Gerakan Pramuka Konsisten dan Fokus Mendidik Karakter

Foto : doc.Pemkabpacitan

Diusia ke-57 tahun gerakan Pramuka Indonesia tetap konsisten dan fokus untuk mendidik karakter kaum muda Indonesia untuk bersatu menjaga persatuan dan kesatuan demi utuhnya NKRI. Itu disampaikan Bupati Pacitan Indartato ketika membacakan sambutan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault saat upacara peringatan Hari Pramuka di pendapa kabupaten, Selasa (14/8/2018). “Dalam konteks Indonesia, gerakan Pramuka menjadi “rumah kita bersama”, dan itulah harapan bangsa ini kepada gerakan Pramuka,” katanya.

Menurutnya, pendidikan kepramukaan yang mendasarkan pada Satya dan Darma Pramuka harus benar-benar tertanam dalam hati setiap insan Pramuka, sebagai pedoman bersikap dan berprilaku. Menjadi wadah pendidikan karakter kaum muda dan calon pemimpin masa depan bangsa Indonesia, tentu harus lebih berperan dalam mendidik generasi milineal dewasa ini.

Pembangunan karakter bangsa menjadi fokus bangsa kini dan ke depan. Pembangunan sumberdaya manusia harus sejalan dengan pembangunan fisik, karena kunci keberhasilan pembangunan bangsa terletak pada sumberdaya manusia yang berkualitas. “Ketika Indonesia memperingati 100 tahun kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2045, dan saat ini diantara anggota aktif Pramuka yang tersebar di berbagai pelosok tanah air akan menjadi pemimpin negeri ini di masa depan,” tandas bupati.

Pada kesempatan kali ini diberikan pula penghargaan kepada sejumlah pengurus Kwarcab Gerakan Pramuka Pacitan. Diantaranya penghargaan lencana Dharma Bakti kepada Ketua Kwarcab Suko Wiyono, lencana Pancawarsa untuk I-V dan VIII untuk sembilan orang, gugus depan unggul, serta Pramuka Penggalang Garuda.

Gerakan Kepanduan sebagai cikal bakal Gerakan Pramuka telah ada di Bumi Pertiwi sejak tahun 1912 dengan nama kelompok baik berdasarkan nama etnik maupun keagamaan. Eksistensi gerakan ini di Indonesia telah dimulai sejak 106 tahun yang lalu. Namun yang penting dipahami bahwa filosofi dan nilainilai kepramukaan digali dari bangsa dan kebudayaan Indonesia, yang bersamaan waktunya dengan berkembangnya gerakan kepanduan dunia yang dirintis oleh Sir Baden Powell di Inggris.

(Humaspacitan/Diskominfopacitan)

Pupuk Muda Mudi Pacitan Dalam Berkebangsaan

Inilah upaya pemerintah untuk mengoptimalkan pengembangan dan pelaksanaan nilai kebangsaan, untuk pemberdayaan dan pengetahuan kesadaran generasi muda dalam berbangsa dan bernegara yang berdasar pada empat konsesus dasar. Hal itu diucapkan Suharyanto kepala kesatuan bangsa dan Politik (KESBANGPOL) kepada Diskominfo pacitan dalam acara cerdas cermat wawasan kebangsaan dalam rangka HUT RI Ke-73.

Acara itu digelar kemarin 09/08/2018 di gedung karya darma komplek pendopo kabupaten pacitan. Sebanyak 50 peserta yang terbagi 29 peserta dari lembaga dibawah Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jawa Timur, dan 21 dari lembanga di bawah Kementrian Agama. Kegiatan ini mengusung tema, Melalui Cerdas Cermat Wawasan Kebangsaan, Kita Persiapkan Generasi Muda Yang Berakhlak Mulia, Bermoral, Beretika, Berbudaya Dan Beradap Berdasarkan Falsafah Pancasila.

Sabagai orang nomor satu di Kabupaten Pacitan bupati indarto menyambut baik kegiatan ini, pihaknya mengharap kedepan muncul dan mencari bibit unggul yang memiliki wawasan kebangsaan, dan kegiatan ini sebagai sarana untuk mengembangkan kecerdasan siswa dan siswi di kabupaten pacitan. “yang terpenting peserta didik ini nanti dapat memaknai pelajaran dan merubah karakter menjadi lebih baik, itulah tujuan pendidikan”. Ucapnya berharap.

(Budi/Anjar/Riyanto/Diksominfopacitan)

Mari Cinta Dan Bangga Dengan Produk Asli Pacitan

Inilah Upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Pacitan untuk membuka jaringan pasar usaha mikro dan usaha kecil, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan menggelar pameran bernama Pacitan Expo 2018 dengan tema Gelar Produk Unggulan Daerah, kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan selama lima hari berturut-turut.

Acara ini dibuka langsung oleh Bupati Indartato kemarin 11/08/2018, didampinggi istri Luki Indarto, Wabup Yudi Sumbogo, Sekda Suko Wiyono beserta istri Bety Suko Wiyono. Dan turut hadir Muspida, seluruh Kepala OPD dan Badan. Lebih dari 41 peserta antusias mengikuti kegiatan ini untuk menjajakan produk terbaiknya.

