PMI Pacitan Gelar Donor Darah pada Malam Hari di Bulan Ramadhan

PMI Pacitan menggelar kegiatan donor darah pada malam hari selama Ramadhan. (Foto: Dok. PMI Pacitan)

PACITAN – Selama Ramadhan, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pacitan mengadakan donor darah pada malam hari. Kegiatan bertajuk “Ramadhan bersedekah donor darah” itu dilaksanakan di tribun alun-alun Pacitan seusai shalat Tarawih.

Donor darah itu dimulai pada Senin (21/5/2018) malam di tribun alun-alun Pacitan. Staff Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Pacitan, Eko Wiranto saat dihubungi Pacitanku.com pada Rabu (23/5/2018) mengatakan, kegiatan itu bertujuan untuk memenuhi stok darah pada bulan Ramadhan. “Untuk kegiatan donor darah, kami PMI bekerja sama dengan PDDI Pacitan, mulai kemarin Senin (21/5/2018) sampai Rabu (30/5/2018) mendatang di tribun alun-alun, dillaksanakan setelah tarawih,”katanya.

Pada hari pertama kegiatan tersebut, kata Eko, masyarakat yang mendaftar sebanyak 30 calon pendonor dan yang terambil sejumlah 20 pendonor. “Kemudian hari kedua kemarin, pendaftar 25, terambil 15 kantorng darah,”ujarnya.

Lebih lanjut, Eko menyampaikan bahwa tidak ada target khusus selama pelaksanaan kegiatan tersebut. Misalnya, kata dia, setiap malam ada penambahan, ada 15 kantong darah, besok 20 darah atau tergantung dari para pendonor.

Secara khusus, Eko mengungkapkan bahwa kebutuhan kantong darah di Pacitan masih aman. Dia juga menyebut permintaan kantong darah tergantung dari pasien yang membutuhkan.

“Kebutuhan darah di Pacitan masih aman, untuk kantong darah yang dicari tidak mesti, minggu ini A, minggu depan AB, tergantung dari permintaan pasien,”tukas Eko.

Selain itu, Eko juga menyebut persediaan darah sehat di Pacitan pada Rabu (23/5/2018) pukul 08.00 sejumlah 387 kantong. “Dengan rincian golongan darah A 59 kantong, B 142 kantong, O 180 kantong dan AB 21 kantong, namun persediaan darah setiap saat dapat berubah,”pungkasnya.

(Pacitanku.com/DwiPurnawan/Diskominfopacitan)

Harmoni Antara Pemerintah, Rakyat dan Ulama

Bupati Indartato disambut oleh Tokoh Agama Kec. Arjosari dalam kegiatan kedua Safari Ramadhan 2018. (Foto: Anj/Diskominfopacitan)

Masjid Al-Iklas beralamat di Dusun Krajan kulon Desa Jatimalang Kecamatan Arjosari menjadi kunjungan kedua rombongan Safari Ramadhan 23/05/2018. Bupati beserta Romongan tiba pukul 16.30 disambut ratusan masyarakat dan tokoh agama Kec. Arjosari. Kegiatan buka bersama dan salat tarawih bersama itu adalah upaya silaturahmi antara pemerintah dengan masyarakat khususnya warga Desa Jatimalang.

Dalam kesemapatan itu Bupati Indartato menyerahkan bantuan kepada takmir Masjid dan Mushola di Kecamatan Arjosari, juga diserahkan bantuan berupa uang tunai rehab masjid dan mushola yang melakukan pengajuan. Dan puluhan paket sembako diserahkan kepada masyarakat kurang beruntung.

Dalam sambutanya Bupati Indartato menyampaikan bahwa kegiatanya adalah upaya untuk dekat dengan rakyat, Ia berharap dengan dekat pemerintah dapat mengetahui langsung kondisi rakyatnya. Ia menambahkan selain harus sangat dekat dengan rakyat, pemerintah harus dekat dengan ulama. Sehingga terjadi harmonisasi antara pemerintah rakyat dan ulama. “dilain sisi kami Pemerintah daerah dan DPRD akan selalu berupaya menciptakan peluang usaha untuk masyarakat dan berusaha menjadi pelayan yang baik untuk masyarakat”. Tutur Bupati Indartato.

(Budi/Anj/Riyanto/Diskominfopacitan)

Safari Ramadan Perdana, Bupati Sambangi Donorojo

Bupati Pacitan menyerahkan bantuan secara Simbolis. (Foto : Budi Diskominfo Pacitan)

Memasuki bulan Ramadan, Bupati Indartato dengan jajarannya melaksanakan safari. Kali ini lokasi perdana yang dipilih adalah Masjid Al Falah di Dusun Lemahbang, Desa Belah, Donorojo, Senin (21/5/2018). Pada kesempatan ini pula bupati menyerahkan bantuan ke warga kurang mampu dan tempat ibadah. Diantaranya paket sembako, karpet, Al Quran dan buku-buku agama. Sebanyak delapan masjid juga mendapatkan bantuan yang nilainya beragam. Antara Rp 15-50 juta. Selain itu diserahkan pula bantuan untuk rabat jalan ke makam Dusun Kendal, Desa Sendang senilai Rp 50 juta.

