Pacitan Jadi Lokasi KKN 180 Mahasiswa Untag Surabaya

Pacitan – Kabupaten Pacitan kembali dipilih menjadi lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kali ini kegiatan dilakukan oleh 180 mahasiswa asal Universitas 17 Agustus (UNTAG), Surabaya. Selama berada di Kota 1001 Gua mereka akan membaur dan berkarya bersama warga di Kecamatan Ngadirojo
Beberapa desa yang akan ditempati para mahasiswa adalah Wonodadi Wetan, Wonodadi Kulon, Bogoharjo, Nogosari, Cangkring, dan Bodag, ujar Wakil Rektor Untag, DR Andik Matulessi, M.Si, Senin (23/1/2017).

Wakil Bupati Yudi Sumbogo saat menerima rombongan mahasiswa di Pendopo Kabupaten menyambut baik kedatangan kaum cerdik pandai itu. Mereka diharapkan segera menguasai medan sekaligus cepat beradaptasi dengan warga setempat. KKN, lanjut wabup, merupakan ajang menerapkan teori yang mereka dapatkan dalam bentuk karya nyata.

KKN merupakan suatu kewajiban bagi mahasiswa sebagai bentuk pengabdian masyarakat serta membangun link antara teori dengan aplikasi di tengah masyarakat. Intinya kami sangat berterimakasih sebab kegiatan ini sangat membantu pemerintah daerah, kata wabub disambut tepuk tangan hadirin.(Ryt/Pur/Riz)

Bupati Indartato Kukuhkan Satgas Saber Pungli

Pacitan-Tekad pemerintah pusat untuk memberantas Pungli (pungutan liar) mendapat respon cepat daerah. Pemerintah Kabupaten Pacitan, Kamis (19/01) mengukuhkan satuan tugas (Satgas) Saber Pungli. Pengukuhan dilakukan langsung Bupati Indartato di Pendopo Kabupaten
Satgas saber pungli terdiri dari 40 orang dengan berbagai latar belakang. Mulai dari Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan, TNI serta perangkat daerah. Dikukuhkan Melalui SK Bupati nomor 188.45/201/KPTS/408.12/2017 tentang unit satuan tugas pemberantasan pungutan liar di Kabupaten Pacitan, lembaga ini dipimpin oleh Kompol Suharsono SH.

Usai pengukuhan, kepada Suara Pacitan Bupati Indartato mengatakan, dengan adanya satgas pungli ini diharapkan layanan publik di Pacitan lebih baik.Ini sesuai dengan azas taat hukum yang harus dipatuhi setiap penyelenggara pemerintahan.

Semoga dengan beroperasinya Satgas pungli nanti tidak ada lagi aduan yang masuk ke saya, Katanya.

Bupati Indartato tidak menampik, jika saat ini masih ada keluhan masyarakat terkait layanan publik. Biasnya, kritikan tersebut masuk melalui SMS aduan yang sengaja diperuntukkan untuk menampung aspirasi masyarakat.

Sementara, Kapolres Pacitan AKBP Suhandana Cakrawijaya menyatakan, adanya saber pungli ini bukan sarana untuk mencari kesalahan. Namun sebaliknya, meluruskan yang kurang tepat untuk mewujudkan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Hadirnya satgas saber pungli harus menjadi momentum mawas diri menuju Pacitan lebih baik.

Kita kedepankan upaya prefentif. Jika masih dapat dibenahi kita ingatkan tapi seandainya sudah parah kita akan tindak, tegas Kapolres.(Riz)

Tinjau Puskesmas, Bupati Pastikan Fasilitas Puskesmas Meningkat

Tulakan- Puskesmas merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat, sudah semestinya memiliki fasilitas dan pelayanan yang baik. Demikian dikatakan Bupati Indartato saat mengunjungi bangunan baru Puskesmas Bubakan Tulakan, Pacitan Rabu (18/01)
Bupati menambahkan, jika fasilitas dan pelayanan kesehatan baik, masyarakatnya menjadi sehat dan pintar. Ketika masyarakat pintar dan kondisinya sehat, maka akan bisa bekerja dengan nyaman. Muaranya, hidup mereka sejahtera.

