HUT IGTKI, Silaturahmi Dan Evaluasi Untuk Pendidikan Unggul

Penampilan rebana dari Ikatan Guru TK Indonesia (IGTKI) kecamatan Pacitan, memeriahkan gedung Karyadharma dalam acara HUT IGTKI ke-68. Penampilan dari beberapa IGTKI juga turut andil seperti dari kecamatan Arjosari.

Agenda dihadiri Bupati Pacitan juga beserta Luki Indartato selaku bunda PAUD. Betty Sukowiyono ketua GOPTKI. Kepala Dinas Pendidikan beserta jajaran. Kepala Kemenag, Bunda PAUD kecamatan se-Kabupaten Pacitan. Serta masih banyak lagi partisipan pendidikan di Pacitan.

Bupati Indartato menggungkapkan rasa syukurnya dengan ucapan selamat atas terselenggaranya acara swadaya tersebut. Tujuan bersama adalah pendidikan Pacitan semakin baik. “Selain silaturahmi acara seperti ini sebagai wadah evaluasi pendidikan di Pacitan. Kita sebagai pendidik mencetak generasi yang sehat dan cerdas,” tutur Bupati mengaprisiasi.

Indartato melanjutkan acara ulang tahun juga untuk mengingat kembali makna dan tujuan organisasi yakni,memiliki tujuan memberi layananan yang baik, Religius, Integritas dan Gotong royong.

Ustadz Nurhadi dari Solo memberikan Tausiyah tentang pendidik dan kependidikan. Pesannya berbahagialah menjadi seorang pendidik karena guru yang mendapat banyak rejeki adalah guru yang ikhlas. Guru yang meng-upgrade diri mengikuti perkembangan. “Guru mboten nesu, mboten gethak, sedekah o dengan senyum. karena anak adalah investasi masa depan, juga akhirat,” ungkapnya pada para pendidik.

(Anjar/Budi/Riyanto/Diskominfo)

Bunda Luki Sambut Hangat Siswa-Siswi TP Tunas karya

Sebanyak 40 siswa dan siswi dari Taman Posyandu Tunas Karya Desa Nanggungan Kecamatan Pacitan menggadakan  kunjungan ke Pendopo Kabupaten Pacitan pada 09/07/2018. Dengan didampinggi orang tua dan guru mereka dikenalkan setiap ruang dan fungsinya oleh tim penyambut dari humas. Hingga di halking atau halaman wingking rombongan disambut hanggat oleh Bupati Indartato dan selama kegiatan ditemani oleh Bunda Paud Kabupaten Pacitan Luki Indartato.

Acara tersebut menurut Kepala Sekolah TP. Tunas Karya Susi Wahyuningsih sudah lama direncanakan dan baru di kesempatan ini dapat terlaksana, pihaknya merasa puas dan bersyukur dengan sambutan hangat yang diberikan oleh Bunda Paud Kabupaten Pacitan Luki Indartato dan seluruh stafnya. Ia berharap setelah kunjunganya ke Pendopo para anak didiknya termotifasi untuk belajar dan mengejar mimipinya. “selain itu kami ingin mengenal lebih jauh sosok Bupati Indartato dan Bunda Luki”. Kata susi kepada Diskominfo.

Didalam sambutanya Bunda Paud Luki Indartato mengucapkan terima kasih kepada seluruh rombongan yang telah bersedia datang ke pendopo, Luki sangat berharap anak-anak dapat termotifasi dalam belajar dan meraih cita-citanya. Diakhir kegiatan dibagikan keseluruh siswa buku mewarnai, susu dan snack. Selanjutnya rombongan meneruskan perjalanya menuju alun-alun kabupaten pacitan.

 

(Budi/Anj/Riyanto/Diskominfo)

Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Pemilihan Umum

Tanggal 27 Juni 2018 Indonesia baru saja melangsungkan pesta demokrasi pemilihan umum Gubernur dan Wakil Gubernur. Jawa Timur juga turut menentukan pemimpin dalam 5 tahun kedepan. Rangkaian Pemilihan Umum tersebut masih berlangsung hingga kegiatan Rapat Pleno Terbuka – Rekapitulasi Hasil perhitungan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur. Kegiatan di Gedung Yabi Kabupaten Pacitan pada 05/07 berjalan aman dan lancar.

