Penilaian Lomba Desa di Desa Semanten Kabupaten pacitan Tahun 2019

Tahapan demi tahapan harus dilaksanakan sebaik mungkin serta sesuai dengan prosedur yang telah disepakati, mengingat tujuan utama lomba desa yakni memacu desa menjadi semakin maju di segala aspek. Peraturan tersebut tertuang pada Permendagri Nomor 81 Tahun 2015 dan ditindaklanjuti dengan terbitnya Peraturan Bupati Nomor 5 Tahun 2015.

Mahmud, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat saat mewakili Bupati Pacitan Indartato menyampaikan pokok dari kegiatan lomba desa adalah bagaimana kepala desa bersama jajarannya mampu menggerakkan potensi yang ada melalui partisipasi aktif.

“Jika memenuhi persaratan dari para tim penilai, maka masuk tingkat Provinsi mewakili Kabupaten Pacitan, selanjutnya tingkat Nasional,” terang Dia hari ini saat Penilaian Lomba Desa dan Evaluasi 10 Pokok Program PKK Tingkat Kabupaten Di Desa Semanten, Pacitan 22/03/19.

Lomba Desa meliputi tiga bidang utama yang wajib diperhatikan, baik pemerintahan, kemasyarakatan dan kewilayahan. Hasil yang diperoleh selanjutnya dilaksanakan penilaian lapangan. Maka dari itu pihaknya meminta untuk melengkapi administrasi. “meskipun berdekatan dengan pemilu, namun administrasi harus tetap sesuai,” tambah Mahmud. (budi/anjar/riyanto/wira/DiskominfoPacitan).

Tilik Warga Inklusif; Luncurkan Program Pendampingan

Segudang kekurangan di depan mata, tapi prinsip yang tertuang pada Peraturan Bupati Nomor 38 Tahun 2012 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif di Kabupaten Pacitan harus benar-benar dilaksanakan sebaik-baiknya. “Termasuk saat ini tenaga guru belum ada, dan kita upayakan,” ungkap Bupati Pacitan Indartato saat melaksanakan Tilik Warga Inklusif di Desa Losari, Kecamatan Tulakan, kemarin 20/03/19.

Kegiatan tersebut diawali dengan melihat langsung ke 7 rumah warga yang berkebutuhan khusus untuk mencari tahu akar permasalahan sehingga pemerintah tahu peta di lapangan. “Meskipun hasilnya tidak dapat secepat yang diharapkan, namun kita bersama-sama pemangku kebijakan baik tingkat vertikal, kecamatan dan pemerintah desa berbuat sesuatu kepada mereka,” tambah Bupati.

Sunaryo, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pacitan mengatakan bahwa sesuai dengan arahan Bupati, selain melaksanakan program-program untuk menyikapi fenomena tersebut juga akan mengangkat Pendamping Inklusif guna mendorong sekolah-sekolah yang memiliki siswa ABK. “Dan tidak hanya bertugas di Desa Losari, karena mereka melalui Dinsos,” papar Dia.

Pendampingan juga di laksanakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pacitan, mulai pemeriksaan kesehatan rutin yang dilaksanakan para petugas wilayah, hingga pelaksanaan rujukan ke rumah sakit baik tingkat satu dan tingkat dua jika diperlukan. “Tapi fokus kami pada pembelajaran pengasuhan anak serta penguatan mental orang tua,” Kata Eko Budiyono Kepala Dinkes Pacitan.

Doa untuk kesembuhan di lantunkan Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pacitan Muhammad Nurul Huda saat turut mendampingi Bupati, diamini oleh Bupati dan seluruh rombongan yang hadir mengharap kesembuhan atau minimal memperoleh kekuatan dan kemudahan. “Percaya pada Allah SWT. Hari ini kita sakit, besuk bisa saja kita sehat,” katanya yang pernah 7 Tahun mondok Di Ponpes Duri Sawo Ponorogo mengungkapkan. (budi/anjar/riyanto/wira/DiskominfoPacitan).

Musrenbang Prioritaskan Penurunan Angka Penduduk Miskin

Masalah penting yang dihadapi Kabupaten Pacitan adalah penduduk miskin, menduduki angka 14,19 % pada tahun 2018. Meskipun telah keluar dari zona merah, namun isu tersebut kembali diangkat dalam Musrenbang  RKPD Kabupaten Pacitan tahun 2020. “Sesuai arahan Bupati, harus kita tekan menjadi 13,00% 2 tahun mendatang,” ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Heru Wiwoho.

Pertumbuhan ekonomi inklusif melalui sektor unggulan daerah yang berkelanjutan merupakan tema yang diusung, melalui pertanian dan pariwisata terintegrasi diharap cita-cita awal pengentasan penduduk miskin dapat terealisasi, ditunjang pelayanan dasar wajib dimaksimalkan pemerintah sebagai penyangganya.

Rencana dan kinerja sebuah prakarsa tentu dapat memperoleh hasil yang maksimal ketika didukung semua komponen, dukungan tersebut merupakan gambaran keterlibatan pada proses pembangunan baik masyarakat, pengusaha dan lain-lain. “Pelaksanaan pembangunan akan memperoleh hasil yang baik, pelaksanaan yang baik merupakan setengah keberhasilan, sesuai visi dan misi Kabupaten Pacitan” ungkap Ronny Wahyono Ketua DPRD Pacitan saat sambutan.

Pengurangan penduduk miskin memang menjadi indikator keberhasilan  pemerintahan. Dengan berbagai sistem baru yang sesuai dengan zaman seperti hadirnya Aplikasi Terintegrasi  Pemerintah Kabupaten Pacitan (Lik In) dan Wadah Aspirasi Dan Pengaduan Secara Elektronik (Wadule), diharapkan menjadi jembatan pembangunan yang berorientasi pada pemberantasan kemiskinan. “Sesuai dengan yang disampaikan Pak Heru dan Pak Ronny,” ungkap Bupati Pacitan Indartato saat membuka kegiatan hari ini 19/03/19 di Pendopo.

Karena tata kelola pemerintahan yang baik merupakan landasan pacu semua aspirasi pada Musrenbang tersebut. Keterbukaan, dapat dipertanggungjawabkan dan didukung partisipasi aktif masyarakat. Sehingga berhasil dan gagalnya kinerja pemerintah dapat diketahui oleh masyarakat luas. “Partisipasi kini dapat dilakukan siapa pun dan kapan pun, menuju pembangunan yang diharapkan,” tambah Bupati.

UMKM salah satu tumpuan lain pengurangan kemiskinan harus mendapatkan perhatian secara berkelanjutan,  asupan informasi berbentuk penambahan wawasan dan keterampilan menjadi harapan demi penyerapan tenaga kerja. “Sentuhan-sentuhan tersebut selain memotivasi juga mendorong usaha kita,” kata Nova Ruliana Purba salah satu pelaku UMKM dari Ngadirojo.

Prinsip mendukung pembangunan Kabupaten Pacitan juga diberikan perbankan berpelat merah milik Provinsi Jawa Timur. Berfokus pada peningkatan dan pemberdayaan UMKM merupakan konsentrasi yang kini dilaksanakan dengan berbagai kemudahan dan pelayanan. “Kami terapkan keikutsertaan dalam mendorong laju perekonomian kita,” ungkap Palti Oloan Purba Tua S. Pimpinan instansi. (budi/wawan/riyanto/wira/DiskominfoPacitan).

Dukung Dinas Damkar serta Tingkatkan Kapasitas Satpol PP

Pemerintah Pacitan menyambut baik atas rencana pemerintah pusat tentang pemecahan Pemadam Kebakaran (Damkar) Menjadi dinas mandiri, dimana saat ini Damkar masih seatap dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), namun rencana tersebut tentu harus dipelajari mengingat tupoksi yang dilaksanakan di Kabupaten Pacitan.

“Ditinjau dari kasus yang ada,” kata Bupati Pacitan Indartato usai peringatan HUT Ke-69 Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang dirangkaikan dengan HUT Ke-100 Damkar, HUT Ke-57 Satuan Perlindungan Masyarakat, HUT Ke-45 Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dan Peringatan Hari Air Sedunia Tahun 2019 hari ini 18/03/19 di Halaman Pendopo.

Perihal peningkatan kapasitas sebagai Penegak Perda yang diemban Satpol PP juga memperoleh perhatian melalui rumusan yang didukung Pemda, DPRD dan disetujui Gubernur melalui berbagai kegiatan latihan-latihan.

Widy Sumardji orang nomor satu di lingkup satpol PP menjelaskan bentuk teknis peningkatan kapasitas selalu dilaksanakan sesuai dengan regulasi yang ada, namun pihaknya menambah porsi melalui model-model tambahan. “Seperti kompetensi penegakkan perda kita selalu tingkatkan, termasuk melaksanakan kajian pada masalah-masalah yang bersifat ambigu, yang membutuhkan kecermatan dalam pengambilan keputusan agar tidak menyalahi aturan,” ucap Widy.

Termasuk peningkatan kapasitas fisik juga terus ditingkatkan oleh satuan tersebut, seperti pada hari Selasa misalnya dilaksanakan Pembinaan Fisik (Binsik) yang wajib diikuti seluruh anggota. Karena Satpol PP selalu melibatkan diri dengan kegiatan Kebencanaan baik pada musim kemarau dan hujan. (timDiskominfoPacitan).

DPC ABDESI Kabupaten Asahan Lihat Lebih Dekat Pacitan

Sujud Prayitno tertegun ketika diajak kerabatnya dari Kabupaten Wonogiri untuk berjalan-jalan melihat keindahan Gua Gong dua pekan lalu, piknik keluarga tersebut berimbas pada kunjungan kerja yang melibatkan 300 peserta Kepala Desa dan Lurah Kabupaten Asahan Sumatera Utara. “Saya heran, betapa tetesan air dapat membentuk Gua yang begitu indah, dikemas dengan model wisata seperti itu,” papar Sujud yang juga Ketua DPC Dewan Perwakilan Cabang Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (ABDESI) Kabupaten Asahan saat disambut Pemda Pacitan kemarin 17/03/19 di Halking Pendopo.

Perencanaan singkat tersebut diharap Sujud mampu memberi warna baru di bidang wisata desa serta laju perkembangan potensi yang dimiliki Asahan. Ia menekankan dari segi potensi yang dimiliki semestinya Asahan memiliki kesempatan yang sama untuk bertengger di bidang pariwisata seperti Pacitan. “Izinkan kami menyaksikan lebih dekat kota Pacitan ini, sehingga kami dapat mengaplikasikannya” tambah Dia.

Hariyanto, Kades Batu Anam yang ikut dalam kegiatan ini tidak akan melewatkan kesempatan yang hanya empat hari tersebut, Ia berkomitmen untuk mempelajari manajemen Bumdes yang ada di Pacitan, juga jika memungkinkan Ia pun akan menerapkan wisata desa yang tengah dimaksimalkan Pacitan.

Pemerintah menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan, tidak hanya bidang-bidang yang jelas mempunyai potensi wisata yang menjadi fokus pemerintah, melalui Bupati Indartato lingkup Pemda dari pendopo hingga halking dikemas menjadi obyek wisata untuk para pelajar hingga masyarakat umum. “komitmen itu selain bentuk perhatian pemerintah terhadap kepariwisataan juga sebagai upaya mendekatkan diri antar masyarakat dan pemerintah,” kata Sekda Suko Wiyono yang berkesempatan menyambut rombongan.

Hadir menyambut rombongan Kunjungan Kerja, Ketua PKK dan Penasihat Darma Wanita Kabupaten Pacitan Luki Indartato, Ketua Darma Wanita Kesatuan kabupaten Pacitan Bety Suko Wiyono serta kepala Dinas  dan Badan terkait. (budi/wawan/suhartono/riyanto/dzakir/wira/DiskominfoPacitan).

Pemkab Pacitan Upayakan Lingkungan Bersih Dari Sampah

Semua pihak selalu dilibatkan dalam menanggulangi sampah, masalah global tersebut juga menjadi momok di negara Indonesia. Termasuk di Kabupaten Pacitan, Sedikitnya diselenggarakan 15 kali dalam setahun menggelar kampanye dalam rangka membudayakan peduli sampah berupa Kerja Bakti “Tilik Kebersihan DLH”.

Mengingat kekuatan pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sangat terbatas untuk membuat Pacitan menjadi bersih, jika dipaksa tentu akan memakan biaya yang besar. “Langkah Preventif Teknis merupakan jawaban terbaik dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan asri, sejalan dengan Visi dan Misi Bupati,” kata Edy Yunan Ahmadi Kepala DLH.

Bupati Pacitan Indartato yang terlibat dalam agenda di Desa Dadapan, Pringkuku (15/0319) mengungkapkan, bahwa Pemerintah Pacitan sangat konsentrasi dengan tujuan pemerintah pusat perihal bebas sampah di tahun 2025. Baik dengan kegiatan kampanye, pembentukan Bank Sampah dan Tempat Penampungan Sementara (TPS) Terpadu. “Termasuk juga kita libatkan juga para mitra lingkungan,” kata Dia.

Sampah memang tidak bisa lepas dari kehidupan manusia, oleh sebab itu Bupati terus mendorong berbagai upaya lain seperti rancangan regulasi, namun hal itu memerlukan tahapan-tahapan baik ditingkat pemda hingga desa. (budi/anjar/riyanto/wira/DiskominfoPacitan).

Pengumuman Seleksi Jasa Teknis Akan Dilaksanakan Nanti Malam

Rekrutmen Jasa Teknis Bantuan Rekonstruksi Pasca Bencana yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memasuki tahap seleksi wawancara atau tahap akhir. Hasil seluruh rangkaian seleksi akan dipungkasi dengan pengumuman malam nanti 14/03/19 melalui akun resminya.

Tercatat 400 pelamar dari dalam dan luar kota memenuhi 4 formasi yang dibutuhkan, meliputi Koordinator Fasilitator, Tenaga Jasa Teknik Lapangan, Tenaga Jasa Teknik Pemberdayaan dan Tenaga Jasa Teknik Administrasi Lapangan. “Kecuali Jasa Teknik Lapangan terpaksa harus kami perpanjang, karena belum memenuhi kuota yang kami harapkan,” ungkap Didik Alih Kepala Pelaksana BPBD Pacitan.

Didik enggan Grusa-grusu pada momen besar ini, mengingat peserta yang terpilih akan mengemban tugas besar mewakili pemerintah bersinggungan langsung dengan masyarakat yang tertimpa bencana dalam merehabilitasi dan merekonstruksi bencana 2017.

Miswar, peserta yang mengisi formulir di Jasa Teknik Administrasi sangat menyadari semua proses berjalan dengan profesional dan transparan, adapun jika Ia harus gugur maka hasil tersebut merupakan hasil murni yang harus di syukuri. “Saya tetap akan membangun kota kelahiran saya dengan bentuk lain, namun saya harus yakin jika nanti malam nama saya tertera di daftar pengumuman akhir,” kata Dia. (budi/anjar/riyanto/wira/DiskominfoPacitan).

Salurkan Bantuan Untuk Korban Bencana Alam

Bupati Pacitan Indartato dan Wakil Bupati Yudi Sumbogo bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait menyalurkan bantuan untuk korban bencana alam di Kecamatan Bandar. Bantuan berupa paket sembako dan peralatan tidur itu diserahkan langsung kepada para korban. “Sing sabar nggih pak. Kita semua memang tidak pernah menginginkan bencana itu datang,” katanya ketika memberikan bantuan kepada Sardi, warga Dusun Pudak, Desa Watu Patok, Bandar, Kamis (14/3/2019).

Sardi merupakan bagian dari 61 warga terdampak tanah longsor di kecamatan tersebut pada Rabu (6/3/2019) lalu. Dari catatan pihak BPBD jumlah rumah warga yang rusak berat akibat terjangan material longsor mencapai 39 unit. Tersebar di enam desa. Yakni Ngunut, Bandar, Tumpuk, Watu Patok, Jeruk, dan, Kledung.

Selain menerima bantuan berupa paket sembako, para korban yang berhak juga akan menerima bantuan untuk meringankan beban mereka. Teknis penyalurannya melalui rekening bank.

Bupati berpesan agar warga tetap waspada banjir dan tanah longsor. Mengingat hujan masih kerap turun dengan intensitas tinggi dan durasi yang lama. “Utamakan keselamatan jiwa. Yang lain bisa belakangan,” pesan dia. (arif/nasrul/juremi tomas/humaspacitan/diskominfopacitan)

Pamerkan Bonsai Bertajuk Pacitan Nyawiji

Siapa yang tahu jika Bupati Indartato pencinta bonsai. Meskipun hanya sekedar hobi namun sejak tahun 1984 Indartato merawat satu pohon berjenis Beringin (Ficus Benjamina) hingga kini. Itu Ia sampaikan saat berkesempatan membuka Pameran Bonsai Nasional Ke-2 bertema Pacitan Nyawiji di Alun-alun kemarin 13/03/19.

Pemerintah berkomitmen mendukung Pameran Bonsai, mengingat Kabupaten Pacitan memiliki banyak pohon yang bisa menjadi tanaman bonsai.  Prospek tersebut diharapkan menjadi ladang ekonomi baru masyarakat.

Kegiatan tersebut juga diharap Bupati menjadi wadah untuk bertukar pengalaman sehingga menambah pengetahuan serta sebagai ajang membentuk jaringan baru antar pelaku. “Namun saya berharap kepada masyarakat yang baru coba-coba, untuk berhati-hati dalam mengeksplorasi, jangan merusak,” harapnya.

Imam Daryono, Penasihat Perkumpulan Penggemar Bonsai  Indonesia (PPBI) Pacitan mengharap pemerintah terus mendukung sehingga kegiatan ini dapat kembali dilaksanakan di tahun-tahun selanjutnya. “Jika didukung kami akan menggelar pameran berskala Internasional,” kata Imam.

Ratusan peserta turut andil di Even yang masih rangkaian Hajatan 274 tersebut, mulai dari Jakarta, Purworejo, Cianjur, Madiun, Ponorogo, Wonosari dan lain-lain yang terbagi dalam 3 kelas, yakni Prospek, Bakalan dan Belum Jadi. (budi/anjar/riyanto/wira/DiskominfoPacitan).

Gelem Lan Temen Menjadi Pelayan Rakyat

Berbagai tantangan di hadapi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menggerakkan laju pemerintahan. Peningkatan kompetensi wajib dan menjadi pilihan demi kemajuan yang diharapkan berbentuk proyek perubahan melalui tempat kerja masing-masing dengan kreatifitas dan inovasi.

Mengacu pada kata yang disampaikan Aristoteles, bahwa pemerintah adalah pelayan bagi rakyatnya, maka sudah seharusnya pemerintah menjadi pelayan yang baik bagi seluruh rakyatnya. “Pada dasarnya, Saya sering mengibaratkan bahwa pemerintah seperti halnya lautan. Baik dan buruk bisa masuk, namun yang muncul selalu yang buruk-buruk. Justru itu merupakan tantangan bagi kita bersama,” kata Bupati Indartato pada Pembukaan Diklat Kepimpinan Tingkat IV Angkatan Ke-13 Provinsi Jawa Timur di Pacitan 13/03/19.

Ia berharap Diklat yang dilaksanakan di gedung diklat Kabupaten Pacitan dapat menjadi jembatan bagi pemerintah untuk menjadi pelayan yang baik, serta mampu memberikan kepuasan kepada rakyat melalui filosofi Jawa yang berbunyi Gelem lan temen, yang berarti Gelem atau mau, mau melaksanakan dengan tulus iklas, serta Temen atau serius, melaksanakan tanggung jawab dengan penuh kesungguhan.  (budi/anjar/riyanto/wira/DiskominfoPacitan).

Disperindag Pacitan; Maksimalkan Pelaku Sulam Dan Rajut

Rika Suryani gigih mempraktikkan teknik rajut yang disampaikan oleh ahli Ayu Widianingsih dari Kota Solo Provinsi Jateng, gadis berusia 23 tahun itu berpendapat keterampilan itu merupakan peluang menciptakan ladang usaha yang dapat mendatangkan nilai ekonomi jika digali ilmunya secara mendalam. “Ini merupakan kesempatan yang baik buat kami,” ungkap Dia.

Sri Kusumo sebagai kepala Bidang Perindustrian Disperindag Pacitan berkomitmen memaksimalkan keterampilan sulam dan rajut pelaku usaha tersebut serta berupaya turut andil pada berbagai momen baik tingkat Regional dan Nasional yang sering digelar.

Sebanyak 40 peserta yang terbagi menjadi dua kelompok sulam dan rajut mengikuti pelatihan yang dilaksanakan selama 3 hari, bentuk dorongan kepada pelaku industri tersebut juga sebagai upaya pemerintah untuk mengenalkan pasar dan jaringan baru yang lebih kompetitif.

“Selain mereka yang bergelut langsung pada industri ini, peserta juga kami utamakan yang mempunyai jiwa seni dan passion tinggi,” kata dia disela kegiatan Pelatihan Rajut Dan Sulam di Hotel Remaja 12/03/19. (budi/anjar/riyanto/wira/DiskominfoPacitan).

Langkah Cepat; Bangun Jembatan Penghubung Desa

Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi di wilayah Jawa Timur pada 06-07/03/19 lalu Berakibat bencana banjir dan tanah longsor di beberapa kecamatan di Kabupaten Pacitan, serta menyebabkan terputusnya beberapa jembatan penghubung antar desa.

“Seperti jembatan Gedangan di Desa Gedangan dan jembatan Tosari di Desa Kemuning (Kecamatan Tegalombo) red.,” papar Didik Alih sebagai Kepala Pelaksana BPBD Pacitan. Sebanyak 400 (KK) di empat desa, mulai desa Tegalombo, Kemuning, kasihan dan Ngreco yang terlewati sungai Grindulu harus terisolasi untuk sementara waktu.

Bupati Indartato kemarin 11/03/19 yang berkesempatan meninjau langsung kondisi tersebut meminta kepada warga bersabar sesaat, Ia pastikan tahun ini pemerintah akan membangun kembali jembatan tersebut. “Langsung tahun in, termasuk jembatan di Desa Tremas, namun untuk jembatan Tosari secara teknis harus bertahap,” Kata Bupati.

Jembatan permanen untuk roda empat tersebut menjadi prioritas pemerintah di tahun 2019 dan akan dilanjutkan pada tahun selanjutnya, menghabiskan anggaran 28 Milyar bersumber dari rehabilitasi dan rekonstruksi BNPB.

Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada warga yang bersedia bergotong royong dan rela menggunakan jembatan darurat untuk mendukung mobilitas. “Kami tetap melaksanakan langkah cepat demi warga kita,” tambah Bupati.

Pada kesempatan tersebut Bupati juga menyerahkan bantuan kepada warga korban bencana tanah longsor di Desa Ploso dan Tahunan Kecamatan Tegalombo, didampingi Wabup Yudi Sumbogo dan Pejabat lingkup Pemkab. (budi/anjar/riyanto/wira/DiskominfoPacitan).

REKRUTMEN TENAGA PENDAMPING (FASILITATOR) UNTUK BANTUAN REKONTRUKSI PASCA BENCANA SEKTOR PERUMAHAN TAHUN 2019

Berdasarkan PERDA Nomer 14 tahun 2018 tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2019 tanggal 19 Desember 2018 dan dokumen pelaksanaan anggaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tahun 2019, maka BPBD Kabupaten Pacitan akan melaksanakan Rekrutmen Tenaga Pendamping (Fasilitator) untuk Bantuan Rekonstruksi Pasca Bencana Sektor Perumahan Tahun 2019.

Dibawah ini disampaikan link pengumuman persyaratan rekrutmen tenaga pendamping ( Fasilitator) tahun 2019 :

(BPBD Pacitan/DiskominfoPacitan)

Waspada Hidromatologi Sepekan Ke Depan

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) resmi menghimbau seluruh masyarakat agar waspada selama periode awal bulan Maret. Siaran yang disebar pada 02/03/19 menyampaikan pada bulan ini Indonesia bagian barat dan tengah berpotensi curah hujan tinggi yang dapat memicu bencana Hidrometeorologi seperti banjir, longsor dan angin kencang.

Saat ini teridentifikasi adanya aktivitas Madden Julian Oscilliation (MJO) di Samudera Hindia. MJO merupakan fenomena gelombang atmosfer yang bergerak merambat dari barat (Samudera Hindia) ke timur dan dapat meningkatkan potensi curah hujan di daerah yang dilaluinya.

BMKG mendeteksi adanya sirkulasi siklonik di Samudera Hindia Barat Sumatra yang membentuk daerah pertemuan angin yang cukup konsisten di Wilayah Sumatera, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Jawa.

Juga dilaporkan potensi gelombang tinggi yakni 2.5 hingga 4.0 Meter yang diperkirakan terjadi di perairan selatan Jawa Tengah dan Jawa Timur, Selat Bali bagian selatan, Samudera Hindia Barat Kepulauan Mentawai serta Lampung. (BMKG/DiskominfoPacitan)

Warga bersama Pemdes, TNI, Polri bergandengan Hadapi Bencana Longsor

5 Desa di Kecamatan Bandar mengalami musibah tanah longsor akibat hujan lebat yang terjadi semalam 06/03/19. 17 rumah dilaporkan mengalami kerusakan ringan dan sedang, sedangkan untuk 2 rumah dilaporkan segera direlokasi karena tebing mengalami retak beberapa meter.

Agung Dwi Cahyono Camat Bandar kepada Diskominfo 07/03/10 menjelaskan, untuk akses jalan terdapat dua titik yang terputus, pertama jalur Desa Bangunsari-Jeruk dan jalan penghubung Desa Petungsinarang-Ngunut tepatnya di Jorenges sepanjang 50 meter.

“Kami mengerahkan seluruh elemen masyarakat, pemerintah desa setempat didukung TNI dan Polri untuk membersihkan material longsor yang menutupi badan jalan ataupun yang menerpa rumah warga dengan peralatan seadanya,” jabar Agung.

Mengingat curah hujan tinggi diperkirakan akan berlangsung hingga sepekan mendatang, pihaknya meminta kepada seluruh warga di Wilayah Bandar agar tetap waspada dan berhati-hati khususnya warga yang berada di daerah lereng berpotensi longsor. (budi/anjar/riyanto/wira/DiskominfoPacitan).

Bupati Meninjau Bencana; Serahkan Paket Bantuan Sementara

Bupati Indartato meninjau langsung dampak banjir dan tanah longsor yang terjadi semalam 06/03/19 Bersama Wabup Yudi Sumbogo, Sekda Sukowiyono dan OPD terkait di kecamatan Arjosari dan sekitar.

Selain melihat langsung kondisi terdampak, Bupati juga berkesempatan mengunjungi para korban serta menyerahkan bantuan sementara berupa paket sembako, selimut dan terpal. “kita berharap kepada warga yang terkena musibah untuk bersabar,” kata Bupati.

Kondisi perubahan cuaca ekstrem diperkirakan terjadi sepekan ke depan, Ia menghimbau kepada warga masyarakat agar tetap tenang dan selalu waspada dengan berbagai kemungkinan yang bisa saja terjadi. (budi/anjar/riyanto/wira/DiskominfoPacitan).

Banjir di 3 Kecamatan; Terjunkan 449 Personil Gabungan

Hujan dengan intensitas tinggi terjadi diseluruh wilayah Kabupaten Pacitan pada 06/03/19 mulai pukul 16:30 WIB hingga 23:00 WIB. Mengakibatkan beberapa Desa yang terlewati Sungai Grindulu di 3 Kecamatan yakni Tegalombo, Arjosari dan Pacitan terendam banjir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan yang sudah siaga  dengan cuaca tersebut melaksanakan pantauan langsung serta kaji cepat disemua wilayah terdampak banjir. Kususnya di titik terendah yakni Arjosari dan Disusul dengan evakuasi terhadap lansia dan balita.

Hingga pagi ini 07/03/19 tercatat 449 personil gabungan baik dari TNI, Polri dan Dinas terkait diterjunkan. Didik Alih Wibowo Kepala Pelaksana BPBD mengatakan bahwa tidak ada korban dalam musibah banjir ini. “Tanggap darurat menjadi prioritas agar tidak terjadi korban,” (budi/anjar/riyanto/wira/DiskominfoPacitan).

ASN Harus Jadi Contoh Wajib Pajak

Wakil Bupati Pacitan Yudi Sumbogo berharap pajak di Kabupaten Pacitan terus meningkat seperti yang telah dicapai pada tahun sebelumnya. Karena berimbas pada kontribusi Negara dan berdampak terhadap peningkatan laju pembangunan diberbagai sektor.

Kalimat itu diutarakan saat Ia berkesempatan menghadiri dan membuka Pekan Penutupan Laporan SPT tahun 2018 di Gedung Karya Darma kemarin 06/03/19 oleh Direktorat Jenderal Pajak KP2KP Kabupaten Pacitan.

Menurut Wabup, program tersebut merupakan salah satu bentuk keteladanan ASN, TNI dan Polri dalam hal pajak sebelum batas waktu yang ditentukan. “kita harus menjadi contoh bagi masyarakat dengan berpartisipasi aktif di dialamnya,” jelasnya.

Upaya harus dilakukan untuk memenuhi target yang ditentukan oleh pusat, maka Pemda akan selalu mendukung dan melibatkan diri demi tercapainya program itu dengan  memperkuat sinergitas antar instansi sesuai harapan yang disampaikan Kepala KP2KP Pacitan Agus Nugroho.

Wabup kembali menegaskan bahwa ASN, TNI dan Polri harus benar-benar menjadi contoh bagi wajib pajak berpenghasilan tinggi. “Utamanya bagi kesejahteraan masyarakat,” imbuh Wabup. (budi/anjar/riyanto/wira/DiskominfoPacitan).

Gelar Lawatan di Tiga Negara; Jalin MoU Sister School Program

Siswa SD Alam Pacitan selalu mempunyai cara untuk belajar, salah satunya yang menarik kali ini adalah kunjungnya di tiga tetangga Indonesia, yakni Singapura, Malaysia dan Negeri Gajah Putih Thailand.

bertekat menimba ilmu sebanyak-banyaknya di tiga Negara tersebut mereka juga membawa misi pertukaran budaya, dengan ditandatanganinya MoU antara Direktur Phat Masniyom selaku Direktur Warraphat School dan Kepala  Sekolah SD Alam Bangun Naruttama.

Dengan penanda tanganan itu kedua belah pihak mempunyai kesempatan melakukan pertukaran budaya melalui kegiatan “cultural exchange camp”. Didalamnya kedua sekolah akan bergantian menjadi tuan rumah pertukaran budaya.

Hal lain yang bias dilaksanakan adalah kedua belah pihak juga berkesempatan bertukar informasi terkait kurikulum, kegiatan pembelajaran ataupun Even sekolah. Sehingga menjadi rujukan dan bahan inovasi program agenda baru sekolah.

Rombongan juga diperkenankan menampilkan tarian tradisional, paduan suara serta memainkan alat musik angklung. Pertunjukan ini ternyata mendapat apresiasi yang luar biasa dari pihak Warraphat School.

Banyak hal yang diperoleh para siswa selama kunjungan, utamanya adalah kesadaran mereka yang termasuk bagian masyarakat ASEAN yang harus saling mengenal dan saling toleransi atas perbedaan budaya yang dimiliki, hasilnya terciptanya kehidupan yang selaras di tengah keberagaman dan kemajemukan khususnya di Asia Tenggara. (Diskominfo).

TK BA Aisyah Tulakan Kunjungi Pendopo Hingga Halking

Kali ini, TK BA Aisyah Kecamatan Tulakan berkesempatan mengunjungi Pendopo Kabupaten, Bupati Indartato disela kesibukannya menyempatkan diri menyambut langsung putra-putri dari Tulakan tersebut bersama Istri Luki Indartato.

Kegiatan yang dilaksanakan 05/03/19 tersebut selain mengunjungi Pendopo para siswa-siswi juga dipersilahkan untuk mengunjungi berbagai ruang di sekitar Pendopo, mulai ruang kerja, ruang rapat Bupati hingga halaman Wangking atau Haliking.

Luki Indartato sebagai Bunda Paud menyambut hangat kegiatan tersebut dan menyampaikan terima kasih, Ia menegaskan dengan agenda semacam itu secara tidak langsung merangsang peserta didik untuk giat dalam belajar. “Mengingat Pendopo Kabupaten ini adalah rumah bersama, “Kata Luki. (anjar/budi/riyanto/wira/DiskominfoPacitan)

Serius Tangani Stunting, Pemkab Pacitan Siapkan Intervensi

SERIUS: Bupati Indartato diapit Wakil Bupati Yudi Sumbogo (kiri) dan Kepala Dinas Kesehatan usia Rembug Stunting di Gedung Karya Darma, Selasa (5/3/2019) siang. Pemkab menyiapkan aksi strategis mengatasi kelainan yang menimpa anak-anak kurang gizi tersebut. (Foto: PS/Diskominfo)

Pacitan – Jumlah anak dengan fisik sangat pendek di Pacitan mencapai 1.636 orang. Sedangkan kategori pendek angkanya mencapai 2.662 orang. Data tersebut meliputi usia lima tahun ke bawah.

“Bisa disebut stunting jika dialami anak berusia dua tahun ke bawah. Kita asumsikan sepertiga dari jumlah itu mengalami stunting. Itu yang akan kita intervensi,” papar Kepala Dinas Kesehatan Pacitan, dr Eko Budiono, MM, usai kegiatan Rembug Stunting di Gedung Karya Darma, Selasa (5/3/2019).

Secara umum, lanjut Eko, persentase penderita stunting di Pacitan baru berada di angka 24 persen. Hal tersebut relatif masih aman. Pasalnya, menurut pedoman pemerintah yang mengacu ketentuan WHO, angka di bawah 30 persen termasuk kategori ringan.

“Di bawah 30 persen. Tapi kalau saya prediksi di bawah 20 persen rasanya belum tercapai,” katanya kepada wartawan.

Kendati tak mengkhawatirkan, namun Pemkab Pacitan tak mau berpangku tangan. Di sela sambutan, Bupati Indartato mengajak jajarannya serius menangani kasus tersebut. Salah satunya dengan meningkatkan akses pangan dan gizi.

“Memang ini menjadi kewajiban kita semua. Tugas pemerintah yang harus kita selesaikan supaya rakyat Indonesia khususnya di Pacitan hidupnya lebih baik dan tidak ketinggalan dari daerah lain,” tandas Indartato.

Upaya itu, tegas Pak In, harus dilakukan terpadu dan berkelanjutan melibatkan semua pemangku kepentingan. Pihaknya juga sedang mengkaji kemungkinan pemanfaatan Dana Desa (DD) untuk membantu mengatasi kelainan yang diderita anak-anak kurang gizi tersebut.

Sementara itu DR Andrianto, Ketua Tim Pangan dan Gizi Provinsi Jatim menerangkan pengentasan stunting harus menggunakan 2 pendekatan. Yaitu pola sensitif dan spesifik.

Dijelaskan, tiap keluarga dan lingkungan harus memiliki kepekaan terhadap warganya. Misalnya, jika ada seorang ibu hamil maka anggota keluarga lain memiliki kewajiban mengingatkan si calon ibu agar mengonsumsi makanan bergizi.

Adapun pendekatan spesifik merupakan wewenang Dinas Kesehatan. Pola tersebut dapat dilakukan dengan sistem pendampingan untuk mengubah pola hidup masyarakat agar menjadi lebih baik.

“Kemiskinan itu hanya 35 persen jadi penyebab stunting. Justru 55 persen karena pola asuh. Karena ketidak mampuan keluarga memberikan makanan terbaik,” kata dosen di salah satu perguruan tinggi di Surabaya yang hadir sebagai nara sumber. (PS/PS/Diskominfo)

KOMPAK Dorong Peran Provinsi Melalui Camat Dalam BINWAS

KOMPAK Jawa Timur kemarin 4 Maret 2019 terlibat dalam mendukung proses penilaian pembangunan Daerah oleh Kemertrian Bappenas RI. Jawa Timur masuk sebagai nominator.

Dalam FGD, KOMPAK menyampaikan berbagai dukungan yang telah dilakukan dalam memperkuat peran Provinsi dalam mendorong pelaksanaan UU Desa melalui penguatan kapasitas camat dalam BINWAS, pengembangan inovasi daerah dan keperantaraan pasar.

Penilai utama Bapak Dr. Ir Budhi Setiawan MA, Deputi Pemantauan dan Evaluasi Pembangunan Nasional, sangat mengapresiasi kerja KOMPAK yang menurut beliau sudah kebiasaan DFAT bahwa dukungan dananya kecil tapi hasil dan dampaknya jelas dan bisa dijamin berkelanjutan. Beliau (baju batik kunning) berkenan mengunjungi stand pameran KOMPAK
(Irwandi)

Dukung Wirausaha Dengan Tambahi Keterampilan Foto

Merantau ke kota lain bukan pilihan bijaksana, mengingat Kabupaten Pacitan mempunyai banyak kekayaan yang siap dieksplorasi, baik alam, hasil laut, pertanian bahkan hasil kreativitas tangan masyarkakatnya.

Pemerintah butuh SDM dan tenaga untuk memaksimalkan pasar besar tersebut, salah satunya dengan memberi wadah dan menambah keterampilan yang dimiliki dengan mengelar Pelatihan Fotografi kepada puluhan wirausaha muda yang dilaksanakan selama tiga hari 04-06/03/19 di Ruang Pertemuan hotel Remaja oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pacitan.

