Berita terbaru

Sport Fun 2021 Lagi-lagi di Pacitan

Sentono Gentong kembali menjadi pusat cabang Gantole Sport Fun 2021, selain lokasi tersebut Pantai Watukarung juga dipastikan terpilih menjadi lokasi olahraga Surfing.

Dinas Pariwisata Pemuda Dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Pacitan kembali memohon doa restu masyarakat, pasalnya Kementerian Pemuda Dan Olahraga (Kemenpora) kembali mempercayai Kabupaten Pacitan sebagai tuan rumah Sport Fun 2021.

Kesempatan ini adalah bukti bahwa Kemenpora mengapresiasi event pertama yang digelar tahun 2019 lalu, dinilai baik dan profesional sebagai penyelenggara event tingkat nasional.

Namun penyelenggaraan kedua di tengah-tengah pandemi seperti sekarang perlu penyikapan lebih supaya tidak terjadi kasus baru. “Akan kami siapkan semua,”kata T. Andi Faliandra, Kepala Disparpora Pacitan. (13/04).

Selain Gantole dan Surfing, beberapa cabang dikabarkan bakal meramaikan Sport Fun 2021, dijadwalkan selama 4 hari pada bulan September, Sport Fun digadang-gadang menjadi pendorong geliat pariwisata maupun ekonomi di Pacitan.

Kepada Diskominfo Pacitan Andi juga mengaku anggaran yang diajukan sebelumnya senilai Rp. 700 Juta, malah disepakati Rp 1 Miliar lebih.

Berbeda dengan event provinsi bulan Juni besok, Disparpora belum buka suara soal siaran resmi pertandingan, yang pasti dari 4 hari even akan dipusatkan pada 1 hari. (bd/anj/frd/ss/ryt/dzk/rch/tk)

Optimalkan Pengawasan Pemilu, Ketua Bawaslu RI: Kuatkan Partisipasi Masyarakat

Pengawasan berperan penting bagi terciptanya pemilu yang jujur, adil, dan demokratis. Untuk mewujudkannya Bawaslu tak bisa bekerja sendiri. Keterlibatan masyarakat merupakan keniscayaan agar pengawasan lebih optimal.

“Tidak hanya melakukan pengawasan saja. Tetapi kita harus jelaskan apa itu pengawasan termasuk mengapa pengawasan partisipatif itu penting,” tegas Ketua Bawaslu RI, Fritz Edward Siregar di kantor Bawaslu Pacitan, Minggu (11/4/2021) malam.

Dicontohkan, selama ini salah satu momok dalam demokrasi adalah money politics. Larangan pun gencar digaungkan lengkap dengan ancaman pidananya. Hanya saja praktik tidak terpuji itu masih kerap mewarnai pesta demokrasi dengan segala bentuknya.

Menurut Fritz, sudah saatnya perang terhadap politik uang dilakukan dengan pendekatan berbeda. Yakni memberikan pemahaman kepada masyarakat akan dampak buruk politik uang. Dengan begitu akan timbul kesadaran bersama untuk mengawasinya.

“Dalam hal ini kita tidak sekadar menampilkan kegiatan kita (pengawasan). Tetapi juga ikut melakukan pendidikan politik kepada masyarakat,” tandasnya.

Seiring laju teknologi informasi yang merambah dunia, lembaga pengawas pemilu juga diminta eksis di dunia maya. Media sosial dapat dimanfaatkan untuk menjalin interaksi dengan masyarakat.

“Usahakan menjawab semua komentar. Jadi ada engagement di situ,” ucap Fritz dindepan jajaran Bawaslu Pacitan.

Kedatangan Ketua Bawaslu RI ke Kota 1001 Gua untuk meluncurkan buku ‘Pilkada Pacitan dalam Pena’. Buku yang diterbitkan oleh Bawaslu Pacitan itu menyajikan potret pengawasan pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pacitan tahun 2020.

“Semua kegiatan (pengawasan) terdokumentasikan di buku ini. Ini sekaligus bentuk tanggungjawab kami menyiapkan data jika masyarakat membutuhkannya,” kata Ketua Bawaslu Pacitan Berty Stefanus saat laporan. (PS/RSP/Diskominfo)

PLH Bupati Heru Wiwoho Tinjau Bencana Dampak Cuaca Ekstrim

Cuaca ekstrim yang terjadi dalam sepekan terakhir menyebabkan kejadian bencana alam disejumlah wilayah di Kabupaten Pacitan. Di Kecamatan Tulakan, Sebuah talut penyangga halaman Sekolah Dasar (SD) negeri 4 Wonosidi ambrol. Tak pelak. satu ruang sekolah yang ada diatasnya terancam amblas.
“Kejadianya kemarin (sabtu, 10/04)) sore saat terjadi hujan deras”, ungkap Yuli Hartono Kepala Sekolah SDN 4 Wonosidi.
Penuturan Yuli itu disampaikan kepada PLH Bupati Pacitan Heru Wiwoho saat meninjau lokasi bencana, Minggu (11/04). Sang kepala sekolah berharap pemerintah segera mengambil langkah penanganan mengingat kondisinya yang membahayakan.
“Pemerintah akan membuat pernyataan bencana untuk landasan mengajukan bantuan ke pemerintah provinsi”, kata PLH bupati Heru Wiwoho.
Untuk saat ini pemkab Pacitan belum bisa memanfaatkan dana kebencanaan karena terbentur aturan. Dana tanggap darurat kebencanaan baru dapat diserap melalui bupati terpilih yang baru akan dilantik 26 April mendatang. Untuk antisipasi, pemerintah melalui BPBD akan mengambil langkah darurat dengan melapisi area longsor dengan alas trepal untuk menghindari erosi yang lebih luas.
Selain diwilayah Kecamatan Tulakan, PLH bupati Heru Wiwoho juga meninjau bencana alam di wilayah Kecamatan Arjosari tepatnya di Desa Karangrejo dan Desa Karanggede. Di dua desa bertetangga itu longsor menutupi jalan dan jembatan. Sebagai langkah darurat Dinas PU, BPBD bersama masyarakat dibantu alat berat dari Perusahaan Waduk tukul membersihkan material longsor agar jalan dapat dilalui kendaraan. (HumasPacitan/Diskominfo)

