Berita terbaru

Perekaman KTP Elektronik Ditargetkan Tuntas Akhir Tahun Ini

ANTRE: Puluhan warga dari sejumlah wilayah di Pacitan tiap hari antre melakukan perekaman KTP Elektronik di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Jl. Veteran. Untuk memeriahkan peringatan HUT ke-72 RI, layanan perekaman juga dibuka hari Sabtu dan Minggu. (Foto: Dodik S Irawan/RSP)

Pacitan – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Pacitan menargetkan perekaman KTP Elektronik rampung akhir tahun ini. Upaya itu dilakukan untuk mengejar batas waktu serta jelang pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2018.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pacitan M Fathony mengatakan, saat ini sisa wajib KTP Elektronik yang belum melakukan perekaman mencapai kisaran 24 ribu jiwa. Angka itu setara 5 persen jumlah penduduk Pacitan yang terdata wajib KTP sebanyak 460 ribu jiwa lebih.

“Kita selama ini hanya mampu (melayani) 60 orang per hari, untuk itu kita akan coba tingkatkan untuk memenuhi target tersebut,” ujar M Fathony saat hadir di srudio Radio Suara Pacitan, Selasa (8/8/2017) pagi.

Sisa 24 ribu yang belum terekam tersebar di 12 kecamatan. Jika dirata-rata maka ada kisaran 2 ribuan di setiap kecamatan yang belum ber-KTP. Jumlah ini, menurut Fathony, memang terlihat kecil tapi sangat mengganggu terutama untuk kepentingan pesta demokrasi yang akan datang.

“Mereka yang belum perekaman biasanya karena merantau, sakit atau jompo, dan sebagian kecil lainya abai karena kurangnya kesadaran untuk memiliki KTP,” pungkasnya.

Guna mengejar target tersebut, tandas Fathony, pihaknya gencar melakukan sosialisasi dan upaya jemput bola. Seperti membuka layanan hingga malam hari atau datang ke desa-desa secara periodik. Dan yang terbaru, dalam rangka memperingati hari kemerdekaan ke-72 RI Disdukcapil membuka layanan perekaman KTP Elektronik di hari libur. Yakni Sabtu dan Minggu selama bulan Agustus. (RSP/Riz/PS)

KEJAR TARGET: Kepala Disdukcapil M. Fathony (kiri) saat menjadi nara sumber Program Spirit Pagi Radio Suara Pacitan, Selasa (8/8/2017) pagi. Dia menargetkan perekaman KTP Elektronik tuntas akhir tahun ini. (Foto: Rizky Mahendra/RSP)

Pacitan Raih Dua Penghargaan Bidang Lingkungan Sekaligus

Pacitan – Tahun ini Kabupaten Pacitan kembali meraih dua penghargaan prestisius dari pemerintah pusat. Kedua anugerah tersebut
masing-masing Piala Adipura dan Adiwiyata Mandiri. Penyerahan dilakukan langsung Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya
Bakar di Jakarta, Rabu (2/8/2017) malam.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Edi Junan Ahmadi usai menerima penghargaan mengatakan, tahun ini merupakan kali ke sepuluh Kabupaten
Pacitan memperoleh piala yang sama dengan kategori Kota Kecil. Piala tersebut sekaligus simbol keberhasilan Pemerintah Kabupaten
Pacitan bersama segenap elemen masyarakat menciptakan lingkungan bersih dan lestari.

“Untuk tahun ini ada dua kriteria, Adipura Kencana dan Adipura. Alhamdulillah Pacitan masuk di kategori Adipura,” katanya menjawab pertanyaan di Program Spirit Pagi RSP, Kamis (3/8/2017) pagi.

Diakuinya, raihan ini merupakan prestasi membanggakan. Dia pun menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang ikut mendukung
terciptanya lingkungan bersih. Junan berharap capaian tersebut dapat terus dipertahankan, bahkan ditingkatkan.