Supomo Kepala Disperindag meminta kepada peserta untuk serius terhadap potensi yang dimiliki Pacitan dengan memaksimalkan program pemerintah seperti yang tengah dilaksanakan.

Materi fotografi yang disampaikan kemudian mampu mendukung usaha yang tengah dikembangkan, mengingat segala aspek usaha mulai kuliner, pariwisata dan kerajinan dapat maksimal dengan promosi cantik melalui sosial media (Sosmed).

Ia juga mengharap kepada peserta agar terus menjalin hubungan baik dengan Disperindag, sesama peserta dan wirausaha lain melalui paguyuban yang telah dipersiapkan demi tercapainya sinergitas, sehingga tercapai kemudahan usaha yang dikembangkan. (budi/anjar/riyanto/wira/DiskominfoPacitan).

Pagelaran Wayang Kulit kolaborasi tiga dalang lokal di Hari jadi Pacitan

Yati Pesek mengaku takjub pada komitmen Pemerintah Pacitan dalam mengangkat seniman lokal. Hal itu Ia ucapkan saat diundang pada kegiatan Pagelaran Wayang Kulit semalam penuh kemarin 02/03/19 di Rangkaian Puncak Hajatan Ke-274 tahun dengan Lakon Semar Gugat Nata Jagad.

Sinden dan Pelawak senior yang sudah berkiprah di berbagai stasiun TV Nasional tersebut sengaja didatangkan untuk meramaikan acara bersama beberapa pelawak lokal Pacitan. “Saya sudah malang-melintang di dunia seni Jawa dari muda, kemampuan mereka tidak diragukan lagi,” kata Yati.

Ribuan masyarakat terlihat antusias memadati Alun-alun tempat digelarnya acara hingga usai pagelaran, tiga dalang yang tampil pada momentum ini yakni Ki Dalang Cilik Gandang Gondho Waskito berusia 12 tahun yang pernah menjuarai berbagai lomba dalang kelas Regional dan Nasional, salah satunya menjadi dalang penyaji terbaik tahun 2018 di TMII.

Selanjutnya Ki Dalang Nardi Carito Mudho dan ki Dalang Aang Thir Wiyatmoko yang sudah tidak diragukan lagi pengalamannya, membuat penonton sangat dimanjakan dengan penutupan Hajatan. “Banyak persiapan yang kami lakukan agar pertunjukan maksimal,” terang Gandhang.

Kini memajukan kesenian Jawa bukanlah isapan jempol belaka, melalui kegiatan itu Bupati Indartato menyampaikan bahwa ke depan bukan masyarakat Pacitan yang mengundang dalang dari kota lain, namun sebaliknya para seniman lokal Pacitan yang bertengger di kota lain. “Untuk itu dalam setahun terjadwal 24 kali pertunjukan Wayang kulit, baik di pusat kota Pacitan dan di seluruh Kecamatan,” ujar Bupati.

Ia juga berharap melalui “wayangan” di semua Even termasuk Hajatan mampu memberi warna terhadap Kabupaten Pacitan yang belum lama mendapat musibah bencana banjir dan tanah longsor, serta menjadi wadah seniman untuk berkarya. Juga menjadi tempat yang baik bagi masyarakat dan pemerintah dalam menjaga silaturahmi.

Edhi Baskoro Yudhoyono anggota DPR RI Dapil 7 yang berkesempatan hadir pada kegiatan tersebut berharap, Kabupaten Pacitan menjadi gudang seniman dan seniwati khususnya kesenian Jawa yang Adi Luhung. “Terima kasih kepada semua jajaran Pemda yang bersedia memfasilitasi para seniman lokal,” ungkap Dia. (timDiskominfoPacitan)

BPBD; Resmi Buka 120 Formasi Fasilitator Lapangan

BPBD Kabupaten Pacitan secara resmi mengumumkan Rekrutmen Jasa Teknis Bantuan Rekonstruksi Pasca Bencana yang terjadi akhir tahun 2017 lalu. Tersisa 1820 rumah dengan tingkat sedang sebanyak 550 rumah, dan rusak berat sebanyak 1270 rumah di seluruh kecamatan di Kabupaten Pacitan.

Berdasar konfirmasi kepada Diskominfo Pacitan, Didik Alih Wibowo Kepala Pelaksana BPBD mengatakan 2 formasi yang dibuka meliputi Jasa Teknis Koordinator Fasilitator sebanyak 12 orang, dan Bagian Fasilitator Lapangan sebanyak 102 orang. Terbagi menjadi Fasilitator Teknis Lapangan 36 orang, Fasilitator Pemberdayaan Lapangan 36 orang serta Fasilitator Administrasi Lapangan 36 orang.

“Ketiga bidang pendamping lapangan akan ditugaskan di kecamatan untuk mengkonsolidasikan dari tiga unsur yakni, Teknik, Pemberdayaan dan Administrasi, mendampingi 50 sampai dengan 60 orang penerima bantuan sosial rehabilitasi dan rekonstruksi,” papar Didik.

menyangkut upah, Didik dengan gambling menjelaskan sesuai pagu anggaran yang ditetapkan untuk Formasi Jasa Koordinator dan Fasilitator akan menerima 3,5 Juta Rupiah. Sedangkan Jasa Fasilitator Lapangan menerima 2,5 Juta Rupiah. “namun ini belum final, kita masih bisa bicara lagi,” papar Dia.

Pemasukan dokumen lamaran secara resmi dibuka mulai 28/02 hingga 09/03. Selanjutnya dilaksanakan seleksi lamaran pada 10-11/03. Usai tahap tersebut akan dilaksanakan pengumuman seleksi di Kantor BPBD pada 12/03. “Untuk yang memenuhi persaratan maka dilanjutkan dengan tes tulis pada Rabu 13 Maret. Bagi yang lolos akan mengikuti tes wawancara pada tanggal 14 Maret dan langsung akan diumumkan hasil akhir kelulusan,” tambahnya.

Untuk itu Didik mengajak para muda-mudi sarjana yang memiliki dedikasi tinggi terhadap pembangunan di Kabupaten Pacitan untuk ikut serta berkontribusi membangun kembali Pacitan usai bencana siklon tropis dan dahlia tersebut. (budi/anjar/riyanto/wira/DiskominfoPacitan).

STKIP Pacitan Ikut Angkat Seni Jawa di Momen Hajatan

Semangat menjaga budaya Jawa juga diwujudkan oleh STKIP PGRI Pacitan pada peringatan Hajatan Ke-274 ini. Dengan menyelenggarakan Pertunjukan Drama Bahasa Jawa dan Dolanan Bocah.

Dua acara tersebut serentak dilaksanakan hari ini 28/02/19 di Pendopo untuk Pertunjukan Drama dan Halaman Pendopo untuk acara Dolanan Bocah yang diikuti oleh puluhan peserta.

Sri Iriyanti Ketua Kampus tersebut mengemukakan bahwa pihaknya selalu berkomitmen mencetak generasi bangsa yang mumpuni. Terlebih pada bidang seni Jawa yang terkenal dengan keluhurannya. Serta berkomitmen menjadi institusi formal yang menjadi sumber inspirasi, “salah satunya dengan mengajak dan melibatkan langsung para mahasiswa dengan agenda semacam ini,” Papar Dia.

Wakil Bupati Yudi Sumbogo saat membuka acara menjelaskan berbagai agenda dalam rangka pelestarian budaya Jawa harus terus didukung dan dikawal oleh semua, sehingga besarnya arus digital yang membawa budaya asing dapat secara alami terhalau, “eksistensi kesenian Jawa yang menurun karena kemajuan teknologi menjadi tanggung jawab bersama,” ungkap Wabup.

Maka perlu diadakannya langah-langkah cerdas dan kreatif supaya generasi muda bersedia dan suka dengan warisan budaya Jawa, selanjutnya berkembang baik dilingkungan masing-masing dan sekolah. “terlebih kesenian Jawa hingga kini dinilai sangat relevan dengan karakter bangsa,” tambah Dia.

Kegiatan Drama diikuti oleh mahasiswa STKIP, dengan membawa lakon-lakon dari cerita rakyat yang memiliki nilai positif. Sedangkan untuk Dolanan Bocah diikuti oleh siswa dan siswi Sekolah Dasar Se-Kecamatan Pacitan. (timDiskominfoPacitan).

SMA 271 Kembali Gelar Ligos ke-XIX

Turnamen Bola Voli Ligos (Liga Osis) Ke-XIX SMA Negeri 1 Pacitan kembali digelar tahun ini, Puluhan Klub Se-Karesidenan Madiun dan Kabupaten Wonogiri itu akan memperebutkan Piala Bergilir serta hadiah puluhan juta rupiah. Acara tersebut dilaksanakan di GOR Pacitan 27-02/03/19.

Alana Basunjaya, ketua penyelenggara menyampaikan kegiatan tersebut selain memperingati HUT Kabupaten Pacitan juga upaya untuk mempererat tali persatuan antar pelajar di Karesidenan Madiun dan sekitar, serta untuk meningkatkan prestasi atlet Bola Voli para pelajar.

Bupati Indartato yang hadir pada pembukaan sekaligus alumni sekolah yang juga dikenal dengan nama SMA 271 itu mengaku bangga dengan Ligos SMA 1 yang telah berjalan sebanyak 19 kali. Ia berharap acara itu setiap tahun dapat terus meningkat.

Demi mencapai tujuan bersama, yakni mempersiapkan manusia-manusia terbaik yang mampu dibanggakan dan diandalkan oleh bangsa agama dan Negara. “Khususnya pada bidang Bola Voli ini,” harap Bupati.

Wabup Yudi Sumbogo beserta Istri turut hadir mendampingi Bupati Indartato, didampingi kepala OPD dan Instansi Terkait. (budi/anjar/wira/riyanto/DiskominfoPacitan).

Hari Sampah; Tambahkan Kesadaran Terhadap Lingkungan

Selamanya. Tidak bisa dipungkiri bahwa sampah menjadi tanggung jawab bersama, khususnya di lingkungannya masing-masing. Menindaklanjuti arahan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI, perihal “Indonesia Bersih” dengan Tema Kelola Sampah Untuk Indonesia Bersih, Sehat dan Bernilai, serta rangkaian Hajatan Ke-274, pemerintah beserta ribuan masyarakat kompak melaksanakan kerja bakti membersihkan Pantai Pancer Door, pagi ini 26/02/19.

Bupati Indartato beserta Wabup Yudi Sumbogo ikut hadir membaur bersama-sama masyarakat, Bupati menegaskan pihaknya akan menguar-uarkan budaya kerja bakti serta kebiasaan disiplin terhadap sampah yang ada dan yang dihasilkan.

Dalam waktu satu jam pantai pancer terlihat semakin asri, dengan wajah riang Endang Surjasri kepala Disparpora kembali mengingatkan bahwa kepariwisataan merupakan tanggung jawab bersama, seluruh komponen sudah barang tentu semuanya harus mendukung, “kami harap berjalan secara rutin, karena pariwisata milik kita semua,” harap Endang.

Endang mengaku bahwa sampah yang ada dikarenakan Pantai Pancer Door merupakan muara dari Sungai Grindulu yang membentang sepanjang 70 Kilometer dari Perbukitan Gembes Kecamatan Bandar. Tidak menutup kemungkinan material ranting dan kayu terbawa arus khususnya di musim hujan seperti saat ini. Hal itu sedikit mengurangi estetika dan kealamian Pancer Door. “Maka, ya kita harus rajin merawat, dengan membersihkan kayu-kayu yang ada, sebagian menjadi kursi alami di sebelah timur,” tambah Dia.

Para prajurit dari Kodim dan Polres Pacitan ikut terlibat di giat tersebut beserta Forkopimda lain, khusus Kodim setiap Jumat pagi melaksanakan apel di Pancer, dilanjutkan kerja bakti bersama, hal itu semata-mata selain memberikan suasana berbeda saat mengawali rutinitas juga memberi kontribusi kepada lingkungan Pacitan yang terkenal akan keindahannya. “kita terjunkan 40 anggota untuk menyukseskan giat pagi ini,” terang Purwo, Bati Ops Kodim 0801 Pacitan.

Kepala Forkopimda, OPD dan Instansi pemerintah Kabupaten Pacitan hadir dalam acara tersebut, lengkap beserta seluruh jajaran yang ada. (budi/anjar/riyanto/wira/DiskominfoPacitan).

Tingkatkan Prestise Melalui Festival Tahunan

Masyarakat mesti bangga dengan generasi muda di Kabupaten Pacitan, terutama besarnya animo terhadap kesenian Karawitan warisan leluhur yang dimiliki.

Hal itu terbukti dengan setiap kali digelarnya Festival Karawitan, panitia terpaksa harus membatasi peserta. “Terutama peserta SD, yang selalu Membludak,” papar Ketua Panitia dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daryono.

Festival karawitan kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, dimana acara tersebut selalu digelar pada Even O2SN, namun mulai tahun ini berpindah di momentum Hari Jadi Kabupaten Pacitan, yang dilaksanakan hari ini dan besuk 25-26/02/19.

Namun demikian semangat peserta dan sistem kegiatan sedikit pun tidak ada perubahan, “termasuk dewan juri yang kami hadirkan yakni para ahli dibidangnya di tingkat Nasional, sehingga tidak ada subjektivitas,” tambah Daryono.

Mengingat derasnya arus budaya luar yang begitu deras Ia mengharap dengan agenda yang rutin dilaksanakan itu generasi milenial dapat semakin mengenal dan mencintai budaya sendiri, khususnya Karawitan. Supaya saat dewasa kelak mereka dapat melestarikan pada generasi di bawahnya serta mampu mengembangkan kesenian tersebut dengan kesenian lain.

Kata Bupati Indartato saat sambutannya mengatakan, hidup akan terasa indah jika dibingkai dengan seni. Apalagi kesenian Jawa, selain menggambarkan keindahan, di dalamnya mengandung nilai-nilai filosofi kehidupan yang baik untuk dipahami serta menentramkan hati. “ini adalah kekayaan kita yang wajib kita lestarikan,” tarang Dia.

Bupati berharap beberapa sekolah yang belum memiliki gamelan dalam waktu dekat bisa segera diupayakan, agar di masa yang akan datang Kabupaten Pacitan mempunyai kontribusi besar teradap pelestarian budaya jawa. (budi/anjar/wira/riyanto/DoskominfoPacitan).

Festival Wirakarya Kampung Kelir Sulap Kelurahan Pacitan Penuh Warna

Pemerintah dengan senang hati dan penuh mengucapkan terima kasih serta mempersilahkan dimulainya kegiatan Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka 2019, Even Ketiga tersebut dinilai oleh Wabup Yudi Sumbogo sejalan dengan pembangunan di Kabupaten Pacitan yang mengedepankan kepariwisataan. “Sehingga peningkatan potensi yang dimiliki Pacitan semakin  maksimal dan beraneka ragam” kata Wabup kemarin 21/02/19 di Alun-alun Pacitan.

terlebih Wilayah Pacitan yang dikenal akan keindahan alamnya didukung dengan keramahan masyarakat sangat cocok sebagai media pembelajaran bagi para peserta Laksana yang berjumlah 1000 tersebut, kegiatan yang dilaksanakan selama empat hari tiga malam itu akan menyulap Lingkungan Krajan Wetan Kelurahan Pacitan menjadi kampung warna-warni yang akan menjadi daya tarik baru pariwisata.

Permadi sebagai Wakil Ketua Kwarda Jawa Timur mewakili Gus Ipul yang berhalangan hadir menyampaikan, peserta tidak untuk dicetak menjadi tukang cat. Namun kegiatan itu lebih pada upaya pembinaan demi mempersiapkan generasi penerus yang mempunyai sikap toleran terhadap lingkungan, antar sesama manusia dan menumbuhkan jiwa kepemimpinan yang selalu siap bekerja sama dalam kondisi apa pun. “Laksanakan tugas adik-adik dengan penuh keikhlasan dan rasa tanggung jawab,” Tutur Permadi.

Selain Kabupaten Pacitan sebagai zona satu,  masih ada sepuluh zona lain yang akan melaksanakan kegiatan tersebut. Dijadwalkan akan berakhir pada akhir Maret 2019. (teamDiskominfoPacitan).

Peringati HPSN, Polisi Pacitan Bebersih Pantai

Pacitan – Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) diperingati dengan beragam cara. Di Pacitan polisi bersama anggota Bhayangkari, Rabu (20/2/2019) membersihkan sampah di area pantai. Lokasinya di obyek wisata Pancer, Kelurahan Ploso.

Ratusan anggota polres tiba di lokasi pukul 06.00 WIB. Mereka mengenakan kostum olah raga kombinasi putih biru. Sedangkan anggota Bhayangkari mengenakan kostum merah jambu.

Dengan serempak, mereka menyisir hamparan pasir. Sampah yang berserakan dibersihkan dengan cara manual. Yakni dipungut menggunakan tangan.

Mula-mula sampah organik dan anorganik  dipilah. Selanjutnya, kedua jenis sampah diangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dengan menggunakan kendaraan. Tak sampai 2 jam, kawasan di ujung timur Teluk Pacitan pun bersih dari sampah.

“Ini wujud kepedulian kita untuk pengelolaan sampah yang lebih baik. Sesuai dengan thema Hidup Bersih, Sehat, dan Bernilai,” ucap Kapolres Pacitan, AKBP Sugandi usai memimpin langsung kegiatan kerja bakti.

Komitmen tersebut, lanjut kapolres, diwujudkan dengan bebersih pantai. Tak cukup sampai di situ, dia berharap hidup bersih menjadi budaya bagi personel di jajaran. Kebiasaan tersebut hendaknya dibawa hingga ke tingkat keluarga dan lingkungan.

Menurut Sugandi, kegiatan bebersih akan dijadikan agenda rutin. Tak hanya di kawasan pantai, pihaknya juga akan menerjunkan personel ke TPA. Polisi akan bahu membahu bersama petugas dari dinas terkait untuk membersihkan sampah.

“Bahwa sampah plastik ini paling sulit diurai, memakan waktu ratusan tahun. Oleh karena itu untuk penggunaan plastik agar dikurangi dan dikelola dengan baik,” imbaunya kepada anggota polres yang hadir. (PS/PS/Diskominfo)

Kemenko Perekonomian Luncurkan 3 Badan Usaha Milik Petani di Pacitan


Pacitan – Petani Pacitan tak lagi kesulitan mengakses permodalan. Tidak itu saja, mereka diharapkan memiliki akses pasar hasil panen dengan mudah. Hal ini menyusul berdirinya Badan Usaha Milik Petani (BUMP). Sedikitnya ada 3 BUMP yang resmi beroperasi di 3 kecamatan. Yakni Kebonagung, Sudimoro, dan Donorojo.
“Ini yang kita dorong itu melalui program kemitraan, melalui program vokasi dan kewirausahaan. Beberapa kelompok usaha besar kita sinergikan sehingga ada win-win solution,” terang Deputi Bidang Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan UKM Kemenko Perekonomian RI, Mohammad Rudy Salahuddin, Rabu (20/2/2019) siang.
Dengan konsep tersebut, para petani dapat menyalurkan hasil produksi kepada kelompok usaha besar. Demikian pula sebaliknya, kelompok usaha besar merasa terbantu. Terutama berkaitan dengan ketersediaan bahan baku yang memadai. Dengan begitu, kedua pihak sama-sama untung.
Rudy menjelaskan, sejak 2017 pemerintah telah mengeluarkan kebijakan pemerataan ekonomi umat. Program berbasis pesantren ini bertujuan membina masyarakat pesantren atau masyarakat di sekitar lembaga keagamaan tersebut supaya perekonomiannya lebih baik.
“Kita banyak (program). Mulai bank wakaf mikro, ada KUR, dan lain sebagainya. Jadi mulai yang terendah pemerintah hadir. Sehingga jika mereka (petani) naik kelas, aspek pembiayaan ini juga tetap terjaga. Kita berharap petani-petani ini juga terjangkau oleh pemerintah,” katanya usai menyerahkan akta bagi 3 BUMP di alun-alun Pacitan.
Ketiga BUMP tersebut, masing-masing PT Jadi Mulia di Kecamatan Kebonagung dan PT Kandang Kalak di Kecamatan Donorojo. Adapun BUMP lain yang resmi diluncurkan berada di Kecamatan Sudimoro. Yakni PT Sudimoro Bina Sejahtera.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Pacitan Indartato mengatakan secara umum daerah yang dipimpinnya kaya potensi. Pertumbuhan ekonomi pun tercatat pada angka 5,2 persen pada tahun 2017. Hanya saja, hal itu masih diwarnai kesenjangan ekonomi. Karenanya salah satu upaya yang menjadi program prioritas adalah pengurangan angka penduduk miskin.
Kesenjangan yang terjadi, papar bupati periode itu, adalah kondisi geografis. Sebagian besar wilayah berjuluk Kota 1001 Gua berupa gunung dan perbukitan. Akses transportasi antarwilayah pun masih menjadi pekerjaan rumah. Meski begitu, Indartato yakin tantangan yang ada dapat dipecahkan jika dimulai dari pembangunan sumberdaya manusia (SDM).
“Pertama, jika penduduk miskin jumlahnya bisa kita kurangi dengan sendirinya kesenjangan bisa teratasi. Kedua, yang tidak kalah penting adalah pembangunan SDM. Kalau SDM kita bisa lebih mandiri lambat laun kesenjangan akan teratasi,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut juga dimeriahkan pameran produk berbahan ikan karya siswa SMK dan organisasi pesantren. Sejumlah lembaga perbankan juga ikut berperanserta. Adapun dari unsur lembaga keuangan non bank diwakili BPJS Ketenagakerjaan. (PS/PS/Diskominfo)

Tabligh Akbar; Tambah Wawasan Kebangsaan dan Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Wakil Bupati Yudi Sumbogo bersama Istri Ninik Yudi Sumbogo berkesempatan menghadiri Tabligh Akbar Kebangsaan di Alun-alun kemarin malam 20/02/19.

Dalam sambutannya Wabup menyampaikan terima kasih kepada Seknas BUMP Indonesia yang berpartisipasi dalam kegiatan Tabligh Akbar yang dirangkaikan dengan Penyaluran KUR Perikanan Rakyat, Pemberdayaan Usaha Syariah, BUMP Hadir untuk Negeri dan Pemberdayaan Wirausaha Santri.

Ia berharap kegiatan tersebut di samping memberi pencerahan dan wawasan keagamaan, juga memberikan dampak rill bagi usaha peningkatan kesejahteraan rakyat.

Menyadari bahwa Indonesia adalah Negara agraris yang sebagian besar penduduknya bekerja dibidang pertanian, meskipun diketahui bersama pertanian memberi peluang bagi petani untuk memperoleh mendapatkan tinggi dan sejahtera, namun sampai saat ini pendapatan dan kesejahteraan petani Indonesia masih tergolong rendah.

Banyak hal yang dilakukan pemerintah maupun swasta dalam memberdayakan petani, salah satu upayanya adalah dengan mendirikan kelembagaan agribisnis Badan Usaha Milik Petani (BUMP), “mudah-mudahan rangkaian kegiatan ini benar-benar mendorong munculnya wirausahawan baru di sektor pertanian, sehingga berdampak pada peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan petani khususnya Pacitan,” harap Wabup. (budi/anjar/riyanto/wira/DiskominfoPacitan).

“Hati Seorang Pemimpin Rakyat” A Biography Book of Indartato

Setelah proses penulisan buku Biografi Bupati Indartato yang menghabiskan waktu selama enam bulan, akhirnya buku tersebut di Launching, bertepatan dengan Pembukaan Bazar Buku Murah bekerja sama Diva Press Jogjakarta 14/02/19 di halaman Dinas Perpustakaan Pacitan lalu.

Ulumuddin berkesempatan mengupas buku berjudul Hati Seorang Pemimpin Rakyat menyampaikan bahwa isi buku sangat menginspirasi, mengupas berbagai lika-liku kehidupan Bupati Indartato dari masa kecil, remaja hingga kini menjabat dua periode sebagai orang nomor satu di Kabupaten Pacitan. “Buku ini mudah dipahami oleh siapa pun,” paparnya.

Buku yang telah melalui berbagai wawancara termasuk kepada teman-teman Bupati dimasa kecil tersebut Ia sarankan supaya ke depan untuk diperbanyak, selanjutnya di bagikan ke sekolah dan instansi, agar selain masyarakat mengenal sosok pemimpin Pacitan juga agar berbagai keteladanan yang telah menjadi bagian dari kehidupan Bupati Indartato bisa dicontoh.

Kepada ratusan undangan Bupati dengan penuh rendah hati menyampaikan terimaskah kepada kerja keras penulis, yakni Edi Sukarni dan Dr. Mukhodi beserta timnya yang harus rela bolak-balik demi memenuhi data yang dibutuhkan. Ia menegaskan bahwa dirinya dalam menjalani hidup masih banyak kekurangan dan kesalahan. “Alasannya karena saya manusia biasa, namun mari kita terus memberikan yang terbaik,” Tandas Bupati (RynSurya/NishaPermana/DinasPerpustakaanPacitan/DiskominfoPacitan).

Datangkan Ahli Pertanian dan Peternakan Asli Putra Daerah, Fokuskan Metode Modern

 

Kemandirian sebuah wilayah atau Negara dalam mencukupi kebutuhan pangan merupakan sebuah cita-cita yang wajib untuk direalisasikan bersama. Seperti halnya Pemerintah Kabupaten Pacitan yang selalu berusaha mencukupi kebutuhan pangan tanpa harus tergantung pada daerah lain.

Salah satu carannya adalah intensifikasi dengan mendatangkan dan menggandeng para ahli dibidang tersebut demi menemukan berbagai solusi pada kondisi yang dihadapi para pelaku pertanian dan peternakan dan pemerintah itu sendiri sebagai pengambil kebijakan.

“Misalnya wilayah Pacitan barat tentu cara bercocok tanamnya berbeda dengan wilayah utara yang notabene lebih subur,” kata Bupati Indartato pada kegiatan Pembangunan Pertanian Secara Terpadu Berorientasi agribisnis yang dilaksanakan di UPT Paman Teknologi Pertanian (TPP)  15/02/19.

Bupati juga berharap Kabupaten Pacitan selain dapat mandiri terhadap pangan juga bisa memberi sumbangsih pada Provinsi. Seperti peternakan yang berada pada angka 1, 90 persen pada tahun 2021 dapat bulat menjadi 2 persen. “Saya bangga jika para generasi penerus dapat kembali fokus ke pertanian, tentu dengan metode yang modern, dengan lahan yang ada mampu menghasilkan pertanian yang berlipat,” harap Dia.

Perkembangan sektor lain seperti jasa, tentu berimbas pada sektor pertanian, yang mengakibatkan pada menipisnya lahan yang dimiliki, namun Ia menegaskan bahwa pertumbuhan rumah tidak terlalu berdampak besar. Pemerintah justru berfokus pada kesadaran petani untuk mengembangkan kemampuan bertani dengan cara modern. “Seperti memahamkan petani untuk menggunakan pupuk organik yang ramah lingkungan, hasil yang lebih baik dan mengurangi ketergantungan kepada pemerintah, hal itu tentu membutuhkan waktu,” Tambahnya.

Sudarmoko pemilik Kemuning Farm dari Lembah Kuning, penggagas Program Integrated Farming (Sistem Pertanian Terintegrasi) narasumber pada acara itu menegaskan bahwa dirinya hadir bukan untuk menyelesaikan secara tuntas permasalahan yang ada. Namun putra asli Pacitan yang lama bergelut dibidang pertanian dan peternakan sapi di New Zealand tersebut mengajak petani dan memerintah untuk mengurai maslah utama yang ada serta berfokus pada kekurangan di masing-masing wilayah. “kita datangi ke wilayah, catat permasalahan serta  kita cari tanaman-tanaman yang cocok untuk ditanam,” papar Moko.

Moko menegasikan bahwa untuk membawa satu wilayah berhasil dalam pertanian dirinya menyiapkan empat paket yang harus di aplikasikan semuanya, mulai dari bagaimana petani dapat menguasai lahan yang dimiliki, memahami teknologi yang ada saat ini, termasuk pendanaan dan perijinannya. “Masalah pertanian harus total kita pelajari bersama,” tambah Dia. (budi/anjar/wira/riyanto/DiskominfoPacitan).

Jalan Sehat Dalam Rangka Meriahkan Hari jadi Pacitan Ke – 274

Masyarakat harus sehat, salah satu caranya adalah dengan berolahraga. Seperti yang dilaksanakan pagi ini 15/02/2019. Ribuan masyarakat dari berbagai Instansi dan pelajar mengikuti kegiatan jalan sehat dalam rangaka Hari Jadi Kabupaten Pacitan yang ke 274 tahun.

Selain sehat kata Bupati  Indartato, ini merupakan bagian dari upaya seluruh elemen pemerintah agar dapat dekat dengan rakyat. Karena dengan kedekatan secara fisik dan mental, maka seluruh masukan dan saran dapat terserap dengan baik. “tentu hasilnya roda pemerintahan dapat maksimal,” tutur Bupati.

Di kegiatan ini, Bupati didampingi istri Luki Indartato, Wabup Yudi Sumbogo Beserta Istri Ninik Yudi Sumbogo, Sekda Suko Wiyono dan istri Beti Suko Wiyono, seluruh jajaran Muspida serta Kepala OPD dan Badan. (budi/anjar/wira/riyanto/DiskominfoPacitan).

Bazar Buku Sambut Hari Jadi Dan Tingkatkan Respons Masyarakat Ke Perpustakaan

Respons masyarakat dalam memanfaatkan perpustakaan masih berada pada angka 4 persen dari jumlah total penduduk pada tahun 2018. Kondisi ini disampaikan oleh Plt. Kepala Dinas Perpustakaan kabupaten Pacitan Sumoro Hadi dalam sambutannya pada kegiatan Pameran Dan Bazar Buku Murah yang dilaksanakan di halaman Dinas Perpustakaan hari ini 14/02/19.

Acara Pameran Dan Bazar tersebut adalah sarana meningkatkan respons masyarakat juga sebagai agenda memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Pacitan yang Ke 274. “Untuk meramaikan acara, dimalam hari kami menggelar kegiatan seni budaya dengan melibatkan siswa siswi dari sekolah dasar hingga SMA dan SMK,” kata Sumoro.

Bupati Indartato yang hadir pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pemerintah akan mendukung berbagai inovasi yang dilakukan, serta menambah ruang bermain bagi anak-anak. “Pak Sekda tolong ini di catat, demi kemajuan perpustakaan kita,” perintah Bupati dalam sambutannya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Dinas Perpustakaan yang mengapresiasi pengunjung yang aktif datang ke perpustakaan dan telah mendukung perpustakaan yang berada di wilayah dengan menyumbangkan buku.

Turut hadir pada kegiatan itu, Bunda Baca sekaligus istri Bupati Luki Indartato, Sekda Suko Wiyono beserta istri Bety Suko Wiyono, Muspida, Kepala OPD dan Badan, serta perwakilan sekolah dan perguruan tinggi di Pacitan. (budi/anjar/wira /Riyanto/DoskominfoPacitan).

Bupati Indartato Dan Rombongan Ziarah Kemakam Cikal Bakal Bupati Pacitan

Dari sekian banyak rangkaian peringatan Hari Jadi adalah melaksanakan Ziarah Cikal Bakal Bupati Pacitan, yakni Makam Kanjeng Jimat Di Desa Tanjungsari dilaksanakan oleh Bupati Indartato, makam Notopuro di Desa Kembang dan Makam Kanjeng Min Desa Widoro oleh Wakil Bupati Yudi Sumbogo serta makam Setro Ketipo desa Widoro oleh Ketua DPRD Ronny Wahyono.

Bupati menyampaikan kegiatan tersebut sangat perlu dilaksanakan mengingat jasa yang dilakukan oleh para pendahulu dan semangat keteladanan yang begitu banyak untuk dicontoh, juga sebagai rasa syukur sehingga pada bulan ini Kabupaten Pacitan dapat memperingati Hari Jadi ke 274. “Mereka Merupakan panutan kita bersama yang harus kita hormati dengan mendoakannya,” kata Bupati.

Ziarah tersebut melibatkan seluruh Pejabat Lingkup Pemkab, Muspida, Kepala OPD dan Badan dan Tokoh Masyarakat. (budi/anjar/wira/riyanto/DiskominfoPacitan).

TK Mlati; Kunjungi Gudang Ilmu

Rabu pagi 13/02/19 merupakan hari istimewa bagi  puluhan siswa dan siswi TK Mlati Kecamatan Arjosari, mereka bersama-sama melaksankan kunjungan ke Dinas Perpustakaan Kabupaten Pacitan. meskipun bukan  yang pertama dilaksankan namun siswa-siswi tersebut masih tampak antusias ketika melihat ribuan buka yang tertata apik.

Meskipun harus menempuh perjalanan selama hampir satu jam, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat TK Mlati untuk lebih mengenal buku serta Perpustakaan sebagai gudang ilmu pengetahuan, “semua buku dijajah oleh mereka,” kata Edi Sukarno Kabid Layanan dan Koleksi Dinas Perpustakaan semringah.

Memanfaatkan kesempata yang baik itu, kepada para guru pengajar dan orang tua yang mendampingi, Edi juga berpesan agar lebih meningkatkan sinergitas baik antar guru dan orang tua serta pemerintah desa, demi mewujudkan generasi penerus yang berbudaya luhur, bermoral dan berprestasi terutama dalam bidang kerohanian, “peserta didik harus mengenal Tuhannya sejak dini, itu yang utama,” terangnya.

Ia juga mengajak agar mereka dikenalkan dan dipahamkan budaya mendongeng, karena bisa memaksimalkan siswa dalam membentuk karakter yang baik saat dewasa kelak, “mendongeng dapat membentuk anak memiliki rasa empati yang besar antar sesama, mengaplikasikan keteladanan dari tokoh cerita serta memperkaya diksi,” pungkasnya. (RynSurya/NisyaPermana/DinasPerpustakaanPacitan/DiskominfoPacitan).

Bola Voli Antar PD Rangkaian Agenda Hari Jadi Ke 274

Banyak cara untuk memperingati hari jadi, salah satunya adalah menyelenggarakan Pertandingan Bola Voli seperti yang dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata Pemuda Dan Olahraga (Disparpora) hari ini 13/02/19 di GOR Gelanggang Olah Raga Pacitan.

Acara ini khusus diperuntukkan kepada Kepala Desa/ Kelurahan (FKKD), Kepala OPD, Pejabat TNI, Pejabat Polri, Anggota DPRD dan Pejabat Kantor Vertikal Kabupaten Pacitan.

Mengingat usia yang tidak muda lagi diharap peserta untuk berhati-hati dalam mengikuti pertandingan, “ini adalah momen kebersamaan khususnya pejabat tinggi di lingkup Kabupaten Pacitan serta ajang kita untuk bersilaturahmi,” kata Endang Surjasri Ketua Panitia.

Sementara itu Wakil Bupati Yudi Sumbogo saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa selain untuk memeriahkan hari jadi Pacitan yang Ke 274 Tahun 2019 juga diharap menjadi semangat pembangunan Kabupaten Pacitan dengan semangat berolahraga.

Menjaga kebugaran tubuh merupakan kebutuhan ASN dalam memberikan pelayanan yang prima bagi masyarakat. Serta diharapkan keteladanan dalam berolahraga akan menjadi pemicu bagi bibit-bibit atlet di Pacitan. “sehingga mampu berkontribusi membawa harum nama daerah dan membawa pencerahan dan penyegaran bagi masyarakat,” harap Wabup. (budi/anjar/wira/riyanto/DiskominfoPacitan).

Kenalkan Permainan Tradisional Peninggalan Nenek Moyang Ke Generasi Muda

Khasanah kebudayaan Indonesia dikenal beraneka ragam, salah satunya permainan tradisional peninggalan nenek moyang bangsa.  Namun seiring perkembangan jaman, permainan seperti gobak sodor atau hadang perlahan ditinggalkan oleh generasi muda.

“Oleh karena itu saya memberi apresiasi dan menyambut gembira kepada FORMI yang telah menyelenggarakan kegiatan ini, supaya generasi muda kembali mengenal dan memahami warisan kita bersama,” kata Wakil Bupati Yudi Sumbogo saat membuka Lomba Gobak Sodor / Hadang Antar Desa Se Kabupaten Pacitan 12/02/19 di Gor Pacitan.

Wakil Bupati juga berharap ke depan panitia kegiatan tidak hanya menyelenggarakan lomba gobak sodor, namun berbagai permainan lain seperti egrang, terompah dan yang lain turut mendapat perhatian.

Wabup juga mengharap berbagai permainan tradisional bisa semakin dikenal warga masyarakat Kabupaten Pacitan, terlebih dapat menjadi alternatif di luar permainan modern yang sudah ada saat ini. “ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” ucap Wabup. (budi/anjar/riyanto/wira/DiskominfoPacitan).

Maksimalkan Gapoktan dan Pembangunan Jalan.

 

Mengingat kualitas tanah yang subur serta didukung ketinggian tanah, pemerintah akan memaksimalkan peran Kelompok Tani di Desa Bangunsari dan sekitar di Kecamatan Bandar. “Potensi pertanian sebagaimana kita ketahui bersama begitu besar, ditandai hasil seperti cabai yang kita ketahui bersama sepeti apa kualitasnya,” kata Bupati Indartato pada kegiatan Tilik Warga di Lima Desa Wilayah Bandar yakni Jeruk, Bangunsari, Bandar, Tumpuk dan Watupatok hari ini 11/02/19.

