Berita terbaru

BUPATI PACITAN SERAHKAN SANTUNAN JAMINAN KEMATIAN

Bupati Pacitan Indartato bersama Kepala BPJS Ketenagakerjaan Indra Gunawan memberikan santunan kematian pada hari ini Jumat 14/7/2017 kepada Saudari Wiwik Irawati (istri) ahli waris dari Muhammad Rifai (Alm) karyawan Non PNS RSUD Kabupaten Pacitan, warga Desa Pucangsewu, RT.001 RW.004, Kecamatan Pacitan, sebesar Rp 28.646.440,00 kepesertaan 5 tahun 4 bulan, yang didampingi Ketua RT setempat, Kepala Kelurahan Pucangsewu, perwakilan pihak RSUD Kabupaten Pacitan, Camat Pacitan, dan dari beberapa pejabat Pemda Pacitan.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Indra Gunawan menyampaikan santunan kematian ini sebagai manfaat dari peserta BPJS Ketenagakerjaan. Indra Gunawan juga mengapresiasi keseriusan Pemerintah Daerah, yang turut melindungi dan mendorong masyarakat untuk ikut menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Indartato, Orang nomor satu (1) di Pacitan ini menghimbau kepada masyarakat dan pekerja untuk mendaftarkan diri menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan karena apabila terjadi hal-hal yang tidak diharapkan seperti kecelakaan kerja dan meninggal akan mendapatkan santunan. Program BPJS Ketenagakerjaan memberi manfaat besar bagi masyarakat. Pemerintah mengundang keseluruhan perusahaan dan pekerja formal dan informal untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sebagai perlindungan diri dari resiko yang tidak diinginkan.
Bagi masyarakat dan pekerja yang sudah menjadi peserta mendapatkan kepastian pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah bahkan Puskesmas untuk mendapat pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mengalami kecelakaan kerja dalam bentuk layanan Trauma Center yang dimana semua biaya sudah di cover oleh BPJS Ketenagakerjaan yang artinya peserta sudah tidak perlu khawatir lagi terkait biaya administrasi hingga jasa perawatan, serta peserta juga mendapat manfaat santunan kematian minimal 24 juta (meninggal biasa) dan apabila meninggal karena kecelakaan kerja maka mendapat 48x gaji yang di laporkan di BPJS Ketenagakerjaan sesuai yang diungkap Beliau. (RYT/Diskominfo)

Diskusi Penataan Ruang Kawasan Rawan Bencana Tsunami di Kabupaten Pacitan

Pacitan – Kabupaten Pacitan merupakan kawasan atau wilayah yang masuk dalam kawasan rawan bencana. Ada 11 ancaman bencana di Kabupaten Pacitan, salah satunya tsunami. Dengan kondisi tersebut diatas pengurangan resiko bencana dengan kebijakan penataan ruang kawasan rawan bencana tsunami perlu dilakukan.

Kamis, 13 Juli 2017 Direktorat Jenderal Tata Ruang Kementerian Agrarian Dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional melaksanakan diskusi mengenai Rekomendasi Kebijakan Penataan Ruang Kawasan Rawan Bencana (KRB) Tsunami dan Besaran Sempadan Pantai di Pacitan. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian yang dimulai dari Maret 2017 sampai Juli 2017. Adapun peserta kegiatan tersebut dihadiri beberapa unsur antara lain Pemda Pacitan, Ditjen Tata Ruang, BIG, DKP Jatim, GIZ, BPPT, P3SDLP-KKP serta BMKG.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Pacitan Suko Wiyono mengucapkan terimakasih atas kajian Kebijakan Penataan Ruang Kawasan Rawan Bencana (KRB) Tsunami dan Besaran Sempadan Pantai di Pacitan. Pacitan sering terjadi bencana gempa. Selain gempa, Pacitan juga sering terjadi bencana tanah longsor, tanah amblas maupun tanah retak. Selain itu, diwilayah kecamatan kota masih sering terjadi banjir. Permasalahannya karena wilayah Pacitan hanya berada 2-3 meter diatas permukaan laut. Suko Wiyono tak lupa juga mengingatkan tentang 20 tiga kali yang memilik artian 20 detik gempa, 20 menit evakuasi, 20 meter ketempat tinggi yang menjadi jargon sosialisasi saat terjadi tsunami, pungkasnya.

