Bekal Ilmu Untuk Membangun Negara

Bekal ilmu yang diperoleh selama menuntut ilmu dari berbagai jenjang pendidikan menjadi modal untuk memajukan bangsa, membangun negara dan masyarakat. Hal itu disampaikan Bupati Indartato ketika berpidato pada acara wisuda sarjana STKIP PGRI Pacitan, Rabu (27/9/2017). “Kita karyakan untuk kepentingan bangsa dan negara. Sehingga hidup adik-adik (wisudawan, Red) mampu memberikan manfaat. Tidak hanya untuk negara, tetapi juga masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, berkaitan dengan masa depan dan karir yang akan coba diraih para wisudawan, ada lima syarat perlu diperhatikan. Yakni berpikir tentang sistem dengan berlaku manusiawi. Selain itu juga harus mengakui ada perbedaan, profesional, dan sikap tenggang rasa. “Harus menghormati orang lain. Kita tidak bisa bekerja sendiri tanpa orang lain,” jelasnya.

Tidak itu saja. Orang nomor satu di jajaran pemerintahan Kabupaten Pacitan ini juga menekankan pentingnya tanggung jawab. Sebab dengan disertai rasa tanggung jawab, maka setiap orang akan berpikir positif. Sehingga dapat menjadi modal mewujudkan cita-cita maupun tujuan bersama. “Selalu mensyukuri apa yang kita peroleh,” tegasnya.

Diakhir sambutannya Indartato berharap agar wisudawan tetap menjaga sikap positif yang dimiliki. Dengan demikian upaya untuk terus memajukan kehidupan masyarakat disegala bidang dapat segera terwujud. (arif/tarmuji/danang/humaspacitan)

Wakil Bupati Pacitan Membuka Parade Drumband

Pacitan-Puluhan peserta drumband unjuk kebolehan di depan Kantor Bupati Pacitan. Kegiatan ini masih dalam peringatan hari jadi Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72, Selasa (26/09/2017)

Kegiatan berlangsung meriah dan sukses dengan tingginya animo masyarakat untuk menyaksikan kegiatan tersebut dengan memenuhi sepanjang jalan yang menjadi rute para peserta parade drumband yang dimulai pukul 08.00 WIB dengan pemberangkatan tingkat TK/BA/RA dan SD/MI se-Kabupaten Pacitan dan berakhir sore hari dengan pemberangkatan tingkat SMP/MTS dan SLTA/MA se-Kabupaten Pacitan pada pukul 13.00 WIB. Untuk TK finish di depan Gasibu, SD/MI finish di Depan Kolam Renang Grindulu, dan Untuk Finish tingkat SLTP/SLTA di Depan DPPKA Kabupaten Pacitan.

untuk diketahui, parade drumband yang di gelar pada hari ini di buka oleh Wakil Bupati Pacitan Yudhi Sumbogo dengan pemberangkatan peserta pertama TK. Siti Patmirah. Parade drumband yang diikuti oleh 14 regu TK/BA/RA, 25 Regu SD/MI, 14 Regu SMP/MTS, dan 6 Regu SMA/SMK se-Kabupaten Pacitan yang nantinya akan di ambil 5 penampilan terbaik di setiap tingkatnya. (Jeng)

 

Junjung Sportifitas dan Bawa Nama Daerah Dengan Prestasi

Gelaran kejuaraan provinsi (Kejurprov) Bola Voli Indoor Junior Jawa Timur piala Kapolda Jatim resmi dibuka Kapolres Pacitan AKBP Suhandana Cakrawijaya di GOR Pacitan, Senin (25/9/2017). “Pembinaan bola voli di Jawa Timur cukup berhasil. Mulai usia remaja sampai senior,” ujarnya ketika membacakan sambutan Kapolda Irjen Pol Machfud Arifin saat membuka kegiatan.
Bukti itu ditunjukkan saat gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) di Riau tahun 2012. Dimana saat itu tim putra Jatim berhasil meraih medali emas. Sedangkan putri menyabet perak. Kejurprov ini sendiri menjadi ajang menggali potensi atlet berbakat di wilayah ujung timur Pulau Jawa. Ada 38 kontingen yang akan bertanding pada even yang akan berlangsung mulai tanggal 25-30 September 2017.
Sementara, Bupati Indartato selaku “tuan rumah” berharap agar semangat para atlet Pacitan di cabang yang satu ini makin meninggi. Karena gelaran semacam itu akan menambah pengalaman bagi para atlet. Sehingga kedepan lebih berprestasi. “Bawa nama daerah, tentunya dengan menjunjung tinggi sportifitas dan bersikap fair play,” katanya.
Disisi lain, menurut bupati, ada hal positif dari agenda kegiatan berskala regional maupun nasional di Kabupaten Pacitan. Salah satunya bidang ekonomi. “Sektor ekonomi akan ikut bergerak. Sebab, kontingen peserta dari luar daerah tentu membutuhkan sarana akomodasi. Seperti makan, minum, atau penginapan. Tentunya ini akan menggerakkan ekonomi masyarakat,” tukasnya. (arif/tarmuji/danang/humaspacitan)

