Pantai Klayar Tetap Jadi Sumber PAD Andalan Pacitan Selama Libur Lebaran

Pantai Klayar. Foto Pambudi yoga perdana/IG: Pacitanku

Pacitanku.com, PACITAN – Pantai Klayar yang terletak di Desa Sendang, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan tetap menjadi andalan Pemerintah Kabupaten Pacitan mendulang Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata selama Libur Lebaran tahun 2018.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Pacitan Endang Surjasri, saat dihubungi Pacitanku.com melalui sambungan telepon pada Kamis (7/6/2018) kemarin menuturkan bahwa target kunjungan wisatawan selama Lebaran adalah 200 ribu wisatawan, dengan salah satu andalan Pemkab adalah Pantai Klayar.

“Sejauh ini tetap Pantai Klayar tetap nomor satu, kemudian Goa Gong di nomor dua dan Pemandian Air Hangat Tirta Husada nomor tiga, selain juga tentunya destinasi wisata lain yang tak kalah bagusnya di Pacitan,”katanya.

Selain tiga obyek wisata andalan tersebut, kata Endang, pihaknya juga memiliki obyek wisata lain yang tak kalah bagus, diantaranya adalah Sentono Gentong yang terletak di Desa Dadapan, Kecamatan Pringkuku.

“Sekarang kalau wisatawan masuk Pacitan itu banyak pilihan ,yang palng akhir yang paling hits sekarang adalah Sentono Gentong, kemudian Pantai Pidakan, ini sedang viral di media sosial, itu menjadi alternatif pilihan wisatawan yang berkunjung ke Pacitan,”paparnya.

Dia menambahkan, untuk mencapai target 200.000 wisatawan tersebut, pemerintah kabupaten dan pihak pengelola obyek wisata telah melakukan berbagai upaya dan persiapan.

“Pembenahan fisik bidang pariwisata ini masuk dalam rencana pembangunan Pacitan, dan persiapan tersebut salah satunya membangun sarana pariwisata, misalnya di Pantai Klayar, pada tahun ini bus sudah bisa memasuki langsung ke Pantai Klayar,”jelasnya.

Selain itu, untuk wisata andalan Pemkab lainnya, yakni Goa Gong, Endang menyebutkan bahwa kawasan tersebut juga terus dilakukan pembenahan.

Walaupun dia mengakui untuk penambahan area parkir belum bisa dilaksanakan awal tahun. Dia berharap penambahan area parkir di obyek wisata di Desa Bomo, kecamatan Punung tersebut bisa dilaksanakan akhir tahun 2018.

(Dwi Purnawan/Diskominfo Pacitan)

PACITAN DENGAN SPOT-SPOT CANTIK NGABUBURITNYA

Memasuki hari ke-15 di bulan Ramadhan (31 Mei 2018), apakah dari kalian masih ada yang bingung buat ngabuburit ke tempat yang hitz buat didatangi untuk mencari takjil atau bahkan untuk buka bersama dengan teman atau keluarga di Kota Pacitan ini???

Ngabuburit adalah istilah lain yang digunakan anak-anak muda jaman sekarang untuk mereka menghabiskan waktu menjelang buka puasa.

Penulis sore ini juga tak ingin kalah dengan anak-anak muda. Saya “Ngabuburit” dengan menyusuri jalanan dari pojok barat  kota Pacitan (perbatasan Desa Sedeng dan Desa Bangunsari) hingga pojok timur kota Pacitan(perbatasan Desa Kayen Kec.Pacitan dan Desa Purwoasri Kec. Kebonagung), hingga terangkumlah tempat-tempat yang mungkin bisa menjadi referensi untuk Anda datangi dan mencoba berbagai macam takjilan atau makanan dan minuman yang dijual di tempat-tempat tersebut.