Pelatihan Operator SID Versi 3.10 Bersama 10 Desa Binaan KOMPAK

Pemerintah Kabupaten Pacitan dalam hal ini Dinas Komunikasi Dan Informatika bersama KOMPAK Selasa tanggal 11 Juli 2017 mengadakan pelatihan kepada 10 operator SID binaan KOMPAK dengan narasumber Kasi Infrastruktur Teknologi Informatika Dinas Komunikasi Dan Informatika Joko Purmanto dan Wira Swastika dengan jumlah 10 desa binaan KOMPAK. Diantaranya operator dari Desa Bungur, Desa Jetak, Desa Wonoanti, Desa Tahunan, Desa Gemaharjo, Desa Tegalombo, Desa Ketrro, Desa Pucangombo, Desa Ngumbul, dan Desa Bubakan. Dalam pelatihan ini ternyata 10 desa binaan KOMPAK telah melakukan inputing data kedalam aplikasi SID, disamping itu ternyata sebanyak 10 desa binaan KOMPAK telah memanfaatkan Sistem Informasi Desa (SID) untuk mendukung pelayanan administrasi yang mudah dan cepat.

Dalam hal ini Kasi Infrastruktur TeknologiInformatika Joko Purmanto menyampaikan untuk kegiatan pelatihan ini akan berlanjut sampai beberapa tahap juga menekankan pentingnya sebuah sistem informasi desa yang terkait dengan keterbukaan informasi di Desa untuk mendukung pelayanan administrasi yang mudah dan cepat.
Selain itu pengurus kompak Kabupaten Pacitan Irwandi menyampaikan pengelolaan SID versi 3.10 ini belum sepenuhnya mampu menjawab kebutuhan untuk perbaikan tata kelola Desa binaan KOMPAK, hal ini masih terkait dengan beberapa masalah teknis dan kapasitas operator SID yang ada di Desa.

Berbagai tantangan dan kebutuhan tersebut perlu ditangani agar pemanfaatan SID dapat dioptimalkan melalui pelatihan-pelatihan seperti hari ini yang telah dilaksanakan KOMPAK bekerjasama dengan Dinas Komunikasi Dan Informatika.(Wr/Ryt diskominfo)

Puluhan Kelompok Ramaikan Gema Takbir Keliling

Puluhan kelompok takbir keliling dari berbagai sekolah, instansi pemerintah, dan kelompok masyarakat berpartisipasi pada gelaran malam takbiran Idul Fitri 1438 H. Mereka diberangkatkan Bupati Indartato bersama Wakil Bupati Yudi Sumbogo dari depan kantor bupati untuk selanjutnya menyusuri rute yang telah ditentukan, Sabtu (24/6/2017). “Ini menjadi kemenangan setelah sebulan berpuasa di bulan Ramadhan. Dengan ukhuwah islamiyah kita dengungkan asma Allah SWT, ” ujar Bupati usai pemberangkatan.

takbir keliling pacitan

Setelah diberangkatkan para peserta kemudian menyusuri rute yang ditentukan. Yakni start Jalan Jaksa Agung Suprapto (depan halaman pendopo), Jalan Diponegoro, belok kiri arah perempatan Penceng. Selanjutnya peserta menyusuri Jalan Basuki Rahmad hingga pertigaan Pembangunan Grup dan belok kiri. Sampai di perempatan makam Giri Sampurno, peserta berbelok kekanan menyusuri jalan Veteran untuk selanjutnya finish di alun-alun Kota.

Peserta Gema Takbir sendiri terdiri tiga kelompok. Yakni kelompok A yang berisikan para pelajar, kelompok B ( desa/kelurahan di Kecamatan Pacitan), dan kelompok C berisi dinas maupun instansi.