Gebyar Undian Berhadiah PBB-P2 2017

Target potensi pada tahun 2014 di Kabupaten Pacitan sejumlah 8.532.566.451,00 dan pada tahun 2017 menjadi 15.093.628.344,00. Peningkatan potensi rata-rata selama 3 tahun berjalan 20%. Rata-rata pelunasan PBB-P2 mencapai 98% dari target setiap tahun. Upaya peningkatan potensi yang telah dilakukan pemerintah antara lain dengan kegiatan pemutakhiran data, menggali secara terus menerus dengan menilai obyek baru yang potensial, melalui reklas (menaik kan NJOP PBB-P2 pada zona yang terseleksi) dan kerjasama pendampingan dengan UGM Yogjakarta yang sudah berjalan sejak tahun 2015.

Sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat yang telah membayar PBB-P2  telah dilakukan undian berhadiah percepatan pelunasan pembayaran PBB-P2 yang dikaitkan dengan Hari Tani Tahun 2017.

Hal ini bertujuan sebagai bentuk penghargaan dari Pemerintah Daerah kepada wajib pajak dengan kesadarannya telah memenuhi kewajiban perpajakannya. Untuk memberikan rangsangan bagi wajib pajak setelah menerima SPPT PBB-P2, selain itu dengan membayar pajak dengan tertib berarti ikut berpartisipasi dalam membangun Kabupaten Pacitan kedepan lebik baik dan menjadikan kegiatan ini sebagai 1 ikon kegiatan rutin yang dapat dilaksanakan setiap tahunnya.

Dalam acara yang digelar di Halaman Parkir Pasar Minulyo Kabupaten Pacitan mulai pukul 08.30 WIB (25/9). Yang dihadiri langsung oleh Bupati Pacitan dan Wakil Bupati Pacitan, Camat se-Kabupaten Pacitan, Kepala SKPD se-Kabupaten, Kepala Desa/Kelurahan se-Kabupaten, FORKOPIMDA dengan jumlah undangan 250 . Adapun hadiah yang disediakan berupa 1 unit sepeda motor, 2 unit sepeda MTB, 1 unit mesin cuci, 1 unit kulkas dan berbagai hadiah lainnya.

Pada acara ini Bupati Pacitan juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada petani dan petani nelayan :

  1. Pompa air sebanyak 55 Unit dengan sumber dana dari APBN diterimakan kepada Kelompok Tani Karya Tani III Desa Tambakrejo Kecamatan Pacitan .
  2. Handtracktor Roda Dua sebanyak 35 Unit dengan sumber dana dari APBN diterimakan kepada Kelompok Tani Widodo Desa Gondosari Kecamatan Punung.
  3. 10 Unit Cultivator dan 9 Unit pompa air dengan sumber dana dari APBN untuk pengembangan tanaman tembakau, diterimakan oleh Kelompok Tani Sido Makmur Desa Sidoharjo Kec. Pacitan
  4. Penyerahan klaim asuransi usaha tani oleh PT. JASINDO sebesar Rp. 29.700.000,00 kepada Kelompok Tani Lestari II Desa Jatimalang Kec. Arjosari
  5. Penyerahan klaim Asuransi Usaha ternak sapi oleh PT. JASINDO sebesar Rp. 10.000.000,00 kepada Kelompok Tani Ternak Jatisari Desa Kledung  Bandar
  6. Penyerahan klaim Asuransi usaha tani oleh PT. JASINDO sebesar Rp. 160.000.000,00 kepada ahli waris dari Bapak Sutrisno Nelayan Desa Klesem Kec. Kebonagung (diterima oleh ibu tri warti/istri alm sutrisno)
  7. Penyerahan klaim asuransi usaha tani oleh PT. JASINDO sebesar Rp. 160.000.000,00 kepada ahli waris dari bapak suyanto Nelayan Desa Kembang Pacitan diterima oleh ibu mamik/istri alm suyanto. (jeng)

