Pacitan – Bupati Pacitan Indartato mengatakan pelayanan publik yang baik merupakan kewajiban seorang pemimpin. Hasil kebijakan publik, lanjut bupati yang sudah menjabat dua periode ini, dapat dilihat dari transparansi, akuntabilitas, dan kinerjanya.

Saat peluncuran aplikasi Wadule Pacitan (Wadah Aspirasi dan Pengaduan Layanan secara Elektronik Kabupaten Pacitan) di pendopo kabupaten, Rabu (14/3/2018) siang bupati menjelaskan secara nyata keberhasilan kinerja pemerintah mewujud dalam tiga indikator. Di antaranya berupa Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pertumbuhan ekonomi, dan kondisi masyarakat sebenarnya.

“Hasil kebijakan publik ini adalah bagaimana pemerintah dapat melayani rakyat sehingga kehidupan mereka bisa lebih baik,” tandasnya. “Syaratnya adalah kerjasama dan saling terbuka,” kata Pak In.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Widy Sumardji menambahkan aplikasi ini merupakan sarana menyampaikan kritik, saran, masukan, usulan, maupun keluhan masyarakat terhadap layanan pemerintah.

“Dilatarbelakangi keinginan Pak Bupati untuk mendengarkan apa saja yang butuhkan masyarakat dalam rangka penyelenggaraan pembangunan,” terang Widy berbincang dengan Radio Suara Pacitan.

Sebelumnya, lanjut Widy, organisasi perangkat daerah (OPD) yang dipimpinnya sudah menempuh berbagai cara guna mewadahi suara publik. Mulai pemanfaatan SMS centre hingga kegiatan tatap muka dengan masyarakat. Kegiatan terakhir sering dilakukan langsung pimpinan daerah melalui kunjungan kerja maupun forum Konsultasi Publik.

Kehadiran sistem pengaduan berbasis teknologi informasi, terang mantan Kepala Dinas Perhubungan ini, bertujuan melengkapi layanan lain yang sudah ada sebelumnya. Terlebih pemanfaatan smartphone merupakan keniscayaan bagi generasi milenial.

“Fasilitas SMS Centre tetap kami pertahankan. Nantinya laporan yang masuk akan diintegrasikan dengan website maupun layanan lain melalui media sosial. Semua akan dipadukan dalam aplikasi Wadule Pacitan ini,” tambahnya.

Widy mengakui forum serap aspirasi berbentuk tatap muka memiliki keterbatasan. Ini terutama berkaitan dengan minimnya waktu yang tersedia. Di pihak lain banyak warga masyarakat yang ingin menyampaikan uneg-uneg. Karenanya, aplikasi daring ini diharapkan menjadi alternatif bagi mereka yang suaranya belum tersampaikan.

“Jadi bukan hanya informasi berupa tulisan, masyarakat juga dapat melengkapi laporannya dengan foto yang fiturnya sudah tersedia di aplikasi,” ujar Widy.

Perlu diketahui, aplikasi Wadule Pacitan dapat diunduh di Playstore. Setelah dipasang di smartphone, pengguna dapat langsung memanfaatkannya dengan terlebih dahulu melakukan login. Sebagai bentuk pertanggungjawaban sebelum menyampaikan laporan, pengguna diminta memasukkan alamat email dan nomor telepon. (PS/RSP)