Puskesmas yang sedang proses akreditasi ini menjadi salah satu pusat layanan kesehatan di wilayah kecamatan Tulakan dengan fasilitas cukup memadai. Diantaranya dengan adanya Laboratorium, rekam jantung dan peralatan pendukung medis lainnya.

Kepala UPT Puskesmas Bubakan, dokter Rini Endrawati mengungkapkan, sebenarnya di puskesmas yang dia pimpin saat ini masih ada beberapa kekurangan, diantaranya ruangan menyusui, arena bermain anak dan tempat arsip. Tapi setidaknya, dengan peralatan dan fasilitas yang sudah dimiliki, dapat meningkatkan pelayanan lebih maksimal.

Dengan komitmen memperbaiki pelayanan, Puskesmas yang didampingi Kinerja ADB mulai tahun 2016 ini, sudah memiliki banyak perubahan. Semula, kondisi bangunannya kurang layak, sekarang jauh lebih baik. Pusat layanan kesehatan yang pernah mendapatkan penghargaan berkat inovasi hamil pintar dan intel HIV AIDS ini baru saja selesai direnovasi dengan anggaran Rp.1,1 Miliar, untuk bangunan seluas 17×18 Meter.(Wan/Riz)

Tinjau Hulu Sungai Penyebab Banjir Batu, Bupati Berikan Dukungan Moral Warga

Arjosari – Bencana banjir batu yang melanda wilayah Desa Karangrejo, Kecamatan Arjosari menyita perhatian Pemerintah Kabupaten Pacitan. Bupati Indartato, Kamis (17/1/2017) meninjau langsung hulu sungai penyebab musibah tersebut. Bupati pun menyampaikan keprihatinan dan memberikan dukungan moral bagi warga terdampak
Insya Allah saudara-saudara kita di sini diberikan kekuatan dan perlindungan oleh Allah SWT. Yang terpenting mari kita biasakan siaga, waspada, serta selalu berdoa, pesan Pak In kepada puluhan warga yang menyambutnya.

Medan berat menuju hulu sungai yang berada di perbatasan Desa Tinatar, Kecamatan Punung tak menyurutkan semangat bupati. Setelah melewati tanjakan ekstrem sejauh 8 kilometer dengan bersepeda motor, rombongan masih harus berjalan kaki sejauh 2 kilometer. Setibanya di puncak bupati dan rombongan melihat langsung kondisi lereng.

Tentu saja penanganan kejadian ini memerlukan perencanaan yang matang dan kerjasama lintas sektoral. Hal ini sedang dibahas di tingkat pemerintah daerah. Betapapun ini adalah musibah bagi kita semua, imbuhnya.

Informasi yang dihimpun pacitankab.go.id, gejala retakan di titik tersebut sudah lama terjadi. Upaya pengurangan risiko bencana juga sudah dilakukan warga bersama pemangku kepentingan di tingkat kecamatan dan kabupaten. Sebagian warga bahkan sudah menyiapkan lokasi pengungsian jika sewaktu-waktu bencana menimpa.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan, Tri Mujiharto mengatakan pihaknya telah menghubungi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terkait bencana tersebut. Diharapkan dalam waktu dekat tim akan turun ke lokasi guna melakukan penelitian.

Nantinya rekomendasi PVMBG akan digunakan sebagai acuan dalam rangka rencana tindak lanjut, katanya kepada wartawan.(Ryt/Pur/Riz)

Bupati: Hari Jadi, Momen Tingkatkan Kinerja

Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pacitan ke-272 sudah di ambang pintu. Seiring bertambahnya usia, Aparat Sipil Negara (ASN) di daerah berjuluk Kota 1001 Gua diminta lebih meningkatkan kinerja. Ini terkait fungsinya sebagai abdi negara maupun abdi masyarakat
Hari jadi merupakan momentum bersama untuk terus memacu kinerja serta meningkatkan mutu pelayanan, pesan bupati di hadapan ratusan ASN saat upacara tanggal 17 di halaman Pendopo Kabupaten, Selasa (17/1/2017) pagi.