Pemkab Terus Distribusikan Air Bersih

Halaman seberang kantor balai Desa Petung Sinarang tampak berbeda sore tadi. Suara riuh rendah saling menimpali. Seorang ibu terlihat sibuk menata timba dan jerigen miliknya sambil sesekali mencoba menenangkan sang cucu yang terus saja merengek digendongan punggung. “Mriki…mriki. Wadahe kulo isi,” terdengar suara Luki Indartato meminta kepada warga. Sementara dari ujung jalan seorang kakek datang dengan tergopoh-gopoh membawa dua jerigen miliknya, Sabtu (22/9/2017) sore.
Ya, Luki Indartato bersama Ninik Yudi Sumbogo, dan Bety Suko Wiyono ikut mendistribusikan air bersih bersama bupati dan wakil bupati, serta Sekretaris Daerah ke wilayah Kecamatan Bandar. Desa Petung Sinarang sendiri merupakan satu dari puluhan desa di Kabupaten Pacitan yang warganya dilanda krisis air bersih.
Tak hanya membagikan air bersih, bupati dan rombongan lantas mendatangi sumber air bersih Nginuman di desa setempat. Keberadaan sumber air tersebut cukup vital sebagai pemasok air baku untuk masyarakat di desa tersebut. Peran itu paling tidak terasa ketika sejumlah warga datang silih berganti mencari air. “Karena itu sore ini saya dan rombongan melihat sumber air yang dapat dimanfaatkan. Ini menjadi prioritas pemerintah daerah untuk melayani kebutuhan air bersih,” kata Bupati Indartato.

Saat ini distribusi air bersih masih terus dilakukan pada zona-zona merah darurat air bersih. Sebagai upaya jangka pendek mengatasi kekurangan air. “Alhamdulillah disini masih ada sumber dengan debit yang mencukupi. Mudah-mudahan tahun depan dapat dibenahi. Masalah disini (sumber Nginuman,Red) hanya hal pemeliharaan saja,” tukas Indartato. (arif/tarmuji/sopingi/humaspacitan)

Bupati Pacitan hadiri Carnival Volume 3 HUT SMA 1 Pacitan ke- 53

Penampilan salah satu peserta Carnival Volume 3 tahun 2017. (Foto: Ageng Diskominfo)

 

Pacitan – Ribuan warga Pacitan Minggu (17/09/2017) pagi memadati Alun-Alun Kota Pacitan. Mereka sejak pagi memadati lapangan untuk menyaksikan Carnival Volume 3 tahun 2017 yang diselenggarakan oleh SMA 1 Pacitan dalam rangka peringatan HUT SMA 1 Pacitan yang ke-53. Carnival diikuti 28 peserta perwakilan kelas siswa-siswi SMA 1 Pacitan. Acara dihadiri Bupati Pacitan Indartato beserta jajaran Forkopimda.

Dalam sambutannya, Tri Andarini, ketua pelaksana menyampaikan kegiatan Carnival tersebut merupakan agenda 3 tahunan yang diselenggarakan pihak sekolah melalui OSIS. Kegiatan Carnival merupakan wujud ekspresi seni dan budaya siswa-siswi SMA N 1 Pacitan. Adapun karya yang ditampilkan merupakan merupakan hasil kreatifitas siswa-siswi sekolah tersebut. Masih menurut dia, bahan-bahan yang digunakan untuk carnival merupakan material ramah lingkungan.