Bupati melanjutkan bahwa selama ini masalah utama bukan karena sulitnya air dimusim kemarau, tetapi harga yang tidak menentu ketika panen, Ia menegaskan bahwa hal tersebut merupakan tugas pemerintah dan akan segara ditanggapi dengan kembali di maksimalkannya Koperasi.

Untuk mendukung perencanaan itu akses jalan seluruh penghubung antar kecamatan di Kecamatan Bandar akan diprioritaskan. “Namun tetap bertahap, sesuai dengan anggaran yang kita miliki,” tambah Bupati.

Pada kesempatan itu Bupati juga menyerahkan bantuan sembako kepada puluhan masyarakat yang membutuhkan,  Alat Peraga Edukatif (APE) kepada siswa siswi Taman Kanak-kanak, Perangkat Komputer serta bantuan bencana kepada Sahri yang rumah tertimpa pohon akibat angin kencang akhir januari lalu, juga ratusan semen kepada pemerintah desa. Serta menyempatkan diri mengunjungi dan memberikan bantuan kepada Shelia Ayu Ditianingsih dan Muhammad Zein Jauhar yang mengalami keterlambatan motorik di Dusun Pendem Bangunsari.

Turut mendampingi Bupati, Istri Luki Indartwro, Sekda Suko Wiyono beserta Isteri, Muspida serta Kepala OPD dan Badan se Kabupaten Pacitan. (budi/anjar/wira/riyanto/DiskominfoPacitan).

Pacitan Siap Sukseskan Pemilu 2019

Demi mewujudkan Pemilu 2019 berjalan dengan lancar dan sukses, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar Rapat koordinasi Ketertiban dan Keamanan dalam rangka Pelaksanaan Pemilihan Umum Serentak Tahun 2019 di laksanakan di Pendopo kabupaten Pacitan hari ini 08/02/19.

Animo yang lauar biasa luar biasa merupakan penanda bahwa pelaksanaan pemilu dapat sukses seperti yang diharapkan bersama. Partisipasi pemilih juga di harapkan dapat meningkat. “Mekanisme tahun ini berbeda dengan tahun lalu, sebab ditambah pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, diharapkan semua bisa bekerja sesuai tupoksi masing-masing dengan sebaik-baiknya,” kata Bupati Indartato pada sambuyannya.

Wabup Yudi Sumbogo dalam kesempatan yang sama juga meminta dukungan seluruh pihak agar tetap membangun dan menjaga koordinasi, “pemilu harus sukses supaya bisa meningkatkan nilai positif bagi bangsa dan negara serta dapat memperoleh solusi bagi segala masalah yang dihadapi bangsa,” pungkas Wabup. (Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Jadi Penghubung Masyarakat dan Pemerintah

Keberadaan media massa menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah. Karena melalui merekalah para kepala pemerintahan mengetahui permasalahan-permasalahan yang terjadi diwilayahnya. “Sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat,” kata Bupati Pacitan Indartato usai bertemu dengan para pewarta pada peringatan Hari Pers Nasional 2019 di komplek Pemkab Pacitan, Jum’at (8/2/2019).

Apa yang disampaikan media massa tidak hanya terkait permasalahan dimasyarakat saja. Tetapi juga pelaksanaan tata kelola pemerintahan. Sebab, jika hanya dilihat dari satu sisi, penyelenggara pemerintahan, hasilnya tentu tidak akan objektif. “Kalau yang melihat saya kecapnya nomor satu,” kelakar Bupati.

Bupati sendiri mewacanakan untuk menggelar pertemuan tiga bulanan dengan pihak media massa dan organisasi perangkat daerah (OPD). Sebab membina hubungan informal juga tak kalah penting.

Rencana gelaran agenda rutin itu juga sebagai bentuk transparansi kinerja pemerintah daerah. Sebagai salah satu indikator penyelenggaraan pemerintahan yang baik. “Ada (aplikasi) Wadule Wong Pacitan, Lik In. Ini untuk transparansi. Semua bisa melihat,” tandas Indartato. (humaspacitan/DiskominfoPacitan)

Ringankan Beban Warga Terdampak Angin

Warga masyarakat di tiga Kecamata yakni Pacitan, Tulakan dan Ngadirojo yang terdampak angin kencang pada akhir Januari kemarin menerima bantuan dari Bupati Indartato kemarin 04/02/19.

Bantuan yang diserahkan berupa uang tuani dan paket sembako tersebut bersunber dari dana Bansos yang dikelola BPBD Pacitan.

Warga Dusun Kaliatas Desa Wiyoro Kecamatan Ngadirojo atas nama Warijem dan Jemprit adalah salah satu penerima bantuan. Teras rumah dan kandang kambing kedua warga tersebut rusak karena tertimpa pohon. “Senang dan terimakasih dengan perhatian pemerintah,” ungkap Jemrit usai menerima bantuan.

Pada kesempatan itu Bupati didampingi Istri Luki Indartaro, jajaran Forkopimda, pejabat lingkup Pemkab serta BPBD Pacitan. (budi/anj/riyanto/wira/diskominfoPacitan).

Pemulihan DAS Nasional Berakhir Di Bodag

Gerakan Menanam Dalam Rangka Pemulihan Daerah Aliran Sungai (DAS) Nasional tahun 2019 diakhiri di Lapangan Desa Bodag Kecamatan Ngadirojo kemarin 04/02/19. Jutaan bibit pohon disiapkan untuk menghijaukan dan memperbaiki aliran sungai di Pacitan.

Bupati Indartato mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut, khususnya lima perusahaan perkayuan dan PLTU Sudimoro atas kontribusinya membantu pemerintah dalam merevitalisasi alam Pacitan, “menanam secara langsung meningkatkan perekonomian masyarakat,” ungkap Bupati.

Kemudian Bupati berpesan untuk semua masyarakat Pacitan untuk membudayakan sadar terhadap lingkungan masing-masing. Agar alam yang indah ini dapat terjaga untuk generasi yang akan datang. “selain menanam juga harus kita budayakan untuk menjaganya warisan kita bersama ini,” Pesan Bupati. (budi/anj/riyanto/wira/DiskominfoPacitan).

Gasibu Diharap Dorong Desa Lebih Maju

Pemerintah meninjau proyek pembangunan Gedung Gasibu di Desa Jeruk dan Desa Bangunsari Kecamatan Bandar kemarin Minggu 03/02/19. Proyek yang ditargetkan rampung 2019 tersebut diharapkan dapat memajukan desa.

Dalam sambutannya Bupati Indartato berharap pembangunan dapat usai tepat pada waktunya sehingga bisa secepatnya dimanfaatkan.

Perihal kondisi jalan penghubung desa yang sebagian belum mulus Ia meminta kepada masyarakat untuk bersabar, sedangkan pemerintah akan tetap memprioritaskan. “61% yang kondisinya sudah baik, sisanya tetap kami akan mengupayakan,” papar Bupati.

Menyadari lanskap di wilayah Bandar yang begitu indah dengan karakter perbukitannya, Bupati berharap semua elemen bersatu padu dalam membangun desa masing-masing dengan konsep desa wisata, sehingga Desa Jeruk misalnya selain mempunyai desa wisata juga dapat memaksimalkan agrowisata yang dimiliki.

Pada kesempatan tersebut Bupati Indartato didampingi Wabup Yudi Sumbogo, Sekda Suko Wiyono, serta seluruh jajaran Penjabat Pemkab dan Kepala OPD dan Badan terkait. (budi/anj/riyanto/wira/DiskominfoPacitan).

Luncurkan Spot Selfie “Pantai Klayar”

Pemerintah selalu berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan inovasi pariwisata, termasuk membangun Icon Spot Foto Selfi di Pantai Klayar Donorojo.

Proyek tahun 2018 ini diresmikan langsung oleh Bupati Indartato bersama Wabup Yudi Sumbogo serta didampingi Sekda Suko Wiyono kemarin 01/02/19.

Icon bertuliskan “Pantai Klayar” memanjakan wisatawan yang memasuki area pantai. Didukung warna biru dan merah serta Font yang selaras dengan lanskap  klayar yang eksotis.

Memaksa setiap orang ber-selfie, mengabadikan diri untuk berbagi cerita tentang keindahan Pacitan serta menegaskan bahwa orang terebut pernah berkunjung di Pantai Klayar.

Turut mendampingi seluruh jajaran pejabat Pemkab Pacitan, kegiatan ditutup dengan senam bersama. (budi/anj/riyanto/wira/DiskominfoPacitan).

Ajak KNPI Halau Ancaman dan Maksimalkan Potensi

Masalah besar menghadang generasi muda dewasa ini, yakni derasnya arus teknologi informasi yang datang silih berganti dengan cepat tanpa terbendung. Menimbulkan berbagai macam dampak pada masyarakat.

Kondisi global tersebut adalah masalah bersama yang harus disikapi oleh semua pihak, utamanya pemerintah sebagai pemangku kebijakan, masyarakat serta organisasi kepemudaan seperti Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

“KNPI adalah rumah besar bagi seluruh organisasi kepemudaan, harus dapat menampung segala potensi, serta harus memahami ancaman yang ada,” papar Wabup Yudi Sumbogo saat menghadiri pembukaan Musyawarah Daerah III KNPI Kabupaten Pacitan di Aula Pertemuan Hotel Srikandi (31/01/19).

Wabup memaparkan tiga Piranti agar organisasi yang berdiri sejak 1973 tersebut selalu siap menghadapi kondisi apa pun. Pertama harus kreatif dengan berbagai hal baru dan merubahnya menjadi peluang. Kedua harus bersikap mandiri dan memiliki arah yang jelas. “Terakhir saya berharap KNPI harus dapat berkolaborasi dengan stakeholder mana pun dan elemen apa pun,” harap Wabup.

Plt Bupati Trenggalek sekaligus Ketua KNPI Jawa Timur Muchammad Nur Arifin hadir pada kesempatan tersebut, kedatangan yang mendadak disambut hangat Wabup serta seluruh undangan.

Mas Ipin sapaan akrabnya (Plt Bupati Mochammad Nur Arifin) menyampaikan rasa bangga kepada Pemda Pacitan yang telah bersedia menghadiri kegiatan tersebut. Kehadiran pemerintah mengandung banyak nilai positif, untuk memperoleh hasil yang baik di suatu daerah.

“Kehadiran pemerintah pada kegiatan ini merupakan Code, pemerintah menjadi jembatan sekaligus juri, Fear dan tanpa pengondisian, terpenting apa pun hasilnya saya harap rukun menjadi prioritas dan mulailah bekerja,” kata Mas Ipin menuturkan. (budi/wira/DiskominfoPacitan).

Cari Kejelasan Status Tanah Terminal Jeruk

Pemerintah berharap seluruh fasilitas umum dalam kondisi baik dan tidak ketinggalan jaman. Salah satunya adalah terminal jeruk yang berada di desa jeruk kecamatan Bandar. Terminal itu bersebelahan dengan Pasar Wage serta berhadapan dengan Puskesmas Jeruk itu telah usang dan ketinggalan jaman dan harus mendapat perhatian.

“Kita pelajari dulu kejelasan status tanah tersebut, jika ini milik kita maka secepatnya kita anggarkan, supaya segera dapat dibangun.” Kata Bupati Indartato usai meresmikan Puskesmas Jeruk kemarin 24/01/19.

Ia memperkirakan, jika memenuhi sarat maka paling lambat tahun 2021 terminal jeruk akan dapat dimulai pembangunannya. “Pembangunan ini nanti merangsang pertumbuhan ekonomi di Desa Jeruk dan sekitarnya,” jelas Dia. (budi/anjar/riyanto/wira/DiskominfoPacitan).

Hadiri launching KPP Mikro

Pemerintah berharap uji coba Kantor Pelayanan Perpajakan atau KPP MIKRO Pacitan dapat berhasil dilaksanakan, sehingga menjadi KPP Pratama, “saya ucapkan selamat kepada KP2KP Pacitan, atas pelayanannya yang baik kini jadi naik kelas,” kata Bupati saat menghadiri dan membuka Launching KPP Mikro di kantor KP2KP Pacitan hari ini 29/01/19.

Mengingat besarnya manfaat dalam membayar pajak untuk keberlangsungan pembangunan, kesejahteraan rakyat dan lain sebagainya, Bupati dalam kesempatan itu juga mengingatkan dan sekaligus berharap kepada seluruh wajib pajak untuk tertib dalam membayar pajak.

Nilai pajak adalah indikator sebuah wilayah, jika satu wilayah mendapat pajak yang besar, maka hal tersebut adalah pertanda wilayah tersebut masyarakatnya kaya-kaya. “Jadi semakin tinggi pajaknya maka semakin kaya masyarakatnya dan semoga kehidupannya lebih baik lagi,” kata Dia.

Tahap uji coba tersebut sementara akan dilaksanakan di Kelurahan Ploso dan Desa Arjowinangun, didukung sebelas karyawan yang akan memudahkan masyarakat dalam kegiatan perpajakan. (budi/anjar/wira/riyanto/DiskominfoPacitan).

Istighosah Bentuk Perjuangkan Kesetaraan Guru Paud

Guru Paud Non Formal KB, TPA , Taman Posyandu dan SPS di Kecamatan Ngadirojo yang tergabung dalam Himpaudi Ngadirojo menggelar Istighosah Bersama dan dilanjutkan sepeda Santai yang laksanakan kemarin 25/01/19.

Dwi Rahayu sebagai Ketua Himpaudi Ngadirojo menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan moril atas upaya Himpaudi Pusat yang tengah berjuang mengajukan Judicial Review UU Guru dan Dosen ke Mahkamah Konstitusi.

Guru Paud Non Formal menginginkan kesetaraan hak sebagai tenaga pengajar. Sebagaimana tercantum dalam Pasal 1 angka 14 Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Sisdiknas, Pasal 28 ayat 3 dan 4 Undang-Undang Sisdiknas disebutkan adanya guru PAUD formal dan non formal.

Namun PP No. 19 Tahun 2017 Tentang Perubahan atas PP No. 74 Th 2008 Tentang Guru, pasal 1 ayat 1, menyatakan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik, pada PAUD formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Kenyataan di atas menjadikan para guru PAUD non formal tidak mendapatkan hak yang sesuai dengan amanat undang-undang, yang memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum, jaminan kesejahteraan sosial dan tidak pernah memperoleh kesempatan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualifikasi akademik serta kompetensi.

“Kami berharap dengan kegiatan kami, Alloh SWT meridhoi upaya kami ini, Pemerintah dan masyarakat mendukung perjuangan kami, sehingga upaya kami untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan melalui mendidik anak usia dini dapat lebih maksimal,” kata Dwi Rahayu.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Ngadirojo Wawan Pujiatmoko, beserta Istri dan Bunda Paud Kecamatan Yanti Heri Setyono, Penilik Paud Ngadirojo, Samsiyah, serta ratusan guru Paud Non Formal. (HimapaudiNgadirojo/DiskominfoPacitan).

Sambangi SMK Ma’Arif Sabilul Hidayah Tulakan

Luki Indartato memeriksa dan mencoba salah satu mesin jahit milik siswa dan siswi jurusan Tata Busana SMK Ma ’Arif Sabilul Hidayah yang berada di Kecamatan Tulakan pada kunjungannya bersama Bupati Indartato yang dilaksanakan kemarin 28/01/19.

Pada kegiatan itu Bupati menjembatani beberapa permohonan yang disampaikan pihak sekolah, salah satunya dibangunnya koperasi siswa yang dipastikan dimulai pada tahun ini.

Pada sambutannya Bupati menjelaskan meskipun SMK dan SMA adalah kewenangan Provinsi, namun Pemerintah Daerah tetap dapat memberi perhatian dengan bentuk bantuan hibah. Serta kepada 78 murid Bupati meminta untuk senantiasa semangat menimba ilmu dalam kondisi apa pun, “jangan pernah patah semangat dalam belajar,” harap Bupati. (budi/anjar/wira/riyanto DisjominfoPacitan).

Bupati Tekankan Guru Sebagai Garda Depan Tingkatkan Mutu Pendidikan

Mutu pendidikan di Kabupaten Pacitan harus terus ditingkatkan, supaya generasi muda semakin berkualitas dan dapat diandalkan di segala bidang. Melalui dua poin sederhana, yakni bersyukur dengan capaian serta melaksanakan evaluasi untuk menemukan permasalahan.

Disampaikan Bupati Indartato saat menghadiri dan mengikuti kegiatan sepeda sehat dalam rangka HUT SMP Negeri 1 Ngadirojo 56 Tahun kemarin 26/01/19.

Ia juga mengharap para guru sebagai garda terdepan dan penentu utama pendidikan untuk selalu ikhlas dalam menjalankan tugas. Serta perjuangan tidak berhenti pada prestasi yang telah diraih, “maknai ulang tahun kali ini untuk menjadikan sekolah ini semakin baik hingga kancah nasional,” tutur Bupati

Bupati yang juga alumni sekolah tersebut menambahkan bahwa pemerintah tidak tinggal diam dengan semangat para pendidik. Pemerintah sangat berperan dengan berbagai masukan yang telah disampaikan melalui Dinas terkait. “Dan semoga kelak akan lahir pemimpin-pemimpin besar dari Pacitan,” harap Dia. (budi/anjar/riyanto/wira/DiskominfoPacitan).

Tahap Kedua Hijaukan Tulakan

Jadwal kedua gerakan menanam pohon dalam rangka pemulihan Daerah Aliran Sungai (DAS) Nasional di Pacitan dilaksanakan di Kecamatan Tulakan, tepatnya di Dusun Bandar Angin Desa Ngumbul.

Bupati Indartato didampingi istri Luki Indartato dan Wabup Yudi Sumbogo beserta rombongan Forkopimda dan pejabat lingkup Pemkab hadir pada kegiatan tersebut dan bersama-sama warga masyarakat menanam pohon dengan dukungan perusahaan kayu dan non kayu di Pacitan. (budi/anjar/wira/riyanto/DiskominfoPacitan).

Pembangunan Pangkalan Laut Masuki Tahap Kedua

Wakil Bupati Pacitan Yudi Sumbogo berkesempatan mendampingi kunjungan kedua Letkol Laut (T) Luluk Eko beserta tujuh Perwira lain dalam rangka pembangunan Pangkalan Laut Tipe D yang terletak di Desa Kembang Pacitan kemarin 24/01/19.

Pada kunjungan ini pihak TNI Angkatan Laut melakukan koordinasi guna memastikan tanah lokasi pembangunan yang masih dimiliki masyarakat serta satu titik lokasi dimanfaatkan para nelayan sekitar, Pembahasan nilai ganti rugi dan pencarian lahan baru untuk nelayan.

Di tahap ke tiga dijadwalkan Kepala Desa dan Pemda diundang ke Jakarta untuk melaksanakan rapat bersama TNI Angkatan Laut dan Menteri yang membidangi proyek tersebut. (DiskominfoPacitan)

Tanam 3 Juta Pohon Hijaukan Wilayah Punung

Menciptakan Bumi Pacitan semakin “ijo royo-rojo” dilakukan melalui berbagai cara, salah satunya melibatkan berbagai pihak baik pengusaha perkayuan, Pelajar dan masyarakat. Kali ini melalui gerakan penanaman pohon, dalam rangka pemulihan Daerah Aliran Sungai (DAS) Nasional tahun 2019.
Kegiatan yang dilaksanakan di sekitar Gua Semedhi, Dusun Kladen, Desa Sooka, Punung itu disediakan tiga juta batang pohon siap tanam, dari Pemerintah Pusat, Provinsi dan Swasta baik para pengusaha kayu dan yang lain.
“Berbagai macam jenis pohon disiapkan, supaya kesuburan tanah terjaga, mencegah longsor, menjaga kadar air serta menciptakan habitat baru untuk flora dan fauna, nantinya keanekaragaman hayati dapat kembali,” ” papar Wardoyo Kepala Cabang Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur dalam sambutannya 25/01/19.
Langkah menarik juga dikemukakan Erwin Andri Atmoko, sebagai orang nomor satu di Kecamatan Punung itu berencana menanaman pohon berjenis Tabebuya di sepanjang jalan utama dan jalan menuju area wisata, kayu yang bisa bersemi seperti bunga sakura di Negara Jepang tersebut diharapkan selain menjaga kelestarian alam juga untuk menghipnotis wisatawan yang melewati Punung.
“Tidak bisa dipungkiri, Kecamatan Punung merupakan pintu gerbang pariwisata dari arah barat dan penyumbang destinasi wisata andalan Kabupaten Pacitan, jadi kami kira itu tepat jadi mohon dukungannya agar segera terealisasi dalam waktu dekat,” kata Dia.
Raut bangga terpancar di wajah Bupati Indartato di acara itu, lantaran besarnya animo pengusaha dan masyarakat dalam menciptakan hutan Pacitan yang lestari. Dalam sambutannya Ia menyampaikan bahwa pemerintah dalam menjalankan tugasnya tidak dapat berjalan sendiri, perlu adanya kerja sama antar pengusaha dan masyarakat demikian juga pada rehabilitasi hutan.
Ia berharap dari kegiatan ini selain mengembalikan alam yang lestari juga terbentuk budaya sadar terhadap lingkungan masing-masing, dimulai dengan senang menanam dan merawat pohon, turut membantu mengawasi perusakan hutan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang hanya mencari keuntungan pribadi tanpa berpikir diri sendiri, lingkungan sekitar dan anak cucu, “semoga ke depan melalui penanaman pohon Pacitan benar-benar aman dari berbagai bencana dan seger tanpo AC (Air Conditioner) red.,” tuturnya berharap. (budi/anjar/wira/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Pembangunan Fasilitas Umum, Tingkatkan Kesehatan Dan Ekonomi Masyarakat Pacitan

Masyarakat Kabupaten Pacitan kini semakin dapat bernafas lega, setelah pemerintah meresmikan tiga Puskesmas yang berada di wilayah Pakis Baru Kecamatan Nawangan, Puskesmas Jeruk Kecamatan Bandar dan Puskesmas Kalak Kecamatan Donorojo serta Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Pacitan. Masyarakat perbatasan yang sebelumnya harus jauh-jauh berobat keluar daerah, kini diharap tidak lagi mengalaminnya. “Tidak hanya pembangunan fisik saja, peningkatan keterampilan para petugas puskesmas dan rumah sakit juga terus kami tambah sehingga semakin profesional,” Kata Bupati Indartato saat meresmikan proyek Gedung dan Jembatan Tahun Anggaran 2018 hari ini 24/01/19 di Puskesmas Nawangan.

Selain pembangunan dilingkup Dinkes, Pada tahun 2018 pemerintah melaksanakan pembangunan pelebaran Jembatan Pahing penghubung Desa Petungsinarang Kecamatan Bandar dan Desa Sempu Kecamatan Nawangan yang dibidangi Dinas PUPR, serta Pasar Wage Kecamatan Nawangan. Selain itu penghubung gedung Rumah Sakit dr. Darsono juga turut dibangun.

Bupati dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan komitmen pemerintah dalam memajukan kesehatan dan ekonomi masyarakat Pacitan, melalui pembangunan yang berhasil dilaksanakan pemerintah berharap masyarakat dapat langsung menikmati dampaknya.

Demikian juga selesainya pembangunan jembatan Pahing dan Pasar Wage, diharap terjadi peningkatan mobilitas sehingga secara bertahap terjadi pertumbuhan ekonomi di wilayah itu. (budi/anj/wira/DiskominfoPacitan).

2019 Jalan Kondisi Mantap Menjadi Prioritas

Masyarakat dan wisatawan dipastikan akan menikmati jalan yang semakin baik, karena pada tahun ini, pemerintah melalui Dinas Pekerjaan Umum Dan Tata Ruang (PUPR) mematok anggaran hingga 51% atau sekitar 81 milyar untuk mewujudkan Jalan Kondisi Mantap.

Utamanya jalan penghubung destinasi wisata yang berada diwilayah kecamatan Donorojo dan Pringkuku, berupa peningkatan kapasitas dan struktur jalan sehingga seluruh tempat wisata ada interkoneksi dan menjadi paket wisata, “fokus kami juga pada rehabilitasi jalan dan jembatan kabupaten dan poros desa di wilayah lain,” papar Budiyanto Kepala PUPR 23/01/19.

Total anggaran yang diterima dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) dengan total 137 milyar tersebut juga dipusatkan untuk rehabilitasi pasca bencana tahun 2017 yakni pembangunan, pengelolaan dan konservasi sungai dan sumber daya air. “Berpusat pada rehabilitasi dan pemeliharaan bantalan dan tanggul sungai serta mengendalikan banjir pada daerah tangkapan air dan badan-badan sungai,” kata Dia.

Menanggapi keresahan masyarakat mengenai kondisi tanggul dan tebing sungai yang memang bukan kewenangan pemerintah daerah, maka pihaknya senantiasa membentuk koordinasi dan mendorong instansi terkait yakni Balai Besar Bengawan Solo untuk segera melakukan upaya supaya ditahun ini kondisi tersebut segera terurai, “untuk Dusun Wonoasri Desa Karangrejo akan dibangun pengendali sedimen. Juga dilaksanakan secara rutin penanganan tebing kritis yang berjumlah 22 titik untuk segera selesai tahun ini,” tambah Budi.

Sedangkan perencanaan, pemanfaatan dan pengendalian bidang tata ruang pada tahun ini juga memperoleh perhatian, didalamnya mulai dengan melaksanakan sosialisasi Perundung Undangan dan penyusunan tentang tata ruang, hingga kegiatan pengawasan, pemanfaatan dan koordinasi tata ruang.

Budi menjelaskan rencana pembangunan yang terakhir di 2019 ini adalah program pelayanan administrasi perkantoran, program peningkatan sarana dan prasarana aparatur dan peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan. “Untuk Sekretariat tahun ini memperoleh anggaran yang kecil,” ungkap Budi.

Karena masih berada pada awal tahun pihaknya mengatakan bahwa masih berada pada proses persiapan, namun untuk proyek-proyek yang telah On Going terus didukung dan dipantau. “kami tetap berharap agar segala perencanaan ini dapat seluruhnya terealisasi, perencanaan tersebut sesuai RPJMD dan akan diupayakan selesai dengan jadwal yang ditentukan,” harap Dia. (budi/anjar/riyanto/DiskominfoPacitan).

Konsultasi Publik Utamakan Kesejahteraan Seluruh Masyarakat

Meskipun diwarnai hujan dari pagi, namun tidak menurunkan semangat para peserta Konsultasi Publik dalam rangka Penyusunan RKPD Kabupaten Pacitan Tahun 2020. Acara yang dilaksanakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pacitan 22/01/19 itu mengusung tema, Pertumbuhan Ekonomi Yang Inklusif Melalui Sektor Unggulan Daerah Yang Berkelanjutan. “Menumbuhkan ekonomi secara Inklusif dari beberapa sektor unggulan yang dimiliki, utamanya pariwisata dan pertanian kita supaya meningkat dan berkelanjutan, “ papar Heru Wiwoho Kepala Bappeda menjelaskan tema yang diusung.

Pada kesempatan itu Bupati Indartato mengingatkan bahwa pembangunan yang baik memerlukan dukungan dari semua pihak, utamanya adalah pejabat pemerintah, pejabat politik dan pengusaha, disamping itu dua ke pemerintahan yaitu bupati, wakil bupati beserta Jajaran serta DPRD dan fraksi diharapkan bekerja membuat perencanaan yang searah. “Jika semua baik dan mendukung, maka pembangunan yang diharapkan akan optimal,” terangnya.

Supaya apa yang menjadi harapan pemerintah yakni membangun tata kelola yang baik di Kabupaten Pacitan dapat tercapai dan mampu dirasakan oleh seluruh elemen masyarakat. Dapat diraih melalui memperhatikan dan mengutamakan lima aspek. Pertama pertumbuhan ekonomi, pada tahun 2018 pada angka 5,09 diharap tahun 2020 meningkat menjadi 5,78. Kedua masalah pengangguran terbuka yang berada pada angka 1,43 pada tahun yang sama dapat di turunkan menjadi 1,01.

Ketiga masalah Penduduk miskin yang berada pada angka 14,19 diupayakan ditekan menjadi 13,85 pada target akhir RPJMD tahun 2021. Keempat Indeks Pembangunan Manusia, realisasi tahun 2018 berada pada angka 66,74 diharap menurun menjadi 67,50. “Yang terakhir masalah kualitas lingkungan hidup yang berada pada angka 73,35 ditekan menjadi 73,30 pada target 2020 dan menurun lagi pada akhir target RPJMD 2021 menjadi 73,31,” harap Bupati detail. (budi/anj/wira/riyanto/DiskominfoPacitan).

Ayo Berpartisipasi Dalam Pembangunan

Masyarakat dapat berpartisipasi memberikan masukan dalam pembangunan melalui Konsultasi publik dengan mengunjungi situs resmi kami di http://sippd.pacitankab.go.id/konsultasi_publik/
Mulai hari ini 22/01/19 hingga kamis 24/01/19.
Ayo bersama membangun Kabupaten Pacitan. (DiskominfoPacitan).

Pemanfaatan Aset Untuk Kesejahteraan Masyarakat

Pemanfaatan aset pemerintah harus ditujukan untuk mengangkat derajat kesejahteraan masyarakat. Hal itu disampaikan Bupati Indartato ketika meresmikan belasan prasarana hasil pekerjaan fisik tahun 2018 Kabupaten Pacitan di kawasan Pantai Klayar, Donorojo, Senin (21/1/2019). “Ini merupakan aset kita semua untuk dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat di Kabupaten Pacitan,” katanya.

Total ada 18 unit prasarana baru dibangun selama tahun lalu dari berbagai perangkat daerah. Mulai lingkup Dinas Lingkungan Hidup (2), Dinas Pangan (1), Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (5), Dinas Pendidikan (2), dan Dinas PUPR sebanyak tiga unit. Selain itu diresmikan pula gedung Kantor Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, gedung Kantor Kecamatan Pacitan, Sudimoro, rumah dinas Camat Donorojo, serta gedung kantor Kelurahan Pacitan.

Menurut Bupati beberapa proyek yang ada diwilayah yang dipimpinnya itu merupakan hasil dari perencanaan diantara unsur pemerintahan. Ia lantas mencontohkan pembangunan bidang pariwisata. Selain dampaknya secara langsung dirasakan masyarakat, hasilnya juga untuk pemerintah daerah. Melalui sumbangan pendapatan asli daerah (PAD). “Sekarang masyarakat disekitar lokasi wisata (taraf) hidupnya lebih meningkat. Indikator masyarakat sejahtera adalah sehat, pintar, dan dompete kandel. Nantinya, prasarana harus dirawat,” ucap dia. (humaspacitan/DiskominfoPacitan).

Gelar Kontes Nembang Campursari Untuk Lestarikan Budaya Jawa

Seni budaya Jawa yang adi luhung harus tetap dijaga dan dilestarikan, khususnya kepada para generasi muda yang semakin berkiblat pada budaya-budaya asing yang tidak memiliki nilai ketimuran melalui kemudahan informasi Smartphone.

Fenomena ini direspons oleh para kelompok pelaku seni di Pacitan, salah satunya adalah “Sampan” atau Insan Musik Pacitan. Dengan menggandeng Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pacitan, menyelenggarakan kegiatan Malam Puncak Kontes Nembang Campursari Antar Pelajar Tahun 2019, “Tahapan sebelumnya yakni audisi kami laksanakan dengan cara Online,” papar Daryono Ketua Sampan.

Acara yang digelar di Pendopo 18/01/19, juga bertujuan untuk mencari penembang Campursari muda yang mumpuni sehingga selain mereka akan kembali mengenalkan Campursari kepada generasi muda, juga sebagai upaya mewariskan teknik vokal Campursari khususnya aliran klasik. “Para pemenang akan kita libatkan di kegiatan-kegiatan penting, jadi prestise juga pasti naik,” kata Sunyoto Staff Bidang Kebudayaan.

Daryono atau akrab dipanggil Tessy berharap pemerintah akan menyambut baik kegiatan tersebut, sehingga kegiatan ini dapat kembali dilaksanakan ditahun-tahun selanjutnya. “ke depan tidak hanya menyanyi Campursari klasik saja, namun bagaimana mereka dapat menciptakan lagu Campursari klasik,” harapnya.

Bupati Indartato turut hadir dan membuka acara tersebut beserta istri Luki Indartato, Sekda Suko Wiyono beserta istri Bety Suko Wiyono dan kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daryono. (budi/riyanto/wira/DiskominfoPacitan).

Daftar Pemenang Kontes Nembang Antar Pelajar 2019;
Juara 1: Anggita Septi Indriyani (SMPN 1 Bandar)
Juara 2: Kaliyana Tantri (SMKN 1 Ngadirojo)
Juara 3: Viviana Setyaningrum (SMKN 1 Donorojo)
Harapan 1: Arianan Pramudita (SMKN Pringkuku)
Harapan 2: Erinda Septiarin (SMKN Pringkuku)
Harapan 3: Meilika Aulia Pratiwi (SMP LB)

Bupati Indartato: Jadilah Pelayan Terbaik

Pemerintah mengharap semua instansi pemerintah menjadi pelayan yang baik, dimulai dari diri sendiri dengan pembentukan mental yang sehat, yakni menyadari bahwa pemerintah adalah pelayan masyarakat yang bertugas melayani masyarakat. “kita ada karena ada rakyat, itu yang harus selalu diingat,” Dituturkan Bupati Indartato kepada seluruh undangan dalam kegiatan Pencanangan Pembangunan Zona Integritas (ZI) 18/01/19 di gedung Bayangkara Polres Pacitan.

Bupati juga mencontohkan beberapa perusahaan besar yang memiliki komitmen dalam melayani konsumen dengan baik, meskipun perusahaan umumnya berorientasi pada profit, namun mereka tetap memaksimalkan pelayanan. “Begitu juga dengan kami dimana konsumen kita adalah masyarakat,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu turut menghadiri pejabat Forkopimda, Kepala OPD dan Badan dan Organisasi Kemasyarakatan. (budi/riyanto/wira/DiskominfoPacitan).

Tembus Batik Pace Abstrak Untuk Pasar Kawula Muda

Inovasi mutlak dilakukan produsen Batik Pace Pacitan dalam memenuhi tuntutan jaman, salah satunya mengembangkan koleksi motif yang dimiliki, kali ini membidik gaya abstrak yang lebih kekinian, gaul dan berenergi. Menerobos pangsa muda-mudi yang menjanjikan dan dinamis.

Langkah itu telah dilaksanakan oleh Dinas Koperasi Dan Perdagangan (Diskoperindag) pada 28 hingga 31 Agustus 2018 lalu, menggandeng ahli Batik Abstrak Pandono dari Lawean Kota Solo, peserta Industri kecil Menengah (IKM) Batik dan Sablon di Pacitan diundang mengikuti pengembangan tersebut, mereka yang komitmen mengikuti kemudian barganti berkesempatan magang di Lawean “ untuk memaksimalkan ilmu yang diperoleh dengan praktik langsung selama lima hari,” kata Bambang Surono Kasi Industri, Logam dan Aneka.

Upaya itu juga sebagai siasat mengubah batik yang hanya sesuai dengan agenda formal semata, didukung pengembangan pada media berbahan kaos dan kain pantai. Termasuk melakukan kawin silang antara hasil sablon yang dihasilkan para pengusaha sablon supaya esensi muda semakin melekat, dengan catatan nuansa batik tidak hilang, “batik asli dapat dilihat dari gradasi warna pada hasil, serta proses perintangan warna menggunakan lilin atau malam, pakem tersebut jelas haram ditinggalkan” paparnya.

Saji sebagai pemilik Batik Saji, salah satu peserta yang konsisten mengikuti pelatihan serta langsung melakukan produksi menjelaskan hingga pada 16/01/19 beberapa konsumen mulai melirik produk baru tersebut, mulai dari kain mentah, kaos, kain pantai dan baju jadi yang telah dihasilkan. Pada tahap awal ini Ia tidak muluk-muluk, terpenting tetap memproduksi walaupun pada sekala sedang, “karena kami tidak sepenuhnya berorientasi pada keuntungan, kepuasan konsumen juga harus kami perhatikan,” kata Saji.

Bambang menjamin bagi pelaku batik yang mengembangkan inovasi tersebut tetap akan memperoleh perhatian secara berkelanjutan, dengan melakukan promosi-promosi secara masif, salah satunya mengikuti kegiatan Stan di Surabaya yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. “Stan yang kita jajakan pada setiap Even selalu mencuri perhatian penunjang. Batik Pace Abstrak kita pastikan semakin diminati,” harap Dia.

Berbagai kendala diakui muncul dari para pelaku pelatihan, mulai dari ketrampilan yang belum maksimal sehingga mempengaruhi hasil, hingga masalah permodalan. Namun Ia memastikan segala kendala tersebut tetap akan menjadi perhatiannya. (budi/anjar/riyanto/wira/DiskominfoPacitan)

Kirab Adipura; Pupuk Cinta Lingkungan Dan Ucapan Terima Kasih.

Sebagai wujud rasa syukur dan bangga yang dirasakan oleh Kabupaten Pacitan yang kembali meraih Piala Adipura Ke-14 karena komitmen terhadap lingkungan. Dan menanam kemauan dari dalam diri untuk menjaga lingkungan masing-masing, maka pemerintah melaksanakan Kirab Adipura ke-14 hari ini 15/01/19.