Dengan audien kurang lebih 100 orang, acara juga dihadiri Bupati Indrtato diwakili Wabub Yudi Sumbogo, Kapolres, Dandim 0801, Komisi Pemilihan Umum, PPK-PPS, Panwascab-Panwaskab, Banwaslu, Camat se-Kabupaten Pacitan, Pimpinan OPD, Saksi Paslon 1 dan 2.

Tidak ada catatan khusus dalam pelaksanaan Pemilu dari 12 Kecamatan, hanya saja untuk kecamatan Tegalombo berita acara tidak  dalam amplop kertas bersegel, hanya di bungkus plastik bening. Dalam masalah ini disepakati penyelesiannya, surat rekap tetap di terima namun di cantumkan keterangan ‘tidak dalam sampul tersegel’.

Berita acara yang diberikan kepada saksi 1 dan 2 ada beberapa yg bertandatangan berstempel dan ada beberapa yang tidak bertandatangan dan tidak di stempel. Dalam hal ini Panwaskab tidak mempermasalahkan dan semua saksi menerima.

Data Proses Rekapitulasi :
Kotak 1 : Kec. Donorojo Kotak 2 : Pringkuku Kotak 3 : Kec. Punung
Paslon 1 : 13.302 Paslon 1 : 13.715 Paslon 1 : 15.726
Paslon 2 : 6.128 Paslon 2 : 4.291 Paslon 2 : 4.830
Suara Tidak Sah : 535 Suara Tidak Sah : 309 Suara Tidak Sah : 428
Jumlah Total : 19.430 Jumlah Total : 18.315 Jumlah Total : 20.556
Kotak 4 : Kec. Pacitan Kotak 5 : Kec. Kebonagung Kotak 6 : Kec. Arjosari
Paslon 1 : 33.925 Paslon 1 : 17.179 Paslon 1 : 16.413
Paslon 2 : 7.448 Paslon 2 : 9.483 Paslon 2 : 5.461
Suara Tidak Sah : 1.349 Suara Tidak Sah : 598 Suara Tidak Sah : 462
Jumlah Total : 42.722 Jumlah Total : 27.260 Jumlah Total : 22.336
Kotak 7 : Kec. Nawangan Kotak 8 : Kec. Bandar Kotak 9 : Kec. Tegalombo
Paslon 1 : 20.490 Paslon 1 : 16.705 Paslon 1 : 19.152
Paslon 2 : 6.024 Paslon 2 : 6.684 Paslon 2 : 6.991
Suara Tidak Sah : 418 Suara Tidak Sah : 367 Suara Tidak Sah : 412
Jumlah Total : 26.932 Jumlah Total : 23.756 Jumlah Total : 26.555
Kotak 10 : Kec. Tulakan Kotak 11 : Kec. Ngadirojo Kotak 12 : Kec. Sudimoro
Paslon 1 : 31.265 Paslon 1 : 18.842 Paslon 1 : 13.373
Paslon 2 : 10.411 Paslon 2 : 6.712 Paslon 2 : 4.811
Suara Tidak Sah : 821 Suara Tidak Sah : 504 Suara Tidak Sah : 309
Jumlah Total : 42.497 Jumlah Total : 26.058 Jumlah Total : 18.493
Total perolehan suara se-Kab. Pacitan :
Paslon 1 : 230.087
Paslon 2 : 79.274
Suara Tidak Sah : 6.552
Jumlah Total : 315.913

Bupati Indartato Bangga Pada Calon Wisudawan Universitas Gunung Kidul, Pemikiran Mereka Adalah Karya Anak Bangsa

Pantai Klayar kembali menjadi moment bangkitnya Pendidikan di Negeri Pesisir. Kemarin Rabu 04/07 digelar silaturahmi mahasiswa calon wisudawan Universitas Gunung Kidul (UGK) sekaligus penyerahan Karya Tulis Ilmiah ke Pemerintah Kabupaten Pacitan.