Selama mengikuti kegiatan para peserta dilarang membawa petasan dan ronthek. Kecuali alat music pendukung takbir, misalnya rebana, seruling, bedug dan lainnya. Mereka juga diperbolehkan membawa mobil pick up untuk membawa peralatan pendukung. Diantaranya pengeras suara dan sound sistem. (arif/tarmuji/pranoto/humaspacitan)

Lima Pejabat Puskesmas dan Satu Tenaga Administrasi Menempati Tempat Yang Baru di Akhir Ramadhan

Mutasi ataupun rotasi jabatan di jajaran Pemerintah adalah hal yang wajar, bertujuan untuk meningkatkan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN). Pada hari Rabu 21/6 2017 di ruang peta kantor Bupati Pacitan, sebanyak 5 Kepala UPT Puskesmas di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan dan 1 tenaga administrasi di Kelurahan Ploso siang ini resmi di lantik Bupati Pacitan Indartato.
Antara lain :
1. dr. Imam Sujono
– Jabatan lama sebagai Kepala UPT Puskesmas Pakis baru
– Jabatan baru sebagai Kepala UPT Puskesmas Punung
2. dr.Rabindra loka Nugraha
– Jabatan lama sebagai Kepala UPT Puskesmas Ketro wonojoyo
– Jabatan baru sebagai Kepala UPT Puskesmas Arjosari
3. drg. Sri candra dewi
– Jabatan lama sebagai Dokter Gigi Muda UPT Jeruk
– Jabatan baru sebagai Kepala UPT Puskemas Jeruk
4. dr. Sunu Pamadyo Tanjung Ismoyo
– Jabatan lama sebagai Dokter UPT Puskesmas Jeruk
– Jabatan baru sebagai Kepala UPT Puskesmas Pakis Baru
5. dr. Agnes Suryaning. Mr
– Jabatan lama sebagai Dokter Muda di Puskesmas Wonokarto
– Jabatan baru sebagai Kepala UPT Puskesmas Ketrowonojoyo
6. Robingatun
– Jabatan lama sebagai Pejabat Pengumpul Data Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan di Kelurahan Ploso
– Jabatan baru sebagai Kepala Seksi Pemerintahan dan Pelayanan Masyarakat di Kelurahan Ploso

Bupati Indartato dalam sambutannya menyampaikan bahwa dikarenakan kebutuhan yang mendesak di kecamatan Punung, dokternya kosong maka harus segera diisi kekosongannya dalam rangka menghadapi Hari Raya Idul Fitri sehingga pelayanan kesehatan bisa lebih baik.
Ada beberapa kepala Puskesmas yang dialih tugaskan, juga ada yang dipromosikan. Dokter senior diberikan tempat yang lebih luas lagi.

Pak In berpesan kepada dokter yang dilantik khususnya dalam rangka Idul Fitri, diminta untuk siap siaga untuk melayani masyarakat.

Dalam pelantikan ini hadir wakil Bupati Yudi Sumbogo, Sekda, Asisten, Staf Ahli
Para kepala OPD , Kepala Bagian Pemerintahan dan Perbatasan juga Kepala Bagian Humas Protokol, PLT Kepala Dinas Kesehatan dan Lurah Ploso. (Ryt/Diskominfo)

Dorong Minat Menulis Jurnalistik Siswa Sejak Dini, 19 Sekolah Mitra Replikasi Ikuti Pelatihan Jurnalisme Siswa.

Siswa sekolah juga punya hak untuk memberikan masukan terhadap layanan pendidikan yang mereka terima. Siswa sekolah bisa mendorong perbaikan layanan sekolah melalui tulisan atau berita. Berita dan tulisan siswa ini bisa dipublikasikan dengan menggunakan majalah dinding sekolah, media sosial, media online, dan website sekolah.
Sebagai usaha untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam membuat dan mempublikasikan tulisan tentang layanan sekolah, Dinas Pendidikan bekerjasama dengan Kinerja ADB menyelenggarakan Pelatihan Jurnalisme Siswa. Kegiatan Jurnalisme Siswa ini diikuti oleh 19 sekolah mitra replikasi se-kabupaten Pacitan. Setiap sekolah mengirimkan peserta sebanyak 2 orang siswa dan 1 orang guru pendamping.