Kirab pada kesempatan ini 15/01/19 di berangkatkan oleh Wabup Yudi Sumbogo dari Desa Belah Kecamatan Donorojo, selanjutnya secara estafet dari para camat yang terlewati rute diboyong menuju ke Pendopo diserahkan kepada Bupati Indartato. Sebelum memasuki Pendopo arak-arakan pembawa piala tersebut terlebih dahulu mengitari kota Pacitan melewati JLS.

Tidak hanya masyarakat umum yang dapat menyaksikan kirab, sekolah yang terlewati rute juga berkesempatan menonton rangkaian, hal itu sebagai bentuk ajakan secara tidak langsung kepada generasi muda supaya terbentuk pola pikir sejak dini untuk cinta lingkungan baik disekolah dan rumah mereka masing-masing. “serta sebagai ucapan terima kasih kami kepada semua yang telah turut serta menjaga lingkungannya,” ucap Bupati. (timDiskominfoPacitan).

Gandeng Difabel Di Puncak Pemilihan Putra Putri Batik Pace

Siswa dan siswi dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Sumberharjo Kecamatan Pacitan memperoleh kesempatan berjalan di atas Cat Walk pada malam puncak Pemilihan Putra Putri Batik Pacitan 2019 sebagai tamu kehormatan. Mereka beruntung tersebut berjalan bak top super model yang penuh percaya diri, didukung dengan pakaian yang mereka kenakan adalah Batik Pace Khas Pacitan yang kaya akan warna dan motif. Kegiatan yang dilaksakan oleh Paguyuban Putra Putri Batik Pacitan 2019 itu digelar di gedung Gasibu Swadaya kemarin 12/01/19.

Genta Nugraha sebagai Ketua Panitia menjelaskan bahwa selain momentum kebersamaan juga diharap mereka para siswa dan siswi difabel agar mampu mengeksplorasi bakat terpendam yang dimiliki supaya nantinya turut berkontribusi pada perkembangan khususnya Batik Pace Pacitan. (Diskominfopacitan).

Selalu Jaga Maruah Selama SILATNAS

Rombongan Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) berkumpul untuk meminta Doa dan restu Wakil Bupati Pacitan di Pendopo Minggu pagi 13/01/19, Sebelum bertolak menuju Masjid Istiqlal dalam agenda Silaturahmi Nasional atau SILATNAS Jilid II 141 dalam menagih janji Presiden tentang pengangkatan perangkat Desa menjadi PNS golongan II.

Kepada 524 peserta Wabup Yudi Sumbogo saat mewakili Bupati Indartato menyampaikan agar dalam melaksanakan kegiatan selalu menjaga maruah Karena PPDI adalah Ujung Tombak Pemerintah di masing-masing desa.

Ia juga menekankan bahwa pemerintah Kabupaten Pacitan tidak mengintervensi pemerintah Desa terkait adanya aksi dari pengurus dan anggota PPDI ke Jakarta.

Terakhir Wabup mengharap selama di Jakarta agar selalu kompak, saling melindungi antar anggota. “Semoga apa yang menjadi harapan PPDI dapat terpenuhi, serta selesai di berikan keselamatan baik dalam perjalanan berangkat maupun kembali lagi,” harap Wabup. (budi/riyanto/wira/DiskominfoPacitan)

Malam Puncak Pemilihan Putra Putri Batik Pacitan 2019

Wabup Yudi Sumbogo berkesempatan menghadiri kegiatan Malam Puncak Pemilihan Putra Putri Batik Pacitan Tahun 2019 yang dilaksanakan oleh Paguyuban Putra Putri Batik Pacitan di Gedung Gasibu Swadaya 12/01/19.

Dalam sambutannya Ia menyampaikan apresiasi atas diselenggarakannya kegiatan positif tersebut. Selanjutnya ia berharap dengan agenda tersebut akan semakin mengenalkan batik pace Pacitan seluruh lapisan masyarakat. “Pelajari sampai dalam batik pace kita ini, di dalamnya terkandung banyak filosofi-filosofi yang luar biasa,” tutur Dia.

Kegiatan malam puncak tersebut menyisakan 42 peserta dari SMK dan SMA serta Umum Se-Kabupaten Pacitan, dimana sebelumnya mereka telah melewati proses karantina selama empat hari. Peserta yang terpilih menjadi pemenang nantinya akan mendapat program kerja satu tahun di dalamnya adalah upaya mengenalkan dan mengembangkan batik pace. (tim DiskominfoPacitan).

Grab Diharap Sentuh UMKM dan Pariwisata

Wabup Yudi Sumbogo menyambut baik hadirnya Grab yang mulai umum digunakan masyarakat Pacitan. Pihaknya berharap Grab dapat lebih meningkatkan kerja sama dengan UMKM dalam mengembangkan dan memasarkan produk-produknya.

Selanjutnya bidang pariwisata juga diharapkan Wabup agar menjadi perhatian bagi transportasi berbasis teknologi ini. “Saya juga berharap agar teman-teman GrabBike dilindungi BPJS Ketenagakerjaan,” harap Dia saat mewakili Bupati Indartato menghadiri Hari Ulang Tahun Ke-1 Grab Pacitan 12/01/19 di halaman PLUT Pacitan.

Kepala Dinas Perhubungan Wasi Prayitno yang turut hadir mendampingi Wabup menambahkan agar para GrabBike untuk selalu mengutamakan keselamatan, ketertiban dan keamanan berlalu lintas.

Pada kesempatan tersebut Wabup hadir didampingi istri Ninik Setyorini, Staf Ahli Bupati Pacitan Bidang Sosial, Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Sumoro Hadi dan perwakilan Pejabat Polres Pacitan.

Kegiatan yang didukung oleh BPJS Ketenagakerjaan tersebut diakhiri dengan Konvoi bersama 150 anggota GrabBie mengelilingi kota Pacitan. (Nots/Budi/Wira/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Sesi 3; Masuki Tahapan Penginputan Uang Persediaan

Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) melalui Bidang TI Diskominfo Pacitan menggelar sosialisasi operator Lik In untuk OPD dan Badan serta Kecamatan Kamis 10/01/19, Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Pertemuan Diklat (BKPPD) atau Eks. Kantor Diklat. Dengan harapan semua operator dimasing-masing instansi tidak mengalami kesulitan dalam mengoperasionalkan aplikasi Lik In. (DiskominfoPacitan).

Dirjen Badan Peradilan Agama Lantik Hakim Ketua Pengadilan Agama Pacitan

Setelah mengalami kekosongan jabatan Hakim Ketua selama Sembilan bulan, akhirnya secara resmi Dirjen Badan Peradilan Agama melantik Drs. Sumarwan S.H M.H sebagai Hakim Ketua di Pengadilan Agama Kabupaten Pacitan menggantikan Plt. Drs. Nasrulloh S.H. di Sekretariat Mahkamah Agung Jakarta di awal tahun 04/01/19 kemarin.

Lamanya kekosongan disebabkan karena terjadi hal serupa di Pengadilan Tinggi Agama Surabaya karena faktor promosi dan pensiun, tidak hanya kabupaten Pacitan saja, delapan kota lain mengalami kondisi yang sama.

Kepada Diskominfo 10/01/19 Hakim Ketua Baru yang pernah bertugas di Pacitan sebagai Wakil Ketua pada 2012 hingga 2016 tersebut mengungkapkan sedikit banyak telah memahami karakter kasus di Pacitan, “sedikit banyak kami sudah tahu dan pasti mempermudah kerja kami,” ungkap Dia.

Selama melaksanakan mandat di Pacitan Ia juga akan berupaya meningkatkan badan peradilan yang agung, dimana program dari (Badilag) atau Badan Pengadilan Agama yang berisi tentang pencanangan zona integritas yakni mewujudkan wilayah yang bersih serta bebas korupsi. “Itu sesuai dengan pusat,” ungkapnya.

Pria kelahiran Madiun 06 Desember tersebut sangat mengharap kepada Pemerintah dan semua komponen agar dirinya dapat kembali diterima untuk melanjutkan tugas dan silaturahmi yang sudah terjalin sebelumnya.

Meskipun dirinya mengaku untuk selalu aktif dalam kegiatan pemerintah dan lain begitu sulit diikuti karena faktor minim tenaga, namun dirinya akan selalu berupaya melibatkan diri, “itu juga sesuai dengan arahan atasan, bahwa kami harus selalu terlibat dengan kegiatan pemerintahan setempat,” tutupnya. (budi/riyanto/wira/DiksominfoPacitan).

Hut Satpam Ke-38 Tahun 2019

Wabup Yudi Sumbogo berkesempatan menghadiri kegiatan upacara dalam rangka Hari Ulang Tahun Satuan Pengamanan (Satpam) Ke-38, Tahun 2019. Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman Polres Pacitan Rabu 09/01/19. Pada peringatan kali ini bertemakan “Pemuliaan Profesi Satpam Indonesia Guna Mendukung Polri Dalam Pengamanan Pemilu Tahun 2019”. (DiskominfoPacitan).

Rencanakan Bangun Angkatan Laut Di Desa Kembang

Komandan Pangkalan Utama TNI AL V Surabaya Laksamana Pertama TNI Edwin, S.H mengadakan kunjungan dalam rangka peninjauan atas perencanaan pengembangan wilayah pertahanan dan sarana pendukung di wilayah Kabupaten Pacitan. tepatnya di Desa Kembang kecamatan Pacitan pada Rabu 09/01/19. “Wilayah Kabupaten Pacitan termasuk wilayah strategis yang harus memiliki pangkalan laut, kita membutuhkan adanya satuan serta pengembangan angkatan laut,” paparnya.

Tindak lanjut dari kegiatan tersebut jika memenuhi persaratan selanjutnya Ia akan melakukan pengajuan rencana kebutuhan pembangunan melalui APBN, jika tidak ada kendala pembangunan diperkirakan  usai pada tahun 2020, “kami bersyukur Pemda menyambut baik dan mendukung rencana ini,” tambah Dia.

Bupati Indartato usai mendampingi kunjungan kerja berharap rencana itu dapat benar-benar terwujud, bantuan sepenuhnya akan dilakukan Pemda  dengan membangun koordinasi dengan Camat, Kepala Desa Kembang serta masyarakat, supaya tanah segera dapat dimanfaatkan untuk kepentingan bersama, “karena Pacitan akan sangat diuntungkan dengan rencana tersebut mulai dari keamanan serta kota akan semakin berkembang. terutama mudah-mudahan tidak ada kendala apa pun,” Harap Bupati.

Pada kesempatan tersebut Danlantamal didampingi Danlanal Malang Kolonel laut (P) Nanang Hariyono. Wabup Yudi Sumbogo juga hadir dalam kegiatan tersebut beserta Asisten Perekonomian dan pembangunan Joni Maryono. (budi/wira/riyanto/DiskominfoPacitan).

Jalan Sehat Bersama Ribuan Masyarakat

Kementerian Agama Kabupaten Pacitan mengadakan Jalan Sehat dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti Ke-73 hari ini 09/01/19, Bupati Indartato beserta Istri Luki Indartato didampingi Sekda Suko Wiyono beserta Istri Bety Suko Wiyono dan jajaran Forkopimda Kabupaten Pacitan berkesempatan menghadiri kegiatan tersebut, kemudian Bupati bersama-sama dengan ribuan siswa-siswi Madrasah Se-Kabupaten Pacitan serta masyarakat melakukan jalan sehat bersama dengan rute yang telah ditentukan. (anj/wira/riyanto/DiskominfoPacitan).

214 Peserta CPNS Memasuki Tahap Pemberkasan

Sebanyak 214 peserta yang berhasil lolos seleksi CPNS mulai hari ini 07/01/19 hingga Jumat 11/01 mendatang akan melaksanakan pemberkasan di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Pacitan. Peserta tersebut sesuai dengan kuota yakni tenaga guru dan tenaga kesehatan.

Kemudian berkas yang diserahkan secepatnya akan diproses dan dikirim ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk pengusulan Nomor Identitas Pegawai (NIP), “kami berharap peserta segera menyelesaikan pemberkasan tersebut, supaya secepatnya mengisi kekosongan,” ujar Prihantini kepada Diskominfo. Prihantini kepala bidang pengadaan pemberhentian dan informasi kepegawaian BKD.

Untuk waktu yang dibutuhkan pada proses kali ini pihaknya memperkirakan proses membutuhkan waktu satu sampai dua bulan, selanjutnya para peserta akan menerima SK dari Bupati.

Mengingat kuota penerimaan kali ini di titik beratkan pada Pendidikan maka Daryono sebagai Kepala Dinas Pendidikan menyampaikan bahwa jika instansinya dibutuhkan guna mempercepat proses yang menyangkut administrasi maka Ia akan membantu sepenuhnya, “semoga selesai tepat waktu dan kami dapat segera memberi tugas,” harapnya. (budi/wira/riyanto/DiskominfoPacitan).

Wayangan; Dalam Rangka Sosialisasikan Bansos Non Tunai

Bupati Indartato bersama masyarakat Pacitan berkesempatan menyaksikan pagelaran wayang kulit semalam penuh bersama dalang Ki Cahyo Kuntadi dengan lakon Amarta Binangun. Acara tersebut dalam rangka Sosialisasi Bantuan Sosial Non Tunai Melalui Pagelaran Seni Budaya yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI) di Gedung Gasibu Swadaya Pacitan Sabtu 05/01/19.

Pada kesempatan itu turut hadir mendampingi Bupati, Wabup Yudi Sumbogo, Sekda Suko Wiyono, Pejabat lingkup Pemkab, jajaran Forkopimda serta Kepala Dinas Sosial Sunaryo. (DiskominfoPacitan).

Berharap Prioritaskan Gertak Manis

Bupati Indartato berkesempatan menghadiri Pisah Sambut Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jawa Timur Drs. Bambang Supriyadi M.Pd. digantikan Yusuf, SH. MM, hari ini 04/01/19 di Gedung Indoor SMA Negeri 1 Pacitan.

Bupati dalam kesempatan itu didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan Daryono tersebut pada sambutannya mengatakan bahwa walaupun kini SMA dan SMK adalah kewenangan Provinsi namun wujud perhatian terhadap Sekolah Atas dan Jurusan tersebut tidaklah berkurang, karena peserta didik tetaplah masyarakat Pacitan.

Ia juga berharap masalah anak yang tidak bersekolah atau putus sekolah agar kembali didorong sehingga bersedia kembali masuk sekolah. Tugas semua pihak itu menurutnya harus benar-benar menjadi perhatian bersama dengan program Gertak Manis atau Gerakan Serentak Manusia Sekolah.

Terkait upaya mendorong siswa dan siswi berprestasi, pada tahun 2018 pemerintah menganggarkan 300 Juta Rupiah, besar kemungkinan pada tahun ini pemerintah akan menaikkan. “Bisa berupa beasiswa kepada siswa yang berprestasi tetapi tidak mampu melanjutkan, ataupun stimulus berbentuk hadiah kepada yang juara kelas. harapannya kelak mereka lebih semangat lagi untuk belajar,” papar Bupati. (Budi/Wira/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Pemerintah Lantik 100 Pejabat Fungsional Di awal Tahun

Mengawali tahun baru 2019 Pemerintah Kabupaten Pacitan melaksanakan pelantikan kepada 100 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari golongan Pejabat Fungsional. Pejabat tersebut meliputi 86 Tenaga Guru, 1 Pengawas Sekolah, 9 Pranata Komputer (Prakom), 2 Radiografer dan 2 Nutrisionis. Kegiatan tersebut dilaksanakan di pendopo Kabupaten 03/01/18.

Kegiatan tersebut mengacu pada Penjabaran Peraturan Pemerintah Nomor 11 tahun 2017 yang menerangkan bahwa setiap Pegawai Negri Sipil (PNS) yang diangkat harus diambil sumpahnya.

Dari 100 pejabat yang dilantik pada kesempatan tersebut ada satu pejabat bernama Siti Aminah yang berhasil naik hingga jabatan IVd dan menerima SK langsung dari Presiden RI. Ia berhasil melampaui jabatan Sekda saat ini dan berhak pensiun pada umur 65 tahun, raihan itu menjadi harapan lain Bupati agar menjadi contoh bagi ASN yang lain.

Itu karena pemerintah akan lebih senang jika pegawai memperoleh jabatan yang tinggi, mengingat taraf hidup otomatis akan meningkat, akhirnya mendorong peningkatan kinerja, sehingga laju pemerintahan dapat lebih maksimal. “Saya, Wabup dan Sekda tidak dapat bekerja sendiri, dan mari kita tingkatkan keikhlasan bersama dalam membangun Kabupaten Pacitan supaya lebih baik lagi,” Harap Dia. (Budi/Anj/Wira/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Berikut Dafter Pejabat Fungsional yang Dilantik;

No Nama Jabatan Baru Unit Kerja
1 JOKO PRASETYO, ST. Pranata Komputer Muda Dinas Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Pacitan
2 M.HERU BUDHIYANTO, S.Kom. Pranata Komputer Muda Dinas Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Pacitan
3 WAHYU NUGROHO WIDHI SASANGKA, S.Pd. Pranata Komputer Pertama Badan Pengelolaan Dan Aset Daerah Kabupaten Pacitan
4 RAIH PONANG MARTADI, A.Md. Pranata Komputer Pertama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Pacitan
5 MUHAMMAD TOUFIQ, A.Md. Pranata Komputer Pelaksana Lanjutan Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Pacitan
6 AFIF AMRULLOH, A.Md. Pranata Komputer Pelaksana Lanjutan Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pacitan
7 DIAN RATNA PREHANANTO, A.Md. Pranata Komputer Pelaksana Lanjutan Badan Kepegawaian, Pendidikan Dan Pelatihan Daerah Kabupaten Pacitan
8 YAGUS TRIARSO, A.Md. Pranata Komputer Pelaksana Lanjutan Badan Kepegawaian, Pendidikan Dan Pelatihan Daerah Kabupaten Pacitan
9 MARJI WEGOYONO, A.Md. Pranata Komputer Pelaksana Lanjutan Badan Kepegawaian, Pendidikan Dan Pelatihan Daerah Kabupaten Pacitan
10 ANDI CAHYONO, AMR. Radiografer Pelaksana Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Pacitan
11 EKO HARYANTO,A.Md.Red. Radiografer Pelaksana Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Pacitan
12 MITA FAUZIAH, A.Md.Gz. Nutrisionis Pelaksana Puskesmas Ngadirojo Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan
13 NURINA SUGIASTUTI, AMG. Nutrisionis Pelaksana Puskesmas Ngadirojo Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan
14 WAHYU WICAKSONO, S.Pd.SD. Guru Pertama SDN Bodag 02, Kecamatan Ngadirojo
15 LILIS ERNAWATI, S.Pd.SD. Guru Pertama SDN Wonodadi Kulon 03,Kecamatan Ngadirojo
16 SUNARTO, S.Pd.SD. Guru Pertama SDN Klepu 03,Kecamatan Sudimoro
17 EKO ISDIANTORO, S.Pd.SD. Guru Pertama UPT SMP Negeri 3 Sudimoro
18 YULI TRI ASMORO, A.Ma. Guru Pertama SD Negeri Mangunharjo Kec.Arjosari
19 SITI NURHIDAYATI, A.Ma. Guru Pertama SD Negeri 2 Karangrejo Kec. Arjosari
20 SUSI HIDAYATI, S.Pd. Guru Pertama SD Negeri Mangunharjo Kec. Arjosari
21 SULASTI, S.Pd. Guru Pertama TK Harapan Bangsa Desa Ngunut Kec. Bandar
22 ENY SUBEKTI, S.Pd. Guru Pertama SD Negeri 1 Bangunsari Kec. Bandar
23 SRI HARIYANI, S.Pd. Guru Pertama SD Negeri 2 Donorojo Kec. Donorojo
24 TEGUH RIANTO, S.Pd. Guru Pertama SD Negeri 2 Sawahan Kec. Donorojo
25 MIATIN, S.Pd. Guru Pertama SD Negeri 3 Cemeng Kec. Donorojo
26 WIWIN WIDIAWATI, S.Pd. Guru Pertama SD Negeri 2 Widoro Kec. Donorojo
27 WIDIADI HARDJANTO, S.Pd.SD. Guru Pertama SD Negeri 2 Ketro Kec. Kebonagung
28 ARIF RAHMAN HAKIM. A.Ma. Guru Pertama SD Negeri 1 Klesem Kec. Kebonagung
29 SUPRAPTI, S.Pd. Guru Pertama SD Negeri 2 Worawari Kec. Kebonagung
30 DENNY RAHMAWATI, S.Pd. Guru Pertama SD Negeri 2 Sidomulyo Kec. Kebonagung
31 SULARDI, S.Pd.SD. Guru Pertama SD Negeri 2 Sidomulyo Kec. Kebonagung
32 CHRYASE ETIKASARI, A.Ma. Guru Pertama SD Negeri Kebonagung Kec. Keboangung
33 IDA SUKMANINGRUM, A.Ma. Guru Pertama SD Negeri 1 Karangnongko Kec. Kebonagung
34 SUYATNI, S.Pd. Guru Pertama SD Negeri 1 Gembuk Kec. Kebonagung
35 GIGIH HDAYANTO, A.Ma. Guru Pertama SD Negeri 1 Gawang Kec.Kebonagung
36 MARIANA, S.Pd. Guru Pertama SD Negeri Kebonagung Kec. Keboangung
37 KATENI, A.Ma. Guru Pertama SD Negeri 2 Sanggrahan Kec. Kebonagung
38 ERI ASTUTI, A.Ma. Guru Pertama TK Among Putra 02 Wonogondo Kec.Kebonagung
39 SUTARTI, S.Pd.AUD. Guru Pertama TK Tunas Putra Desa Mantren Kec.Kebonagung
40 SUCIANI, A.Ma. Guru Pertama TK Tunas Asri 72 Desa Purwoasri Kec.Kebonagung
41 BONATIN, S.Pd.AUD. Guru Pertama TK Tunas Karya 2 Desa Karanganyar Kec.Kebonagung
42 WANAH, S.Pd.AUD. Guru Pertama TK Tunas Kusuma Desa Klesem Kec.Kebonagung
43 SRI HANDAYANI, A.Ma. Guru Pertama BA Aisiyah Desa Gawang Kec. Kebonagung
44 SURAMI, A.Ma. Guru Pertama BA Aisiyah Desa Punjung Kec. Kebonagung
45 SARTINI, S.Pd.SD. Guru Pertama SD Negeri 2 Gawang Kec.Kebonagung
46 IMAM MUKHTAR, A.Ma. Guru Pertama SD Negeri 1 Karanganyar Kec. Kebonagung
47 YULI PURWANTO, A.Ma. Guru Pertama SD Negeri 4 Sempu Nawangan Kec.Nawangan
48 PURWANTO, S.Pd. Guru Pertama SD Negeri 1 Wonoasri Kec. Ngadirojo
49 MUJILAH, A.Ma.Pd. Guru Pertama SD Negeri 1 Wonodadi Kulon Kec. Ngadirojo
50 MELALEUKA ISVANDIANA PRABNDARI, A.Ma. Guru Pertama BA Aisiyah Kelurahan Baleharjo Kec. Pacitan
51 WATINI, A.Ma. Guru Pertama TK Putra Harapan Desa Menadi Kec. Pacitan
52 SITI AMINAH, A.Ma. Guru Pertama TK Kusuma Kelurahan Pucangsewu Kec. Pacitan
53 MISATOEN RETNO SOERJANI, A.Ma. Guru Pertama TK Taman Harapan Desa Bangunsari Kec. Pacitan
54 SUHARTININGSIH, A.Ma Guru Pertama TK Taman Harapan Desa Bangunsari Kec. Pacitan
55 WIDYAWATI, A.Ma. Guru Pertama Tk Kumala Bayangkari Kec. Pacitan
56 JANI SITI ROCHMANI, A.Ma. Guru Pertama Tk Kumala Bayangkari Kec. Pacitan
57 KUN WIDI ASTUTI, A.Ma. Guru Pertama Tk Kumala Bayangkari Kec. Pacitan
58 ENY PUJIATI, A.Ma. Guru Pertama Tk Kumala Bayangkari Kec. Pacitan
59 NUNUK WINARYATI, A.Ma. Guru Pertama TK Putra Dharma Desa Tambakrejo Kec. Pacitan
60 NUNIK HIJRIYATI, A.Ma. Guru Pertama TK RA Purwanida Desa Sidoharjo Kec. Pacitan
61 DWI SUPALSTRI, A.Ma. Guru Pertama TK Tunas Putra Desa Sumberharjo Kec. Pacitan
62 ROSYIDAH, A.Ma. Guru Pertama TK Negeri Pembina Kec. Pacitan
63 NUNUNG NUR WACHIDIYAH HADI PUTRI, A.Ma.Pd. Guru Pertama TK Negeri Pembina Kec. Pacitan
64 ERMA IRIANDARI, A.Ma. Guru Pertama Tk Tunas Bakti Desa Kembang Kec. Pacitan
65 LELLY DHAMAYANTI, A.Ma. Guru Pertama Tk Tunas Muda Desa Mentoro Kec. Pacitan
66 EMI NUR SUSANTI, S.Pd.AUD. Guru Pertama RA Guppi Kelurahan Sidoharjo Kec. Pacitan
67 JAYA ABADI, A.Ma. Guru Pertama TK Putra Karya Desa Bangunsari Kec. Pacitan
68 SITI MUSRICHAH, A.Ma. Guru Pertama PA Busthanol Athfal Kelurahan Baleharjo Kec. Pacitan
69 SRI HARYATI, S.Pd. Guru Pertama SD Negeri Widoro Kec. Pacitan
70 HERNING PUSPANTINI, A.Ma. Guru Pertama SD Negeri Pucangsewu Kec. Pacitan
71 SITI CHUMAIDAH, A.Ma. Guru Pertama TK Aisiyah Busthanol Athfal Kec. Pringkuku
72 RATNA SARI DEWI, A.Ma. Guru Pertama TK Negeri Pembina Kec. Pringkuku
73 ELENDRA, S.Pd.AUD. Guru Pertama TK Pertiwi Desa Dadapan Kec. Pringkuku
74 SUTARTI, A.Ma. Guru Pertama TK Dharma Wanita Desa Dersono Kec. Pringkuku
75 NURUL MAHMUDAH, A.Ma. Guru Pertama TK Tunas Harapan Desa Pelem Kec. Pringkuku
76 SUNARTI, A.Ma. Guru Pertama Ra Guppi Desa Ngadirejan Kec. Pringkuku
77 NINA SHOLAITA, A.Ma. Guru Pertama TK Negeri Pembina Kec. Pringkuku
78 SISWATI, A.Ma. Guru Pertama TK Nurul Iman Desa Pelem Kec. Pringkuku
79 MILA WIDIASTUTI, A.Ma. Guru Pertama Ra Guppi Desa Poko Kec. Pringkuku
80 TRI SUBIYANTINI, A.Ma. Guru Pertama TK Dharma Wanita 2 Dersono Kec. Pringkuku
81 YUYUN PURNAMAWATI, A.Ma. Guru Pertama TK Bina Putra Desa Glinggangan Kec. Pringkuku
82 SUCIPTO, S.Pd. Guru Pertama SD Negeri 2 Pelem Kec. Pringkuku
83 TAUFIQ AZIZ, A.Ma. Guru Pertama SD Negeri 2 Tamansari Kec .Pringkuku
84 SUNARTO, A.Ma. Guru Pertama SD Negeri 1 Pelem Kec. Pringkuku
85 EKO HADI WALUYO, A.Ma.Pd. Guru Pertama SD Negeri 2 Tinatar Kec. Punung
86 TANTI HASTUTI, A.Ma. Guru Pertama SD Negeri Ketanggung Kec . Sudimoro
87 IMAM NUGRAHA Guru Pertama SD Negeri Ketanggung Kec . Sudimoro
88 SITI ROHANI, A.Ma. Guru Pertama SD Negeri Ketanggung Kec . Sudimoro
89 SUWARNI, S.Pd. Guru Pertama SD Negeri 5 Pucangombo Kec. Tegalombo
90 PARWANTO, S.Pd. Guru Pertama SD Negeri 4 Pucangombo Kec. Tegalombo
91 RIFA’I, S.Pd. Guru Pertama SD Negeri 5 Gemaharjo Kec. Tegalombo
92 EKA SRI HARYANTI, S.Pd. Guru Pertama SD Negeri 4 Jatigunung Kec. Tulakan
93 IMAM AKHYARI, S.Pd. Guru Pertama SD Negeri 1 Wonosidi Kec. Tulakan
94 SUMINI Guru Pertama SD Negeri 1 Wonosidi Kec. Tulakan
95 SULASTRI, A.Ma. Guru Pertama SD Negeri 2 Ngile Kec. Tulakan
96 SITI ROHANI, S.Pd. Guru Pertama SD Negeri 5 Kalikuning Kec. Tulakan
97 MUJAYANAH, S.Pd. Guru Pertama SD Negeri 5 Kalikuning Kec. Tulakan
98 GUNANJAR, S.Pd. Guru Pertama SD Negeri 4 Kalikuning Kec. Tulakan
99 SUKATNO, A.Ma. Guru Pertama SD Negeri 2 Njetak Kec. Tulakan
100 PENGAWAS SEKOLAH

Kerja Bakti Bersama Supaya Air Mengaliri Sawah

Ratusan masyarakat di tiga Desa yakni Desa Mangunharjo, Kedungbendo dan Jetiskidul Kecamatan Arjosari melaksanakan kerja bakti membersihkan dan memperbaiki saluran irigasi sepanjang 2,5 Kilometer yang tertimbun longsor dan sedimen akibat bencana banjir dan tanah longsor 2017 silam. Akibatnya sawah seluas 48 hektar setahun terakhir tidak dapat ditanami padi, “sementara petani menanam polowijo untuk mengisi waktu saja,” ucap Kepala Desa Jetiskidul Muhammad Hasim hari ini 03/01/19.

Upaya rekayasa akan dilaksanakan agar secepatnya air dapat mengaliri sawah, langkah sementara itu terpaksa dilakukan sebab Dinas terkait yang bertanggungjawab yaitu PUPR terlebih dahulu harus melakukan pengukuruan ulang ketinggian pipa yang menjadi tidak seimbang. “Ini bersifat darurat dahulu, untuk bangunan permanen kita harus mengajukan anggaran,” papar Susilo Budi Kasi Operasi Pemeliharaan Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Pacitan yang berada dilokasi.

Sementara itu Wabup Yudi Sumbogo yang memantau langsung kegiatan tersebut menjelaskan bahwa pemerintah harus bekerja cepat dalam menyelesaikan masalah ini, termasuk meminta detail laporan dari instansi terkait sebagai bahan kajian untuk pelaporan kepada Bupati, namun yang utama air secepatnya dapat mengaliri sawah, “agar petani tidak merugi,” harap Dia. (Budi/Anj/Wira/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Sempurnakan Tahun Baru Dengan Berdoa Bersama Ribuan Masyarakat

Setelah sebelumnya dilaksanakan peresmian air mancur menari, monitoring pos pantau lilin Semeru, selanjutnya Bupati, Wabup dan Sekda melaksanakan Doa Awal Tahun bersama Forkopimda dan seluruh jajaran Pejabat Lingkup Pemkap di Pendopo 31/12/18 yang dipimpin langsung oleh kepala Kemenag Muhammad Nurul Huda. Kemudian Bupati beserta rombongan kembali menuju alun-alun untuk melaksanakan Doa Awal Tahun bersama-sama masyarakat Kabupaten Pacitan yang telah memenuhi alun-alun dari sore hari.

Doa awal tahun yang kembali dipimpin oleh Kepala Kemenag tersebut berjalan sangat hikmat, ribuan masyarakat turut menadahkan tangan berharap masyarakat dan Kabupaten Pacitan semakin baik.

Dalam kesempatan itu Bupati berharap ditahun 2019 Kabupaten Pacitan tetap adem, ayem tenteram dan damai, “selain itu kami bersama-sama tentu memohon agar tidak terjadi bencana,” harap Bupati. (DiskominfoPacitan).

Pastikan Pos Pantau Dalam Kondisi Siap

Agendakan monitoring pada puncak pergantian tahun di beberapa Pos Pantau Operasi Lilin Semeru 2018 yang berada di tiga titik, yakni Pos Pantau Pasar Punung kecamatan Punung, Pos Teleng Ria dan Pos Gasibu Alun-alun. Kegiatan tersebut sebagai upaya untuk memastikan kesiapan dari seluruh pasukan dan yang lain. “Mudah-mudahan apa yang dilaksanakan oleh semua aparat pemerintah khususnya Polri dan TNI tidak terjadi masalah,” harap Bupati Indartato 31/12/18.

Pada kesempatan itu Bupati Indartato Didampingi Wabup Yudi Sumbogo, Sekda Suko Wiyono, Kapolres AKBP Sugandhi, Komandan Kodim 0801 Letkol Aristotales, Ketua DPRD Ronny Wahyono, Kepala SatPol PP Widy Sumardji, Kepala Dinas Perhubungan Wasi Prayitno, Kepala Dinas PU Budiono, Kepala Diskominfo Rachmad Dwiyanto, Kepala Dinas Kesehatan Eko Budiyono serta Pejabat lingkup Pemkab Polres dan Kodim. (TimDiskominfoPacitan).

Resmikan Air Mancur Menari Di Penghujung 2018

Upaya untuk mewujudkan taman Alun-alun kota yang representatif dan sebagai wadah masyarakat dalam bersilaturahmi, ruang berbagai giat termasuk olahraga, serta upaya dalam membantu menarik wisatawan, maka pada malam pergantian tahun 31/12/18 dilaksanakan Launcing Air Mancur Menari di taman alun-alun Pacitan oleh Bupati Indartato.

Ribuan masyarakat yang memadati alun-alun terpukau dengan pertunjukan air mancur menari yang elok dengan paduan kelap-kelip lampu penuh warna tersebut, tanpa terkecuali Hartono yang datang menikmati malam pergantian tahun bersama istri dan satu anaknya. Ia mengaku taman alun-alun menjadi semakin sempurna dengan bangunan itu, “ya baru kali ini kami melihat air yang menari-nari,” ungkapnya.

Edi Junan kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pacitan menuturkan bahwa pertunjukkan air mancur Menari rencananya akan selalu digelar setiap akhir pekan, “kami bersyukur menyaksikan masyarakat yang sangat antusias,” kata Dia. (TimDiskominfoPacitan).

Waduk Tukul, Potensi Sumber Air Baku PDAM

Keterbatasan sumber air baku sebagai salah satu modal usaha Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pacitan tampaknya dapat teratasi. Dengan catatan dapat memaksimalkan potensi sumber air baku dari Waduk Tukul, Kecamatan Arjosari paska beroperasi nanti. “Waduk Tukul dapat menjadi sumber air baku PDAM untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat,” kata Bupati Indartato saat melantik Direktur PDAM periode 2018-2022 Agus Suseno di kantor PDAM jalan Suryo Pranoto, Kelurahan Sidoharjo, Senin (31/12/2018).

PDAM merupakan pelaksana pelayanan air minum kepada masyarakat. Oleh karena itu, seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, kebutuhan air minum juga semakin meningkat. Karena air merupakan kebutuhan dasar. Saat ini pelayanan PDAM telah mencapai 20.778 sambungan.

Menurut bupati, tantangan yang dihadapi saat ini adalah minimnya ketersediaan air baku. Sehingga akan berpengaruh pada kualitas, kuantitas dan kontinuitas usaha. Maka diperlukan peran dan sinergitas dari semua pihak di dalam menjaga dan melestarikan sumber-sumber air yang ada. “sebagai perusahaan badan usaha milik daerah, PDAM selalu dituntut untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Oleh karenanya diperlukan kebersamaan dari berbagai unsur yang ada,” ujarnya.

Dengan berbagai pencapaian kinerja, berdasarkan penilaian kinerja yang dilakukan oleh badan peningkatan penyelenggaraan sistem penyediaan air minum (BPPS PAM), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta dari BPKP Propinsi Jawa Timur, Pdam Kabupaten Pacitan masuk dalam kategori”sehat”dengan nilai kinerja 3,03.

Indartato berharap agar direktur perusahaan daerah air minum terlantik untuk meningkatkan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas. Baik kinerja pdam serta layanan pada masyarakat. “Tingkatkan inovasi dalam berusaha air minum, dan juga dalam menjaga ketersediaan air baku,” harapnya.

Agus Suseno usai pelantikan menyampaikan untuk masa jabatannya kedua ini akan berupaya memaksimalkan pelayanan. Juga menambah instalasi jaringan yang ada pelayanan kepada masyarakat, serta mengoptimalkan instalasi-instalasi yang ada diwilayah timur seperti Kecamatan Ngadirojo dan Tulakan. “Bentuk topografi Kabupaten Pacitan membuat kami harus bekerja keras dalam melayani konsumen,” Kata Agus. (humaspacitan/DiskominfoPacitan).

Seluruh Akses Menuju Tempat Wisata Seluruhnya Aman Dikunjungi

Ada banyak pilihan ketika Anda datang ke Pacitan, termasuk memuaskan hasrat Anda untuk berfotogafi baik lanskap atau yang lain. Dan Anda tidak perlu kawatir akan akses, karena seluruh jalan antar tempat wisata sepenuhnya terhubung. Selamat berwisata di Pacitan dan tetaplah mematuhi segala aturan yang diberlakukan oleh petugas. (DiskominfoPacitan).