Turut hadir Bapak Bupati Indartato, Sakundoko asisten 3 Sekda Pacitan, Endang Sujasri Kepala Dinas Pariwisata, Ketua DPRD, Camat Donorojo beserta forkopimca dan beberapa camat di Pacitan. Serta keluarga besar rektor dan dosen UGK.

Rektor UGK Saryana SIP, M. SI,  menyampaikan bahwa calon wisudawan yang di bawa ke Pacitan adalah mahasiswa dengan prestasi yang luar biasa. Dengan perjuangan yang hebat mereka dapat menempuh studi hingga tuntas. Pihaknya berharap nantinya mereka bisa berkontribusi yang baik untuk mengembangkan SDA Pacitan. ” ini adalah awal kerjasama yang baik dari kami dan Pemkab Pacitan, semoga ke depan kita bisa saling membangun dan berupaya utuk lebih baik,” tandasnya.

” Kebersamaan ini harus kita tingkatkan, intinya kerja sama karena kita tidak bisa bekerja sendiri, mengakui perbedaan, membuat misi bersama, harus profesional, empatik, semua diambil maknanya saja pasti ada jalannya,pada dasarnya kita harus yakin pada diri kita sendiri bahwa kita bisa,” ungkapan panjang salam sambutan yang disampaikan Bupati Indartato.

Bupati juga mengaku bangga dan terimakasih diundang untuk menghadiri acara tersebut dan berjanji akan hadir dalam acara wisuda di Universitas Gunung Kidul nanti.

(Anjar/Budi/Riyanto/Diskominfo)

Bupati Indartato Jadi Pembicara Utama Seminar Nasional Pengelolaan DAS

(foto : Doc.Humas)

Bupati Pacitan Indartato menjadi salah satu pembicara utama pada seminar nasional bertema “Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Terpadu Menuju Kelestarian Fungsi Lingkungan dan Kesejahteraan Masyarakat”. Seminar diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret Surakarta di hotel Sahid Jaya, Solo, Jawa Tengah, Kamis (5/7/2018).

Seminar juga mengundang pembicara nasional antar-disiplin di bidang lingkungan hidup dan DAS. Seperti  Kepala BPDASHL Solo Suratman, Direktur Eksekutif WALHI Jawa Tengah Ismail Al  Habib, dan akademisi Universitas Sebelas Maret Dr. Al. Sentot Sudarwanto.

Pada seminar yang dihadiri pula Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Prof. Dr. Ir Sigit Hardwinarto mewakili Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar sebagai keynote speaker, bupati memaparkan peran pemerintah daerah dalam pengelolaan DAS. Yakni ikut berkordinasi dengan pihak terkait dalam melakukan monitoring dan evaluasi.

Koordinasi dan peran yang dilakukan oleh setiap sektor atau para pihak sangat penting dalam Pengelolaan DAS, sehingga dapat menginspirasi dan meningkatkan kesadaran pentingnya pelestarian lingkungan hidup terutama Pengelolaan DAS. Terlebih jumlah DAS kritis di Indonesia semakin meningkat dari waktu ke waktu. Tahun 1980-an baru sekitar 22 DAS. Satu dekade berikutnya menjadi 35 DAS, dan tahun 2000-an meningkat 69 DAS. Hampir 75% DAS kritis tersebut berada di Pulau Jawa.

Tujuan dari kegiatan seminar ini sendiri  adalah untuk menjalin komunikasi ilmiah antar pemegang kebijakan pemerintahan, profesional praktisi, akademisi dan masyarakat luas terkait dengan pengelolaan DAS ataupun kebijakan pemerintah yang terkait dengan DAS. Selain itu juga memberikan dasar pemikiran dan kebijakan tentang konsep pengelolaan DAS tepat dan efektif yang berlandaskan kepada kesejahteraan masyarakat.

(humaspacitan/Diskominfo Pacitan)