Kegiatan pelatihan Jurnalis Siswa ini dilaksanakan selama 2 hari. Bertempat di Gedung Karya Dharma Kabupaten Pacitan. Dari pelatihan ini diharapkan akan menumbuhkan minat siswa – siswi untuk menekuni dunia Jurnalistik.
“Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk mengembangkan bakat, minat, dan keterampilan siswa terkait dengan dunia jurnalistik.” Ucap Anang Sukanto dari perwakilan KINERJA ADB.
Senada dengan Anang, peserta pelatihan juga terlihat antusias mengikuti pelatihan ini. Sesekali terlontar pertanyaan dari peserta pelatihan untuk menegaskan materi yang disampaikan narasumber.
Dwi Yoga, salah satu peserta dari SMPN 1 Kebonagung merasa sangat senang sekali bisa mendapatkan ilmu jurnalistik dari pelatihan Jurnalis Siswa ini. Peserta bisa langsung belajar dari narasumber Yayan Sakti Suryandaru Ketua Departemen Komunikasi Unair dan Agus Hariyanto Redaktur www.sindopos.com.
“Dari pelatihan ini saya berharap akan bisa meningkatkan pengetahuan dan wawasan saya terkait jurnalistik” ungkap Yoga disela-sela pelatihan.

Safari Ramadhan bangun komunikasi rakyat dengan Pemerintah

Pacitan- Sudah seharusnya pemerintah untuk selalu memantau perkembangan warganya, hal itu pula yang dilakukan Bupati Pacitan, khususnya bupati. selain untuk memantau perkembangan warganya, safari ini juga bertujuan untuk mempererat hubungan pemerintah dengan masyarakatnya.

Safari Ramadhan yang ke delapan dilaksanakan di Dusun Pulorejo, Desa Kemuning, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan. Kegiatan ini dirangkaikan dengan pemberian bantuan untuk masjid/mushola dan juga memberikan sembako untuk warga yang kurang beruntung.

Seperti kegiatan safari Ramadhan di daerah yg lain Bupati Indartato, dan Wakil Bupati pacitan Yudi sumbogo yang di dampingi Istri dan dikuti para pejabat daerah.

Dalam sambutan singkatnya pada senin(12/6/2017) pak In menyampaikan bahwa kita harus berbuat baik untuk kepentingan masing-masing. beliau juga menyampaikan maaf atas kedatangan beliau yang terlambat.

Acara dilanjutkan tauziah oleh bapak H.Samsudin dari MUI dalam dakwah singkatnya mengharapkan agar semua muslim bisa meningkatkan kadar keimanannya sehingga dalam menjalankan hidup bermasyarakat akan lebih tentram sembari menunggu waktu untuk berbuka puasa dan dilanjutkan dengan sholat maghrib berjamaah.

Bupati Pacitan Serahkan Santunan BPJS Ketenagakerjaan

Pacitan-BPJS Ketenagakerjaan bersama Pemerintah berupaya memberikan perlindungan terhadap resiko sosial ekonomi seperti yang telah diamanatkan oleh Undang-Undang.

Demi mewujudkan kesejahteraan bagi pekerja sebagaimana Undang-Undang nomor 24 Tahun 2011 tentang Peneyelenggara jaminan Sosial. Hal ini dilakukan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan cabang Pacitan, Jumat 09/06/2017 Kepala BPJS Ketenagakerjaan cabang Pacitan bersama pemerintah Kabupaten Pacitan memberikan santunan kematian kepada ahli waris yang meninggal dunia karena sakit. Ahli waris tersebut bernama Widayanti merupakan istri dari Almarhum Slamet yang beralamtkan di Dusun Semo Desa Arjosari Kecamatan Arjosari.