Frekuensi 90.4 Semakin Setia Menemani Masyarakat

Tanpa terasa 46 tahun Radio Suara Pacitan (RSP) mengudara menemani masyarakat Kabupaten Pacitan. Waktu yang tidak singkat itu menjadikan RSP tumbuh dan dewasa menjadi sahabat yang semakin percaya diri untuk berkomitmen merevitalisasi program yang berbasis pada layanan publik, terlebih ketika Izin Stasiun Radio (ISR) dan Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP Tetap) di genggaman tangan. (DiskominfoPacitan).

Ayo Ke Pacitan

Dibalik puluhan destinasi wisata yang siap dikunjungi, banyak pantai baru belum terekpos dan perawan, Yang siap memanjakan anda bersama rekan, keluarga dan orang kekasih dimomen pergantian tahun misalnya di pantai Wawaran, Sidomulyo, Kebonagung ini. (DiskominfoPacitan).

TRC Rapatkan Barisan Hadapi Pergantian Tahun

Menghadapi libur panjang Natal dan Tahun Baru 2019 Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Pacitan terus melakukan pemantauan di sejumlah titik-titik wisata yang berpotensi terjadinya kecelakaan. Diantaranya Pantai Klayar, Watukarung, Srau, Pancer dan yang lain. “Kami selalu mempersiapkan diri, walaupun tidak berharap terjadi sesuatu,” kata Pujono Kasi dan Logistik dan Kepala Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD kabupaten Pacitan.

Kepada Diskominfo 28/12/18 Pujono juga menjelaskan dalam momen ini seluruh tim dalam kondisi siap didukung dengan dinas lain, selain berharap Zero Accident juga sebagai upaya memberikan rasa aman kepada seluruh tamu yang datang. “Untuk peralatan penyelamatan dan pendukung kami pastikan dalam keadaan sangat baik dan bisa diandalkan dalam semua kejadian,” tambahnya.

meskipun tim TRC dan yang lain serta ditunjang segala peralatan selalu siap namun Ia berharap agar wisatawan tetap mematuhi aturan yang ada agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. “Jangan ceroboh dan ngeyel dengan larangan petugas, agar semua aman, terutama saat selfie,” tegasnya menghimbau. (Budi/Rendi/Wira/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Lantik Pengurus KTNA Guna Mendorong Hasil Pertanian dan Nelayan yang Lebih Baik

Wakil Bupati Kabupaten Pacitan Yudi Sumbogo berkesempatan melantik dan mengukuhkan Pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Pacitan Masa Bakti 2018-2023, di Gedung Pertemuan Hotel Srikandi, Kamis (27/12/18).

Dalam sambutannya usai pelantikan Wabup menyampaikan,  bahwa KTNA sebagai mitra pemerintah berkewajiban mendorong petani serta nelayan di Pacitan semakin maju. Didukung 2000 kelompok tani, peternakan, pekerbunnan serta nelayan yang membutuhkan pendampingan dalam mengembangkan usahanya, Komoditas pertanian dewasa ini menunjukkan kenaikan yang baik, “maka untuk mempertahankan capaian itu, di samping Inovasi Teknologi juga membutuhkan peningkatan kapasitas kelompok serta mediasi supaya terjalin kerja sama dengan pihak lain,” paparnya.

Ia melanjutkan melalui KTNA bersama instansi terkait selanjutnya dapat melakukan upaya pemasyarakatan penggunaan pupuk organik yang diproduksi sendiri oleh kelompok tani, upaya tersebut diharapkan dapat menjadi gerakan masyarakat di Pacitan agar kesuburan lahan  yang ada dapat terjaga.

Wakil Ketua KTNA Provinsi Jawa Timur Ahmad Prayogo pada kesempatan yang sama menambahi bahwa potensi pertanian utamanya di Pacitan sangat tinggi dan perlu dikelola yang baik, hal itu mengingat kondisi alam yang masih bagus  untuk pertanian. Pihaknya juga berpesan kepada semua anggota bahwa KTNA adalah mitra pemerintah bukan organisasi oposisi. Tugas utama memberikan masukan pemerintah untuk  kebijakan yang maksimal. “koordinasi antar pengurus juga diharapkan maksimal, dan sangat perlu diadakan penyegaran melalui pergantian pengurus agar kinerja lebih baik lagi,” harap Ahmad.

Di kesempatan itu Wabup didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Joni Maryono, Kepala Dinas Pertanian Pamuji, Dinas Pangan Bambang Supriyoko, Perwakilan Dinas Perindustrian dan perdagangan (Diskoperndag) Kabupaten Pacitan. (Nots/Wan31/Budi/Wira/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Selalu Utamakan Keselamatan

Pada monitoring di lokasi Pantai Klayar Kecamatan Donorojo beberapa aspek keselamatan wisatawan adalah menjadi perhatian utama, Wabup Yudi Sumbogo meminta kepada semua petugas agar tidak terjadi kecelakaan sekecil apa pun dengan selalu merespon segala sesuatu yang membahayakan wisatawan, “seluruh hasil yang saya dapat nanti kita rapatkan bersama Bapak Bupati dan yang terkait guna memaksimalkan momen ini dan yang akan datang,” ungkap Wabup. (TimDiskominfoPacitan).

Pastikan Tidak Terjadi Penumpukan Dalam Goa

Umumnya wisatawan yang hendak berkunjung ke Pantai Klayar menyempatkan diri mampir ke Goa Gong Kecamatan Punung, Wabup Yudi Sumbogo di lokasi kunjungan ke dua 24/12/18 mencatat poin utama dimana sering terjadi penumpukan wisatawan di dalam gua. Hal tersebut tentu membuat pengunjung tidak nyaman, serta berpotensi merusak Goa dan mungkin membahayakan. “dan penumpukan kendaraan di persimpangan Gua Gung juga menjadi perhatian kita,” Kata Wabup. (TimDiskominfoPacitan).

Tirto Husada; Air Harus Selalu Terisi Penuh

Demi memanjakan wisatawan pada libur panjang Natal dan Tahun Baru ini Wabup Yudi Sumbogo berkesempatan memantau langsung beberapa lokasi wisata strategis di Pacitan, pertama yang menjadi agenda kunjungan adalah Pemandian Air Hangat Tirto Husada Arjosari. Beberapa poin menjadi catatan mulai dari area parkir yang harus menjamin keamanan hingga suplai air pada kolam yang harus senantiasa terisi penuh dan bersih mengingat mata air yang melimpah. “Harus kita maksimalkan agar pengunjung merasa senang, dan ke depan akan kita beri filter di kolam tersebut,”. papar Dia. Selain itu Dump Truck pengangkut material Proyek Waduk Tukul akan diarahkan untuk beroperasi dimalam hari selama momen ini. (TimDiskominfoPacitan).

Pacitan Jadi Penutup Tilik Warga

  Wilayah Kecamatan Pacitan menjadi kawasan terakhir, sekaligus penutup kegiatan tilik warga Bupati. Tiga desa dikunjungi. Yakni Desa Bolosingo, Ponggok, dan Sambong, Rabu (26/12/2018).

Selain bertatap muka dengan masyarakat, bupati dan rombongan bersama Forkopimda juga memberikan bantuan. Diantaranya 200 zak semen, puluhan paket sembako untuk warga kurang mampu, alat permainan edukasi (APE), serta paket makanan sehat. Dilokasi terakhir kegiatan, bupati juga menandatangani prasasti program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).

Kepada masyarakat Indartato berharap agar mereka tetap bersabar. Meski tugas utamanya menyejahterakan rakyat, tapi kemampuan pemerintah terbatas. Sehingga ada pemberlakuan skala prioritas. “Namun pemerintah harus tetap dekat dengan rakyat,” pesan dia.

Suami Luki Tri Baskorowati itu juga mengingatkan kembali jika tahun depan ada agenda Pemilu. Masyarakat diharapkan untuk memberikan hak suaranya saat pencoblosan. Khususnya untuk mereka yang telah memiliki hak pilih. “Pilih sesuai kehendak. Yang penting pemimpin pilihan nanti dapat menyejahterakan masyarakat,” tandasnya. (arif/nasrul/katwadi/humaspacitan/diskominfopacitan).

Hari Ibu; Momentum Kenalkan Kembali Budaya Miru Jarik Pace

PKK Desa Widoro Kecamatan Pacitan punya gereget dalam memperingati Hari Ibu yang jatuh hari ini 22/12/18, yakni menggelar kegiatan Lomba Miru Jarik Pace Dan Lomba Make Up Dengan Menutup Mata. Kegiatan yang dilaksanakan di kantor desa tersebut adalah upaya untuk kembali mengenalkan kebiasaan dan keterampilan yang biasa dilakukan para ibu jaman dulu dalam berbusana khususnya dalam mem-miru jarik. “Agar budaya sarat akan makna ini tidak termakan zaman,” kata Ketua PKK Desa Widoro Tri Kusumaningsih.

Kalimat senada disampaikan Winarto, sebagai Kepala Desa Widoro Ia mengapresiasi kegiatan tersebut serta berharap kegiatan perdana ini ditahun mendatang dapat kembali dilaksanakan, mengingat besarnya manfaat yang diperoleh. Juga sebagai upaya bersama untuk memviralkan batik pace kebanggaan Pacitan, “serta ajang silaturahmi antar warga masyarakat,” papar Dia. (Budi/Wira/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Operasi Lilin Semeru Ciptakan Rasa Aman dan Nyaman Wisatawan

Mendekati Natal dan Tahun Baru 2019 Polres Pacitan, Pemkab beserta jajaran Formkopimda  melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Semeru 2018 yang dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia hari ini 21/12/18 di Alun-alun. “Tujuan utamanya adalah meningkatkan sinergitas antar instansi sebagai upaya memberikan rasa aman di perayaan Natal dan Tahun Baru 2019,” kata Kapolres AKBP Sugandhi.

Giat ini juga dirangkaikan siaran Pers pemusnahan Barang Bukti (BB) baik dari Polres dan Kejaksaan dengan jumlah total 284 botol miras dan 365 Liter jenis Ciu. Dimana pelaku sudah ditetapkan oleh Pengadilan Negeri Pacitan mulai denda maupun menjalani masa kurungan. “Kita juga memusnahkan BB dari 20 narapidana narkotika dari jenis sabu-sabu dan Dobel L,” jelas Gandhi.

Bupati Indartato yang turut hadir mengikuti apel itu menerangkan bahwa pemerintah mendukung kesuksesan Operasi Lilin Semeru 2018, yakni dengan saling melengkapi dan berkoordinasi dalam hal ini memusatkan perhatian pada daerah rawan longsor dan titik-titik pariwisata.  Pada zona rawan longsor melalui dinas terkait telah menyiapkan alat berat seperti Bulldozer. “Alhamdulillah untuk menunjang momen Natal dan pergantian tahun ini kita dapat satu alat berat,” papar Bupati.

Sedangkan mengenai tempat-tempat wisata pemerintah mengutamakan kenyamanan dan keselamatan pengunjung dengan memaksimalkan SOP pada seluruh petugas. Harapannya seluruh pengunjung merasa aman dan nyaman melalui pelayanan baik oleh petugas.

Disinggung perihal lonjakan Sembako Bupati menyampaikan bahwa walaupun salah satu bahan pokok mengalami kenaikan, namun Ia menjelaskan bahwa kenaikan tersebut masih bisa ditoleransi karena masih dapat dijangkau oleh masyarakat, “namun jika harga semakin tinggi kami akan melaksanakan operasi pasar,” Tegas Dia.

Turut hadir mendampingi Bupati, Wabup Yudi Sumbogo, Sekda Suko Wiyono, Pejabat Lingkup Pemkab dan Kepala Satpol PP Widy Sumrdji, Kepala Dinas Kesehatan dr. Eko Budiyono, Kepala Pelaksana BPBD Didik Alih Wibawo. (Budi/Anj/Riyanto/Wira/DiskominfoPacitan).

Pacitan Banggakan Sosok Ibu

Berbagai kegiatan dilaksanakan untuk memperingati Hari Ibu yang jatuh Sabtu 22/12. Pagi ini di Pendopo digelar senam bersama, jalan sehat dan cek kesehatan gratis. Dimana sebelumnya kemarin telah dilaksanakan upacara dan resepsi. “Sebelumnya kami menggelar ziarah bersama, juga bagikan bantuan sembako kepada puluhan ibu-ibu di Pacitan yang membutuhkan,” kata Roza Sugandhi Ketua Panitia sekaligus Ketua Bayangkari Polres Pacitan kepada Diskominfo pagi ini 21/12/18.

Penasehat Organisasi Wanita Kabupaten Pacitan Luki Indartato, menambahkan bahwa berbagai acara tersebut diharap dapat mengangkat peran wanita (Ibu) di Pacitan untuk semakin bersemangat dalam keluarga, lingkungan atau bahkan dalam pekerjaan masing-masing. “Semoga menjadi ibu, istri dan bagian masyarakat yang dibanggakan,” harap Luki.

Giat tersebut dihadiri Bupati Indartato, Wabup Yudi Sumbogo, Sekda Suko Wiyono, pejabat lingkup Pemkab, Kepala OPD dan Badan di Kabupaten Pacitan, (budi/anj/wira/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Juara satu IRSA Mendapat Satu Unit Bis Sekolah

Bupati Indartato bersama Wabub Yudi Sumbogo, Sekda Suko Wiyono didampingi Forkopimda serta Kepala Dinas Perhubungan Wasi Prayitno berpose di dalam Bis Sekolah yang diberikan oleh Kementerian Perhubungan RI. Sebagai Hadiah Kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan sebagai pemenang 1 Manajemen Keselamatan Jalan Katagori Kabupaten Dengan kepadatan Penduduk Tinggi oleh Indonesia Road Sefety Award (IRSA) Tahun 2018. (DiskominfoPacitan).

Pemkab Serahkan PPID Award Kepada Diskominfo

Bupati Indartato menyampaikan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Diskominfo Kabupaten Pacitan yang memperoleh katagori klasifikasi A pada PPID Award 2018 yang dilaksanakan oleh Komisi Informasi (KI) Provinsi Jawa Timur 11/12 di Surabaya. Selanjutnya penghargaan tersebut diserahkan kepada Kepala Diskominfo Pacitan Rachmad Dwiyanto yang diwakilkan oleh Komandan Kodim 0801 Pacitan Letkol Aristoteles H Nusa pagi ini di Pendopo 20/12/18. “Keterbukaan kita ketahui bersama sangat penting, kita semua berharap ditahun berikutnya lebih baik lagi,” harap Bupati.

Disela kegiatan Kepala Diskominfo menyampaikan bahwa pihaknya selalu berusaha dan berbuat yang terbaik, penghargaan tersebut adalah apresiasi jerih payah, meskipun bukan tujuan utama namun harus disyukuri bersama. “Karena yang utama adalah membantu Bupati dalam melayani masyarakat, dalam hal ini Keterbukaan Informasi,” Kata Rachmad. (Budi/anj/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Berikut penghargaan lain yang diraih Kabupaten Pacitan pada bulan Desember 2018;

1. Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya Kepada Kabupaten Pacitan dari Wakil Presiden Republik Indonesia. Sebagai bentuk pengakuan atas komitmen terhadap pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Diterima Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak PPPAI.

2. Penyerahan Penghargaan Indonesia Road Sefety Award (IRSA) Tahun 2018 kepada Kabupaten Pacitan. Sebagai Pemenang 1 Manajemen Keselamatan Jalan Katagori Kabupaten Dengan kepadatan Penduduk Tinggi dan Mendapatkan Reward dari Kementerian Perhubungan berupa 1 Bus Sekolah.

3. Penyerahan Penghargaan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Kepada Pemerintah Kabupaten Pacitan sebagai Kabupaten Peduli Hak Asasi Manusia Pada Tahun 2018.

4. Penghargaan Inovative Government Award 2018 dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Kepada Bangkesbangpol Kabupaten Pacitan. Memperoleh peringkat Ke-9 Katagori Pemerintah Kabupaten Terinovatif.

Bela Negara Adalah Kerjasama Segenap Elemen Bangsa Dan Negara

Bela negara bukan hanya menjadi tugas pemerintah saja. Karena menjadi wadah peran dan kontribusi segenap komponen masyarakat. “Mulai Dunia usaha, dunia pendidikan, media, hingga tokoh pemuda, tokoh agama, semua bisa dan wajib ikut serta sesuai dengan bidang profesi masing-masing,” kata Bupati Pacitan Indartato ketika membacakan sambutan Menkopolhukam Wiranto pada upacara Hari Bela Negara ke-70, Hari Ibu ke-90, dan Hari Nusantara 2018 di halaman pendapa kabupaten, Kamis (20/12/2018).

Penetapan peristiwa bersejarah ini sebagai hari bela negara merupakan penegasan bahwa bela negara itu sendiri sejak dulu telah memiliki konteks yang sangat luas. Karena tidak dapat hanya dilakukan dengan kekuatan fisik dan senjata saja, namun harus dilakukan melalui beragam upaya dan profesi. Segenap aparatur negara, baik sipil maupun militer, yang tengah berjuang melakukan tugasnya di pelosok tanah air sesungguhnya sedang melakukan bela negara.

Bupati menyampaikan, kesadaran bela negara, nilai-nilai luhur bangsa, kearifan lokal, dan keaslian lingkungan hidup kita jelas tidak mungkin diserahkan kepada kecerdasan buatan yang sangat tergantung ketersediaan alat, koneksi jaringan, dan listrik. Semuanya harus ditanamkan dalam jiwa dan raga segenap bangsa Indonesia sejak dini. Antara lain melalui kewajiban mengikuti pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan, serta aksi nasional bela negara di berbagai bidang. “Diperlukan cara-cara yang inovatif serta adaptif dengan perkembangan zaman agar anak-anak muda kita mendapatkan ruang untuk mengekspresikan kecintaannya pada tanah air. Merekalah yang akan menahkodai kapal besar Republik Indonesia di masa depan,” terangnya.

Terkait Hari Nusantara, pemerintah berharap hal itu menjadi momentum dalam mempertebal semangat kebangsaan, persatuan dan kebersamaan di tengah kebhinekaan untuk tetap melaksanakan pembangunan nusantara, meningkatkan kerjasama dalam pengelolaan wilayah laut dan wilayah perbatasan, mempertahankan kedaulatan negara dalam wadah NKRI serta mendorong masyarakat Indonesia untuk memahami arti penting wawasan nusantara. (humaspacitan/DiskominfoPacitan)

Diharap Tingkatkan Konsumsi Makan Ikan Dan Inovasi Batik Pace

Terbentang 71 kilometer garis pantai yang dimiliki Kabupaten Pacitan bukan sekedar suguhkan pariwisata yang elok dan menawan memanjakan mata. Didalamnya, di bawah permukaan air tersimpan ratusan atau bahkan ribuan spesies ikan yang sangat baik bagi tubuh ketika dikonsumsi, “kegiatan ini semoga menjadi cara agar masyarakat Pacitan menjadi gemar makan ikan, mengingat saat ini konsumsi makan ikan kita berada pada angka 19 Kg Per Kapita, sempat naik sebab tahun 2017 berada pada angka 17 Kg Per Kapita. Namun angka itu masih kurang,” kata Ketua Forum Peningkatan Makan Ikan Nasional (Forikan) Pacitan Luki Indartato pada sambutannya di Malam Puncak Duta Gemarikan Tahun 2018.

Kegiatan yang digelar di Gedung Karya Darma 18/12/18 tersebut menyisakan 19 Finalis terbaik putra dan Putri dari berbagai sekolah menengah atas dan perguruan tinggi di Pacitan tersebut diharapkan juga oleh Luki untuk proses pemilihan dilaksanakan dengan sportif, dan kepada Finalis yang belum beruntung agar tidak berkecil hati.

Sekretaris Daerah Suko Wiyono dalam sambutannya mewakili Bupati menyatakan bahwa minimal dua poin tercapai dari adanya kegiatan itu, pertama duta gemarikan dapat membantu meningkatkan konsumsi gemar makan ikan di Pacitan, terpaut jauh sebab angka di Jawa Timur menunjukkan 34 Kg Per Kapita.

Selanjutnya duta gemarikan juga mampu mengangkat Batik Pace khas Pacitan, dengan meningkatkan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan batik seperti Fashion Show dan lain-lain. Sehingga memicu inovasi para pelaku batik di Pacitan. Sekda juga berharap kepada Dinas Perikanan untuk melaksanakan kegiatan tersebut secara berkelanjutan, “mengingat kegiatan ini baik, banyak manfaatnya,” Harap Sekda. (Budi/Anj/Wira/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Perhatikan Pegawai Non ASN Pemkab Perolehi Penghargaan

Pemerintah menerima penghargaan dari BPJS Ketenagakerjaan atas peran aktif dan kepeduliannya terhadap perlindungan pegawai pemerintah non ASN dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan yang diberikan siang ini 18/12/18 di Pendopo.

Pada sambutannya Bupati mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang telah diberikan kepada Pacitan, Bupati berharap penghargaan yang disematkan itu menjadi semangat pemerintah untuk lebih bekerja keras melindungi masyarakat Pacitan melalui jaminan kesehatan.

Ia juga memaparkan bahwa pemerintah sementara ini hanya mampu memberikan dua program jaminan, yaitu program kecelakaan dan kematian, itu dikarenakan keterbatasan APBD yang dimiliki. “Melalui Ketua Panitia (Jaminan Sosial)Red Pak Wabup Yudi Sumbogo dan timnya Pak Sekda Suko Wiyono kita berharap dua program lain, jaminan pensiun dan hari tua secepatnya menyusul, sehingga kesejahteraan meningkat dan mereka bisa bekerja lebih baik” harap Bupati.

Pada kesempatan yang sama Wabub Yudi Sumbogo menyampaikan bahwa dua program yang belum melindung PTT dan GTT tersebut sesuai instruksi Bupati secepatnya akan segera terealisasi. “Bersama-sama kita berupaya segera mengondisikan dua program lain,” Tambah Wabub. (Budi/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Boyong Dua Pilar Raih Juara IRSA 2018

Komitmen pemerintah melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan memperoleh apresiasi pada menyelenggarakan keselamatan jalan. Dengan meraih juara dalam Indonesia Road Safety Awards (IRSA) 2018 yang berhasil memboyong dua pilar dari lima pilar yang dilombakan. Yakni jalan berkeselamatan dan kendaraan berkeselamatan.

“Ada peningkatan, ditahun kemarin kami memperoleh manajemen berkeselamatan,” papar Wasi Prayitno Kepala Dinas Perhubungan Kepada Diskominfo 17/12/18. Penyerahan hasil lomba yang dilaksanakan pada 13/12 di Hotel JW Marriot Jakarta itu Kabupaten Pacitan terpilih menjadi yang terbaik diantara 137 Kabupaten dan Kota lain seIndonesia.

Perlu disadari bahwa lakalantas merupakan masalah serius dan menjadi perhatian dunia, melalui PBB karena menjadi pembunuh nomor dua setelah penyakit dengan mengeluarkan aksi dekade keselamatan. Ditindaklanjuti oleh pemerintah Indonesia dengan menerbitkan Impres Nomor 4 tahun 2013 tentang dekade aksi keselamatan jalan.

Wasi menambahkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan oleh Adira Insurance dan Majalah SWA tersebut tidak main-main, karena di Back Up langsung oleh lima instansi, yakni Departemen Perhubungan, Bappenas, PUPR, Kesehatan dan Korlantas Polri. Serta dihadiri oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dan Menteri Perhubungan Budi karya Sumadi.

Masih ada pekerjaan rumah bagi Kabupaten Pacitan untuk terus mendekati zero accident di Kabupaten Pacitan. Diantaranya yang menjadi perhatian lebih adalah pra dan pasca penanganan kecelakaan yang sebentar lagi terwujud melalui kerja sama dengan semua pihak. “Jadi nanti jika terjadi kecelakaan semua pihak terkait merespon cepat menangani sesuai tugas masing-masing,” harap Dia.

Pihaknya juga berharap kepada seluruh masyarakat agar semakin menyadari bahwa masalah keselanatan jalan adalah masalah utama yang menjadi perhatian bersama. Terutama para pelajar belum cukup umur yang belum mampu merespon kondisi jalan. “Capaiannya ketika kita semua bisa pulang dan bertemu keluarga dengan keadaan selamat, itulah tujuan diraihnya IRSA,” Tambah Dia. (Budi/Anj/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Bersama Lawan Peredaran Narkoba

Berbagai upaya dilakukan guna melindungi generasi muda dan segenap lapisan masyarakat agar terhindar dari bahaya narkoba yang kian merajalela. Berdasar pada data yang ada, Indonesia serta negara lain setiap tahun mengalami tren peningkatan penyalahgunaan obat tersebut. “Termasuk kalangan pelajar,” papar Juri Kabid Kewaspadaan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) pada kegiatan Senam Bersama Dan Ikrar Anti Narkoba dengan tema Gerakan Anti Narkoba, Sehat, Kuat, Hebat Tanpa Narkoba.

Mengingat besarnya risiko bagi pemakai obat terlarang itu yang dapat menghancurkan masa depan, maka dirasa perlu semua komponen untuk senantiasa bersatu padu cegah dan berantas peredarannya khususnya di Kabupaten Pacitan. Juga menumbuhkan kesadaran dari dalam diri untuk menolak narkoba dalam bentuk apa pun.

Usaha tersebut harus dilaksanakan dengan berbagai cara termasuk menyebar brosur-brosur informasi, melaksanakan sosialisasi, baik formal maupun pendekatan lain yang utamanya semua masyarakat dapat memahami berbagai bahaya obat terlarang tersebut. Mengingat masalah narkoba adalah masalah bersama yang harus ditangani secara masif dan berkelanjutan. “Mari kita lawan peredaran narkoba bersama dan dari keluarga,” tutur Wabub Yudi Sumbogo pada sambutannya mengajak.

Giat itu Wabab hadir didampingi bersama istri Ninik Yudi Sumbogo serta Sekda Suko Wiyono beserta Istri Betty Suko Wiyono, Wakapolres Kompol Hendri Sulistiawan. Dilaksanakan pagi ini 14/12/18 di Alun-alun, melibatkan ratusan pelajar, Kepala beserta staf OPD dan Badan lingkup Pemkab serta unsur TNI dan Polri. (Budi/Anj/Wira/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Kita Harus Menjadi Dewasa

Bupati Indartato menyisipkan pesan moral agar kita menjadi lebih dewasa dalam menyikapi proses demokrasi. Itu disampaikannya dihadapan khalayak pada pelantikan 33 orang kepala desa (kades) terpilih di pendapa Kabupaten Pacitan, Kamis (13/12/2018). “Kita harus menjadi dewasa. Kita rangkul (kubu pesaing), agar Pacitan tetap tenteram,” ujarnya.

Selain itu bupati juga mengingatkan jika pemilihan kades dan proses lanjutannya menjadi momentum untuk kebangkitan dan kemandirian desa. Tidak itu saja, terpilihnya seorang pemimpin diharapkan dapat mewujudkan kemajuan wilayah yang dipimpin serta masyarakatnya.

Bupati juga menekankan pentingnya kerjasama sebagai sebuah organisasi tanpa menanggalkan aturan-aturan yang ada. Sebab, jika peraturan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, maka tujuan menciptakan tata kelola pemerintahan dan masyarakat yang ideal bakal dapat terwujud beriringan. “Kebersamaan menciptakan ruang untuk saling memahami. Jika semua menyadari aturan yang berlaku, saya yakin semuanya akan bisa berjalan dengan baik,” tandasnya. (humaspacitan/DiskominfoPacitan)

 

 

Daftar Kepala Desa Terpilih yang dilantik hari ini:

1. P. HARUN SUPADMO : KADES SUKODONO KEC. DONOROJO
2. WULAN FITRIA : KADES GENDARAN KEC. DONOROJO
3. SIGIT SETYAWAN : KADES SUGIH WARAS KEC. PRINGKUKU
4. WIWIED PHENI DWIANTARI : KADES WATUKARUNG KEC. PRINGKUKU
5. BAMBANG PRIYAMBODO : KADES PUNUNG kEC. PUNUNG
6. EKO WAHYUDI : KADES SOOKA KEC. PUNUNG
7. SAHUDI : KADES KEMBANG KEC. PACITAN
8. SETYO DARMOKO : KADES KAYEN KEC. PACITAN
9. DARMINTO: KADES BANGUNSARI KEC. PACITAN
10. HARIYADI: KADES SUMBERHARJO KEC. PACITAN
11. YUDO ANTORO: KADES TANJUNGSARI KEC. PACITAN
12. SINDU LASMADI: KADES MENADI KEC. PACITAN
13. ROCHMAN MASHOERI: KADES MENTORO KEC. PACITAN
14. GATOT PURWADI: KADES BANJARSARI KEC. PACITAN
15. ARIF WINARNO:KADES TAMBAKREJO KEC. PACITAN
16. AHMAD THOHIR KADES PLUMBUNGAN KEC. KEBONAGUNG
17. MUSTAQIM: KADES BUBAKAN KEC. TULAKAN
18. ANDY WIDIANTORO: KADES GUNUNGSARI KEC. ARJOSARI
19. AGUS PALGUNADI : KADES GEMBONG KEC. ARJOSARI
20. LILIK HIDAYAT: KADES BORANG KEC. ARJOSARI
21. JOKO SUMARYANTO: KADES MANGUNHARJO KEC. ARJOSARI
22. BAMBANG: KADES KARANGGEDE KEC. ARJOSARI
23. MUHAMAD HASIM: KADES JETIS KIDUL KEC. ARJOSARI
24. MURODI: KADES JATIMALANG KEC. ARJOSARI
25. SUNARTO : KADES SEMPU KEC. NAWANGAN
26. KUSNAN: KADES NGUNUT KEC. BANDAR
27. SIGIT SUSILOHADI: KADES KLEDUNG KEC. BANDAR
28. EDY SUWITO: KADES BANGUNSARI KEC. BANDAR
29. TANGGONO: KADES SIDOMULYO KEC. NGADIROJO
30. SUJARWO: KADES HADILUWIH KEC. NGADIROJO
31. SUPRIYONO: KADES TANJUNGLOR KEC. NGADIROJO
32. MISTO: KADES WONODADI KULON KEC. NGADIROJO
33. IMAM KHOIRUDIN: KADES SUKOREJO KEC. SUDIMORO

Normalisasi Telah Dilaksanakan

Bupati Indartato berterima kasih serta apresiasi langkah yang dilakukan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) atas tuntutan mereka terkait normalisasi saluran drainase yang berada di Desa Tanjung tersebut. Bupati menjelaskan bahwa pemerintah sudah lama mengupayakannya masalah bersama tersebut. “Sebelum ada pergerakan kami telah mengupayakan bersama dinas terkait,” katanya kepada anggota PMII Pagi ini 12/12/18 di Halaman Pemkab.

Di kesempatan yang sama Kepala Dinas Pekerjaan Umum PU Budiono yang ikut mendampingi Bupati memaparkan bahwa proses normalisasi sebenarnya sudah dilakukan, namun sempat terkendala akibat banjir yang melanda kecamatan Kebonagung beberapa waktu lalu. “Kami fokus dulu banjir di Kecamatan Kebonagung yang harus cepat ditindak,” kata Budi.

Ia menambahkan bahwa penyebab pendangkalan dan penyumbatan saluran itu dikarenakan jebolnya tanggul di Dusun Bengkal yang disebabkan oleh banjir akhir 2017 lalu. Dimana banjir membawa sedimen yang memenuhi saluran drainase, diperparah kondisi drainase tertutup dan telah mengkristal. “Jangan diperparah dengan membuang sampah di sungai,” Tambah Budi. (Budi/Anj/Riyanto/Wira/DiskominfoPacitan).

Hujan Lebat hingga satu minggu ke depan, Waspada Potensi Banjir dan Longsor di Sumatera dan Jawa

Jakarta (10/12/2018) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau dan menganalisis curah hujan yang menunjukkan bahwa sejumlah daerah telah diguyur hujan selama beberapa hari terakhir yang menimbulkan dampak bencana hidrometeorologi seperti genangan, banjir, dan longsor.

Dalam keterangannya, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Mulyono R. Prabowo menjelaskan bahwa beberapa hari terakhir menunjukkan mulai tampak adanya aktivitas aliran massa udara dingin dari Asia (Monsun Dingin Asia) yang signifikan sehingga dampaknya mempengaruhi peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia. Disamping itu, seminggu ke depan diprediksi akan adanya aliran massa udara basah yang menjalar dari Barat Samudera Hindia menuju ke wilayah Indonesia bagian Barat yang dikenal dengan fenomena Madden Julian Oscillation (MJO). Interaksi kedua fenomena tersebut dan ditambah dengan tingginya aktifitas gangguan tropis, berupa sirkulasi dan pertemuan angin dapat menyebabkan dan meningkatkan potensi terjadinya hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang khususnya di Sumatera dan Jawa. Selain provinsi di Sumatera dan Jawa diperkirakan Bali dan Kalimantan Barat dan Tengah serta wilayah Maluku juga akan berpotensi terjadi hujan lebat pada periode ini.

Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di beberapa wilayah Indonesia dalam periode seminggu ke depan (10 – 16 Desember 2018), antara lain :
– Aceh
– Sumatera Utara
– Sumatera Barat
– Riau
– Jambi
– Bengkulu
– Sumatera Selatan
– Lampung
– Banten
– DKI Jakarta
– Jawa Barat
– Jawa Tengah
– D.I. Yogyakarta
– Jawa Timur

Sedangkan potensi gelombang tinggi 2.5 hingga 4.0 meter diperkirakan terjadi di Perairan Utara Kep. Natuna, Perairan Barat Kep. Simeulue hingga Mentawai, Perairan Bengkulu – Enggano, Perairan Barat Lampung, Samudera Hindia Selatan Jawa hingga Lombok,”tambah Prabowo

Lebih lanjut, Prabowo menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak lanjutan yang dapat ditimbulkan kondisi cuaca tersebut seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin.

Bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi cuaca terkini dapat menghubungi layanan informasi BMKG 24 jam, melalui:
– call center 021-6546315/18;
– http://www.bmkg.go.id;
– follow @infobmkg;
atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat.

Bagian Hubungan Masyarakat
Biro Hukum dan Organisasi BMKG

PACITAN RAIH PENGHARGAAN KEMBALI KATAGORI PELAYANAN PUBLIK TERBAIK (SANGAT INFORMATIF )DALAM PPID AWARD TAHUN 2018

Kabupaten Pacitan di penghujung tahun 2018 kembali peroleh prestasi dalam pelaksanaan pemerintahan, yaitu kembali merebut penghargaan dalam PPID Award tahun 2018 yang diadakan oleh komisi Informasi Provinsi Jawa Timur pada tanggal 11 Desember 2018.

Hal tersebut terungkap dalam malam penganugerahan PPID Award 2018 yang diterima langsung oleh Bupati Pacitan dari Ketua Komisi Informasi Jawa Timur ibu Ketty Tri Setyorini. PPID Award merupakan bentuk evaluasi monitoring dan apresiasi terhadap pelaksanaan praktik-praktik informasi yang dilakukan badan publik sebagaimana amanah Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik.

PPID Award tahun ini merupakan pelaksanaan yang ke-7 dengan harapan publik semakin tahu akan hal haknya dan badan publik semakin tahu akan kewajibannya.

Penghargaan yang diperoleh Kabupaten Pacitan merupakan penghargaan dengan katagori klasifikasi A yaitu Sangat Terbuka atau sangat informatif.

Kegiatan ini diselenggarakan di RM Agis Surabaya Jalan Wisma Pagesangan Nomor 197 Jambangan Surabaya, dalam kegiatan ini turut hadir Bupati Pacitan Indartato, Staf Ahli Bidang Sosial Kemasyarakatan dan SDM Sumoro Hadi, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Pacitan Rachmad Dwiyanto dan personil Dinas Kominfo yang membidangi.

Dalam acara tersebut Ketua Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur Ketty Tri Setyorini berpesan para pemenang agar terus memperbaiki kualitas layanan informasi serta menularkan ilmunya kepada Badan Publik yang belum mendapatkan penghargaan. (Rachmat/Ryt/Aan/Wira/DiskominfoPacitan).

Pacitan Is The Paradise Of Java

 

“Anda harus datang ke Pacitan, Karena di Pacitan semua bisa Anda lihat, semua bisa Anda nikmati, karena di Pacitan semua ada,”

Berbagai persiapan dilaksanakan guna menyambut kunjungan wisatawan yang akan berlibur di akhir tahun, Pemerintah melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Disparpora) Kabupaten Pacitan, telah menyelesaikan berbagai program diantaranya yakni pekerjaan fisik sarana dan prasarana di lokasi-lokasi wisata yang telah sampai pada 90 persen pengerjaan. “Kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan kapasitas SDM, kami menggunakan anggaran baik dari Pemerintah Daerah, Provinsi dan Pusat,” papar Endang Sri Surjasri Kepala Disparpora 05/12/18.

Kegiatan kebersihan juga diperhatikan guna menjamin kenyamanan semua wisatawan yang bertandang. Tidak kalah pentingnya adalah secara menerus lakukan promosi-promosi wisata dengan berbagai metode dan media strategis.

Mantan Kepala Dinas Perpustakaan itu mengaku bahwa pariwisata Pacitan masih terpukul dengan tragedi bencana akibat badai Siklon Tropis dan Dahlia setahun lalu, mengakibatkan kepariwisataan lesu khususnya pada enam bulan pertama. “Padahal destinasi wisata kita tidak ada yang berdampak langsung dari kejadian itu, hanya akses yang tidak berlarut-larut,” jelas Dia.

