Pacitan Siap Kondusif untuk Hajat Nasional 2019

Wabub Yudi Sumbogo berharap pilihan Presiden dan Legislatif di Pusat dan Daerah  yang akan dilaksanakan di tahun 2019 mendatang Kabupaten Pacitan dapat kembali meraih kesukesanya seperti pada tahun-tahun sebelumnya yakni berjalan tertib, lancar dan kondusif.

Wabub juga menambahkan harapanya yakni kepada seluruh pemangku kebijakan agar untuk bersama-sama bergandengan tangan bersatu dalam pesta demokrasi. Ia menilai kunci keberhasilan hajat nasional tersebut dapat dicapat yakni dengan melakukan persiapan dengan matang dari sekarang dan melakukan koordinasi dengan semua yang terlibat, sehingga dapat terhindar dari kesalahan baik kecil maupun kesalahan besar.

Hal itu disampaikan wabup seusai melaksanakan video conference Dalam Rangka Pengamanan Tahapan Pemilu 2019 dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Menkopolhukam Wiranto, Panglima Hadi Tjahjanto,  yang dilaksanakan di Polres Pacitan hari ini 24/09/2018. Selain Wabup juga mengundang perwakilan KPUD Kabupaten Pacitan, Kodim 0801 Pacitan dan Panwas.

(Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Pembangunan guna maksimalkan Tanah Dan Ruang Untuk Keadilan dan Kemakmuran

Pembangunan insfratuktur adalah prasyarat untuk meningkatkan produktifitas dan daya saing nasional serta berkembangnya infestasi. Salah satu kegiatan penting terkait dengan pembangunan insfratuktur tersebut adalah pelaksanaan pengadaan tanah.

Hal tersebut sesuai dengan Undang-Undang yang ada dan Peraturan yang telah memungkinkan pengadaan tanah yang cepat dan pasti. Oleh karena itu, dukungan Pemerintah di Daerah menjadi penentu suksesnya program tersebut.

Dalam rangka mengurangi ketimpangan struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan tanah, pemberdayaan masyarakat dalam pemanfaatan aset tanah dan penguatan hak masyarakat atas tanah/hutan adat. Pemerintah telah mencanangkan program reformasi agraria. Berkenaan dengan permasalahan dan sengketa pertanahan yang dihadai, perlu penanganan dan penyelesaian secara konperhensif.

karena Kasus permasalahan dan sengketa pertanahan sudah banyak yang berlarut-larut dan menyita waktu. “Dengan harapan pendaftaran seluruh bidang tanah melalui Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap atau PTSL dapat mencegah terjadinya sengketa.” Disampaikan Bupati Indartato dalam membacakan sambutan Mentri Agraria Dan Tata Ruang pada Upacara Peringatan Hari Agraria Dan Tata Ruang Nasional pagi tadi 24/09/2018 di Lapangan kelurahan Sidoharjo Kabupaten Pacitan.

Di kesempatan itu Bupati juga berkesempatan menyerahkan Penghargaan Satya Lencana 30, 20 dan 10 tahun Pengabdian kepada Pegawai BPN Kabupaten Pacitan serta diserahkan dokumen Sertifikat secara simbolis PTSL Tahun Anggaran 2018 dengan jumplah total 50 ribu bidang tanah, serta diserahkan oleh BPN sertifikat pemkab serta barang milik Negara.

Dalam kegitan yang mengusung tema “Tanah Dan Ruang Untuk Keadiland An Kemakmuran” tersebut turut diundang Forkopimda, Kepala Bank, Notaris, Perangkat Desa dan Peserta PTSL 2018.

(Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Dirjen Minta Tukul Dipercepat

Dirjen Sumberdaya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  Harry Suprayogi meminta pelaksanaan pembangunan waduk Tukul di Desa Karanggede, Arjosari dipercepat. Sehingga hasilnya dapat segera dinikmati oleh masyarakat. “Jangan lebih dari November 2019,” katanya ketika meninjau lokasi proyek tersebut, Sabtu (22/9/2018).

Saat ini progres pembangunannya mencapai lebih dari 71 persen. Instruksi percepatan itu diberikan mengingat musim kemarau hampir berakhir. Sehingga proses pengerjaan harus dioptimalkan. Sebab, ketika musim penghujan, pekerjaan tidak dapat dilakukan secepat sekarang. “Optimalkan jam kerja,” pesannya.

Waduk Tukul sendiri mulai dikerjakan tahun 2015 dari kontrak pada tahun 2014. Kapasitasnya mencapai sembilan juta meter kubik dan menjadi prioritas utama untuk diselesaikan. Air bendungan digunakan untuk irigasi, sumber air baku, dan upaya pengendalian banjir. Karena sungai yang dibendung merupakan anak Sungai Grindulu.

Dirjen juga berpesan agar pemerintah daerah juga berperan dalam antisipasi dampak sosial. Salah satunya potensi bencana alam yang mungkin timbul dikemudian hari.

Menanggapi hal itu, Bupati Indartato mengiyakannya. Karena telah menjadi tugas pokok sebagai bagian dari pelayan masyarakat. “Kita berikan sosialisasi, pengertian kepada masyarakat tentang bahaya bencana alam. Karena setelah selesai dibangun dan berfungsi, daerah sekitar bendungan akan berkembang. Salah satunya sebagai tujuan wisata. Sehingga harus ditata agar tidak menyalahi aturan,” tandasnya.\

(humaspacitan/diskominfopacitan).

Hadiah Bukan Masalah, Bisa Dibenahi

Bupati indartato berkesempatan menyaksikan laga terakhir antara Kecamatan Ngadirojo berhadapan dengan Desa Arjowinangun pada Turnamen Sepak Bola Piala Kemerdekaan Dalam Rangka HUT Ri Ke-73 rangkaian akhir “Agoestoesan 2018”. Di tahun ini tim sepak bola Desa Arjowinangun berhasil menjadi juara dengan skor akhir 0-3 berkat goal yang di ciptakan pemain nomor punggung 09 Jefri Dwi di menit injury time babak pertama, dilanjutkan oleh M. Tofik di menit ke 23 dan Dera Dwi S sepuluh menit kemudian.

Seusai menyerahkan piala dan hadiah kepada para pemenang Kepala Daerah Kabupaten Pacitan mejelaskan bahwa pemerintah sangat mendukung kegiatan tersebut untuk merangsang dunia sepak bola melalui Asosiasi PSSI kabupaten pacitan. harapanya bisa hidup lagi dan diminati seluruh lapisan masyarakat. “Terutama sebagai upaya mencari bibit unggul.” kata Bupati petang tadi 22/092018 di Stadion Pacitan.

Acara yang sudah menjadi agenda rutin tersebut diikuti oleh 26 tim Se-kabupaten Pacitan. Terdiri dari sembilan tim Kecamatan dan sisanya kesebelasan dari Desa dan Kelurahan di Kecamatan Pacitan. Laga pertama yang dimulai sejak 25 Agustus tersebut merebutkan hadiah jutaan rupiah, selain itu kegitan ini sebagai upaya untuk persiapan ajang Liga Tiga dan Liga Remaja. “Sehingga jam terbang para pemain meningkat.” ujar Ketua Panitia Harni Koeswanto menjelaskan tujuan kegiatan selain untuk Memeriahkan HUT RI.

Disinggung perihal harapan untuk membuat turnamen yang lebih besar Bupati menyambut baik dan penuh semangat. dengan tangan terbuka menyatakan dukunganya, hal tersebut semata mata sebagai harapan pemerintah agar mimpi dunia sepak bola di Pacitan benar-benar hidup kembali. “Hadiah tidak masalah, bisa dibenahi.” Tambah Bupati menyemangati.

Turut hadir mendampingi Bupati Indartato, Sekertaris Daerah Suko Wiyono, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Endang Sri Surjasri, Pasi Intel Din 0801/Pacitan Kapten Kav. Dadut Setiyawan dan Ketua PSSI Kabupaten Pacitan Triatmojo.

(Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Bupati Beri Do’a Restu Kepada Gandhang

“Nanti bukan kita yang mengundang dalang dari Solo namun mereka orang Solo dan kota lain yang mengundang dalang dari Pacitan”. Disampaikan Bupati Indartato kepada Diskominfo ketika Bupati memberikan do’a dan restu kepada Gandhang Gondo Waskito atau Helmi Gondowaskito murid SMP Negri 1 Pacitan yang akan berangkat Mengikuti Festival Dalang Bocah Dan Festival Dalang Muda Tingkat Nasional 2018 di Taman Mini Indonesia Indah atau TMII mewakili Jawa Timur.

Selanjutnya Kepala Daerah Kabupaten Pacitan itu akan mengupayakan Beasiswa hingga Sarjana dari anggaran daerah sebagai bentuk perhatian pemerintah yang bertugas memupuk dan memfasilitasi murid-murid berprestasi.

(Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Tes Kebugaran Untuk Deteksi Gaya Hidup Dan Penyakit

Tes Kebugaran Jasmani merupakan serangkaian langkah tes pengukuran tingkat kebugaran jasmani sekaligus untuk menganalisa apakah gaya hidup seseorang sudah memenuhi gaya hidup sehat. “Kebugaran tubuh seseorang tidak dapat dinilai dari penampilan fisik saja, namun juga dari pola hidup, pola makan dan aktifitas fisiknya. Seseorang dapat dikatakan bugar jika setelah bekerja dia masih mampu beraktifitas fisik tanpa merasa kelelahan yang berlebihan, berkaitan dengan hal tersebut maka perlu dilakukan tes Kebugaran jasmani. Kegiatan perdana ini kami selengarakan  bagi pejabat dilingkup Pemerintah kabupaten Pacitan”. Ujar Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Ratna Susy Rahayu kepada Diskominfo disela kegiatanya melaksanakan Tes Kebugaran Jasmani 2018 yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan kabupaten Pacitan.

Bupati indartato beserta 60 peserta lain tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Dalam sambutanya Ia menyambut baik kegiatan itu dan beraharap kegiatan tersebut dapat rutin dilaksanakan, agar peserta dapat memperoleh informasi tingkat kebugaran jasmani dan dapat menerapkan nilai-nilai gaya hidup yang sehat.

Ratna menambahkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS hendaknya dimulai dari diri sendiri, dalam keluarga dan ditempat kerja masing-masing, serta harus terus disebarluaskan dan digalakkan di masyarakat. “Untuk OPD, Instansi atau Perusahaan yang memerlukan pemeriksaan kebugaran Jasmani dapat dikoordinasikan dengan Dinas kesehatan”. Imbuhnya menginformasikan.

(Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Sosialisasi Pencegahan Kebakaran; Upaya Peningkatan Kwalitas dan Pemabahan Personil Kompeten

Sebanyak 50 peserta mewakili Dinas, Instansi dan Swasta mengikuti Sosialisasi Pencegahan Kebakaran yang digelar oleh Satuan Polisi Pamong Praja melalui Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Pacitan. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Kelurahan Ploso hari ini 20/09/2018.

Kegiatan yang di hadiri dan dibuka langsung oleh Sekda Suko wiyono itu bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan optimalisasi upaya pencegahan dan penaggulanagn bencana bahaya kebakaran di wilayah khususnya kabupaten pacitan. Serta untuk mendukung pengurangan resiko kebakaran yang bisa terjadi kapanpun dan dimanapun.

Panitia kegiatan selaku Kepala Satpol PP Kabupaten Pacitan Widy Sumardji menjelaskan, kegiatan itu memiliki beberapa tujuan diantaranya sebagai upaya menambah jumplah prsonil yang memiliki kompetensi tehnik dalam mencegah dan menangulangi ancaman kebakaran. Pada giliranya nanti para peserta diharapkan dapat menginformasikan kepada warga disekitarnya. “Sosialisasi ini menggunakan model tatap muka dan praktek lapangan, serta mengunakan literatur ketentuan peraturan perundang-undangan artinya sesuai setandar yang berlaku”. Ujar Widy kepada Diskominfo menuturkan.

Bnayak faktor pemicu terjadinya kebakaran, bisa karena kesengajaan, faktor alam seperti gempa bumi dan erupsi gunung berapi atau bahkan masalah kelalian manusia atau Human Error. Ini tentu menjadi perhatian bersama agar upaya untuk terhindar dari bencana kebakaran dapat berhasil dan tentu menjadi tanggung jawab semua pihak. “Saya meminta pahamkan juga terhadap semua peserta tentang segala potensi contohnya hubungan arus pendek pemicu terjadinya kebakaran, karena pencegahan nomor satu dibanding tindakan”. Disampaiakan Sekda Suko Wiyono memberi arahan.

Disinggung perihal potensi kebakaran lahan dan hutan dimusim kemarau Widy yang mempunyai sama sapaan Andik di callsign itu secara penuh tangung jawab menjelaskan bahwa walaupun kewenangan lahan dan hutan adalah bukan kewenangannya, namun Ia dan personilnya menyatakan siap dan sigap jika harus bertindak. “Untuk industri yang mempunyai potensi besar terhadap kebarakan kami secara terus-menerus meberikan himbauan agar supaya terbuka kesadaran para pemilik industri sehingga melengkapi segala yang di butuhkan semisal apar, trolley atau APAB atau Hydrant”. Imbuh Widy mengakhiri.

(Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Peran Pendidikan Untuk Memenuhi Tantangan Abad-21

“saya ingin menegaskan, bahwa tantangan ditingkat kopetensi yang dihadapi oleh setiap generasi tentunya berbeda sesuai dengan perkembangan jaman. Maka sebagai generasi millennial atau generasi Y saat ini, tantangan dan kompetensi yang saudara hadapi sangat berbeda dengan generasi sebelumnya”. Disampaikan Wabup Yudi Sumbogo mewakili Bupati Indartato kepada 282 Wisudawan STKIP PGRI Pacitan yang dilkasanakan hari ini 19/09/2019.

Orasi ilmiah Rapat Terbuka Dalam Rangka Wisuda Sarjana Angkatan Ke-XIX tersebut Sumbogo menyampaikan bahwa pembangunan merupakan proses yang berkesinambungan yang mencakup seluruh aspek kehidupan masyarakat, termasuk aspek sosial, ekonomi, politik dan kultural sebagai tujuan utama meningkatkan kesejahteraan warga bangsa secara keseluruhan. Dalam proses pembanguna tersebut peran pendidikan amat penting dan strategis. Untuk itu peningkatan kualitas sumber daya manusia mutlak harus dilakukan. “Karena dengan kualitas sumber daya manusia yang berkualitas dapat memberikan multilier efect terhadap pembangunan perekonominan dan pembangunan di bidang yang lain”. Sumbogo melanjutkan.

Acara yang dihadiri oleh Ketua PGRI Jawa Timur Ihwan Sumadi serta turut hadir Guru Besar Universitas Negri Surabaya (Unesa) Prof. Dr. Supari Muslim, Ketua PGRI Pacitan Supriyono serta Forkopimda Kabupaten Pacitan. Sumbogo juga menyinggung Isu mengenai sumber daya manusia atau human capital. Hal itu sebagai input pembangunan ekonomi atau hubungan antara pendidiakan dan pembangunan ekonomi untuk mencapai kesejahteraan.  Teori Human kapital berpendapat bahwa pendidikan adalah sebagai investasi sumber daya manusia yang memberi banyak manfaat, yakni diperolehnya kondisi kerja yang baik, efisiensi produksi, peningkatan kesejahteraan dan tambahan pendapatan seseorang apabila mampu menyelesaikan tingkat pendidikan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pendapatan lulusan pendidikan dibawahnya.

Sumbogo meneruskan, Pendidikan merupakan investasi penting untuk menghadapi masa depan dunia secara global, untuk itu Ia berharap kedepan pendidikan harus dapat menyiapkan generasi muda abad ke-21 yang unggul, berdaya saing tinggi dan mampu bekerjasama guna mencapai kemakmuran bagi setiap Negara dan dunia. “Mengingat pentingnya peran pendidikan tersebut maka investasi modal manusia melalui pendidikan di Negara kita sangat diperlukan walaupun investasi di bidang pendidikan merupakan investasi jangka panjang secara makro dan perlu disadari manfaat investasi ini baru dapat dirasakan setelah puluhan tahun”. Lanjut Sumbogo.

Ia juga mengingatkan bahwa pendidikan merupakan salah satu agenda penting yang menuntut perhatian sungguh-sungguh dari semua pihak. Sebab pendidikan adalah faktor penentu kemajuan bangsa dimasa depan. Jika sebagai bangsa berhasil membangun dasar-dasar pendidikan nasional dengan baik, maka diharapkan dapat memberikan kontribusi yang nyata terhadap kemajuan bidang-bidang lain.

Pembangunan bidang pendidikan yang dilaksanakan oleh pemerintah bersama masyarakat merupakan upaya pengejawantahan salah satu cita-cita Nasional, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Proses pencerdasan bangsa dilakukan baik melaui jalur sekolah maupun jalur luar sekolah.  Pada giliranya kesempatan memperoleh pendidikan untuk semua education for all semakin dirasakan oleh masyarakat karena pendidikan dijadikan kebutuhan pokok basic needs dalam kehidupan masyarakat. “Dan kami berharap adik-adik yang diwisuda hari ini senantiasa melengkapi diri dengan berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan, agar nantinya mampu berkompetisi secara sehat ditengah-tengah kehidupan masyarakat”. Imbuhnya memberi nasehat.

(Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan).

SAFARI GERAKAN NASIONAL PEMBUDAYAAN KEGEMARAN MEMBACA DI KABUPATEN PACITAN TAHUN 2018

SAFARI GERAKAN NASIONAL PEMBUDAYAAN
KEGEMARAN MEMBACA DI KABUPATEN PACITAN TAHUN 2018

 

 

Kali ini Kabupaten Pacitan mendapatkan kesempatan baik untuk menjadi tempat diselenggarakannya Safari Gerakan Nasional Pembudayaan Kegemaran Membaca yang diadakan oleh Perpustakaan Nasional bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan Pacitan.

Acara ini diadakan di Pendopo Kabupaten Pacitan pada hari Jumát (14 September 2018), dimulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB. Acara dihadiri oleh Drs H. Indartato, MM (Bupati Pacitan) beserta istri (Luki Indartato), Drs. H. Yudi Sumbogo (Wakil Bupati) beserta istri (Ninik Sumbogo) , Bety Suko Wiyono, Drs. Widyanto, M. Si (Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Perpusnas) beserta para staff perwakilan dari Perpusnas Pusat, drg. Yayuk Sri Rahayuningsih (Anggota DPR RI X), Nuris Agusti, S. H, M. Kn (Kasi Pelayanan Perpustakaan Provinsi Jawa Timur) , Forkompinda, Perangkat Daerah, Pejabat OPD Kabupaten Pacitan, perwakilan pegiat masyarakat, siswa-siswi perwakilan sekolah Kecamatan Pacitan, perwakilan Ketua Perguruan Tinggi, mahasiswa STKIP dengan jumlah undangan sekitar 200 peserta.

Adapun tujuan dari diadakannya Safari ini adalah untuk memberikan dorongan kepada Pemerintah Kabupaten Pacitan untuk meningkatkan indeks literasi masyarakat Kabupaten Pacitan, dengan cara membudayakan gemar membaca di kalangan masyarakat Kabupaten Pacitan, memperbaiki mutu dan fasilitas perpustakaan. Salah satu implementasinya adalah dengan cara mengukuhkan Ibu Luki Baskorowati Indartato sebagai Bunda Baca Kabupaten Pacitan yang nantinya bertugas memperkenalkan perpustakaan ke seluruh masyarakat Kabupaten Pacitan sampai ke pelosok-pelosoknya melalui PKK khususnya. Dan itu merupakan salah satu alasan mengapa Ibu Luki Indartato dinobatkan sebagai Bunda Baca dikarenakan Ketua PKK Kabupaten Pacitan lah yang harus mengemban tugas sebagai Bunda Baca.

Luki Baskorowati Indartato akan mengemban tugas sebagai Bunda Baca terhitung dari tahun 2018-2022 sesuai SK Bupati No. 99 tahun 2018. Dalam wawancara singkat, Beliau mengatakan terimakasih banyak atas kepercayaan yang telah diberikan kepadanya, dan langkah ke depannya beliau akan lebih menggalakkan budaya membaca di masyarakat, dan kebetulan jauh sebelum pengukuhan ini PKK sudah membuat program Sudut Baca di lingkup masyarakat.

Selain acara pengukuhan Bunda Baca, acara Talk Show,  diadakan pula penandatanganan MoU (Perjanjian Kerjasama) antara Dinas Perpustakaan Pacitan dengan Polres Pacitan, RSUD dr. Darsono Pacitan, Dinas Pendidikan Pacitan, Kantor Kemenag Pacitan, serta dengan STKIP Pacitan dalam rangka peningkatn layanan perpustakaan untuk siswa dan masyarakat.

Sambutan disampaikan oleh Indartato Bupati Pacitan yang sekaligus membuka acara, sambutan lainnya oleh Kepala Perpustakaan Nasional yang diwakilkan oleh Drs. Widianto, M. Si dan sambutan oleh anggota DPR RI Komisi X drg. Yayuk Sri Rahayuningsih.

Dalam sambutannya, Indartato menyampaikan demi meningkatkan indeks literasi masyarakat, sesuai yang sudah dikonsep oleh SEKDA, maka mendatang Pemda akan memberikan rewards besar kepada para pengunjung yang aktif berkunjung untuk membaca di Dinas Perpustakaan Pacitan dan diharapkan dengan adanya Bunda Baca maka upaya peningkatan indeks literasi akan lebih dapat menjangkau masyarakat luas dan dengan begitu kualitas masyarakat Kabupaten Pacitan akan menjadi lebih baik. Beliau juga sempat menyampaikan sebuah filosofi tentang buku. “Buku adalah kehidupan. Halaman awal adalah kelahiran. Halaman tengah adalah apa yang sedang kita lakukan, dan halaman akhir adalah kematian“.

Drs. Widianto, M. Si menyampaikan bahwa Dinas Perpustakaan merupakan penyangga pendidikan di Kabupaten Pacitan. Masyarakat pada umumnya dan para pelajar pada khususnya membutuhkan tambahan pengetahuan. Dan tugas dari Dinas Perpustakaan adalah menyediakan akses seluas-luasnya kepada mereka. Karena tidak dipungkiri generasi mudalah yang 20 tahun ke depan akan membangun Kota Pacitan agar mampu berdaya saing di era globalisasi. Beliau mengajak pemerintah Kabupaten Pacitan dan masyarakat Pacitan bersama-sama menghidupkan perpustakaan yang ada di seluruh Kabupaten Pacitan karena “Perpustakaan adalah tumpuan belajar di luar sekolah, sarana sepanjang hayat, dan perpustakaan daerah adalah milik rakyat, untuk itu perpustakaan harus benar-benar dihidupkan”.

Hal senada disampaikan oleh drg. Yayuk Sri Rahayuningsih (Anggota DPRD Komisi X yang selama ini giat membantu menggerakkan Pemerintah untuk lebih memperhatikan perpustakaan di seluruh Indonesia) bahwa untuk meningkatkan budaya gemar membaca di masyarakat adalah dengan meningkatkan mutu dan kualitas perpustakaan-perpustakaan yang ada di Kabupaten Pacitan, baik dari segi fisik bangunan perpustakaan, fasilitas terutama berupa kelengkapan buku bacaan,  transportasi Dinas Perpustakaan Pacitan (Mobil Pustaka Keliling), dan tenaga ahli pustakawan. Berkaitan dengan hal tersebut pihaknya akan membawa hasil dari pembahasan Talk Show dalam acara tersebut untuk ditindaklanjuti di pemerintah pusat sebagai RTL (Rencana Tindak Lanjut).

Di tengah-tengah acara disuguhkan tarian yang berjudul “Klayar” oleh SMPN I Pacitan  dan persembahan lagu “Mars Perpustakaan” oleh team Paduan Suara STKIP Pacitan.

Acara ini ditutup dengan acara Talk Show dengan Narasumber Drs. Widianto, M. Si, drg. Yayuk Sri Rahayuningsih, Nuris Agusti, SH, M. Kn, Warito, SH  (Kepala Dinas Perpustakaan Pacitan), Wiwit Pheni Dwi Antari ( Penggiat Masyarakat Desa Watukarung/Mantan Kepala Desa Watukarung) dengan Moderator acara Dr. Mukhodi, M. Si (Wakil Rektor STKIP I Pacitan).

Talk Show diapresiasi sangat baik oleh para undangan, terbukti banyak sekali yang ingin mengajukan pertanyaan maupun masukan kepada para narasumber maupun kepada Pemda Pacitan. Namun terkendala dengan waktu, maka Penanya hanya dibatasi beberapa orang dari masing-masing perwakilan tamu undangan, baik dari kalangan penggiat/tokoh masyarakat maupun dari kalangan pelajar/mahasiswa. Hal tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh narasumber untuk memberikan jawaban yang mampu memuaskan para pemberi pertanyaan.

Khusus rombongan Perpustakaan Nasional dengan didampingi perwakilan Dinas Perpustakaan Pacitan, setelah acara Safari di Pendopo Kabupaten Pacitan mengadakan kunjungan ke Perpustakaan SMPN I Pacitan. Kemudian kunjungan terakhir dilakukan ke Perpustakaan “Cendekia Mandiri” Dusun Gunung Semut RT 01/ RW 03 Desa Kendal Kecamatan Donorojo. Untuk kunjungan di Desa Kendal ini, Wakil Bupati Yudi Sumbogo juga berkenan mendampingi Perpustakaan Nasional ke Perpustakaan Komunitas “Cendekia Mandiri”.

(Penulis : Ryn Surya / Pict by : Nisha /Dinas Perpustakaan Pacitan/ Diskominfo Pacitan)

Pemilihan Dokter Kecil dan Duta Kesehatan Remaja 2018; Upaya Ciptakan Budaya Sadar Kesehatan Sejak Dini

Usaha Kesehatan di Sekolah atau UKS adalah salah satu upaya terpadu lintas program dan sektor dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan serta membentuk prilaku hidup bersih dan sehat peserta didik yang berada di sekolah baik tingkat dasar maupun tingkat lanjutan. Dalam program UKS peserta didik tidak hanya berperan sebagai obyek penerima layanan kesehatan, tetapi juga sebagai subyek, bersama dengan masyarakat sekolah lainnya yaitu para guru, pegawai lainya di sekolah, komite sekolah dan orang tua siswa yang berperan dalam meningkatkan kesehatan dan mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat.

Untuk memenuhi tujuan itu Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan menggelar Pemilihan Dokter Kecil dan Duta Kesehatan Remaja Tahun 2018 yang diselenggarakan di Gedung Karya Darma hari ini 18/09/2018. Dengan total peserta kegiatan pemilihan dokter kecil dan duta kesehatan remaja sebanyak 144 peserta perwakilan dari seluruh Puskesmas di Kabupaten Pacitan.

Kegiatan yang selalu digelar setiap tahun ini memiliki tiga tujuan khusus yakni memiliki pengetahuan, sikap dan ketrampilan untuk melaksanakan prinsip hidup bersih dan sehat serta berpartisipasi aktif dalam usaha peningkatan di sekolah, dan para peserta didik diharapkan memiliki kesehatan fisik dan mental serta mempunyai daya hayat dan daya tangkal terhadap kenakalan remaja. _“Serta terhindar dari pengaruh buruk penyalahgunaan Napza yaitu Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya yang dapat merugikan pribadi dan Negara”_. Papar Kabid. Kesmas. Ratna Susi Rahayu yang dalam hal ini sebagai ketua panitia kepada Diskominfo.

Dikesempatan yang sama seusai membuka kegiatan Kepala Dinas Kesehatan Kabuaten Pacitan Eko Budiono menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkanya dapat meningkatkan partisipasi sisiwa dalam program UKS, agar siswa menjadi penggerak hidup sehat disekolah, dirumah dan lingkunganya. _“Juga siswa dapat menolong dirinya sendiri, sesama siswa didik dan orang lain untuk hidup sehat”_. Tambahnya.

Pihaknya juga berharap dari kegiatan tersebut kedepan dapat meningkatkan jumplah dokter kecil dan duta kesehatan remaja di kabupaten pacitan serta terjalin kerjasama dan koordinasi antara pihak pemerintah dan masyarakat sekolah. Hingga upaya untuk menjadikan para siswa menciptakan budaya sadar akan kesehatan dapat terwujud. _(Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan)._

Pemerintah Bojonegoro Studi Banding Keberhasilan Pariwisata Kabupaten Pacitan

Bupati Indartato Menerima cendramata berupa wayang Thengul asli kab. Bojonegoro dari Bupati PJ Bojonegoro Dr. Supriyanto.

Menyadari potensi tambang migas yang menjadi tulang punggung Kabupaten Bojonegoro satu saat akan habis maka pada Jum’at 14/09/2018 Bupati PJ Bojonegoro Dr. Supriyanto beserta rombongan Pejabat Pemkab mengadakan Studi Banding ke Kabupaten Pacitan untuk belajar langsung bagaimana kabupaten pacitan mengemas Pariwisata sehingga mampu menjadi rujukan bagi wisatawan domestik dan manca negara.

Kunjungan itu disambut langsung oleh Bupati Indartato beserta seluruh jajaran Pejabat di Halking atau Halaman Wingking Pendopo Kabupaten.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari hingga minggu 16/09 tersebut direncanakan akan melakukan rangkaian kunjungan ke beberapa daerah wisata diantaranya ke kali maron Donorojo. Yang dikenal dengan keberhasilan masyarakat dan pemerintah dalam mengemas sungai cantik mirip sungai Amazone itu menjadi tujuan wisata yang tidak pernah dilewatkan para wisatawan.

(Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Tidak Ada Prestasi Tanpa Partisipasi

Prestasi olahraga nasional yang berhasil diraih saat ini mustahil dapat terwujud tanpa partisipasi masyarakat. Salah satunya peringkat ke-4 Asian Games 2018 di Palembang dan Jakarta beberapa waktu kemarin. Itu disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah Suko Wiyono saat upacara peringatan Hari Olahraga Nasional ke-53, Ulang Tahun Pmi Ke -73 Dan Hari Perhubungan Nasional Ke-47 di halaman pendapa kabupaten, Senin (17/9/2018). “Didalam mencapai prestasi tersebut, tentu tidak muncul secara tiba-tiba. Prestasi lahir karena dipersiapkan secara matang dan sistematik serta dukungan semua pihak disertai doa dari seluruh masyarakat,” katanya.

Menteri mengajak masyarakat untuk melakukan olahraga secara rutin dan secara teratur. Sebab, dalam konteks pembangunan olahraga, sesuai Intruksi Presiden Nomor 1 tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan juga ditindaklanjuti dengan Peraturan Menteri Nomor 18 Tahun 2017 tentang Gerakan Ayo Olahraga, olahraga dilaksanakan secara masif dan meluas di semua lapisan masyarakat. Terlebih permasalahan terbesar saat ini, yakni derajat kebugaran masyarakat Indonesia masih dibawah 18 persen.  Maka dengan gerakan masyarakat hidup sehat dan gerakan “Ayo Olahraga” diharapkan akan menjawab permasalahan tersebut. Dengan kesegaran jasmani yang bagus dan kesehatan yang bagus pula, maka akan memudahkan lahirnya bibit-bibit yang berpotensi menuju pentas dunia di masa selanjutnya.

Tema besar HAORNAS tahun 2018 ini adalah “Ayo Olahraga, Bangun Indonesia”. Tema tersebut mengandung makna bahwa pemerintah mengajak untuk berolahraga. Dengan berolahraga, akan turut berpartisipasi membangun Indonesia secara keseluruhan. Yakni membangun jiwa yang sehat dan badan yang kuat. “Pembangunan didalam olahraga tidak hanya jasmani, tetapi juga rohani. Dengan sehat rohani kita berarti telah mendukung kebijakan bapak presiden tentang revolusi mental,” terang Menpora.

Terkait peringatan hari ulang tahun PMI ke -73 yang mengambil tema “Semangat Kepahlawanan”, usia kian mematangkan organisasi. Terutama dalam menjalankan roda kegiatan kemanusiaan, meski demikian satu hal yang tidak tergantikan sejak kelahirannya sekarang. Yakni sepak terjang para relawan yang menjadi nahkoda bagi perahu besar PMI.

Sementara peringatan hari Perhubungan Nasional ke-47, hendaknya merupakan momentum yang tepat bagi seluruh insan perhubungan, untuk meresapi kembali apa saja yang telah diberikan untuk kemajuan di sektor transportasi. tantangan pembangunan sektor transportasi semakin kompleks, seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi. Untuk menjawab tantangan tersebut jajaran perhubungan dituntut mampu beradaptasi dan terus berinovasi melalui perubahan pola kerja baru, yang lebih efektif dan efisien. “ Dengan menciptakan sistem transporasi yang handal, sdm yang berkompeten serta sarana dan prasarana yang baik, oleh karena itu, sdm bidang perhubungan harus terus meningkatkan layanan transportasi kepada masyarakat,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu pula diserahkan penghargaan kepada mereka yang berprestasi. Diantaranya tim putra bola voly yang meraih juara pertama kejurprov Jawa Timur, Fasandra Novi Liyundzira (juara II pemilihan pelajar pelopor tertib lalu lintas tingkat Provinsi Jatim), dan piagam penghargaan lomba pertolongan pertama lintas medan PMR Madya dan Wira.

(HumasPacitan/DiskominfoPacitan).

Pemuda Pacitan Meraih Medali Emas Di Ajang WorldSkills ASEAN 2018

Berkat kecintaanya terhadap berbagai bentuk dan karakter kayu Ferdi Nurfiansyah dari Kel. Ploso Kec. Pacitan itu berhasil membawa pulang medali emas dan mengharumkan nama Indonesia di kompetisi bergengsi Worldskills ASEAN 2018 yang dilakasnakan di Bangkok Tailand pada Cabang Joinery atau Teknik Menyambung Kayu Kuntuk Produk Kusen Dan Jendela.

Pemuda berusia 19 tahun lulusan SMK Negri 1 Pacitan itu mengaku bahwa kecintaanya terhadap kayu dimulai saat Ia memasuki jurusan kriya kayu disekolah tersebut, setelah lulus beberapa bulan lalu Ferdi kembali berfokus pada teknik joinery setelah sebelumnya Ia dan timnya berhasil menjadi juara 3 diajang Lembar Kerja Siswa atau LKS yang dilaksanakan di kota Solo Jawa Tengah ketika Ia masih sekolah.

Namun seelumnya Ferdi hampir saja gagal mewakili Indonesia karena ditahun 2016 cabang joinery sempat ditiadakan, tentu Kemenaker juga menghapus cabang itu dari daftar Seleknas, beruntung mendekati kompetisi melalui rapat kepanitiaan worldskills 2018 kembali memasukan cabang tersebut. Alhasil Ferdi dan satu rekan di timnya kembai memiliki kesempatan untuk berkompetisi namun mereka tidak memiliki banyak waktu persiapan. “bersukur sebelumnya kami telah giat berlatih sehingga kami dapat mengasai materi”. Ujar Ferdi yang suka makan sate kambing tersebut.