Pimpinan daerah menjelaskan, salah satu tolok ukur kinerja adalah pelaporan administrasi yang baik. Kuncinya adalah akuntabilitasnya dapat dipertanggungjawabkan sesuai aturan yang berlaku. Karenanya, lanjut Indartato, seluruh jajaran Perangkat Daerah harus mengedepankan azas tersebut.

Orang nomor satu di Pacitan berharap, tahun ini daerah yang dipimpinnya kembali sukses memboyong opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Pemeriksaanya sendiri akan dimulai sekitar bulan Pebruari. Predikat WTP sangat penting karena menjadi penanda berjalannya prinsip akuntansi secara benar.

Saya berharap semua pihak bersiap diri menjelang pemeriksaan tersebut. Tidak lupa saya sampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya bahwa opini WTP selama beberapa tahun terakhir berhasil kita raih berturut-turut, pungkasnya saat menjadi pembina upacara.(Pur/Riz)

Cuaca Buruk Nelayan Pacitan Lego Jangkar

Cuaca buruk serta gelombang tinggi yang melanda pantai selatan sebulan terakhir memaksa nelayan Pacitan berhenti melaut. Demi keselamatan, mereka memilih berlabuh untuk beberapa waktu
Nelayan kita sudah hafal dengan fenomena alam seperti ini makanya mereka tidak akan memaksa diri melaut, kata Hartono Ketua kelompok Nelayan Teleng.

Gelombang tinggi serta cuaca buruk yang terjadi diakhir tahun hingga satu dua bulan diawal tahun biasa dikenal oleh masyarakat nelayan sebagai musim barat. Jika memasuki musim tersebut maka nelayan lebih memilih menghentikan aktifitasnya dilaut dan bekerja di darat untuk menyambung hidub.

Menurut Hartono, bukan hanya nelayan lokal dengan perahu yang hanya dibawah 5 GT, nelayan andon dengan kapal besar pun banyak yang memarkir kapal. Kalaupun ada yang berani tebar jala, hanya kapal berkekuatan minimal 20 hingga 60 GT.

Sementara, menurut Bambang Marhendrawan, Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Pacitan,fenomena seperti ini bisa berlangsung hingga awal maret mendatang. Dengan kondisi tersebut produksi ikan Pacitan jelas mengalami penurunan. Bahkan, dibanding hari biasa anjloknya hasil tangkapan bisa mencapai kisaran 10 hingga 20 persen.

Jika biasanya sehari nelayan mampu menghasilkan 30 hingga 40 ton karena cuaca buruk hasilnya menjadi berkurang, ungkapnya kepada Suara Pacitan.

Peringatan cuaca buruk dan gelombang tinggi juga dikeluarkan BPBD Pacitan. Dalam imbauanya BPBD minta masyarakat khususnya nelayan untuk berhati hati. Buruknya cuaca serta adanya badai salah satunya disebabkan oleh fenomena siklon tropis yang terjadi di laut Australia.(Riz)

Dorong Percepatan Ekonomi, Bupati Indartato Resmikan Sejumlah Proyek Infrastruktur

Setelah sekian lama masyarakat Ngadirojo dan Sudimoro menantikan jembatan sepanjang kurang lebih 300 meter, akhirnya selesai dan diresmikan bupati Pacitan Indartato, (12/01/2016). Jalur alternatif yang menghubungkan Kecamatan Ngadirojo dan Sudimoro, saat ini sudah dapat dinikmati masyarakat, guna melancarkan roda perekonomian
Dalam sambutanya, bupati Indartato berpesan agar jembatan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya, memudahkan akses transportasi dan meningkatkan ekonomi masyarakat. Selaras dengan program pemerintah, seluruh pembangunan di Pacitan diharapkan bisa membuat masyarakat senang dan sejahtera.