Pemberitaan bencana yang berlebihan adalah momok bagi wisatawan yang berencana berkunjung ke Pacitan, oleh sebab itu Endang berharap agar terjadi kerja sama dan saling memahami. untuk bencana kecil yang segera dapat ditangani supaya tidak terlalu diekspose mengingat berpengaruh besar dan langsung. “Bersama kami berharap cuaca akhir tahun ini bersahabat agar target kita bersama dapat tercapai,” Harapnya. (budi/anj/wira/riyanto/diskominfopacitan).

Perhatian Untuk Para Penyandang Difabel

Meski dalam aturan pendidikan untuk para penyandang difabel sekarang menjadi kewenangan Provinsi Jawa Timur, tetapi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan tidak lantas lepas tangan begitu saja. Buktinya, masalah keterbatasan tenaga guru untuk Sekolah Luar Biasa (SLB) tetap diupayakan pemkab agar terpenuhi. “Alhamdulillah kita sudah mengaktifkan kerjasama dengan Unesa (Universitas Surabaya) untuk mendidik guru-guru bagi pendidikan anak berkebutuhan khusus,” kata Bupati Indartato saat peringatan Hari Disabilitas Internasional 2018 di pendapa kabupaten, Senin (10/12/2018).

Upaya itu ditempuh guna menutupi kebutuhan tenaga pendidik penyandang disabilitas. Khususnya pada sekolah-sekolah dasar yang memiliki siswa dengan kategori tersebut. Terlebih daerah juga telah memberlakukan peraturan bupati nomor 38 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif. Sehingga pendidikan untuk semua (PUS) dapat terlaksana. Tidak itu saja, dukungan terhadap kaum berkebutuhan khusus juga diwujudkan secara fisik. Yakni dilengkapinya sarana umum maupun pelayanan publik yang ramah terhadap mereka. Seperti yang ada di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, pendapa kabupaten, Dinas Pendidikan, maupun Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

Tidak itu saja. Bupati juga mengupayakan penambahan anggaran melalui pihak legislatif. “Bagaimana tahun depan, minimal PAK nanti, dengan seizin ketua dan wakil ketua DPRD, kita dapat memperhatikan anak-anak ini (penyandang disabilitas) secara lebih,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Penyelenggara Peringatan Hari Disabilitas Internasional Toto Handoyo menyampaikan, pada peringatan tahun ini, pihaknya ingin memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas untuk berkreasi dan berkarya dibidang seni maupun ketrampilan. “Kami ingin menunjukkan bahwa kaum disabilitas juga mampu dan bisa untuk berkarya seperti lainnya,” ucap dia.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa dengan keterbatasan yang dimiliki, mereka yang berkebutuhan khusus telah mengukir prestasi di tingkat provinsi dan nasional. Diantaranya, Dian Pratiwi, penderita hambatan penglihatan. Mewakili Jatim pada FSLN tingkat nasional di Bangka Belitung pada lomba seni membaca Al Quran. Selain itu juga ada Mahmud Nur Hakim untuk lomba desain grafis pada ajang yang sama. Terakhir adalah nama Vito Fibi Febriantama. Juara FSLN provinsi cabang tenis meja. Selanjutnya penderita gangguan pendengaran ini akan menuju Papua untuk berlaga pada level nasional.

Pada kesempatan itu pula perwakilan penyandang difabilitas membacakan aspirasi berisi harapan agar momentum peringatan internasional dapat memberikan kemudahan terhadap disabilitas dengan mewujudkan hak-hak, seperti yang tertulis dalam undang-undang nomor 8 tahun 2016. (arif/nasrul/tarmuji taher/danang/humaspacitan/Diskominfo Pacitan)

Ronthek; Menuju Rekor Dunia MURI

Berawal dari kegiatan bedah sahur yang biasa dilakukan oleh warga masyarakat saat bulan suci Ramadhan, menjadi sebuah seni budaya kebanggaan masyarakat Kabupaten Pacitan. Setelah sebelumnya Rekor MURI sempat diraih pada tahun 2012 dengan katagori Superlatif atau katagori peserta terbanyak yakni 2818. “Kini kita berharap semoga kembali berhasil memecahkan rekor tersebut,” kata Bupati Indartato Kepada awak media usai kegiatan.

Kegiatan “Festival Wonderful Kota 1001 Goa-Pacitan” sebagai upaya Pemecahan Rekor Muri Ronthek dan 3D Mozaik yang dilaksanakan di Stadion Pacitan sore ini 08/12/18 berlangsung lancar, sebanyak 5000 peserta Ronthek dan 2500 peserta 3D Mozaik dari pelajar baik SMP dan SMA melaksanakan tugas masing-masing secara sempurna dengan durasi 10 menit serta diiringi lagu Pacitan Kutho Pariwisoto. “Dengan dukungan semua pihak, semoga kesenian kita ini semakin dikenal baik di kancah Nasional dan Internasional,” Harap Bupati.

Eksekutif Menegar MURI Sri Widayati mewakili Jaya Suprana menjelaskan pihaknya mendukung kegiatan tersebut sebagai upaya pemerintah Pacitan untuk turut Nguri uri Khasanah budaya kabupaten Pacitan. Jika kegiatan ini berhasil maka akan menumbangkan rekor sebelumnya, “Dan tercatat sebagai rekor dunia MURI pada nomor 887,” ungkap Sri.

Presiden Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono hadir pada kesempatan tersebut didampingi Istri Ani Yudhoyono, Putra Kedua Edhie Baskoro Yudhoyono Beserta Istri Aliya Rajasa, serta turut hadir mendampingi Bupati Indartato Istri Luki Indartato, Wabub. Yudi Sumbogo, Bety Suko Wiyono, Pejabat Lingkup Pemkab dan Forkopimda. (AKNPacitan/DiskominfoPacitan).

Disaksikan SBY Buka Bazar UMKM

Bupati berharap UMKM di kabupaten Pacitan dengan kegiatan tersebut semakin berkembang dengan baik sehingga dapat meningkatkan ekonomi serta mengurangi angka pengangguran yang ada. Disampaikan Bupati Indartato usai membuka kegiatan “Festival Wonderful Kota 1001 Goa-Pacitan Bazar UMKM” yang dilaksanakan di Alun-alun pagi ini 08/12/18.

Pembukaan tersebut dihadiri presiden RI Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono beserta Istri Any Yudhoyono, Didampingi putra kedua Edy Baskoro dan istri Aliya Rajasa.

Bupati mengakui bahwa UMKM di Pacitan masih banyak kekurangan utamanya dalam bidang pemasaran. Namun pihaknya optimis dengan bergandengan tangan bersama semua pihak maka masalah itu dapat segera teratasi. “UMKM harus sejalan dengan laju pariwisata kita yang tengah tumbuh,” tandas Dia.
(Budi/Anj/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Libatkan 7500 Peserta Ronthek Untuk Pecahkan Rekor Muri

Stadion Pacitan akan menjadi tempat bersejarah pada giat “Festival Wonderful Kota 1001 Goa-Pacitan”  di dalamnya memecahkan Rekor Muri Ronthek Dan 3D Mozaik yang melibatkan 5000 pelajar SMP Di kabupaten Pacitan serta 2500 pelajar SMK/SMA untuk Muzaik 3D.

“Kami diuntungkan dengan kegiatan tersebut, dengan semakin dikenalnya Khasanah seni budaya yang beraneka ragam ini, utamanya kesenian Ronthek yang rencananya bersama Kethek Ogleng menjadi ikon budaya Kabupaten Pacitan serta dikenal di kancah baik Nasional dan Internasional,” papar Suyadi Kasi Kabudayaan Dinas Kebudayaan Kabupaten Pacitan pagi ini 07/12/18.

Ia melanjutkan bahwa pihaknya dalam kegiatan tersebut mendapat jatah membantu memfasilitasi peserta serta mengajarkan Ronthek pada peserta, sedangkan untuk Dinas Pariwisata Pemuda Dan Olahraga Pacitan bertuas mempersiapkan lokasi kegiatan tersebut. “Itu rencananya dihadiri Presiden RI Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono beserta istri Any Yudhoyono,” sebut Dia.

Selain di Stadion juga dilaksanakan giat di Alun-alun Pacitan, di sana digelar pertunjukan Tari Sekar Klayar, Ronthek dari Kecamatan Pringkuku yang memperoleh Juara 1 pada Festival Ronthek 2018, Desa Tanjungsari, Bangunsari Pacitan serta diisi pertunjukan Band dari Ibu kota Jakarta, “juga digelar Bazaar UMKM produk unggulan baik kuliner khas, akik dan batik Pace,” Tambah Suyadi.

Di tempat terpisah Ale penanggung jawab kegiatan menjelaskan untuk kegiatan Pemecahan Rekor Muri di Stadion besuk 08/12/18 tersebut memaparkan, Layout yang telah dirapatkan bersama Dinas Pendidikan dan yang terkait, nantinya membentuk formasi leter U di mana ditengah-tengah formasi tersebut menampilkan 3D Mozaiknya. Usai pertunjukan 3D Mozaik barulah 5000 peserta akan memainkan Ronthek bersama untuk Memecah Rekor tersebut. “kami berupaya mengembangkan potensi yang ada khususnya Budaya Pacitan yang luar biasa ini, dan ini akan kami viralkan,” Jelas Ale kepada Diskominfo. (Budi/Anj/Riyanto/DiskominfoPacitan)

Jadwal Kegiatan “Festival Wonderful Kota 1001 Goa-Pacitan”

 

TIME DUR PROGRAM
LOKASI ALUN-ALUN
10.00-10.05 5 OPENING MC
10.05-10.15 10 OPENING ART “TRADITIONAL DANCE”
10.15-10.30 15 SAMBUTAN SELAMAT DATANG OLEH BUPATI PACITAN BPK.DRS.INDARTATO
10.30-10.45 15 SAMBUTAN DARI KEMENTRIAN PARIWISATA
10.45-11.00 15 SAMBUTAN DARI ANGGOTA KOMISI 10 DPRRI BPK.EDHIE BASKORO YUDHOYONO
11.00-11.15 15 PROSESI OPENING CEREMONY
11.15-11.30 15 ART PERFORMANCE
11.30-12.30 60 PENINJAUAN STAND UKM/BAZAAR
12.30-13.30 60 ISHOMA / BREAK / LUNCH
13.30-14.30 60 PERSIAPAN DI HOTEL ALLORO
     
LOKASI STADION PACITAN
14.30-14.40 10 ROMBONGAN MENUJU STADION PACITAN
14.40-15.00 20 PERSIAPAN ACARA
15.00-15.10 10 OPENING MC
15.10-15.20 10 SAMBUTAN DARI MURI
15.20-15.30 10 SAMBUTAN DINAS PARIWISATA
15.30-16.00 30 LIVE PERFORMANCE “REKOR MURI”
    -.PERFORMANCE 3D MOZAIK KONFIGURATION (2.400 SISWA)
    -.PERFORMANCE 5000 PEMAIN RONTHEK
16.00-16.15 15 CLOSSING DAN PHOTO SEASION
16.15-19.00 165 ISHOMA / BREAK
     
LOKASI ALUN-ALUN
19.00-19.30 30 PERSIAPAN ACARA
19.30-19.50 20 LIVE PERFORMANCE GRUP BAND
19.50-20.00 10 OPENING MC
20.00-20.30 30 PERFORMANCE
    -.TARI KLAYAR
    -.TARI KETHEK OGLENG
    -.RONTEK
20.30-20.40 10 SAMBUTAN KEMENTRIAN PARIWISATA
20.40-20.50 10 BPK.SBY MENYAPA MASYARAKAT PACITAN
20.50-21.00 10 PROFESI PENYERAHAN REKOR MURI
21.00-21.05 5 FIREWORK / KEMBANG API
21.05-22.00 55 HIBURAN ATAU BINTANG TAMU
22.00-22.05 5 CLOSING
 

 

Destana Langkah Preventif Hadapi Bencana

Kabupaten Pacitan merupakan embrio kepedulian pemerintah terhadap pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) dalam hal penggunaan dana desa. Ini penting mengingat kabupaten Pacitan memiliki potensi besar terhadap berbagai macam bencana di masing-masing wilayah yang ada. “Tujuannya membangun kesiapsiagaan masyarakat, agar sewaktu terjadi bencana masyarakat memiliki kesigapan untuk menghadapinya,” disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Pacitan Didik Alih Wibowo pada Seminar Akhir Kegiatan Pembentukan Desa Tangguh Bencana Di Kabupaten Pacitan.

Kegiatan yang dilaksanakan di Pendopo 06/12/18 tersebut mengundang pokja dari masing-masing Destana yakni Desa Mangunharjo dan Kedungbendo Kecamatan Arjosari dan Desa Karanganyar dan Klesem Kecamatan Kebonagung. Tragedi bencana yang menimpa Pacitan akhir 2017 merupakan tantangan dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah Pacitan agar siap menghadapi bencana yang datang sewaktu-waktu, “Kami akan lebih agresif dan tajam kepada masyarakat untuk menghadapi potensi-potensi bencana yang mengancam,” tambah dia.

Hadi Sutrisno Direktorat Pemberdayaan Masyarakat BNPB salah satu pemateri yang diundang pada kegiatan tersebut menyebutkan bahwa Desatana merupakan program penguatan lembaga berbasis desa. Usai Kabupaten Ponorogo pada tahun sebelumnya kini Kabupaten Pacitan menjadi perhatian, Destana merupakan kegiatan Preventif yang tujuannya adalah penguatan masyarakat sehingga memiliki kesadaran dan pengetahuan saat terjadi bencana. “Dengan kemandirian mereka (Masyarakat Red) dapat mengembalikan ke kondisi menjadi normal,” katanya.

Hadi juga menjelaskan bahwa nilai yang harus dikeluarkan untuk proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana lebih besar dibanding dengan investasi pengurangan risiko berbentuk Desa Tangguh Bencana atau Destana. Untuk itu bagaimana sebuah Kabupaten atau Kota dalam menyelenggarakan kegiatan pra bencana di masing-masing Desa dan Kelurahan yang mempunyai potensi tersebut.

Bupati usai membuka kegiatan menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan memperingati namun mewaspadai terhadap bahaya bencana yang sewaktu-waktu dapat mengancam kehidupan masyarakat. Ia juga menyatakan bahwa selain kesiapsiagaan juga mengharap doa dari seluruh masyarakat Pacitan agar tragedi bencana tidak terulang kembali. “Nanti diharapkan seluruh desa dan kelurahan yang ada menjadi bagian dari Destana,” Harap Bupati.

Turut diundang sebagai materi pada kegiatan tersebut Manajer Area Pembentukan Destana BPBD Provinsi Jawa Timur Pinky Hidayati. Turut mendampingi Bupati Indartato Sekretaris Daerah Suko Wiyono, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Tri Mudjiharto, Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan T. Andi Faliandra, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Sumoro Hadi. Serta OPD dan Badan terkait, Camat, Kapolsek dan Danramil Terkait. (Budi/Anj/Riyanto/DiskominfoPacitan)

 

Serahkan SK Kenaikan Pangkat

Bupati Indartato menyerahkan langsung Surat Keputusan (SK) Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (PNS) Periode Satu Oktober tahun 2018 dengan total 318 penerima. Penyerahan tersebut dilaksanakan di dua lokasi yang berbeda, pertama di kantor Diklat Pacitan untuk para PNS non Pendidik berjumlah 161 penerima, sisanya 157 PNS lingkup Pendidik diserahkan di Ruang Pertemuan Dinas Pendidikan Pacitan.

Di kesempatan tersebut Bupati Didampingi Sekda Suko Wiyono, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Tri Mudjiharto, Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan T. Andi Faliandra, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Sumoro Hadi. Serta Kepala OPD dan Badan terkait. (DiskominfoPacitan).

Lihat langsung kondisi jembatan dan jalan di Desa Kedungbendo

Bupati Indartato bersama Tim yakni Dinas Pekerjaan Umum (PU) Dan BPBD Pacitan melihat langsung sarana dan prasarana yang belum kembali pulih akibat bencana banjir dan tanah longsor setahun silam. Salah satunya kali ini 05/12/18 adalah meninjau empat jembatan gantung di Desa Kedungbendo Kecamatan Arjosari. “Semua kami perhatikan, agar supaya kondisi normal 100 persen,” kata Bupati.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pacitan Budiono yang ikut mendampingi memaparkan bahwa, beberapa jembatan dan akses jalan melalui Dinas PU terus diperhatikan demi mendukung mobilitas masyarakat baik antar dusun dan antar desa sekitar.

“Jembatan Denggu Dusun Nggrombyang dan akses antar dusun di desa Kedungbendo serta diwilayah lain memperoleh perhatian yang sama,” tambah Budi.

Pada kesempatan itu Bupati juga menyempatkan diri bertemu para warga masyarakat sembari mendengar langsung saran masukan baik pembangunan dan lain-lain guna tercapainya visi misi misi yang diharapkan. (Budi/Anj/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Wanita Jaman Sekarang Harus Kreatif dan Cerdas

Kemajuan jaman menuntut seorang istri untuk melakukan penyesuaian. Tanpa harus meninggalkan tugas utamanya sebagai pendamping suami. “Wanita jaman sekarang harus kreatif dan cerdas,” kata istri Bupati Pacitan Luki Indartato saat memberikan paparan pada kegiatan pertemuan rutin Istri Karyawan dan Pengurus Pusat Bank Jatim di komplek UPT Dinas Kelautan Provinsi Jatim di Tamperan, Kelurahan Sidoarjo, Rabu (5/12/2018). Apa yang disampaikan perempuan bernama asli Luki Tri Baskorowati tersebut bukan tanpa alasan. Sebab seorang istri memiliki tugas ganda. Sebagai ibu rumah tangga dan bagian dari masyarakat. Sehingga harus mampu mengikuti dinamisasi kehidupan tanpa harus melupakan kodrat.

Luki mengatakan, saat ini transformasi peran perempuan jamak terjadi disemua bidang. Dampaknya muncul tantangan dalam proses penyesuaian. Diantaranya untuk selalu tampil up to date, wajib punya skill istimewa agar tidak tenggelam, mandiri dalam banyak hal, pantang menyerah, mampu bekerjasama, dan terampil. “Namun mengurus suami dan anak adalah tugas utama istri,” katanya sembari mengingatkan.

Ia pun lantas menandaskan perlunya menjalin hubungan intensif antara suami dan istri. Salah satu caranya dengan melakukan tugas rumah dengan bersama-sama. “Menjamurnya jasa catering berpengeruh terhadap tugas istri. Namun sesekali masak bersama, bisa dilakukan. Dan pastinya kebersihan makanan lebih diperhatikan,” tandasnya.

Ditegaskannya pula, seorang istri yang terlalu menuntut dapat berpotensi sang suami melakukan korupsi. “Istri jangan banyak menuntut. Mensyukuri apa yang diperoleh,” tegasnya. (arif/nasrul/juremi tomas/pranoto/humaspacitan/DiskominfoPacitan).

 

Hindari Tubuh Drop Saat Pancaroba

Menyikapi perubahan cuaca yang datang pada awal bulan November lalu, berbagai penyakit mengancam tubuh, baik diare ataupun batuk pilek. “Bahkan demam berdarah kini tidak lagi mengenal cuaca lagi,” kata dr. Wurjani kepada Diskominfo 30/11/18.

Mantan Kepala Puskesmas Kecamatan Arjosari dan Desa Tanjungsari tersebut mengatakan bahwa perlu perhatian lebih saat terjadi perubahan musim terlebih dari musim kemarau ke musim hujan, mulai menjaga kondisi tubuh dengan istirahat cukup, melakukan olahraga teratur serta mengatur dan menambah pola makan. Serta memperhatikan kondisi dan kebersihan lingkungan dengan metode 3M.

“Untuk asupan nutrisi tubuh yang dulu dikenal dengan istilah 4 Sehat 5 Sempurna, kini berganti menjadi Nutrisi Seimbang, hanya berganti istilah saja. Utamanya tercukupinya lima zat gizi yang diperlukan tubuh, didalamnya ada makro nutrisi dan mikro nutrisi serta vitamin dan mineral, kebutuhan tersebut harus diperoleh tubuh,” jabar Dia.

Kepala Dinas kesehatan dr. Eko Budiono pada kesempatan yang berbeda menambahkan bahwa penting masyarakat memperhatikan pesan-pesan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau Germas. yakni melakukan aktivitas fisik, mengonsumsi sayur dan buah, tidak merokok, menghindari alkohol, memeriksakan kesehatan secara teratur dan membersihkan lingkungan serta menggunakan jamban. “Germas dapat dimulai dari diri sendiri dan keluarga,” ajak Dia. (Budi/Anj/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Asah Kemampuan Kedaruratan

Bidang Damkar Satuan Polisi Pamong Praja bekerja sama dengan Dinas kesehatan melalui Public Safety Center (PSC) melaksanakan Pelatihan Penanganan Kedaruratan yang digelar selama tiga hari berturut-turut. Kasatpol PP Widy Sumardji memaparkan bahwa sebelumnya kegiatan tersebut awalnya adalah Rescue Bidang Damkar saja, namun meluas keberbagai bidang kedaruratan karena PSC bergabung. “Kami berkomitmen membentuk tenaga yang siap sedia setiap waktu dan setiap saat jika terjadi kedaruratan, sesuai tupoksi masing-masing,” papar Widy kepada Diskominfo.

Sekretaris Daerah Suko Wiyono usai pembukaan 30/11/18 lalu menyampaikan apresiasinya dengan pembukaan pelatihan tersebut. Mengingat Kabupaten Pacitan memiliki kondisi geografis yang rawan terhadap potensi bencana di mana pada kondisi demikian membutuhkan Sumber Daya Manusia yang mumpuni untuk menghadapinya.

Sekda juga berharap baik jajaran Satpol PP dan Dinas Kesehatan agar memiliki kemampuan kedaruratan yang berkualitas. “Karena berkenaan dengan keselamatan jadi peserta harus memahami kondisi darurat dan selalu prima,” tambah Sekda. (Budi/Anj/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Lantik 9 Pejabat

Sembilan pejabat melaksanakan Pelantikan Pejabat Lingkup Pemkab Tahun 2018 pagi ini 03/11/18 di Ruang Peta Pendopo Kabupaten. Pelantikan tersebut Sesuai Keputusan Bupati Nomor 188.45/1288/KPTS/408.12 Tahun 2018 Tentang Pengangkatan Dalam Jabatan.

Bupati Indartato mengingatkan dalam sambutannya, bahwa jabatan adalah amanah yang harus di laksanakan bersama-sama dengan sebaik-baiknya demi kepentingan seluruh masyarakat. Di mana pejabat harus dapat memiliki etika pemerintahan dalam bekerja, serta mampu diterima di tengah masyarakat dan menjadi contoh dalam semua hal.

Bupati juga menyampaikan bahwa tugas dan pekerjaan terberat adalah mutasi, namun demikian pihaknya melalui Badan Pertimbangan Jabatan Dan Pengangkatan (Baperjakat) untuk menentukan dengan penuh pertimbangan, tujuan intinya adalah sesuai dengan kepentingan bersama yaitu melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya.

Berkaitan dengan Ujian Pengadaan Barang Dan Jasa yang ternyata sulit, namun demikian Bupati meminta agar menjadi perhatian dan ditingkatkan. Mengingat sertifikat yang diperoleh tersebut adalah persaratan pemerintah dalam bekerja. “Agar pekerjaan kita ini Slamet dan diterima oleh masyarakat serta memperoleh WTP,” tambahnya. (Budi/Anj/Riyanto/DiskominfoPacitan).

 

Berikut nama-nama pejabat yang dilantik:

  1. Muniirul Ichwan : Sekretaris Dinas Perpustakaan
  2. Suparlan : Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
  1. Didik Alih Wibowo : Kepala Pelaksana BPBD
  1. Agus Ansori Mudzakir : Kabid Informasi dan Persandian Diskominfo
  2. Suyadi : Kabid kebudayaan Dinas Pendidikan
  1. Juri : Kabid Kewaspadaan Bakesbangpol
  1. Rotal Alamin : Kasubag Umum dan Kepegawaian Dinas Pertanian
  1. Retno Wulandari : Kasubag Program, Evaluasi dan Pelaporan Badan Pendapatan Daerah
  1. Parlan : Kasi Pembinaan Seni Budaya Dinas Pendidikan

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Pemerintah Kabupaten Pacitan pada 30/11/18 melaksanakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 M/2018 H, Hadir pada kesempatan itu Bupati Indartato, Wabub Yudi Sumbogo, Sekda Suko Wiyono beserta Pejabat lingkup Pemkab, Forkopimda, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Badan serta Karyawan. Kegiatan dilaksanakan di pendopo tersebut mengusung tema Momentum Maulid Nabi Muhammad Sebagai Media Meningkatkan Keimanan Dan Ketakwaan. (DiskominfoPacitan).

Intensitas Tinggi Hingga Tiga Bulan Mendatang

Puncak musim hujan diperkirakan jatuh pada bulan Desember 2018, Januari dan Februari 2019. Menurut peta Himawari yang diterbitkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kepada Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBD Pacitan bahwa hampir semua wilayah kabupaten Pacitan pada bulan itu berwarna hijau. “Itu menunjukkan intensitas hujan yang tinggi, dan seyogianya kami mengabarkan dan mewaspadai,” papar Pujono sebagai PLT Kepala Pelaksana BPBD Pacitan kepada Diskominfo 23/11/18.

Kondisi demikian tidak hanya terjadi di Pacitan saja, melainkan merata di seluruh Provinsi di Jawa Timur. Tetapi Pujono menekankan bahwa kondisi tersebut hanya sebuah prakiraan semata, artinya bisa saja terjadi atau tidak, namun sudah sepatutnya masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaannya mengingat segala potensi dan risiko yang ada di Pacitan, baik banjir dan tanah longsor di wilayah-wilayah lereng dan perbukitan.

Pada kesempatan tersebut Pujono juga mengajak masyarakat untuk lebih dewasa terhadap segala informasi yang beredar, jika beredar informasi terkait cuaca dan bencana agar terlebih dahulu mencari kebenaran dengan menghubungi lembaga resmi seperti BPBD. “Cari dahulu kebenaran jika mendapat informasi dan jangan panik, terlebih saat terjadi bencana, mengingat kepanikan justru memperparah situasi,” Tambah Dia. (Budi/Anj/DiskominfoPacitan).

Hasil Lomba Fashion Show Batik Tahun 2018

Surat Keputusan Dewan Juri Lomba Fashion Show Dalam Rangka Memperingati HUT Ke-47 Korpri, DWP Dan Hari Batik Nasional Tahun 2018. (DiskominfoPacitan).

Katagori Karyawan
No             Jumlah              Keterangan
02              281                     Rumah Sakit Umum Daerah
04              291                     Dinas Koprasi dan Usaha Mikro
01              278                     Kementerian Agama

 

Katagori Karyawati
No           Jumlah               Keterangan
15              280                    Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah
20             273                     Dinas Perikanan
11              272                     Dinas Pendidikan

 

Katagori Darma Wanita
No           Jumlah              Keterangan
35              282                  Kementerian Agama
34              282                  Sekretariat Daerah
24             282                   Kecamatan Ngadirojo
31              278                   Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah
22             277                    Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

 

Katagori Pelajar/Mahasiswa Putra
No            Jumlah            Keterangan
36              282                  SMK N 3 Pacitan
39              272                  SMA N Tulakan
37             269                   SMK N 2 Pacitan

 

Katagori Pelajar/Mahasiswa Putri
No            Jumlah          Keterangan
47               285               SMK N 1 Pringkuku
40              276                SMK N 1 Pacitan
46              276               SMK N 1 Bandar

 

Katagori Faforit
Favorit                               No                   Jumlah                       Keterangan
Karyawan                          06                       112                            Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga
DWP                                   34                       125                            Sekretariat Daerah
Pelajar/Mahasiswa PI    44                       127                            SMK N 1 Nawangan

 

Diskominfo Wonogiri Ngangsu Kawruh ke Diskominfo Pacitan

“Karena KIM Pena, yang terbaik,” kata Heru Nur Iswantoro Sekretaris Dinas Diskominfo Kabupaten Wonogiri menjawab pertanyaan anggota KIM Pena usai Sharing Implementasi Peran Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) di Diskominfo Pacitan, Studio Radio Suara Pacitan serta KIM Pena Desa Ngumbul Kecamatan Tulakan kemarin 28/11/18.

Rombongan yang berjumlah 34 orang tersebut memilih Diskominfo Pacitan Karena mempunyai banyak prestasi baik berperan dalam melayani keterbukaan informasi Publik KIP, Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi PPID maupun Kelompok Informasi masyarakat KIM yang sesuai dengan UU Nomor 14 Tahun 2018.

Ada beberapa perbedaan pada KIM yang berada di Pacitan dan Wonogiri, salah satunya yakni KIM Wonogiri masih berpaku pada atasan, atau masyarakat belum mempunyai inisiatif dalam memberdayakan informasi desa.

“Semoga ini menjadi jalan bagi kami untuk memajukan Diskominfo Wonogiri dalam memberdayakan KIM, PPID dan yang lain seperti Diskominfo Pacitan, untuk melaksanakan keterbukaan informasi, mengingat semua dibutuhkan untuk keterbukaan informasi,” harap Heru. (DiskominfoPacitan).

Dorong Desa Berinovasi

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Pacitan menggelar pembukaan Bursa Inovasi Desa 2018. Program tersebut mengusung tema (Datang “Komit” Tiru “Maju) sebagai upaya mendorong dana desa yang lebih berkualitas, efektif dan efisien.

Sekretaris Daerah Suko Wiyono berkesempatan membuka acara tersebut. Turut hadir Dinas Dan Badan terkait, Camat di 12 Kecamatan dan seluruh Lurah, Kepala Desa dan Ketua BPD SeKabupaten Pacitan.

Acara yang dilaksanakan di Gedung Serba Guna (Gasibu) 29/11 tersebut juga dibuka stan yang menjajakan produk unggulan desa dari 12 kecamatan. (DiskominfoPacitan).

Lahirkan Abstrak Untuk Kawula Muda

Ada yang baru dimalam kedua Fashion Show Batik 2018 kemarin malam 27/11, Batik Puspita memperoleh kesempatan memperkenalkan inovasi barunya berupa Batik Pace Pacitan Abstrak.

Inovasi fokus kepada para generasi muda yang kaya ekspresi dan energi melalui sentuhan Batik Pace Pacitan yang kaya warna.

Juga berupaya memperkaya warisan serta mempertahankan kepercayaan yang telah terjaga selama berabad-abad. “Kita sebagai pelaku merasa wajib mengikuti tren Fashion global agar terus bersaing dengan kompetitor batik pace,” (DiskominfoPacitan).

Bangga Kenakan Batik Pace

“Fashion Show Batik digelar karena Hari Batik Nasional yang jatuh pada 02 Oktober belum memasyarakat, dan upaya membangun image positif serta menciptakan rasa bangga bahwa warga Pacitan memiliki produk asli buatan tangan-tangan kreatif serta berjiwa seni tinggi. Akhirnya ada rasa percaya diri saat mengenakan Batik Pace yang sudah diakui keindahannya di tingkat nasional dan internasiona,” Supomo Kepala Koperindag. (DiskominfoPacitan).

 

Batik Pace Bisa Elegan Bisa Kasual

Dari lima katagori yang di lombakan kelas Pelajar dan Mahasiswa ternyata mempunyai animo tersendiri, busana yang dikenakan pun kaya variasi jiwa muda. itu menandakan bahwa Batik Pace juga enak dikenakan untuk saat-saat kasual dan bergaya muda. (DiskominfoPacitan).

Pembukaan Fashion Show Batik 2018

Penampilan peserta kehormatan mengundang tawa dan kelucuan, saat melenggang di atas catwalk Pada gelaran Fashion Show Batik Pacitan Dalam Rangka Hut Korpri, DWP Dan Hari Batik yang diselenggarakan selama tiga malam berturut-turut. Malam ini di Pendopo (26/11) sebanyak 72 peserta dari Pelajar/Mahasiswa, ASN Kecamatan dan DWP Kecamatan berlomba untuk menjadi yang terbaik. (DiskominfoPacitan).

 

Satukan Persepsi Pada Situasi Emergency

BPBD memfasilitasi frekuensi khusus kepada Organisasi Radio Amatir dan para Relawan pada kondisi emergency. Yang sebelumnya berada pada frekuensi 14700 yang kini silent, diganti pada 17030 duplek – 500 pada input 16530mHz tone 1148.

Kebijakan itu diambil karena jika komunikator tetap berada pada frekuensi yang sama saat gawat darurat maka pemerintah akan kesulitan untuk menghimpunnya. Terlebih pada kondisi tersebut informasi yang disampaikan umumnya bersifat simpang-siur. “Pada kondisi normal silahkan berada pada frekuensi masing-masing, namun saat emergency diharap masuk ke ruang yang kami sediakan,” Kata PLT Kepala Pelaksana BPBD Pudjono saat menggelar pertemuan dengan para Organisasi Radio Amatir dan para Relawan dikantornya Jumat 23/11/18.

Ia mengatakan berdasar kejadian bencana akhir 2017, seluruh sinyal seluler mengalami trouble. Karena pemadaman listrik yang disebabkan kerusakan pada jaringan atau pemadaman karena tujuan keamanan.

Rohandi Koordinator Bankom RAPI Pacitan menyambut baik dan mendukung langkah BPBD itu, Pihaknya berharap frekuensi tersebut menjadi wadah warga RAPI dan yang lain. RAPI sendiri mempunyai 170 anggota dengan 60% aktif dipastikan dapat berkontribusi kepada pemerintah dalam berkomunikasi. “Terobosan bagus, karena selama ini kami kebingungan menindaklanjuti informasi yang telah terhimpun,” Ucap Dia. (Budi/Anj/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Motocross Grasstrck 2018

Bupati Indarato (25/11/18) secara resmi membuka Motocross Grasstrck 2018. Event tahunan tersebut berlokasi di Sirkuit Gelora Intan Samudra (GIS) kawasan Panai Teleng Ria, 180 Crosser baik dari dalam dan luar kota Pacitan yang terbagi menjadi 20 kelas Beradu menjadi yang tercepat untuk merebutkan Piala Bupati.

Kesempatan itu Bupati dan Istri Luki Indartato didampingi Sekda Suko Wiyono dan Istri Bety Suko Wiyono serta Muspida dan Kepala Dinas Pariwisata Pemuda Dan Olahraga Endang Sri Surjasri. (DiskominfoPacitan).

 

Jamali, Upaya Lebih Dini Menyehatkan Jajanan Keliling

 

 

 

Jajanan keliling yang biasa dijual di sekolah-sekolah harus sehat. Baik dari bahan, penanganan, maupun saat dikonsumsi. Itu sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan melalui dinas terkait untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. “Tentunya masih ada upaya-upaya lain yang saling terkait dan mendukung. Baik dari Dinas Kesehatan sendiri maupun OPD lain,” kata Bupati Indartato saat peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-54 di alun-alun kota, Minggu (25/11/2018).

Melalui pencanangan penyehatan jajanan keliling atau Jamali (penjamah makanan keliling) salah satunya. Dimanan tujuannya untuk menjamin keamanan dan kemurnian makanan, mencegah konsumen dari penyakit, dan mencegah penjualan makanan yang akan merugikan konsumen. Nantinya, para petugas dari masing-masing Puskesmas diwilayah mengkordinir para pedagang keliling. Tidak itu saja. Pada peringatan HKN kali ini juga dilaksanakan ikrar Jamali oleh perwakilan pedagang.

 

Dalam ikrar disebutkan bahwa mereka akan menyediakan bahan olahan pangan bermutu dan berkualitas. Selain itu, dalam pemrosesan akan menggunakan standar pengolahan makanan sehat, tanpa menambahkan bahan-bahan berbahaya sehingga merugikan kesehatan.

Menurut Bupati, dalam perda nomor 5/2016 tentang RPJMD, arah pembangunan kesehatan ada tiga. Yakni perilaku sehat, lingkungan sehat, dan pelayanan kesehatan prima. “Semoga kita dapat melaksanakannya,” tegasnya sambil berharap agar kegiatan Jamali maupun Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) terus dilakukan.

Pada kesempatan itu pula diserahkan penghargaan dan piala dari kejuaraan lomba pada rangkaian HSN. Diantaranya lomba STBM yang dimenangkan oleh Puskesmas Kecamatan Tulakan, disusul Kecamatan Tegalombo serta Pacitan. Tak ketinggalan, sebanyak enam desa ikut mendeklarasikan STBM, yaitu Desa Tambakrejo (Pacitan), Kluwih (Tulakan), Sawahan (Donorojo), serta Mendolo Lor, Ploso, dan Kendal (Punung).