Tema Carnival Volume 3 tahun 2017 adalah “Tumbuhkan Generasi Muda yang Kreatif dan Inovatif untuk Meningkatkan Rasa Cinta Seni dan Budaya Khususnya Seni Pertunjukan Film”. Tri Andarini menekankan semua aktivitas dalam kegiatan tersebut, mulai dari persiapan hingga saat acara merupakan hasil kreativitas siswa-siswi. Adapun bapak ibu guru berperan sebagai pendamping dan konsultan. Di akhir sambutannya, dia berharap kegiatan ini dapat memberikan nilai-nilai positif seni dan budaya khusunya budaya lokal Pacitan. (Geng/PS)

Ny Luki Indartato: KRPL Jangan Sekadar Seremonial

JANGAN SEKADAR SEREMONIAL: Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pacitan Luki Indartato bersama Wakil Bupati Yudhi Sumbogo mendampingi tim penilai Lomba KRPL Tingkat Nasional di Desa Nanggungan, Pacitan. (Foto: Rizky Mahendra)

Pacitan – Keberadaan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) diminta tidak sekadar seremonial lomba. Namun seharusnya dapat berkembang lestari dan berkelanjutan. Penekanan itu disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pacitan Luki Indartato saat mendampingi tim penilai lomba KRPL tingkat provinsi Jawa Timur di KRPL Desa Nanggunangan, Rabu (13/09/2017) pagi.

Menurut Luki, adanya KRPL ini seharusnya dapat memberi manfaat lebih memenuhi kebutuhan keluarga. Lahan pekarangan tidak dibiarkan menganggur namun dapat difungsikan untuk tanaman bermanfaat.

“Lomba hanyalah pemicu semangat tapi yang lebih penting adalah KRPL ini bisa lestari terus untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga,” ujar isteri Bupati Indartato tersebut.

Sejauh ini lanjutnya, melalui organisasi PKK pihaknya sangat mendukung program KRPL. Selain memberikan bantuan bibit tanaman juga pelatihan dan pendampingan. Peran perempuan dalam membangun KRPL ini memang sangat dikedepankan. Tujuanya agar wanita lebih berdaya membantu peran suami memenuhi kebutuhan ekonomi.

Hal senada disampaikan ketua tim penilai provinsi Jawa Timur Sri Widarti. Menurutnya, lomba hanyalah motivasi dan bentuk penghargaan. Yang terpenting adalah menjadikan KRPL ini bermanfaat bagi keluarga dan terus lestari.

“Saya berharap apa yang ada di proposal sesuai dengan kondisi dilapangan,” ungkapnya.

Penilaian kali ini untuk melihat langsung kondisi lapang. Dari hasil tinjauan lapangan tim penilai akan melihat 7 aspek. Yakni aspek kelembagaan, aspek ekonomi, kawasan, kelestarian, administrasi dan dukungan. KRPL Pademangan Putri Desa Nanggungan mewakili maju ke tingkat provinsi setelah sebelumnya berhasil menjadi yang terbaik di tingkat kabupaten. (RSP/Riz/PS)

Dua KIM Wakili Pacitan ke Pasuruan

Pasuruan – Desa Donorojo Kecamatan Donorojo serta Desa Wareng Kecamatan Punung mewakili Kabupaten Pacitan mengikuti Pekan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Kabupaten Pasuruan. KIM dari dua desa tersebut merupakan binaan pemerintah Kabupaten Pacitan.

Menurut Kepala Bidang Komunikasi Dinas Komunikasi dan Informatika Rachmad Supriyono, dipilihnya KIM dari Desa Donorojo dan Wareng karena keduanya memiliki kelebihan. Diantaranya, produk unggulan seperti kerajinan batu mulia serta produk produk makanan khas.

Yang tidak kalah membanggakan, produk unggulan tersebut mereka jual tidak hanya dengan cara konvensional namun juga melalui sentuhan tekhnologi informasi (TI). Melalui website yang mereka kelola sendiri hasil kerajinan warga dapat dipantau dimarket online.

Tidak itu saja, masyarakat juga dapat mengakses segala informasi melalui siaran radio. Radio komunitas ini menjadi media efektif menyampaikan informasi dari dan untuk masyarakat.

“Baik Desa Donorojo maupun Desa Wareng sama-sama memiliki kelebihan. Bahkan untuk Desa Wareng memiliki obyek wisata yang sangat terkenal yakni Gua Tabuhan dan situs prasejarah,” ujar Rachmad Supriyono yang juga ketua rombongan KIM dihubungi melalui telepon di Program Spirit Pagi RSP, Senin (11/9/2017) pagi.