Dalam keteranggannya, Bupati Pacitan menyampaikan bahwa BPJS Ketenagakerjaan bertujuan untuk melindungi pekerja dari resiko dan akibat yang ditimbulkan dari pekerjaan itu sendiri. Pekerja berhak mendapatkan perlindungan seperti yang sudah diundangkan.

Bupati berharap masayarakat berperan aktif menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan. “Karena BPJS Ketenagakerjaan ini program dari pusat, maka kita harus mendukungnya, “lanjut beliau.

Disamping itu, Indra Gunawan selaku Pimpinan Cabang BPJS Ketenagakerjaan Pacitan, menjelaskan bahwa BPJS Ketenagakerjaan ada 4 program yaitu jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua, dan pensiun. Untuk pak Slamet sendiri mendapatkan santunan karena meninggal sebesar Rp. 27.799.090,00 dengan rincian jaminan hari tua dan jaminan kematian. Selama bulan Januari sampai Mei 2017 BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Pacitan sudah membayarkan klaim jaminan hari tua sebesar 2,8 milyar dan untuk jaminan kematian sebesar 168 juta, serta jaminan kecelakaan kerja sebesar 53 juta. Lanjut Indra,

BPJS Ketenagakerjaan sangat penting bagi keluarga pekerja karena santunan yang diterima oleh ahli waris dapat digunakan sebagai modal usaha ataupun sebagai tambhan biaya menyekolahkan anaknya.

BPJS Ketenagakerjaan Santuni Puluhan Warga Jompo di Pacitan

PACITAN – Kantor Cabang Perintis (KCP) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Pacitan, belum lama ini memberi bingkisan buat 60 warga jompo di kabupaten ini.

Kepala KCP BPJS Ketenagakerjaan Pacitan, Indra Gunawan, mengatakan, pemberian bingkisan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL).

Menurut Indra, BPJS Ketenagakerjaan sangat peduli terhadap masyarakat yang membutuhkan. Dituturkan, tugas BPJS Ketenagakerjaan adalah mengupayakan jaminan sosial pada masyarakat pekerja atas resiko kecelakaan kerja, kematian, dan masa tuanya.

Akan tetapi, lanjut Indra, kendala yang dihadapi pihaknya adalah responsif masyarakat pekerja atau perusahaan yang dinilai kurang atau tidak sepenuhnya mengikuti program-program BPJS Ketenagakerjaan, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP).

Ditegaskan oleh Indra, masih banyak perusahaan atau pekerja yang tidak terdaftar BPJS Ketenagakerjaan. Juga, tidak sedikit pula perusahaan kategori menengah dan besar yang mengikutkan pekerjanya ke empat program, dalam hal ini program Jaminan Pensiun.

 

Padahal, tandas Indra sebagaimana berdasarkan undang-undang, perusahaan menangah dan besar hukumnya wajib mengikutkan pekerjanya ke program Jaminan Pensiun demi kesejahteraan di masa tuanya.“Selain wajib bagi perusahaan menengah dan besar, Jaminan Pensiun ini sangat penting demi kesejahteraan masyarakat di saat sudah tidak mampu bekerja,” kata Indra.

Di samping menyayangkan masih banyaknya perusahaan yang tidak mengikutsertakan pekerjanya ke program JP, namun Indra bersyukur atas kepedulian Bupati Pacitan Indartato terhadap program-program BPJS Ketenagakerjaan bagi seluruh pekerja non PNS di wilayah ini.

Menurut Indra, kepedulian Bupati Pacitan merupakan suport yang tak ternilai. Belum lama ini, tepatnya 9 Juni lalu, Indartato kembali menyerahkan santunan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan Pacitan kepada ahli waris pekerja bernama Slamet, warga Dusun Semo, Desa Arjosari, Kecamatan Arjosari.

Saat menyerahkan santunan itu Indartato mengatakan, BPJS Ketenagakerjaan bertujuan untuk melindungi pekerja dari resiko pekerjaan dan hari tua. Menurutnya, semua pekerja berhak mendapatkan perlindungan seperti yang diundangkan.