Sebelumnya, pada pagi hari, Bupati Indartato dan Wakil Bupati Yudi Sumbogo bersama-sama Forkopimda melaksanakan senam bersama, dilanjutkan dengan jalan sehat dengan rute jalan-jalan protokol Kota Pacitan. (humaspacitan/DiskominfoPacitan)

 

 

Strategi Pelayanan Perpustakaan Berbasis Social Approach

Tantangan pelayanan perpustakaan dewasa ini semakin berat. Teknologi yang berkembang pesat telah banyak berpengaruh pada mindset masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja bahkan orang tua. Budaya tutur, mendongeng, membaca buku sudah semakin usang dan banyak ditinggalkan masyarakat kita. Teknologi dianggap dewa yang bisa menyelesaikan semua persoalan kehidupan. Dan ketika karakter masyarakat kita terutama generasi muda berubah secara drastis, baru kita semua kelabakan. Sopan santun yang mulai hilang, keberanian anak terhadap orang tua dan guru yang tanpa kendali bahkan cenderung bersifat destruktif, kebaikan yang mulai terkikis jaman dan banyak hal negatif lainnya yang seharusnya tidak terjadi tapi kita menghadapi setiap hari. Perpustakaan sebagai source of knowledge (sumber pengetahuan) masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk turut serta merubah tantangan tersebut menjadi peluang. Bidang Layanan dan Koleksi berupaya untuk selalu dekat dengan pemustaka dan mengembangkan sebuah sistem pelayanan berbasis social approach (pendekatan social) untuk memberikan pencerahan dan pencerdasan masyarakat sebagai bagian dari layanan akses informasi seluas-luasnya secara positif. Sehingga diharapkan masyarakat, generasi muda kita mengerti dan memahami serta bisa membedakan mana yang baik mana yang buruk, mana yang salah mana yang benar, mana yang boleh mana yang tidak boleh, mana yang hanya untuk kepentingan sesaat mana yang untuk masa depan.

Dengan membuka peluang kerjasama seluas-luasnya kepada berbagai pihak, dimana salah satunya dengan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) SMP se-Kabupaten Pacitan, maka akan semakin luas pula sasaran yang akan dicapai (masyarakat). Dengan demikian, masyarakat yang mengenal Perpusda akan semakin banyak.

Bulan November ini, kembali untuk kesekian kali Dinas Perpustakaan Pacitan menjadi tempat dilaksanakannya MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran). Seperti acara-acara MGMP sebelumnya, acara ini bahwasanya juga merupakan bentuk kerjasama Bidang Layanan dan Koleksi dengan pihak-pihak yang ingin melaksanakan acara di Dinas Perpustakaan Pacitan, dimana kami memberikan pinjaman fasilitasi tempat pelaksanaan acara.

Setidaknya bulan November ini, ada 3 MGMP SMP yang mengadakan kegiatannya di Disperpusda. Dalam urutan pertama terdapat acara MGMP Bahasa Inggris SMP Se-Kabupaten Pacitan yang dilaksanakan pada tanggal 7 November 2018 dengan jumlah peserta 40 orang, di-Ketuai oleh Supriyadi, S. Pd., M. Pd. Masuk dalam jadwal kedua adalah MGMP Bahasa Jawa SMP se-Kabupaten Pacitan yang dilaksanakan esoknya, tanggal 8 November 2018 dengan jumlah peserta 31 orang, di-Ketuai oleh Hartanto, S. Pd.

Terakhir adalah MGMP SMP 4 Arjosari Pacitan yang dilaksanakan pada 19 November 2018, yang mengambil tema musyawarah analisis butir soal dengan narasumber Ibu Ririn Hasbianti, S.Psi.

Dalam kesempatan ini pula, Edi Sukarni, S. Sos, M. Pd “didapuk” memberikan sambutan mewakili Kadin Perpusda yang tidak dapat hadir. Berkaitan dengan kerjasama ini, Beliau berkesempatan untuk menyampaikan kepada para pendidik yang hadir bahwa Dinas Perpusda akan siap memberikan bantuan literasi di sekolah dan mengajak sharing bersama jika nantinya pihak sekolah mempunyai kendala dalam peningkatan literasi. Beliau memperkenalkan profil Perpusda sekaligus menghimbau kepada undangan yang hadir untuk senantiasa mengajak putra-putrinya untuk berkunjung ke Perpusda.

Antusiasme para undangan yang hadir mengenai Perpusda rupanya baik. Terlihat dari antusias mereka bertanya kepada petugas layanan Perpusda mengenai jadwal layanan dan mereka banyak yang mendaftarkan diri sebagai anggota Perpusda dengan membuat kartu anggota setelah acara selesai. Dan inilah yang dimaksud dari sebuah “pedekate” ke MGMP untuk menaikkan literasi, dengan cara menarik minat para pendidik terhadap Perpusda dan nantinya mereka akan mengajak putra-putrinya untuk datang ke Perpusda. Selain itu mereka diharapkan akan lebih aktif dalam melakukan sharing dengan Perpusda mengenai masalah-masalah yang kaitannya dengan peningkatan literasi.

(Penulis : Ryn Surya/Editor by : Eds/ Doc. Pict and Video Edit by : Nisha Permana/ Dinas Perpustakaan Pacitan/DiskominfoPacitan)

Tangkal Tren Global Nikah Dini Karena MBA

Pernikahan dini cenderung berdampak negatif. baik kepada diri, pasangan, keluarga bahkan masyarakat. Dewasa ini pernikahan dini umumnya disebabkan oleh faktor hamil di luar nikah atau Married by Accident (MBA) yang akan menghasilkan generasi keluarga yang tidak mampu berkompetisi di tengah masyarakat dan hasilkan keturunan yang cenderung kurang berkualitas.

Kalimat itu disampaikan Dina Luminto, sebagai koordinator Prov Prog ADB Kinerja OPG pada Seminar Peran Keluarga dalam melakukan pencegahan pernikahan dini yang diselenggarakan Bagian Kesra hari ini 22/11/18 di Pendopo.

Faktor teknologi informasi juga dikatakan sebagai penyebab vital yang acap kali di kesampingkan orang tua. Umumnya mereka hanya mencukupi segala sesuatu yang diminta oleh anak tanpa memperhatikan aspek dasar kebutuhan primer yakni alat komunikasi berupa smartphone dengan berbagai pengaruhnya.

“Pengaruh Smartphone sangat besar, ironisnya orang tua tidak menyadarinya,” katanya. Karena sebagian besar kasus yang menimpa anak sampai mengalami pergaulan bebas hingga terjeblos pada MBA adalah smartphone tersebut. Diperparah ketika orang tua berada di perantauan, hubungan yang tidak harmonis atau bahkan Broken Home serta pengaruh lingkungan.

Dina juga menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Pacitan yang terus berupaya mencegah angka pernikahan dini dengan secara intens menggelar berbagai sosialisasi. “Bicara angka tertinggi maka bagian timur Jatim yang hingga saat ini mendominasi,” Ungkapnya.

Sebagai Penasehat Organisasi Wanita, Luki Indartato seusai kegiatan menyampaikan bahwa para perempuan agar dapat menjaga diri dengan baik. Berfokus pada masa depan serta mempersiapkan diri menjadi ibu dari anak-anak yang sehat dan cerdas. Sehingga menghasilkan generasi-generasi berkualitas.

Sosialisasi tersebut rencana juga akan digelar di seluruh wilayah. termasuk memaksimalkan para tokoh agama untuk turut serta memantau dan mengawal perkembangan pergaulan generasi muda dilingkungannya. “Masalah ini bisa selesai ketika anak-anak ini dipahamkan mengenai hukum syar’i, sehingga mereka takut melakukan kesalahan walaupun tanpa pengawasan yang berarti, maka para Kyai desa tersebut sangat berperan,” kata Arbangi Kabag Kesra kepada Dsikominfo. (Budi/Anj/Riyanto/DiskominfoPacitan).

TPA Plus AZ-Zalfa Menggandeng Dua Mobil Pusling Sebagai Bentuk Kerjasama Dengan Bidang Layanan Dinas Perpustakaan Pacitan Dalam Festival Literasi Sarasehan Pendidikan di Pendopo

Riuh suara tawa anak-anak kecil meramaikan suasana pendopo Kabupaten Pacitan pagi itu, Sabtu 17 November 2018. Sekitar pukul 07.00 WIB pagi, 2 mobil Pusling (Perpustakaan Keliling) sudah terparkir cantik di jalan pelataran samping kiri pendopo (jalan keluar), kebetulan gerbang pintu keluar pada hari Sabtu dan Minggu ditutup, jadi tidak akan ada mobil yang melintas keluar melalui jalan itu.

Melihat mobil pusling sudah siap dibuka untuk layanan, guru-guru Az-Zalfa bergegas menata tikar tepat di samping mobil. Anak-anak dibimbing oleh orang tuanya untuk menghampiri Pusling. Rupanya acara pertama pagi itu adalah orang tua membacakan buku-buku dari mobil pusling untuk anak-anak mereka. Hal ini dilakukan sesuai dengan project yakni program GERNAS BAKU (Gerakan Nasional Orang Tua Membacakan Buku) untuk anak-anak demi membangun dan meningkatkan budaya  literasi sejak usia dini.

Bidang Layanan Dinas Perpustakaan mengirimkan 2 mobil pusling dalam acara tersebut sebagai bentuk kerjasama dengan TPA Plus Az-ZALFA dalam melaksanakan Festival Literasi Sarasehan Pendidikan. Harus pembaca ketahui bahwa tahun 2018 ini TPA Plus Az-Zalfa telah meraih prestasi yang luar  biasa di dunia Pendidikan tingkat Nasional, yakni menjadi salah satu dari 102 sekolah Paud TK seluruh Indonesia dalam Pilot Project Generasi GERNAS BAKU Nasional. Selain prestasi tersebut, TPA Plus Az-Zalfa juga meraih Top 40 Otonomi Award tingkat Nasional. Sungguh prestasi yang sangat membanggakan dunia Pendidikan Kabupaten Pacitan khususnya.

Dalam seminar yang bertajuk “Festival Sarasehan Pendidikan, Membangun Budaya Literasi Anak Di Sekolah dan Di Rumah”, Suyanti, S. Pd menyampaikan  kepada audience sejumlah 140 orang tentang 6 macam literasi yang harus dibangun dalam diri anak-anak yakni Literasi Baca, Hitung, Sains, Tekhnologi, Budaya Kewarganegaraan, dan Literasi Keuangan.

Di tengah-tengah acara dipersembahkan sajian mini show oleh siswa-siswi Az-Zalfa yaitu dance Baby Shark dan dance gerakan Gernas Baku yang didampingi oleh para Miss-Miss (sebutan Ibu Guru Az-Zalfa).

Endro Wahyudi, seorang Sastrawan yang hadir sebagai Pemateri dalam acara tersebut mengungkapkan bahwa, “Literasi itu sama dengan Keberaksaan. Membudayakan satu kekuatan Budi Pekerti untuk membangun anak dengan literasi melalui Multi Literasi. Dengan meluangkan waktu kepada anak untuk mendongengkan sebuah cerita dengan cara mengekspresikan apa yang Anda baca, misalnya membunyikan suara hujan, kemudian anak mampu menirukan suara hujan maka disitu secara tidak langsung Anda telah membangun Literasi Bunyi kepada anak”.

Beliau juga memberikan pesan kepada Guru dan wali murid yang hadir dalam seminar, “Kita tidak bisa menghakimi anak, tapi kita bisa menetralisir mereka mengenai pemahaman dan penyerapan mereka terhadap sesuatu. “

Suyanti, S.Pd (Pengelola Pengurus TPA Plus Az-Zalfa Pacitan) dalam wawancara khusus dengan kami di samping mobil pusling, beliau menyampaikan bahwa kelancaran acara ini didukung oleh Dinas Perpustakaan Pacitan. Beliau mewakili TPA Plus Az-Zalfa mengucapkan terimakasih banyak kepada Dinas Perpustakaan Pacitan atas kerjasamanya dan berharap ke depannya akan selalu siap digandeng oleh pihaknya demi melancarkan program pilot project yang telah diemban oleh TPA Plus Az-Zalfa Pacitan. Beliau juga mengatakan bahwa tujuan diadakan acara ini adalah untuk mensukseskan gerakan literasi Nasional, sebagai wujud implementasi gerakan literasi yang dimulai secara internal dengan melibatkan wali murid yang nantinya wali murid akan diminta membuat Reading Corner (Pojok Baca) bersama anak-anak di rumah mereka masing-masing, yang nantinya akan ditinjau dan dinilai oleh kami pihak sekolah dikarenakan Reading Corner tersebut akan dilombakan. Selain itu beliau mengatakan akan rutin mengajak anak didik mereka untuk datang ke Perpusda, dan memberikan saran kepada wali murid untuk sering mengajak putra-putri mereka berkunjung ke perpusda di sela-sela waktu luang.

(Penulis : Ryn Surya/  Doc. Pict n Video Edit By : Nisha Permana/ Dinas Perpustakaan Pacitan/Diskominfo Pacitan)

Showcase Stimulus Pemerataan Kualitas Pendidikan

kualitas pendidikan utamanya tingkat menengah atau SMP/MTS di Kabupaten Pacitan setiap tahun terus mengalami kenaikan. Terbukti pada tahun ini SMP Negeri 1 Pacitan berada pada posisi 97 dari 8081 SMP/MTS di Provinsi Jawa Timur. Capaian membanggakan tersebut disampaikan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Pacitan Cahyo Herlambang disela kegiatan Showcase 2018 yang di laksanakan di halaman Pasar Sawo pagi ini 21/11/18.

Selain memperoleh prestasi tersebut sekolah yang berada tepat di selatan alun-alun itu juga menjadi sekolah Rujukan yang mempunyai lima sekolah Imbas. Yang pada saat ini menggelar Pentas Seni (Showcase) dengan menampilkan berbagai kegiatan pameran produk pertunjukan seni budaya serta Lomba Penulisan Esai (Antologi).

Nantinya kegiatan Showcase dapat memotivasi ke lima sekolah Imbas tersebut agar naik levelnya menjadi sekolah Rujukan. Menjadi pendamping SMP Negeri 1 Pacitan di wilayah-wilayah. Muaranya adalah kualitas pendidikan di Pacitan menjadi merata. “Dukungan luar biasa dari pemerintah harus kita manfaatkan untuk kemajuan pendidikan,” ucap Cahyo mengajak Kepala Sekolah lain. (Budi/Anj/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Berupaya Angkat Kembali Prestasi Bulu Tangkis

Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Pacitan memanfaatkan momentum Peringatan Hari Korpri yang jatuh pada 29 November mendatang untuk kembali mengangkat dunia Bulu tangkis Pacitan dengan menggelar Kejuaraan Bulu tangkis Dalam Rangka memperingati Hari Korpri Ke-47.

Pada tahun-tahun terakhir ini Bulu tangkis di Pacitan mengalami penurunan prestasi yang signifikan. Kondisi itu ditengarai oleh letak geografis Pacitan yang terisolir baik antar wilayah juga Kabupaten lain, akibatnya para atlet tidak mengetahui skala kekuatan atlet Kabupaten lain. Sebab lain yakni sarana utama untuk latihan adalah Gedung Serbaguna atau Gasibu yang acap kali terpakai kegiatan lain.

Namun untuk peminat Bulu tangkis tiap tahun justru terus bertambah, tren positif itu ditangkap cepat PBSI Pacitan dengan menggelar kejuaraan tersebut, “Normalnya dua kali dalam setahun, namun kami akan mengupayakan menjadi tiga kali,” Kata Massulam Panitia kegiatan Kepada Diskominfo 21/11/18.

Kejuaraan tersebut dimulai tanggal 20 November dan akan berakhir pada 25 November mendatang. Diikuti oleh kelompok umur, usia  di bawah 9 tahun, 11, 13, 15 dan 17 tahun. Serta kelompok ganda antar karyawan Dinas dan badan Kabupaten Pacitan. (Budi/Anj/Riyanto/DiskominfoPacitan).

DPPKA; Melalui Lik In Masuki Gerbang TI

Peluncuran aplikasi Lik In yang dilaksanakan pada 09/11/18 kemarin merupakan babak baru menuju pemerintahan berbasis TI, salah satunya yakni perencanaan anggaran hingga penatausahaan yang semakin transparan dan terintegrasi. Hal itu dinilai Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Pacitan Heru Sukrisno sebagai terobosan yang menguntungkan seluruh elemen pemerintah. “Karena kita berada dalam satu sistem yang sama,” ujarnya usai membuka kegiatan Sosialisasi Aplikasi Lik In Sistem E-Budgeting di Ruang Pertemuan DPPKA hari ini 19/11/18.

Selanjutnya Heru meyakini bahwa ketika semua sistem dapat seluruhnya terintegrasi maka dapat dipastikan berbagai bentuk kesalahan akan terpantau, artinya kesalahan-kesalahan tersebut secara otomatis berkurang. Ditinjau dari model, aplikasi Lik In akan memudahkan sistem yang ada sehingga penyusunan menjadi semakin akuntabel.

Kabid Teknologi Informasi Diskominfo yang juga sebagai ketua Tim 9 Supriyono usai acara menjelaskan, bahwa kegiatan tersebut adalah gerak cepat yang dilaksanakan DPPKA, pasalnya dengan segera dilaksanakan diskusi tersebut peserta menjadi semakin mudah memahami aplikasi baik dari segi substansi maupun yang normal dalam menyusun anggaran. “Dari awal kami apresiasi langkah cepat DPPKA,” ujar Dia.

Pri memaparkan bahwa usai Launcing memang sudah seharusnya segera diadakan sosialisasi agar para ASN cepat mengenal aplikasi tersebut, juga peserta memiliki gambaran dan cara operasionalnya. Juga harapan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang selalu diraih Kabupaten Pacitan selalu di dalam genggaman. Namun Ia mengatakan bahwa aplikasi Lik In hanya Tools semata. “Yang utama adalah pelaksana lapangan, namun melalui Lik In dipastikan semua menjadi mudah,” tambahnya mengakhiri. (Budi/Anj/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Kejar Target 1000 Penderita TBC

Tuberkulosis (TB) atau juga dikenal dengan TBC adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis yang sangat mudah menular. Hingga pertengahan bulan November ini ditemukan 300 penderita. Angka tersebut ternyata dinilai kecil jika mengacu pada target 1000 temuan.

Untuk menyikapinya Dinas Kesehatan mengundang seluruh kader Desa dan seluruh Puskesmas di Pacitan untuk melaksanakan Seminar Temukan, Obati, Sampai Sembuh atau (TOSS) TB di Gedung karya Darma hari ini 15/11/18.

Dengan Narasumber, Dr. Royani. Sp.P, Kabid Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Wawan Kasiyanto DCN, Kabid Kesehatan Masyarakat Ratna Susy Rahayu S.Sos. MSI, Serta Kasi Pemberantasan Penyakit Menular Aris Istianah SKM. “Posisi Provinsi, Pacitan masih tergolong rendah angkanya, yakni sepuluh besar dari bawah, namun kami enggan kecolongan,” kata Aris Istianah disela kegiatan.

Ia mengatakan untuk masyarakat yang dinyatakan positif TB agar tidak risau, karena seluruh pemeriksaan dan pengobatan telah digratiskan oleh pemerintah. Selanjutnya jika dalam keluarga ada satu penderita maka seluruh anggota keluarga agar memeriksakan diri. “Termasuk juga beberapa tetangga dekat juga harus diperiksa,” tambahnya.

Dr. Royani. Sp.P menjelaskan penyakit tersebut umumnya disebabkan oleh titik-titik air liur penderita TB yang tidak menggunakan masker. Umumnya penderita dibedakan menjadi tiga katagori, pertama penderita awal cukup melakukan terapi obat teratur selama enam bulan.

Jika penderita gagal dalam terapi tersebut secara otomatis akan masuk pada katagori kedua, maka akan memperoleh terapi suntik dua bulan serta kembali memulai terapi obat selama enam bulan. Yang terakhir katagori tiga yang biasa disebut Multidrug-Resistant Tuberkulosis (MDR TB) umumnya mereka akan mendapat terapi obat selama dua belas bulan hingga delapan belas bulan. “Dukungan keluarga yang utama,” jelas Dia.

Kapala Dinas Kesehatan dr. Eko Budiyono berharap kepada para kader baik Desa maupun Puskesmas untuk menemukan sebanyak mungkin masyarakat yang mempunyai kecenderungan terhadap penyakit TB sehingga segara mendapat pertolongan. “kader kita kuatkan reagen kita tambah,” tandasnya. (Budi/Anj/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Kemenag Apresiasi Peningkatan Alokasi Pelaksanaan Ibadah Haji

Pemerintah berusaha keras memajukan kesejahteraan masyarakat disegala lini sesuai dengan Visi dan Misi. Pada fenomena meningkatnya pendaftar haji dari tahun ke tahun menjadi simbol keberhasilan pemerintah dalam memajukan ekonomi masyarakat.

Mengacu pada amanat Undang-undang, pemerintah wajib ikut serta dalam penyelenggaraan ibadah haji dengan dana APBD sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Alokasi anggaran setiap tahun terus mengalami peningkatan yang signifikan, agar sektor kesalehan sosial dapat tercapai. “kebutuhan pokok umumnya sudah di cukupi pemerintah,” kata Asisten Pemerintahan Dan Kesejahteraan Rakyat, Mahmud dalam sambutannya mewakili Bupati Indartato pada Pertemuan Dan Silaturahmi Jamaah Haji Kloter SUB 44 Tahun 2018 di halaman Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pacitan 14/11/18. Para Haji selanjutnya diharap memiliki kesalahan sosial yang menjadi bagian dari landasan ukhuwah dan persatuan di tengah-tengah lapisan masyarakat. Sehingga para haji menjadi figur agar meningkat kualitas hidup serta ekonominya.

Kepala Kemenag Muhammad Nurul Huda pada sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah terhadap perhatian serta peningkatan alokasi anggaran yang terus ditingkatkan. sehingga segala kebutuhan pokok jamaah baik transportasi pulang pergi hingga seragam telah dicukupi. “Namun ada usulan agar fasilitas kesehatan juga digratiskan,” kata Dia.

Ia juga menyampaikan kuota calon jamaah haji kabupaten Pacitan tahun 2019 mengalami penyusutan. pada tahun 2018 Pacitan memperoleh kuota sebanyak 236 peserta, kini turun menjadi 150 ditambah lebih kurang 15 peserta untuk para jamaah mahram dan lansia. Alasannya yakni kuota yang diperoleh Provinsi Jawa Timur tentu harus dibagi dengan 38 kabupaten dan kota. Hasilnya kabupaten dan kota dengan jumlah pendaftar setiap tahun terbanyaklah yang memperoleh kuota besar, “di situ kami terus berupaya,” jelas Huda.

Selanjutnya pendaftar haji pada tahun 2019 akan diberangkatkan pada tahun 2043, atau harus mengantre selama 24 tahun. Namun Ia menyampaikan kabar baik bahwa jamaah Indonesia memperoleh perhatian lebih oleh pemerintah Arab Saudi berupa perlakuan khusus yang berbeda dengan Negara lain. “jadi sifatnya per zona, ini menguntungkan kita,” tambahnya.

Usulan itu disambut baik Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat atau Kesra Arbangi yang menyatakan masukan tersebut tetap akan dipelajari, adapun merealisasikannya saat ini pemerintah masih terkendala pada peraturan. “kami pelajari dulu, jika tidak bertentangan dengan peraturan tatap kami tindaklanjuti,” katanya. (Budi/Anj/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Apresiasi Pelaksanaan TMMD

Bupati Indartato mengapresiasi pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 di Desa Kalipelus, Kebonagung. Karena untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi masyarakat, semua komponen pemerintah harus bersatu padu. Baik sipil maupun militer. “Bahwa pemerintah itu tidak bisa kerja sendiri. Oleh karenanya semua komponen yang ada harus bersatu padu, bekerjasama untuk untuk memecahkan masalah yang dihadapi masyarakat,” katanya usai mengikuti penutupan pelaksanaan TMMD di lapangan Kecamatan Kebonagung, Selasa (13/11/2018).

Dengan kerja bareng dari berbagai elemen itu diharapkan dapat mencapai cita-cita maupun tujuan bersama. Yakni mensejahterakan masyarakat. Salah satunya dengan membuka isolasi pada kawasan-kawasan destinasi wisata. Seperti akses menuju Pantai Pangasan misalnya. Jika sebelumnya, untuk mencapainya warga harus berjalan kaki, kini paska TMMD jalan dapat dilalui kendaraan roda empat.

Saat membacakan amanat Kasad Jendral TNI Mulyono, inspektur upacara Danlanud Iswahjudi Madiun Marsekal Pertama TNI Widyargo Ikoputra mengatakan selama satu bulan, para prajurit TNI/Polri, pemkab, serta segenap komponen masyarakat telah berkerja keras guna mencapai sasaran pembangunan. Baik fisik maupun non fisik yang mencakup 50 desa sasaran pada 50 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. “Setiap kegiatan ini kita dapat menyaksikan semangat kebersamaan serta gotong royong yang terpancar disetiap wajah masyarakat dan aparat yang bekerja bersama dilapangan,” ucapnya.

Hal ini menjadi refleksi kekuatan besar dari segenap komponen bangsa yang memiliki visi misi dan tujuan bersama. Guna mengatasi berbagai persoalan pembangunan serta problematika kesejahteraan masyarakat. Semangat kebersamaan seperti inilah yang sebenarnya merupakan hakikat dari kemanunggalan TNI dengan rakyat. “Akan terus kita bangun serta pelihara kemanunggalan. Ini merupakan aktualisasi peran TNI dalam mewujudkan seluruh potensi wilayah dalam masyarakat, sebagai pendorong kemajuan bangsa yang bermuara pada terbentuknya kekuatan pertahanan nasional yang kokoh,” tandas Danlanud. (Humas/DiskominfoPacitan).

Gelar Liga Pelajar Untuk Atasi Krisis Jam Dan Temukan Bibit Unggul

Sebanyak 16 Klub SMA/SMK Sederajat di Kabupaten Pacitan mengikuti Liga Pelajar Pacitan 2018 yang diselenggarakan oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Pacitan. Merebutkan hadiah juara satu, dua, tiga dan harapan.

Tujuan utamanya sebagai langkah menyikapi permasalahan pemain yang krisis jam terbang, kondisi ini menjadi momok jika tidak segara disikapi, mengingat skill lapangan dapat maksimal jika terus diasah dengan pertandingan. “Selain itu juga menajamkan filling mereka,” ujar ketua Pelaksana Harni Koeswanto.

Selain itu PSSI terus berupaya membangun tali silaturahmi dengan semua klub sepak bola dan para pemain, targetnya adalah bibit pemain-pemain unggul yang berkualitas dan mempunyai kedisiplinan tinggi.

Walaupun selama ini PSSI mempunyai banyak pekerjaan rumah, namun pihaknya mengaku masalah utamanya adalah SDM, baik di tingkat pemain juga pelatih. Di Pacitan pelatih berlisensi masih bisa dihitung jari. Untuk itu Ia akan terus mengupayakan agar masalah SDM tidak berlarut-larut. “Harus bergerak cepat,” tambah Dia mantab.

Pada laga pembuka 11/11/18 tersebut bertanding antara SMK Negri 2 Pacitan melawan SMA Negri 2 Pacitan dengan Skor akhir 3:1. Sesuai Jadwal Liga Pelajar akan berakhir hingga 29 November mendatang. (Budi/Anj/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Pisah Sambut Kapolres Pacitan

Kapolres Pacitan Lama AKBP Setyo K. Heriyatno dengan terharu mengaku bangga pernah tinggal dan bertugas di Pacitan walaupun cukup singkat yakni 10 bulan. Lantaran selama menjalankan tugas Ia selalu mendapat bantuan dari Bupati dan jajaran serta Muspida, sehingga terselesaikan dengan baik. “Saya seperti mempunyai keluarga baru di sini, semoga saya masih dianggap saudara hingga kapan pun,” ungkapnya saat Pisah Sambut Kapolres Pacitan kemarin 11/11/18 di Pendopo.

Sudah menjadi tradisi turun-temurun di kalangan Pemkab Pacitan, bahwasanya setiap pejabat pindah tugas maka kegiatan pisah sambut harus dilaksanakan di Pendopo Kabupaten. Hal itu bukan tanpa alasan, melainkan sebuah penghormatan dan harapan agar di tempat baru pejabat tersebut menjadi lebih baik dan bahagia. “Itu Doa kita bersama,” kata Bupati dalam sambutannya.

AKBP Sugandi Kapolres Baru tersebut berterima kasih karena disambut baik oleh Bupati, Ia juga memohon izin agar diterima dan dapat bekerja sama sesuai tugas dan tangung jawab masing-masing, untuk memperjuangkan Pacitan agar lebih maju. Sebelumnya Ia menjabat Bidang Sumber Daya Manusia Mabes Polri, dalam sambutannya tersebut ia mengatakan bahwa tugas di Pacitan merupakan kebanggaan. “Mumpung di Pacitan, rencana kami yang kelahiran Jakarta untuk ikut belajar Bahasa Jawa,” katanya. Dia mengakui sudah banyak lupa diksi Jawa. (Budi/Anj/Riyanto/DiskominfoPacitan).

KERJASAMA BIDANG LAYANAN dan KOLEKSI DINAS PERPUSTAKAAN PACITAN DENGAN MMC (MILLENIAL MOSLEM COMMUNITY) PACITAN

  Bukan kali ini saja Bidang Layanan dan Koleksi Dinas Perpustakaan Pacitan melaksanakan kerjasama dengan berbagai pihak, baik lembaga maupun komunitas. Hal ini memang sengaja dilakukan oleh pihak Dinas Perpustakaan Pacitan untuk membuka kerjasama dengan berbagai pihak dengan tujuan untuk lebih dekat dengan masyarakat luas, sehingga masyarakat luas yang sebelumnya belum pernah datang berkunjung bahkan masih sangat awam dengan Perpustakaan Pacitan diharapkan melalui kerjasama ini bisa mengenal Perpustakaan Pacitan lebih dekat dan mengetahui fungsi Perpustakaan Pacitan sebagai salah satu wadah penyedia layanan publik yang bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Kemarin, 4 November 2018 bertempat di ruang layanan Dinas Perpustakaan Pacitan, telah diselenggarakan kerjasama dengan MMC (Millenial Moslem Community), dimana Dinas Perpustakaan Pacitan memberikan bantuan berupa peminjaman tempat penyelenggaraan dialog interaktif MMC yang berlangsung hari itu.

Antusias masyarakat umum terhadap dialog interaktif MMC yang bertajuk “Kamilah Generasi Muslim Millenial” tersebut benar-benar di luar dugaan panitia. Target pendaftaran peserta  yang semula hanya sekitar 150 orang, ternyata 2 hari sebelum hari H tiba-tiba membludak hingga mencapai 311 peserta. Akhirnya panitia membagi acara menjadi 2 gelombang, yakni gelombang pertama yang dimulai dari jam 08.30 WIB – 12.00 WIB, dan gelombang kedua dimulai dari jam 12.30-15.00 WIB.

Membludaknya peserta menjadi dampak positif tersendiri bagi Dinas Perpustakaan Pacitan, dikarenakan hal ini mampu secara tidak langsung mengenalkan kepada 311 orang dalam satu hari tentang keberadaan dan fasilitas Perpustakaan Daerah Pacitan yang memang dibangun untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat umum yang berkaitan dengan peningkatan literasi.

Dan kebetulan tema yang diambil oleh MMC juga berkaitan dengan literasi generasi muda terutama generasi muslim di jaman milenial ini, motivasi-motivasi tentang bagaimana langkah-langkah yang harus dilakukan oleh para generasi muslim milenial dalam menyikapi kemajuan jaman terutama kemajuan tekhnologi (medsos) agar terhindar dari kenakalan remaja dan efek negative yang lainnya.

Talkshow tersebut digawangi oleh Anjas Pradita sebagai Ketua Panitia Penyelenggara. Sedangkan narasumber acaranya adalah aktivis remaja Yogyakarta yakni Ustadz First Syaoqi Suhartono, SE dan Ustadz Agus Yohana, SE.

Acara tersebut berlangsung sangat meriah dan terbilang sangat sukses, terlihat dari antusias keaktifan peserta dalam mengikuti sesi tanya jawab dengan narasumber. Beberapa doorprize diberikan kepada peserta yang mampu memberikan jawaban dari pertanyaan yang diajukan narasumber, dan untuk peserta yang mengajukan pertanyaan kepada para narasumber.

Perlu diketahui MMC merupakan komunitas remaja muslim Pacitan yang baru berdiri tanggal 22 Oktober 2018. Hal ini sesuai dengan pengakukan Alfha, seorang muslimah remaja dan salah satu panitia penyelenggara acara sekaligus sebagai anggota MMC. Dia mengatakan bahwa acara ini adalah acara kali pertama yang diselenggarakan oleh pihak MMC. Dan untuk kelanjutan agenda program acara ke depannya masih belum ada rencana lagi dikarenakan belum ada rapat kembali untuk membicarakan hal tersebut.

Dalam selipan sambutan oleh ketua penyelenggara acara (Anjas Pradita), telah disampaikan ucapan terimakasih kepada pihak Dinas Perpustakaan Pacitan yang telah memfasilitasi tempat penyelenggaraan acara tanpa biaya sepeser pun.

(Penulis : Ryn Surya/ Pict by : Nisha Permana/ Dinas Perpustakaan Pacitan/Diskominfopacitan)

Desa SiApps Solusi Zona Rawan Longsor

 

Staff Pusat Studi Bencana (PSBA) Universitas Gadjah Mada, Guruh Samudra menerangkan secara gamblang tentang potensi bencana longsor serta Hardwere dan Aplikasi pengukur curah hujan, sebelum kemudian menerangkan cara pakai dan cara baca peta merah dalam aplikasi tersebut. “Membangun harmoni dengan longsor, caranya mengetahui ambang batas curah hujan. Sehingga warga dapat bersiap sebelum longsor terjadi,” paparnya dalam Sosialisasi Pemantauan dan Informasi Penyebarluasan Potensi Bencana Alam BPBD Pacitan 09/11/18 di Aula Hotel Srikandi.

Menurutnya garis besar dalam bahasan ini adalah penerjemah edukatif yaitu masyarakat, karena data dari Hardware yang terpasang dikoneksikan pada aplikasi android sehingga menerjemahkan simbol warna yang mudah dipahami, kemudian masyarakat mengetahui kondisi tanah tempat tinggal mereka. Guruh mengatakan aplikasi ini sebagai pengembangan Early Warning System yang dinilai jauh lebih efektif. Jika masyarakat terbiasa melihat dan mempelajari curah hujan tentunya akan terbiasa merespon ambang batas amannya, sehingga meskipun longsor terjadi warga akan selamat. “Early Warningnya bukan pada alatnya melainkan pada manusianya,” tandas Guruh.

Kepala PSBA Dr. Djati Mardianto membenarkan hal tersebut, tujuan aplikasi ini adalah mengedukasi masyarakat. Menurut bacaannya Pacitan yang secara morfologi berbukit dan gunung menjadi penyebab tingginya daerah rawan longsor. Selain itu sebagai daerah tropis, hujan adalah salah satu penyebabnya. “Harus disadari bahwa Pacitan terbentuk dari material gunung api tua dan gamping yang mudah larut, sehingga tidak stabil. Alat serta aplikasi ini tugasnya menginformasikan serta menyistematikkan, jadi dapat dipertanggungjawabkan,” terangnya.

Sebanyak 190 titik longsor menjadi catatan BPBD, bahkan Diannitta Agustinawati, Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan mengatakan jumlah tersebut dapat saja bertambah. Untuk itu konsep Desa SiApps yang disosialisasikan bersama ini menjadi titik terang sehingga baik masyarakat ataupun pemangkau kebijakan mempunyai gambaran untuk mengambil tindakan.

Peserta yang mengikuti sosialisasi adalah seluruh Desa dan Kelurahan di empat Kecamatan yaitu Kecamatan Pacitan, Kebonagung, Arjosari dan Pringkuku, sedangkan alat dan sistem aplikasi yang diuji cobakan berada di Desa Kedungbendo Arjosari, “bagi desa lain yang mempunyai potensi rawan longsor akan mempunyai inisiatif yang sama dari desa, karena alat serta aplikasi ini penting dalam upaya mitigasi untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengurangi risiko bencana longsor,” tambahnya.

Sosialisasi ini juga menyampaikan materi tentang pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) oleh Diana Rendrarini sebagai fasilitator, kemudian Wira Swastika dari Diskominfo yang memberikan materi SID (Sistem Informasi Desa), Hamdani Perangkat Desa Ngumbul, Best Practice dengan memanfaatkan SID untuk analisis data kebencanaan serta tim Pusat Data Dan Informasi Kebencanaan (Pusdatin) BPBD, dengan harapan semua informasi yang ada mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk lebih siap siaga dalam menghadapi dampak yang terjadi di zona rawan longsor.(Budi/Anj/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Indonesia Butuh Pahlawan Baru Yang Berprestasi Dan Berdedikasi Tinggi Di Bidangnya

Setiap tahun bangsa Indonesia memperingati pertempuran di Surabaya 73 tahun silam yang diperingati sebagai hari pahlawan sebagai bentuk penghargaan untuk para pahlawan yang telah secara sukarela mempertahankan kemerdekaan. Ingatan kolektif bangsa akan tertuju pada keberanian, semangat pantang menyerah, serta pengorbanan tanpa pamrih para relawan yang telah gugur mendahului, para syuhada bangsa tersebut telah mewariskan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang telah berdiri kokoh sampai saat ini dan untuk selamanya.

Prosesi peringatan Hari Pahlawan khususnya Upacara Peringatan Bendera Merah Putih Serta Mengheningkan Cipta Secara Serentak Selama 60 Detik seperti yang saat ini dilakukan juga dilakukan di seluruh pelosok tanah air. Bahkan di perwakilan Negara Republik Indonesia di luar negeri. Bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai kepahlawanan, mempertebal rasa cinta tanah air dan meneguhkan semangat pengabdian bagi bangsa dan negara dihati bangsa dan Indonesia.