Pekan KIM dijadwalkan berlangsung selama sepekan mulai Selasa, (12/09/2017). Acara ini diikuti oleh seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur. Kegiatannya sendiri meliputi lomba stand, lomba website/blog, serta pameran produk unggulan. Ada pula seminar dan workshop. (RSP/Riz/PS)

DESA NGUMBUL SABET JUARA 1 LOMBA SID AWARD 2017

Website Sistem Informasi Desa (SID) yang dirintis desa Ngumbul, Kecamatan Tulakan akhirnya berhasil menyabet juara 1 Lomba SID Award 2017 yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Pacitan (Diskominfo).
Piagam lomba Website Sistem Informasi Desa (SID) tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Pacitan Indartato dalam malam puncak PBHBN di Alun-alun Pacitan, Kamis (7/9/2017) malam.
Dalam keterangannya Bupati Indartato mengatakan, Lomba website Sistem Informasi Desa (SID) ini merupakan bagian tak terpisahkan dalam implementasi Undang-Undang Desa. “Kami berharap kegiatan lomba ini bisa menjadi suport bagi desa dalam memanfaatkan informasi tehnologi sebagai ujung tombak informasi pembangunan di desa,” tukas Bupati Indartato.
Bupati menyampaikan, dengan adanya informasi perencanaan, kegiatan pembangunan, penggunaan dana desa dsbnya di dalam SID yang mudah diakses warga, pemerintah desa akan dituntut untuk lebih akuntabel. Kantor desa akan mempunyai kesempatan untuk secara lebih mudah membuat laporan pertanggung-jawaban kegiatan, penggunaan dana desa dsbnya.
Dirinyapun mengucapkan selamat kepada desa yang telah terpilih menjadi juara dalam lomba tersebut. “Saya ucapkan selamat, semoga keberhasilan ini bisa diikuti oleh desa-desa yang lain, sehingga harapan untuk memberikan pelayanan yang prima, efisien, akuntabel dan transparan bisa terwujud,” ungkapnya.
Seperti diketahui, lomba website Sistem Informasi Desa dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia ke 72 tersebut diikuti oleh pemerintah desa seluruh kabupaten Pacitan yang sudah memiliki website online.
Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Kabupaten Pacitan Widi Sumardji, S.Sos mengatakan ada beberapa kriteria penilaian dalam lomba tersebut. Yaitu meliputi Kelengkapan data, Keaktifan updating informasi, Orisinalitas Konten , Promosi produk unggulan dan Kreatifitas tampilan. “Ini merupakan bentuk apresiasi kami kepada desa-desa yang telah memanfaatkan website desa sebagai sarana bertukar informasi dan pelayanan publik,” ujar Widi.
Lebih jauh Widi mengatakan, dengan SID, informasi kependudukan, perencanaan, asset, anggaran dsbnya akan terrekam secara elektronik. Semua informasi tersebut mempunyai potensi untuk lebih mudah diakses oleh warga. Kantor desa mempunyai kesempatan untuk menyediakan fasilitas bagi warga untuk mengakses informasi desa dengan mudah, misalnya dengan menerbitkan informasi desa di web desa. “Karena tahu data itu ada, warga juga mempunyai kesempatan untuk menuntut kantor desa untuk menyediakan akses pada informasi yang mereka butuhkan,” tegasnya.
Selain itu, Ketersediaan data dan informasi desa yang mudah diakses akan meningkatkan potensi warga untuk berpartisipasi dalam pembangunan desa. Warga akan tahu kegiatan apa yang sedang berjalan dan apa yang direncanakan, sehingga dapat ikut mengawal kegiatan tersebut ataupun memberi usul, saran dan masukan lain terkait pembangunan desa. “Lebih dari itu, SID juga mempunyai potensi untuk menyediakan media elektronik untuk menggalang partisipasi warga, seperti forum diskusi atau formulir komentar/usulan elektronik,” paparnya.
Website desa Ngumbul.kabpacitan.id ini merupakan salah satu website rintisan yang dimotori oleh pemerintah desa ngumbul bekerjasama dengan KOMPAK. Fasilitator KOMPAK kabupaten Pacitan, Irwandi dalam keterangannya mengatakan, beberapa website desa yang berada dalam pendampingan KOMPAK sudah memanfaatkan Sistem Informasi Desa (SID) dalam berbagai pengelolaan data desa. “Misalnya, di website desa Ngumbul ini sudah terekam data kependudukan beserta atribut-atributnya, sehingga pihak desa dengan mudah memilah data penduduk secara akurat berdasarkan kriteria yang diinginkan, sehingga bisa mentargetkan suatu program pemerintah secara tepat sasaran,” ungkap Irwandi.
Pihaknya mengaku sangat apresiatif terhadap keberhasilan desa Ngumbul yang terpilih menjadi juara 1 dalam Lomba SID Award 2017 . “Selamat kepada desa Ngumbul, Ini akan menjadi tolak ukur bagi desa-desa lain yang berada dalam pendampingan KOMPAK untuk terus memaksimalkan penggunaan basis data online dalam meningkatkan pelayanan di desa,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala desa Ngumbul Tukijan mengatakan keberhasilan ini tentunya akan menjadi cambuk bagi pemerintah desa dalam upaya terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. ” Terimakasih kepada Pemerintah Daerah, tim KOMPAK, perangkat desa dan seluruh masyarakat desa Ngumbul, ini merupakan keberhasilan kita bersama, semoga apa yang telah kita capai ini bisa memberikan manfaat bagi pelayanan masyarakat, kita akan terus berbenah agar apa yang telah kita capai ini bisa benar-benar bisa memberikan manfaat bagi masyarakat didesa kami,” ungkap Tukijan. (frend/ngumbul.kabpacitan.id)