Supomo sebagai kepala Koperindag dan penyelenggara kegiatan menyampaikan, kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT RI Ke-73 Tahun ini membawa manfaat bagi seluruh warga masyarakat pacitan. Pihaknya yakin kegiatan ini akan tumbuh kerjasama saling menguntungkan antar pihak, dan terutama sebagai sarana menampilkan dan mengenalkan kepada masyarakat luas produk unggulan yang dimiliki Kabupaten Pacitan. “kedepan akan terjadi daya saing pasar yang sehat di pasar”. Jelas Supomo damam pidatonya.

Apresiasi diberikan Bupati Indartato kepada seluruh peserta yang antusias mengikuti kegiatan itu, Ia mengharap kedepan instansi daerah lebih antusias lagi mengikuti kegitan tersebut. Ia menjelaskan dalam momentum itu ada dua sisi yang menjadi fokus pemerintah, pertama para pelaku termotivasi dan terbangun inovasi serta kreatifitas dalam berkarya. Sehingga akan menghasilkan produk yang banyak di manfaatkan masyarakat. Sehingga terjadi peningkatan tenaga kerja, meningkatkan pendapatan keluarga dan kesejahteraan masyarakat pacitan umumnya. “sedangkan yang ke dua marilah kita cinta dan bangga menggunakan atau mengkonsumsi produk asli pacitan”. kata Indartato mengajak.

(Budi/Anjar/Riyanto/Diskominfo)

Gerak Jalan Santai; Melatih Mental Dan Tumbuhkan Cinta Tanah Air

Kemeriahan Hari Ulang Tahun ke-73 Republik Indonesia yang terangkum di dalam Agoestoesan 2018, dimanfaatkan Pemerintah Daerah kabupaten Pacitan yang diwakili oleh Dinas Pendidikan menggelar gerak jalan santai tingkat SD/MI Se-Kecamatan Pacitan. Acara ini diikuti oleh 85 regu yang terbagi atas 44 regu putra dan 41 regu putri. Acara ini digelar pada 09/08/2018. Bendera start dikibarkan di depan halaman pendopo dan finis di depan trimbun alun-alun barat, sedangkan jarak yang ditempuh peserta sejauh 3,5 kimometer.

Bupati Indartato didampinggi Istri Luki Indartato berserta Wabup. Yudi Sumbogo hadir dan membuka acara itu. Turut diundang Muspida dan Kepala OPD terkait. Daryono  sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan penyelenggara kegiatan menjelaskan, kegiatan ini selain melatih mental dan fisik peserta didik sejak dini adalah sebagai sarana untuk meningkatkan kedisiplinan, dan untuk menjaga kesehatan jasmani dan rohami.

Gerak jalan santai ini sangat diapresiasi Bupati Indartato, terbukti event ini rutin tiap tahun dilaksanakan. Dalam wawancaranya kepada Diskominfo Ia menuturkan harapanya agar peserta didik kedepan tumbuh semakin kuat rasa cinta terhadap tanah air. “dan saya sangat mengharap akan muncul kader-kader bangsa yang unggul dan semakin baik dari kabupaten pacitan”. Harapnya disela acara.

(Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan)

Agar Bangsa Tidak Kehilangan Karakter Dan Jati Diri

Letnan Kolonel Inf. Drs Didi Suryadi memberikan materinya kepada ratusan peserta seminar

Banyak bangsa yang besar dan maju secara ekonomi mengalami masalah serius, karena salah dalam berstrategi, warga masyarakatnya mengalami kehilangan karakter dan jati diri. Disampaikan Kepala Kesatuan Bangsa Dan Politik Kesbangpol. Suharyanto dalam pembukaan Seminar Kebangsaan dalam rangaka Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-73 Proklamasi Kemerdekaan Repoblik Indonesia Tahun 2018.

Acara ini dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Pacitan 08/08/2018. Dihadiri seluruh Ormas di Kab. Pacitan, pendidik, pelajar, mahasiswa dan organisasi pencak silat. Dengan mengundang Narasumber Letnan Kolonel Inf. Drs Didi Suryadi, MAP (Pabandya Bakti TNI Sterdam V Brawijaya). Kegiatan yang dilaksanakan sehari itu mengusung tema Pancasila, Dinamika, Tantangan dan Aktualisasi.

Suharyanto menambahkan upaya optimalisasi nilai kebangsaan dikusukan ke generasi Z atau generasi Zero, mereka adalah generasi yang lahir setelah reformasi atau pada saat transisi masa orde baru ke reformasi, atau pada saat itu mereka belum melewati masa baligh, mereka para generasi Z / Zero kurang wawasan kebangsaan disekolah dan dimasyarakat, sedangkan arus budaya modern lebih mudah diakses.

Kegiatan ini adalah upaya untuk menggugah rasa nasionalisme dan patriotism untuk semua elemen masyarakat khususnya yang hadir disini. Selanjutnya adalah upaya memantapkan implementasi nilai-nilai kebangsaan yang bersumber dari pancasila dan UUD 1945. Kata Wabup. Yudi Sumbogo dalam sambutanya. Ia menambahkan terdapat lima poin permasalahan lemahnya wawasan kebangsaan, yang pertama lunturnya budaya menghormati simbol Negara, lunturnya semangat kepahlawanan dan semangat perjuangan. “tiga yang lain adalah menonjolnya kepentingan kelompok, paham radikal dan terakhir adalah nemurunya moralitas bangsa”. Kata Yudi mengahiri sambutanya.

(Anjar/Budi/Riyanto/Diskominfo)