Pemerintah Kabupaten Pacitan

TNI AL Gelar Latihan Penanggulangan Bencana Pesisir di Pacitan, Perkuat Kesiapsiagaan Masyarakat Pantai

Upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di wilayah pesisir terus dilakukan berbagai pihak. Salah satunya melalui Pelatihan dan Simulasi Penanggulangan Bencana Pesisir yang digelar TNI Angkatan Laut (TNI AL) bersama sejumlah instansi terkait di Pantai Pancer Door, Pacitan.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut dibuka oleh Wakil Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Wadan Pusteral Mabesal), Kolonel Laut (P) Rully Riono, Rabu (3/6). Hadir dalam kesempatan itu Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), unsur TNI-Polri, BPBD, Basarnas, relawan kebencanaan, serta masyarakat pesisir.

Meningkatkan Kesiapan Menghadapi Bencana Pesisir

Pelatihan dan simulasi ini menjadi bagian dari langkah strategis untuk memperkuat kesiapan operasional dalam menghadapi berbagai ancaman bencana yang berpotensi terjadi di kawasan pesisir, seperti tsunami, gelombang tinggi, banjir rob, hingga cuaca ekstrem.

Baca Juga  BPK Serahkan LHP Peningkatan Sarana Pendidikan Dasar ke Pemkab Pacitan

Melalui kegiatan tersebut, seluruh unsur yang terlibat diuji kemampuannya dalam merespons kondisi darurat secara cepat, tepat, dan terkoordinasi. Selain itu, latihan ini juga bertujuan memperkuat komunikasi lintas sektor agar proses penanganan bencana dapat berjalan efektif tanpa hambatan.

Menurut penyelenggara, keberhasilan penanganan bencana tidak hanya bergantung pada kemampuan satu institusi, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen yang terlibat, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, relawan, hingga masyarakat.

Sinergi Multisektor Jadi Kunci

Simulasi yang digelar mengedepankan prinsip gotong royong dan sinergitas antarinstansi. Personel gabungan yang terlibat berasal dari TNI AL, Kodim 0801/Pacitan, Polres Pacitan, BPBD, Basarnas, serta Forum Relawan Penanggulangan Bencana.

Masing-masing unsur menjalankan peran sesuai tugas dan fungsinya dalam skenario penanganan bencana yang telah disiapkan. Latihan tersebut sekaligus menjadi sarana evaluasi terhadap kesiapan personel maupun peralatan yang dimiliki setiap instansi.

Baca Juga  Pantau Progres Renovasi Sekolah Rakyat Pacitan AHY Disambut Puluhan Calon Siswa

Kolaborasi lintas sektor dinilai sangat penting mengingat penanganan bencana membutuhkan respons yang cepat dan terintegrasi. Dengan koordinasi yang baik, risiko korban jiwa maupun kerugian akibat bencana dapat diminimalkan.

Edukasi Masyarakat Pesisir

Tidak hanya melibatkan aparat dan relawan, kegiatan ini juga mengikutsertakan masyarakat dari desa-desa pesisir yang berada di kawasan rawan bencana.

Keterlibatan warga bertujuan membangun kesadaran serta meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengenali tanda-tanda awal terjadinya bencana. Dengan demikian, warga diharapkan memiliki insting tanggap bencana yang kuat dan mampu melakukan langkah penyelamatan secara mandiri sebelum bantuan datang.

Melalui latihan gabungan ini, Pacitan menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sistem mitigasi bencana berbasis kolaborasi. Ke depan, kesiapsiagaan yang terbangun diharapkan mampu menciptakan masyarakat pesisir yang lebih tangguh, responsif, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu.  (pemkabpacitan)