Anak nomor dua dari pasangan Karmidi dan Suprapti itu juga mengatakan bahwa alasan keberhasilanya membawa pulang medali emas tersebut lantaran begitu pahamnya tentang seluk beluk kayu, Ia mengatakan bahwa kayu memiliki karakteristik yang unik, ada jenis kayu yang keras namun mudah patah, ada yang lunak tapi ulet dan sebagaiya. “Dari sedikit kepahaman kita terhadap kayu mempermudah proses lomba yang dilaksanakan selama 18 jam yang dibagi menjadi tiga hari itu serta kita tidak salah dalam pengerjaan”. Tambahnya yang bercita-cita menjadi pengusaha meubel tersebut kepada diskominfo.

Ferdi bersyukur dapat mengharumkan nama Pacitan dan Indonesia dikancah Asean, kedepan Ia akan kembali memfokuskan diri di bidangnya untuk Worldskills tingkat dunia yang akan diselenggarakan tahun depan.

(Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Lomba Foto Sebagai Promosi Dan Bentuk Inventarisasi Kekayaan Pacitan

Didampingi Istri Luki Indartato Bupati menyerahkan Hadiah dan Piangam kepada Fotografer wanita yang memperoleh nominasi pada lomba foto festival rontek 2018

Bupati Indartato mengapresiasi kegiatan Lomba Foto (Instagram) bertemakan Festival Rontek 2018 yang dilaksanakan selama kegiatan festival rontek akhir Agustus kemarin, hal itu disampaikanya saat memperoleh kesempatan pemyerahan hadiah dan piagam kepada para juara di Hotel Srikandi kemarin 14/09/2018.

Ratusan pesrta antusias mengikuti lomba yang digagas oleh Asri Riskiana tersebut, dari kegiatanya itu berhasil terkumpul 2442 buah foto, mereka para para peserta tidak hanya dari kabupaten pacitan, banyak peserta lomba dari kota Yogyakarta dan Solo.

Selain sebagai media promosi yang efektif lomba foto juga berguna sebagai wadah untuk menginventarisasi kekayaan yang dimiliki baik kepariwisataan, produk unggulan asli pacitan ataupun kebudayaan seperti festival rontek. “Menjadi catatan kami untuk memasukan kegiatan semacam ini ke PPHBN di tahun depan”. Disampaikan Bupati seusai acara.

(Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan).

LOMBA MEWARNAI TINGKAT PAUD/TK SE-KABUPATEN PACITAN

 

                Minggu, 16 September 2018, bertempat di ruang layanan Dinas Perpustakaan Pacitan telah diadakan Lomba Mewarnai Tingkat Paud/TK Se-Kabupaten Pacitan sebagai bentuk kerjasama Dinas Perpustakaan Pacitan dengan Diva Press Jogjakarta.

                Acara ini diikuti oleh 115 peserta dari perwakilan PAUD dan TK Se-Kabupaten Pacitan. Jumlah peserta kali ini memang jauh berkurang dibandingkan dengan lomba mewarnai pada bulan Februari 2018 dikarenakan dari pihak Diva Press memang membatasi jumlah quota peserta.

                Lomba mewarnai ini digelar dengan sederhana hanya dengan menambah hiburan kecil dari anak-anak sendiri seperti penampilan menyanyi dan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an oleh anak-anak yang berani tampil ke depan, setelah mereka menyelesaikan gambarnya. Beberapa dorrprize buku pemberian DIVA Press Jogjakarta diberikan kepada mereka sebagai reward atas keberanian mereka. Kesederhanaan acara tidak mengurangi antusias anak-anak untuk mengikuti lomba. Orang tua maupun guru-guru mereka juga hadir memberikan semangat untuk putra-putrinya.

                Acara ini dilaksanakan sejak pukul 09.00 WIB pagi hingga pukul 12.00 WIB, dan ditutup dengan pengumuman hasil kejuaraan. Juara I diperoleh Almini Kayyisah Afiqoh dari TK Melathi. Juara I oleh Kinanti Widya dari TK Negeri Pembina. Juara III diperoleh Ahmalyka Annaya Sabil dari TK Bustanul Atfhal Pacitan.

                Nama Almini Kayyisah Afiqoh sudah tidak asing lagi dalam perlombaan mewarnai. Anak kelas B TK Melathi ini sering menjuarai perlombaan mewarnai tingkat TK di Kabupaten Pacitan. Rupanya bakat ini menurun dari kedua orang tuanya dan kakaknya.

                Winda, salah seorang guru TK Az-Zhalfa Pacitan dalam wawancara menyampaikan terima kasih banyak atas diadakannya perlombaan ini karena bisa memberikan kesempatan untuk anak-anak yang berbakat dalam menggambar dan mewarnai, juga ini merupakan ajang untuk lebih memperkenalkan kepada anak-anak apa itu perpustakaan. Winda juga berharap ke depannya semoga quota untuk lomba mewarnai diperbanyak, dan tempat untuk perlombaan juga lebih luas lagi.

                Di lain tempat, Warito, SH selaku Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Pacitan menyampaikan “ Selamat kepada adik-adik yang berhasil meraih kejuaraan, tingkatkan belajarnya  untuk meraih kesuksesan di masa depan. Demikian pula kepada adik-adik yang belum dapat meraih juara untuk tidak berkecil hati, karena nanti sekitar bulan Februari tahun 2019 saat memeriahkan hari jadi Kabupaten Pacitan akan diadakan lagi perlombaan yang sama.  Salam ceria sampai ketemu lagi pada acara yang sama”.

(Penulis : Ryn Surya/ Pict : Nisha & Yusnafiza/ Dinas Perpustakaan Pacitan/Diskominfo Pacitan)

Luki Indartato; Menyandang Bunda Baca Utamakan Program Sudut Baca

“Pkk kabupaten sebelumnya sudah mempunyai program di masing-masing Desa yang kami beri nama Sudut Baca dan sudah dilaksanakan, namun belum kasimal karena ketebatasan segala sesuataunya. namun setelah usai diselenggarkanaya sosialisasi dari Dinas Perpusatakaan bekerjasama dengan Provinsi dan Pusat kami berharap Semoga Sudaut Baca kedepan  bisa berjalan, bermanfaat dan lebih baik”. Ucap Luki Indartato Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pacitan menjabarkan rancangan gambaran program kerjanya seusai menerima penobatan sebagai Bunda Baca masa periode 2018-2022.

 

Luki juga mengucapakan terima kasih telah diberi kepercayaan yakni menjadi Bunda Baca dan menyatakan keyakinanya bawa dengan bersatu padu maka segala programnya yakni yang utama membudayakan membaca di kabupaten pacitan dapat terlaksana. Ia menambahkan bahwa penobatan tersebut adalah kebetulan lantaran yang harus menyandang bunda baca haruslah Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten, namun demikian Ia kembali mengaskan akan tetap berusaha menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya.

 

Kegiatan yang diberi nama Safari Gerakan Nasional Pembudayaan Kegemaran Membaca, Implementasi Revolusi Metal Melalui Mobilisasi Pengetahuan Dalam Rangka Meningkatkan Indeks Literasi Masyarakat yang dilaksanakan hari ini 14/09/2018 di Pendopo Kabupaten tersebut dibuka langsung Bupati Indartato. Selain penobatan itu juga dilaksanakan penandatangan MoU perjanjian kerja sama antara pihak Dinas Perpusktakaan dengan Dinas Pendidikan, STKIP PGRI Pacitan, RSUD, Polres dan Kemenag. Dan diakhiri dengan Dialog yang diikuti oleh perwakilan Pelajar di Kecamatan Pacitan, Mahasiswa, Tokoh Masyarakat hingga Pejabat Dikabupaten Pacitan._(Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan)._

Senam Pagi Peringati Haornas

Ribuan siswa/siswi dan masyarakat mengikuti senam Dalam Rangka Memperingti Hari Olahraga Nasional yang jatuh pada 09 September kemarin. kegiatan ini dilaksanakan pagi ini di Alun-alun Kabupaten Pacitan 14/09/2018. dalam kesempatan itu hadir mengikuti kegiatan Bupati Indartato dan Istri Luki Indartato, Wabub Yudi sumbogo, serta Pejabat Lingkup Pemkab dan Kepala OPD/Instansi di Kabupaten Pacitan.

(Anjar/Budi/Riyanto/Diskominfo)

Kemarau Panjang; Gunakan Air Sehemat Mungkin Dan Jangan Bakar Semak

Sebanyak 30 Desa dari 11 Kecamatan mengalami krisis air bersih, dan dari pantauan Badan Metrologi klimatologi dan geofisika atau BMKG bulan ini kemarau sampai pada puncaknya serta diperkirakan hujan akan turun di pertengahan bulan Oktober mendatang dengan curah hujan level sedang serta level menengah di bulan November.

Ketika ditemui dikantornya 13/09/2018 Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Pacitan Windarto menuturkan, sejak pertengahan bulan Juli pihaknya telah malakukan drooping air bersih ke daerah terdampak kekeringan yang mengajukan permintaan. Namun ada permasalahan yang di hadapi yakni masih banyaknya daerah yang tidak mempunyai tandon air untuk menyimpan cadangan air yang dikirim. “Selanjutnya kami melakukan langkah bekerjasama dengan BPBD Provinsi lalu kami mendapat bantuan tandon air yang kini telah siap untuk didistribusikan”. Tuturnya kepada diskominfo.

Melihat prakiraan hujan yang akan turun sebulan kedepan Warga masyarakat kabupaten pacitan tidak perlu cemas, Ia mengatakan bahwa persediaan air bersih di kabupaten pacitan masih banyak hingga beberapa bulan kedepan serta dipastikan tidak akan mengalami kekurangan stock air bersih. Namun Ia meminta kepada seluruh masyarakat untuk melakukan penghematan air bersih khususnya selama musim kemarau ini. “Selain kita berhemat juga saya berharap untuk tidak membakar semak dan lain-lain agar tidak terjadi kebakaran lahan”. Himbaunya mengakhiri.

(Budi/Anjar/Riyanto/Diskominfopacitan)

WORKSHOP SHARING CARA PENULISAN BUKU ANAK SEBAGAI BENTUK KERJASAMA DINAS PERPUSTAKAAN PACITAN DAN DIVA PRESS YOGYAKARTA

Minggu, 9 September 2018, bertempat di ruang layanan Dinas Perpustakaan Pacitan, telah diadakan Workshop dengan tema Cara Penulisan Buku Anak sebagai bentuk kerjasama Dinas Perpustakaan Pacitan dan Diva Press Yogyakarta. Penanggung jawab acara workshop kali ini adalah Edi Sukarni, S. Sos, M. Pd (Kepala Bidang Layanan dan Koleksi Dinas Perpustakaan Pacitan).

Acara tersebut dimulai sejak pukul 09.00 WIB pagi sampai jam 11.00 WIB. Dari target 50 orang peserta Workshop, ternyata peserta yang datang berjumlah lebih dari target. Jumlah peserta yang hadir adalah sebanyak 57 orang. Ada penambahan peserta yang kebetulan berkunjung ke Dinas Perpustakaan Pacitan dan justru mereka yang meminta untuk dapat mengikuti acara workshop tersebut. Peserta yang datang tidak hanya dari kalangan anak kuliahan saja, tetapi juga anak SD, SMP, SMK yang turut antusias mengikuti acara.

Narasumber Workshop datang langsung dari Team Diva Press Yogyakarta, yakni Lathifah (Seorang penulis buku anak di Penerbit Diva Press). Beliau memberikan kiat-kiat bagaimana cara penulisan buku anak yang baik dan benar, dan menjelaskan jenis buku apa saja yang dikonsumsi oleh anak-anak. Selain memberikan kiat-kiatnya, Lathifah dan Miko (pembawa acara sekaligus moderator acara) memberikan beberapa intermezzo agar acara tidak membosankan dan peserta tetap semangat. Di tengah-tengah acara, diberikan beberapa doorprize kepada peserta yang memberikan pertanyaan kepada narasumber.

Sebagai penutup, terdapat sedikit pengarahan dari Kepala Dinas Perpustakaan Pacitan terkait dengan diadakannya workshop ini. Warito, SH (Kadin Perpustakaan Pacitan) memberikan arahan dan motivasi-motivasi kepada peserta. Selain itu jika ada dari mereka yang menginginkan untuk menerbitkan tulisannya maka pihak DIVA Press akan siap membantu, namun dengan tetap mengindahkan syarat-syarat yang diterapkan oleh pihak DIVA Press. Beliau juga mengatakan bahwa ke depannya acara seperti ini akan terus diadakan di lain waktu, dan beliau berharap peserta yang datang dalam workshop kali ini akan datang dalam workshop penulisan buku selanjutnya.

(Penulis : Ryn Surya/ Pict : Nisha/Dinas Perpustakaan Pacitan/DiskominfoPacitan)

Bupati Sambut 238 Jama’ah Haji Dan Upayakan Pemabahan Kuota Ditahun Depan

Bupati Indartato menyambut kedatangan 238 Jama’ah Haji Kloter Sub 44 dari Kabupaten Pacitan Tahun 1439 Hijiriyah yang datang pagi ini 12/09/2018 Di Pendopo Kabupaten. Satu jama’ah dilaporkan sakit dan masih tertinggal untuk mendapatkan perawatan mendis di Rumah Sakit Arab Saudi, atas nama Karenadi Bambang Sutrisno jama’ah asal Kelurahan  Sidoharjo Kecamatan Pacitan.

Usai kegiatan penyambutan Bupati menyampaikan rasa syukur dan memberikan selamat kepada seluruh jama’ah haji yang telah selesai melaksanakan rangkaian ibadahnya ditanah suci. pihaknya berharap para haji dan hajjah khususnya dari kabupaten pacitan mejadi haji dan hajjah yang mabrur. “Kami juga berdo’a agar satu jama’ah lekas sehat dan pulang ke kampung halaman pacitan”. Kata Bupati Indartato mendoakan.

Besarnya minat warga masyarakat pacitan untuk melaksanakan ibadah haji adalah gambaran adanya peningkatan perekonomian masyarakat di Kabupaten Pacitan. Melihat kabar baik itu Bupati melalui Kemenag akan melakukan upaya penambahan kuota haji di kabupaten pacitan yakni dengan mengirim surat ke Kemenag Pusat. “Kami terus berupaya agar masyarakat tidak terlalu lama menunggu keberangkatan karena ini urusan ibadah”. Ujar Bupati

Di kesempatan itu Bupati didampingi Istri Luki Indartato, Wabub Yudi Sumbogo beserta Istri Ninik Setyorini, Sekda Suko Wiyono beserta Istri Bety Suko Wiyono, seluruh jajaran Forkopinda, jajaran Pejabat Pemkab, seluruh Kepala OPD dan Istansi serta Tokoh Agama Di Kabupaten Pacitan.

(Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan/HumasPacitan).

PEMBUKAAN BAZAR BUKU MURAH PACITAN 2018 KERJASAMA DINAS PERPUSTAKAAN PACITAN DAN DIVA PRESS YOGYAKARTA

PEMBUKAAN BAZAR BUKU MURAH PACITAN 2018

KERJASAMA DINAS PERPUSTAKAAN PACITAN DAN DIVA PRESS YOGYAKARTA

 

Senin, 3 September 2018, telah diselenggarakan “Pembukaan Bazar Buku Murah Pacitan 2018” sebagai bentuk kerjasama Dinas Perpustakaan Pacitan dan Diva Press Yogyakarta. Diva Press mengadakan Bazar Buku dalam rangka memperingati Hari Kunjung Perpustakaan yang jatuh pada tanggal 14 September dan Bulan Gemar Membaca yang jatuh juga pada bulan September.

Sebanyak 141 undangan memenuhi ruang Layanan Perpustakaan Pacitan.  Undangan terdiri dari beberapa Kepala Sekolah TK, SD, MI, MTs, SMA, SMK, MAN sekaligus perwakilan siswa-siswinya, dan perwakilan mahasiswa STKIP Pacitan. Selain itu ada beberapa tamu undangan khusus antara lain Bupati Pacitan yang kali ini berhalangan hadir dan diwakilkan oleh Drs. Suko Wiyono, MM dan Kepala OPD se-Kabupaten Pacitan.

Dalam sambutannya, Drs. Suko Wiyono, MM berpesan kepada para pelaku pendidikan untuk terus semangat menanamkan budaya gemar membaca dan mendorong minat berkunjung siswa ke perpustakaan baik ke Perpustakaan sekolah maupun Perpustakaan Daerah Kabupaten Pacitan. Beliau juga menjelaskan bahwa Dinas Perpustakaan Kabupaten Pacitan sekarang ini sudah berubah menjadi sangat cantik dan fasilitasnya juga sudah lebih memadai. Kedepannya diharapkan untuk lebih bisa meningkatkan fasilitasnya. Dalam kesempatan itu pula beliau menyampaikan agar Desa dan Kecamatan yang ada di Kabupaten Pacitan untuk secara bersama-sama membangun masyarakat yang mempunyai minat baca tinggi dengan mengangkat perpustakaan kecamatan dan desa.

Warito, SH selaku Kepala Dinas Perpustakaan Pacitan juga menjelaskan bahwa Negara Republik Indonesia merupakan Negara yang minat bacanya menduduki peringkat ke-2 dari bawah, yakni tingkat ke-60 dari 61 negara di dunia. Tentunya ini menjadi PR kita bersama untuk mencetak generasi muda menjadi pecinta buku, dan mencintai budaya gemar membaca yang nantinya berpengaruh besar terhadap keberhasilan suatu bangsa. Berkaitan dengan dibukanya Bazar Buku yang diadakan oleh Diva Press, diharapkan mampu menarik masyarakat umum untuk lebih mudah mendapatkan buku-buku yang bisa didapatkan dengan harga yang lebih murah tanpa harus jauh-jauh pergi ke luar kota.

Beberapa doorprize dipersembahkan untuk peraih kategori sekolah-sekolah dengan jumlah kunjungan terbanyak ke Dinas Perpustakaan Pacitan, selain itu juga doorprize diberikan kepada Desa Nanggungan atas kejuaraannya dalam lomba perpustakaan Desa se-Kabupaten Pacitan tahun 2018.

Hal ini dilakukan untuk lebih menarik minat kunjung masyarakat pada umumnya. Untuk mempercantik acara, para undangan dihibur dengan mini show pantomim oleh Naura Quinta Revana Gunawan (siswi kelas 3 SD di kota Yogyakarta putri Bapak Aconk Indra dari DIVA Press).  Acara tersebut diakhiri dengan kunjungan para pengunjung untuk melihat Bazar Buku Murah Diva Press di halaman Dinas Perpustakaan Pacitan.

Bazar Buku Murah Diva Press akan diselenggarakan sampai dengan tanggal 17 September 2018 dari jam 09.00 WIB hingga jam 21.00 WIB. Banyak jenis buku yang dihadirkan kali ini, jauh lebih banyak dari bazar sebelumnya.

(Penulis: Ryn Surya/Pict: Nisha/Dinas Perpustakaan Pacitan/Diskominfo Pacitan)

 

Njala, Kearifan Lokal Untuk Melestarikan Lingkungan

Njala (menjala ikan) merupakan salah satu upaya melestarikan lingkungan hidup, demikian disampaikan oleh Bupati Pacitan, Indartato saat membuka Lomba Njala di kawasan muara sungai Grindulu Pacitan atau yang biasa disebut warga kawasan Pancer (11/09/2018).

“Kearifan lokal yang menurut saya luar biasa, tidak merusak lingkungan. Oleh karena itulah kegiatan semacam ini perlu dilestarikan yang sekaligus memberikan contoh kepada teknologi yang lebih modern agar tidak merusak lingkungan” jelas Indartato.

Senada dengan Bupati Pacitan, ketua panitia Lomba Njolo, Sunyoto Karyawan menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan suatu sarana untuk berkumpul dan bersatu untuk stop ilegal fishing. “Kita budayakan menangkap ikan dengan cara yg baik tidak merusak lingkungan” tambahnya.

Lomba Njala merupakan even rutin yang digelar oleh Kelompok Usaha Bersama (KUB) Srono Jolo. Even kali ini diikuti lebih dari 100 orang peserta dari seluruh wilayah Kabupaten Pacitan. Selain Lomba Njala, juga digelar upacara Ngambu (Ngabekti Marang Bumi) Pancer.

(humaspacitan/diskominfopacitan)

234 Ingkung Untuk Sedekah Laut

Rombongan Bupati diantara ribuan masyarakat ketika mengarak tumpeng yang akan dilarung ditengah Laut Pacitan

Sebanyak 234 buah ingkung disiapkan para nelayan pada sedekah laut menyambut 1 Syuro atau tahun baru Islam 1440 H di kawasan pelabuhan perikanan pantai Tamperan, Kelurahan Sidoharjo, Pacitan, Senin (10/9/2018). Jumlah itu lebih banyak dibanding tahun sebelumnya, yakni 195 buah. “Peringatan ini memiliki dua makna. Yakni bersyukur dan introspeksi diri,” kata Bupati Indartato saat menghadiri kegiatan tersebut.

Menurut bupati, banyaknya ingkung yang terkumpul pada agenda tahunan itu membuktikan bahwa para nelayan tetap kompak dan bersatu. Karena persatuan menjadi salah satu modal penting dalam pembangunan daerah. “Kekurangan-kekurangan dibenahi. Agar kehidupan kita lebih baik,” ucapnya.

Sebagai perwujudan rasa syukur atas rejeki dari Allah SWT melalui hasil tangkapan, nelayan kemudian melarung tumpeng ketengah laut. Bupati Indartato dan Wakil Bupati Yudi Sumbogo bersama sejumlah unsur forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) pun tak ketinggalan ikut melaut.

(humaspacitan/diskominfopacitan).

Agar Tidak Terjadi Kesalahan Dalam Pembangunan

Bupati Indartato meninjau langsung proyek pembangunan taman dan lapangan olahraga di Alun-alun Kabupaten Pacitan hari ini Senin, 10/09/2018.

Proyek senilai 2,1 Milyar yang dikerjakan oleh Dinas Lingkungan Hidup itu untuk pembangunan selasar, air mancur menari, pelebaran jalan air mancur, lampu dekoratif lem, lampu induk serta kursi antik. Sedangkan untuk empat lapangan olahraga yakni lapangan bola basket, dua lapangan bola volley dan satu lapangan sepak takraw dikerjakan oleh Disparpora membutuhkan anggaran 600 juta. Keduanya dijadwalkan rampung hingga 23 Nopember mendatang dan menghabisakan waktu selama empat bulan pengerjaan.

Kesempatan itu Bupati didampingi Sekda Suko Wiyono, Asisten Perekonomian Dan Pembangunan Joni Maryono, Asisten Admistrasi Umum Sakundoko, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Tri Mujiharto, Kabag. Unit Layanan Pengadaan (ULP) Affandi, Kabag. Umum Misranto dan Kepala Diskominfo Rachmad Dwiyanto.

Bupati menegaskan bahwa Alun-alun harus menjadi fungsinya sebagai pusat kegiatan masyarakat, pemerintahan dan lain-lain yang aman, nyaman dan menyenangkan, dan menjadi tugas pemerintah untuk memperbaiki serta melengkapi segala sarana dan prasarana yang dibutuhkan.

Selanjutnya Bupati mengatakan bahwa masih banyak kekurangan disana-sini dan pihaknya terus berupaya membenahi bersama dengan pihak terkait supaya warga masyarakat pacitan benar-benar nyaman ketika berktifitas di Alun-alun. “Hari ini bersama-sama kita evaluasi agar tidak terjadi kesalahan khususnya dalam pembangunan”. Tutur Bupati kepada Diskominfo.

(Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Bawa Pulang Piala Di Jambore Jatim Ke-XVI

Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Pacitan sabet Juara satu Lomba Kebersihan Tenda dan  Kerapian Pasukan, Juara harapan untuk Lomba Lintas Medan serta merebut hadiah utama di ajang senam pagi dalam partisipasinya di kegiatan Jambore Satpol PP Jatim ke- XVI yang digelar di Taman Waduk Selorejo Kabupaten Malang (05/09) hingga (07/09/2018).

Sebanyak 10 anggota terbaik dikirim mengikuti kegiatan tersebut untuk mewakili Pemerintah Kabupaten Pacitan, meskipun minim persiapan dikarenakan padatnya agenda peringatan HUT RI yang terangkum dalam “Agoestoesan 2018” namun Satpol PP Kabupaten Pacitan masih terbukti mampu mengukir prestasinya menjadi salah satu yang terbaik dari 54 kontingen yang rata-rata berasal dari daerah yang siap dari sisi personil maupun materil.

“Kegiatan latihan kami laksanakan di sela-sela padatnya tugas”. ujar Juri, S.Sos Kasi Sumber Daya Apratur dan Pembinaan PPNS kepada Diskominfo melalui sambungan telepon.

Keterbatasan personil menjadi hambatan lain hingga terpaksa melibatkan pejabat struktural untuk ikut serta terlibat menjadi pasukan, belum lagi begitu singkatnya dalam mempersiapkan properti menjadi masalah yang harus diselesaikan, sehingga memaksa anggota Satpol PP Kabupaten Pacitan untuk bekerja ekstra. “akhirnya kami menerapkan sistem komando dibawah kendali langsung Kasatpol PP”. imbuh Juri.

Selama berlangsungnya Jambore seluruh giat dilaksanakan secara mandiri, hal itu menuntut personil yang memiliki kesiapan fisik prima dan penguasaan regulasi sebagai landasan kinerja yang baik. Padatnya kegiatan lapangan juga  menyita energi yang tanpa disadari menjadi salah satu kendala selain cuaca di kawasan Waduk Selorejo dirasakan  cukup dingin memaksa peserta harus menyesuaikan diri survival bertahan agar tidak jatuh sakit.

Saat ditemui di kantornya Kasatpol PP Kabupaten Pacitan Widy Sumardji menyambut baik atas prestasi yang telah diraih berhasil dibawa pulang oleh kontingennya, Widy mengaku bersyukur serta bangga atas prestasi yang diperoleh. mengingat padatnya tugas dinas di bulan Agustus bahkan mantan Kadis Kominfo ini sampai turut memantau langsung persiapan hingga pemberangkatan dan pelaksanaan jambore “saya betul betul memberikan apresiasi atas usaha dan kerja keras teman-teman di lapangan, saya berharap dengan tiga kemenangan itu menjadi spirit untuk giat-giat selanjutnya”. Widy menambahkan.

Mengingat besarnya potensi yang diperoleh khususnya untuk sektor wisata jika terpilih menjadi tuan rumah giat Jambore Satpol PP, ia menjelaskan untuk pengelolaan dan seluruh fasilitas sudah siap namun demikian pihaknya harus tetap berkonsultasi dengan pimpinan khususnya yang menyangkut anggaran.

(Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Bupati Mengharap Kenal Budaya Dan Menjadi Pilar Untuk Memperteguh Kekuatan Bangsa

Bupati Pacitan Indartato didampingi Wabup Yudi Sumbogo, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan Daryono, Kepala Sekolah Giyano serta Ketua Komite Slamet Margiono bersama menabuh gong sebagai pertanda Artistic dimulai.

Bupati Indartato berkesempatan menghadiri dan membuka Artistic Volume 4 dalam acara Hari Jadi SMA 1 Pacitan ke-54 Tahun. Artistic adalah pagelaran seni yang menggabungkan seni musik, tari dan drama dalam wadah seni pertunjukan, pada tahun ini artistic mengusung tema atau cerita tentang Budaya Indonesia dan dijadwalkan berlangsung tiga malam berturut-turut yakni dari 06/09 sampai 08/09 di Gasebu Kota Pacitan.

Pihak sekolah menjelaskan kegiatan itu untuk menumbuhkan rasa cinta generasi muda pada budaya lokal dan nasional serta diharapkan dengan kegitan itu dapat mengenalkan seni pertunjukan ke khalayak umum terutama para pelajar tentang keberadaan dan keanekaragaman budaya Indonesia.

“saya mengajak kepada seluruh pelajar di kabupaten pacitan untuk bersama menumbuhkan rasa bangga terhadap seni budaya Indonesia”. Kata Bupati Indartato. Bupati juga mengharapkan budaya menjadi pilar utama yang bisa memperteguh kekuatan bangsa melalui rasa bangga pada budaya Indonesia yang beraneka ragam.

Selanjutnya Bupati sangat mendukung kegiatan tersebut untuk mengangkat seni budaya Indonesia agar dilihat dunia internasional. Serta berharap kegiatan artistic sebagai wadah menumbuhkan keindahan budaya bangsa baik lokal maupun nasional. Juga mengharapkan menambah rasa patriotisme dan memupuk nilai-nilai kebangsaan melalui cipta seni pertunjukan yang dikemas secara menarik dan menghibur.

Turut hadir mendampingi Bupati Indartato Wabup Yudi Sumbogo dan Istri Ninik Setyorini Yudi Sumbogo serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan Daryono.

(Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan)

Terimakasih Telah Mengharumkan Nama Pacitan

Dua atlit Asian Games berpose didepan kamera; dari kiri Veleg Dhany Ristan Krisnawan dan Novia Andriyanti usai menerima piagam dan uang pembinaan dari Bupati Indartato

Saat mengawali sambutanya Bupati Indartato memanjatkan rasa syukur dan bangga lantaran kabupaten pacitan memiliki dua talit Asian Games dan puluhan atlit juara kelas provinsi. Ia juga mengucapkan terimakasih atas segala perjuangan serta kerja keras yang dilakukan sehingga mereka mampu mengharumkan nama kabupaten pacitan dimata nasional dan dunia.

Dalam kesempatan itu bupati juga menyerahkan piagam dan uang pembinaan kepada masing-masing atlit dan para pelatih. “kami baru pada taraf memberi memotifasi belum bisa dikatakan pemberian bonus”. Kata Bupati dalam sambutanya.

Bupati juga meminta kepada seluruh atlit, pelatih dan para pengurus agar kedepan lebih fokus lagi dalam latihan, sehingga siap mengahadapi kejuaraan-kejuaran yang akan datang tujuanya dapat unggul menjadi juara akhirnya membawa nama baik keluarga dan pemerintah daerah. “Mari berbenah, jangan saling menyalahkan agar atlit pacitan lebih baik lagi”. Ucap Bupati Indartato member nasehat.

Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan Dan Olahraga Kabupaten Pacitan Endang Surjasri dalam kesempatan yang sama menjelaskan kepada Diskominfo bahwa pihaknya adalah wadah bagi seluruh atlit di kabupaten pacitan, Endang berharap dengan perhatian tersebut akan menjadi spirit dalam berlatih.  “Jangan pandang Mbak Novi dan Mas Veleg sekarang, namun lihatlah mereka sebelumnya, banagimana mereka berlatih begitu keras”. Tambah Endang.

Dalam kesempatan itu turut hadir Wabup Yudi Sumbogo, Kepala Dinas Pendidikan Daryono, Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan Dan Olahraga Endang Surjasri, Kepala Dinas Kominfo serta Ketua KONI Pacitan Sugiharyanto.

 (Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Bupati Tonton Gandhang di 72 Tahun Mengabdi

Bupati Indartato berkesempatan menyaksiakan Pagelaran Wayang Kulit dalam Rangka Puncak Kegiatan Hari Ulang Tahun SMP Negri 1 Pacitan Ke 72 Tahun. Didampingi Wabub Yudi Sumbogo dan Istri Ninik Setyorini Yudi Sumbogo yang sekaligus alumni, serta Staf Ahli Bidang Kepemerintahan Tri Mujiharto dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan Daryono.

Diusung sebagai dalang Gandhang Gondo Waskito yang tidak lain adalah murid kelas tujuh sekolah itu membawakan judul Laire Wisang Geni (Lahirnya Wisang Geni), direncanakan berakhir sebelum pagi, atau biasa disebut wayang padet. Selain untuk mengenalkan kepada masyarakat tentang eksistensi gandang sebagai dalang kebanggan SMP 1 dan masyarakat pacitan juga sebagai langkah pemanasan gandang dalam mempersiapkan diri untuk mengikuti pemilihan dalang cilik Nasional di Jakarta mewakili Jawa Timur.

Dengan tema peringatan pendidikan karakter dalam 72 tahun mengabdi pemantapan pendidikan ramah anak sekolah tersebut berkomitmen untuk memebawa siswa didik siap menghadiapi berbagai tantangan zaman. Dan maju menjadi pelopor generasi penerus yang dapat diandalkan bagi bangsa dan agama. “Pendidikan karkter terbukti mampu menjadi penopang utama berkehidupan, komitmen kami para pendidik untuk menididik anak bangsa menjadi pemimpin bangsa yang unggul serta dapat diandalakan bagi masyarakat, nusa dan bangsa”. Ungkap Cahyo Herlambang Kepala SMP 1 Pacitan.

Rangkaian agenda dilaksanakan tiga hari berturut-turut, dari baksos berbentuk pengiriman air bersih ke desa yang terdampak kekeringan di 10 desa di kabupaten pacitan, pemabagian sembako ke keluarga sekolah yang membutuhkan, hingga lomba akademis dan non akademis. “Sekaligus sebagai sarana silaturohmi antar alumni yang tergabung dalam alumni smpzapa”. Tambah Cahyo.

Sebelum pagelaran wayang juga dilaksanakan kegiatan penyerahan Neon Box dari para Alumni 81 yang bertuliskan Alumni Smenzapa, Neon box tersebut dipasang di depan gedung utama sekolah dan penyerahan diterima langsung oleh kepala sekolah didampingi ketua komite dan seluruh guru.

(Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan)

Meski Kemampuan Terbatas, Daerah Tetap Perhatikan Korban Bencana Alam

Meski kemampuan daerah dalam menangani korban bencana alam penghujung tahun 2017 lalu terbatas, namun hal itu tidak menyurutkan perhatian kepada mereka. Sampai saat ini Pemerintah Kabupaten Pacitan secara bertahap masih terus memberikan bantuan. “Saya minta maaf kepada masyarakat. Karena sampai saat ini belum semua korban bencana alam tertangani dengan baik,” kata Bupati Indartato usai memberikan bantuan untuk korban bencana alam di Desa Sedeng, Pacitan, Kamis (6/9/2018).

Sebagai solusi dari keterbatasan itu, lanjut bupati, pihaknya telah mengusulkan bantuan serupa ke tingkat lebih atas. Yakni BPBD Jawa Timur dan BNPB di Jakarta. Selain itu pemkab juga memanfaatkan dana-dana corporate social responcibilty (CSR) untuk keperluan serupa. Saat ini masih ada sekitar 2.000 korban bencana alam yang masih membutuhkan uluran tangan dengan berbagai klasifikasi. Dimana sebanyak 400 diantaranya telah ditangani. “Saya berharap (usulan,Red) segera terealisasi. Karena kasihan, sudah hampir setahun belum tertangani,” harapnya.

Tak hanya menyerahkan bantuan, kedatangan bupati dan wakilnya ke lokasi hunian relokasi bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi mereka. Apalagi kini cuaca juga mulai didominasi mendung dan masyarakat, khususnya yang terdampak, mengaku masih trauma.

(humaspacitan/diskominfopacitan).

Taati Aturan Bersama

Potensi terjadinya penyimpangan dalam pengelolaan bantuan keuangan di desa menjadi salah satu fokus perhatian Pemerintah Kabupaten Pacitan. Sebab bagi pengelolanya akan berdampak pada hukum. “Taati aturan bersama,” pesan Bupati Indartato dihadapan para kepala desa dan camat saat membuka Klinik Konsultasi Pengelolaan Bantuan Keuangan di Desa, Rabu (5/9/2018).

