Berita terbaru

Dinas Kesehatan; Sosialisasi Memutus Rantai Hepatitis A

Kesehatan menjadi pokok perhatian jajaran pemerintahan Kabupaten Pacitan. Dikarenakan naiknya jumlah penderita Hepatitis A sejak pertengahan puasa lalu.  Hal itulah yang diungkapkan Eko Budiono Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, sehingga hari ini 25/06/19 pihaknya beserta jajaran Dinas Kesehatan Provinsi, dan Puskesmas melakukan Sosialisasi Penanganan Hepatitis A di kecamatan Ngadirojo. “4 kecamatan di 8 Puskesmas sudah melaporkan adanya penderita. Sampai hari ini ada 581 pasien. Hepatitis A sebenarnya bisa sembuh 100%,” tandasnya.

 Eko melanjutkan, seluruh Puskesmas harus dapat menangani tata laksana pasien mulai pengobatan, karantina dan diet pasien. Kedua pemantauan melalui jalur puskesmas dan segera melapor kasus baru. Ketiga mencegah atau pengendalian faktor resiko dengan menjaga kebersihan. Daeng Marranuang Divisi Kesehatan Lingkungan Hidup Dinas Kesehatan Provinsi juga menekankan pada pola hidup sehat untuk mencegah atau memutus mata ratai penularan. ”Kasus sudah 2x lipat pencegahan harus dimaksimalkan, karena dari virus maka penularannya cepat,” tuturnya. 

 Dalam hal ini Heri Setijono selaku Camat Ngadirojo berharap seluruh masyarakat yang diundang dapat melakukan sosialisasi pada warga di sekitarnya. Sehingga penanganan dan pencegahan virus Hepatitis tersebut dapat diketahui secara masif. “Pemerintah Kecamatan, bersama UPT dan desa PKK telah melakukan penjelasan yang pada intinya adalah menjaga pola hidup sehat,” tuturnya.budi/anjar/riyanto/diskominfo Pacitan.

Begini Langkah Pemkab Pacitan Perangi Hepatitis A

PANTAU PASIEN: Kepala Dinas Kesehatan dr Eko Budiono membesuk pasien di RSUD dr Darsono. (Foto: Istimewa)

Pacitan – Temuan kasus Hepatitis A di Pacitan menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Penanganan bahkan sudah dilakukan sejak kasus pertama ditemukan pertengahan Juni lalu.

 
“Jadi (penetapan status KLBB) itu hanya untuk menopang kebijakan administratif yang harus kita tempuh,” kata dr Eko Budiono, Selasa (22/6/2019).

Menurut Eko penanganan luar biasa terhadap wabah akibat virus tersebut sudah dilakukan sejak dini. Upaya itu dilakukan dengan mengerahkan seluruh sumberdaya yang ada.

“Untuk penanganan lebih efektif, kita kedepankan 3 poin utama,” katanya.

Penanganan dimaksud adalah tata laksana penderita yang menjalani rawat inap serta pemantauan penyakit dengan lebih akurat.

“Sedangkan upaya ketiga yakni pengendalian faktor risiko,” terang dokter yang lama bertugas di Puskesmas Tulakan tersebut.

Menurut Eko, kini tindak lanjut penanganan Hepatitis A di Pacitan melibatkan pemerintah di level lebih tinggi. Langkah tersebut diambil agar penanganan lebih optimal.

“Sehingga penyakit tidak menyebar ke kabupaten tetangga,” ucap dia.

Hingga Selasa, (25/6/2019) jumlah penderita Hepatitis A di Pacitan mencapai 581 orang. Mereka tersebar di 3 kecamatan. Yakni Sudimoro, Ngadirojo, dan Tulakan. Penderita ‘Penyakit Kuning’ juga ditemukan di Kecamatan Kebonagung. (PT/PT/Diskominfo)

Perangi Hepatitis A, Pak In: Jaga Pola Hidup Bersih

JAGA POLA HIDUP BERSIH: Bupati Indartato mengajak warga memerangi Hepatisis A dengan menjaga pola hidup bersih. (Foto: PT/Diskominfo)

Pacitan – Pascapenetapan status KLB (Kejadian Luar Biasa) Hepatisis A, Bupati Indartato berpesan agar masyarakat berhati-hati. Yakni dengan menjaga diri dari potensi penularan. Satu diantaranya dengan menjaga pola hidup bersih.

“Program kita itu sebenarnya bagaimana kesehatan itu diawali dari perilaku sehat dulu, juga lingkungan sehat. Supaya tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan seperti saat ini,” kata Pak In, Selasa (25/6/2019).

Bupati mengaku sudah melaporkan wabah yang menimpa warganya ke Pemprov Jatim. Kamis (20/6/2019), Pak In juga melihat langsung kondisi pasien di Puskesmas. Orang nomor satu di Kota 1001 Gua juga mendatangi tempat tinggal warga yang berpotensi tertular.

Dinas Kesehatan, lanjut Indartato, tengah mengumpulkan data terkait jumlah penderita maupun persyaratan lain. Penetapan KLB diharapkan lebih mengoptimalkan penanganan penyakit akibat virus tersebut.

Usai penetapan KLB, lanjut Pak In, pemerintah daerah tak akan sendirian membasmi wabah yang juga disebut ‘Penyakit Kuning’ tersebut. Penanganan akan melibatkan pemerintah lebih atas.

“Intinya semua jajaran bekerja keras mengatasi serangan penyakit ini. Tentu saja masyarakat juga diharapkan terlibat langsung dalam perang melawan hepatisis A di daerah kita,” imbuhnya.

