalah upaya mengurangi dan mengentaskan kemiskinan. Termasuk didalamnya memberikan jaminan akses kesehatan dan pendidikan.

Terkait lowongnya empat jabatan tinggi kosong tahun depan, Indartato mempersilahkan mereka yang memenuhi syarat untuk ikut dalam lelang jabatan. “Tahun 2018 nanti akan kita adakan lelang jabatan. Semoga dapat menghasilkan yang terbaik untuk pemerintah kabupaten dan warga Pacitan,” harapnya.

Berikut Daftar Pejabat Lingkup Pemkab Pacitan Yang Dilantik Hari ini (03/11/2017)
1. EKO BUDIONO : KEPALA DINAS KESEHATAN
2. DARYONO : STAF AHLI BUPATI PACITAN BIDANG PEMBANGUNAN, EKONOMI DAN KEUANGAN
3. TRI MUDJIHARTO : STAF AHLI BUPATI PACITAN BIDANG PEMERINTAHAN, HUKUM DAN POLITIK
4. WINDARTO : KEPALA PELAKSANA BPBD
5. ANNA SRI MULYATI : SEKRETARIS DINAS PENDIDIKAN
6. PRIYADI : KABID PEMBINAAN PENDIDIKAN DASAR DINAS PENDIDIKAN
7. MUSTAKIM : KABID PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DINAS PENDIDIKAN
8. SUTRISNO : KABID PERALATAN DAN PENGUJIAN BAHAN DINAS PUPR
9. SUKINAH : KABID USAHA MIKRO DINAS KOPERASI DAN UM
10. DAIMAH : KASI PENGELOLAAN KOLEKSI DINAS PERPUSTAKAAN
11. RACHMAD ADI MANDEGO : KASI PENGEMBANGAN INDUSTRI PARIWISATA DISPARPORA
12. SULISTYONO : KASI TRANTIB KECAMATAN KEBONAGUNG
13. SUBANDI : KASI PENGANEKARAGAMAN KONSUMSI PANGAN DINAS PANGAN
14. DWI KUSUMANINGSIH : KASI MUTU PANGAN DINAS PANGAN
15. ASRORI : KASI TRANTIB KECAMATAN TULAKAN
16. SLAMET : KASI PEMERINTAHAN KECAMATAN TULAKAN
17. MOHAMMAD YUSUF ALFATAH : KASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PEREKONOMIAN KECAMATAN PACITAN
18. SUMARSONO : KASI PEMERINTAHAN KECAMATAN PACITAN
19. SUNARKO : KASI PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN SATPOL PP
20. WIDIYANTO : KASI PEMBINAAN DAN PENYULUHAN PERUNDANG-UNDANGAN DAERAH SATPOL PP
21. AGUS KARDIANTO : KASI PERENCANAAN DINAS LINGKUNGAN HIDUP
22. RAHADI : KASI PENINGKATAN KAPASITAS LINGKUNGAN DINAS LINGKUNGAN HIDUP
23. LINA DINA SANI : KASI PENANGANAN SAMPAH DINAS LINGKUNGAN HIDUP
24. PURWONO : KASUBAG PENGENDALIAN PEMBANGUNAN PRASARANA WILAYAH BAGIAN PEMBANGUNAN SETDA
25. SRI AMADI SUHARTONO : KASUBID INOVASI DAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI BALITBANGDA
26. TUTIK IRIANI : KASI PENGADUAN DAN SISTEM INFORMASI DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP
27. LASTRI MURSINI : KASSI PENEMPATAN, PERLUASAN KERJA DAN TRANSMIGRASI DINAS KOPERASI DAN UM
28. MULYONO : KASI PENERANGAN JALAN UMUM DISHUB
29. PRATONDO : KASI ANGKUTAN DISHUB
30. IWAN RIYANTO : KASI PENGENDALIAN DAN PEMBERDAYAAN DINAS PERUMAHAN, KAWASAN PERMUKIMAN DAN PERTANAHAN
31. SUPRAPTI : KASI PENGENDALIAN DISTRIBUSI ALAT DAN OBAT KONTRASEPSI DINAS PPKB & PPPA
32. FAIZAL NURUL HUDA : KASUBAG PROGRAM, EVALUASI, PELAPORAN DAN KEUANGAN KECAMATAN PACITAN
33. NANIK SRI SETIMULYANI : SEKRETARIS KELURAHAN PACITAN
34. SUJARWO : KASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PEMBANGUNAN KELURAHAN PACITAN
35. JAIMIN : KASI TRANTIB UMUM KELURAHAN PACITAN
36. SLAMET WIYONO : SEKRETARIS KELURAHAN PUCANGSEWU
37. SUPRIYADI : KASI TRANTIB UMUM KELURAHAN PUCANGSEWU

(arif/nasrul/tarmuji/danang/humaspacitan).