Hal itu disampaikan karena bupati menyadari bahwa potensi penyimpangan pengelolaan anggaran di desa cukup terbuka. Sehingga menajerialnya harus tepat dan taat pada aturan yang berlaku. Karenanya ia berharap agar kegiatan semacam itu tidak hanya dilakukan sekali saja dalam setahun. “Kalau bisa dua atau tiga kali setiap tahunnya. Agar para pengelola tahu dan paham. Sehingga terhindar dari konsekuensi hukum dikemudian hari. Karena kecenderungan korupsi selalu ada,” tandasnya.

Klinik Konsultasi Pengelolaan Bantuan Keuangan di Desa sendiri akan berlangsung mulai 5-7 September di enam wilayah kecamatan. Selain desa, pihak kecamatan juga terlibat. Tak hanya berkonsultasi tentang pengelolaan keuangan, para peserta juga dapat melaporkan jika muncul potensi penyimpangan.

Perwakilan Inspektorat Provinsi Jawa Timur I Nyoman Suwardika menyebut, potensi korupsi atas bantuan keuangan di desa tidak hanya melibatkan perangkat. Tetapi juga orang-orang diluar sistem pemerintahan. Salah satunya istri kepala desa, selain indikasi lainnya. Seperti penggelembungan honor perangkat, anggaran ATK, dan proyek fiktif. Dari catatannya, selama kurun 2016 sampai Agustus 2017 ratusan oknum perangkat desa terlibat korupsi di Indonesia dengan kerugian negara mencapai Rp 30 miliar. “Semua karena masyarakat tidak dilibatkan dalam proses perumusannya,” terang dia.

Dari tahun ke tahun alokasi dana desa dari pemerintah pusat terus meningkat. Jika diawal program nilainya baru diangka Rp 20 triliun, maka tahun ini menyentuh angka Rp 60 triliun. “Jika dikelola dengan baik akan berdampak positif bagi desa dan masyarakatnya,”pungkas Nyoman.

(humaspacitan/diskominfopacitan).

“KELAS INSPIRASI” SEBAGAI AGENDA KEGIATAN RUTIN TAHUNAN DINAS PERPUSTAKAAN

Sabtu, 25 Agustus 2018 Kelas Inspirasi Pacitan mengadakan acara rutin tahunan yang diselenggarakan di Taman Air Mancur Alun-alun Pacitan.
Apa itu Kelas Inspirasi??
Kelas inspirasi adalah gerakan para profesional turun ke Sekolah Dasar (SD) selama sehari, berbagi cerita dan pengalaman kerja juga motivasi meraih cita-cita. Cerita tersebut akan menjadi bibit untuk para siswa bermimpi dan merangsang tumbuhnya cita-cita tanpa batas pada diri mereka. Tujuan dari Kelas Inspirasi ini ada dua, yaitu menjadi wahana bagi sekolah dan siswa untuk belajar dari para profesional, serta agar para profesional, khususnya kelas menengah secara lebih luas, dapat belajar mengenai kenyataan dan fakta mengenai kondisi pendidikan kita.
Untuk daerah Pacitan, Kelas Inspirasi yang saat ini di-Ketuai oleh Moh. Khoirul Umam, sudah dibentuk sejak 3 tahun yang lalu. Selama 3 tahun ini pula, Kelas Inspirasi Pacitan sudah banyak mengunjungi sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Pacitan. Pada malam kemarin, kegiatan Kelas Inspirasi Pacitan bisa kita lihat dari foto-foto yang dipajang sedemikian rupa di kawasan Air Mancur.
Acara tersebut disuguhkan dengan apik, unik dan sangat menarik. Berjajar foto-foto yang dihiasi dengan lampu temaram di setiap deret foto. Di pinggir trotoar terdapat “pohon cita-cita” yang digunakan untuk menggantungkan tulisan cita-cita anak-anak yang datang melihat acara Kelas Inspirasi malam itu.
Dalam acara tersebut, selain mengadakan pameran foto, penulisan cita-cita di pohon cita-cita, hiburan teater dari SDN Sirnoboyo III dan SDN Ploso II, persembahan permainan Biola dari Dik Bella salah seorang anak didik Kelas Inspirasi, permainan tradisional yang diikuti seluruh anggota Kelas Inspirasi, juga terdapat segmen Taman Baca, dimana pengunjung dapat dengan bebas membaca buku-buku bacaan yang sudah disediakan. Dan Taman Baca ini diisi oleh Dinas Perpusda dengan mengirimkan mobil perpustakaan keliling Bidang Layanan dan Koleksi (Pusling). Acara ini dimulai dari jam 18.30 WIB, namun kami Bidang Layanan dan Koleksi Dinas Perpusda sudah standby di lokasi sejak pukul 15.00 WIB hingga acara selesai sekitar pukul 21.30 WIB.
Antusiasme pengunjung malam itu sangat luar biasa. Pengunjung yang paling banyak adalah anak-anak dan orang tuanya.
“Acaranya bagus Mbak. Semoga acara ini bisa terus diadakan tiap malam minggu. Ada buku-buku perpustakaan yang ada di mobil keliling juga, ini bagus untuk masyarakat utamanya anak-anak. Jadi mereka bisa mengenal yang namanya mobil pustaka keliling. Ini anak saya seneng sekali waktu liat ada mobil pustaka dari jauh, terus ngajak kesini”, ungkap salah seorang Ibu yang bernama Sendy di dekat mobil Pusling.
Setelah itu kami selaku penulis berdiskusi dengan Edi Sukarni, S. Sos, M. Pd Kabid Layanan dan Koleksi Dinas Perpustakaan mengenai harapan pengunjung tentang kegiatan seperti acara tersebut, dan beliau berpesan untuk segera berkoordinasi dengan Kelas Inspirasi bahwa pihak Dinas Perpustakaan akan selalu siap seandainya diajak bekerjasama kembali. Andaikan tidak ada kerjasama, Edi Sukarni akan siap mengajak para staff Bidang Layanan dan Koleksi untuk merutinkan kegiatan Pusling setiap malam minggu di tempat-tempat keramaian di wilayah Kota Pacitan.
Bak gayung bersambut, Mega Hemaswari (22 th) sebagai salah seorang anggota Kelas Inspirasi Divisi Recuritment mengatakan bahwa agenda yang seharusnya bersifat tahunan, kemungkinan besar akan diadakan tiap 2 bulan sekali berdasarkan hasil rapat seluruh anggota Kelas Inspirasi Pacitan setelah diadakannya acara malam minggu kemarin.
(Penulis : Ryn Surya / Video Edited by : Nisha Permana & Ryn Surya/Dinas Perpustakaan Pacitan/Diskomifo Pacitan)

Diskominfo Kota Kediri Ngangsu Kaweruh Ke Pacitan

Foto bersama; Kepala Dinas Kominfo kota Kediri beserta rombongan berfoto seusai melaksanakan kegiatan kunjungan.

Bertujuan menambah wawasan dan kordinasi terhadap pelayanan informasi online serta upaya mengintegrasikan dengan Lapor dan SP4N, Kepala Dinas Kominfo Kota Kediri Haris Candra Purnama beserta empat orang rombongan melaksanakan kunjungan ke Dinas Kominfo Kabupaten Pacitan. Kedatangan itu disambut langsung oleh pimpinan Diskominfo Pacitan Rachmad Dwiyanto di ruang PPID Kabupaten Pacitan. dalam kesempatan itu Rachmad didampingi kepala bidang TI Supriyono beserta Kasi Pelayanan Informasi Riyanto.

(DiskominfoPacitan)

 

 

Festival Rontek; Tak Sekedar Menyuguhkan Hiburan

Penyelengaraan Festival Rontek 2018 telah usai akhir pekan kemerin, masyarakat baru saja dimanjakan oleh pesta budaya terbesar di Kabupaten Pacitan selama tiga malam berturut-turut, dari tanggal 31/08 hingga 02 September kemerin. Sebanyak 36 peserta dari Desa/Kelurahan dan Kecamatan di kabupaten Pacitan telah berupaya maksimal untuk menjadi yang terbaik.

Dilain sisi evaluasi dilakukan oleh penyelenggara yakni pemerintah. Segala aspek diperhatikan, begitu juga dengan lonjakan penonton yang jumplahnya terus naik dari tahun ke tahun. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, sejak siang hari penonton memenuhi alun-alun sebagai titik start peserta serta memadati ruas jalan route Rontek.  “Kami bersyukur puluhan ribu penonton semakin disiplin sehingga tidak berdesakan dan menggangu proses pertunjukan” ucap Adi Subroto Kabid. Kebudayaan Dinas Pendidikan kepada Diskominfo usai kegiatan kemarin 02/09/2018.

Selanjutnya evaluasi dilakukan guna memaksimalkan even tersebut, tidak menutup kemungkinan para seniman rontek dari masing-masing daerah kedepan akan melakukan penyatuan antara kesenian rontek dan budaya asli yang dimiliki Kabupaten Pacitan. “Bisa saja dipadukan antara rontek dengan ketek ogleng ataupun dengan wayang beber misalnya, selain menarik juga membawa kesenian tersebut semakin dikenal” tambah Subroto.

Pemerintah tidak sekedar menyuguhkan hiburan seni budaya dan memeriahkan HUT RI semata, kegiatan Festival Rontek adalah sebuah wadah nyata yang diberikan pemerintah sebagai penyatuan budaya dan wisata di Pacitan. Selanjutnya kegiatan besar itu ibarat gerbong untuk mengusung ekonomi masyarakat. “Segala peningkatan diraih dan ditingkatkan panitia, satu misal hadiah pemenang juara satu kita naikan hingga 25%”. Ungkap Daryono Ketua panitia dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan.

 

DAFTAR PEMENANG FESTIVAL RONTEK 2018

Data Tersebut Diambil Dari Pengumumuman Resmi Panitia Rontek 2018

 

JUARA 1 (JUARA UMUM)

RAUNG BAMBU KECAMATAN PRINGKUKU

 

PENYAJI TERBAIK NON RANGKING

BINA SAKTI KELURAHAN PUCANG SEWU

MADALA GONG 2000 KECAMATAN PUNUNG

RAUNG BAMBU KECAMATAN PRINGKUKU

LASKAR GAMPAR KELURAHAN PACITAN

GRINGSING SINAMPURNO KECAMATAN TEGALOMBO

 

PENATA MUSIK TERBAIK NON RANGKING

PRING SEJATI DESA BANGUNSARI KECAMATAN PACITAN

SEKAR MELATI EKCAMATAN ARJOSARI

CERIA DESA ARJOSARI

RAUNG BAMBU KECAMATA PRINGKUKU

GUGAH RASA KECAMATAN DONOROJO

(Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Ayo Maksimalakan WADULE

Sejak peluncuranya pada 14/03 kemarin Wadah Aspirasi dan Pengaduan Layanan Elektronik (WADULE) Pacitan  hadir dan menjadi salah satu wadah aspirasi secara elekronik yang berkomitmen memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk turut serta memajukan pemerintahan yang baik, transparan dan akuntable di kabupaten Pacitan.

Tujuan utamanya adalah memberikan ruang aspirasi masyarakat, menyampaikan kritik, gagasan serta keinginan yang kemudian sampai pada pemerintah. Sehingga perintah dapat proaktif menanggapi seluruh uneg-uneg dengan tujuan pembangunan bersama. Hal ini berdasarkan pada kerja WADULE yang dihubungkan ke seluruh instansi pemerintah di seluruh Kabupaten Pacitan. Tidak berhenti disini aplikasi tersebut terhubung dan terintegrasi dengan LAPOR (Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat) serta SP4N (Sistem Pengolahan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional).

“Segala jenis pelaporan akan termenejemen dengan baik. Hasilnya, aspirasi masyarakat akan cepat ditanggapi oleh instansi yang membidangi pelaporan itu”. Kata Riyanto Kasi Pelayanan Informasi Bidang Informasi dan Persandian Diskominfo Pacitan.

Sekali lagi Riyanto menjelaskan dengan gamblang, bahwasannya setelah proses lapor atau memberikan aspirasi dilakukan, semua masukan diterima oleh admin dan segera ditindaklanjuti kepada bidang kerja yang berwenang. Selanjutnya pelaporan dari masyarakat secara langsung diolah oleh staf khusus yang bertugas mengelompokan aspirasi sebelum kemudian diproses.

Selain menghimpun aspirasi berupa keinginan warga masyarakat Pemerintah juga berharap dengan WADULE seluruh elemen dapat dengan mudah menjadi subyek pemantau kebijakan publik. Dikarenakan masyarakat adalah elemen terpenting dalam perjalanan kebijakan serta pembangunan.

“Keterbukaan informasi publik menjadi reseprentasi dari demokrasi, dimana partisipasi masyarakat adalah salah satu tolak ukur keberhasilanya, jadi jangan menyia-nyiakan kesempatan ini. Agar berama-sama kita menjadi subjek pembangunan” tutur Riyanto berharap.

(Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan)

Semua Warga Masyarakat Kabupaten Pacitan Harus Mempunyai Dokumen Kependudukan

Wakil Ketua TP PKK Kab. Pacitan Ninik Yudi Sumbogo Memberikan Sambutan Sebelum kegiatan sosialisasi dilaksanakan.

 

Banyak fungsi penting dari dokumen kependudukan dan masih adanya warga masyarakat pacitan yang belum tercatat di pencatatan sipil, maka pada kesempatan Rapat Pleno Tim Penggerak PKK dan Darma Wanita Persatuan Kabupaten Pacitan menggelar Sosialisasi Admistrasi Kependudukan hari ini 04/09/2018 di Pendopo Kabupaten. kegiatan itu mengusung Slogan (GIZA) atau Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan, yang disampaikan oleh Arik Januarsih Kabid. Pencatatan Sipil Dukcapil kabupaten pacitan.

Dari jumplah 538 ribu masyarakat di pacitan ada sekitar 100 warga masyarakat yang belum memiliki dokumen kependudukan. penyebabnya ialah masyarakat merasa dokumen tersebut tidak penting atau ada beberapa masyarakat yang malas untuk mencatatkan diri karena belum mebutuhkan. “faktor lain yang dominan adalah mereka para perantau yang kini pulang ke pacitan, karena mereka masih tercatat sebagai warga di tempat mereka merantau jadi harus mengurus terlebih dahulu surat pindahnya agar tidak dobel pencatatan”. Terang Arik menyampaikan materinya.

Luki indartato seusai kegiatan mengatakan setelah kegiatan ini berharap para anggota dapat langsung terjun ketengah masyarakat atau lingkungan masing-masing untuk memberikan sosialisasi, sehingga seluruh warga pacitan menjadi tahu pentingnya dokumen kependudukan dan sadar mengurusnya. “Pastikan semua telah tercatata di pencatatan sipil”. Himbau Luki berharap.(Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan)

 

Terus Tampil Disepanjang Route

Display disiapkan panitia untuk peserta Festival Rontek di dua tempat yakni yang pertama VIP tempat para pejabat menyaksikan di Jalan Ahmad Yani Pacitan 0 Kilometer, dan ke dua di Jalan Jendral Sudirman depan gedung PLUT. Namun para peserta disepanjang jalan yang berjarak hampir 1 kilometer tersebut akan terus tampil membawakan musik, tari dan bahkan atraksinya kepada penonton yang memadati sepanjang route itu.

(Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan)

Budayakan Sadar Bencana Sejak Dini

Pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD menghimbau masyarakat selalu sikap tanggap terhadap seluruh potensi bencana, khususnya gempa bumi dan gelombang tsunami. Rabu dini hari tadi telah terjadi gempa bumi dengan skala 5,8 Skala Richter. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami, diketahui pusat gempa berada di baratdaya Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan kedalaman 10 Kilometer. Selain kabupaten Pacitan, Kota Malang disebelah timur hingga Kabupaten Purworejo disebelah barat pusat gempa juga mersakan gempa tersebut.

Masyarakat diharap untuk selalu siap bahkan saat bencana belum terjadi, kesiapan tersebut dinataranya yakni mendirikan bangunan rumah atau kantor dan sebagainya sesuai dengan kaidah yang berlaku, serta mengenali segala kondisi tempat tinggal atau tempat kerja, dan menempatkan prabotan pada tempat yang proposional.

selanjutnya persiapkan berbagai peralatan keselamatan dan kedaruratan sejak dini, diantranya mungkin senter, P3K dan lain-lain. selalu periksa gas, listrik dan matikan bila tidak digunakan. “Penting juga mencatat nomor-nomor penting yang bisa dihubungi, misal pemadam kebakaran, rumah sakit dan lain sebagainya”. Terang Diyanita Kepala Seksi Kesiap Siagaan Bencana BPBD Kabupaten Pacitan Kepada Diskominfo Kabupaten Pacitan hari ini 29/08/2018.

Jika gempa benar-benar terjadi maka hindari panik, karena panik menyebabkan proses evakuasi diri tidak maksimal dan bisa merugikan dan membahayakan orang lain. masyarakat yang berada dalam gedung untuk keluar dengan tertib dan tidak bersedak-desakan dan hindari menggunakan lift, jika tidak memungkinkan keluar ruangan maka disarankan untuk berlindung dibawah meja yang kuat, tempat tidur atau berlindung di pojok bangunan. Jika berada diluar ruang maka perhatikan bangunan, pohon, tiang listrik dan sebagainya yang mungkin dapat roboh. “jika berada di pantai segeralah lari menuju tempat yang lebih tinggi, untuk menghindari kemungkinan potensi terjadinya gelombang tsunami, dan selalu ingat jargon 20 20 20”. Tambah Nita.

Pihaknya juga terus mengingatkan kepada masyarakat untuk benar-benar mengingat dan memahami jalur evakuasi yang telah disiapkan pemerintah, agar jika terjadi gempa yang berpotensi gelombang tsunami masyarakat tidak kesulitan dan kebingungan mengevakuasi diri ke temapat yang lebih tinggi. (_Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan_).

1.960 Siswa dan Siswi Meriahkan Karnaval Kemerdekaan

Karnaval Kemerdekaan digelar kemarin Senin 27/08/2018 di Alun-alun Utara depan Kantor Bupati Pacitan, melibatkan 1.960 siswa dan siswi yang tergabung dalam 12 kelompok peserta sekolah SMA/SMK dan MA Se-Kecamatan Pacitan.

Peserta merebutkan juara 1, 2 dan 3 dan harapan 1, 2 dan 3. mereka akan menempuh route dari Jl. Jaksa Agung Suprapto tempat pembukaan, menuju ke timur belok kanan masuk ke Alun-alun Timur dan menuju ke selatan, masuk ke Jln. Ahmad Yani menuju perempatan penceng, setelah itu peserta belok kiri memasuki Jln. Basuki Rahmad menuju ke pertigaan pembangunan belok kiri menuju jln. Dr. Soetomo dan finish di Jln. Veteran belakang Kantor Bupati Pacitan.

Kegiatan yang masih dalam satu rangkaian Peringatan HUT RI Ke-73 tersebut diharapkan dapat menanaman rasa nasionalisme dan menumbuhkan sikap persatuan dan kesatuan, menumbuhkan kreatifitas pelajar dan masyarakat pacitan. “Serta melestarikan ragam budaya tradisional dan keatifan budaya lokal”. Kata Kepala Dinas Pendidikan Daryono sebagai leading sektor dalam sambutanya.

Di kesempatan ini Wabup Yudi Sumbogo berkesempatan membuka cara tersebut mewakili Bupati Indartato yang berhalangan hadir. Didampingi istri Ninik Yudi Sumbogo, turut hadir Ketua Tim Penggerak PKK Luki Indartato, Sekda Suko Wiyono beserta istri Bety Suko Wiyono, Forkopimda Kab. Pacitan, Asisten sekda Kab. Pacitan, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Pacitan, Kepala Kantor Kementrian Agama Muhammad Nurul Huda, Kepala SMA/SMK/MA Se-Kecamatan Pacitan.


(Budi/Anjar/Wawan/Riyanto/DiskominfoPacitan)

Rekor Tercepat; 1 Menit 3 Detik

Kecamatan Punung menjadi juara pertama dan memecahkan rekor tercepat dalam agenda Lomba Panjat Pinang Piala SBY dalam rangka HUT RI Kabupaten Pacitan 2018, Catatan waktu tersebut diraih ditahap kedua. kecamatan Donorojo sebagai juara tahun 2017 kini harus puas duduk diposisi kedua dan disusul Kecamatan Pringkuku.

(DiskominfoPacitan).

Rebutan Piala SBY

Sebanyak 12 tim dari 12 kecamatan beradu menjadi nomor satu di agenda Lomba Panjat Pinang Dalam Rangka Memperingati HUT RI Ke-73 Tahun 2018. Acara yang digelar kemarin minggu siang 26/08/2018 itu dilaksanakan di Alun-alun Kabupaten Pacitan.

ribuan warga masyarakat dari berbagai usia dan kalangan antusias menyaksikan dan mendukukung tim kebangganya, Piala Presiden RI Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono atau (SBY)  menjadi rebutan dan akhirnya menjadi keseruan.

Uang tunai jutaan rupiah disipakan bagi seluruh peserta yang mampu mencapai puncak pohon pinang dan mampu mengibarkan sang merah putih. Pemenang juara pertama dari peserta lomba mendapat hadiah sebesar 21 juta rupiah yang kali ini diboyong oleh kecamatan Punung, sedangkan kecamatan Donorojo yang ditahun kemarin menjadi juara pertama kini harus puas diposisi ke 2 dengan hadiah 17 juta rupiah, sedangkan posisi ke 3 diraih oleh kecamatan pringkuku dengan membawa hadiah 14 juta rupiah.

Bupati indartato berkesempatan hadir dan membuka acara tersebut, dalam sambutanya Ia mengingatkan warga masyarakat kabupaten pacitan untuk selalu mengingat jasa para pahlawan yang telah berjuang keras merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Selanjutnya Ia mengajak untuk bersyukur seraya mendoakan mereka sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan. Di kesempatan itu bupati juga menyampaikan salam dari Presiden RI Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono atau (SBY) kepada seluruh warga masyarakat kabupaten Pacitan. “Melalui saluran telfon, beliau memohon maaf dalam kesempatan ini Pak SBY dan Keluarga tidak bisa ditengah-tengah kita karena kepentingan yang tidak dapat ditinggalkan”. Ucap bupati Indartato menyampaikan.

Bupati Indartato dalam kesempatan itu didampingi istri Luki Indartato, Wabup Yudi Sumbogo besert istri Ninik Yudi Sumboyo, Sekda Suko Wiyono beserta istri Bety Suko Wiyono. Serta diundang jajaran Forkopimda, seluruh Kepala OPD dan dan Badan, serta pengusaha Kontruksi di Kabupaten Pacitan. (Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Formi; Olahragakan Masyarakat dan Bagikan Hadiah Senilai Puluhan Juta Rupiah

Masih rangkaian “Agoestoesan 2018” untuk memperingati serta memeriahkan Hari Jadi Repoblik Indonesia yang ke-73 Tahun  dan upaya mengolahragakan masyarakat khususnya olahraga rekreasi, Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia atau (FORMI) Kabupaten Pacitan menggelar Gebyar Sepeda Sehat Agustusan, yang Dilaksanakan hari ini 24/08/2018 di Tribin Alun-alun barat kota pacitan.

5000 peserta antusias mengikuti acara ini, berbagai hadiah menarik disuguhkan untuk para peserta, diantaranya 5 sepeda gunung, 2 buah kulkas, 2 buah mesin cuci, penanak nasi, dispenser, dan puluhan hadiah hiburan disiapkan panitia.

Di kegiatan ini panitia telah mempersiapkan jarak 10 kilometer untuk ditempuh peserta, dengan route kota pacitan menuju kearah timur melewati pasar arjowiangun, belok kanan menuju ke jalur lintas selatan atau (JLS) hingga di pertigaan cuik, lalu menuju perempatan bapangan dan menuju kembali ke tribin alun-alun barat kabupaten pacitan.

Ketua Formi Kabupaten Pacitan, Luki Indartato mengucapkan terimakasih kepada yang terlibat dalam kegiatan ini. Pihaknya berharap kegiatan yang yang selalu rutin dilaksanakan tiap tahun itu menjadi wahana silaturhmi antara pemerintah, rekan dan keluarga, “Dan utamanya seluruh elemen masyarakat dapat memeriahkan HUT RI, serta mudah-mudahan anak-anak peserta didik dapat membawa hadiah sehingga menjadi kebanggaan orang tua dan warga masyarakat kabupaten pacitan”.

Turut hadir dan memeriahkan kegiatan, Wabub Yudi Sumbogo, Sekda Suko Wiyono beserta Istri Bety Suko W, Kapolres Pacitan AKBP Setyo Koes Heriyatno dan Istri, perwakilan kodim pacitan, Forum Komunikasi Perangkat Daerah atau (Forkopimda), Kepala Oraganisasi Perangkat Daerah atau (OPD) beserta karyawan, kelompok olahraga, kelompok senam dan seluruh sekolah SD/MI, SMP/MTS, SMA/SMK/MA Negri dan swasta di kecamatan pacitan, serta warga masyarakat pacitan.

(Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan)

Kabupaten Pacitan Siap Mengulang Kesuksesan Pilkades Serentak

Pemerintah Daerah Kabupaten Pacitan berharap dapat mengulang kembali kesuksesan pilkades serentak di tahun 2017 kemarin, tahun ini direncanakan pesta demokrasi tingkat desa itu akan dilaksanakan pada tanggal 7 Oktober mendatang. Sebanyak 33 Desa di 11 Kecamatan menggelar kegiatan tersebut dan hingga saat ini telah tercatat 94 bakal calon telah terdaftar untuk menjadi calon kepala desa periode 2018-2024.

Kasubag Pembinaan Wilayah Bagian Pemerintahan dan Kerjasama, Chusnul Faozi saat ditemui hari ini 24/08/2018 di Gedung Karya Darma seusai menggelar Rapat Kordinasi Pelaksanaan Tahapan Pilkades Serentak Tahun 2018 menjelaskan, pihaknya terus melakukan pertemuan-pertemuan dengan panitia pemilihan tingkat desa untuk memastikan segala sesuatu yang menyangkut persiapan hingga pelaksanakan pilkades agar tidak terjadi kesalahan. “Inilah kenapa hari ini tanggal 24 Agustus begitu krusial dan sangat menentukan, Karena tahapan kita sudah mendekati penetapan Calon, Kita ingin tidak ada kesalahan dalam penetapan Calon”. Terang Chusnul menjelaskan.

Pemerintah akan terus melakukan upaya-upaya koordinasi dan komunikasi dengan panitia pemilihan di desa, diantaranya dengan pertemuan dan rapat berkala dari tahapan pembentukan panitia sampai dengan pelantikan kepala desa terpilih yang dilaksanakan pada tanggal 13 Desember mendatang. Hal itu dikarenakan pemerintah tidak ingin terjadi kesalahan yang dapat mengganggu jalannya tahapan  Pilkades. “Dengan aturan yang baru, ada kemungkinan terdapat kendala-kendala teknis, Terutama terkait dengan pemahaman mengenai aturan yang baru, Karena aturan Pilkades berbeda dengan aturan pemilihan lainnya”. Tambahnya mendetail.

Di akhir pertemuan pihaknya menjelaskan kepada Diskominfo Pacitan bahwa pemerintah kabupaten sangat beraharap di kegiatan pilkades serentak tahun 2018 ini dapat mengulang kembali kesuksesan seperti tahun 2017, ” sukses proses penyelenggaraan serta sukses hasil, berjalan lancar dan menghasilkan pemimpin yang amanah”. Imbunya mengakhiri.

Dalam kegiatan tersebut Bagian Pemerintahan mengundang Drs. Sakundoko sebagai Ketua Panitia Pemilihan Daerah, Organisasi Perangkat Daerah atau OPD terkait, Camat di sebelas Kecamatan beserta tim sejumlah 1 orang, Ketua Badan Permusyaratan Desa atau BPD, Kepala atau Pejabat Desa, Panitia Pemilihan Tingkat Desa dan Panitia Pengawas atau Panwas.

(Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan)

Pemerintah Optimis Penuhi Target

Bupati indartato menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya utamanya kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pacitan terkait adanya perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau (APBD) 2018. pihaknya berharap rapat tersebut dapat berjalan dengan lancar sekaligus bermanfaat bagi kabupaten pacitan. Disampaikan Indartato saat memenuhi undangan Rapat Paripurna DPRD Kab. Pacitan tahun 2018. Dengan Agenda Penyampaian Laporan Hasil Rapat Gabungan Komisi Dan Pendapat Fraksi Serta Pengambilan Keputusan Terhadap Raperda Tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2018. Yang dilaksanakan di gedung DPRD hari ini 23/08/2018.

“dengan ditetapkan lebih awal P-APBD ini tentunya lebih cepat pelaksanaan kegiatan pembangunan di masyarakat yang berdampak peningkatan kesejahteraan masyarakat”. Tambahnya melengkapi. Kepada awak media Bupati Indartato menjelaskan bahwa Pendapatan Asli Daerah atau (PAD) Kabupaten Pacitan masih tergolong relatif rendah dibanding dengan kabupaten lain di jawa timur, alasanya adalah kabupaten pacitan sektor yang mendominasi adalah pertanian sedangkan yang menjanjikan adalah sektor jasa. “Namun itu adalah tugas dan tantangan pemerintah yang harus dihadapi agar supaya kabupaten pacitan dapat lebih baik”. Jelasnya menyampaikan.

Untuk tenggang waktu tersisa yang hanya tinggal beberapa bulan lagi pihaknya mengaku optimis dapat memenuhi target yang telah ditetapkan. Sedangkan semua himbauan, ulasan, kritik yang membangun dari hasil rapat pihaknya menyampaikan terima kasih kerena hal itu sangat berharga, selanjudnya berkas laporan tersebut akan disampakan  ke tingkat provinsi untuk dievaluasi hal itu sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.

Pada kesempatan itu Bupati Indartato didampingi istri Luki Indartato, Wabup Yudi Sumbogo beserta seluruh Pejabat Kabupaten, seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah dan Instansi. (Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan).

KERJASAMA LAYANAN DINAS PERPUSTAKAAN PACITAN DENGAN KECAMATAN PRINGKUKU DALAM ACARA LOMBA MEWARNAI SETINGKAT  PAUD DAN GERTAK BAKU

Pemerintah Kecamatan Pringkuku bekerjasama dengan Bidang Layanan dan Otomasi Dinas Perpustakaan Kabupaten Pacitan pada Senin tanggal 13 Agustus 2018 menyelenggarakan acara lomba mewarnai setingkat PAUD dan Gerakan Serentak Baku (GERTAK BAKU) yang bertempat di Balai Kecamatan Pringkuku Kabupaten Pacitan. Sebelum diselenggarakannya acara, Sekretaris Kantor Kecamatan Pringkuku yang bernama Taufik Effendi mengajukan surat permohonan kerjasama kepada Dinas Perpustakaan Pacitan yang berisi pengajuan permintaan bantuan pembuatan piagam penghargaan dan hibah/hadiah untuk peserta lomba mewarnai. Selain itu Kantor Kecamatan Pringkuku juga meminta kerjasama dalam bentuk pelayanan Perpustakaan Keliling (2 unit mobil Pusling) untuk ikut serta memeriahkan acara tersebut. Permohonan kerjasama tersebut ditanggapi dengan baik oleh pihak Dinas Perpustakaan Pacitan. Pada tanggal 9 Agustus 2018 minggu lalu, Bidang Layanan & Otomasi Dinas Perpustakaan diwakili oleh Joko Wahyudi Kasi Layanan & Otomasi, Daimah selaku Kasi Koleksi, dan Sri Harsih berkunjung ke Kantor Kecamatan Pringkuku Kabupaten Pacitan untuk melakukan koordinasi kerjasama untuk acara tersebut.
Acara ini dibuka oleh Bapak Taufik Effendi selaku Sekcam Pringkuku. Dalam kesempatan itu pula beliau menyampaikan ucapan terimakasih banyak atas bantuan dan kerjasama yang telah diberikan oleh Dinas Perpustakaan Pacitan.
“Dalam memperingati HUT RI yang ke-73 th, baru kali ini kita mengadakan acara seperti ini. Tahun-tahun sebelumnya selalu ditujukan untuk usia remaja dan para orang tua. Tahun ini kami mencoba merambah ke generasi penerus kita yang ada di depan kita semua ini, karena kita semua pasti meyakini bahwa masa depan kita 20 tahun yang akan datang gumantung pada anak-anak ini. Dengan melibatkan anak-anak usia dini mengikuti lomba mewarnai berarti kita telah mengenalkan mereka terhadap sikap nasionalis dengan cara memperingati hari kemerdekaan bangsanya”, lanjut Pak Sekcam yang masih berusia sangat muda ini.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Bapak Harto (pensiunan PNS) sebagai perwakilan dari Dewan Juri lomba mewarnai. Adapun dua Dewan Juri lainnya adalah Bu Supini (Penilik PAUD) dan Ibu Endang Susilowati (Pengawas TK/SD se-Kecamatan Pringkuku).
Hibahan dari Dinas Perpustakaan Pacitan dalam bentuk buku bacaan dan majalah anak diserahkan ke seluruh peserta yang ikut berpartisipasi dalam perlombaan. Sesuai kesepakatan koordinasi sebelum ini, Dinas Perpustakaan Pacitan membuka layanan Perpstakaan Keliling sebanyak 2 unit mobil. Tujuan layanan ini adalah untuk mengenalkan Pusling kepada masyarakat Kecamatan Pringkuku terutama anak-anak berikut orang tua yang sedang mengantarkan anak-anaknya mengikuti lomba mewarnai. Sehingga di sela-sela menunggu penilaian Dewan Juri, para orang tua bisa membacakan beberapa bacaan kepada anak-anak mereka. Hal ini secara tidak langsung menjadi bagian realisasi GERTAK BAKU.
Hasil dari penilaian Dewan Juri telah disepakati Juara I lomba mewarnai tingkat Kelompok Bermain (KB) diraih oleh Rafindra Arka Ardian dari KB. Qubul Waton 2, dan Juara I lomba mewarnai tingkat TK diraih oleh Elfida Faiza dari TK Poko.
Berdasarkan penuturan Taufik Effendi dalam wawancara khusus di samping mobil pelayanan Perpustakaan Keliling (Pusling) yang  kami parkir di sebelah kanan balai kecamatan tempat diadakannya lomba, beliau mengatakan bahwa sebenarnya acara ini tidak hanya lomba mewarnai setingkat PAUD saja.
“ Acara ini dibarengi acara donor darah Mbak. Monggo menawi bade ngersakaken donor darah. Sebentar lagi juga ada lomba bercerita Babad Desa tingkat SD, yang nantinya kami berencana naskah-naskah yang terkumpul mengenai Babad Desa bisa dijadikan file dokumenter yang bermanfaat untuk pemerintah Kabupaten Pacitan.”, pungkas Taufik
(Penulis : Ryu Surya / Video Editing : Nisha Ayu / Dinas Perpustakaan Pacitan / Diskominfopacitan)

Lomba Hias Sepeda Untuk Kampanyekan Anak Didik Bersepeda

Bupati Indartato berkesampatan memberangkatkan Lomba Sepeda Hias Tingkat SD/MI dan SMP/MTS Se-Kecamatan Pacitan. acara itu masih dalam rangkaian HUT RI Ke-73 yang tergabung dalam program “Agoestoesan 2018”.