Saat memberikan sambutan bupati menyampaikan jika kedatangannya sebagai bentuk silaturahmi di bulan Ramadan. Sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah memajukan kehidupan masyarakat. Yang ditandai dengan tiga hal. Derajat kesehatan, pendidikan, dan perekonomian. Tetapi hal itu tidak dapat terwujud tanpa bantuan pihak lain. Seperti pengusaha misalnya. Kehadirannya dibutuhkan sebagai pembuka jalan terciptanya lowongan pekerjaan.
Tidak itu saja. Pembangunan tidak hanya pada fisik saja. Tetapi juga mental. “Salah satunya melalui para ulama yang membentuk moral dan keimanan, melalui ajaran-ajaran agama,” kata Bupati Indartato.

Selain bupati, kegiatan safari Ramadan perdana di tahun 1439 H ini juga dilaksanakan Wakil Bupati Yudi Sumbogo. Tepatnya diwilayah Kecamatan Bandar. (arif/nasrul/shopingi/tarmuji/danang/humaspacitan/diskominfopacitan)

Bazar Ramadhan wadah UKM dan Manjakan Masyarakat Pacitan

Wabup Sumbogo Memeriksa produk UKM yang dijajakan. Didampingi Eny Setyowati Kpl. Dinas Koperasi dan UKM memakai krudung berwarna kuning.

Wabup Yudi Sumbogo didampingi Istri Ninik Yudi Sumbogo serta beberapa Pejabat lingkup Pemda meninjau kegiatan Bazar Kuliner dan Takjil Ramadhan kemarin 18/15/18. Digelar dihalaman gedung PLUT Kabupaten Pacitan. Sebanyak 50 UKM peserta bazar menjajakan produknya selama bulan ramadhan yakni dari tanggal 17 Mei hingga 20 Juni 2018.

Selain memberi wadah UKM kegiatan ini juga diharap memanjakan masyarakat Pacitan untuk memenuhi aneka kebutuhan ramadhan. “para peserta adalah binaan Dinas Koperasi dan UKM Kab. Pacitan yang masuk dalam planning diagnosa usaha yang dikurasi dan dinilai produknya sehingga selalu ada perbaikan khususnya di mutu sehingga UKM pacitan Menjadi sempurna”. Eny Setyowati Kepala Dinas Koprasi dan UKM Kab. Pacitan.

(Budi/Anj/Riyanto/DiskominPacitan)

Majelis Hakim PTUN PS Obyek Sengketa

Suasana Pemeriksaan Setempat atau PS di Pasar tulakan.

Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara atau (PTUN) melakukan Pemeriksaan Setempat atau PS kemarin 14/05/18, meninjau langsung obyek yang disengketakan, beralamat di Dusun Krajan Desa Bungur Kecamatan Tulakan. Selain meninjau obyek sengketa, serta menanyakan batas-batas, majelis hakim yang dipimpin Liza Valianti juga menanyakan letak letak tanah milik Radjiogoro pada leter C Nomor 49 persil 69a An. Radjiogoro sebagai dasar penerbitan sertipikat SHM Nomor 5 Tahun 1967Atas Nama J. Tasman.

Kepala Desa Bungur Tri Susila menyampaikan kepada Majelis Hakim bahwa kini telah terbit tiga sertipikat baru di atas tanah milik Radjiogoro yaitu pertama atas nama Hariyono, kedua Sularsi dan ke tiga juga bernama Sularsi. “Data ini sesuai dengan data yang dimiliki oleh Pemerintah Desa Bungur, jika tanah pasar itu di data pemdes adalah Tanah Negara bukan milik Radjiorogo”. Jelas Tri Susila Kepada Hakim Ketua Liza.

Tanah Radjiogoro adalah tanah pekarangan, yang berada sebelah utara pasar dan tidak berbatasan langsung dengan pasar. “yang disini ini tanah Radjiogoro, bukan di pasar, Radjiogoro tidak pernah memilili tanah pasar dari dulu”. Kata Nurul salah satu penggugat dan pedagang pasar menguatkan pernyataan Kepala Desa.

Terjadi banyak spekulasi mengingat semua sertipikat adalah produk Badan Pertanahan Nasional BPN, dan kini telah menjadi tiga sertipikat, ketiga sertipikat terbit setelah sertipikat milik J. Tasman. Ketiga Sertipikat menjelaskan hal yang sama yakni sertipikat J. Tasman menyatakan berbatasan dengan pasar kelapa, sedangkan fotocopy sertipikat hak milik Nomor 26 Tahun 1981 atas nama Sukatman menyatakan berbatasan dengan tanah milik Pemerintah Daerah Tingkat 2 Pacitan.

Pemda mendukung sepenuhnya kepada Pemerintah Desa, masyarakat dan pedagang Desa Bungur yang memperjuangkan hak-haknya di PTUN. Namun Pemda tetap meminta kepada semua agar tetap menjaga ketertiban dan keamanan. “Terima kasih kepada majelis hakim yang telah kerso melakukan PS, dengan PS bisa membantu melihat detail obyek dan posisi sengketa”. Ucap Novia anggota tim kuasa hukum Bupati kepada Diskominfo.

(Budi/Anj/Riyanto/DiskominfoPacitan)