Mantan Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang itu mengakui, masih ada banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Antara lain
membudayakan masyarakat membuang sampah pada tempatnya serta membiasakan mengolah sampah sebelum membuangnya. Program terakhir ini
akan digalakkan ke seluruh desa.

Penerima Anugerah Adiwiyata Mandiri tahun ini adalah SD Alam, Pacitan. Kepala Sekolah Bangun Naruttama mengakui, lembaga pendidikan
yang dipimpinnya selama ini memang berupaya menanamkan budaya cinta lingkungan sejak dini. Tak hanya mengajarkan pengolahan sampah,
para murid secara berkala juga dilibatkan dalam kegiatan pengelolaan lingkungan.

Adiwiyata Mandiri merupakan penghargaan bergengsi bagi sekolah yang dinilai mampu mengaktualisasikan budaya lingkungan di semua aspek
kegiatan. Ini terkait upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

“Tidak hanya sampah. Ada keanekaragaman hayati, kemudian juga masalah makan, kantin, makanan anak-anak, kemudian juga bagaimana mengenalkan anak-anak tentang keterlibatan mereka dalam lingkungan,” jelas Bangun.

Kedua jenis penghargaan tersebut menurut rencana akan dikirab bersama juara catur pelajar tingkat Asia serta juara bola voli junior
putra tingkat Provinsi Jawa Timur. Kirab akan diberangkatkan dari perbatasan Kabupaten Wonogiri menuju Pendopo Kabupaten, Jumat
(4/8/2017) pagi. (RSP/ps/ps)

Ny Luki Indartato: Lembaga PAUD Jangan Sekadar Kejar Kuantitas

LINCAH: Anak-anak PAUD Kecamatan Nawangan memainkan tarian khas Pacitan, Kethek Ogleng pada puncak peringatan Hari Anak Nasional. Gerak atraktif anak-anak tersebut menyita perhatian pengunjung. (Foto: Rizky Mahendra/RSP)

Pacitan – Mendidik anak usia dini harus mengedepankan nilai nilai karakter. Hal ini sangat penting karena usia 0 sampai 6 tahun adalah usia emas dalam Membentuk pribadi anak menjadi generasi berkualitas.

Penekanan itu disampaikan Bunda PAUD Pacitan Luki Indartato saat mengikuti Gebyar PAUD dalam rangka Hari Anak Nasional (HAN) di halaman Pendopo Kabupaten, Kamis (3/8/2017) pagi. Isteri orang nomor satu di Pacitan itu mengingatkan, usia emas merupakan tahap awal membentuk pondasi karakter bagi anak.

“Melalui pendidikan karakter generasi kita akan menjadi penerus yang kuat dan berkualitas,” ungkapnya.

Guna membangun generasi hebat tersebut, lanjut Luki, lembaga pendidikan PAUD harus mengedepankan kualitas bukan kuantitas. Jangan hanya mengejar jumlah siswa didik namun harus mengedepankan pendidikan bermutu. Karenanya, anak harus banyak diperkenalkan dengan pembelajaran budi pekerti serta moral yang baik. Selain itu juga merangsang anak mengenal obyek disekitarnya untuk melatih fungsi motorik serta melatih berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Sejauh ini, menurut Luki yang juga menjabat Ketua TP PKK, masih banyak anak usia dini yang belum terlayani pendidikan bersama. Untuk itu layanan harus diperluas, dapat melalui Taman Posyandu atau Pos PAUD. Sesuai data, jumlah lembaga PAUD di Pacitan saat ini sebanyak 923 lembaga. Mulai dari TK, KB TPA, hingga SPS. Adapun angka partisipasi PAUD mencapai 78,31 persen.

“Khusus kepada pendidik PAUD, pemerintah menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya dan memohon maaf belum mampu mewujudkan kesejahteraan yang layak,” pungkasnya.