Selain menyemarakan HUT RI Kegiatan yang dilaksanakan hari ini 21/08/2018 itu bertujuan untuk meningkatkn kebersamaan persatuan dan kesatuan antar sesama anak usia sekolah serta untuk meningkatkan kreatifitas anak didik dan guru. Selanjutnya mengajak anak usia sekolah untuk menggunakan sepeda sebagai alat transpotasi yang ramah lingkungan dan menyehatkan. “dan utamanya membantu program pemerintah mengurangi polusi udara”. Kata Daryono menyampaikan sambutanya.

Bendera start dikibarkan Bupati Indartato di depan pendopo Jalan Agung Suprapto alun-alun utara Kabupaten Pacitan, dengan jumplah 45 peserta yang terdiri dari 40 peserta dari SD/MI selebihnya peserta dari SMP dan MTS. “ada 3 katagori yang dipilih menjadi juara, penampilan terfaforit, penampilan unggulan dan penata artistik terbak”. Jelas Daryono menambahi.

Luki Indartato Turut hadir mendampingi Bupati Indartato, Wabup Yudi Sumbogo bersama istri Ninik Yudi Sumbogo, ketua DPRD Ronny Wahyono beserta istri Dian Rony, Sekda Suko Wiyono beserta Istri Bety Suko, Kepala Kemenag Muhammad Nurul Huda, Kepala OPD terkait serta Pengawas Sekolah lingkup Dinas Pendidikan dan Kepala Sekolah SD/MI, SMP/MTS dan swasta.

(Budi/Anjar/Wawan/ Riyanto/DiskominfoPacitan)

Penerimaan Naik, Dana Bagi Hasil Bertambah

Pajak masih menjadi penyumbang terbesar pendapatan negara melebihi sektor lainnya. Dari tahun ke tahun nilai kontribusinya bertambah. Bagi daerah seperti Kabupaten Pacitan, jumlah penerimaan akan menentukan besaran dana bagi hasil yang akan diterima. “Bagi hasil pajak pendapatannya lebih besar,” kata Bupati Indartato usai menghadiri peluncuran program Konfirmasi Status Wajib Pajak (KSWP) di gedung Karya Dharma, Selasa (21/8/2018).

Tahun ini target pendapatan dari bagi hasil pajak sendiri mencapai Rp 17 miliar. Untuk mewujudkan itu telah diteken peraturan bupati (Perbup) nomor 49 tahun 2018 tentang pelaksanaan KWSP.

Diakuinya menarik pajak merupakan salah satu pekerjaan yang tidak mudah. Karena disisi lain kesadaran masyarakat akan kewajiban yang satu itu belum begitu baik. Karenanya bupati mengajak khalayak yang hadir pada kesempatan tersebut untuk tertib membayar pajak. “Kita-kita ini  harus memberi contoh,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Kanwil DJP Jawa Timur II Neilmadrin Noor. Menurutnya, kesadaran wajib pajak masih rendah, dan itu menjadi tantangan pihaknya. Untuk meningkatkannya, pemerintah terus melakukan perbaikan layanan. Diantaranya melalui sosialisasi melalui forum-forum dan media massa. “Tahun 2018 dilakukan penguatan sistem perpajakan yang terintegrasi. Sebagai salah satu perbaikan peran diera reformasi,” jelasnya.

Kontribusi pajak pada APBN selama tiga tahun terakhir memang mendominasi. Jika pada tahun 2016 jumlah sumbangan mencapai diatas 68 persen, maka tahun 2017 naik manjadi 71,52 persen. Sedangkan ditahun 2018 menjadi 85 persen.

(humaspacitan/diskominfopacitan)

Pemerintah Apresiasi Dan Dorong Kegiatan Keagamaan

Pemerintah dorong kegiatan keagamaan dan dipastikan tahun depan ditambah porsinya, itu disampaikan oleh Sekda Suko Wiyono mewakili Bupati Indartato saat pembukaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) dan Lomba Pemilihan Da’I Cilik Tingat Kabupaten Pacitan Dalam Rangka Peringatan HUT RI Ke-73 di Pendopo hari ini 20/08/2018.

Di dalam kesempatan itu juga disampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta, mereka diminta untuk serius dalam lomba yang diikuti. karena nanti para pemenang akan dikirim ke tingkat provinsi mewakili Kabupaten Pacitan. “oleh karena itu kami mengharap kepada para senior agar terus membina mereka, agar mereka nanti dapat mengharumkan kabupaten pacitan”. harap Suko dalam sambutanya.

Sebagai ketua panitia Muhammad Nurul Huda menjelaskan kegiatan ini selain memeriahkan HUT RI juga untuk menumbuh-kembangkan membaca Al Qur’an dimasyarakat, dan juga sebagai upaya untuk menggairahkan para generasi islam cinta Al Qur’an khususnya di kabupaten pacitan. “selanjudnya kami mencari bibit unggul qory dan qoriah berbakat”. Tutur Huda juga sebagai Kepala Kemenag Kabupaten Pacitan.

Kegiatan ini diikuti puluhan peserta dari seluruh kecamatan di kabupaten pacitan. selain di pendopo juga dilaksanakan di gedung karya darma dan gedung MUI kabuapten pacitan. turut hadir dalam pembukaan kepala OPD, Badan, kepala Ponpes, dan organisasi keagamaan di Kabupaten Pacitan.

(Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan)

50 Warga Binaan Dapat Remisi, Satu Langsung Bebas

Sebanyak 50 orang warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Pacitan mendapatkan pengurangan masa tahanan (remisi umum). Dari jumlah sebanyak itu, satu orang dinyatakan langsung bebas. Penyerahan remisi sendiri langsung dilakukan oleh Bupati Indartato, Jum’at (17/8/2018).

Dalam sambutanya yang dibacakan Bupati Pacitan Indartato, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly mengatakan Remisi merupakan salah satu sarana hukum yang penting dalam mewujudkan tujuan sistem pemasyarakatan. Sebagai wujud apresiasi pencapaian perbaikan diri yang diimplementasikan dari sikap dan perilaku sehari-hari. Perbaikan itu tercermin dari sikap warga binaan yang taat selama menjalani pidana, lebih disipilin, lebih produktif, dan dinamis. “Tolok ukur pemberian remisi tidak didasarkan pada latar belakang pelanggaran hukumnya, akan tetapi didasarkan pada perilaku mereka selama menjalani pidana,” katanya.

Menurutnya, pengurangan masa hukuman tersebut telah diatur oleh Peraturan Menteri Nomor 3 Tahun 2018, memiliki mekanisme yang sangat transparan dan sudah berbasis sistem yang mendayagunakan teknologi informasi. Digitalisasi pemberian remisi kita dorong menjadi upaya untuk memangkas proses birokrasi berbelit yang sarat dengan peluang-peluang transaksional. Proses ini juga akan kita buka seluas-luasnya agar masyarakat dapat ikut melakukan pengawasan melalui aplikasi agar pemberian remisi lebih transparan dan akuntabel.

Kepala Rutan Bambang Supri Handono menjelaskan, berbagai upaya pembinaan kepada para penghuni dilakukan. Salah satunya dengan membentuk pasukan Merah Putih Narapidana. Mereka dilibatkan dalam kerja sosial dimasyarakat. Salah satunya merehab rumah warga kurang mampu di Kecamatan Punung. Kegiatannya sendiri akan berlangsung sampai bulan Oktober nanti. “Ini sebagai bentuk pengabdian langsung kepada masyarakat,” jelasnya. (humaspacitan/diskominfopacitan)

Peringatan Detik-detik Proklamasi Berlangsung Khidmat

Bupati Indartato menyerahkan duplikat bendera merah putih ke pasukan pengibar bendera

Upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 digelar di halaman pendapa Kabupaten Pacitan. Berbagai elemen masyarakat terlibat. Mulai dari pelajar, organisasi kemasyarakatan, OPD lingkup pemkab,  TNI dan Polri, Jum’at (17/8/2018).

 

Bertindak selaku inspektur upacara Bupati Indartato dan komandan upacara AKP Sukinto Herman. Sejumlah mantan Bupati Pacitan juga tampak hadir. Diantaranya H G Sudibyo (2011) dan Sutrisno (2001-2006). Keduanya datang bersama isteri.

 

Sebelumnya dilaksanakan pula ziarah makam ke taman makam pahlawan Bunga Bangsa dan penyerahan bingkisan kepada sejumlah anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI).

 

Usai menerima bingkisan Ketua LVRI Iskandar mengatakan mempertahankan kemerdekaan jauh lebih sulit dibanding saat merebutnya dari penjajah. Saat ini, generasi muda harus ikut berperan pada pembangunan dalam proses mempertahankan kemerdekaan. “Semua harus melalui proses. Tetapi (peran pemuda,Red) harus terus didorong. Kita rapatkan barisan menjaga NKRI. NKRI harga mati untuk bangsa Indonesia,” kata dia.

(humaspacitan/diskominfopacitan)

Butir Nasihat Untuk Pasukan Pengibar Bendera Pusaka

Bupati Indartato berharap perjuang para pendahulu tidak sebatas tercatat dalam sejarah bangsa Indonesia, namun lebih pada nilai-nilai perjuangan dan menjadi sumber inspiras dalam mengabdikan diri pada Bangsa dan Negara. Hal itu disampakian Indartato kepada 70 peserta paskibraka dalam agenda Pengukuhan Anggota Paskibraka Kabupaten Pacitan Tahun 2018.

Acara yang di gelar kemarin 15/08/2018 di pendopo kabupaten pacitan itu Ia menambahkan dua hal kepada seluruh anggota, pertama pihaknya berharap tampil menjadi pelopor di garda depan dalam menegakan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, Bineka Tunggal Ika, demi terwujudnya kehidupan berbangsa dan bernegara yang aman, rukun, adil dan sejahtera dalam bingkai Negara Kesatuan Repoblik Indonesia atau (NKRI).

Kedua Ia meminta untuk meningkatkan iman dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa serta mengembangkan sikap toleransi baik sesama pemeluk agama maupun antar umat beragama sehingga tercipta suatu kerukunan dan kedamaian terhadap semua pemeluk agama khususnya di bumi Indonesia tercinta.

Ia juga berpesan untuk tidak berlebihan meluapkan kebahagiaan, karena setelah pengukuhan itu ada tugas besar yang siap di emban dan di pertaruhkan untuk bangsa dan Negara. “yaitu pengibaran dan penurunan bendera merah putih pada tanggal 17 Agusutus 2018 nanti, dengan sikap nasionalisme serta sikap kerjasama selama proses pendidikan pelatihan paskibraka, insya Alloh tugas besar itu akan dijalankan dengan baik dan sempurna”. tuturnya mengakhiri.

(Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Ketek Ogleng Pacitan, Warisan Leluhur untuk generasi berbudaya

Sukisno sang penulis buku bersama Agoes Hendriyanto salah satu dari tiga editor memamerkan buku ke duanya kepada diskominfo kemarin 11/08/2018

Sejak berdiri pada tahun 1962  kesenian ketek ogleng secara perlahan menghipnotis warga masyarakat kabupaten pacitan dan  masyarakat Indonesia. Melalui tangan dingin Sukisman kini kesenian itu memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat dan berubah menjadi harta yang tak ternilai.

Di usianya yang ke 56 tahun kemilau kesenian itu banyak mengalami pasang surut, perihal itu menjadi perhatian lebih bagi Sukisno dan kawan-kawanya sehingga mereka memberanikan diri menyusun sebuah buku berjudul Seni Ketek Ogleng Pacitan, Warisan Leluhur Dan Segenap Dimensinya.

Kesenian ketek ogleng harus subur generasi, itulah asalan kuat sehingga buku itu tersusun. Dengan bantuan rekan-rekanya Sukisman telah menerbitkan buku keduanya. Jilid pertama menghabiskan waktu satu tahun untuk penghimpunan data dan penelitian, dan ditahun ke dua Ia gunakan untuk memperdalam seluruh data yang Ia peroleh.

Termasuk ketek ogleng yang beredar di Wonogiri, kami mencari kebenaran agar tidak ada keraguan lagi asal muasal kesenian ini”. Kata Sukisno membeberkan kebenaran kesenian berasal dari desa Tokawi Kecamatan Nawangan Kabupaten Pacitan.

Ia mengaku dalam penyusunan dan penelitian tidak ada kesulitan yang berarti, pasalnya kini si pencipta kesenian dan para senior masih hidup sehat, mengetahui hal tersebut Ia tidak mau menunda pekerjaanya. Kini Paguyuban Condro Wanoro tempat ratusan anggota aktif menjadi garda penerus mereka.

Sukisno bersyukur pemerintah daerah selama ini juga getol menggandeng kethek ogleng. Mulai dari pemberian bantuan sragam, hingga selalu dilibatkan dalam berbagai kegiatan di tingkat kabupaten, yang terpenting adalah pengakuan bahwa kesenian ini milik masyarakat desa tokawi dan pacitan pada umumnya.

Satu langkah lagi sukisno dapat bernafas lega yakni dengan masuknya kesenian Ketek Ogleng kesekolah – sekolah sebangai kurikulum tambahan. “Dengan begitu tidak akan dikwatirkan lagi generasi Ketek Ogleng akan pupus, dan kami bersuyur pemerintah merespon rencana kami, dan buku pegangan yang lengkap pun untuk mereka calon peneruspun telah disiapkan,” ungkap Sukisno berharap.

(Budi/Anjar/Riyanto/Diskominfopacitan)

Genderang Drumband Meriahkan Rangkaian HUT RI Ke-73

Seorang wanita mengabadikan penampilan anaknya dengan menggunakan kamera ponsel

Inilah salah satu upaya untuk memberikan kegiatan sehat dan terarah ke sekolah dan remaja di kabupaten pacitan dalam memperingati HUT RI yang ke 73 tahun. Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan sebagai leading sector menggelar Parade Genderang Drumband Merah Putih 2018 kemarin 14/08/2018.

Ribuan masayarakat memadati alun-alun utara depan Pendopo dan alun-alun barat serta sepanjang Jalan Ahmad Yani untuk meyaksikan putra putri kebanggaan pacitan manampilkan aksi terbaiknya. Bupati indartato berkesempatan menghadiri dan membuka acara tersebut, ditemani istri luki indartato, Wabub yudi sumbogo dan istri ninik yudi sumbogo, serta turut diundang muspida dan kepala instansi terkait.

Parade gendering drumband ini dikuti oleh puluhan regu dari berbagai instansi sekolah di kabupaten pacitan, mulai dari tingkat SD/MI, SMP/MTs, untuk merebutkan hadiah juara satu, dua dan tiga. Sedangkan untuk tingkat SMA/SMK/MA tampil sebagai peserta kehormatan. Untuk jenjang SD/MI dibuka dua katagori pertama Brass dan Non Brass dan masing-masing merebutkan juara satu,dua dan tiga.

Untuk route yang digunakan untuk start adalah depan pendopo alun-alun utara Jalan Jaksa Agung Suprapto. peserta menuju ke barat lalu belok ke kiri menuju Jalan Ahmad Yani dan finish sebelum perempatan penceng. jarak yang ditempuh peserta adalah satu kilometer. “tujuan lain yang kami harapkan adalah untuk memasyarakatkan kegiatan drumband ke sekolah dan remaja, sedangkan untuk hasil maksimal kami mengundang dewan juri bersekala nasional”. Ucap Daryono Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan disela kegiatan.

(Budi/Anjar/Riyanto/Diskominfopacitan)

Gerakan Pramuka Konsisten dan Fokus Mendidik Karakter

Foto : doc.Pemkabpacitan

Diusia ke-57 tahun gerakan Pramuka Indonesia tetap konsisten dan fokus untuk mendidik karakter kaum muda Indonesia untuk bersatu menjaga persatuan dan kesatuan demi utuhnya NKRI. Itu disampaikan Bupati Pacitan Indartato ketika membacakan sambutan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault saat upacara peringatan Hari Pramuka di pendapa kabupaten, Selasa (14/8/2018). “Dalam konteks Indonesia, gerakan Pramuka menjadi “rumah kita bersama”, dan itulah harapan bangsa ini kepada gerakan Pramuka,” katanya.

Menurutnya, pendidikan kepramukaan yang mendasarkan pada Satya dan Darma Pramuka harus benar-benar tertanam dalam hati setiap insan Pramuka, sebagai pedoman bersikap dan berprilaku. Menjadi wadah pendidikan karakter kaum muda dan calon pemimpin masa depan bangsa Indonesia, tentu harus lebih berperan dalam mendidik generasi milineal dewasa ini.

Pembangunan karakter bangsa menjadi fokus bangsa kini dan ke depan. Pembangunan sumberdaya manusia harus sejalan dengan pembangunan fisik, karena kunci keberhasilan pembangunan bangsa terletak pada sumberdaya manusia yang berkualitas. “Ketika Indonesia memperingati 100 tahun kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2045, dan saat ini diantara anggota aktif Pramuka yang tersebar di berbagai pelosok tanah air akan menjadi pemimpin negeri ini di masa depan,” tandas bupati.

Pada kesempatan kali ini diberikan pula penghargaan kepada sejumlah pengurus Kwarcab Gerakan Pramuka Pacitan. Diantaranya penghargaan lencana Dharma Bakti kepada Ketua Kwarcab Suko Wiyono, lencana Pancawarsa untuk I-V dan VIII untuk sembilan orang, gugus depan unggul, serta Pramuka Penggalang Garuda.

Gerakan Kepanduan sebagai cikal bakal Gerakan Pramuka telah ada di Bumi Pertiwi sejak tahun 1912 dengan nama kelompok baik berdasarkan nama etnik maupun keagamaan. Eksistensi gerakan ini di Indonesia telah dimulai sejak 106 tahun yang lalu. Namun yang penting dipahami bahwa filosofi dan nilainilai kepramukaan digali dari bangsa dan kebudayaan Indonesia, yang bersamaan waktunya dengan berkembangnya gerakan kepanduan dunia yang dirintis oleh Sir Baden Powell di Inggris.

(Humaspacitan/Diskominfopacitan)

Jaga Budaya Dengan Permainan Tradisional

Salah satu penampilan devile dari sekolah menengah pertama melakukakn hormat sambil berjalan kepada Bupati Indartato, Wabup Yudi Sumbogo, Sekda Suko Wiyono, Ketua DPRD Ronny Wahyono Dan undangan yang ada. Dalam lomba devile tingkat SMP/MTs, SMA/SMK/MA Kabupaten Pacitan. Acara ini digelar di depan pendopo pacitan 10/08/2018. Sebanyak 40 peserta dari berbagi sekolah menengah dan atas memberikan penampilan terbaiknya untuk merebutkan juara satu, dua dan tiga.

Sebanyak 39 peserta dari SKPD bertanding di Lomba Permainan Tradisional, dilaksanakan oleh Darma Wanita Persatuan Kabupaten Pacitan, kemarin 09/08/2018 di halaman pendopo Kabupaten Pacitan. Satu dari 3 lomba yang di pertandingkan dan menarik perhatian adalah lomba wuyu, yakni megolah gaplek atau singkong yang sudah di kupas dan rendam dengan air sehingga siap untuk di kukus dan menjadi nasi tiwul, makanam pokok masyarakat pacitan.

Acara yang bernuansa outbond itu dihadiri oleh Bupati Indartato dan Istri Luki Indartato Penasehat Darma Wanita Persatuan, Wabup Yudi sumbogo, Sekda Suko Wiyono dan Ketua DPRD Ronny Wahyono.

“misalnya lomba wuyu, kini jarang kita temui masyarakat yang bisa memasak nasi tiwul, kebanyakan mereka beli”. Kata Bety Suko Wiyono ketua panitia dan ketua DWP menjelaskan. Selain menyemarakan HUT RI Ke-73, acara ini juga sebagai upaya menjaga budaya yang ada agar tidak lekang termakan peradaban. pihaknya berharap kegiatan ini  menjadi wadah menjalin tali silaturohmi dan memupuk persaudaraan sehingga dapat terjalin lebih erat.

(Budi/Anjar/Riyanto/Diskominfopacitan)

Pupuk Muda Mudi Pacitan Dalam Berkebangsaan

Inilah upaya pemerintah untuk mengoptimalkan pengembangan dan pelaksanaan nilai kebangsaan, untuk pemberdayaan dan pengetahuan kesadaran generasi muda dalam berbangsa dan bernegara yang berdasar pada empat konsesus dasar. Hal itu diucapkan Suharyanto kepala kesatuan bangsa dan Politik (KESBANGPOL) kepada Diskominfo pacitan dalam acara cerdas cermat wawasan kebangsaan dalam rangka HUT RI Ke-73.

Acara itu digelar kemarin 09/08/2018 di gedung karya darma komplek pendopo kabupaten pacitan. Sebanyak 50 peserta yang terbagi 29 peserta dari lembaga dibawah Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jawa Timur, dan 21 dari lembanga di bawah Kementrian Agama. Kegiatan ini mengusung tema, Melalui Cerdas Cermat Wawasan Kebangsaan, Kita Persiapkan Generasi Muda Yang Berakhlak Mulia, Bermoral, Beretika, Berbudaya Dan Beradap Berdasarkan Falsafah Pancasila.

Sabagai orang nomor satu di Kabupaten Pacitan bupati indarto menyambut baik kegiatan ini, pihaknya mengharap kedepan muncul dan mencari bibit unggul yang memiliki wawasan kebangsaan, dan kegiatan ini sebagai sarana untuk mengembangkan kecerdasan siswa dan siswi di kabupaten pacitan. “yang terpenting peserta didik ini nanti dapat memaknai pelajaran dan merubah karakter menjadi lebih baik, itulah tujuan pendidikan”. Ucapnya berharap.

(Budi/Anjar/Riyanto/Diksominfopacitan)

Mari Cinta Dan Bangga Dengan Produk Asli Pacitan

Inilah Upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Pacitan untuk membuka jaringan pasar usaha mikro dan usaha kecil, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan menggelar pameran bernama Pacitan Expo 2018 dengan tema Gelar Produk Unggulan Daerah, kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan selama lima hari berturut-turut.

Acara ini dibuka langsung oleh Bupati Indartato kemarin 11/08/2018, didampinggi istri Luki Indarto, Wabup Yudi Sumbogo, Sekda Suko Wiyono beserta istri Bety Suko Wiyono. Dan turut hadir Muspida, seluruh Kepala OPD dan Badan. Lebih dari 41 peserta antusias mengikuti kegiatan ini untuk menjajakan produk terbaiknya.

Supomo sebagai kepala Koperindag dan penyelenggara kegiatan menyampaikan, kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT RI Ke-73 Tahun ini membawa manfaat bagi seluruh warga masyarakat pacitan. Pihaknya yakin kegiatan ini akan tumbuh kerjasama saling menguntungkan antar pihak, dan terutama sebagai sarana menampilkan dan mengenalkan kepada masyarakat luas produk unggulan yang dimiliki Kabupaten Pacitan. “kedepan akan terjadi daya saing pasar yang sehat di pasar”. Jelas Supomo damam pidatonya.

Apresiasi diberikan Bupati Indartato kepada seluruh peserta yang antusias mengikuti kegiatan itu, Ia mengharap kedepan instansi daerah lebih antusias lagi mengikuti kegitan tersebut. Ia menjelaskan dalam momentum itu ada dua sisi yang menjadi fokus pemerintah, pertama para pelaku termotivasi dan terbangun inovasi serta kreatifitas dalam berkarya. Sehingga akan menghasilkan produk yang banyak di manfaatkan masyarakat. Sehingga terjadi peningkatan tenaga kerja, meningkatkan pendapatan keluarga dan kesejahteraan masyarakat pacitan umumnya. “sedangkan yang ke dua marilah kita cinta dan bangga menggunakan atau mengkonsumsi produk asli pacitan”. kata Indartato mengajak.

(Budi/Anjar/Riyanto/Diskominfo)

Gerak Jalan Santai; Melatih Mental Dan Tumbuhkan Cinta Tanah Air

Kemeriahan Hari Ulang Tahun ke-73 Republik Indonesia yang terangkum di dalam Agoestoesan 2018, dimanfaatkan Pemerintah Daerah kabupaten Pacitan yang diwakili oleh Dinas Pendidikan menggelar gerak jalan santai tingkat SD/MI Se-Kecamatan Pacitan. Acara ini diikuti oleh 85 regu yang terbagi atas 44 regu putra dan 41 regu putri. Acara ini digelar pada 09/08/2018. Bendera start dikibarkan di depan halaman pendopo dan finis di depan trimbun alun-alun barat, sedangkan jarak yang ditempuh peserta sejauh 3,5 kimometer.

Bupati Indartato didampinggi Istri Luki Indartato berserta Wabup. Yudi Sumbogo hadir dan membuka acara itu. Turut diundang Muspida dan Kepala OPD terkait. Daryono  sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan penyelenggara kegiatan menjelaskan, kegiatan ini selain melatih mental dan fisik peserta didik sejak dini adalah sebagai sarana untuk meningkatkan kedisiplinan, dan untuk menjaga kesehatan jasmani dan rohami.

Gerak jalan santai ini sangat diapresiasi Bupati Indartato, terbukti event ini rutin tiap tahun dilaksanakan. Dalam wawancaranya kepada Diskominfo Ia menuturkan harapanya agar peserta didik kedepan tumbuh semakin kuat rasa cinta terhadap tanah air. “dan saya sangat mengharap akan muncul kader-kader bangsa yang unggul dan semakin baik dari kabupaten pacitan”. Harapnya disela acara.

(Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan)

Agar Bangsa Tidak Kehilangan Karakter Dan Jati Diri

Letnan Kolonel Inf. Drs Didi Suryadi memberikan materinya kepada ratusan peserta seminar

Banyak bangsa yang besar dan maju secara ekonomi mengalami masalah serius, karena salah dalam berstrategi, warga masyarakatnya mengalami kehilangan karakter dan jati diri. Disampaikan Kepala Kesatuan Bangsa Dan Politik Kesbangpol. Suharyanto dalam pembukaan Seminar Kebangsaan dalam rangaka Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-73 Proklamasi Kemerdekaan Repoblik Indonesia Tahun 2018.

Acara ini dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Pacitan 08/08/2018. Dihadiri seluruh Ormas di Kab. Pacitan, pendidik, pelajar, mahasiswa dan organisasi pencak silat. Dengan mengundang Narasumber Letnan Kolonel Inf. Drs Didi Suryadi, MAP (Pabandya Bakti TNI Sterdam V Brawijaya). Kegiatan yang dilaksanakan sehari itu mengusung tema Pancasila, Dinamika, Tantangan dan Aktualisasi.

Suharyanto menambahkan upaya optimalisasi nilai kebangsaan dikusukan ke generasi Z atau generasi Zero, mereka adalah generasi yang lahir setelah reformasi atau pada saat transisi masa orde baru ke reformasi, atau pada saat itu mereka belum melewati masa baligh, mereka para generasi Z / Zero kurang wawasan kebangsaan disekolah dan dimasyarakat, sedangkan arus budaya modern lebih mudah diakses.

Kegiatan ini adalah upaya untuk menggugah rasa nasionalisme dan patriotism untuk semua elemen masyarakat khususnya yang hadir disini. Selanjutnya adalah upaya memantapkan implementasi nilai-nilai kebangsaan yang bersumber dari pancasila dan UUD 1945. Kata Wabup. Yudi Sumbogo dalam sambutanya. Ia menambahkan terdapat lima poin permasalahan lemahnya wawasan kebangsaan, yang pertama lunturnya budaya menghormati simbol Negara, lunturnya semangat kepahlawanan dan semangat perjuangan. “tiga yang lain adalah menonjolnya kepentingan kelompok, paham radikal dan terakhir adalah nemurunya moralitas bangsa”. Kata Yudi mengahiri sambutanya.

(Anjar/Budi/Riyanto/Diskominfo)

Pencarian Atlit Berbakat, Menjaga Budaya Dan Mempererat Tali Silaturohmi

Ketua TP PKK sekaligus Inspektur Upacara Luki Indartato memberikan sambutanya kepada ratusan peserta pada Opening Turnamen Bola Volley dan Permainan Tradisional

Sebagai upaya untuk meningkatkan prestasi bola volley serta mempererat tali persaudaraan dan membangun tali silaturohmi antar masyarakat di Kabupaten Pacitan,  Pembinaan Kesejahteraan Keluarga atau PKK Kabupaten Pacitan kembali menggelar kegiatan Turnamen bola volley Putri PKK Dan Lomba Permainan Tradisional Dharma Wanita Persatuan.

Kegiatan ini digelar selama dua hari di Gelanggang Olah Raga GOR Pacitan dari 08-09/08/2018, diikuti oleh 38 club dari 12 kecamatan serta 25 desa dan kelurahan se-Kabupaten Pacitan. Kegiatan bergengsi yang diselanggarakan setiap tahun itu dihadiri Bupati Indartato, Wabup. Yudi Sumbogo, Sekda Sekda Suko Wiyono Ketua DPRD Kab. Pacitan Ronny Wahyono, Muspida, kepala OPD terkait, serta Camat se-Kab. Pacitan.

Ketua Darma Wanita Persatuan dan ketua penyelenggara Bety Suko Wiyono menjelaskan kegiatan ini terus menerus diselenggarakan setiap tahun, sebagai langkah menumbuhkan bakat dari para atlit putri di kabupaten pacitan. Dan sebagai upaya pemerintah untuk menjaga permainan tradisional agar tidak termakan peradaban.

Dikesempatan yang sama inspektur upacara Luki Indartato berpesan kepada ratusan peserta untuk bermain sportif dan berupaya semaksimal mungin selama pertandingan berlangsung. Ia juga mengingatkan agar tidak berkecil hati jika club-nya mengalami kekalahan. “selama kalian gigih dalam berlatih dan bermain, maka semua itu akan membuahkan hasil. Namun jika kalian belum beruntung maka jangan berkecil hati”. harap Luki yang juga ketua TP PKK mengahiri sambutanya.

(Budi/anjar/Riyanto/diskominfo)

SOSIALISASI PERPUSTAKAAN PROKLAMATOR BUNG KARNO

Kamis, 02 Agustus 2018, bertempat di Gedung Aula SMPN I Donorojo telah diselenggarakan Sosialisasi Perpustakaan Proklamator Bung Karno oleh UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno Blitar, Perpustakaan Nasional RI dengan Dinas Perpustakaan Pacitan. Acara yang mengambil tema “Sosialisasi Proklamator Bung Karno dan Nasionalisme Indonesia” dibalut dengan Talk Showdan pertunjukan seni karawitan (Juara Umum Tingkat Kabupaten Pacitan) dan tarian oleh siswi SMPN I Donorojo Kabupaten Pacitan.

Acara awal adalah laporan Ketua Panitia Tardi, S. Sos, M.M yang melaporkan tentang latar belakang, maksud dan tujuan diadakan acara, sampai pada sumber anggaran acara tersebut. Tamu undangan yang hadir sebanyak kurang lebih 350 orang yang terdiri dari Drs. Suko Wiyono, M.M selaku Sekda Kabupaten Pacitan, Kepala Dinas Pendidikan yang diwakili oleh Ibu Eko Warsa Nurasi, Warito, S.H selaku Kepala Dinas Perpustakaan Pacitan, Kepala Sekolah SD, SMP, SMK se-Donorojo, perwakilan siswa-siswi, perwakilan Guru, pengelola perpustakaan, sebagian perangkat Desa maupun perangkat Kecamatan, mahasiswa-mahasiswi STKIP PGRI Pacitan, dan perwakilan dari Dinas Perpustakaan Pacitan termasuk Drs. Nurhadi selaku Kabid Pembinaan, Edi Sukarni, S. Sos, M. Pd selaku Kabid Layanan & Koleksi, Daimah, S. Pd selaku Kasi Koleksi, Joko Wahyudi, S.Pd selaku Kasi Layanan&Otomasi, Sri Handayani, dan sebagian staff lainnya.

Asisten III (Bapak Drs. Sakundoko, M.Pd) mewakili Sekretaris Daerah membuka acara dan memberikan sambutan di depan para undangan dengan memberikan sebuah kalimat mutiara indah “ Dengan Agama hidup menjadi terarah, dengan ilmu hidup menjadi mudah, dengan seni hidup menjadi indah “. Beliau juga berpesan kepada para undangan agar mampu membudidayakan gemar membaca melalui perpustakaan, sehingga mampu meningkatkan jumlah prosentase pengunjung perpustakaan dari sebelumnya.

Adapun narasumber acara tersebut adalah Dr. Suyatno (Kepala UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno Blitar) dengan mengambil tema Nasionalisme Indonesia dan Idealisme Bung Karno, Eko Warsa Nurasi dengan tema Gerakan Literasi Sekolah, Warito, S. H dengan tema Strategi dan Peran Dinas Perpustakaan Kabupaten Pacitan dalam Mencerdaskan Bangsa Serta Membangun Semangat Nasionalisme Indonesia.

Perlu diketahui bahwa Dr. Suyatno adalah orang asli dari Kecamatan Donorojo, jadi merupakan suatu kebanggaan tersendiri acara ini diselenggarakan di tanah kelahiran beliau.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab dari para tamu yang hadir kepada narasumber. Dan kesempatan ini dimanfaatkan juga oleh beberapa mahasiswa STKIP untuk mengajukan beberapa pertanyaan. Bahkan ada salah satu dari mereka yang bernama Malikatul Jannah, mahasiswi semester 5 ini selain mengajukan pertanyaan, dia juga sempat membacakan sebuah puisi yang menyinggung tentang perbedaan Soekarno di jaman dulu dan “ Soekarno – Soekarno modern “ yang hidup di jaman sekarang ini.

(Penulis : Ryu Surya / Video Editing : Nisha Ayu/ Doc. Video & Photo : Nisha Ayu & Ryu Surya / Dinas Perpustakaan Kabupaten Pacitan)

(Diskominfopacitan)

Semua Komponen Harus Bersatu

Untuk mewujudkan pendidikan usia dini yang baik dan membentuk anak didik berkarakter, masing-masing komponen pendukungnya harus bersatu. Itu disampaikan Bupati Pacitan Indartato ketika membuka kegiatan gebyar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam rangka Hari Anak Nasional (HAN) di halaman pendapa kabuparen, Selasa (7/8/2018). “Setiap komponen harus saling bersatu. Untuk mewujudkan pendidikan lebih baik dan anak didik yang berkarakter. Sehingga berguna bagi agama, bangsa, dan negara,” ujarnya.

Selain itu, bupati menekankan agar selalu menghormati perbedaan. Sehingga menjadi modal untuk mencapai tujuan bersama.

Kepala Dinas Pendidikan Daryono menjelaskan tema peringatan HAN tingkat kabupaten tahun ini adalah “Gerakan Layanan PAUD Berkualitas Untuk Mewujudkan Peserta Didik Berkarakter”. Sedangkan secara nasional bertema “Anak Indonesia Anak Genius (Gesit, Empati, Berani, Unggul, dan Sehat)”. “Kegiatan ini merupakan agenda tahunan Dinas Pendidikan bersama dengan pihak-pihak lain terkait,” kata dia.