Data Dinas Kesehatan menyebutkan jumlah penderitahepatitis A mencapai 581 orang. Mereka berasal dari 3 kecamatan. Yakni Sudimoro, Ngadirojo, dan Tulakan. Penularan dilaporkan juga merambah Kecamatan Kebonagung.

Untuk diketahui, Hepatitis A merupakan penyakit yang disebabkan virus hepatitis tipe A. Penyebarannya sendiri biasanya melalui tinja penderita. Lalu menular melalui makanan maupun minuman. (PT/PT/Diskominfo)

Di Ajang Lomba Desa; Penggung Tabur Kesan Wakili Jatim Melenggang Tingkat Nasional

Kopi Lanang khas Desa Penggung dikenal akan nikmatnya, dipadu hangat senyum masyarakat membuat ketua Tim Penilaian Lapang Perlombaan Desa Tingkat Provinsi Achmad Rabbiul Fuad dan rombongan sangat terkesan. “Semua makanan kami cicipi, nikmat luar biasa,” ujar Fuad di Lomba Desa Tingkat Provinsi hari ini 24/06/.

 Sesuai program Presiden Joko Widodo yang berkomitmen membangun Negara dari desa. Menurut Fuad Desa Penggung adalah desa terbaik, tidak hanya di Kabupaten Pacitan, namun juga terbaik dari 7724 desa di Jawa Timur. “Jadi, tidak sulit rasanya jika harapan Bapak Bupati supaya Desa Penggung mendapat nilai yang angkanya kecil (nomor satu). Karena kami hanya menilai empat desa saja se-Jawa Timur” ungkap Dia sambil diikuti tepuk tangan dari masyarakat yang semakin yakin Desa Penggung menjadi juara.

 Saat itu Fuad dan Tim beserta Tim Penilai 10 Program Pokok PKK dari Provinsi Jawa Timur yang dinahkodai Teresia Subagyo, meskipun yakin Desa Penggung yang terbaik, ditinjau dari paparan yang di laksanakan kemarin malam 23/06 di Halking Pendopo Kabupaten Pacitan, namun sesuai ketentuan pihaknya akan melihat langsung seluruh kegiatan yang dilaksanakan di Desa Penggung. “Perlu di ingat kita jangan takut membangun desa, asal kita sesuai dengan regulasi, dana yang mengucur deras untuk desa bisa kita maksimalkan. Dan, hasilnya masyarakat akan semakin baik,” tambah Dia.

 Bupati Pacitan Indartato menyampaikan terima kasih kepada seluruh rombongan yang hadir, dirinya sadar melalui kegiatan semacam ini desa akan terdorong semakin maju, meskipun beberapa kali disampaikan Bupati bahwa lomba bukan tujuan, namun merupakan bagian dari sarana mencapai tujuan yang diharapkan. “Sekali lagi terima kasih bapak dan ibu telah bersedia membina kami, semoga mimpi masyarakat Penggung dapat mengikuti detik-detik proklamasi di Istana bersama Presiden menjadi kenyataan,” harap Indartato. (tim/DiskominfoPacitan).

Rusmiati; Semangat Desa Cemeng Menjadi Pertimbangan Utama

Pemerintah desa dan masyarakat menyambut Tim Penilaian Lapang Pelaksana Gotong Royong Terbaik dari Provinsi Jawa Timur dengan atraksi Adu Kelapa budaya asli Desa Cemeng Kecamatan Donorojo. Sontak Ketua Tim Penilaian Lapang Rosmiati terkagum-kagum dengan pertunjukan tersebut. “Apa lagi saya melihat semangat besar Satuan Linmas dan masyarakat yang menyambut kami. Jujur ini luar biasa,” ujarnya pagi tadi 20/16 di lapangan desa setempat.

 Sementara itu Bupati Pacitan Indartato dalam sambutannya menyampaikan bahwa seluruh Pejabat, Camat hingga forkopimcam hadir dalam program ini, hal itu menunjukkan bahwa Desa Cemeng yang kini mewakili Kabupaten Pacitan di Lomba Gotong Royong layak untuk  mempersembahkan yang terbaik kepada tim penilai dan Desa Cemeng sendiri. “Kami tidak ingin nomor satu, kami hanya ingin menjadi yang terbaik,” ujar Indartato.

 Lebih jauh Bupati menegaskan bahwa lomba merupakan sarana untuk mencapai tujuan, umumnya yakni menjadi semakin baik dari segala aspek yang ada. Ia juga mengetahui seluruh yang terlibat telah berusaha memberikan yang terbaik pada Even ini demi Pacitan dan masyarakatnya supaya semakin sejahtera. “Tapi perlu kami sampaikan kepada rombongan bahwa hari ini merupakan cerminan dari hari-hari sebelumnya, inilah kami sebagai Pacitan yang terkenal akan gotong royongnya,” tambah Bupati.

 Dari bahan utama penilaian yang disiapkan mulai Destinasi Wisata, Sarana Olah Raga, Embung dan Produk Unggulan Kawasan Pedesaan (Prukades) semakin menjadi pertimbangan utama jika dibumbui seni budaya yang ada, terlebih jika menjadi Desa Wisata. “Begitu juga dengan inovasi yang melibatkan seluruh organisasi desa. Mengingat Pacitan dan Cemeng adalah gerbang yang sangat strategis. Intinya yang kami garis bawahi Pacitan mempunyai nilai lebih yang menjadi pertimbangan kami,” tambah Rosmiati. (timDiskominfoPacitan).