Gunawan, Camat Ngadirojo dalam sambutanya menyampaikan terimakasi kepada pemerintah daerah atas dibangunya jembatan tersebut. Jembatan Dembo sudah mulai digunakan masyarakat, sejak selesai dibangun. Sebelum dibangunnya jembatan ini, para guru dan siswa ke sekolah harus lewat Kangkung memerlukan waktu 1 jam, dengan lewat jembatan baru Dembo hanya 5 menit. Sebagai tanda terimakasih, masyarakat mengadakan tasyakuran dengan menyumbangkan ingkung sebayak 150 buah.

Dowik, seorang warga setempat menuturkan, sebelum proyek baru ini selesai dibangun, warga yang hendak menyeberang sungai, harus berjalan kaki karena jembatan gantung yang pernah ada, sudah lenyap terbawa banjir. Melalui Jembatan Dembo, masyarakat Ngadirojo dan Sudimoro, yang berada di seberang sungai bisa membawa daganganya ke Pasar Lorok dengan jarak lebih dekat.

Pembangunan Jembatan yang berada di dusun Dembo, Desa Ngadirojo, Kecamatan Ngadirojo Pacitan ini dikerjakan selama 5 bulan menghabiskan anggaran kurang lebih 7,8 Miliar Rupiah. Dalam acara ini, sekaligus diresmikan Jembatan Banjarsari Pacitan, peresmian jalan Sendang-Klayar dan Sendang-Kalak Donorojo Pacitan.(Wan/Riz)

Alih Kelola SMA/SMK Tak Ada Masalah

Alih kelola SMA/SMK/SDLB/SLB dari pemerintah kabupaten kepada pemerintah provinsi tak dirasakan dampaknya bagi keberlangsungan kegiatan belajar mengajar. Proses pembelajaran tetap berlangsung seperti biasa tanpa kendala berarti. Demikian kata Ari Iryanto, Humas SMKN 3 Pacitan saat berbincang di Dialog Spirit Pagi Radio Suara Pacitan, Kamis (12/1/2017) pagi
Memang, lanjut Ari, kemungkinan akan ada sedikit perbedaan warna saat masih dikelola pemkab dengan di bawah provinsi seperti saat ini. Hal itu berkaitan panjangnya rentang kendali yang dibutuhkan hingga sampai di tingkat sekolah. Ini terutama berkait dengan pembangunan gedung, penambahan ruang kelas, maupun sarana pendukung lainnya.

Saya kira semuanya akan ditangani dengan baik. Jadi siapapun yang mengelola, kelancaran proses belajar mengajar akan dikedepankan, katanya melalui telepon.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Pacitan, Kardoyo menjelaskan saat ini pihaknya masih berada di masa transisi. Ini terutama berkaitan dengan penataan pegawai di lembaga baru tersebut. Terkait panjangnya rentang kendali, menurut mantan Kabag Humas Pemkab ini, tidak menjadi masalah. Sebab meskipun jarak ke ibukota provinsi jauh namun dapat terjawab dengan sistem teknologi informasi.

Di sisi lain, pihaknya justru mengambil langkah maju. Yakni pemberlakuan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Nantinya, pelaksanaan Ujian Nasional akan berlangsung serentak menggunakan perangkat komputer. Guna memastikan kesiapan jumlah perangkat, Kardoyo beserta jajaran sudah menginventarisir jumlah komputer di semua SMA dan SMK.

Insya Allah jumlahnya memadai dan kita siap melaksanakan UNBK, pungkas Kardoyo yang saat dihubungi sedang meninjau SMK Negeri Pringkuku.(Pur/Riz)

Resmikan Fasilitas Kesehatan RSUD dr.Darsono, Bupati Minta Pelayanan Meningkat

Keberadaan RSUD dr.Darsono Pacitan diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat dalam mendapatkan layanan kesehatan dengan baik. Sebagai rumah sakit pemerintah, lembaga ini harus meningkatkan kualitas pelayanan, baik melalui peningkatan SDM serta peningkatan infrastruktur
Penegasan itu disampaikan Bupati Indartato saat meresmikan proyek fasilitas pelayanan kesehatan di RSUD dr.Darsono, Kamis (12/01). Menurut Bupati, jika pelayanan sudah baik maka masyarakat tidak lagi ragu. Apalagi jika fasilitas fasilitas yang ada tak kalah dengan rumah sakit diluar kota.