Gebyar PAUD kali ini diikuti 1.200 peserta didik dan 1.000 tenaga pendidik dari lembaga pendidikan usia dini diseluruh wilayah Kabupaten Pacitan. Selain diisi dengan tampilan budaya, pada acara tersebut juga diserahkan penghargaan untuk lembaga PAUD maupun tenaga pendidik berprestasi . (humaspacitan/diskominfopacitan)

Sambutan Hangat Iringi Kunjungan Indartato di Bintan

Bupati Pacitan mendapatkan penghargaan dari Bupat Bintan, Kepri. (Foto: Humas/Red)

BINTAN – Bupati Pacitan Indartato bersama sejumlah rombongan Pemkab Pacitan menggelar kunjungan ke Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau pada Jumat (3/8/2018) malam WIB.

Dalam ramah tamah yang digelar di Ballroom Nirwana Gardens Kawasan Wisata Lagoi tersebut, Bupati Indartato menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat tuan rumah.

“Terharu saya bersama rombongan dengan penyambutan yang diberikan pada kami. Jujur, saya pribadi malah banyak belajar dari berbagai program Pemerintah di sini,”kata Indartato saat menyampaikan sambutannya.

Dalam kesempatan tersebut, Indartato banyak mempelajari program-program kemasyarakatan yang ada di Bintan.

“Kalau untuk MoU atau kerjasama, mudah-mudahan ke depan kita bisa menjalin kerjasama itu dalam semua bidang,”kata dia.

Sementara, Bupati Bintan Apri Sujadi dalam sambutannya mengatakan bahwa dirinya banyak mempelajari berbagai hal dari Kabupaten Pacitan. Hal itu semua didapat saat dirinya sempat berkunjung ke Pacitan pertengahan Mei lalu.

Selain itu, secara pribadi dirinya juga banyak belajar dari sosok Indartato selaku Bupati Kabupaten Pacitan.

“Saya pribadi banyak belajar dan banyak mendapat motivasi dari sosok Pak In. Kedepannya semoga Bintan dan Pacitan bisa terus berhubungan baik bahkan bisa terus terikat dalam kerjasama yang membangun,”kata dia. (Humas/pacitanku/diskominfopacitan)

Sisihkan Kediri dan Mojokerto, Pacitan Raih Juara LCCK KIM Jatim

JUARA LOMBA. KIM Pena Pacitan berhasil meraih juara I Lomba LCCK Jatim. (Foto: Dok KIM Pena)

Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Pena dari Desa Ngumbul, Kecamatan Tulakan, Pacitan berhasil menjadi juara babak penyisihan Lomba Cerdik Cermat Komunikatif (LCCK) KIM Tingkat Provinsi Jawa Timur Grup B yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur pada Selasa (7/8/2018) kemarin di Mangrove Information Centre Rungkut, Kota Surabaya.
Anggota KIM Pena Pacitan, Frend Mashudi saat dihubungi Pacitanku.com pada Rabu (8/8/2018) di Pacitan menuturkan bahwa KIM Pena dari Kabupaten Pacitan mendapatkan nila tertinggi 243,68 menyisihkan KIM KPG Labu Ngasem, Kediri nilai 226,63, KIM Gayatri Kota Mojokerto 212,63 dan KIM BL Jaya Kabupaten Sampang dengan nilai 206,70.
Atas raihan tersebut, KIM Pena Pacitan berhasil mendapatkan penghargaan berupa piala dan uang pembinaan senilai Rp 5 juta. “Sesuai Tagline kami ‘berbagi cerita bersama warga’ KIM Pena merupakan medium interaksi saling berbagi informasi dengan warga, tempat yang diharapkan mampu menghadirkan kebebasan berekpresi, membuka ruang-ruang yang tersekat menjadi altar bagi lahirnya pemikiran-pemikiran kreatif dan terbuka,”kata dia.
Frend menceritakan sejarah lahirnya KIM Pena di Desa Ngumbul berawal dari pemberlakuan UU 6 Tahun 2014 tentang Desa, berbagai prakarsa-prakarsa inovasi bermunculan dari komunitas masyarakat. Beranggotakan tiga orang, yakni Frendh Mashudi, Miskun dan Mujari, KIM Pena yang lahir tanggal 16 Desember 2015 mengambil inisiatif untuk mengambil peran inovasi masyarakat. “Peran pemberdayaan, karena kami berpandangan desa merupakan ruang interaksi, aula besar yang didalamnya memiliki resources, tatanan, identitas, konstruksi, penyangga bagi keberlangsungan pembangunan,”ujarnya.
Lebih lanjut, pria yang juga seorang penulis buku ini berharap KIM Pena menjadi agen informasi untuk masyarakat desa Ngumbul khususnya dan dunia pada umumnya serta ikut berperan aktif dalam pengembangan kehidupan kemasyarakatan di desa Ngumbul. “Kehadiran KIM Pena ini juga mendapat suport sepenuhnya dari Diskomnfo Kabupaten Pacitan dengan menyediakan domain dan hosting bagi KIM PENA di laman www.kimpena.kabpacitan.id,”kata dia. (kimpena/pacitanku/diskominfopacitan)

Semua Komponen Harus Bersatu

Untuk mewujudkan pendidikan usia dini yang baik dan membentuk anak didik berkarakter, masing-masing komponen pendukungnya harus bersatu. Itu disampaikan Bupati Pacitan Indartato ketika membuka kegiatan gebyar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam rangka Hari Anak Nasional (HAN) di halaman pendapa kabuparen, Selasa (7/8/2018). “Setiap komponen harus saling bersatu. Untuk mewujudkan pendidikan lebih baik dan anak didik yang berkarakter. Sehingga berguna bagi agama, bangsa, dan negara,” ujarnya.

Selain itu, bupati menekankan agar selalu menghormati perbedaan. Sehingga menjadi modal untuk mencapai tujuan bersama.
Kepala Dinas Pendidikan Daryono menjelaskan tema peringatan HAN tingkat kabupaten tahun ini adalah “Gerakan Layanan PAUD Berkualitas Untuk Mewujudkan Peserta Didik Berkarakter”. Sedangkan secara nasional bertema “Anak Indonesia Anak Genius (Gesit, Empati, Berani, Unggul, dan Sehat)”. “Kegiatan ini merupakan agenda tahunan Dinas Pendidikan bersama dengan pihak-pihak lain terkait,” kata dia.

Gebyar PAUD kali ini diikuti 1.200 peserta didik dan 1.000 tenaga pendidik dari lembaga pendidikan usia dini diseluruh wilayah Kabupaten Pacitan. Selain diisi dengan tampilan budaya, pada acara tersebut juga diserahkan penghargaan untuk lembaga PAUD maupun tenaga pendidik berprestasi .

(arif/nasrul/juremi tomas/danang/humaspacitan/diskominfopacitan)

Geopark Night Specta, Kenalkan Budaya Geopark Kepada Masyarakat

Geopark Night Spectra yang digelar di kawasan Pantai Klayar, Donorojo, Sabtu (4/8/2018) menjadi media promosi dan pengenalan kepada masyarakat. Khususnya menyangkut budaya geopark di tiga kabupaten. Yakni Wonogiri (Jawa Tengah), Gunung Kidul (Yogyakarta), dan Pacitan (Jawa Timur). “Tujuannya mengenalkan budaya geopark kepada masyarakat. Dimana budaya geopark terdiri dari unsur geologi dan arkeologi,” kata Wakil Bupati Yudi Sumbogo saat membacakan sambutan Bupati Indartato.

Menurutnya, daerah-daerah yang berada dikawasan itu memiliki peran sendiri-sendiri dalam upaya pengembangan dan pelestarian kawasan taman bumi. Jika Kabupaten Gunung Kidul sebagai pintu gerbang, maka Wonogiri menjadi lokasi museum. Sedangkan Pacitan adalah etalasenya

Kegiatan budaya yang dihelat malam hari itu menampilkan beberapa seni tari. Diantaranya tari Surub dan Sekar Klayar. Dua tari produk dari kearifan lokal masyarakat sekitar pantai yang dikenal dengan seruling samuderanya itu.

Kepala Dinas Pendidikan Daryono menjelaskan jika agenda tersebut merupakan program tahunan hasil kesepakatan dari tiga kabupaten. Tujuannya memperkenakan pariwisata di tiga wilayah dan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.

(humaspacitan/DiksominfoPacitan)

LAUNCHING “ POJOK BACA “ SEBAGAI BENTUK KERJASAMA LAYANAN DINAS PERPUSTAKAAN PACITAN DENGAN RSUD dr. DARSONO PACITAN

Kerjasama Layanan Perpusda dengan RSUD dr. Darsono Pacitan akhirnya bisa terealisasi setelah sebelumnya sudah beberapa kali bertemu untuk melaksanakan koordinasi kerjasama di antara keduanya. Tepat tanggal 30 Juli 2018 bertempat di salah satu ruang tunggu pelayanan RSUD dr. Darsono untuk pertama kalinya Pojok Baca dibuka dan diresmikan. Launching ini dihadiri oleh dr. Imam Darmawan, M. Kes (Direktur RSUD dr. Darsono), Mamik Sulih Rahmanto, SKM, MM (Kabid Pengembangan RSUD dr. Darsono), Suyatmi, SKM., M.Si (Kasi Informasi & Pengaduan RSUD dr. Darsono), Warito, S.H (Kadin Perpusda), Edi Sukarni, S.Sos, M.Pd(Kabid Layanan&Koleksi), Nurhadi (Kabid Pembinaan), Daimah(Kasi Koleksi), Joko Wahyudi (Kasi Layanan&Otomasi), para staff Bidang Layanan & Koleksi Dinas Perpustakaan, para staff RSUD dr. Darsono Pacitan, dan para pengunjung yang sedang menunggu layanan di ruang tunggu pelayanan rumah sakit.
Sesuai kesepakatan bahwa pengadaan buku bacaan dibawakan oleh pihak Dinas Perpustakaan pada saat Launching. Dan peletakan buku pertama di dalam rak yang sudah tersedia dilakukan oleh Warito, S.H bersama dengan dr. Imam Darmawan, M. Kes sebagai perwakilan dari masing-masing kedua belah pihak.
Suyatmi, SKM., M.Si menyampaikan kepada pengunjung yang hadir “ Bapak Ibu sekalian, monggo dilihat di samping kanan Bapak Ibu tersedia rak yang isinya buku bacaan, ada buku tentang keagamaan, kesehatan dan lain sebagainya. Buku bacaan tersebut disediakan untuk Bapak Ibu sekalian untuk mengurangi kejenuhan saat menunggu layanan dan untuk menambah ilmu nggih ”.
Dalam kesempatan tersebut Mamik Sulih Rahmanto, SKM, MM dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada Dinas Perpustakaan Pacitan atas kerjasamanya karena mampu mendukung fasilitas yang ada di RSUD dr. Darsono dalam hal ini adalah pengadaan buku bacaan sejumlah 250 buku yang diletakkan di Pojok Baca ruang tunggu Pelayanan Poly RSUD dr. Darsono Pacitan.
Kami sempat mewancarai salah seorang pengunjung yang sedang menunggu antrian di ruang tunggu Layanan RSUD dr. Darsono yakni Harsini. Ibu tersebut setiap bulan harus melakukan rawat jalan. Launching “Pojok Baca” ini diapresiasi dengan baik oleh Harsini yang ternyata seorang pensiunan PNS. Dalam wawancara tersebut, Ibu yang saat itu mengenakan jilbab warna hitam berkata bahwa “ Tadi saya kira ada apa kok rame-rame pakai baju drill. Saya amati ada lemari yang isinya buku-buku. Ternyata mereka membuka perpustakaan kecil di sini. Ya Alhamdulillah kebetulan saya senang membaca, jadi sembari menunggu antrian, saya bisa baca-baca biar ndak bosen”.
“Pengadaan buku bacaan Pojok Baca di RSUD dr. Darsono Pacitan akan kami updates atau diperbaruai secara berkala tiap 3 bulan sekali” demikian penjelasan Kepala Bidang Layanan dan Koleksi, Bpk. Edi Sukarni, S.Sos.M.Pd.
Bagi pengunjung yang ingin meminjam buku bacaan yang sama dengan buku bacaan di Pojok Buku RSUD dr. Darsono dapat meminjam langsung di Dinas Perpustakaan Pacitan dengan mendaftar sebagai anggota Perpustakaan, dikarenakan sesuai aturan yang berlaku di Pojok Baca bahwa pengunjung di ruang tunggu layanan rumah sakit hanya dapat membaca buku yang ada tanpa diperkenankan untuk membawa pulang buku bacaan tersebut. (Penulis : Ryu Surya / Video Editing : Nisha Ayu / Doc. Video : Ryu Surya, Nisha Ayu Dinas Perpustakaan Pacitan & Mia RSUD dr. Darsono Pacitan / Dinas Perpustakaan Pacitan )

(DiskominfoPacitan)

Pisah Sambut Kajari Pacitan. Menyatukan Perbedaan, Optimalkan Kinerja

Pisah Sambut Kepala Kejaksaan Negeri Pacitan berlangsung khitmad di Pendopo Kabupaten. Adji Ariono SH kini memangku jabatan tertinggi di Kejari Pacitan menggantikan Rusli SH.

Agenda dihadiri Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRD, Sekda, Kapolres, Ketua Pengadilan Negri, KPAI Pacitan, Kejaksaan beserta pegawai dan Kasi. Serta Kajari baru dan Kajari lama.

Dalam sambutanya Adji Ariono mengucapkan banyak terimakasih telah diadakannya acara pisah sambut tersebut. Pihaknya mejelaskan pernah mancing di Pacitan ketika masih awal kuliah dulu. “Dan dinas pertama sya juga di Jawa,” tuturya dengan penuh kesiapan untuk memimpin Kejari Pacitan

Sementara itu disebelah pihak ucapan terimakasih megalir dari sabutan Rusli, SH. Selama 1tahun 9bulan dinas di Pacitan, keberhasilan yang diperoleh meurutnya adalah berkat kerjasama semua pihak. “Semoga ke depan bisa lebih baik juga sukses, dan saya siap kembali ke Pacitan,” ungkapnya membuktikan rasa hamdarbeni yang besar terhadap Pacitan.

Ucapan selamat datang tersampaikan penuh hormat oleh bupati Indartato. Pihaknya berharap Kajari baru krasan dan terus membangun kerja sama untuk lebih baik.”Dan terimakasih untuk pak Rusli. kita sudah betsama-sama bekerja. Walaupun peran masing-masing berbeda namun perbedaan itu adalah hal yang harus kita satukan,” tuturnya.

(Anjar/Budi/Riyanto/Diskominfo)

Pemahaman Gratifikasi Tata Kelola Pemerintah Daerah, Menuju Kebaikan Melalui Taat Peraturan

Agenda yang tercover dalam tema besar Pemahaman Gratifikasi dalam Tata Kelola Pemerintah Daerah, berlangsung lancar.  Bertempat di gedung Karya Dharma kamis 2/8, acara dihadiri Komisi 1 DPRD serta anggota DPRD Pacitan, Bupati, Aris Nurcahyono. dan Yusuf dari Deputi Bidang Penegahan Korupsi. Asisten II Kabupaten Pacitan dan Kepala OPD.

Secara tegas dan gamblang Bupati Indartato menyampakan keinginanya agar Pacitan lebih baik daripada yang lain. “walaupun saya bukan orang baik akan tetapi kami akan selalu menuju kebaikan menurut peraturan yang ada,” jelasnya.

Kemudian acara dilanjutkan dengan pemaparan dari KPK serta sesi tanya jawab. Semua Pihal berharap, setelah acara tersebut Pacitan akan lebih berkembag baik dan dapat berjalan sesuai peraturan.

(Anjar/Budi/Riyanto/Diskominfo)

Harus Saling Mendukung dan Menguatkan

Sebagai sebuah organisasi, aparat pemerintah harus saling mendukung dan menguatkan. Tujuannya tentu untuk mencapai tujuan bersama. Yakni penyelenggaraan pemerintahan yang baik untuk kesejahteraan masyarakat. Itu disampaikan Bupati Indartato saat melantik 159 orang pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan, Kamis (2/8/2018). “Jabatan adalah amanah. Ditempatkan dimanapun harus ikhlas. Insya Allah, Allah SWT akan memberikan yang terbaik,” katanya.

Dari total pejabat yang dilantik 158 orang merupakan pejabat administrator dan pengawas. Sedangkan yang satu orang merupakan pejabat fungsional.

(diskominfopacitan/humaspacitan)

Pembinaan Orientasi PMR, Untuk Kwalitas Dan Kuantitas Semakin Baik

Pembinaan Orientasi PMR Sekolah Tingkat MULA (SD/MI) WIRA (SMA,SMK/MA) kabupaten Pacitan dilaksanakan di Ruang BKM Timur PMI Pacitan. Bekal Palang Merah Remaja tersebut berlangsung 2 hari pada 1-2/8.

Dalam pembukaan acara turut hadir Sekda Sukowiyono selaku ketua PMI kab.Pacitan. Kepala Dinas Pendidikan. Kemenag.Pelatih PMI Jawa Timur. Pelatih PMI Kab.Pacitan. Dan pseserta Pembina PMR Sekolah Se-Kabupaten Pacitan.

Secara resmi acara dibuka Sekda pada Rabu 1 Agustus. Dalam sambutanya Sekda mengharapkan Peserta dapat mengikuti kegiatan sampai selesai. Pihaknya juga mengapresiasi secara kualitas kegiatan PMI Kab.Pacitan  sudah cukup memadai.

“Jenis tugasnya sangat mulia, diharapkan apa yang bapak ibu peroleh nanti untuk di teruskan di unit kerjanya masing. Pelatihan serta orientasi sangat penting dilaksanakan, dimaksutkan untuk selalu mengasah keahlian dan agar selalu tanggap” tuturnya.

Sekda juga bicara tentang anggaran akan selalu diusahakan, hal ini  karena keterbasan dana APBD dari Pemda belum maksimal. Kemudian berpesan juga tentang kwantitas, agar jumlahnya bertambah.

(Anjar/Budi/Riyanto/Diskominfo)

INFO PUSDATIN BPBD KAB.PACITAN

Mohon Ijin melaporkan Prakiraan Cuaca di Wilayah Kab. Pacitan untuk saat ini hingga beberapa jam kedepan

* RABU 01 Agustus 2018 Pkl.12:00 Wib*

sebagai berikut:

– Cuaca Cerah Berawan

– Suhu Udara 23°c – 28°c

– Kelembaban 58% – 80%

– Kecepatan angin 11 – 20 km/jam

– Angin berhembus dr Arah Tenggara

– Tinggi Gelombang / Ombak 2.50 – 4.0 M

* UNTUK SAAT INI CUACA TERPANTAU CERAH BERAWAN DI SELURUH WILAYAH KAB.PACITAN, DAN DARI HASIL PENGAMATAN SECARA VISUAL KONDISI CUACA SEPERTI INI DI PERKIRAKAN MASIH AKAN BERLANGSUNG HINGGA SORE HARI NANTI

* *DI HIMBAU UNTUK TETAP SELALU WASPADA TERHADAP PERUBAHAN CUACA SECARA SINGKAT DAN INTENSITAS ANGIN KENCANG SERTA PENINGKATAN KETINGGIAN GELOMBANG DI PERAIRAN SELATAN KAB.PACITAN *

BPBD KAB. PACITAN

Jl. Walanda Maramis No.09 Pacitan 63514

– Telp/Fax  : (0357) 886164

– Website  : http://bpbd.pacitankab.go.id/

– WA  : https://api.whatsapp.com/send?phone=62895396779371&text=

– Email  : bpbd.pacitan@gmail.com,bpbd_pacitan@yahoo.com

– FB  : https://www.facebook.com/groups/bpbd.pacitan/?fref=ts

Freq Repeater BPBD PCT  : Output : 17.030 Mhz*, Input : 16.530 Mhz, Tone : 11.48_

– Operator : RIDWAN FATCHUL R. – NICO PRASTYA

(diskominfopacitan)

Bupati : Semoga Menjadi Haji Yang Diteladani Masyarakat

Bupati Indartato ketika memberangkatkan jemaah dari pendapa kabupaten, Selasa (31/7/2018)

Para jemaah calon haji (JCH) asal Kabupaten Pacitan diharapkan menjadi sosok teladan sekembalinya dari tanah suci nanti. Itu disampaikan Bupati Indartato ketika memberangkatkan jemaah dari pendapa kabupaten, Selasa (31/7/2018). “Semoga jemaah calon haji yang berangkat menjadi teladan bagi masyarakat,” katanya.
Harapan itu bukan tanpa alasan. Sebab mereka yang berangkat menunaikan rukun Islam kelima tersebut berkeinginan menjadi haji yang mabrur. Tentu saja untuk meraihnya bukan perkara mudah karena tantangan dan ujian yang harus di hadapi. Maka sesampainya di tanah air harus mampu membumikan keshalehan yang dilakukan di tanah suci.
Menurutnya, naiknya jumlah JCH yang berangkat mengindikasikan kondisi sosial masyarakat di kota kelahiran Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, yang tenteram, adem, dan ayem.
Kepala Kantor Kementerian Agama M Nurul Huda menyebut tahun ini JCH yang berangkat sebanyak 239 orang. Terdiri dari jemaah laki-laki sebanyak 107 orang, sisanya perempuan. Jemaah tertua berusia 75 tahun dan termuda 27 tahun. Mereka masuk dalam kelompok terbang (kloter) 44 bersama jemaah asal Surabaya, Tuban, dan Bojonegoro. Setelah lebih dari sebulan di Arab Saudi, rencananya tanggal 11 September mereka akan tiba di tanah air. “Jemaah akan berangkat dari Juanda, Rabu (1/8/2018) sekitar pukul 19.30,” ucap dia.
Tahun ini pemberangkatan JCH ditanggung pemkab. Mulai dari transportasi ke Surabaya sampai seragam batik yang dikenakan. (arif/nasrul/juremi tomas/sopingi/danang/humaspacitan/diskominfopacitan)

 

Gotong Royong Masih Subur di Masyarakat

Bupati Indartato beserta rombongan pada peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-15 dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-46 di Desa Sukorejo, Sudimoro, Senin (30/7/2018)

Budaya gotong royong masih tumbuh dengan subur dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Pacitan. Namun demikian hal itu harus disempurnakan. “Gotong royong telah dituangkan dalam UUD 1945 dan dijabarkan dalam RPJMD didaerah,” kata Bupati Indartato pada peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-15 dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-46 di Desa Sukorejo, Sudimoro, Senin (30/7/2018). Penyempurnaan gotong royong sendiri dilakulan seiring dengan perkembangan zaman yang diikuti pula dengan dinamisnya kehidupan sosial masyarakat. Dengan demikian gotong royong akan selalu relevan dari generasi ke generasi.
Terkait HKG, bupati menegaskan, seluruh aktivitas diawali dari keluarga. Sehingga keluarga menjadi pondasi utama.

Sedangkan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pacitan Luki Indartato mengatakan organisasi yang dipimpinnya itu menjadi motor penggerak peran serta masyarakat dan keluarga. Sehingga kualitas hidup meningkat. “Namun demikian kader PKK jangan jumawa. Selaku relawan harus tetap rendah hati,” katanya.
Menurutnya, keluarga dan lingkungan menjadi benteng pertama dalam menjaga, menciptakan, dan mempertahankan kondisi masyarakat yang aman, tenteram, damai, dan sejahtera.

Rangkaian kegiatan BBGRM sendiri telah dilaksanakan selama sebulan penuh. Yakni mulai tanggal 1-31 Mei lalu. Ada empat bidang menjadi fokus gerakan gotong royong tersebut. Yakni bidang kemasyarakatan, sosial budaya, ekonomi, dan lingkungan. Pada puncak peringatan BBGRM dan HKG PKK itu pula diserahkan sejumlah penghargaan untuk desa berprestasi sebagai pelaksana gotong royong terbaik, juara lomba desa, penghargaan bagi ketua LPMD masa bakti 10 tahun, kader PKK 15 tahun, serta para juara lomba 10 program pokok PKK. (arif/nasrul/juremi tomas/danang/humaspacitan/diskominfopacitan).

KERJASAMA BIDANG LAYANAN DAN KOLEKSI DINAS PERPUSTAKAAN DENGAN MGMP BAHASA INDONESIA SMP

Bidang Layanan dan Koleksi Dinas Perpustakaan dalam mengenalkan perpustakaan ke khalayak umum untuk meningkatkan pengunjung perpustakaan dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya dengan melakukan kerjasama dengan berbagai organisasi yang ada di Kabupaten Pacitan. Memberikan kesempatan kepada organisasi-organisasi tersebut untuk mengadakan kegiatannya di kantor Dinas Perpustakaan Pacitan. Seperti pada Selasa, 24 Juli 2018, Bidang Layanan dan Koleksi Dinas Perpustakaan mengadakan kerjasama dengan MGMP Bahasa Indonesia SMP Kabupaten Pacitan dalam bentuk memfasilitasi tempat kegiatan untuk acara “Pertemuan Rutin & Halal Bihalal”. Ini bukanlah bentuk kerjasama pertama kali di antara kedua belah pihak. Sebelumnya ternyata MGMP sudah pernah melaksanakan kegiatan yang serupa di kantor Dinas Perpustakaan Kabupaten pacitan. Ketua MGMP Nurhadi Hariyanto, S. Pd memberikan sambutan pertama kali dan berurutan kemudian Edi Sukarni, S. Sos, M. Pd sebagai perwakilan Dinas Perpustakaan Pacitan, Sudjito, S. Pd sebagai Pembimbing MGMP, dan terakhir pemberian Tauziah oleh Uzt. H. Supriyono, S. Pd, M. Pd. Sehubungan dengan kerjasama antara keduanya, Edi Sukarni, S. Sos, M.Pd diberikan kesempatan untuk memberikan sambutan sekaligus nara sumber pelaksanan literasi di sekolah pada acara tersebut. Dalam kesempatan itu, Beliau menyampaikan selamat datang dan ucapan terimakasih karena MGMP tetap menjaga kerjasama dengan baik dengan Dinas Perpustakaan Pacitan. “ Untuk ke depannya Literasi akan ditekankan luar biasa di sekolah. Dari sekarang sesuai peraturan yang ada bahwa di sekolah harus digalakkan program membaca selama 15 menit sebelum pelajaran dimulai. Ada banyak pengertian literasi dari berbagai sumber, akan tetapi pengertian literasi di sekolah itu berbeda dengan pengertian yang ada secara universal. Literasi yang sebenarnya adalah menyangkut 3 komponen dasar antara lain pengetahuan, bahasa, dan budaya. Perlu Bapak dan Ibu ketahui bahwa literasi mempunyai peran yang sangat penting karena bisa mendongkrak ekonomi di lapangan, dengan literasi masyarakat akan menuntut dirinya sendiri menjadi manusia yang kreatif, inovatif dan otomatis akan menjadi manusia yang penuh produktifitas. Maka dari itu, Saya ingin Panjenengan semuanya bisa menjadi sponsor dan pioner dari arti Literasi di sekolah. “, tegas Edi Sukarni, S. Sos, M. Pd. “ Perpustakaan sebagai tempat kajian ilmu pengetahuan. Untuk itu Bidang Layanan dan Koleksi Dinas Perpustakaan mengambil kebijakan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yakni dengan mengadakan jam malam layanan sehingga masyarakat bisa berkunjung di Disperpusda saat malam hari. Selain itu Perpusda menambah fasilitas free Wifi, ruang yang nyaman ber-AC, fasilitas komputer untuk internet, dan penambahan buku bacaan. Kondisi tersebut juga secara tidak langsung mengurangi “demam nongkrong” kawula muda di jaman sekarang di tempat-tempat yang notabene kurang baik karena mereka terlalu banyak menghabiskan waktunya seperti mencari wifi di tempat nongkrong”, lanjut Edi Sukarni, S. Sos, M. Pd. Pada acara kali itu, Nurhadi Hariyanto, S. Pd mewakili seluruh anggota MGMP menghaturkan banyak terimakasih kepada Dinas Perpustakaan Pacitan karena selalu diberikan bantuan dalam memfasilitasi kegiatan mereka di kantor Perpusda Pacitan. Tak lupa Beliau mengutarakan harapan dan doanya semoga Dinas Perpustakaan Pacitan semakin maju, semakin lengkap fasilitasnya sehingga masyarakat umum semakin tertarik untuk berkunjung.

(Penulis : Ryn Surya ; Video Editing : Nisha/ Dinas Perpustakaan Pacitan/ Diskominfo Pacitan)

LOMBA BERCERITA TINGKAT PROVINSI JAWA TIMUR

Bertempat di ruang layanan Dinas Perpustakaan Pacitan pada tanggal 20 Juli 2018 jam 09.00 pagi, telah diadakan gladi bersih lomba mendongeng tingkat provinsi Jawa Timur. Gladi bersih ini dilakukan untuk melihat sejauh mana persiapan dari peserta lomba bercerita yang diwakili oleh Dian Telasih siswi kelas 4 dari SDN Borang I Kecamatan Arjosari Kabupaten Pacitan. Sebelumnya pada bulan Februari 2018 yang lalu, Dian Telasih berhasil meraih juara I lomba mendongeng tingkat SD se-Kabupaten Pacitan setelah mengalahkan 20 peserta lainnya. Kala itu Dian masih duduk di kelas 3 SD, dia termasuk salah satu peserta yang paling kecil. Bagaimana tidak, peserta lainnya rata-rata duduk di kelas 4 dan kelas 5 SD. Gladi bersih tersebut dihadiri oleh Guru pembimbing Dian (Nanik Sugiati, S.Pd), pelatih Dian (Ibu Mamuk), Kepala SDN Borang I (Nunuk Kusrini, S.Pd, M.Pd), Orang tua Dian (Muryati), Kadin (Warito, S.H) dan seluruh staff Dinas Perpustakaan Pacitan yang ikut memberikan support untuk Dian. Selain untuk memberikan support, para staff Disperpusda diberikan kesempatan untuk mengkoreksi dan memberikan masukan terhadap penampilan Dian. Dian Telasih akan membawakan sebuah cerita rakyat berjudul “Dewi Sekartaji” asli dari Kabupaten Pacitan, tepatnya Desa Sekar Kecamatan Donorojo. Sebuah cerita rakyat yang kini menjadi adaptasi dari salah satu upacara adat yang dikenal dengan nama “Ceprotan”. Warito, S.H mengatakan “ Pada dasarnya sudah bagus, hanya perlu dikuatkan lagi karakter masing-masing tokohnya, masih ada beberapa hari ke depan untuk latihan lebih baik lagi, tolong dimanfaatkan betul-betul waktunya “. Banyak yang berdecak kagum dengan penampilan anak kecil ini dikarenakan dengan usia yang masih sangat kecil tapi Dian mampu bercerita dengan baik dan bisa membawakan berbagai karakter dalam satu waktu. Kemarin tanggal 24 Juli 2018, di Surabaya tepatnya di Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, Dian mengikuti perlombaan bercerita dengan didampingi kedua orang tuanya, guru pembimbing, pelatih, Kepala SDN Borang I, dan Kepala Bidang Pengembangan (Suko Wiyono, ), beserta para staff Bidang Pengembangan Disperpusda (Ibu Sri Hartatik, Ibu Sri Setyorini, Ibu Nana, Ibu Asih, dan Ibu Yayas).

(Penulis : Ryn Surya ; Video Editing : Yusnafiza ; Doc Photo & Video : Nisha, Tegar, Yusnafizha/ Dinas Perpustakaan Pacitan/ DiskominfoPacitan)

Upacara Adat Jangkrik Genggong

Upacara ini merupakan adat bersih Dusun Tawang Desa Sidomulyo Kecamatan Ngadirojo Pacitan.

Prosesinya dimulai dengan acara seremonial pembukaan. Kemudian setelah tabuh jam 15.00, dilanjutkan acara kirab sedekah laut. Malamnya dilanjutkan kesenian tari-tarian.

Acara adat Jangkrik Genggong dilaksanakan setiap hari Anggara Kasih (Selasa Kliwon) di bulan Longkang. Lokasi pelaksanaan di Kawasan TPI Tawang Desa Sidomulyo

(Humaspacitan/Diskominfopacitan)

Tiga Kwartir Ranting Tergiat Peroleh Penghargaan

Pengurus pramuka tingkat kecamatan yang giat melaksanakan kegiatan kepanduan mendapatkan apresiasi. Mereka memperoleh penghargaan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan pada gelaran musyawarah cabang gerakan pramuka kwarting cabang Pacitan di pendapa kabupaten, Rabu (25/7/2018). Ketiga kwartir ranting (kwaran) tersebut adalah Pringkuku, Tegalombo, dan Ngadirojo.

Menurut Bupati Indartato apa yang diajarkan dalan gerakan kepramukaan sejalan dengan upaya pemerintah mengedepankan pendidikan karakter. Seperti yang tertuang pada UU nomor 20/2003 tantang Sistem Pendidikan Nasional. Dimana muara dari proses pendidikan adalah pembentukan mental yang lebih baik.

Kaitannya dengan peran daerah, pihaknya harus menjamin keberlangsungan kegiatan kepramukaan dan membimbing serta mengarahkan agar terus berkelanjutan. “Ketiga adalah membantu ketenagaan, dana, dan lain sebagainya,” terang bupati.

Muscab tahun ini dihadiri oleh Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur, AR Purmadi. Diikuti 65 orang peserta perwakilan dari masing-masing kwaran dan kwarcab.

(Diskominfo/humaspacitan).

Study Teknis Kominfo Ngawi tentang Pembangunan Fiber Optik

Membawa misi Study Teknis, Rabu 25/07   4 orang Dinas Kominfo Kab. Ngawi Serta 1 Orang Dari Telkom berkunjung ke ruang server dan tele center Diskominfo Pacitan. Hal ini dilakukan terkait rencana pembangunan Fiber Optik di wilayah Kab. Ngawi.

Rachmad Dwiyanto selaku kepala dinas Kominfo Pacitan menyambut baik kunjungan tersebut dan mengucapkan banyak terimakasih. “Kerjasama yang baik, saling mendukung untuk kebaikan bersama”,tandasnya.

Kedepan  pihaknya berpesan agar komunikasi antar dinas semakin baik. Sehingga apapun yang akan dilakukan berdasarkan pembangunan akan semakin tepat sasaran, dan menguntungkan semua pihak.

(Anjar/Budi/Riyanto/Diskominfo)

HUT KNPI, Pemuda Handal Pemuda Berbudaya Nusantara

Di awali dengan parade kirab wayang, Resepsi Hut KNPI kabupaten Pacitan berlangsung semarak. Acara di alun-alun kota yang  bertajuk budaya nusantara diramaikan dengan pagelaran wayang kulit dalam agenda Parade Dalang Muda Nusantara. Sebayak 23 dalang akan tampil pada 23-24/7.

Pada ceremonial pembukaan Parade tersebut dihadiri Wabup Yudi Sumbogo, H. Gepeng Sudibyo sesepuh pendiri DPD KNPI Kab.Pacitan tahun 1973. Sekda suko Wiyono, Asisten Bupati, Forkopimda, Beberapa OPD,Ketua DPD KNPI Pacitan Mohammad Rofikin. Serta Nyi Sukesi juga sebagai bintang tamu dalam acara tersebut.