Pemkab Pacitan dan Ponorogo Akan Perkuat Kerjasama Perbatasan

Plh Bupati Pacitan Heru Wiwoho Supadi Putro dan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko saling bertukar cindera mata.

Kerjasama Kawasan perbatasan antara Kabupaten Pacitan dan Ponorogo sudah terjalin lama namun masih belum optimal.
Hal itu disampaikan pelaksana harian (PLH) Bupati Pacitan, Heru Wiwoho Supadi Putro, saat bersilaturahmi dengan Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko dan seluruh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemkab Pacitan dan Ponorogo, Sabtu (10/4).
“Kita sudah lama menjalin kerjasama dengan Ponorogo, khususnya diwilayah perbatasan. Namun sampai sekarang, saya melihat belum optimal,” terang Heru Wiwoho.
Karena itu, mulai hari ini dengan dilakukannya silaturahmi, Pacitan dan Ponorogo akan lebih nyambung dan menyatu. “Sehingga akan menjadi sebuah kekuatan. Kita akan utamakan pertumbuhan infrastuktur untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat. Kesehatan dan layanan masyarakat. Serta kemiskinan di kawasan perbatasan juga menjadi prioritas kita,” tandasnya.
Meski dihempas badai pandemi covid-19, lanjut Heru, namun perkonomian di Ponorogo masih tetap tumbuh. “Mungkin hampir semua warga masyarakat (Pacitan) kenal dengan Bupati Ponorogo, Mas Sugiri ini. Saya juga ingin belajar disini. Saya melihat Ponorogo ini cukup luar biasa,” kata pria yang juga menjabat sebagai Sekkab Pacitan tersebut, secara terpisah.
Sementara itu, Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko menyambut baik momentum silaturahmi yang diprakarsai Pemkab Pacitan tersebut, ibarat kata berjawab gayung bersambut. “Akan segera saya balas (kunjungan ke Pacitan). Ben soyo rumaket, ben soyo jos,” tutur mantan anggota DPRD Provinsi Jatim ini, yang disambut aplous dari seluruh undangan yang hadir.
Dirinya mengakui, wilayah perbatasan memiliki sensitivitas tinggi dalam pemerataan pembangunan suatu wilayah. “Perbatasan itu harus dibangun komunikasi yang indah, khususnya perdagangan untuk mendongkrak perekonomian masyarakat, ” ujar Sugiri Sancoko. (Diskominfo)

Bupati dan Wakil Terpilih Dilantik 26 April

Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Pacitan Periode 2021-2024 dijadwalkan berlangsung pada 26 April mendatang, hal tersebut disampaikan Kepala Bagian Humas Setda Pacitan Herman Budi Utomo yang sesuai dengan Permendagri Nomor 131/1921 Tentang Pengangkatan Bupati/Wakil Bupati dan Wali kota/Wakil Wali kota. “Sementara ini kami masih menunggu hasil rakor,” kata dia.

Kabar terakhir pengangkatan yang masuk periode kedua Bupati Terpilih atas nama Indrata Nur Bayuaji dan Wakil Bupati Gagarin akan dilantik langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya.

Setelah itu kegiatan Serah Terima Jabatan (Sertijab) digelar Pemda Pacitan, kabar terakhir dilangsungkan sehari setelah pelantikan atau pada 27 April . Agenda tersebut lanjut Herman akan dihadiri langsung Gubernur Jatim. “Namun perubahan jadwal masih sangat bisa terjadi,” tegasnya.

Kegiatan lain juga akan berlangsung di Pendopo Kabupaten Pacitan, yakni sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pacitan, meski sementara ini rapat-rapat internal masih berlangsung bersama jajaran Sekretaris Dewan (Sekwan) untuk menentukan hasil akhirnya.

Padatnya jadwal yang akan berlangsung untuk menyambut pemimpin baru Kabupaten Pacitan dipastikan sarat akan protokol kesehatan, terbukti jajaran dinas maupun badan lingkup Pemda Pacitan hanya dapat mengikuti kegiatan tersebut melalui aplikasi zoom di kantor masing-masing.

Demikian dengan kegiatan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih yang hanya dapat diikuti oleh jajaran perangkat daerah di kantor masing-masing. (bd/frd/ryt/ss/dzk/rch/tk/DiskominfoPacitan).