APBDesa merupakan dokumen perencanaan dan penganggaran yang disusun sebagai pedoman Pemerintah Desa

Untuk menjalankan roda pemerintahan di desa. Sebelum ditetapkan dengan peraturan desa, APBDesa ini terlebih dahulu ditetapka dokumen perencanaan desa yaitu Rencana Kerja Pembangunan (RKP) Desa pada tahun sebelumnya. Hal inilah yang dilakukan Pemerintah Desa Ketro bersama BPD menggelar Pra Musyawarah Desa penetapan RKP Desa Ketro Tahun 2018.

Bertempat di Balai Desa Ketro Kecamatan Tulakan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) menggelar musyawarah desa dengan melbatkan partisipasi warga masyarakat desa. Musyawarah Desa Ketro tahun ini dilaksanakan agak berbeda dari tahun – tahun sebelumnya, selain merupakan amanah dari peraturan menteri Desa no 2 tahun 2015 juga karena dibentuknya tim 11 yang difasilitasi oleh SEPOLA desa.

Tim 11 penyusun RKP desa dengan cermat menyusun rencana kerja pembanguna desa berdasarkan masukan dan usulan dari masing – masing dusun. Usulan RKP desa tahun 2018 kali disusun dengan melibatkan lebih banyak unsur diantaranya kaum perempuan, warga miskin dan juga penyandang disabilitas. Eko Pamungkas yang merupakan salah satu peserta yang mewakili penyandang disabilitas Desa Ketro menuturkan bahwa Musyawarah Desa Ketro tahun ini semakin baik dan partisipatif bila dibandingkan pelaksanaan tahun – tahun sebelumnya.

Dengan keterlibatan warga secara partisipatif ini tentunya membawa perubahan pada penyusunan APBDesa Ketro yang lebih baik. Hal ini dibuktikan dengan adanya komitmen dari pemerintah desa bahwa tahun 2018 nanti prioritas penggunaan APBDesa tidak lagi hanya fokus mengerjakan sarana dan prasarana desa saja. Pemerintah Desa Ketro berkomitmen untuk menambah alokasi pemberdayaan masyarakat dalam APBDesa tahun 2018. Hal ini seperti yang diungkapkan Kepala Desa Ketro Tupani dalam sambutannya
“Keseimbangan antara sarana prasarana dengan pemberdayaan sebab apabila sarana dan prasarana baik tanpa di imbangi peningkatan sumberdaya manusia tidak ada artinya” ucapnya di depan peserta musyawarah desa.

Di tulis oleh jurnalis warga desa ketro Tinar suprihatin