Dalam sambutanya ketua DPD KNPI Pacitan berharap masyarakat khususnya pemuda mencintai, melestarikan, dan mempelajari budaya nusantara. Gepeng sebagai sesepuh menceritakan sejarah berdirinya KNPI. Kemudian berpesan bahwa jatuh bangunnya satu bangsa berasal dari membina pemudanya. “galangen pemuda Pacitan, dadikno pemuda yang handal” ujarnya bersemagat dan penuh harap.

Beberapa dalang kondang jebolan ISI Surakarta juga tampil dengan lakon Sang Tetuko. Mereka diantaranya Ki Cahyo Kuntadi, Ki  Haryo Lukito, Ki Nanang, Ki Gendut Dalang Berijazah dan lainnya.

(Budi/Anjar/Riyanto/Diskominfo)

Minimalisir Dampak Gelombang Tinggi, Pemkab Tata Lagi Pesisir

Gelombang dan ombak tinggi yang melanda kawasan pesisir Kabupaten Pacitan tidak hanya berdampak pada penghasilan nelayan. Tetapi juga wisata. Salah satunya di Pantai Klayar, Kecamatan Donorojo. Akibat fenomena alam tersebut sejumlah infrastruktur pariwisata rusak. “Kedepan akan kita tata. Agar tidak menimbulkan korban,” kata Bupati Indartato ketika meninjau lokasi tersebut, Selasa (24/7/2018) pagi.

Kerusakan setidaknya terlihat dari beberapa warung milik masyarakat disisi timur. Berdekatan dengan titik seruling samudera. Untuk mengantisipasi gelombang susulan pemilik warung telah memasang tanggul dari kantong-kantong pasir. Meski upaya itu tidak sepenuhnya dapat meredam dampak gelombang, tapi setidaknya dapat meminimalisir kerusakan.

Menurut bupati upaya penataan tidak hanya pada letak bangunan pendukung wisata saja. Tetapi juga dari sisi manajemen sosial. Karena itu pemkab mengajak dan mengikutsertakan para pemangku kebijakan tingkat lokal. “Kita bersama-sama dengan dinas, kecamatan, dan desa mengupayakan penataan. Demi keselamatan wisatawan dan warga,” ucapnya.

Meski gelombang dan ombak besar tengah melanda selatan pesisir Jawa, termasuk Kabupaten Pacitan, tetapi pemkab tidak menutup lokasi wisata pantai. Hanya saja para pelancong diharapkan berhati-hati ketika berada di pinggir pantai.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Endang Surjasri menyebut jika munculnya ombak besar menjadi perhatian lebih pihaknya. “Dampak untuk kunjungan wisatawan tidak ada. Tapi menjadi tugas berat kita untuk memberikan warning pada wisatawan agar selalu berhati-hati,” tandasnya.

Diakuinya, memberikan pemahaman bahaya berenang di laut kepada pengunjung bukan hal mudah. Karena mereka datang ke pantai memang untuk bermain dengan ombak.

(humaspacitan/Diskominfo)

Hari Bakti Adhiyaksa, Satu Misi Tingkatkan Dedikasi

Memulihkan kepercayaan masyarakat melalui konsolidasi,evaluasi,intropeksi diri,optimalisasi dan peningkatan dedikasi. Itulah visi yang diusung bersama dalam peringtan Hari bakti Adhyaksa ke -58 23/7 di Hotel Permata.

Acara dihadiri Wabub Yudi Sumbogo, Wakpolres beserta ibu, Kasdim beserta ibu, Ketua PN Pacitan beserta ibu, Ketua DPRD, Jaksa Pacitan beserta ibu, Karyawan kryawati kejaksaan Pacitan, Purn. Kejaksaan Pacitan, Kalapas serta Para Hakim Pacitan.

Sambutan Bupati Indartato yang di wakilkan Wabup megucapkan selamat Hari Bakti Adhiyaska. Harapan ke depan Kejaksaan Pacitan menjadi lebih baik. “Kedepan harapannya lebih baik, bersama berbenah untuk Pacitan,” ungkap Wabub.

Acara diteruskan dengan pemberian tali asih untuk 2 Purn. kejaksaan yakni Sukartini dan Sukawit. Serta santunan pendidikan untuk anak pegawai kejaksaan Pacitan Arlex dan Ari.

(Anjar /Budi Riyanto/Diskominfo)

Gelombang Tinggi Pantai Selatan

PRESS RELEASE Berdasarkan hasil rilis BPBD Kab. Pacitan terkait Peringatan Dini Cuaca Kabupaten Pacitan tanggal 19 Juli 2018 yang merujuk pada prakiraan cuaca dan tinggi gelombang dari BMKG, bahwa tinggi gelombang di perairan selatan Jawa diperkirakan mencapai ketinggian 5-6 meter dan diperkirakan akan terjadi sampai tanggal 24 Juli 2018. Berkaitan dengan hal tersebut, DIHIMBAU, sekali lagi DIHIMBAU kepada para wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata pantai di Kabupaten Pacitan hal-hal sebagai berikut:

1. TIDAK BERENANG di Pantai.

2. Bagi wisatawan yang ingin ber-swafoto / selfie diharap tidak terlalu dekat dengan bibir pantai ataupun daerah sapuan ombak.

3. Bagi wisatawan yang ingin berkemah diharapkan agar tidak terlalu dekat dengan bibir pantai.

4. Selalu menjaga keamanan dan keselamatan masing-masing.

(KadisparporaPacitan/Diskominfo Pacitan)

INFO PUSDATIN BPBD KAB.PACITAN

Peringatan dini Cuaca Kabupaten Pacitan untuk hari ini Rabu 18 Juli 2018
sebagai berikut:
– Cuaca Umumnya Cerah
– Suhu Udara 20°c
– Kelembapan 89%
– Kecepatan Angin 9 km/jam
– Angin Berhembus dari Tenggara
– Ketinggian Gelombang 3.5- 4 m
– CUACA SAAT INI UMUMNYA CERAH
– PRAKIARAAN CUACA
-SIANG CERAH BERAWAN
-MALAM BERAWAN
Sumber bmkg.go.id
– DI HIMBAU UNTUK TETAP SELALU WASPADA TERHADAP PENINGKATAN KECEPATAN ANGIN & TINGGI GELOMBANG / OMBAK YANG TERJADI DI SEPANJANG WILAYAH PERAIRAN KAB PACITAN
Operator:
1. Muhammad Rosyid
2. Davit Y.T
BPBD KAB. PACITAN
Jl. Walanda Maramis No.09 Pacitan 63514
– Telp/Fax: (0357) 886164
– Website : http://bpbd.pacitankab.go.id/
– WA : 0895396779371
– Email : bpbd.pacitan@gmail.com,bpbd_pacitan@yahoo.com
– FB : Bpbd Kabupaten Pacitan
– Freq Repeater BPBD PCT : Output :17.030 Mhz, Input : 16.530 Mhz, Tone : 11.48

(BPBDPacitan/Diskominfopacitan)

Puluhan UKM dan Koperasi Dapat Kucuran Dana Bergulir Miliaran Rupiah

Sebanyak 76 unit Usaha Kecil Menengah (UKM) dan delapan koperasi di Kabupaten Pacitan mendapatkan kucuran dana bergulir guliran II tahun 2018. Nilai totalnya mencapai lebih dari Rp 2 miliar. Penyerahan secara simbolis dilakukan di halaman pendapa kabupaten usai upacara peringatan Hari Koperasi Nasional ke-71 dan Hari Keluarga Nasional ke-25, Selasa (17/7/2018).

Saat membacakan sambutan Menteri Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Bupati Indartato mengatakan pemerintah terus mendorong upaya pemanfaatan dan optimalisasi pemanfaatan teknologi digital bagi pelaku bisnis koperasi dan UMKM. Sehingga gerakan koperasi Indonesia dapat memanfaatkan teknologi digital. “Pemerintah akan terus hadir dan berkomitmen dalam membina koperasi melalui berbagai kebijakan dan program. Kebijakan pemerintah terutama sebagai upaya untuk menciptakan iklim dan kondisi yang mendorong pertumbuhan dan pemasyarakatan koperasi,” katanya.

Sehubungan dengan itu, sedikitnya ada empat hal yang perlu diselenggarakan pemerintah pusat, propinsi, dan kabupaten/kota. Pertama pemerintah memberikan kesempatan usaha yang seluas-luasnya kepada koperasi. Kedua, pemerintah meningkatkan dan memantapkan kemampuan koperasi agar menjadi koperasi yang sehat tangüh dan mandiri, serta ketiga, pemerintah mengupayakan tata hubungan menguntungkan antara koperasi dengan badan usaha lainnya.

Sedangkan terkait dengan Hari Keluarga Nasional, bupati berharap agar peringatan tersebut benar-benar bisa dinikmati oleh seluruh keluarga Indonesia, menggunakan waktu sepenuhnya bersama keluarga. Keluarga berkumpul,bersosialisasi, berinteraksi, berdaya, serta peduli dan berbagi.” Dengan tagline “Cinta Keluarga Cinta Terencana”. Yang memiliki maksud pentingnya mencintai dalam keluarga dan pentingnya perencanaan dalam membangun keluarga,” harapnya.

Pada kesempatan itu pula diserahkan piagam penghargaan Dharma Karya Kencana BKKBN Nasional kepada Kepala OPD Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Perlindungan Perempuan dan Anak dr. Tri Hariadi Hendra Purwaka. Penghargaan diberikan karena dianggap mampu menggerakkan program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga untuk mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera.

Selain itu secara simbolis juga diserahkan sertifikat nomor induk koperasi, pelatihan kewirausahaan didaerah paska bencana kepada 40 UKM, dan pelatihan  vocasional pada daerah paska bencana kepada koperasi  dan UKM dengan jumlah masing-masing 20 unit. (humaspacitan/DiskominfoPacitan)

MONITORING PELAYANAN PERPUSTAKAAN DESA

Dalam rangka monitoring pelayanan perpustakaan desa, Bidang Layanan dan Koleksi Dinas Perpustakaan Kabupaten Pacitan yang diwakili oleh Edi Sukarni, S.Sos, M.Pd (Kabid), Iis Saputri (Staff) dan Fajar Setyo Nugroho (Staff) melakukan kunjungan ke Desa Klepu, Desa Ketanggung, dan Desa Karangmulyo yang berada di Kecamatan Sudimoro Kabupaten Pacitan ( Selasa, 10 Juli 2018 ).

Mereka diterima dengan sangat baik oleh perangkat desa masing-masing desa tersebut. Kunjungan pertama dengan “ sowan “ ke desa Klepu dan rombongan bertemu dengan Ibu Siti Supadmi (Kepala Desa Klepu) serta perangkat Desa Klepu lainnya. Dilanjutkan secara berturut-turut berikutnya ke desa Ketanggung lalu desa Karangmulyo. Di Desa Ketanggung bertemu dengan semua perangkat desa termasuk Bapak Riyono (Kepala Desa Ketanggung), begitu pula ketika sampai di desa Karangmulyo pun bisa bertemu langsung dengan Bapak Suinarlan (Kepala Desa Karangmulyo).

Dari hasil monitoring diketahui bahwa ketiga desa tersebut belum mempunyai perpustakaan desa. Sedangkan berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah Nomor 3 Tahun 2001 tentang Perpustakaan Desa/Kelurahan dituliskan bahwa dalam rangka mencerdaskan dan memberdayakan masyarakat, serta menunjang pelaksanaan pendidikan nasional, perlu dikembangkan salah satu sumber berlajar bagi masyarakat dalam bentuk Perpustakaan Desa/Kelurahan. Melihat kondisi di lapangan, Edi Sukarni, S. Sos, M.Pd mendorong perangkat desa tersebut untuk perlahan membangun perpustakaan desa. Dalam kesempatan itu pula beliau menjelaskan bahwa dengan adanya perpustakaan desa yang dibangun dengan fasilitas yang baik, nyaman dan menarik maka akan mengurangi kecanduan anak terhadap dampak negatif kemajuan tekhnologi, dalam hal ini utamanya kecanduan games di HP. Anak-anak di pedesaan harus diperkenalkan dengan perpustakaan sejak usia dini, agar kelak mereka terbiasa membaca buku, bahkan bisa mencintai buku. Pepatah berkata bahwa “ Tak Kenal Maka Tak Sayang”, demikian juga dengan anak-anak dan masyarakat di desa, mereka akan menggemari buku dengan mengenal perpustakaan yang ada di desa mereka nanti.

Dengan adanya perpustakaan desa, diharapkan masyarakat akan mendapatkan banyak pengetahuan baru dari bacaan mereka yang tersedia di perpustakaan desa, sehingga mereka akan mendapatkan ide-ide kreatif dan inovatif yang menguntungkan bagi masyarakat dan untuk pembangunan desa. Perpustakaan desa bisa menjadi wadah pengembangan produk masyarakat desa yang bisa menjadi jembatan untuk mempromosikan produk-produknya melalui perpustakaan desa, misalnya dengan menjual produk di pojok ruang perpustakaan.

Edi Sukarni, S.Sos, M.Pd mengatakan “ Pemerintah Desa bisa menyelenggarakan perpustakaan secara bertahap, sesuai dengan kemampuan desa masing-masing. Yang penting kita sudah punya konsep pengembangan perpustakaan desa kedepan. Untuk pelaksanaanya menyesuaikan dengan kebutuhan prioritas di desa. Selain itu Kami juga mengadakan pelatihan gratis untuk pengurus perpustakaan desa yang ingin belajar mengenai manajemen perpustakaan baik pengolahan maupun pengelolaan perpustakaan.”

Perangkat desa dari ketiga desa yang dikunjungi oleh Dinas Perpustakaan Kabupaten Pacitan hari itu merespon dengan baik tujuan dari monitoring pelayanan perpustakaan desa dan berharap monitoring tersebut akan rutin dilaksanakan oleh pihak Dinas Perpusda sehingga nantinya mampu memberikan motivasi dan pembinaan untuk perpustakaan desa. (Penulis : Ryn Surya ; Video’s Editor : Nisha Permana ; Doc Photo&Video : Iis Saputri&Fajar S.N /Dinas Perpustakaan Kab.Pacitan/DiskominfoPacitan)

KERJASAMA PELAYANAN DAN PEMBINAAN BIDANG LITERASI DALAM PENINGKATAN MINAT BACA SISWA DAN MASYARAKAT LUAS

Senin (02 Juli 2018 ), Dinas Perpustakaan Kabupaten Pacitan ( diwakili oleh Warito, SH selaku Kadin,  Edi Sukarni selaku Kabid Layanan dan Koleksi, Nurhadi selaku Kabid Pembinaan, Daimah selaku Kasi Koleksi, dan Joko Wahyudi selaku Kasi Pelayanan dan Otomasi) melakukan kunjungan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan dan Rumah Sakit dr. Darsono Pacitan. Kunjungan pertama diadakan di Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan dengan tujuan mengajukan kerjasama pelayanan dan pembinaan bidang literasi dalam peningkatan minat baca siswa. Rombongan Kami diterima dengan sangat baik oleh Daryono selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan, Anna Sri Mulyati selaku Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan beserta para staf yang berada di ruang tunggu pelayanan saat itu.

Pembicaraan diawali dengan “Kolonuwun” oleh Warito, SH (Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Pacitan), dilanjutkan dengan penjelasan pengajuan bentuk kerjasama oleh Edi Sukarni (Kabid. Layanan dan Koleksi Disperpusda) dan Nurhadi (Kabid. Pembinaan).

Edi Sukarni mengatakan , ” Setelah upaya peningkatan literasi dari tingkat TK – SMA yang dilakukan sejak 1 tahun  lalu, hasil analisis ditemukan bahwa program minat baca siswa masih tergolong rendah. Sedangkan saat minat baca anak atau siswa tinggi, maka akan mudah untuk menerima pelajaran yang diberikan di sekolah.  Untuk itu kita perlu memberikan dorongan kepada 3 pilar yakni siswa, manajemen sekolah, dan orang tua. Pada kenyataannya selama satu tahun ini anak-anak masih terlalu terpengaruh dengan efek negatif tekhnologi utamanya HP. Demi peningkatan minat baca siswa maka perlu diadakan kerjasama dalam 3 bidang yakni pelayanan, pengembangan dan pembinaan perpustakaan. Kami mohon ijin kepada Dinas Pendidikan untuk melaksanakan program ini di sekolah-sekolah mengingat lembaga tersebut berada di bawah naungan Dinas Pendidikan. “

Bapak Daryono (Kadin Dinas Pendidikan) menerima dengan senang hati bentuk kerjasama yang diajukan oleh pihak Dinas Perpustakaan Daerah Kabupaten Pacitan seperti yang diungkapkan beliau, ” Kerjasama dan kolaborasi dalam bentuk apapun oke-oke saja. Saya atas nama Dinas Pendidikan merasa senang menerimanya sepanjang hal tersebut untuk meningkatkan kualitas pendidikan agar lebih maju. Kami selalu open, dan bisa kita bicarakan lebih lanjut secara tekhnis agar sesuai aturan. Bagaimanapun juga Dinas Pendidikan adalah dinas yang membawahi perpustakaan yang ada di sekolah-sekolah. Untuk itu kerjasama ini harus ada pembagian tugas dengan baik antara Dinas Pendidikan dan Dinas Perpustakaan Kab Pacitan.”

Berhubungan dengan masalah tentang dampak negatif kemajuan tekhnologi ( utamanya HP ), Ibu Anna Sri Mulyati menjawab , ” Kita tidak bisa menghindari kemajuan tekhnologi itu sendiri karena jika Kita menghindari maka kita akan ketinggalan jaman. Yang harus kita lakukan adalah menggunakannya dengan bijak.”

Menanggapi hal tersebut Edi Sukarni menambahi , “Benar Bu, kita tidak boleh melarang penggunaan teknologi. Yang dapat kita berikan kepada siswa dan orangtua mereka adalah penanaman pengertian, mana yang boleh dilihat mana yang tidak. Mana yang baik mana yang buruk, sehingga siswa dengan kesadarannya sendiri mampu memfilter dirinya sendiri terhadap tekhnologi yang digunakannya. Serta mampu memahami dan membagi waktu mereka untuk belajar, membantu orang tua, dan bermain serta menggunakan teknologi itu sendiri”.

Kunjungan kedua dilakukan di Rumah Sakit dr. Darsono Kabupaten Pacitan dengan tujuan melanjutkan pembicaraan mengenai pengadaan Taman Baca Masyarakat atau Pojok Baca yang ditempatkan di salah satu sudut ruang tunggu yang ada di RS. dr. Darsono Pacitan. Ibu Suyatni selaku Kasi Informasi di RS. dr. Darsono menjelaskan bahwa persiapan sudah hampir selesai tinggal menunggu penentuan hari launching. Pak Edi Sukarni pun menjelaskan bahwa buku-buku yang akan ditempatkan di pojok baca tersebut akan diserahkan tepat pada saat launching.

Kunjungan terakhir ( 04 Juli 2018 ) adalah ke Kemenag dengan menemui Bapak M. Nurul Huda sebagai Kepala Kemenag. Hasil yang didapatkan dari kunjungan tersebut adalah disepakatinya kerjasama yang  baik antara Dinas Perpustakaan dan Kemenag Kab. Pacitan tentang upaya peningkatan minat baca siswa melalui 2 program yaitu pelayanan perpustakaan keliling dan program peningkatan literasi di MI, Mts, dan MA yang merupakan lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag. Kegiatan kerjasama ini misalnya mengajak siswa-siswi MI, Mts, dan MA berkunjung ke Dinas Perpustakaan Pacitan untuk meningkatkan minat baca mereka. Perlu diketahui oleh pembaca bahwa jumlah sekolah MI di Pacitan sebanyak 107 sekolah, Mts kurang lebih sekitar 50 sekolah, dan MA kurang lebih sekitar 25 sekolah.

Dengan adanya kerjasama tersebut diharapkan upaya peningkatan minat baca siswa dan masyarakat luas akan lebih mudah dilakukan sehingga tercapai tujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia. (Penulis : Ryu Surya&Nisha ; Video by : Yusnafiza / Dinas Perpustakaan Pacitan/Diskominfo Pacitan)

Peningkatan Kapasitas Linmas, Upaya Preventif Hadapi Bencana Alam

Beragamnya ancaman potensi bencana alam di Kabupaten Pacitan membuat pemerintah daerah menyiapkan sejumlah program pencegahan. Salah satunya dengan penguatan kapasitas personil Perlindungan Masyarakat (Linmas) satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). “Ini (bimbingan teknis) menjadi salah satu upaya preventif. Sehingga jika terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan (bencana alam), dapat cepat ditanggulangi,” ucap Bupati Indartato usai membuka bimbingan teknis bagi aparatur Satpol PP yang membidangi Linmas dan anggota Satlinmas dalam membantu penyelenggaraan penanggulangan bencana di gedung Karya Dharma, Rabu (11/7/2018).

Keterlibatan Satlinmas dalam musibah bencana alam sendiri menjadi tupoksi, sebagai bagian dari tugas pemerintah daerah melalui Satpol PP. Dimana didalamnya terdapat bidang perlindungan masyarakat.

Bupati berharap agar anggota Linmas bekerja dengan ikhlas. Sebab apa yang mereka lakukan didasari  rasa kemanusiaan. “Tidak berhenti begitu saja. Setelah dilatih, ikhlas mengabdikan diri untuk kepentingan kemanusiaan,” harapnya.

Saat membacakan sambutan Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kemendagri Eko Wibowo, Kasubdit Perlindungan Masyarakat Beni M Pakpahan mengatakan pihaknya telah mengeluarkan peraturan terkait penyelenggaraan peningkatan kapasitas anggota Linmas. Sehingga pemerintah tingkat provinsi dan kabupaten dapat menggelarnya secara reguler. “Kita ingin agar para peserta dapat aktif dan menyerap apa yang disajikan narsum. Sehingga kemudian dapat diaplikasikan dan memberi manfaat untuk masyarakat,” katanya.

Bimtek sendiri diikuti puluhan peserta. Baik dari kecamatan dan Satpol PP. Termasuk ketua FKKD tingkat kecamatan, kades, komandan Linmas, dan komandan regu deteksi dini. Selain dari Kemendagri, kegiatan tersebut juga menghadirkan narasumber dari Satpol PP Provinsi Jawa Timur, BMKG Yogyakarta, Dandim 0801 Letkol (Kav) Aristoteles H N Lawitang, dan BPBD Kabupaten Pacitan.

(DiskominfoPacitan/humaspacitan)

KKN Kebangsaan UNS Surakarta di Kecamatan Punung

Dr. Pranoto MSC dosen koordinator KKN dari Universitas Negeri Surakarta, melepas masa pengabdian mahasiswanya di Kecamatan Punung. Sejumlah 155 mahasiswa UNS ditambah 5 mahasiswa dari Khairun Ternate, diterima jajaran camat serta Pemda Pacitan.

Agenda penerimaan tersebut bertempat di Kantor desa Punung, dan dihadiri Bupati Pacitan, Camat beserta Forkopimca, segenap Dosen UNS,  Dinas Pariwisata, Bapeda, Kesra serta OPD lainnya.

“Kami berharap dari 13 desa yang ditempati semoga diberikan binaan untuk pembangunan desa yang lebih baik dan madani,” tutur Camat Punung dalam sambutanya.

Pranoto juga memberikan gambaran bahwa yang KKN di Punung kemarin sudah membuat peta potensi daerah untuk pengembangan pariwisata. ” Ini sudah yang ke 9 kali. Dan kami harpkan jika ada apa-apa harap visa komunikasi “, tuturnya.

Sambutan hangat dari bupati Pacitan turut mejadi penanda bahwa Pacitan menerima mahasiswa UNS dengan tangan terbuka. Indartati memaparkan ada 25ribu UKM di Pacitan, Kemiskinan 15.41persen di indonesia sudah di bawah 10persen, serta masih ada 21 desa Tertinggal. Tak lupa dalam akhir pidatonya Bupati menawarkan sekaligus mengajak mahasiwa untuk berkunjung ke Pendopo kabupaten.

(Anjar/Budi/Riyanto/Diskominfo)

HUT IGTKI, Silaturahmi Dan Evaluasi Untuk Pendidikan Unggul

Penampilan rebana dari Ikatan Guru TK Indonesia (IGTKI) kecamatan Pacitan, memeriahkan gedung Karyadharma dalam acara HUT IGTKI ke-68. Penampilan dari beberapa IGTKI juga turut andil seperti dari kecamatan Arjosari.

Agenda dihadiri Bupati Pacitan juga beserta Luki Indartato selaku bunda PAUD. Betty Sukowiyono ketua GOPTKI. Kepala Dinas Pendidikan beserta jajaran. Kepala Kemenag, Bunda PAUD kecamatan se-Kabupaten Pacitan. Serta masih banyak lagi partisipan pendidikan di Pacitan.

Bupati Indartato menggungkapkan rasa syukurnya dengan ucapan selamat atas terselenggaranya acara swadaya tersebut. Tujuan bersama adalah pendidikan Pacitan semakin baik. “Selain silaturahmi acara seperti ini sebagai wadah evaluasi pendidikan di Pacitan. Kita sebagai pendidik mencetak generasi yang sehat dan cerdas,” tutur Bupati mengaprisiasi.

Indartato melanjutkan acara ulang tahun juga untuk mengingat kembali makna dan tujuan organisasi yakni,memiliki tujuan memberi layananan yang baik, Religius, Integritas dan Gotong royong.

Ustadz Nurhadi dari Solo memberikan Tausiyah tentang pendidik dan kependidikan. Pesannya berbahagialah menjadi seorang pendidik karena guru yang mendapat banyak rejeki adalah guru yang ikhlas. Guru yang meng-upgrade diri mengikuti perkembangan. “Guru mboten nesu, mboten gethak, sedekah o dengan senyum. karena anak adalah investasi masa depan, juga akhirat,” ungkapnya pada para pendidik.

(Anjar/Budi/Riyanto/Diskominfo)

Bunda Luki Sambut Hangat Siswa-Siswi TP Tunas karya

Sebanyak 40 siswa dan siswi dari Taman Posyandu Tunas Karya Desa Nanggungan Kecamatan Pacitan menggadakan  kunjungan ke Pendopo Kabupaten Pacitan pada 09/07/2018. Dengan didampinggi orang tua dan guru mereka dikenalkan setiap ruang dan fungsinya oleh tim penyambut dari humas. Hingga di halking atau halaman wingking rombongan disambut hanggat oleh Bupati Indartato dan selama kegiatan ditemani oleh Bunda Paud Kabupaten Pacitan Luki Indartato.

Acara tersebut menurut Kepala Sekolah TP. Tunas Karya Susi Wahyuningsih sudah lama direncanakan dan baru di kesempatan ini dapat terlaksana, pihaknya merasa puas dan bersyukur dengan sambutan hangat yang diberikan oleh Bunda Paud Kabupaten Pacitan Luki Indartato dan seluruh stafnya. Ia berharap setelah kunjunganya ke Pendopo para anak didiknya termotifasi untuk belajar dan mengejar mimipinya. “selain itu kami ingin mengenal lebih jauh sosok Bupati Indartato dan Bunda Luki”. Kata susi kepada Diskominfo.

Didalam sambutanya Bunda Paud Luki Indartato mengucapkan terima kasih kepada seluruh rombongan yang telah bersedia datang ke pendopo, Luki sangat berharap anak-anak dapat termotifasi dalam belajar dan meraih cita-citanya. Diakhir kegiatan dibagikan keseluruh siswa buku mewarnai, susu dan snack. Selanjutnya rombongan meneruskan perjalanya menuju alun-alun kabupaten pacitan.

 

(Budi/Anj/Riyanto/Diskominfo)

Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Pemilihan Umum

Tanggal 27 Juni 2018 Indonesia baru saja melangsungkan pesta demokrasi pemilihan umum Gubernur dan Wakil Gubernur. Jawa Timur juga turut menentukan pemimpin dalam 5 tahun kedepan. Rangkaian Pemilihan Umum tersebut masih berlangsung hingga kegiatan Rapat Pleno Terbuka – Rekapitulasi Hasil perhitungan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur. Kegiatan di Gedung Yabi Kabupaten Pacitan pada 05/07 berjalan aman dan lancar.

Dengan audien kurang lebih 100 orang, acara juga dihadiri Bupati Indrtato diwakili Wabub Yudi Sumbogo, Kapolres, Dandim 0801, Komisi Pemilihan Umum, PPK-PPS, Panwascab-Panwaskab, Banwaslu, Camat se-Kabupaten Pacitan, Pimpinan OPD, Saksi Paslon 1 dan 2.

Tidak ada catatan khusus dalam pelaksanaan Pemilu dari 12 Kecamatan, hanya saja untuk kecamatan Tegalombo berita acara tidak  dalam amplop kertas bersegel, hanya di bungkus plastik bening. Dalam masalah ini disepakati penyelesiannya, surat rekap tetap di terima namun di cantumkan keterangan ‘tidak dalam sampul tersegel’.

Berita acara yang diberikan kepada saksi 1 dan 2 ada beberapa yg bertandatangan berstempel dan ada beberapa yang tidak bertandatangan dan tidak di stempel. Dalam hal ini Panwaskab tidak mempermasalahkan dan semua saksi menerima.

Data Proses Rekapitulasi :
Kotak 1 : Kec. Donorojo Kotak 2 : Pringkuku Kotak 3 : Kec. Punung
Paslon 1 : 13.302 Paslon 1 : 13.715 Paslon 1 : 15.726
Paslon 2 : 6.128 Paslon 2 : 4.291 Paslon 2 : 4.830
Suara Tidak Sah : 535 Suara Tidak Sah : 309 Suara Tidak Sah : 428
Jumlah Total : 19.430 Jumlah Total : 18.315 Jumlah Total : 20.556
Kotak 4 : Kec. Pacitan Kotak 5 : Kec. Kebonagung Kotak 6 : Kec. Arjosari
Paslon 1 : 33.925 Paslon 1 : 17.179 Paslon 1 : 16.413
Paslon 2 : 7.448 Paslon 2 : 9.483 Paslon 2 : 5.461
Suara Tidak Sah : 1.349 Suara Tidak Sah : 598 Suara Tidak Sah : 462
Jumlah Total : 42.722 Jumlah Total : 27.260 Jumlah Total : 22.336
Kotak 7 : Kec. Nawangan Kotak 8 : Kec. Bandar Kotak 9 : Kec. Tegalombo
Paslon 1 : 20.490 Paslon 1 : 16.705 Paslon 1 : 19.152
Paslon 2 : 6.024 Paslon 2 : 6.684 Paslon 2 : 6.991
Suara Tidak Sah : 418 Suara Tidak Sah : 367 Suara Tidak Sah : 412
Jumlah Total : 26.932 Jumlah Total : 23.756 Jumlah Total : 26.555
Kotak 10 : Kec. Tulakan Kotak 11 : Kec. Ngadirojo Kotak 12 : Kec. Sudimoro
Paslon 1 : 31.265 Paslon 1 : 18.842 Paslon 1 : 13.373
Paslon 2 : 10.411 Paslon 2 : 6.712 Paslon 2 : 4.811
Suara Tidak Sah : 821 Suara Tidak Sah : 504 Suara Tidak Sah : 309
Jumlah Total : 42.497 Jumlah Total : 26.058 Jumlah Total : 18.493
Total perolehan suara se-Kab. Pacitan :
Paslon 1 : 230.087
Paslon 2 : 79.274
Suara Tidak Sah : 6.552
Jumlah Total : 315.913

Bupati Indartato Bangga Pada Calon Wisudawan Universitas Gunung Kidul, Pemikiran Mereka Adalah Karya Anak Bangsa

Pantai Klayar kembali menjadi moment bangkitnya Pendidikan di Negeri Pesisir. Kemarin Rabu 04/07 digelar silaturahmi mahasiswa calon wisudawan Universitas Gunung Kidul (UGK) sekaligus penyerahan Karya Tulis Ilmiah ke Pemerintah Kabupaten Pacitan.

Turut hadir Bapak Bupati Indartato, Sakundoko asisten 3 Sekda Pacitan, Endang Sujasri Kepala Dinas Pariwisata, Ketua DPRD, Camat Donorojo beserta forkopimca dan beberapa camat di Pacitan. Serta keluarga besar rektor dan dosen UGK.

Rektor UGK Saryana SIP, M. SI,  menyampaikan bahwa calon wisudawan yang di bawa ke Pacitan adalah mahasiswa dengan prestasi yang luar biasa. Dengan perjuangan yang hebat mereka dapat menempuh studi hingga tuntas. Pihaknya berharap nantinya mereka bisa berkontribusi yang baik untuk mengembangkan SDA Pacitan. ” ini adalah awal kerjasama yang baik dari kami dan Pemkab Pacitan, semoga ke depan kita bisa saling membangun dan berupaya utuk lebih baik,” tandasnya.

” Kebersamaan ini harus kita tingkatkan, intinya kerja sama karena kita tidak bisa bekerja sendiri, mengakui perbedaan, membuat misi bersama, harus profesional, empatik, semua diambil maknanya saja pasti ada jalannya,pada dasarnya kita harus yakin pada diri kita sendiri bahwa kita bisa,” ungkapan panjang salam sambutan yang disampaikan Bupati Indartato.

Bupati juga mengaku bangga dan terimakasih diundang untuk menghadiri acara tersebut dan berjanji akan hadir dalam acara wisuda di Universitas Gunung Kidul nanti.

(Anjar/Budi/Riyanto/Diskominfo)

Bupati Indartato Jadi Pembicara Utama Seminar Nasional Pengelolaan DAS

(foto : Doc.Humas)

Bupati Pacitan Indartato menjadi salah satu pembicara utama pada seminar nasional bertema “Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Terpadu Menuju Kelestarian Fungsi Lingkungan dan Kesejahteraan Masyarakat”. Seminar diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret Surakarta di hotel Sahid Jaya, Solo, Jawa Tengah, Kamis (5/7/2018).

Seminar juga mengundang pembicara nasional antar-disiplin di bidang lingkungan hidup dan DAS. Seperti  Kepala BPDASHL Solo Suratman, Direktur Eksekutif WALHI Jawa Tengah Ismail Al  Habib, dan akademisi Universitas Sebelas Maret Dr. Al. Sentot Sudarwanto.

Pada seminar yang dihadiri pula Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Prof. Dr. Ir Sigit Hardwinarto mewakili Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar sebagai keynote speaker, bupati memaparkan peran pemerintah daerah dalam pengelolaan DAS. Yakni ikut berkordinasi dengan pihak terkait dalam melakukan monitoring dan evaluasi.

Koordinasi dan peran yang dilakukan oleh setiap sektor atau para pihak sangat penting dalam Pengelolaan DAS, sehingga dapat menginspirasi dan meningkatkan kesadaran pentingnya pelestarian lingkungan hidup terutama Pengelolaan DAS. Terlebih jumlah DAS kritis di Indonesia semakin meningkat dari waktu ke waktu. Tahun 1980-an baru sekitar 22 DAS. Satu dekade berikutnya menjadi 35 DAS, dan tahun 2000-an meningkat 69 DAS. Hampir 75% DAS kritis tersebut berada di Pulau Jawa.

Tujuan dari kegiatan seminar ini sendiri  adalah untuk menjalin komunikasi ilmiah antar pemegang kebijakan pemerintahan, profesional praktisi, akademisi dan masyarakat luas terkait dengan pengelolaan DAS ataupun kebijakan pemerintah yang terkait dengan DAS. Selain itu juga memberikan dasar pemikiran dan kebijakan tentang konsep pengelolaan DAS tepat dan efektif yang berlandaskan kepada kesejahteraan masyarakat.