Gebyar PAUD dalam rangka HAN diikuti oleh 2000 peserta baik guru maupun peserta didik se Kabupaten Pacitan. Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan hasil kejuaraan lomba dalam rangka HAN. Diantaranya, lomba merancang pembelajaran kreatif berbasis KB, lomba mencipta alat permainan edukatif, lomba membuat gambar seni serta lomba lembaga PAUD berprestasi. (RSP/riz/ps)

Pak In: Pacitan Harus Jadi Produsen Cokelat

Kebonagung – Kabupaten Pacitan memiliki potensi cukup besar untuk budidaya tanaman kakao. Sampai saat ini luasan lahan tanaman untuk bahan dasar cokelat tersebut mencapai 500 hektar. Atau menduduki nomor Luas dua di Jawa Timur setelah Jember.

Demikian disampaikan Bupati Indartato usai membuka Pelatihan Peningkatan Kemampuan Petani, Pemuda dan Perempuan di Desa Gembuk, Kebonagung, Selasa (1/8/2017). Dengan kondisi tersebut menurut Indartato, masyarakat dapat didorong menuju pengembangan Industri Kecil Menengah (IKM) kakao. Sehingga selain sebagai penghasil, kedepan akan muncul pula produk-produk jadi berbahan dasar tanaman yang berasal dari Amerika Selatan ini.

Selain mampu mejadikan nama kabupaten Pacitan lebih dikenal, munculnya industri kecil yang mampu mengolah kakao ke bahan jadi berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat. Pemerintah sendiri sejak 10 tahun terakhir terus berupaya mengembangkan budidaya tanaman kakao ini dan terbukti berhasil.

“Saya mengharapkan disamping pasar kita juga bisa industri sendiri. Jadi nanti ada permen cokelat dan produk cokelat lain dari Pacitan. Kalau kita bisa membuat itu saya kira nama Pacitan akan terangkat dan perekonomian juga akan terangkat,” kata Indartato usai membuka pelatihan.

Kepala Dinas Pertanian Pamuji menuturkan seiap tahun lahan kakao meningkat. Meski demikian ia mengakui bahwa masih ada kelemahan disektor hilir. Ada beberapa aspek yang harus digarap bersama. Sehingga nantinya bisa menghasilkan, menangani dan mendapatkan hasil. Dengan demikian sumberdaya yang telah dimiliki dapat digunakan serta diolah oleh masyarakat untuk kesejahteraan.

Selama ini hasil produksi kakao Jatim baru mencapai kisaran 40-45 ribu ton. Untuk memenuhi kebutuhan indutri di Gresik yang berkapasitas 200 ribu ton, masih belum mencukupi.(RSP/dav/riz/ps)

Calon Jamaah Haji Kabupaten Pacitan diberangkatkan ke Tanah Suci

HARU: Suasana pelepasan calon jamaah haji Kabupaten Pacitan. (Foto: Dodik S Irawan/RSP)

Pacitan – Tiga tempat dari total 173 Jamaah Calon Haji (JCH) Pacitan yang berangkat Rabu, (2/8), terpaksa kosong. Sesuai data Seksi Haji dan Umroh Kementerian agama Pacitan, satu jamaah dipastikan tidak berangkat karena mengundurkan diri karena sakit. Jamaah tersebut atas nama Muhammad Sahid usia 70 tahun asal Kelurahan Baleharjo.

Dua jamaah lain, yakni pasangan suami isteri, Sri Kartini dan Slamet asal Desa Arjowinangun terpaksa menunda keberangkatan bersama dengan rombongan. Slamet masih harus menunggu sang isteri yang beberapa jam menjelang keberangkatan masuk rumah sakit karena gangguan kesehatan. Keduanya masih dapat berangkat jika hasil medis nantinya menunjukkan perkembangan membaik.

Kepala Staf Penyelenggara Ibadah Haji Kabupaten Pacitan Drs.H Muhammad Nurul Huda mengatakan, penundaan pemberangkatan bagi jamaah yang sakit memungkinkan dilakukan selama Jamaah Calon Haji tersebut tidak mengundurkan diri atau sakit keras. Sebaliknya, kuota jamaah yang kosong karena ada yang mengundurkan diri tidak dapat digantikan.