Karena itu, Bupati berharap seluruh pekerja mengikuti semua program BPJS Ketenagakerjaan, termasuk program Jaminan Pensiun. “Karena BPJS Ketenagakerjaan ini program dari pusat, kita harus mendukung,” kata Bupati.

Indra mengatakan, jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan KCP Pacitan hingga Mei 2017 tercatat masih 616 perusahaan, dan 1.375 jasa konstruksi. Sedangkan jumlah tenaga kerja yang jadi peserta tercatat 8.386 pekerja penerima upah (PU), dan 503 pekerja informal atau bukan penerima upah (BPU). (pacitanku)

Stop penangkapan ikan yang merusak sumber daya kelautan

Kegiatan penangkapan ikan secara tidak bertanggungjawab bukan hanya terbatas pada kegiatan penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing), tetapi juga terdapat kegiatan penangkapan ikan dengan cara-cara yang merusak (destructive fishing). Kegiatan ini juga dapat menyebabkan kerugian yang besar terutama terhadap kelestarian ekosistem perairan yang ada. Untuk itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan, lewat Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) berupaya terus untuk menjaga laut dari ancaman destructive fishing.


Kegiatan destructive fishing yang dilakukan oleh oknum masyarakat umumnya menggunakan bahan peledak (bom ikan), dan penggunaan bahan beracun untuk menangkap ikan. Penggunaan bahan-bahan tersebut mengakibatkan kerusakan terumbu karang dan ekosistem di sekitarnya, serta menyebabkan kematian berbagai jenis dan ukuran yang ada di perairan tersebut. Setidaknya, hasil penelitian World Bank tahun 1996 menunjukkan bahwa penggunaan bom seberat 250 gram akan menyebabkan luasan terumbu karang yang hancur mencapai 5,30 m2.

Dalam hal pengawasan kegiatan destructive fishing, Direktorat Jenderal PSDKP melalui para Pengawas Perikanan yang tersebar di seluruh Indonesia telah berhasil menggagalkan kegiatan pengggunaan bom ikan. Keberhasilan terbaru dilakukan oleh Pangkalan PSDKP Tual yang menggagalkan penangkapan dengan bom ikan di perairan Tual Maluku pada bulan Maret 2017. Selanjutanya pada tanggal 10 April 2017 Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama TNI Angkatan Laut juga berhasil menggagalkan penangkapan ikan menggunakan bom ikan di perairan Lombok Timur. Sementara pada tanggal 30 Mei 2017, Polair Polda Sulawesi Selatan juga menangkap pelaku penangkapan ikan menggunakan bom di perairan Barang Lompo, Sulawesi Selatan.

Sementara itu, berdasarkan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan menyebutkan bahwa setiap orang dilarang memiliki, menguasasi, membawa, dan/atau menggunakan alat penangkapan ikan dan/atau alat bantu penangkapan ikan yang mengganggu dan merusak keberlanjutan sumber daya ikan di kapal penangkap ikan di wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia. Apabila diketahui dan didapatkan cukup bukti terdapat oknum masyarakat yang melakukan kegiatan penangkapan ikan dengan cara merusak, maka dapat dikenakan sanksi pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp. 2 milyar.

Perlu Peran Serta Masyarakat Atasi Destructive Fishing
Dengan luasnya wilayah laut Indonesia, memang terdapat keterbatasan Pemerintah untuk mengawasi kegiatan destructive fishing. Mulai dari keterbatasan personil pengawasan, kapal pengawas, dan jangkauan wilayah yang sangat luas. Untuk itu, peran serta masyarakat sangat diperlukan untuk bersama-sama memerangi pelaku destructive fishing.

Peran serta masyarakat dapat dilakukan dengan mengamati atau memantau kegiatan perikanan dan pemanfaatan lingkungan yang ada di daerahnya, kemudian melaporkan adanya dugaan kegiatan destructive fishing kepada Pengawas Perikanan atau aparat penegak hukum.

*Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Tim Komunikasi Pemerintah Kemkominfo