Spot-spot hitz yang terangkum (menurut penulis) adalah sebagai berikut :

  1. Alun-alun Kota Pacitan

Tempat ini merupakan tempat paling mudah dijangkau dari segala penjuru kota Pacitan karena lokasinya yang berada di jantung kota (tengah kota) dan banyak fasilitas menarik seperti taman bermain, jogging track, tempat duduk wi-fi gratis. Disini kita bisa memilih banyak makanan yang dijual dijual di tenda-tenda biru yang tersedia di sepanjang trotoar yang memang sudah disediakan oleh pemerintah untuk pedagang kaki lima.

  1. Jembatan JLS Ploso-Sirnoboyo

Inilah tempat hitz favourite terbaru anak-anak muda di Pacitan. Selain tempatnya yang menyuguhkan nuansa berbeda dengan tempat lain(pemandangan alam Pacitan yang bisa kita nikmati dengan pandangan mata yang luas), ternyata tempat ini memang sedang digandrungi kawula muda karena lebih bebas melakukan olahraga seperti jogging, bersepeda ataupun sekedar menikmati indahnya senja baik di hari-hari sebelum Ramadhan maupun saat Ramadhan.

Kondisi tersebut dibidik dengan sangat jeli oleh pelaku usaha muda untuk mencoba menjual produknya di bulan Ramadhan ini, seperti halnya yang dilakukan oleh 2 pemuda yang mempunyai nama panggilan Mas Ganas dan Pendek. Mereka berdua mencoba meraup keuntungan dengan menjual “Soup Duren Ae” di pinggir jalan JLS Ploso-Sirnoboyo samping barat Jembatan JLS. Dengan menggunakan mobil, 2 pemuda ini menggelar dagangannya dengan diiringi musik untuk menarik pembeli. Tak ayal, semakin hari pelanggannya pun semakin bertambah.

Selain 2 pemuda itu, masih banyak penjual yang menawarkan berbagai jajanan takjil lainnya yang pantas Anda coba.

  1. Bazar PLUT

Halaman trotoar kantor PLUT Pacitan seketika disulap menjadi Bazar bertenda biru yang penuh dengan berbagai produk makanan dan minuman. Tempat ini menjadi tempat buruan paling banyak diserbu masyarakat Pacitan terutama Ibu-ibu karena PLUT satu-satunya tempat yang paling lengkap dalam menyediakan makanan dan minuman untuk takjil juga sayur matang. Pihak PLUT sebelumnya merangkul masyarakat yang berminat untuk bergabung dalam bazar takjil selama Ramadhan. Bazar dibuka sejak tanggal 17 Mei sampai 10 Juni 2018 dari jam 2 siang hingga Ba’da Magrib.

Salah seorang penjual yang bernama Mega Suherman yang menjual produk Healthy Yoghurt dan berbagai makanan lainnya di lapak Bazar PLUT mengakui bahwa program pemerintah ini sangat bagus karena bisa memberikan peluang kepada masyarakat untuk mencari pendapatan yang lebih banyak terutama untuk “sangu” hari Raya Idul Fitri.

  1. Cafe-cafe Hitz Pacitan

Ada pemandangan unik yang berbeda tahun ini dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Apakah itu??? Yaa…Semakin menjamurnya cafe-cafe dan restaurant yang dibungkus dengan tampilan yang sangat cantik dan dengan ciri khasnya masing-masing di Kota Pacitan.

Berbeda sekali dengan terakhir kali penulis menginjakkan kaki di kota ini (pertengahan tahun 2013) setelah bertahun-tahun merantau ke pulau seberang. Dahulu tempat ngabuburit terkonsentrasi hanya di jantung kota Pacitan saja yakni di Alun-alun Pacitan. Sekarang Pacitan sudah menawarkan banyak pilihan dengan tempat-tempat yang mencandu mata dan batin yang sangat disayangkan jika kita tidak pernah mencoba mencicipi menu yang ditawarkan di tempat-tempat tersebut.

