Operasi Ketupat Semeru 2018 Ciptakan Adem Ayem dan Tentrem

Bupati Indartato, Kapolres Pacitan AKBP Setyo K Heriyatno dan Dandim Kab. Pacitan Letnan Kolonel Kav Aristoteles Hengkeng Nusa Lawitang memeriksa alutsista yang dimiliki Polres Pacitan

Bupati Indartato mengucapkan terimakasih kepada semua pihak khususnya TNI dan Polri atas upaya dalam memberikan rasa adem, ayem dan tentrem dikabupaten pacitan. Itu disampaikanya seusai kegiatan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2018 diselenggarakan di alun-alun Kabupaten Pacitan hari ini 06/06/2018. Apel diikuti TNI, Polri, Satpol PP, Dishub, Ormas dan Pramuka. Bupati Indartato hadir diampingi Staf Ahli Bupati Pacitan Bidang Pemerintahan, Hukum Dan Politik Tri Mudjiharto, Kepala Diskominfo Kab. Pacitan Widy Sumardji, Kepala Dishub Kab. Pacitan Wasi Prayitno, Kepala BPBD Kab. Pacitan Windarto.

Ia juga memberikan penjelasan tentang kelangkaan tabung gas elpiji tiga kilogram dipasaran. Hal itu pihaknya telah melakukan pelaporan ke DPR, dan DPRD sudah melangkah ke direktur-direktur yang menangani elpiji, dan berharap kuota elpiji benar-benar dinaikan, sehingga kelangkaan tidak terjadi. “masalah oprasi pasar kita masih mempersiapkan, karena pasar masih bisa diatasi, dan saya berharap tidak terjadi hal yang tidak diinginkan”. paparnya menjelaskan kepada puluhan awak media.

(budi/anj/riyanto/diskominfopacitan)

Hama Wereng Masih Jadi Momok Wujudkan Ketahanan Pangan di Pacitan

WUJUDKAN KETAHANAN PANGAN. Sosialisasi Pembinaan Ketahanan Pangan Kodim 0801/Pacitan Ta. 2018 pada Senin (4/6/2018) di Makodim Pacitan. (Foto: Wahyu Sapto Hartono/Pacitanku.com)

PACITAN – Hama wereng masih menjadi salah satu momok dalam upaya menuju pencapaian ketahanan pangan melalui Lomba Pertanian di Kabupaten Pacitan.

 Hal tersebut disampaikan oleh penyuluh Dinas Pertanian Kabupaten Pacitan saat sosialisasi pembinaan ketahanan pangan Kodim 0801/Pacitan pada Senin (4/6/2018) di aula Makodim 0801/Pacitan.

Penyuluh Dinas Pertanian Sukro Wibisono mengatakan bahwa berdasarkan pengamatan di lapangan oleh Dinasnya, pelaksanaan lomba pertanian di Pacitan menemui banyak kendala, salah satunya hama. “Dari pemantauan dinas pertanian,  sampai saat ini dari perwakilan beberapa kecamatan, masih banyak kendala di lapangan, mulai hama wereng sampai tikus dan burung pipit,”katanya.

Dia mengatakan bahwa dalam pelaksanaan Lomba Pertanian yang digelar Kodim 0801/Pacitan untuk mewujudkan ketahanan pangan, pihaknya mengatakan bahwa akan dinilai hasilnya yaitu nilai tertinggi adalah dinilai dari jumlah gabah yang dihasilkan. “Hama tersebut adalah suatu tantangan kita kedepan dalam berkarya di lapangan sehingga kedepan akan menghasilkan produksi yang lebih besar,”katanya lagi.

Lebih lanjut, Sukro meminta kepada para pemuda tani tidak terlalu mengharapkan hadiah dari lomba tersebut.“Tetapi mari kita serap ilmu yang sudah di ajarkan oleh pembina. Karena tujuan kita adalah untuk menyerap minat pemuda untuk terjun dan mau bertani guna menyukseskan program ketananan pangan dari pemerintah,”tukasnya.

Untuk diketahui, Kodim 0801/Pacitan bekerja sama dengan Dinas Pertanian Pacitan menggelar lomba tanam padi khusus untuk pemuda Pacitan berusia 17 tahun hingga maksimal 30 tahun. Lomba ini diikuti oleh 120 pemuda tani yang berasal dari seluruh kecamatan di Pacitan.

Lomba ini membutuhkan waktu empat bulan, sejak Maret sampai dengan bulan Juni 2018, yang dimulai dengan presentasi pertanian sampai dengan hasil panen. Selain itu, untuk lahan yang digunakan adalah lahan di area Kodim 0801/Pacitan.

(Wahyu Sapto Hartono/Dwi Purnawan/Diskominfopacitan)