“Alhamdulillah sampai detik ini semua jamaah calon haji sudah siap untuk diberangkatkan. Dan sampai hari ini tidak ada laporan (jamaah sakit) kecuali dua orang tadi,” kata Huda menjelang pemberangkatan di Pendopo Kabupaten, Rabu (2/8/2017) pagi.

Sementara itu Bupati Pacitan Indartato saat melepas para tamu Allah berharap, sesampainya di Arab Saudi kondisi kesehatan para JCH tetap terjaga. Sehingga dapat melaksanakan rangkaian ibadah haji dengan baik sesuai tuntunan agama. Dan setelah kembali ke tanah air menyandang haji mabrur. Tidak itu saja, mulai tahun depan, untuk para pendamping haji akan diupayakan pembiayaan dari pemkab.

“Saya pingin pendamping haji ini dibiayai oleh pemerintah daerah untuk tahun depan,” tegas Pak In disambut tepuk tangan hadirin.

Jumlah Jamaah Calon Haji Pacitan yang berangkat tahun ini sebanyak 171 jamaah dengan rata rata usia lanjut. JCH tertua berusia 82 tahun atas nama Sominem Abdul Jalal Kadim dari Desa Sidomulyo, Kebonagung. Sedangkan termuda adalah Fansyuri Chabib dari Kelurahan Baleharjo yang baru berusia 28 tahun. Sesuai rencana mereka akan diterbangkan ke tanah suci Kamis, 3 Agustus besok. (RSP/riz/ps)

Serukan Gemar Membaca, Wabup Yudi Sumbogo Minta Guru Pro Aktif Ajak Siswa Kunjungi Perpustakaan

BUDAYAKAN BACA: Wakil Bupati Pacitan Yudi Sumbogo resmi membuka Pesta Buku memperingati HUT Ke-72 RI di halaman Halaman Perpustakaan Umum Daerah, Selasa (1/8/2017). Wabup menyeru semua pihak terutama para guru untuk mulai mencintai dan menumbuhkan budaya baca. Salah satunya dengan mendorong anak-anak gemar membaca serta mengunjungi perpustakaan. (Foto: Dodik S Irawan)

Pacitan – Tidak dimungkiri, hadirnya teknologi memberikan dampak cukup besar terhadap tumbuh kembang anak. Oleh sebab itu masyarakat harus berhati hati dalam menyikapi perkembangan saat ini.

Demikian disampaikan Wakil Bupati Pacitan Yudi Sumbogo membacakan sambutan Bupati Indartato saat membuka Pesta Buku dalam rangka memperingati hari kemerdekaan ke-72 RI di halaman Perpustakaan Umum Daerah, Selasa (1/8/2017) pagi. Orang nomor dua di Pacitan itu menegaskan, anak adalah aset yang sangat berharga. Sudah menjadi kewajiban bersama untuk menjaganya serta memberikan teladan yang sesuai dengan nilai nilai luhur bangsa.

“Dengan gemar membaca ke perpustakaan, anak anak akan mendapatkan ilmu dan pengetahuan yang positif,” kata Wabup di depan hadirin.

Harus diakui, era tekhnologi serta budaya konsumtif sudah menyebar ke seluruh aspek kehidupan. Buku buku dan permainan tradisional yang sarat dengan pembelajaran adi luhung bangsa seakan terabaikan. Untuk itulah Wabup Yudhi Sumbogo menyeru kepada semua pihak terutama para guru untuk mulai mencintai dan menumbuhkan budaya baca. Salah satunya dengan mendorong anak-anak gemar membaca serta mengunjungi perpustakaan.

“Apalagi, pemerintah daerah sudah memiliki perpustakaan umum yang megah dan lengkap,” tambah Sumbogo.