Adapun cafe-cafe dan restaurant di Pacitan yang penulis telah data adalah sebagai berikut :

  1. Wedangan Keprabon Cafe

Lokasi : Desa Bangunsari

  1. Khas Pacitan Cafe and Restaurant

Lokasi : Jl. Jendral Suprapto Sidoharjo

  1. MJ Seafood

Lokasi : Jl. Jendral Suprapto Sidoharjo

  1. Barber Ice

Lokasi : Jl. Jendral Suprapto Sidoharjo

  1. Jetsky Cafe

Lokasi : Jl. Jendral Suprapto Sidoharjo

  1. Fortune Joglo

Lokasi : Selatan Lapangan Manggala Sakti, depan Kantor Pajak Ploso

  1. Lokrap Cafe

Lokasi : Depan Rumah Pintar Pacitan

  1. OVJ cafe

Lokasi : Timur Lokrap Cafe

  1. Teras Cafe

Lokasi : Timur Alun-alun Pacitan

  1. Kampung Pacitan Restaurant

Lokasi : Pertigaan JLS Sidoharjo

 

Beberapa titik cafe dan restaurant di atas adalah baru sebagian kecil dari sekian banyak cafe yang ada di Pacitan yang mungkin bisa pembaca datangi dengan teman ataupun keluarga untuk menikmati berbuka puasa bersama-sama.

Penulis merangkum titik tersebut berdasarkan hasil survey penulis saat menyusuri sudut kota Pacitan tadi sore dengan melihat tingkat keramaian pengunjung yang sedang ngabuburit.

 

Nah, bagaimana dengan Anda??? Ingin ngabuburit dengan ala yang mana???

(ryn surya/Dinas Perpustakaan Kab. Pacitan)

hellopacitan2017

Hello Pacitan Diharapkan Berdampak Secara Ekonomi Terhadap Warga

Gelaran Hello Pacitan 2017 yang bertepatan dengan rangkaian peringatan HUT Proklamasi ke-72 diharapkan dapat berdampak positif bagi Kabupaten Pacitan. Khususnya kepada masyarakat. “Tahun berikutnya kegiatan diharapkan akan lebih meriah. Sehingga tingkat kunjungan wisatawan juga akan meningkat,” kata Bupati Indartato disela-sela konferensi pers Hello Pacitan di kantor bupati, Rabu (16/8/2017) siang.

Dampak yang dimaksud Bupati tersebut adalah bergeraknya sektor ekonomi kreatif masyarakat seiring bertambahnya pasar. Sehingga tingkat ekonomi masyarakat akan naik. Ia lantas menyebut lama tinggal wisatawan akan memberi manfaat bagi warga. Karena dengan sendirinya pengunjung membutuhkan dukungan ketersediaan sarana akomodasi. Terlebih dari data tahun lalu jumlah wisatawan yang datang ke kota kelahiran Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono mencapai 1,5 juta orang.

Meski demikian, berkembangnya sektor pariwisata tidak berimbas kepada nilai-nilai budaya dan kearifan lokal. “Target kenaikan jumlah wisatawan nantinya berujung pada manfaat. Yakni meningkatnya ekonomi dan kesejahteraan warga. Namun tentunya hal itu jangan berdampak pada budaya,” tandas Bupati.

Di Pantai Watukarung, Pringkuku, selain diisi dengan lomba surfing bertaraf internasional, Hello Pacitan tahun ini digelar pula kegiatan lain bazar dan budaya. Sampai kini jumlah peserta cabang surfing sendiri telah mencapai 40 orang. Mereka berasal dari 12 negara. Diantaranya dari Jepang, Hawai, Amerika Serikat, Filipina, Argentina, dan tentunya tuan rumah Indonesia.

Sedangkan pada even yang sama, di alun-alun kota akan dilakukan upaya pemecahan rekor tumpeng nasi tiwul tertinggi dan terbesar. Rencananya, tim Penggerak PKK Kabupaten Pacitan akan membuat tumpeng nasi berbahan dasar ketela pohon itu setinggi lima meter dan lebar empat meter. (arif/tarmuji/humaspacitan/foto: hesti suteki)