(humaspacitan/Diskominfo Pacitan)

Halal Bihalal Cabang Dinas Pendidikan,Silaturahmi Untuk SMK/SMA Yang Lebih Baik

Silaturahmi dalam wadah halal bihalal yang diseleggarakan keluarga besar Cabang Dinas Pendidikan wilayah Kabupaten Pacitan, berlangsung semarak dan kekeluargaan. Agenda yang bertempat di SMKN 2 Pacitan turut juga dihadiri Bupati beserta ibu, Sakundoko Kepala cabang Dinas, Supriadi Ketua PGRI Pacitan,

Ketua dewan pendidikan, beberapa OPD serta Kepala sekolah beserta ibu SMK/SMA se-kab.pacitan

Berangkat dari paparan Pacitan kota wisata serta SDA yang melimpah, Sakundoko memberikan argumen bahwa Pacitan bisa berkembang menjadi Bali yang ke 2. Argumen tersebut diikuti dengan harapan meningkatnya pendidikan. “GTT dan PTT lebih mendapat perhatian dari Pemkab, karena kepedulian dan pengelolaan untuk sekolah dari pemerintah luar biasa di Pacitan ini,” tuturnya dalam sambutan.

Bupati Indartato juga menegaskan pendidik harus mendidik siswa untuk lebih baik dari pada generasi sekarang. Juga megajak untuk  berpikir sistem dan saling keterkaitan, semantara pemerintah dapat membantu melalui program grindulu mapan.

“Harapan kita SMK dapat mensejahterakan rakyat langsung kerja. Untuk itu mari kita kelola SMK/SMA dengan profesional serta membangun generasi yang lebih baik dan lebih baik lagi,” tandas Bupati berpesan.

(Anjar/Budi/Riyanto/Diskominfo)

KIM Pena Desa Ngumbul masuk 5 besar lomba LCCK tingkat Provinsi

Desa Ngumbul Kecamatan Tulakan masuk 5 besar setelah diumumkan oleh kadiskominfo Provinsi Jawa Timur pada tanggal 03 Juli 2018 bertempat di lantai IV Diskominfo Jawa Timur Jl. Ahmad Yani No. 242-244, Gayungan, Kota Surabaya, Jawa Timur.

KIM Pena Desa Ngumbul Kecamatan Tulakan masuk 5 besar setelah diumumkan oleh kadiskominfo Provinsi Jawa Timur pada tanggal 03 Juli 2018 bertempat di lantai IV Diskominfo Jawa Timur Jl. Ahmad Yani No. 242-244, Gayungan, Kota Surabaya, Jawa Timur. Penetapan hasil penilaian peserta seleksi administrasi lomba cerdas cermat komunikatif (LCCK) 2018 tingkat Provinsi Jawa Timur.

Seperti diketahui Seleksi administrasi dari 38 Kabupaten / Kota tersebut dibagi menjadi 4 Grup,Bertempat di kantor dinas komunikasi dan informatika provinsi Jawa Timur.Proses seleksi administrasi ini diikuti oleh 38 Kabupaten / Kota dan terbagi menjadi 4 Grup. Untuk pertama Grup A terdiri dari tiga Bakorwil yakni Bakorwil Madiun, Malang dan Jember. kegiatan ini diikuti oleh 10 kabupaten yang tergàbung dalam group A. Meliputi Pacitan, Ponorogo, Blitar, Kota Malang,Pasuruan, Nganjuk, Lumajang, Probolinggo dan Jombang. selanjutnya akan diseleksi 16 peserta yang akan bertanding di tingkat Provinsi. Setelah itu akan disaring kembali menjadi empat peserta dan dari empat peserta akan dipilih satu yang akan mewakili Jatim ke tingkat nasional.

Kelompok KIM yang lolos administrasi lomba LCCK tahun 2018 pada babak 16 besar sebagai mana dalam hasil seleksi tersebut akan ditindaklanjuti ke babak berikutnya untuk mencari tiga besar terbaik.Berdasarkan rekapitulasi hasil seleksi administrasi LCCK-KIM 2018 berdasarkan bakorwil KIM Pena Kabupaten Pacitan berhasil menempati posisi 5 dari 16 peserta seleksi yang lolos. Dari 16 peserta yang lolos seleksi administrasi ini nantinya akan diadakan seleksi selanjutnya untuk dipiih 4 tim terbaik yang nantinya akan mewakili Jawa Timur ke tingkat Nasional .

(Diskominfo Pacitan)

 

Halal Bihalal AP-3, Bincangkan Perkembangan Maksimal Wisata Pacitan

Bupati Indartato mengajak mengembangkan Pacitan bersama, karena Pacitan masih ‘kuncup’ dari pada kota lainnya yg sudah berkembang

Helatan Halal Bihalal keluarga besar Asosiasi Pelaku dan Penggiat Pariwisata AP-3 Pacitan berlangsung semarak. Halking menjadi saksi sejarah gelaran silaturahmi serta perbincangan wacana pariwisata.

Acara pada Selasa 2/07 tersebut dihadiri Bupati, Ketua DPRD, Joko Brengos,Kepala Kementrian Agama Kab. Pacitan.Ketua Forum Insan Pariwisata,Ketua Insan Pariwisata Ponorogo (AIPO) Dan komunitas Pramuwisata (guide) Pacitan dan Forum insan silaturahmi Pariwisata Indonesia. Dr. Sarbini (Mbah Ben).

Dalam kesempatan tersebut Bupati Indartato mengajak  mengembangkan Pacitan bersama, karena Pacitan masih ‘kuncup’ dari pada kota lainnya yg sudah berkembang. “Mari berfikir sistem, dimana semuanya terlibat dan kuncinya harus mengakui perbedaan. Karena perbedaan adalah suatu sistem,” tuturnya.

Mbah Ben dari Forum Pariwisata Indonesia banyak membahas makna surat At-Kautsar, bahwa di Pacitan memiliki sungai Grindulu yg mempunyai potensi wisata baru. ” Ini masukan saja, Pemerintah Daerah bisa membuat Peraturan Daerah tentang mendirikan rumah atau bangunan apapun menghadap sungai atau pantai, agar dapat berkomunikasi dengan alam,” tandasnya berharap wisata di Pacitan dapat berkembang maksimal.

Budi/Anjar/Riyanto/Diskominfo

Pembangunan Satpas Polres Pacitan, Guyup Rukun untuk Membangun.

Bupati Indartato memberikan sambutan diacara tasyakuran pembangunan Satpas Polres Pacitan T.A. 2018

sopo sing pengen di ajeni uwong ngajenono uwong

Pernyataan itu disampaikan Bupati Indartato dalam sambutannya diacara tasyakuran pembangunan Satpas Polres Pacitan T.A. 2018. Bupati juga berharap, Pemkab dapat menjadi pengayom masyarakat yang luar biasa di Kabupaten Pacitan.

Acara yang digelar di Lapangan Bayangkara Polres Pacitan 2/07 dihadiri Bupati, Kapolres, Dandim, muspida serta jajaran pejabat Kabupaten Pacitan

AKBP Setyo K Heriyatno, Kapolres Pacitan berjanji akan memberikan layanan prima terbaik untuk masyarakat pacitan. Pihaknya berharap pembangunan gedung satpas akan mendukung, mensejahterakan,  serta memajukan masyarakat untuk Pacitan bangkit. Dan  serta bebas calo pembuatan SIM di Pacitan.

“Mengajak seluruh elemen Pemda dan elemen masyarakat ayo kita majukan Pacitan jangan membuat keributan. Guyup rukun bangun Pacitan” ungkap Kapolres menutup sambutannya.

Acara dilanjutkan dengan pemberian batuan kaki palsu untuk warga yang membutuhkan. Serta launching aplikasi “bantuan polisi pacitan” oleh Polres Pacitan. “gunakan aplikasi yang bijak dan tetap waspada kami belum yang terbaik tapi kami akan selalu beruaaha menjadi yang terbaik,” tandas AKBP Setyo K Heriyatno.

Budi/Anjar/Riyanto Diskominfo Pacitan

Literasi Membangun Jiwa… Merubah Setitik Asa Menjadi Seberkas Cahaya

(SEBUAH PERJUANGAN DI BALIK WAJAH CANTIK PANTAI PIDAKAN)

Jum’at (8 Juni 2018), rombongan kami (Dinas Perpustakaan Pacitan) mengunjungi pantai Pidakan yang terletak di Dusun Godeg Kulon, Desa Jetak, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan. Terakhir penulis datang ke tempat wisata ini tahun lalu, pantai Pidakan ini terlihat sudah dirawat dengan sangat baik. Namun kali ini mata kami disuguhkan dengan pemandangan yang lebih cantik dibandingkan yang sebelumnya. Selain menyuguhkan pemandangan asri dan asli struktur pantai yang terkenal dengan bebatuan putihnya ini, pantai Pidakan mempunyai beberapa fasilitas yang sudah cukup memadai, seperti tempat parkir yang luas, akses jalan yang mudah (satu jalur masuk dan satu jalur keluar), exterior spot-spot foto yang cantik, wahana outbound, Musholla, toilet umum yang bersih, dan warung makan yang dibangun penduduk setempat dengan tetap mengindahkan peraturan tentang pemeliharaan lingkungan dan alam. Nampak lahan di belakang tempat parkir sebuah bangunan yang sedang dalam proses pembangunan, menurut Humas di sana (Bapak Heri) bangunan tersebut rencananya akan dijadikan Home Stay. Dan hebatnya adalah ternyata Home Stay tersebut bukanlah milik investor asing, akan tetapi milik seluruh elemen pengelola Pantai Pidakan. Siapa saja elemen-elemen tersebut??? Masyarakat, pemilik lahan, karang taruna, perangkat dusun dan desa. Jadi seluruh pengelolaan dan pemeliharaan Pantai Pidakan murni menjadi hak dan tanggung jawab seluruh masyarakat sekitar Pantai Pidakan.
Melihat perubahan Pantai Pidakan dari tahun ke tahun yang terus mengalami peningkatan, kita sebagai penikmat wisata pasti berpikir bagaimana tempat ini bisa menjadi dengan sangat cepat mengalami perubahan hanya dalam hitungan tahun yang sebentar. Pantai Pidakan mengalami kemajuan secara signifikan bukan dengan jalan yang instan, butuh perjuangan dan pengorbanan masyarakat demi mewujudkan Pantai Pidakan menjadi sebuah tempat wisata yang indah dan banyak wisatawan yang datang seperti sekarang.
Berawal dari sebuah curhatan salah satu tokoh pemuda masyarakat Dusun Godeg Kulon pantai Pidakan yaitu Bapak Slamet kepada Warito, SH (Kepala Dinas Perpustakaan Kab. Pacitan) mengenai potensi Pantai Pidakan. Dalam kesempatan tersebut Bapak Slamet meminta pendapat, arahan dan bimbingan dari Bapak Warito, SH bagaimana upaya untuk mengembangkan potensi Pantai Pidakan agar dapat memberikan kontribusi dan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat, dikarenakan pada saat itu Pantai Pidakan masih belum dikenal masyarakat luas di Kabupaten Pacitan. Pada suatu waktu Bapak Slamet meminta Bapak Warito untuk datang berkunjung ke Pantai Pidakan dan memberikan pengarahan kepada masyarakat setempat untuk bersama-sama membangun tempat wisata Pantai Pidakan berbasis POS DAYA. Namun upaya tersebut harus mengalami perjuangan karena harus merubah mindset masyarakat yang berpendapat bahwa POS DAYA adalah forum yang hanya identik dengan Polyback (salah satu gerakan dari KRPL). KRPL merupakan himpunan dari Rumah Pangan Lestari (RPL) yaitu rumah tangga dengan prinsip pemanfaatan pekarangan yang ramah lingkungan dan dirancang untuk pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi keluarga, diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal, pelestarian tanaman pangan untuk masa depan serta peningkatan pendapatan yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan ).
Dengan didampingi Danranmil kala itu, Bapak Warito kembali mengadakan sosialisasi di lokasi wisata dan dilanjutkan di Balai RW, kemudian akhirnya disepakati deklarasi berdirinya POS DAYA berbasis Pariwisata. Bapak Warito sendiri memberikan solusi pengembangan wisata pantai Pidakan dengan Pos Daya berbasis Pariwisata dikarenakan menurut Beliau bahwa Pantai Pidakan ini akan lebih berkembang dan lebih bermanfaat oleh masyarakat jika dikelola oleh masyarakat penduduk setempat, karena jika masyarakat bisa merasakan manfaatnya secara langsung maka mereka juga akan mengelola dan memelihara aset pantai Pidakan dengan baik dan penuh tanggung jawab secara gotong royong.
Tempat wisata Pantai Pidakan mulai dibuka tahun 2013 dengan melibatkan team pengelola yang diambil dari sebagian masyarakat setempat dan diketuai oleh Bapak Slamet. Dengan bermodalkan secara swadaya gotong royong pada awal pengelolaannya, pelan-pelan Pantai Pidakan mulai bermetafora, meski team pengelola sendiri harus menjadi team sukarela karena selama 4 tahun tidak menerima bayaran. Mereka bekerja dengan tulus ikhlas membangun pantai Pidakan secara bersama-sama tanpa pernah menyerah sedikitpun (mulai dari bersih-bersih pantai, membangun jalan yang saat itu masih makadam, dan warung pun juga baru ada satu tempat).
Tidak dapat dipungkiri bahwa dengan adanya JLS, akses ke pantai Pidakan pun menjadi lebih mudah dan akhirnya pantai Pidakan mulai dilirik oleh masyarakat luas Kabupaten Pacitan. Tahun demi tahun mulai banyak event yang diselenggarakan di Pantai Pidakan. Hal tersebut otomatis mampu menaikkan pendapatan dari hasil penjualan tiket. Pada awal buka, pantai Pidakan tidak mematok harga tiket, pengunjung memberikan uang masuk kawasan wisata dengan sukarela. Setelah itu harga tiket berangsur-angsur naik dari 2000 rupiah, 3000 rupiah, dan sekarang mencapai 4000 rupiah. Butuh waktu selama 3 tahun untuk benar-benar merubah wajah pantai Pidakan menjadi pantai yang sangat cantik dan menjadi aset kontribusi masyarakat setempat yang benar-benar membantu peningkatan taraf hidupnya sesuai angan dan asa penduduk setempat. Kenaikan harga tiket dilakukan karena untuk memenuhi biaya operasional pemeliharaan dan pengembangan kawasan pantai.
Sistem manajemen yang diterapkan oleh team pengelola pantai Pidakan berfilosofi dengan istilah Jawa yakni ” Udar Gelung” yang dilaporkan tiap bulan. Filosofi tersebut mempunyai makna bahwa semua yang berkaitan dengan manajemen pantai Pidakan baik pendapatan dan biaya operasional harus selalu dibuka secara transparan di hadapan masyarakat pantai Pidakan. Ada pembagian hasil pendapatan secara terperinci kepada masing-masing elemen pengelola, masyarakat setempat, pemilik lahan, karang taruna, dusun, dan Desa. Selain pembagian tersebut, hasil pendapatan juga dicadangkan untuk dana sosial dengan memberikan bantuan sembako kepada masyarakat setempat yang kurang mampu dalam setiap bulan.
” Jumlah pengunjung pantai Pidakan saat ini rata-rata per bulan sebanyak 4.000 orang, dengan rata-rata pendapatan tiket 16 juta rupiah. Spesial waktu tahun baru 2017 satu tahun yang lalu, bahkan dalam sehari itu pengunjung bisa masuk 12.000 orang, dengan perkiraan pendapatan mencapai 64 juta rupiah, sampai semua lahan full untuk tempat parkir Mbak.”, ungkap Bapak Heri selaku Humas Pantai Pidakan kepada Kami saat itu.
” Sedangkan setelah adanya banjir kemarin, pendapatan Kami mengalami penurunan yang derastis. Per bulan tidak lebih dari 2.000 pengunjung. Tapi ini tidak berlangsung lama Mbak, karena Kami melakukan promosi kembali ke pihak-pihak pembuat event. Dana yang Kami dapat juga Kami gunakan sebagian untuk pembenahan kawasan pantai Pidakan. Kami merangkul masyarakat untuk bersama-sama bangkit kembali untuk menata aset Kami ini. Karang taruna juga banyak sekali andil memberikan masukan ide-ide untuk membangun spot-spot yang bisa Panjenengan lihat sekarang ini, hingga akhirnya pengunjung mulai ramai berkunjung kembali ke sini. Akhirnya pendapatan Kami bisa kembali normal bahkan lebih meningkat dibandingkan sebelum banjir. Kami sangat berterimakasih banyak kepada Pak Warito utamanya yang sudah menjadi penggagas dan pembimbing masyarakat Pidakan sehingga manfaat dari Pos Daya Berbasis Pariwisata ini sangat bermanfaat untuk kelangsungan hidup Kami. Juga terimakasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Pacitan yang sudah memberikan dorongan dan kepercayaan kepada Kami untuk mengelola aset ini sendiri sehingga Kami bisa melaksanakan tanggung jawab Kami dengan baik karena tentunya ini adalah sesuatu yang berasal dari masyarakat dan kembali kepada masyarakat sendiri. Rencananya tanggal 1 Juli bulan depan ini ada rombongan dari STII untuk event senam di sini Mbak. Itu termasuk program dari Pemkab Pacitan Mbak.”, lanjut Heri.
Ada satu hal penting yang kami catat dari perbincangan pagi itu, yakni mengenai istilah literasi. Menurut Bapak Warito di tengah obrolan kami, bahwa ” Literasi itu bukan melulu soal melek aksara dan angka, tetapi lebih meluas lagi yaitu inovasi, pengembangan ide-ide kreatif untuk kesejahteraan masyarakat.”
Dalam kesempatan itu pula Bapak Warito juga menyampaikan gagasannya untuk membuka taman baca di pantai Pidakan dalam waktu dekat dengan tujuan untuk membudayakan literasi di kawasan pariwisata.
Semua manusia berkesempatan untuk berliterasi (kemampuan individu untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga dan masyarakat) , namun yang mampu melihat dan memanfaatkan peluang hanya orang-orang yang mempunyai kepedulian terhadap dirinya sendiri dan terhadap masyarakat banyak. Pantai Pidakan ibaratnya seorang anak kecil yang sudah tumbuh dengan cepat menjadi gadis cantik yang siap dipinang oleh lelaki dari daerah manapun, namun tetap harus dipoles dengan lebih cantik lagi agar tetap terjaga keistimewaannya dan juga kelestariannya.

(Ryn Surya, Iy, Aap, Tgr/ Dinas Perpusda Pacitan/Diskominfo Pacitan)

Study Tiru Kabupaten Labuhanbatu di Pacitan

Foto bersama Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara Sumatra Utara didepan Pendopo Kabupaten Pacitan

Bertempat di ruang PPID, 29/06 Dinas Kominfo kabupaten Pacitan menerima tamu, dalam program study tiru dari pemerintah kabupaten Labuhanbatu provinsi Sumatra Utara. Sejumlah 12 orang, mereka disambut secara protokol oleh Drs. Rachmad Dwiyanto, APT, MM selaku kepala Dinas Kominfo Pacitan serta seluruh pegawai Kominfo. Dalam hal ini turut hadir Sekda Pacitan, Kabag Humas Labura, Kabid Seluruh Bidang Diskominfo Pacitan, Sekret Dinpupr Labura, Kabag Persidangan Labura, Sekret Pelkim Labura dan beberapa OPD yg lain dari Labura maupun dari Kabupaten Pacitan sendiri.

Dalam sambutanya Rachmad menjelaskan serta mengenalkan PPID mulai dari SOP maupun SPO. Juga disampaikan beberapa program unggulan dan harapan capaian. Pihaknya mengatakan capaian transparasi anggaran website sudh memenuhi target,selain itu transparasi Desa melalui beberapa program layanan PPID juga terus ditingkatkan.

Dijelaskan pula oleh Sekda Sukowiyono tentang prinsip kerja Wadule serta Lapor, bahwasanya disini Pemerintah harus bekerjasama dengan perangkat Desa dan Kecamatan. Pihaknya juga memaparkan tentang perkembangan wisata dan pantauan pembangunan wisata di Pacitan.

Sugeng selaku Kepala Dinas Kominfo Labuhanbatu.“ Kami kesini ingin mengetahui bagaimana mengelola pemohon informasi dan layanan public ”. Selain itu pemohon kita harus mengelola sistem penyusunan daftar informasi publik dan daftar informasi yang dikecualikan, tuturnya dalam sambutan.

Acara kemudian dilanjutakan dengan tanya jawab per OPD dari Labuhanratu serta tukar cindera mata sebagai kenang-kenangan.

(Anj/Riyanto/Diskominfo)

Berharap Partisipasi Pemilih Naik

 

Bupati Pacitan Indartato berharap agar partisipasi pemilih di Kabupaten Pacitan naik menjadi 70 persen pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2018. Atau bertambah 10 persen dari pelaksanaan pemilihan kepala daerah tahun 2015 lalu. “Karena partisipasi pemilih menjadi representasi kemerdekaan hak politik di negara demokrasi seperti Indonesia,” katanya usai menyalurkan hak pilih di TPS 05 Kelurahan Pacitan bersama istri, Luki Indartato dan keluarganya, Rabu (27/6/2018). Seperti diketahui, saat pelaksanaan pemilihan kepala daerah sekitar tiga tahun silam, angka partisipasi pemilih di Kabupaten Pacitan sekitar 60 persen dari total daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 467.890 orang. Sisanya sebanyak 40 persen tidak memberikan pilihan karena berbagai hal. Mulai dari faktor pemilih yang menjadi pekerja urban, bahkan TKI, kesibukan di luar daerah, melanjutkan sekolah, sampai faktor alam dimana saat hari “H” coblosan kota kelahiran Presiden RI ke-6 ini saat itu sedang diguyur hujan deras.

Bupati menegaskan apapun hasil pemilihan nanti, itu adalah kemenangan masyarakat. Karena penentuannya adalah suara yang notabene merupakan pilihan politik masyarakat sendiri. “Gunakan hak pilih sesuai hati nurani. Untuk kepentingan bersama. Membangun Pacitan dan Jawa Timur lima tahun kedepan,” tegas dia.

Usai mencoblos, bupati bersama sejumlah kepala dinas dan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pacitan kemudian melakukan monitoring pelaksanaan pemungutan suara ke beberapa titik di Kecamatan Pacitan dan Kebonagung. Agenda serupa juga dilakukan oleh Wakil Bupati Yudi Sumbogo ke Kecamatan Sudimoro dan Tulakan, dan Ketua DPRD Ronny Wahyono ke wilayah Kecamatan Pringkuku, Punung, dan Donorojo. Sedangkan Sekretaris Daerah Suko Wiyono ke Kecamatan Bandar, Nawangan, Tegalombo, dan Arjosari. (Humaspacitan/DiskominfoPacitan)

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Kunjungi Pacitan

 Kunjungan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT) Eko Putro Sandjojo bersama jajarannya berkunjung ke Kabupaten Pacitan hari ini, Selasa (26/6/2018). Ada tiga lokasi yang dikunjunginya. Yakni Desa Gemaharjo, Tegalombo, Sirnoboyo (Pacitan), dan Desa Dadapan di Kecamatan Pringkuku.

Dilokasi pertama, pengganti Marwan Jafar ini mengunjungi kegiatan padat karya tunai dan melihat pameran produk unggulan desa. Selain itu menteri juga menyempatkan diri berdialog dengan warga masyarakat setempat serta memberikan sejumlah bantuan. Pada kesempatan itu pula ia memaparkan, jika mulai tahun 2015 pemerintah menggulirkan dana desa (DD) dengan nilai puluhan triliun rupiah sambil berharap potensi-potensi ekonomi desa dapat berkembang melalui kerjasama dengan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Di Desa Sirnoboyo, Pacitan Eko Putro Sandjojo meluncurkan Kartu Sirnoboyo Sehat (Kasih). Sebuah program jaminan kesehatan dasar untuk warga kurang mampu. Guna mendanai program tersebut pihak desa menganggarkan uang senilai sebesar Rp 45 juta dari DD. Anggaran sebesar itu diperuntukkan bagi 145 warga sasaran. Termasuk para lansia dan wanita hamil. Nantinya, penerima sasaran program dapat langsung menuju puskesmas untuk memperoleh layanan dasar secara gratis. Sebab biaya sudah ditanggung pemerintah desa. Karena sebelumnya pihak desa dengan puskesmas sudah membuat kesepakatan berkait penjaminan biaya.

Sementara di Desa Dadapan, Pringkuku menteri menggelar sarasehan dengan para kepala desa se-Kabupaten Pacitan dan mengunjungi obyek wisata Sentono Gentong serta meluncurkan Bumdes desa setempat. Tidak itu saja. Diserahkan pula bantuan untuk 10 Bumdes dengan nilai masing-masing Rp 50 juta.

(Humaspacitan/DiskominfoPacitan).

Peraih Nilai Tertinggi Ujian Nasional Diganjar Penghargaan

Bupati Pacitan serahkan penghargaan peraih nilai tertinggi pada ujian nasional mulai jenjang SD/MI sampai SMA /SMK / MA

Para peraih nilai tertinggi pada ujian nasional mulai jenjang SD/MI sampai SMA /SMK / MA maupun kejar paket, mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Kabupaten (pemkab) Pacitan. Penyerahannya sendiri dilakukan di pendapa kabupaten, Senin (25/6/2018). “Penghargaan ini untuk prestasi mereka. Agar kedepan lebih termotivasi. Paling tidak untuk mempertahankan apa yang telah mereka raih,” kata Bupati Indartato.

Total ada 53 orang penerima penghargaan. Mereka berasal dari berbagai wilayah di kota berjuluk Paradise of Java ini. Diantaranya sekolah di Kecamatan Bandar, Nawangan, Punung, Pacitan, Ngadirojo, Arjosari, Kebonagung, Tegalombo, dan Pringkuku. Penghargaan juga diberikan kepada Muhammad Assyifa Savana, siswa kelas enam Sekolah Dasar Islam Cendekia yang menjadi wakil Provinsi Jawa Timur pada even Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2018 tingkat nasional di Padang, Sumatera Barat awal bulan depan. Afin, demikian bocah ini dipanggil, berhak maju ke level lebih tinggi setelah menyabet juara pertama kegiatan serupa tingkat regional bidang IPA.
Bupati menginginkan agar para penerima penghargaan dapat mengamalkan ilmu pengetahuan yang mereka miliki, sehingga berguna bagi bagi nusa bangsa, agama dan masyarakat. Selain itu ia berharap dunia pendidikan di Kabupaten Pacitan menjadi lebih maju dan baik, sehingga dapat menghasilkan juara-juara yang lebih banyak. “Syaratnya harus pintar. Semoga kedepan seperti Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono),” harap dia.
Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan, Daryono menyampaikan bahwa pemberian penghargaan ditujukan untuk memberikan motivasi. Agar para siswa terus mampu bersaing menggapai prestasi. “Juga untuk menumbuhkan sikap apresiatif,” jelasnya.

(humaspacitan/DiskominfoPacitan)

 

SEMAKIN DIKENAL, KPU SOSIALISASI DI KOMUNITAS BATIK PACE

KPU sosialisasi dengan perajin batik di kecamatan Ngadirojo

Batik di Kabupaten Pacitan memiliki corak, nilai dan ciri khas tersendiri diantara batik pada umumnya. Ciri khas ini terdapat di motif buah mengkudu (Pace) yang ada di setiap motif batik Pacitan.

Terdapat beberapa sentra produksi batik Pace Pacitan, salah satu diantaranya adalah batik pace “Puri” yang bertempat di Kecamatan Ngadirojo. Produksi batik ini menyerap tenaga sumber daya manusia yang banyak, termasuk warga sekitar wilayah tempat produksi tersebut.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pacitan dengan dibantu oleh panitia pemilihan kecamatan (PPK) Kecamatan Ngadirojo menggelar sosialisasi dengan perajin batik tersebut. Sosialisasi digelar pada hari Jum’at (22/6) bertempat di rumah dan galeri batik “Puri” Kecamatan Ngadirojo.

Sosialisasi dihadiri oleh Ketua KPU Pacitan, seluruh anggota komisioner KPU Pacitan, panitia, serta lebih dari 60 perajin batik di Ngadirojo. Ketua KPU Pacitan Damhudi membuka sosialisasi pada sore itu.

“Kita mempunyai tahapan sosialisasi dengan berbagai komunitas yang ada di masyarakat. ini merupakan sosialisasi ke 7 yang kami tujukan kepada komunitas di masyarakat,” terang Damhudi.

Damhudi berharap komunitas batik yang mayoritas terdiri dari masyarakat perempuan ini juga bisa ikut serta berperan dalam meningkatkan partisipasi masyarakat.

“Ibu-Ibu dapat mengajak tetangga atau saudaranya yang memenuhi syarat sebagai pemilih untuk bisa ikut menyalurkan hak suaranya di tempat pemungutan suara (TPS) nanti,” himbau Damhudi.

“Dalam menyalurkan hak suaranya di TPS nanti, Ibu-Ibu harus memiliki E-KTP, formulir C-6, atau Suket yang dikeluarkan oleh Disdukcapil sebagai pengganti E-KTP,” jelas Suhardi, komisioner KPU Pacitan Divisi SDM Dan Parmas.

“Kalau ada yang belum mendapatkan formulir C-6, ditunggu saja nanti ada petugas yang datang ke  rumah anda untuk memberikan formulirnya,” papar Suhardi.

“Jangan lupa, Rabu Pon tanggal 27 Juni 2018, ayo nyoblos ke TPS,” imbuh Suhardi.

(KPU Pacitan/DiskominfoPacitan)

Balik Gratis Lebaran 2018 Berangkatkan Ratusan Peserta Menuju Kota Pahlawan

Wabub Yudi Sumbogo di damping Kasdim 0801 Pacitan Mayor Inf Sigit Dwi Untoro, Asisten II Setda Joni Maryoto dan pelaksana acara Kepala Dinas Perhubungan Kab. Pacitan Wasi Prayito memberangkatkan rombongan balik gratis lebaran 2018

Pemerintah Daerah Kabupaten Pacitan kembali mengelar Balik Gratis 2018/1439 H, memberangkatkan 720 peserta menuju kota surabaya dan sekitarnya. Pemberangkataan itu dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Jalan Jaksa Agung Suprato No. 08 Pacitan rabu malam 20/06/2018. Wabub Yudi Sumbogo di damping Kasdim 0801 Pacitan Mayor Inf Sigit Dwi Untoro, Asisten II Setda Joni Maryoto dan pelaksana acara Kepala Dinas Perhubungan Kab. Pacitan Wasi Prayito secara simbolis memberangkatkan rombongan yang berjumplah 12 armada bus.

Acara itu adalah rangkaian satu program dengan mudik gratis yang diselenggarakan dengan Provinsi Jawa Timur, Kegitan mudik dan balik gratis lebaran 2018 menuju Surabaya merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan Pemkab Pacitan dan Dishub  Provinsi Jawa Timur. Fungsinya membantu dan memudahkan warga masyarakat pacitan yang hendak kembali kekampung halamanya untuk merayakan hari raya idul fitri dan yang akan kembali ketempat kerja, mereka yang tergabung dalam mudik gratis sebelumnya telah melaksaanakan pendaftaran secara online yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. “selama perjalanan hingga tempat tujun mereka mendapat pengawalan oleh satlantas polres pacitan”. Kata wasi penanggung jawab kegiatan.

(Humas/DiskominfoPacitan)

Takbir Keliling Meriahkan Hari Raya Idul Fitri 1439 H

Bupati Indartato Memberangkatkan takbir kliling dalam rangka memeriahkan hari raya idul fitri 1439 hijriyah.

Acara itu diikuti oleh 44 peserta dari beberapa sekolah Organisasi Perangkat Daerah OPD, dan Desa/Kelurahan se-Kecamatan kota di Pacitan.

Acara itu dilaksanakan dijalan Letdjen Soeprapto atau alun-alun utara depan Pendobo Kabupaten Pacitan. Bupati Indartato didampingi Wabub Yudi Sumbogo, Sekda Suko Wiyono, pejabat lingkup Pemkab dan Muspida.

Kegiatan dilanjutkan dengan melakukan peninjauan di pos pantau lebaran di terminal dan pos pantau gasibu alun-alun. sedangakan Wabub Yudi Sumbogo melaksanakan peninjauan dipos pantau teleng ria dan pos pantau pasar punung Kecamatan Punung.

Esok hari kegiatan dilanjutkan dengan solat ied bersama di alun-alun dan diteruskan open house Bupati dan Wabub di pendopo.

(Budi/Anj/Riyanto/Diskominfo)

Wadah Silaturahmi Seluruh Masyarakat Pacitan Dihari Fitri, Bupati Gelar Open House

Kumandang takbir bersahut pertanda ramadhan telah usai. Berganti dengan bulan fitri yang merupakan bulan kemenangan umat islam. Menyambut hati suci dalam balutan silatirahmi Bupati Pacitan telah menyiapkan  helatan tahunan. Yakni tradisi Open House bersama Wakil Bupati Pacitan.

“Hari pertama saya sekalian bersama Wabub biasanya open house di pendopo. Agenda ini terbuka untuk umum, seluruh masyarakat Pacitan” tutur Indartato.

Pihaknya berharap dengan silaturahmi, kehidupan bermasyarakat akan adem ayem tentrem. Wahub Yudi Sumbogo menambahkan bahwa agenda ini adalah wujud kedekatan pemda, khususnya Bupati dengan masyarakat.

(Budi/Anj/Riyanto/Diskominfo)

Jalur Mudik Ponorogo-Pacitan Terpantau Lancar

PASAR TEGALOMBO. Kondisi pasar Tegalombo yang padat karena pengunjung melonjak pada Rabu (13/6/2018). (Foto: Dwi Purnawan/Pacitaku.com)

TEGALOMBO – Jalur mudik Ponorogo-Pacitan pada H-2 jelang hari raya Idul Fitri 1439 H terpantau landai lancar.

“Untuk arus mudik di 2018, jalur ponorogo-Pacitan terpantau landai lancar, titik kemacetan di jalur mudik Ponorogo-Pacitan berada di Pasar Wage Grindulu Tegalombo,”katanya kepada Pacitanku.com pada Rabu (13/6/2018) di Tegalombo.

Dia mengungkapkan bahwa titik kemacetan di kawasan tersebut terjadi karena bertepatan dengan hari pasaran. Selain itu, rutinititas “prepekan” atau melonjaknya pengunjung pasar jelang hari raya juga menjadi faktor adanya titik kemacetan di kawasan tersebut.

“Titik kemacetan terfokus di pasaran, ada sedikit penumpukan kendaraan, pedagang, pengunjung, memadati sebagian badan jalan, untuk yang lain masih landai,”ujarnya.

Lebih lanjut, Gustav mengatakan bahwa kemacetan kawasan Pasar Wage Tegalombo dikarenakan adanya kegiatan khusus seperti hari pasaran. “Kalau tidak ada kegiatan khusus jalur normal tidak macet,”tandas Gustav.

