Muhandas Ulimen SH MH

PACITAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pacitan menggelar sosialisasi bahaya narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba) dalam program “Jaksa Masuk Sekolah” pada Selasa (24/10/2017) dan Rabu (25/10/2017).

Saat berkunjung ke SMAN 1 Pacitan, Rabu (25/10/2017), Kapala Kejari Pacitan Rusli mengatakan dalam sosialisasi tersebut dijelaskan tentang UU kejaksaan, tupoksi kejaksaan, motto kejaksaan dan juga tentang UU narkotika, jenis dan bahaya narkotika serta cara pencegahaannya.

kajari pacitan rusli SH

Tim Jaksa Masuk Sekolah sosialisasi bahaya narkoba di SMPN 1 Pacitan . ( Foto : Wira Swastika )

Rusli juga menyampaikan bahwa menjadi seorang jaksa tidak gampang, karena harus melalui beberapa tahapan, salah satunya persyaratan mutlak sarjana hukum. “Tinggi badan untuk putra 160 centimeter, putri 155 centimeter, kemudian belum kawin, dan memiliki nilai TOEFL minimal 450,itu syarat mutlak,”katanya.

Dia juga menuturkan bahwa tugas pokok jaksa adalah sebagai penuntut dalam tindak pidana umum, pengacara negara dan melakukan penyelidikan, penyidikan dan penuntutan dalam perkara tertentu atau korupsi.

muhandas ulimen SH MH

“Selain itu juga melaksanakan putusan Hakim, mungkin adik-adik ada yang pernah melanggar hukum kena tilang, sekarang kalau kena tilang langsung kena tilang, tinggal di pengadilan, denda Rp50 ribu, oleh kejaksaan uang itu disetor ke negara,” itu salah satu tupoksi dari jaksa,”katanya.

Sementara, kepala sie Intel Kejaksaan Muhandas Ulimen mengatakan bahwa pasar narkotika di Indonesia sangat luas, sehingga Indonesia menjadi sasaran empuk pengedar narkoba.

“Kenapa indonesia diserbu, punya penduduk banyak, kerawanan sosial tinggi, banyak masyarakat Indonesia yang tidak melek teknologi, mereka menggunakan narkotika untuk menghancurkan nasionalisme kita, mudah dijajah,”jelasnya.

Dia mengatakan bahwa penjajahan tersebut tidak dengan senjata, melainkan dengan candu.”Ketika narkoba masuk indonesia, karena ada beribu-ribu pulau yang masuk yang tidak terdeteksi, Pacitan salah satunya. Ada banyak pelabuhan tradisional di Pacitan. Mereka bisa masuk seenaknya, karena tidak mungkin barang haram itu masuk lewat darat,”ungkapnya lagi.

Sebagai informasi, agenda “Jaksa masuk sekolah” ini dilaksanakan di beberapa sekolah di Pacitan, yakni SMPN 1 dan SMPN 4 Pacitan di hari pertama, kemudian SMAN 1 dan SMAN 2 Pacitan di hari kedua.

“Ada respon yang luar biasa dari para peserta, berupa pertanyaan yang kritis ttg penyalaahgunaan narkotika, Harapan dari siswa dan sekolah agar acara semacam ini agar sering dilaksanakn untuk memvotivasi siswa untuk lebih sadar hukum dan siapa tahu ingin jadi jaksa kelak,”tutup Muhandas saat dikonfirmasi.

Kontributor/Foto: Wira Swastika
Editor: Dwi Purnawan