Kepala Dinas Perpustakaan Daerah Warito menyatakan, dengan semakin tertatanya perpustakaan daerah, memberi pengaruh positif bagi tingkat kunjungan masyarakat. Dari tahun ke tahun kunjungan ke perpustakaan daerah terus meningkat. Tahun 2016 jumlah pengunjung 14.182 orang dan ditahun 2017 hingga bulan Juli sudah mencapai 15.585 pengunjung. Dari jumlah tersebut kurang lebih 44 persen pengunjung pelajar, 39 persen masyarakat umum serta sisanya dari kalangan mahasiswa.

Pesta buku dalam rangka memperingati hari kemerdekaan ini berlangsung selama bulan Agustus dengan berbagai macam kegiatan. Seperti, pameran buku, lomba mewarnai dan menggambar, wisata buku, sedekah buku, serta workshop penulisan buku. (RSP/riz/ps)

Sukses Juara Tingkat Pelajar se-Asia, Pemkab Gratiskan Biaya Sekolah Catur

CATUR: Suasana haru dan gembira tampak saat Catur Adi Sagita diterima Bupati Pacitan di Pendopo Kabupaten, Senin (31/7/2017). Pecatur muda itu sukses meraih 3 medali emas Kejuaraan Catur antar Pelajar Asia ke 13 di Pianjin China. (Foto: Rizky Mahendra)

Pacitan – Bupati Pacitan Indartato memastikan biaya pendidikan Catur Adi Sagita, peraih 3 medali emas Kejuaraan Catur antar Pelajar Asia ke-13 di Pianjin, China, gratis. Pemerintah daerah akan menanggung semua biaya sekolah pecatur muda asal Pacitan itu selama duduk di bangku SMA.

“Ini merupakan wujud penghargaan kita untuk anak berprestasi dan semoga kedepan semakin mengharumkan Pacitan serta Bangsa Indonesia,” ujar Bupati Indartato saat menerima kedatangan pecatur muda itu di Pendopo Kabupaten, Senin (31/7/2017) siang.

Bahkan menurutnya, jika terus berprestasi tidak menutup kemungkinan akan berlanjut hingga ke jenjang yang lebih tinggi. Catur Adi Sagita berhasil meraih 3 medali emas sekaligus dalam satu turnamen. Keseuksesannya sekaligus membawa Indonesia mendapat 6 medali emas, 3 perak, dan 2 perunggu.

Putra daerah Pacitan itu meraih emas dalam kategori catur kilat, catur cepat dan catur klasik. Dan ini merupakan pertama kalinya catur Indonesia meraih tiga medali emas pada satu kejuaraan dengan nomor yang berbeda.

Bupati Indartato juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada jajaran pengurus Percasi Cabang Pacitan yang telah membina dan menelurkan pecatur pecatur muda berbakat. Meski diakuinya, anggaran yang tersedia untuk pembinaan masih sangat minim.

Kedatangan Catur Adi Sagita dari Kejuaraan Catur antar Pelajar Asia ke-13 di China mendapat sambutan meriah. Tiba di pendopo, Catur dan rombongan diterima bupati dan wakil bupati beserta jajaran, Kapolres Pacitan serta jajaran pengurus Percasi. Hadir juga rekan-rekan Catur yang tergabung di Percasi serta teman sekelas. (RSP/riz/ps)

KEMENTERIAN SOSIAL REPUBLIK INDONESIA MENYALURKAN BANTUAN SOSIAL NON TUNAI PROGRAM KELUARGA HARAPAN ( PKH )

Acara penyerahan bantuan non tunai Program Keluarga Harapan (PKH ) dari Kementerian Sosial diserahkan oleh
Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Dr. Ir. R. Harri Nikmat.

Di Kabupaten Pacitan hari ini Jum’at 28/7/2017 di Pendopo Kabupaten Pacitan. Pada acara tersebut hadir Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Dr. Ir. R. Harri Nikmat,
Bupati Pacitan beserta jajarannya, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Kepala Desa dan Kelurahan se-Kabupaten, Direktur BNI, KPM dan keluarga penerima manfaat.