Selain titik kemacetan, Gustav juga meminta pemudik yang hendak ke Pacitan mewaspadai jalur rawan longsor di wilayah Kecamatan Tegalombo. “Titik longsor ada di Ngreco, namun di musim kemarau ini belum ada kejadian bencana,”kata dia.

Secara khusus, dia menghimbau kepada para pemudik yang hendak ke Pacitan untuk mewaspadai jalur utama di kawasan tersebut, mengingat banyak tikungan dan melewati pegunungan.

“Bagi pemudik yang mau ke Pacitan, yang kondisi berliku, staminanya harus fit, jika capek, cari tempat istirahat, jangan memaksakan perjalanan, karena medan Pacitan berliku,”pungkasnya.

(Dwi Purnawan/diskominfopacitan)

 

Masjid Agung Darul Falah Pacitan Sediakan 8.700 Paket Buka Puasa

SEMARAK. Warga Pacitan memadati teras Masjid Agung Darul Falah untuk melaksankan buka puasa bersama. (Foto: Dwi Purnawan/Pacitanku.com)

Pacitanku.com, PACITAN – Masjid Agung Darul Falah (MADF) Kabupaten Pacitan menyediakan sebanyak 8.700 paket buka puasa selama 29 hari di Bulan Ramadhan tahun 2018. Paket tersebut terbagi selama jelang berbuka puasa setiap sore di teras masjid terbesar di Pacitan tersebut.

Ketua takmir MADF Wasi Prayitno saat berbincang dengan Pacitanku.com pada Senin (11/6/2018) di Pacitan menuturkan bahwa tiap hari pihaknya menyediakan total 300 paket buka puasa gratis kepada jamaah di MADF.

“Ada paket buka puasa 300 paket setiap harinya, terdiri dari 200 yang kami sediakan, dan 100 dari tambahan warga, selain itu sejumlah kegiatan juga kami selenggarakan yang membuat masjid Agung Darul Falah pada Ramadhan tahun ini menjadi lebih semarak,”katanya di sela penyerahan santunan kepada anak yatim/piatu di Pacitan.

Selain paket buka puasa, kata Wasi, MADF juga menggelar berbagai kegiatan untuk menyemarakkan bulan Ramadhan di Pacitan. “Ada bazar Ramadhan, kajian dhuhur dan ashar, bantuan untuk anak yatim, selain itu secara keseluruhan juga ada tarawih dengan imam para hafidz dari Kediri, Ponorogo dan Pacitan,”jelas pria yang juga Kepala Dinas Perhubungan Pacitan itu.

Kegiatan lain, imbuhnya, MADF juga menggelar itikaf Ramadhan di 10 hari terakhir di Pacitan. “Jamaah itikaf yang digelar di lantai atas juga disediakan sahur bersama, semuanya dikelola jamaah,”ujarnya.

Dia berharap semaraknya masjid tersebut di Pacitan, dan seluruh masjid di Pacitan terus terjadi dan tidak hanya di bulan Ramadhan saja.

“Kita berharap kegiatan yang semarak di bulan Ramadhan ini kedepan masjid kita lebih semarak, lebih makmur, tidak hanya pada bulan Ramadhan, semuanya, masyarakat Pacitan, adik-adik bisa tertaut hatinya di masjid, karena dari masjid ini mereka akan menjadi anak yang berguna bagi bangsa, negara dan agama,”pungkasnya.

(Dwi Purnawan/Diskominfo)

Jelang Liga Suratin Perspa Gelar Seleksi Dan Laber

Jadwal padat menanti perspa karena mengikuti dua liga sekaligus

Menjelang kompetisi Suratin yang akan dijadwalkan pada tanggal duapuluh juli mendatang Persatuan Sepak Bola Pacitan atau Perspa pada 05/06/2018 menggelar seleksi perdana kepada puluhan pemain di kandangnya stadion kabupaten pacitan.

“geografis kabupaten pacitan memendam potensi pemain bagus” papar Hudiono penanggung jawab klub andalan kabupaten pacitan kepada diskominfo. Liga remaja itu menurutnya selain cukup bergengsi untuk dikuti juga dapat meningkatkan profesionalitas kepada para pemain. Berdasarkan hasil seleksi yang dilaksasnakan dengan ketat yang dilaksanakan pada duapauluh sembilan, tigapuluh satu mei dan dua juni perspa saat ini mampu menjaring tigapuluh pemain dari berbagai kecamatan di pacitan.

Setelah usai seleksi pihaknya akan menjadwalkan latihan perdananya pada tanggal lima juli mendatang. Selain alasan diatas pihaknya menilai kompetisi suratin layak untuk dikuti  dengan serius karena untuk kelas U 17 sangat bersengsi dan sayang jika dilewatkan. “diliga remaja perspa masih sangat bersaing dan menjadi sorota”. Imbuh hudi.

Walaupun ketatnya jadwal pertandingan yang bakal melanda perspa karena juga harus berlaga di liga 3 Ia mengatakan tak ada yang harus dirisaukan, karena kondsisi itu justru akan menambah kemampuan baik disektor para pemain ataupun menejemen. Selanjutnya Ia membuat langkah dibeberapa pertandingan dapat dilaksanakan di pacitan, hal itu untuk menunjukan kepada masyarakat bahwa klub andalan kabupaten pacitan beraktifitas. “dan sebagai upaya kita untuk menumbuhkan antusiasme pemuda berbakat untuk memperkuat tim kita bersama”.  Hudiono menambahi.

krisis jam terbang membuat tim ini masih jauh untuk mampu tersohor seperti tim lain se jawa timur, namun ia menyadari akan segala kondisi yang dialami tim baru seperti perspa, dan pihaknya pun enggan untuk muluk-muluk jika ditanya target. “tidak menjadi juru kunci saya kira adalah hal yang cukup memuaskan”. Hudiono mengahiri.

(Budi/Riyanto/Diskominfo)

Pantai Klayar Tetap Jadi Sumber PAD Andalan Pacitan Selama Libur Lebaran

Pantai Klayar. Foto Pambudi yoga perdana/IG: Pacitanku

Pacitanku.com, PACITAN – Pantai Klayar yang terletak di Desa Sendang, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan tetap menjadi andalan Pemerintah Kabupaten Pacitan mendulang Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata selama Libur Lebaran tahun 2018.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Pacitan Endang Surjasri, saat dihubungi Pacitanku.com melalui sambungan telepon pada Kamis (7/6/2018) kemarin menuturkan bahwa target kunjungan wisatawan selama Lebaran adalah 200 ribu wisatawan, dengan salah satu andalan Pemkab adalah Pantai Klayar.

“Sejauh ini tetap Pantai Klayar tetap nomor satu, kemudian Goa Gong di nomor dua dan Pemandian Air Hangat Tirta Husada nomor tiga, selain juga tentunya destinasi wisata lain yang tak kalah bagusnya di Pacitan,”katanya.

Selain tiga obyek wisata andalan tersebut, kata Endang, pihaknya juga memiliki obyek wisata lain yang tak kalah bagus, diantaranya adalah Sentono Gentong yang terletak di Desa Dadapan, Kecamatan Pringkuku.

“Sekarang kalau wisatawan masuk Pacitan itu banyak pilihan ,yang palng akhir yang paling hits sekarang adalah Sentono Gentong, kemudian Pantai Pidakan, ini sedang viral di media sosial, itu menjadi alternatif pilihan wisatawan yang berkunjung ke Pacitan,”paparnya.

Dia menambahkan, untuk mencapai target 200.000 wisatawan tersebut, pemerintah kabupaten dan pihak pengelola obyek wisata telah melakukan berbagai upaya dan persiapan.

“Pembenahan fisik bidang pariwisata ini masuk dalam rencana pembangunan Pacitan, dan persiapan tersebut salah satunya membangun sarana pariwisata, misalnya di Pantai Klayar, pada tahun ini bus sudah bisa memasuki langsung ke Pantai Klayar,”jelasnya.

Selain itu, untuk wisata andalan Pemkab lainnya, yakni Goa Gong, Endang menyebutkan bahwa kawasan tersebut juga terus dilakukan pembenahan.

Walaupun dia mengakui untuk penambahan area parkir belum bisa dilaksanakan awal tahun. Dia berharap penambahan area parkir di obyek wisata di Desa Bomo, kecamatan Punung tersebut bisa dilaksanakan akhir tahun 2018.

(Dwi Purnawan/Diskominfo Pacitan)

Apel 3 Pilar Untuk Pertahankan Suasana Adem, Ayem Dan Tentrem

Jajaran Pemerintah, DPRD, TNI, dan Polisi berfoto bersama seusai agenda kegitan

Apel 3 Pilar Untuk Pertahankan Suasana Adem, Ayem Dan Tentrem

Demi mewujudkan sinergisitas 3 pilar dan upaya mewujutkan situasi kamtibmas yang kodusif dan mencegah faham radikal, Serta berupaya menyambut pilkada yang damai dan sukses di kabupaten pacitan, Pemerintah TNI dan Polri menggelar apel di pendopo kemarin 08/06/2018. Diikuti oleh seluruh camat dan kepala desa, danramil dan babinsa serta kapolesek dan babinkamtibmas se-kabupaten pacitan.

Hadir dalam kesemapatan itu Bupati Indartato, Wabup Yudi Sumbogo, Sekda Sukowiyono, seluruh kepala Badan dan OPD se-kabupaten pacitan. Dari jajaran Polres hadir Kapolres Pacitan AKBP Setyo K. Heriyanto dan pejabat utama Polres, Komandan Kodim 0801 Pacitan Letkol Kav Aristotales juga hadir dalam kesempatan itu didampinggi beberapa pejabat kodim.

Bupati Indartato dalam sambutanya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak atas segala upayanya menjaga pacitan yang selalu adam, ayem dan tentrem. Ia menyadari dalam semua aspek khususunya keamanan pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Serta Ia mengucapkan terimakasih atas kesiap-siagaan Polri dan TNI dalam pengamanan pesta demokrasi yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 juni mendatang.

(Anj/Budi/Riyanto/Diskominfo)

Baznas Pacitan Kumpulkan Rp2 M Zakat dari ASN, TNI dan POLRI

NUZULUL QURAN. Peringatan Nuzulul Quran di Pacitan. (Foto: Wahyu Sapto Hartono/Pacitanku.com)

PACITAN – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pacitan  telah mengumpulkan zakat lebih dari Rp 2 miliar tahun 2018. Dana tersebut diantaranya terkumpul dari Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI dan POLRI yang disumbangkan untuk sejumlah kegiatan sosial selama Bulan Ramadhan 2018.

Atas raihan yang cukup fenomenal tersebut, Bupati Pacitan Indartato mengapresiasi kinerja Baznas di Pacitan atas usahanya mengumpulkan zakat, infaq dan shodaqoh (ZIS) untuk berbagai kegiatan sosial dan keagamaan di Pacitan.

“Saya juga bangga dengan pengurus Baznas, karena dengan usaha dan kinerjanya sampai saat ini di Pacitan sudah terkumpul lebih dari Rp2 miliar, dana tersebut terkumpul dari TNI, Polri dan ASN yang ada di Pacitan,”katanya saat menyampaikan sambutannya dalam peringatan Nuzulul Qur’an pada Kamis (7/6/2018) di Pendopo Kabupaten Pacitan.

Dana terkumpul dari Baznas tersebut disalurkan oleh Bupati dan Wakil Bupati ke berbagai kegiatan sosial dan keagamaan. Diantaranya adalah pembangunan masjid dan mushola, anak yatim, guru TPA TPQ, takmir dan Imam Masjid di Pacitan. Penyaluran tersebut dilakukan sejak awal Ramadhan dalam kegiatan safari Ramadhan Pemkab Pacitan.

Dalam kesempatan tersebut, Indartato juga mengapresiasi kondusivitas yang ada di Pacitan berkat peran serta tokoh Agama di Pacitan.

“Saya sangat bangga dan terima kasih, karena Pacitan saat ini adem dengan adanya tokoh-tokoh agama, karena pemerintah tidak ada apa-apanya tanpa adanya tokoh agama, mudah-mudahan dengan peringatan Nuzulul Qur’an hari ini (kemarin-red) bisa membawa manfaat dan bimbingan kepada kita semuanya,”katanya lagi.

(Wahyusaptohartono/Dwipurnawan/diskominfopacitan)

120 ASN Mutasi Jabatan

Bupati Indartato membaca pakta integritas kepada peserta pelantikan yang dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Pacitan

Sebanyak 120 orang pegawai struktural dan fungsional dilingkup Pemerintah Kabupaten Pacitan mengalami mutasi jabatan. Mutasi kali ini juga untuk mengisi kekosongan jabatan sekelas kepala dinas. Seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Dilingkup Dinas Pendidikan dilakukan pengangkatan jabatan guru pertama sebanyak empat orang, pemberhentian jabatan kepala sekolah 13 orang, promosi kepala sekolah 20 orang, dan rotasi kepala sekolah sebanyak 53 orang. Sedangkan di lingkup BKPPD ada pengangkatan pejabat fungsional yaitu 1 orang assesor SDM muda.

Menurut bupati mutasi sendiri adalah hal yang lumrah dan rutin dilakukan. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan organisasi guna meningkatkan kinerja dalam melayani masyarakat.

Berikut ini daftar pejabat struktural yang dilantik hari ini:

1. Drs. SUPARDIYANTO, MM : KEPALA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL

2. WIDI SUMARDJI, S.Sos : KEPALA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA

3. Drs. DARYONO, MM : KEPALA DINAS PENDIDIKAN

4. Drs. RACHMAD DWIYANTO, APT, MM: KEPALA DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

5. Ir. DEWA AYU GEDE INDIRA INDIATI, MM: KABID PERKEBUNAN DINAS PERTANIAN

6. SUWARTO, SP, MM: KABID PENYULUHAN DINAS PERTANIAN

7. PUJIARINI, S.Sos :KASUBAG UMUM DAN KEPEGAWAIAN DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL

8. LILIK SRI SUNINGSIH, SE : KASI KELAHIRAN DAN KEMATIAN DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL

9. FERRY TRIANA BAKTI, S.Kom : KASI SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL

10. BAMBANG SURONO, ST, MM: KASI INDUSTRI LOGAM, MESIN, TEKSTIL DAN ANEKA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN

11. TRI ASTUTI DEWININGSIH, ST, MM: KASI SARANA PERDAGANGAN DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN

12. JOKO WAHYUDI, S.Sos, M.Pd : KASI PELAYANAN DAN OTOMASI DINAS PERPUSTAKAAN

13. PURNOMO, SE :KASI PENGELOLAAN DINAS PERPUSTAKAAN

14. ERNA PUSPITA, ST : KASI PEMELIHARAAN JALAN DAN JEMBATAN DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG

15. SUSILO BUDI, ST, MT : KASI OPERASI DAN PEMELIHARAAN DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG

16. ANDY RUSTANTO, SE : KASI LIMBAH B3 DINAS LINGKUNGAN HIDUP

17. KATINO, S.Sos, MM : KASUBAG KEUANGAN DINAS PENDIDIKAN

18. SUSENO, S.Sos : KASI PENINGKATAN MUTU TENAGA PENDIDIK DAN TENAGA PENDIDIKAN DINAS PENDIDIKAN

19. TRI HARYATI, S.Sos : KASI PEMBINAAN SEJARAH DAN TRADISI DINAS PENDIDIKAN

20. JULIYANTO, SE : KASI PENDIDIK DAN TENAGA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DAN PENDIDIKAN NON FORMAL DINAS PENDIDIKAN

21. SUGENG, S.Sos : KASI PERLINDUNGAN SOSIAL KORBAN BENCANA SOSIAL DINAS SOSIAL

22. SUGINO : KASI PERLINDUNGAN SOSIAL KORBAN BENCANA ALAM DINAS SOSIAL

23. SITI HUMAYAH, SE : KASI PEMERINTAHAN KECAMATAN ARJOSARI

24. SARINGATUN, SE : KASUBAG PROGRAM, EVALUASI, PELAPORAN DAN KEUANGAN KECAMATAN ARJOSARI.

25. SRI WAHYUNINGSIH, S.Sos : KASUBAG PROGRAM, EVALUASI, PELAPORAN DAN KEUANGAN KECAMATAN BANDAR

26. SUGITO : KASI KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN KECAMATAN DONOROJO

27. SUTARI, S.Sos : KASI SOSIAL KECAMATAN DONOROJO

28. SUPRIYANTO, S.Sos : KASI PELAYANAN UMUM KECAMATAN DONOROJO

29. SENEN, SE : KASUBAG UMUM DAN KEPEGAWAIAN KECAMATAN DONOROJO

(Humas/DiskominfoPacitan)

Bupati Serahkan Bantuan Ke 341 Masyarakat Kurang Beruntung

Sebanyak 249 supir becak manual, 54 supir bentor dan 38 kusir se-kota pacitan kemarin 05/06/2018 mendapatkan perhatian Bupati Indartato. Mereka yang tergabung dalam berbagai komunitas itu diundang ke pendopo dan mendapatkan bantuan langsung dari Bupati Indartato, kegiatan penyerahan itu Bupati Indartato didampingi Istri sekaligus ketua TP PKK Luki Indartato, Sekda Suko Wiyono beserta istri Ketua DWP Pacitan, Serta beberapa pejabat lingkup pemkap. Kegiatan itu rutin dilakukan setiap tahun sebagai wujud perhatian pemerintah kepada masyarakat, khususunya yang kurang beruntung. “kita mencoba berbagi kepada teman-teman yang kurang beruntung, semoga ini dapat meringankan beban mereka, untuk tenaga kebersihan menyusul waktunya”. Kata Indartato.

Operasi Ketupat Semeru 2018 Ciptakan Adem Ayem dan Tentrem

Bupati Indartato, Kapolres Pacitan AKBP Setyo K Heriyatno dan Dandim Kab. Pacitan Letnan Kolonel Kav Aristoteles Hengkeng Nusa Lawitang memeriksa alutsista yang dimiliki Polres Pacitan

Bupati Indartato mengucapkan terimakasih kepada semua pihak khususnya TNI dan Polri atas upaya dalam memberikan rasa adem, ayem dan tentrem dikabupaten pacitan. Itu disampaikanya seusai kegiatan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2018 diselenggarakan di alun-alun Kabupaten Pacitan hari ini 06/06/2018. Apel diikuti TNI, Polri, Satpol PP, Dishub, Ormas dan Pramuka. Bupati Indartato hadir diampingi Staf Ahli Bupati Pacitan Bidang Pemerintahan, Hukum Dan Politik Tri Mudjiharto, Kepala Diskominfo Kab. Pacitan Widy Sumardji, Kepala Dishub Kab. Pacitan Wasi Prayitno, Kepala BPBD Kab. Pacitan Windarto.

Ia juga memberikan penjelasan tentang kelangkaan tabung gas elpiji tiga kilogram dipasaran. Hal itu pihaknya telah melakukan pelaporan ke DPR, dan DPRD sudah melangkah ke direktur-direktur yang menangani elpiji, dan berharap kuota elpiji benar-benar dinaikan, sehingga kelangkaan tidak terjadi. “masalah oprasi pasar kita masih mempersiapkan, karena pasar masih bisa diatasi, dan saya berharap tidak terjadi hal yang tidak diinginkan”. paparnya menjelaskan kepada puluhan awak media.

(budi/anj/riyanto/diskominfopacitan)

Lima Pondasi Berkehidupan

Muhammad Nurul Huda mendapatkan jatah penutup dalam program ngaji setiap hari senin selama bulan ramadhan

Tausiyah terakhir dibulan ramadhan 1439 H Pemkab Pacitan mengundang Muhammad Nurul Huda untuk memberikan ceramah kepada seluruh Aparatur Sipil Negara atau ASN dan pejabat lingkungan Pemkab kemarin 04/06/2018 digelar di Pendopo. Hadir dalam kesempatan itu Bupati Indartato dan Sekda Sukowiyono, Pejabat lingkup Pemkab serta Kepala Badan dan OPD.

Dalam tausiyahnya yang berdurasi empat puluh menit itu Huda menjelaskan  poin penting untuk berkehidupan yang bahagia dunia dan akhirat, Ia mengajak membiasakan evaluasi diri sebelum nanti dievaluasi Alloh terutama sepuluh hari terakhir dibulan ramadhan ini yang dikatakanya sangat baik untuk mengawali kebiasaan itu.

Huda memberikan lima dasar dalam mengevaluasi diri. pertama adalah muhasabah, yaitu menghisab diri dalam rangka mengingkatkan respon kepada kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat. Kedua Ia mengajak untuk mengingat-ingat kembali janji yang telah dikatakan kepada Alloh sewaktu manusia masih didalam kandungan disebut muakkadah. Selanjudnya Ia menjelaskan mujahadah, yakni dimana manusia bersungguh-sungguh kepada Alloh  dalam beribadah.

Merasa diawasi oleh alloh adalah sebuah prilaku batin yang baik untuk manusia, karena ketika manusia mempunyai sifat itu manusia akan berhati-hati dalam segala tingkah lakunya, sifat mulia itu disebut muroqobah. Terakhir adalah memberi sanksi pada diri jika manusia berbuat khilaf baik kecil atau besar atau musibah. “sanksi itu bisa berupa shodaqoh, puasa atau yang lain intinya kita dapat jara dari kesalahan yang diperbuat”. Kata Huda memaparkan.

Seusai kegiatan Bupati Indartato menjelaskan pengajian setiap hari senin yang digelar selama bulan puasa itu adalah upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup antar sesama manusia dan kepada Alloh. “jadikan ramadhan sebagai stimulus untuk bulan-bulan lain agar lebih baik lagi”. Harapnya mengajak seluruh ASN dan warga pacitan.

(anj/budi/riyanto/diskominfopacitan)

INFO PUSDATIN BPBD KAB.PACITAN

Mohon Ijin melaporkan Peringatan dini Prakiraan Cuaca di Wilayah Kab. Pacitan untuk hari ini

RABU, 06 JUNI 2018
sebagai berikut :

– Cuaca Umumnya Cerah
– Suhu Udara 24°c – 31°c
– Kelembapan 96 % – 55 %
– Kecepatan angin 6 – 15 km/jam
– Angin berhembus dr Arah Selatan hingga Tenggara
– Tinggi Gelombang / Ombak 1,5 – 2,5 M

* TERPANTAU CUACA SEBAGIAN BESAR CERAH PADA PAGI HARI INI UNTUK WILAYAH KAB. PACITAN

* DARI HASIL PENGAMATAN SECARA VISUAL POTENSI HUJAN TERPANTAU NIHIL UNTUK HARI INI

* DI HIMBAU UNTUK TETAP SELALU WASPADA TERHADAP PERUBAHAN CUACA SECARA SINGKAT DAN PENINGKATAN KECEPATAN ANGIN SERTA TINGGI GELOMBANG / OMBAK YANG TERJADI DI SEPANJANG PERAIRAN SELATAN PULAU JAWA

BPBD KAB. PACITAN
Jl. Walanda Maramis No.09 Pacitan 63514
– Telp/Fax : (0357) 886164
– Website : http://bpbd.pacitankab.go.id/
– WA : https://api.whatsapp.com/send?phone=62895396779371&text
– Email : bpbd.pacitan@gmail.com,bpbd_pacitan@yahoo.com
– FB : https://www.facebook.com/groups/bpbd.pacitan/?fref=ts
– Freq Repeater BPBD PCT : Output :17.030 Mhz, Input :
16.530 Mhz, Tone : 11.48

– Operator : REZA AMIR. S – NOVA.A

 

Selalu Ada Stok Darah Di Pacitan

Indartato ditemani istri Luki Indartato saat mendonorkan darahnya

Bupati indartato menghadiri dan mendonorkan darahnya di kegiatan Ramadhan Bersedekah Donor Darah yang dilaksanakan oleh Perhimpunan Donor Darah Indonesia PDDI dan Palang Merah Indonesia PMI Kab. Pacitan kemarin 31/05/2018 ditribin alun-alun. Dengan tema give blode save lives Kegiatan ini digelar setiap malam bulan puasa dan selalu sekses mengupulkan ratusan stok darah. Didampingi ketua PDDI Kab. Pacitan sekaligus istri Luki Indartato dan Wabup Yudi Sumbogo.

Kabupaten Pacitan hamir tidak pernah mengalami kekurangan stok darah, hal itu dikarenakan PDDI dan PMI selalu rutin melakukan kegiatan jemput bola ke sekolah dan instansi. Dan selalu melibatkan diri diberbagai kegiatan apa saja. “setiap malam kita selalu mendapatkan 18 sampai 24 kantong darah”. Kata Luki memaparkan.

Bupati indartato mengapresiasi kegiatan Ramadhan Bersedekah Donor Darah tesebut, selain dapat membantu orang lain yang membutuhkan juga dapat memberikan dampak yang baik berupa kesehatan pada pendonornya, dan Ia berharap kantong darah dikabupaten pacitan selalu tersedia.

(Budi/Riyanto/Diskominfo)

INFO PUSDATIN BPBD KAB.PACITAN

Mohon Ijin melaporkan Peringatan dini Prakiraan Cuaca di Wilayah Kab. Pacitan untuk hari ini

SELASA, 05 JUNI 2018
sebagai berikut :

– Cuaca Umumnya Cerah
– Suhu Udara 24°c – 32°c
– Kelembapan 93 % – 50 %
– Kecepatan angin 6 – 9 km/jam
– Angin berhembus dr Arah Selatan hingga Tenggara
– Tinggi Gelombang / Ombak 1,5 – 2,5 M

* TERPANTAU CUACA SEBAGIAN BESAR CERAH PADA PAGI HARI INI UNTUK WILAYAH KAB. PACITAN

* DARI HASIL PENGAMATAN SECARA VISUAL POTENSI HUJAN TERPANTAU NIHIL UNTUK HARI INI

* DI HIMBAU UNTUK TETAP SELALU WASPADA TERHADAP PERUBAHAN CUACA SECARA SINGKAT DAN PENINGKATAN KECEPATAN ANGIN SERTA TINGGI GELOMBANG / OMBAK YANG TERJADI DI SEPANJANG PERAIRAN SELATAN PULAU JAWA

BPBD KAB. PACITAN
Jl. Walanda Maramis No.09 Pacitan 63514
– Telp/Fax : (0357) 886164
– Website : http://bpbd.pacitankab.go.id/
– WA : https://api.whatsapp.com/send?phone=62895396779371&text
– Email : bpbd.pacitan@gmail.com,bpbd_pacitan@yahoo.com
– FB : https://www.facebook.com/groups/bpbd.pacitan/?fref=ts
– Freq Repeater BPBD PCT : Output :17.030 Mhz, Input :
16.530 Mhz, Tone : 11.48

– Operator : BAMBANG.A – NOVA.A

Sidang Putusan PTUN, Pembatalan Sertifikat Sama Dengan Pembatalan Hak Atas Tanah

Suasana sidang gugatan terhadap SHM no 5 th 1967 an. J.Tasman di PTUN Surabaya

Agenda sidang  gugatan terhadap SHM no 5 tahun 1967 atas nama J. Tasman pada Rabu 6 juni mendatang adalah sidang putusan. Menyambut keputusan besar tersebut saksi ahli dari penggugat yakni Masyhud Ashari SH.MKn, Dosen Fakultas Hukum UII Jogja sekaligus Ahli Hukum Agraria memberikan pernyataan. Secara tegas pihaknya mengatkan bahwa pembatalan sertifikat tanah oleh PTUN adalah sekaligus membatalkan hak atas tanah.

Rasionalisasinya, bahwa dikeluarkannya sertifikat hak atas tanah dari kantor pertanahan melalui proses yang panjang. Yakni pendaftaran dengan menunjukan alas hak yang menunjukkan tanah tersebut adalah milik pemohon. Kemudian kantor pertanahan melakukan cek fisik, pengumuman dan lainnya sampai dikeluarkannya sertifikat. ”jadi dasar dikeluarkannya sertifikat adalah bukti awal kepemilikan, Jika kemudian ada cacat hukum dan PTUN membatalkan sertifikat hak atas tanah tersebut juga otomatis batal hak kepemilikannya terhadap obyek” jelasnya gamblang.

Masyhud melanjutkan, bahkan jika dikemudian hari ada overlapping terhadap hak atas tanah salah satu harus dibatalkan. Hal ini bisa terjadi apabila pemohon sertifikat sah menunjukkan lokasi tanah. Dan ternyata tanah yang ditunjuk sudah alas haknya akibatnya akan ada sertifikat di atas tanah yang sudah ada alas haknya. Dalam kasus seperti ini pembatalan sertifikat oleh PTUN sekaligus pembatalan haknya karena adanya cacat administrasi atau salah obyek.

(Budi/Anj/Riyanto/Diskominfo)

Polres Pacitan Siapkan Rekayasa Lalin Perlancar Mudik Lebaran

Pasar Tumpah Tegalombo. (Foto: Dok Pacitanku.com)

PACITAN – Kepolisian Resor Pacitan menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas untuk menyukseskan dan memperlancar arus mudik dan balik Lebaran tahun 2018.

Kepala Satlantas Polres Pacitan, AKP Hendrix Kusuma Wardhana kepada Pacitanku.com pada Senin (4/6/2018) mengatakan bahwa pihaknya sudah mempersiapkan berbagai hal dalam rangka memperlancar mudik dan wisatawan yang datang ke Pacitan pada Lebaran tahun ini.

“Sebagai Kasatlantas Polres Pacitan, kami siapkan banyak hal untuk rekayasa dalam memperlancar mudik dan wisatawan yang datang ke Pacitan, kita otomatis buat pos Pengamanan (PAM) mudik Lebaran, kemudian kita juga mapping jalur rawan, baik rawan macet ataupun jalur rawan laka lantas di Pacitan,”katanya.

Beberapa rekayasa lalu lintas yang dilakukan, kata Hendrix, adalah di kawasan seputaran Pacitan kota, seperti di area Pasar Arjowinangun.

Untuk diketahui, jalur yang terletak di sebelah persis pasar Arjowinangun tersebut merupakan jalur rawan macet karena adanya pasar di kawasan tersebut.

Selain itu juga menjadi penghubung dari wilayah Kota menuju ke Kecamatan Tulakan dan Kecamatan Kebonagung, Ngadirojo dan Sudimoro. “Untuk rekayasa lalin nanti ada di Pasar Arjowinangun di seputar kota, sementara itu,”ujarnya.

Data dari Dinas Perhubungan Pacitan, titik pasar tumpah yang kemungkinan terjadi di daerah lain di Pacitan selain pasar Arjowinangun adalah Pasar Tegalombo di Tegalombo, Pasar Ketrowonojoyo di Kecamatan Kebonagung, Pasar Tulakan di Kecamatan Tulakan, Pasar Kebondalem dan Desa Kebondalem  Kecamatan Tegalombo serta pasar Nawangan di Kecamatan Nawangan.

Sementara, imbuh Hendrix, selain jalur rawan macet, pihaknya juga sudah memetakkan jalur rawan kecelakaan lalu lintas di Pacitan. “Salah satunya adalah kawasan Jalur Lintas Selatan (JLS) Pacitan menjadi jalur rawan laka,”katanya lagi.

Pelarangan Angkutan

Disisi lain, kata Hendrix, pihaknya juga telah meminta kepada Dinas Perhubungan setempat untuk memberlakukan larangan melintas bagi kendaran barang mulai H-7 dan H+7 pada mudik lebaran 2018.

“Kecuali untuk kendaraan pengangkut logistik seperti sembako, tidak boleh lewat, nanti tapi ditunggu adanya surat resmi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), kira-kira nunggu itu saja untuk kepastiannya (pelarangan-red),”pungkasnya.

Kendaraan yang tidak diperbolehkan melintas di antaranya pengangkut bangunan, truk gandeng, kontainer, dan pengangkut barang dengan sumbu lebih dari dua.

Dijelaskan, intensitas kendaraan di jalan protokol saat arus mudik dan balik biasanya cukup padat. Berbagai kendaraan roda dua hingga empat berasal dari berbagai arah memadati jalan. Larangan truk besar untuk tidak melintas di hari yang telah ditentukan guna meminimalisasi kemacetan.

Seperti tahun sebelumnya, larangan tersebut ada pengecualian, untuk kendaraan besar yang sudah berizin seperti bahan kebutuhan pokok, bahan bakar minyak dan gas, ternak, pupuk, dan barang antaran masih diperbolehkan melintas. Selain itu, kendaraan besar yang boleh melintas di antaranya kendaraan angkutan mudik dan penumpang seperti bus besar.

(Dwi Purnawan/DiskominfoPacitan)

 

Hama Wereng Masih Jadi Momok Wujudkan Ketahanan Pangan di Pacitan

WUJUDKAN KETAHANAN PANGAN. Sosialisasi Pembinaan Ketahanan Pangan Kodim 0801/Pacitan Ta. 2018 pada Senin (4/6/2018) di Makodim Pacitan. (Foto: Wahyu Sapto Hartono/Pacitanku.com)

PACITAN – Hama wereng masih menjadi salah satu momok dalam upaya menuju pencapaian ketahanan pangan melalui Lomba Pertanian di Kabupaten Pacitan.

 Hal tersebut disampaikan oleh penyuluh Dinas Pertanian Kabupaten Pacitan saat sosialisasi pembinaan ketahanan pangan Kodim 0801/Pacitan pada Senin (4/6/2018) di aula Makodim 0801/Pacitan.

Penyuluh Dinas Pertanian Sukro Wibisono mengatakan bahwa berdasarkan pengamatan di lapangan oleh Dinasnya, pelaksanaan lomba pertanian di Pacitan menemui banyak kendala, salah satunya hama. “Dari pemantauan dinas pertanian,  sampai saat ini dari perwakilan beberapa kecamatan, masih banyak kendala di lapangan, mulai hama wereng sampai tikus dan burung pipit,”katanya.

Dia mengatakan bahwa dalam pelaksanaan Lomba Pertanian yang digelar Kodim 0801/Pacitan untuk mewujudkan ketahanan pangan, pihaknya mengatakan bahwa akan dinilai hasilnya yaitu nilai tertinggi adalah dinilai dari jumlah gabah yang dihasilkan. “Hama tersebut adalah suatu tantangan kita kedepan dalam berkarya di lapangan sehingga kedepan akan menghasilkan produksi yang lebih besar,”katanya lagi.

Lebih lanjut, Sukro meminta kepada para pemuda tani tidak terlalu mengharapkan hadiah dari lomba tersebut.“Tetapi mari kita serap ilmu yang sudah di ajarkan oleh pembina. Karena tujuan kita adalah untuk menyerap minat pemuda untuk terjun dan mau bertani guna menyukseskan program ketananan pangan dari pemerintah,”tukasnya.

Untuk diketahui, Kodim 0801/Pacitan bekerja sama dengan Dinas Pertanian Pacitan menggelar lomba tanam padi khusus untuk pemuda Pacitan berusia 17 tahun hingga maksimal 30 tahun. Lomba ini diikuti oleh 120 pemuda tani yang berasal dari seluruh kecamatan di Pacitan.

Lomba ini membutuhkan waktu empat bulan, sejak Maret sampai dengan bulan Juni 2018, yang dimulai dengan presentasi pertanian sampai dengan hasil panen. Selain itu, untuk lahan yang digunakan adalah lahan di area Kodim 0801/Pacitan.

(Wahyu Sapto Hartono/Dwi Purnawan/Diskominfopacitan)