Kunjungi Penderita Kaki Gajah Bupati Serahkan Bantuan

Pacitan – Bupati Pacitan Indartato sambangi keluarga tidak mampu penderita filariasis (kaki gajah) di RT 02 RW 02 Lingkungan Kwarasan, Baleharjo Kamis (2/11/2017). Adalah keluarga Paenah yg semua anggota keluarganya dirundung sakit.

Selain Paenah yang menderita lumpuh dan hanya terbaring di tempat tidur, dua anaknya, juga sakit. Kustini menderita kista yang menyebabkan perutnya membesar. Sedangkan Suwarni terjangkit penyakit kaki gajah. Sehingga secara fisik kakinya membesar melebihi manusia ukuran normal.

Atas kondisi tersebut Bupati Indartato akan upayakan pengobatan dan perawatan kepada keluarga tidak mampu itu.

“Secara teknis administrasi akan kita upayakan sedangkan untuk penanganan kita serahkan kepada dokter,” ungkapnya.

Selain mendatangi keluarga Paenah, Pak

In juga menyambangi rumah dan memberikan bantuan keluarga kurang mampu, Marto Juki di kelurahan yang sama. Marto Juki dan istrinya merupakan pasangan lansia dan kini menderita lumpuh.

Dalam kesempatan itu bupati bersama rombongan dari OPD terkait juga memberikan bantuan. Diantaranya beras dan beberapa keperluan hidup lainnya. (Riz/Dav/PS)

Tingkatkan Partisipasi Pemilih, KPU Gelar Jalan Sehat

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pacitan menggelar jalan sehat di alun-alun kota, Minggu (29/10/2017). Gelaran olahraga santai itu ditujukan sebagai sarana sosialisasi pelaksanaan pilkada serentak. “Berperan aktif dalam tahapan dan pemungutan suara pemilu berarti ikut serta dalam pembangunan,” kata Bupati Indartato yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Menurut bupati pemilihan pemimpin, baik tingkat lokal, regional, maupun nasional menjadi salah satu syarat berlangsungnya proses pembangunan. Karena dari para pemimpin terpilih, muncul inovasi, kreasi, dan keputusan publik guna memajukan wilayah yang dipimpin.

Ketua KPU Pacitan Damhudi menjelaskan, gerak bersama yang dimaksud adalah menggerakkan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pilkada. Dengan mengikuti semua tahapan dan datang ke tempat pemungutan suara (TPS) saat pemungutan suara pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim pada 27 Juni 2018 nanti. “Tujuan utamanya adalah sosialisasi pilkada serentak seluruh Indonesia dengan tema gerak bersama,” jelasnya.

Lebih lajut Damhudi menegaskan, sosialisasi sekaligus ditujukan untuk pemilu legislatif yang akan digelar pada 17 April 2019. Sebab pelaksanaan tahapannya pun juga beriringan. “Tahapan yang kita lakukan memang bersamaan karena waktunya berurutan. Hanya saja tanggal pelaksanaannya yang berbeda,” tandas dia.

Gerak jalan sehat ini bukan agenda sesaat. Tapi sebagai pijakan untuk kedepan. Menyadarkan publik bahwa pemilu sebagai kedaulatan rakyat. “Pemberian suara adalah sesuatu yang sakral dalam negara demokrasi,” tandas Damhudi.

Kegiatan yang diikuti masyarakat umum, Forkopimda, organisasi perangkat daerah, perwakilan sekolah, perguruan tinggi, ormas, dan parpol ini menempuh rute di jalan-jalan protokol. Seperti Jalan A Yani, perempatan Penceng, Jalan DR. Soetomo, Jalan Veteran, Jalan Samanhudi, sebelum finish kembali di kawasan alun-alun. Bagi para peserta, pihak panitia juga menyediakan sejumlah hadiah undian. Diantaranya lemari es, mesin cuci, sepeda, dan lainnya. (arif/nasrul/tarmuji/pranoto/humaspacitan).