Pemerintah Kabupaten Pacitan

Kisah Grup Band ‘Gaya Taruna’ dan Seperangkat Alat Musik Perdana di Pacitan

Pacitan – Melihat ke belakang perkembangan seni musik di Pacitan ibarat menelusuri lorong waktu. Di tiap sudutnya terdapat catatan tentang keinginan, upaya gigih, serta talenta yang terbalut kesahajaan. Era 1960-an memang bukan saat mudah bagi masyarakat di ujung Barat Daya Provinsi Jatim ini untuk menikmati, apalagi bermain musik. Keterbatasan akses dan ketiadaan fasilitas menjadi alasan utama.

Memang semua serba terbatas, namun tidak demikian dengan tekat empat sekawan ini. Mereka adalah Sutopo, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Joko Darmanto, dan Suhardjito. Keempat remaja berusia belasan tahun itu adalah teman sepermainan yang tinggal di Kecamatan Kota. Bagi mereka musik adalah bahasa pertemanan kendatipun dengan instrumen apa adanya.

“Awal-awal belajar (bermain) gitar. Pada saat itu memang saya lebih dulu bisa main musik. Kemudian satu kelompok termasuk Pak SBY itu sering ke rumah saya, hampir tiap hari ke rumah, belajar gitar,” ujar Sutopo mengawali perbincangan, Jumat (28/11/2025) pagi.

Ya, satu-satunya jenis alat musik yang saat itu ada di rumah Sutopo hanyalah gitar. Keempat musisi muda terus mengasah keahlian memainkan alat musik petik tersebut. Lantaran tak ada drum, mereka menggantikannya dengan alat musik tabuh mirip genderang atau tambur. Dalam tempo tak terlalu lama, beberapa judul lagu berhasil mereka mainkan dengan apik.

Baca Juga  Lantik Puluhan Pejabat di Bulan Rajab, Bupati Pacitan Tekankan Pelayanan yang Membawa Keberkahan
Sutopo, salah seorang personel band “Gaya Taruna’ ” Band ini terdiri dari 4 personel yaitu : Mereka adalah Sutopo, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Joko Darmanto, dan Suhardjito..

Momen peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI tahun 1964 menjadi ajang bagi mereka unjuk kebolehan. Kali pertama tampil di depan penonton, mereka mengusung nama ‘Gaya Taruna’ untuk band yang baru mereka bentuk. Tak disangka ‘debute’ mereka di panggung mendapat sambutan meriah penonton. Alunan lagu-lagu karya Koes Bersaudara yang mereka sajikan mampu mengundang riuh tepuk tangan.

“Pertama kali tampil di lapangan, sekarang belakang Gedung Gasibu. Lagu-lagunya ya seperti Dara Manisku, Telaga Sunyi, Senja, dan sebagainya,” kenang Sutopo ditemui di teras rumahnya, Jl Dr Sutomo, Pacitan.

Setahun kemudian keempat remaja sama-sama masuk jenjang SLTA. Pilihannya adalah Sekolah Menengah Atas (SMA) 271 (kini SMAN 1 Pacitan) di Jl Letjen Suprapto. Padatnya waktu belajar di sekolah maupun kegiatan ekstra tak mengurangi semangat mereka berlatih. Di sela belajar kelompok atau mengerjakan tugas, Sutopo, SBY, Joko Darmanto, dan Suhardjito muda tetap menyempatkan diri bermain musik.

Tahun 1966 menjadi tonggak penting perjalanan Gaya Taruna. Kala itu TNI Angkatan Laut (AL) mengadakan kegiatan di Pacitan. Salah satu agendanya berupa pentas musik di Pendopo Kabupaten. Tak ingin melewatkan kesempatan, Topo (sapaan Sutopo) dan kawan-kawan ikut hadir menyaksikan tontonan langka itu. “Saat itu ya cuma nonton,” lanjut Sutopo.

Baca Juga  Perkuat Kerjasama Antar Daerah Pemkab Pacitan dan Pemkab Ngawi Tandatangani Program Kerjasama Bidang Perdagangan, Pertanian dan Perikanan

Rupanya kiprah para seniman muda yang tengah naik daun di daerah yang kini memiliki tagline ’70-Mile Sea Paradise’ telah menjadi buah bibir. Tak terkecuali di kalangan pendidik. Cerita itu pun akhirnya sampai ke telinga pihak TNI AL melalui Kepala Sekolah SMA 271, Sunaryo. Tak disangka, respon pihak TNI AL sangat mengejutkan. Mereka serta merta menghibahkan seperangkat alat musik yang mereka gunakan bermain kepada pihak sekolah.

“Yang diserahkan saat itu antara lain gitar rhythm, gitar melodi, bass, drum, dan dua unit power amplifier besar,” papar Sutopo tentang seperangkat alat musik yang kelak rutin mereka gunakan untuk latihan.

Kala itu komplek SMA 271 belum semegah sekarang. Hanya ada dua bangunan memanjang dan satu Kantor Guru dan Tata Usaha (TU) yang berdinding bilik bambu. Karena alasan ketiadaan tempat penyimpanan, seperangkat alat musik tersebut akhirnya diletakkan di rumah Sunaryo di Jl Panglima Sudirman. Lokasi latihan pun sejak itu pindah ke rumah Sunaryo tiap malam Minggu.

Baca Juga  Bupati Pacitan Serahkan LKPD Unaudited 2025 ke BPK Jatim

Sejak saat itu pula band Gaya Taruna memiliki personel tetap. Yaitu Sutopo sebagai pemain gitar melodi, Joko Darmanto gitar rhythm, SBY memainkan bass, sedangkan drum ditabuh oleh Gatot Joko Supeno. Adapun Suhardjito sebagai pelantun vokal. Dua nama pertama kelak mengabdi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) adapun SBY berkarir di militer hingga puncaknya menjabat Presiden RI dua periode.

“Pak Joko Supeno terakhir bekerja di pabrik kertas di Probolinggo, adapun Pak Djito (Suhardjito) juga bekerja sebagai PNS di pemkab sampai pensiun,” imbuh Sutopo yang pernah memangku beragam jabatan, mulai camat hingga Ketua DPRD Pacitan.

Selama masa SMA, lanjut Sutopo, formasi Gaya Taruna kian solid. Sejumlah penyanyi wanita pun kerap mewarnai aksi panggung mereka. Semuanya merupakan siswi SMA 271. Deretan nama yang beken kala itu di antaranya Yuni Setyaningsih, Siti Rochani, dan Wiwik. Lagu-lagu yang mereka bawakan pun makin beragam, termasuk lagu karya Cipta A. Riyanto ‘Pulau Seribu’ dan ‘Teringat Selalu’ yang dipopulerkan Tetty Kadi. (PS/Diskominfo)