Kepala Dinas Sosial Sunaryo menyampaikan bantuan non tunai di Kabupaten Pacitan dilaksanakan oleh BANK BNI. Sampai dengan saat ini telah dilaksanakan pencairan di lima kecamatan dari 12 kecamatan dengan total KPM Yang telah mencairkan sebanyak 10.903 KPM.
SDM PKH di Kabupaten Pacitan berjumlah 68 orang terdiri dari pendamping 61 orang dan operator 6 orang serta satu orang Korkab.

Bantuan sosial dari kementerian Sosial RI Kepada kabupaten Pacitan Ahun 2017 sebesar Rp.94.930.713.600 (sembilan puluh empat milyar sembilan ratus tiga puluh juta tujuh ratus tiga belas ribu enam ratus rupiah) terdiri atas.
a. Bantuan PKH sebesar Rp.
32.003.370.000 bagi 16.933
Keluarga Penerima Manfaat ( KPM )
b. Bantuan Beras Sejahtera (RASTRA)
sebesar Rp.62.642.343.600 bagi
45.671 keluarga.
C. Bantuan Sosial Disabilitas sebesar Rp.129.000.000,. bagi 78 jiwa.

Pada kesempatan ini pula KPM Kecamatan Pacitan yang melakukan pencairan bantuan KPH tahap satu dan dua sebesar Rp.1000.000 / KPM sebanyak 500 KPM. Selain itu juga dihadirkan 10 anak berprestasi dari keluarga PKH, Sebagai apresiasi dari BANK BNI memberikan tabungan bea siswa sebesar RP 250.000 per Siswa dan paket sekolah dari Kementerian Sosial.

Bupati Pacitan Indartato dalam sambutannya menyampaikan, Pacitan baru mendapatkan empat jenis bantuan dari 10 total item bagi warga kurang mampu, Pak In berharap nantinya ada program serupa untuk warga kurang mampu, selain itu sebanyak 9000 warga yang selama ini ada di zona kemiskinan masuk dalam badid data terpadu Kementerian Sosial. Selama ini warga tercover melalui Program Grindulu Mapan. Mengentaskan kemiskinan merupakan tantangan yang harus dihadapi seperti yang disampaikan oleh Pak In.

Dierktur Jendral Perlidungan dan Jaminan Sisial Kemensos Dr. Ir. R. Harri Hikmat. MSI menyampaikan bantuan (PKH) non tunai diwujudkan tabungan dalam Kertu Keluarga Sejahtera ( KKS ) yang sebelumnya bantuan diberikan secara tunai. Dijelaskan PKH diberikan secara tunai melalui kantor Pos, sekarang diberikan melalui BANK dalam bentuknon tunai. Dijelaskan PKH adalah program perlindungan sosial yang memberikan bantuan non tunai kepada rumah tangga sangat miskin ( RTSM )
Dimana program ini jangka pendek bertujuan mengurangi beban RTSM dan dalam jangka panjang diharapkan dapat memutus mata rantai pengurangan penduduk miskin. Sistem penyaluran ini menggunakan KKS, bansos dan subsidi akan langsung disalurkan ke rekening penerima manfaat. (Ryt/Sg Diskominfo)

Aktivitas di Laut Terhalang Gelombang Tinggi, BPBD: Mulai Agustus Normal

Pacitan – Sepekan terakhir pendapatan nelayan Pacitan berkurang. Ini dipengaruhi gelombang tinggi yang menyebabkan hasil tangkapan nelayan turun drastis. Mendekati pekan ke-5 di bulan Juli, tinggi ombak di perairan selatan Pacitan mencapai 3 hingga 4 meter.

Hartono Ketua Kelompok Nelayan “Mutiara” Pantai Tamperan mengatakan, meskipun sebagian nelayan masih ada yang melaut namun hasilnya tak sebagus ketika ombak bersahabat. Dalam kondisi normal, nelayan dengan kapasitas kapal 10 GT hingga 30 GT mampu menangkap ikan antara 7 hingga 10 ton. Sebaliknya dengan kondisi cuaca buruk hanya mampu menghasilkan 4 hinga 5 ton. Padahal, sekali melaut mereka harus mengeluarkan biaya antara Rp 30 juta hingga Rp 40 juta.