Alhamdulillah aduan terkait keluhan layanan di RSUD dr.Darsono sepanjang tahun ini berkurang. hanya kisaran 11 aduan saja dan ini menjadi indikator, masyarakat semakin puas, ungkap bupati.

Untuk itu, Bupati Indartato minta, dengan semakin lengkapnya fasilitas, pelayanan juga mengikuti. Sehingga kedepan, rumah sakit daerah ini dapat semakin diandalkan.

Sementara itu direktur RSUD dr.Darsono Iman Dharmawan menyatakan,, kepercayaan masyarakat terhadap layanan RSUD dr.Darsono Pacitan kian meningkat. Hal ini ditandai dengan tingkat kunjungan dalam dua tahun terakhir mencapai 17,6 persen. Dengan angka kunjungan sebanyak 57 ribu pasien pada tahun 2015 naik 67 ribu kunjungan di tahun 2016.

Terkait adanya aduan masyarakat pihaknya bisa menerima. Ini karena RSUD merupakan layanan publik yang dituntut mampu memuaskan semuanya. Beberapa keluhan yang masih kerap disampaikan diantaranya, keramahan petugas, lamanya waktu tunggu pasien rawat jalan serta mekanisme kunjungan BPJS.

Khusus layanan pasien BPJS RSUD dr.Darsono tetap tidak bisa keluar dan harus patuh dengan aturan BPJS, Ungkapnya.

Saat ini RSUD dr.Darsono menurut Iman Dharmawan memiliki fasilitas 169 tempat tidur pasien. Jumlah dokter spesialis sebanyak 27 orang dengan jenis spesialis sebanyak 18 item. Dari jumlah itu masih ada dua dokter di puskesmas serta 5 calon dokter spesialis yang masih menjalani tugas belajar.

Fasilitas kesehatan baru di RSUD dr.Darsono adalah ruang untuk scaning serta unit Hemodialisa untuk pasien gagal ginjal. khusus fasilitas ini disediakan 10 unit mesin cuci darah untuk pasien gagal ginjal.(Riz)

PMII Cabang Pacitan Gelar Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM Dan Listrik

Keputusan pemerintah untuk mencabut subsidi listrik 900 what, menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) serta menaikkan PNBP (penerimaan negara bukan pajak) bermotor mendapat reaksi beragam kalangan masyarakat. Termasuk, kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Pacitan
Puluhan mahasiswa Rabu (11/01) pagi, menggelar aksi unjuk rasa menyuarakan aspirasi menolak kebijakan pemerintah tersebut. Mereka menilai, keputusan pemerintah sangat memberatkan rakyat. Karena tiga sektor yang mengalami perubahan tarif itu rentan berdampak pada sektor sektor lain.

Mereka memulai aksi dari sekretariat PMII di jalan Veteran lingkungan Slagi, berjalan kaki menuju gedung DPRD. sambil berorasi para pengunjuk rasa ini mendapat pengawalan puluhan aparat kepolisian. Setiba di gedung DPRD, mereka diterima ketua DPRD Pacitan Roni Wahyono. Puas menyampaikan aspirasi para mahasiswa minta ketua DPRD menandatangani kesepakatan tuntutan.

Dari gedung DPRD, para mahasiswa melanjutkan aksi serupa ke kantor Bupati Pacitan, di Jalan Jaksa Agung Suprapto. Setiba dilokasi, mereka diterima langsung Bupati Indartato, Sekretaris daerah Suko Wiyono beserta sejumlah pejabat dilingkup pemerintah kabupaten. Hampir dua jam mereka beraudiensi menyampaikan tuntutan.

Seperti halnya di DPRD, para mahasiswa minta Bupati Indartato membubuhkan tanda tangan dukungan tuntutan mereka. Namun karena pertimbangan redaksional isi tuntutan, orang nomor satu di Pacitan itu urung melakukanya. Para Mahasiswa akhirnya membubarkan diri dengan tertib.(Riz)