“Selain kesulitan menebar jaring, gelombang yang kuat mengakibatkan kapal bergoyang keras sehingga ikan hasil tangkapan tidak lagi super karena banyak yang rusak,” tuturnya kepada Radio Suara Pacitan, Jumat (28/7/2017) pagi.

Lain lagi dengan perahu kecil berkapasitas dibawah 5 GT. Perahu yang biasanya digunakan nelayan lokal tersebut hanya berani beroperasi di pinggir saat cuaca buruk dan gelombang tinggi. Bahkan, jika kondisi cuaca ekstrem mereka terpaksa berhenti melaut. Untuk menyambung hidup para nelayan tersebut beralih profesi sementara dengan bekerja di sawah dan ladang atau menjadi buruh bangunan.

Perubahan cuaca serta gelombang air laut yang cenderung fluktuatif sebenarnya sudah terpantau jelas dari Pusat Data dan Informasi BPBD Pacitan. Fakta tersebut, menurut Kasi Kedaruratan dan Logistik Pujono sudah disampaikan kepada para nelayan. Melalui informasi yang cepat tersebut diharapkan nelayan lebih waspada dan berhati hati. Kondisi ini, kata dia, tidak berlangsung lama.

“Memasuki bulan Agustus biasanya sudah normal,” terangnya melalui sambungan telepon. (RSP/riz/ps)

Jadikan Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak Program Prioritas

CERIA: Bupati Pacitan Indartato berbagi keceriaan bersama siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pada suatu kesempatan. (Foto: pacitanku.blogspot.com)

Pacitan – Pemenuhan hak dan perlindungan terhadap anak menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Pacitan. Ini menyusul penetapan daerah berjuluk Kota 1001 Gua sebagai Kota Layak Anak tahun 2017. Komitmen itu, kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Hendra Purwaka tertuang dalam Perda nomor 1 tahun 2013. Pelaksanaannya melibatkan pemangku kepentingan di semua lini.

“Kita bersama-sama dengan masyarakat untuk bagaimana bisa memenuhi hak-hak anak. Meskipun dengan sumberdaya yang terbatas kita berupaya mewujudkan hak anak dan perlindungan anak di Kabupaten Pacitan,” paparnya saat menjadi nara sumber dialog Spirit Pagi Radio Suara Pacitan, Kamis (27/7/2017) pagi.

Selama ini, layanan hak dasar anak di Pacitan relatif tidak ada masalah. Di bidang kesehatan misalnya, hampir semua anak mendapat imunisasi. Demikian juga dengan fasilitas kesehatan baik puskesmas maupun posyandu yang menjangkau semula wilayah, termasuk pelosok pedesaan. Ini juga berlaku untuk ketersediaan air minum, serta sanitasi yang memadai.

Di era teknologi informasi, kata mantan kepala dinas kesehatan ini, tantangan mendidik anak makin kompleks. Ini karena masuknya segala jenis informasi dengan mudah melalui gawai canggih semisal telepon pintar. Hal itu dapat dimaknai lompatan positif bagi anak-anak, namun dapat pula berdampak buruk jika tidak diawasi dengan baik. Peran orang tua sangatlah penting mengarahkan anak menggunakan teknologi secara bijak.

“Lingkungan harus juga memperhatikan. Kalau lingkungan memperhatikan, lingkungan baik insya Allah anak tersebut juga baik. Utamanya tentu juga tidak bisa lepas dari orang tua maupun keluarga yang tinggal di rumah,” imbuhnya.

Tahun ini Kabupaten Pacitan kembali meraih predikat Kota Layak Anak kategori Pratama. Penghargaan prestisius itu merupakan wujud pengakuan pemerintah pusat terhadap upaya pemerintah daerah mewujudkan pemenuhan hak-hak dasar anak. Penghargaan diserahkan langsung Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohanna Yambise kepada Bupati Indartato di Pekanbaru, Riau, Sabtu (22/7/2017). (RSP/ps/ps)