Peringatan Hari Pahlawan bukan semata sebuah acara namun harus sarat makna, bukan hanya sebagai prosesi namun substansi setiap hari pahlawan harus dapat menggali dan memunculkan semangat baru dalam implementasi nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari. “Hal ini penting karena nilai kepahlawanan bukan bersifat statis namun dinamis, bisa menguat bahkan dapat melemah,” Kata Bupati Indartato membaca Amanat Menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita pada Upacara Bendera Memperingati Hari Pahlawan Tahun 2018 di Monumen Jenderal Sudirman Desa Pakis Baru Nawangan 10/11/18. Kiranya seluruh rangkaian kegiatan peringatan hari pahlawan harus menjadi energi semangat baru mewarisi nilai kejuangan dan patriotisme dalam membangun bangsa Indonesia.

Dengan tema Semangat Pahlawan Di Dadaku, mengandung makna sesuai fitrahnya dalam diri setiap insan tertanam nilai-nilai kepahlawanan, oleh karenanya siapa pun dapat menjadi pahlawan. Setiap warga negara Indonesia tanpa terkecuali dapat berinisiatif mengabdikan hal yang bermanfaat, “untuk kemaslahatan diri, lingkungan sekitar, bagi bangsa dan negara,” lanjutnya.

Setiap zaman pasti ada pahlawannya dan setiap pahlawan pasti berkiprah di eranya. Terkait hal tersebut bangsa Indonesia memerlukan pahlawan baru. Saat ini membutuhkan sosok berdedikasi dan berprestasi pada bidangnya untuk memajukan negeri. terlebuh lagi dibutuhkan sosok pemuda Indonesia sebagai generasi penerus yang mempunyai jiwa patriotisme, pantang menyerah, berdisiplin, berkarakter menguasai ilmu pengetahuan.

Negeri ini membutuhkan pemuda yang kokoh dengan jati dirinya, mempunyai karakter lokal yang luhur, percaya diri dan peka terhadap permasalahan sosial sehingga mampu terlibat dalam usaha-usaha kesejahteraan sosial. Negeri ini juga membutuhkan pemuda yang mempunyai pandangan global, mampu berkolaborasi untuk kemajuan bangsa dan mampu memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menjadikan Indonesia diperhitungkan dalam bersaing dan bersanding dengan negara lain. khususnya ketika negeri ini memasuki era revolusi industry 4.0,” imbuhnya.

Pada momentum tersebut Bupati mengajak untuk melakukan tindakan yang terbaik bagi bangsa sesuai dengan kemampuan dan bidangnya. Untuk berkontribusi kepada bangsa dari lingkungan terdekat yang akhirnya memberikan kekuatan dan ketahanan bagi bangsa dan negara.

Pada kesempatan tersebut Bupati hadir didampingi istri Luki Indartato, Wabup Yudi Sumbogo beserta istri, Sekda Suko Wiyono didampingi istri, Forkopimda, Pejabat Lingkup Pemkab serta Kepala Organisasi Perangkat Daerah dan Badan. (Budi/Anj/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Lik In Gerbang Menuju E-Government

Konsep pelaksanaan e-government adalah meningkatkan efisiensi, efektivitas dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan dengan pengelolaan melalui sistem yang terintegrasi. Wacana menyambut perkembangan pembangunan berbasis IT tersebut disampaikan Rachmad Dwiyanto Kepala Diskominfo dalam sambutannya pada Lounching Lik In Aplikasi Terintegrasi Pemerintah Kabupaten Pacitan 09/11/18. Pihaknya mengatakan pemerintah Kabupaten Pacitan berkomitmen mewujudkan integrasi perencanaan, penganggaran, penatausahaan, sampai dengan aset dengan misi membangun tata kelola pemerintahan. “Bahkan Lik In ini sudah diterapkan dalam penyusunan RAPBD 2019,” ungkapnya.

Prof Sudijono Sastro Atmojo dari Universitas Negri Semarang (UNNES) sebagai pihak pengarah dan pengawas pengembangan Lik In menjabarkan bahwa dengan Lik In monitoring dan evaluasi perkembangan serapan anggaran di Pacitan dapat dilakukan dengan efisien oleh jajaran manajemen sesuai kewenangan. Kendala dan permasalahan dapat ditemukan sedini mungkin sehingga dapat segera diberikan solusi. Sudijono mengatakan banyak Kabupaten Kota di Indonesia mempunyai sistem perencanaan online tetapi belum terintegrasi secara komprehensif. Sementara Lik In terintegrasi dengan berbagai web sehingga dapat diakses dengan kontinu.

Pengembangan Lik In menurutnya tidak final namun dapat terus berubah sesuai perubahan kebijakan dan undang-undang atau bahkan dapat terintegrasi dengan berbagai aplikasi baru lainya. Akhirnya semua urusan pemerintahan dapat ditopang dengan basis IT secara online. Pengembangan Lik In ini tidak lepas dari keberadaan Tim 9, yakni putra daerah Pacitan terbaik yang penuh dedikasi mengembangkan sistem tersebut. “Jadi Lik In tidak sendiri ada dari Tim 9 yang hadir di sini,” sambungnya yang diikuti tepuk tangan bangga.

Sejarah perkembangan Pemerintah Pacitan dalam dunia IT tersebut tentunya disambut baik oleh bupati Indartato. Orang nomor satu di Pacitan tersebut mengatakan dalam waktu dekat akan diadakan sosialisasi, workshop dan bimbingan teknis bagi seluruh perangkat daerah untuk menjalankan Lik In. Pihaknya berharap sistem ini nantinya dapat bermanfaat bagi masyarakat tidak hanya pemerintah. Ke depan Lik In akan terintegrasi dengan e-Monev, e-audit dan lainnya dengan pengarahan dan pengawasan dari UNNES Semarang, perencanaan dan pembangunan dari Konsultan Sistem Bandung, serta Tim 9 yang mendukung teknis dan penyedia data. “Ini juga sebagai upaya dari rencana aksi pencegahan tindak pidana korupsi,” tutur Indartato. (Budi/Anj/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Tabur Bunga Hari Pahlawan; Simbolis Penuh Makna

Bupati Indarato beserta Wakil Bupati Yudi Sumbogo didampingi Sekretaris Daerah Suko Wiyono mengikuti Upacara Ziarah Nasional dalam rangka Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2018.

Jumat 09/11/18 kegiatan simbolis sebagai penghormatan serta mengenang jasa pahlawan berlangsung dengan khidmat di TPM Bunga Bangsa Pacitan.

Turut hadir Forkopimda, Kepala Organisasi Perangkat Daerah dan Badan, TNI, Polri serta Pelajar, sebagai wujud amanah melanjutkan perjuangan dengan mengisi kemerdekaan.(DiskominfoPacitan).

200 Peserta Ikuti Khitan Massal

Pagi ini adalah hari bersejarah bagi Petrik dan ratusan teman-temannya, karena sebentar lagi akan menjadi muslim yang baligh. Di ruang tunggu Dia tetap santai seakan tidak peduli dengan suara tangisan peserta lain. “Habis ini aku minta sepatu sepak bola,” katanya seraya  minta imbalan kepada ayahnya.

Rutin setiap tahun Baznas Kabupaten Pacitan menggelar Khitan Mlassal, kegiatan kali ini juga bertepatan dengan Peringatan HUT Korpri Ke-47, HUT Dharma Wanita Ke-19 serta Hari Kesehatan Nasional Ke-54 Tahun 2018. Kegiatan ini berkomitmen membantu keluarga kurang beruntung di Pacitan.  Pembukaan Khitan Massal dilaksanakan di Gedung Karya Darma 09/11/18.  Selanjutnya akan digelar kembali besuk di Kecamatan Punung dengan target 200 peserta.

Para peserta selain dikhitan gratis dengan tenaga profesional dan ramah dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia atau PPNI Kabupaten Pacitan  juga memperoleh bingkisan berupa peralatan salat dan uang tunai. “Kami menghabiskan dana 102 juta, yang kita terima dari para Muzakki ASN Pacitan,” papar Arbangi Kabag Kesra dan juga Ketua Panitia Kepada Diskominfo.

Konsep Islam, khitan merupakan kewajiban bagi semua laki-laki, dengan berkhitan seorang laki-laki menjadi pribadi Kaffah yakni Islam secara keseluruhan. Lebih dari itu seorang laki-laki yang khitan menurut survei dinilai menjadi penyelamat istri, karena dapat menghindarkan bahaya kanker rahim yang mematikan hingga 70 persen. “Kami dari Kemenag sangat mendukung program ini, itulah alasan kami antusias menghadiri acara ini,” ungkap Muhammad Nurul Huda Kepala Kemenag Pacitan.

Wabup Yudi Sumbogo pada kesempatan tersebut menghimbau kepada seluruh jajaran OPD dan Dinas Vertikal, untuk bersama-sama mengajak dengan cantik seluruh anggota ASN agar mengeluarkan infak dan zakat. Sebagai upaya membersihkan harta serta bermanfaat bagi masyarakat yang kurang beruntung. “Semoga kegiatan kita yang baik ini dibalas baik pula oleh Allah,” tuturnya. (Budi/Anj/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Nomor Urut Dua; Calon Kepala Desa Watukarung Terpilih

 

Keputusan itu berdasar pada mekanisme yang berlaku yakni Peraturan Bupati Nomor 20 Tahun 2017. Melalui kajian dan pembahasan Tim 11 yang diserahkan ke Panitia Kabupaten dan selanjutnya disampaikan kepada Bupati, perihal gugatan yang dilayangkan Calon Kepala Desa Watukarung atas Nama Darmadi dinilai tidak terbukti atau gugur. “Aduan tidak sesuai data dan fakta yang ada,” kata Sakundoko Ketua Panitia Kabupaten usai membacakan Putusan Bupati Pacitan No: 188.45/1203/KPTS/408.12/2018. Tentang Penyelesaian Perselisihan Pemilihan Kepala Desa Di Desa Watukarung Kecamatan Pringkuku Kabupaten Pacitan. Di Ruang Krida Pembangunan (RKP) Kabupaten Hari ini 07/11/18.

Langkah selanjutnya usai menerima putusan Bupati tersebut, Panitia Pemilihan Kepala Desa Watukarung untuk segera menetapkan hasil pilkades dan disampaikan BPD selanjutnya melaporkan kepada Bupati melalui Camat Pringkuku. Artinya seusai pembacaan putusan kewenangan beralih ke Panitia Pilkades Desa, namun demikian Panitia Kabupaten tidak lantas berpangku tangan. “Kami terus melakukan rapat dan memantau perkembangan yang ada,” jelas Sakun.

Sri Mulyono kepada awak media usai rapat tertutup itu menyatakan bahwa pihaknya menilai keputusan Bupati telah sesuai dengan peraturan yang ada. Kuasa Hukum Calon Nomor Urut Satu tersebut mengatakan bahwa akan melakukan upaya hukum lain usai Panitia Pilkades Desa Watukarung mengeluarkan keputusan.

Sebagai Calon Kepala Desa Terpilih Nomor Urut Dua Atas Nama  Wiwit Pheni mengaku lega dengan penetapan keputusan, selanjutnya Wiwit meminta BPD Desa Watukarung segera menindaklanjuti Keputusan Bupati tersebut.

Seusai penyerahan surat keputusan Sakundoko meminta kepada kedua calon agar senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban  seperti yang telah terjalin, mengingat semua adalah saudara dan tetangga.

Kalimat senada disampaikan Kepala Bagian Pemerintahan Putatmo Sukandar juga sebagai salah satu anggota tim 11, Ia mengatakan bahwa permainan atau pertandingan tentu ada yang menang dan kalah, segala kondisi agar disikapi dengan penuh kedewasaan serta hati dan pikiran dingin. “Adapun jika merasa kurang puas, maka tempuhlah jalur sesuai dengan mekanisme yang ada,” tambahnya menghimbau. (Budi/Anj/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Bertekat Bangun Pramuka Untuk Pacitan

Hujan pertama mengguyur Pacitan menjadi harapan untuk Kota 1001 Goa agar semakin adem dan penuh berkah. Momen ini bertepatan dengan Pengukuhan Majelis Pembimbing Cabang, Pengurus Kwartir Cabang, Lembaga Pemeriksa Keuangan dan Dewan Kerja Cabang Gerakan Pramuka Pacitan. “Semoga ini awal yang baik untuk Pramuka dan Pacitan,” kata Indartato seusai dilantik menjadi Ketua Majelis Pembimbing Cabang periode 2016-2021 hari ini 06/11/18 di Pendopo.

Sejak disahkannya UU RI No. 12 Tahun 2010 Tentang Gerakan Pramuka, Pemerintah Pacitan bertekat untuk bersama-sama membangun gerakan Pramuka dengan melakukan beberapa hal, diantaranya memberikan kemudahan dan jaminan untuk kegiatan Pramuka. Rekrutmen pengurus yang dilaksanakan akan berdampak besar bagi kemajuan. Juga Meningkatkan keterampilan dasar dan lanjutan kepada anggota dengan menghadirkan pelatih yang berkualitas. “Sehingga para kader kelak menjadi pemimpin-pemimpin cemerlang dimasa yang akan datang,” harapnya.

Kendala yang ada pada tubuh Pramuka menurut Indarto ke depan harus diberikan solusi dengan sebaik-baiknya agar semakin baik dan berkualitas. Sehingga Pramuka menjadi teladan bagi masyarakat dan Pacitan.

Wakil ketua Kwartir Daerah Purmadi pada sambutannya seusai melantik menyatakan bangga dengan hadirnya seluruh undangan meskipun hujan terus mengguyur. Menurutnya sikap itu merupakan cerminan semangat pengabdian dan loyalitas anggota. Maka Ia kini tidak heran jika Kabupaten Pacitan yang tengah melambung berkat kemasan wisata ini mempunyai putra terbaik pemimpin bangsa. “Kini saya tidak heran jika ada Presiden dari Pacitan,” kata Dia.

Ia juga menyinggung perihal bonus demografi di Indonesia, menurutnya hal itu bisa menjadi keuntungan jika semua pihak termasuk Pramuka mengawal para pemuda agar tidak terpengaruh dengan berbagai hal negatif yang dapat merusak kesempatan tersebut. (Budi/Anj/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Penilaian Komisi Informasi Jawa Timur 2018

Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur pada 01/11/18 mengadakan Monitoring dan Evaluasi atau (Monev PPID) Tahun 2018 di Dinas Komunikasi dan Informasi  Kabupaten Pacitan. Usai mendengarkan presentasi pada hari pertama dilanjutkan dihari ke dua dengan mengunjungi PPID Desa yang berada di Desa Ngumbul Kecamatan Tulakan. Turut mendampingi kegiatan Kabid TI Supriyono, Kabid Komunikasi Rachmad Soepriyono, Kasi Pelayanan Informasi Dan Persandian Riyanto, Kasi Layanan Media Dan Sumber Daya Komunikasi Agus Ansori Mudzakir, Kasi Infrastruktur Teknologi Informatika Joko Purmanto serta Kasi Pengelolaan Aplikasi Dan Sumberdaya Andriyanto. (Budi/Anj/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Eling Lan Waspodo dengan HIV/AIDS

Penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) di Kabupaten Pacitan mengalami kenaikan setiap tahun. Sejak Januari hingga September 2018 Pemerintah mencatat ada 18 kasus baru. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kesbangpol Kabupaten Pacitan menggandeng Dinas Kesehatan dan RSUD dr. Darsono menggelar Sosialisasi Bahaya HIV dan AIDS Dalam Upaya Meningkatkan Kewaspadaan Di Lingkungan, serta Cek HIV Gratis kepada peserta Car Free Day di alun-alun pagi ini 04/11/18. “Kita mencoba menekan angka itu,” papar Suharyanto Kepala Kesbangpol disela agenda.

Pengetahuan tentang HIV harus disebar luaskan kepada seluruh elemen masyarakat sehingga timbul kesadaran tujuanya menekan angka penderita. Virus rata-rata berasal dari kaum pria yang berlatarbelakang perantauan. Untuk cek HIV panitia menjamin kepada peserta bahwa hasil yang diperoleh akan dirahasiakan. “Inilah bahaya free sex, jadi mari saling berhati-hati,” kata Sunaryon sebagai Konselor Penyakit HIV kepada Diskominfo.

Selain itu Ia juga menyamapaikan bahwa penderita yang positif terjangkit virus, peran Dinas Kesehatan melalui RSUD Pacitan membantu penderita dengan memberikan obat yang mampu menekan perkambangan virus bernama Antiretrorival atau biasa disingkat ARV. Obat diberikan kepada penderita untuk jatah sebulan. “Hasil yang diperoleh tetap akan dirahasiakan,” tandasnya.

Dalam kesempatan seusai kegiatan senam bersama Dahlan Iskan dan warga masyarakat, Bupati Indartato menyempatkan diri menghadiri kegiatan tersebut, Wabup Yudi Sumbogo dan istri ikut cek HIV. Melalui sambutannya Ia menyampaikan bahwa masyarakat agar lebih waspada dan berhati-hati dengan penyakit HIV-AIDS baik diri sendiri dan anggota keluarga. Bupati juga berpesan agar penderita tidak dikucilkan karena mereka juga mempunyai hak yang sama dalam bermasyarakat. “Jauhi penyakitnya jangan jauhi orangnya,” pesannya. (Budi/Anj/Riyanto/DiskominfoPacitan).

SDI Nikmati Udara Sejuk Pacitan

Dahlan Iskan mantan Menteri BUMN serta Bos Jawapos Grup mengaku kecele dengan kelompok senam di Pacitan yang dinilai lebih bagus dari pada rombongannya Senam Dahlan Iskan (SDI) yang berdiri sejak 16 Desember 2016. Komentar itu disampaikan disela kegiatan Senam Dahlan Style ciptaan Junaidi Nur pagi ini 04/11/18 pada Car Free Day di Alun-alun Pacitan. “Selain itu sekarang Pacitan lebih bersih,” katanya.

Puluhan masyarakat dari kelompok senam terlihat antusias mengikuti acara tersebut. Begitu juga dengan Bupati Indartato dan Wabup Yudi Sumbogo yang memang selalu rutin mengikuti kegiatan senam bersama istri di hari Jumat dan Minggu.

Seusai kegiatan Bupati mengaku bahwa dirinya sedikit mengalami kesulitan karena belum hafal dengan gerakannya. Namun senam Dahlan Style sangat cocok bagi dirinya yang memang sudah berumur dan Ia berinisiatif mengusulkan pada kelompok senam Pacitan untuk mengadopsi sebagian atau keseluruhan dari senam itu karena gerakannya yang mudah namun cukup membuat badan berkeringat.

Selanjutnya menurut Bupati, senam dengan beberapa kali gerakan berputar sangat cocok, sehingga peserta dapat mengetahui keadaan di sekitar. “Menurut saya ini senam akrab dan kita dapat mengetahui semuanya,” kata Bupati

Berdasarkan informasi Dahlan Iskan beserta rombongan akan melanjutkan kegiatan untuk menikmati pariwisata Pacitan dan berbelanja Batik Pace. (Budi/Anj/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Kunker Di Lembaga Pendidikan Dan Temu Warga

Bupati Indartato bersama istri Luki Indarato didampingi Wakil Bupati Yudi Sumbogo melaksanakan kunjungan kerja ke TK Mutiara Kasih dan SD Wonosidi di Dusun Bonagung Desa Wonosidi Kecamatan Tulakan kemarin 01/11/18. Bupati menyerahkan bantuan untuk TK Mutiara Kasih yang baru selesai dibangun serta perlengkapan sekolah kepada para siswa yang diserahkan oleh Bunda Paud Luki Indartato.

Kegiatan dirangkai dengan temu warga. Bupati mengapresiasi segala usulan yang disampaikan dan akan ditindaklanjuti. Namun untuk waktu pelaksanaan harus sesuai peraturan dan melewati Musrenbang.

Turut mendampingi kegiatan tersebut Staf Ahli Bupati Bidang Sosial Kumasyarakatkan Dan Sumber Daya Manusia Sumoro Hadi, Kepala Dinas Pendidikan Daryono, perwakilan Bappeda dan Camat Tulakan Dodik Sumarsono. (Budi/Anj/Riyanto/Diskominfo).

 

PERPUSTAKAAN KELILING (PUSLING) DISPERPUSDA PACITAN GOES TO TEGALOMBO, TULAKAN, KEBONAGUNG, NGADIROJO, SUDIMORO, PUNUNG, DONOROJO in OKTOBER 2018

Tidak ada kata menyerah dalam menebarkan semangat literasi ke seluruh pelosok daerah di Kabupaten Pacitan. Seberapa jauh dan seberapa berat medan perjalanan yang harus kami tempuh, sama sekali tidak menyurutkan niat untuk sampai di tujuan, demi anak-anak generasi muda. Adalah sebuah kemungkinan besar jika mereka sangat menanti-nanti kehadiran Pustaka Keliling di tengah-tengah mereka. Merasa haus akan bacaan-bacaan yang mungkin tidak mereka dapatkan di sekolah dikarenakan buku perpustakaannya hancur akibat adanya bencana tahun lalu. Atau bisa jadi karena koleksi buku-bukunya tergolong buku yang sudah sangat lama terbit, dan mungkin mereka sudah membacanya berulang kali.

                Pusling dilaksanakan paling tidak 13 x dalam sebulan, artinya paling tidak minimal 13 titik layanan yang harus Dinas Perpustakaan kunjungi. Pusling merupakan salah satu program sekaligus tugas yang harus dilaksanakan oleh Bidang Layanan dan Koleksi Dinas Perpustakaan Pacitan. Koleksi buku yang ditempatkan di Pusling rutin diperbarui dan diganti demi menghindari kebosanan pembaca.

                Sebenarnya Pusling tidak hanya dilakukan di sekolah-sekolah ataupun di perpustakaan desa, namun kami juga sering merambah ke daerah pariwisata dan bekerjasama dengan acara-acara tertentu di pusat kota.

                Kali ini di Bulan Oktober tahun 2018, Perpustakaan Keliling (Pusling) Dinas Perpustakaan berkunjung ke beberapa sekolah di Kecamatan Tulakan, Kecamatan Kebonagung, Kecamatan Ngadirojo, Kecamatan Donorojo, Kecamatan Punung  dan Kecamatan Tegalombo. Setidaknya ada 13 titik layanan yang kami kunjungi, yakni UPT Puskesmas Bubakan Tulakan, Perpustakaan Balai Desa Bubakan Tulakan, SDN Sidomulyo II Kebonagung, SMP Miftahul Huda Ngadirojo, SMPN 1 Sudimoro, Desa Sukorejo Sudimoro, SMPN 6 Sudimoro,  SMPN 2 Kalak Donorojo, SMKN 2 Kec Donorojo, SDN Bomo III Punung, Desa Tahunan Baru Tegalombo, Kantor Kecamatan Tegalombo, Bermacam-macam sekolah bermacam-macam pula karakteristik anak dalam minat baca. Namun itu pun sama sekali tidak melemahkan semangat kami untuk tetap mendorong mereka membaca.

Tidak sedikit pula dari beberapa sekolah yang minat baca siswanya sungguh luar biasa. Setelah kami merasa lelah dalam perjalanan yang sangat panjang, penat kami hilang seketika saat melihat mereka menyambut kami dengan lari-lari kecil siswa yang berebutan mendekat untuk mengambil buku. Antusias mereka sungguh luar biasa, hingga buku yang biasanya masih tersisa banyak di rak, seketika langsung habis dan rak menjadi kosong. Kami biarkan mereka membaca buku-buku tersebut dengan senyaman mungkin. Bahkan ada yang membaca di atas got yang sudah tidak ada airnya dan bersih, dikarenakan memang mereka nyamannya seperti itu.

Hal tersebut menjadi evaluasi tersendiri bagi Edi Sukarni, S. Sos, M. Pd (Kabid Layanan dan Koleksi Dinas Perpustakaan Pacitan), “Mungkin lebih baik bawa 2 mobil pusling ke depannya, agar anak-anak ndak berebutan dan semua jadi kebagian buku”, ujarnya sore kemarin kepada penulis.

Dinas Perpustakaan Pacitan memang baru memiliki 2 armada mobil Pusling, kami berharap kelak bisa mendapatkan tambahan armada mobil pusling agar bisa memaksimalkan pelayanan, mengingat pada kenyataannya minat baca siswa di pelosok desa masih sangat luar biasa. Tahun ini, kami memang lebih terkonsentrasi di daerah yang jauh dari gedung Dinas Perpustakaan Pacitan. Tapi bukan berarti kami mengabaikan sekolah-sekolah dan perpustakaan desa yang berlokasi di wilayah pusat Pacitan kota, karena wilayah pusat kota Pacitan tetap selalu ada dalam daftar penjadwalan layanan Perpustakaan Keliling.

Semoga dengan layanan Perpustakaan Keliling, anak-anak sekolah dan masyarakat umum mendapatkan angin segar dengan bacaan-bacaan yang terbilang masih baru, sehingga kedatangan kami akan selalu ditunggu oleh mereka. Selain mengupdates buku-buku yang ada, program Pusling selalu menerapkan Best Behavior Service (pelayanan yang terbaik yakni bersikap ramah, sopan, menyenangkan, mampu berkomunikasi dengan baik, dan menjadi motivator). Bagaimana, sudahkah Anda mencoba menikmati fasilitas Perpustakaan Keliling kami???

(Penulis : Ryn Surya/ Doc. Pict : Nisha,  Tegar, Fajar, Daimah, S.Pd/Dinas Perpustakaan Pacitan/Diskominfopacitan)

Gelar Tari Tradisional Meriahkan Hari Jadi Jawa Timur

Berbagai agenda dipersembahkan Kabupaten Pacitan untuk meriahkan Hari Jadi Ke-73 Tahun Provinsi Jawa Timur. Salah satunya yakni Gelar Tari Tradisional dilaksanakan pagi ini 31/10/18 di Pendopo Kabupaten Pacitan. Puluhan Peserta dari sekolah SMA/SMK dan MA di Kecamatan Pacitan berkesempatan menampilkan tarian terbaiknya di hadapan Bupati Indarato yang didampingi Wabup Yudi Sumbogo.

Berbagai rangkaian telah digelar antaranya Jalan Santai 26/10 dan Upacara Bendera 29/10 yang bersamaan dengan Hari Sumpah Pemuda. Khusus kegiatan hari ini diharap dapat menjadi sarana bagi siswa dan guru pembimbing di sekolah agar mampu memupuk ide serta kreativitas dalam berseni khususnya tari tradisional. “Kami menyambut baik atas adanya atensi agar kegiatan ini diselenggarakan rutin setiap tahun,” kata Sakundoko selaku Ketua Panitia.

Dalam kesempatan tersebut Wabup Yudi Sumbogo mewakili Bupati dalam sambutannya menegaskan bahwa pemerintah sangat mengapresiasi kegiatan ini. Yakni kebudayaan khususnya tari tradisional harus dijaga keberadaannya. Ia juga menyampaikan agenda Gelar Tari Tradisional menjadi semangat untuk berkreasi dan berkarya, “Terutama bagi adik-adik peserta, jadilah motivasi bagi teman yang lain,” tuturnya.

Turut hadir Sekda Suko Wiyono, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Hukum Dan Politik, Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan T. Andi Faliandra, Staf Ahli Bupati Bidang Sosial kemasyarakatan Dan Sumber Daya Manusia Sumoro Hadi. Serta turut diundang Ketua DPRD Pacitan Ronny Wahyono dan Seluruh Kepala Sekolah Menengah Atas di Pacitan. (Budi/Anj/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Ops Zebra 2018 Dimulai Hari Ini

Mengawali pelaksanaan Operasi Zebra yang dilaksanakan selama 2 pekan berturut-turut yakni pada hari ini 30 Oktober hingga 12 November 2018. Kepolisian Resor Pacitan melaksanakan Apel Gelar Pasukan Dalam Rangka Operasi Zebra 2018 di Lapangan Lanud Pacitan. Giat tersebut dilaksanakan serentak di seluruh Polda. Termasuk Polda MTB dan Sulteng. “Namun bentuknya giat simpatik. Yakni membantu proses pemulihan pasca bencana serta bergabung dengan satgas tanggap bencana lainnya,” kata Kapolres Pacitan AKBP Setyo K. Heriyatno menjelaskan.

Berdasar data yang dihimpun, angka kecelakaan pada tahun 2017 mengalami penurunan signifikan dibanding dengan tahun sebelumnya 2016. Dari 2.960 kejadian, berhasil ditekan menjadi 2.097 atau turun 41 persen, angka jumlah korban jiwa turun 67 persen. Sedangkan jumlah pelanggaran justru mengalami peningkatan hingga 200 persen. “Kami tidak bisa menyalahkan, namun kami menekankan pendidikan lalu lintas harus dimulai sejak dini, sehingga pada kesempatan ini pelajar kami libatkan dalam giat agar mereka tahu tujuan, sasaran hingga manfaatnya apa. Jadi semacam sosialisasi juga,” tambahnya.

Disinggung masih adanya pengendara di bawah umur pihaknya mengatakan bahwa akan diproses sama seperti yang lain, yakni berupa teguran dan tilang. Namun pihaknya mengatakan sebelum operasi ini digelar, telah dilaksanakan berbagai kerja sama untuk menggelar sosialisasi. “Secara fisik anak di bawah umur mungkin sudah bisa menjalankan motor, namun secara mental dan emosional belum dapat mengantisipasi keadaan di jalan,” imbuhnya.

Selain mewujudkan keamanan, keselamatan ketertiban, dan kelancaran lalu lintas atau Kamseltibcar lantas yang lebih baik, Operasi tersebut juga dilaksanakan untuk upaya cipta kondisi operasi lalin tahun 2018 dalam rangka pengamanan natal dan tahun baru.

Pada kesempatan itu Sekda Suko Wiyono mewakili Bupati Indartato yang berhalangan hadir. Turut diundang Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Kepala Dinas Perhubungan Wasi Prayitno dan Kepala Sekolah SMA/SMK dan MA Se-Pacitan. (Budi/Anj/Riyanto/DoskominfoPacitan).

Pemuda Maju, Bangsa Hebat

Revolusi mental yang dicanangkan oleh presiden Joko Widodo relevan dalam mewujudkan pemuda yang maju. Ciri pemuda yang maju adalah berkarakter, berkapasitas dan berdaya saing. Oleh karena itu revolusi mental harus dapat kita jadikan sebagai pemicu untuk mempercepat terwujudnya pemuda yang maju. Dengan mewujudkan pemuda yang maju, berarti kita dapat menjadi bangsa yang hebat, ucap Bupati Indartato ketika membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi saat peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-90 dan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-73 di halaman pendapa kabupaten, Senin (29/10/2018).

Peringatan Sumpah Pemuda tahun ini mengambil tema Bangun Pemuda Satukan Indonesia. Tema itu diambil atas dasar pentingnya pembangunan kepemudaan untuk melahirkan generasi muda yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, inovatif, mandiri, demokratis, bertanggungjawab, berdaya saing, serta memiliki jiwa kepemimpinan, kepeloporan, dan kebangsaan, berdasarkan pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 dalam kerangka Negara Republik Indonesia.

Bupati mengatakan, generasi sekarang berhutang budi kepada para tokoh pemuda tahun 1928 yang telah mendeklarasikan sumpah pemuda. Sehingga menjadi pelopor kaum muda untuk membangun kesadaran kebangsaan Indonesia, sekaligus komitmen menjaga persatuan dan kesatuan negara. Kebangsaan mereka harus kita teladani untuk membangun bangsa, satukan Indonesia, katanya.

Lebih lanjut ia menegaskan tahun depan merupakan tahun politik. Karena digelarnya pemilihan umum. Untuk itu peran dan tanggung jawab pemuda dalam menyukseskan prosesnya nanti sangat dibutuhkan. Partisipasi aktif pemuda dalam Pemilu 2019 perlu ditingkatkan guna mewujudkan pemilu yang damai, kredibel, dan berkualitas.

Terkait hari jadi provinsi, Indartato menyampaikan diusianya yang lebih dari tujuh dekade itu, Jatim bertekad membangun ekonomi berbasis digital. Agar mampu tumbuh inklusif dan berkelanjutan dengan fokus pada segmen industri UMKM. Semangat dan tekad hari jadi dimaksud, sangat relevan dengan persoalan dan tantangan Jawa Timur kedepan yang tidak ringan, yaitu bonus demografi yang sudah akan terjadi di wilayah ujung timur Pulau Jawa ini pada tahun 2019. Dimana tahun depan jumlah penduduk usia produktif mencapai 69,9 persen, sedangkan nasional baru terjadi pada 2028. (humaspacitan/diskominfopacitan)

Sepeda Nusantara; Galakkan Sadar Olahraga

Bupati Pacitan Indartato mewakili masyarakat Kabupaten Pacitan mengucapkan terimakasih kepada Kementerian Pemuda Dan Olahraga (Kemenpora) yang telah melaksanakan Sepeda Nusantara di Pacitan. Bupati berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan kembali sehingga tujuan utama yakni memasyarakatkan olahraga benar-benar dapat tercapai. “Juga mampu mengangkat sektor wisata kita yang luar biasa,” kata Bupati kepada awak media, disela-sela acara Sepeda Nusantara 2018 hari ini Minggu 28/10/2018.

Besarnya minat warga Pacitan dalam olahraga bersepeda ditandai dengan jumlah peserta mencapai 4000. Bupati menambahkan kegiatan tersebut juga sebagai momentum untuk memperoleh bibit-bibit baru atlet sepeda. “Juga untuk bibit-bibit renang kami yang belum mempunyai sarana dan prasarana,” harapnya.

Mewakil Menpora Imam Nahrowi yang berhalangan hadir, Kepala Biro Humas Dan Hukum Sanusi menyambut baik harapan Bupati tentang sarana dan prasarana untuk atlet renang di Pacitan. Usulan tersebut secepatnya akan Ia sampaikan ke Menpora. Ia menambahkan tujuan umum kegiatan tersebut adalah masyarakat Indonesia diharap tergugah untuk memiliki kesadaran berolahraga. Sehingga memiliki tubuh yang segar dan bugar. Upaya lain yakni supaya olahraga menjadi gaya hidup serta terjalin interaksi antar masyarakat. Sehingga terbangun sikap kebersamaan, toleransi, kesatuan dan persatuan. “Kali ini spesial, karena bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda,” tambah Sanusi. (Budi/Anj/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Pacitan Raih Pandu Negeri 2018

Penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Pacitan mendapatkan apresiasi. Tak hanya dari level lebih atas, tetapi juga dari lembaga-lembaga non pemerintah. Kali ini penghargaan diberikan oleh IIPG (Indonesian Institute for Public Governance), Jum’at (26/10/2018) di hotel Grand Sahid, Jakarta. Suatu kebanggaan dan tantangan tersendiri untuk terus bersemangat meningkatkan kinerja ini. Mari bersama-sama saling mendukung dan menjaga amanah dalam memberikan pelayan yang terbaik utk masyarakat,” kata Bupati Indartato usai menerima penghargaan.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Ketua Dewan Penasehat IIPG Prof Dr. Budiono. Selain Wakil Presiden RI periode 2009-2014 itu, hadir pula Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Dr. Soni Sumarsono. Ganjaran kali ini diberikan kepada jajaran pemerintah daerah dengan kinerja dan tata kelola pemerintahan baik.

Penilaian dilakukan terhadap 548 pemerintah daerah meliputi dua kriteria. Yaitu aspek performance (penilaian pertumbuhan ekonomi, pengembangan manusia, serta inovasi), dan aspek governance (tata kelola keuangan, pemerintahan, dan anti korupsi). Dari jumlah itu kemudian dipilih 61 pemerintah daerah sebagai penerima. Salah satunya Kabupaten Pacitan.

Penghargaan itu merupakan wujud apresiasi kepada pemerintah kota berjuluk Paradise of Java ini. Karena telah memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK, menetapkan Perda APBD 2016 dan 2017 tepat waktu, memiliki pertumbuhan ekonomi yang bagus, IPM yang baik, evaluasi AKIP yang relatif tinggi serta pencapaian program terobosan inovatif untuk mencapai visi dan misi Kabupaten. (humaspacitan/diskominfopacitan)

KUNJUNGAN SMKN I PACITAN KE DINAS PERPUSTAKAAN PACITAN SEBAGAI SALAH SATU PROGRAM KELAS PRODUKTIF KELAS X UPW (USAHA PERJALANAN PARIWISATA)

Rabu, 24 Oktober 2018, Kelas X UPW SMKN I Pacitan mengadakan kunjungan ke Dinas Perpustakaan Pacitan sebagai salah satu program kelas produktif kelas X UPW (Usaha Perjalanan Pariwisata) dengan didampingi oleh Guru mereka yakni Bapak Rosi Kieswara dan Ibu Eky Suryaningsih.

Sebanyak 24 siswa disambut dengan sangat antusias oleh para staff karyawan Bidang Layanan Dinas Perpustakaan Pacitan, termasuk oleh Kabid Pelayanan dan Koleksi ( Edi Sukarni, S. Sos, M. Pd), Kasi Layanan & Otomasi (JokoWahyudi, S. Sos, M. Pd), Kasi Koleksi (Daimah, S. Pd), Sri Suharsih, S. Sos, dan staff karyawan lainnya.

Dalam sambutannya, Joko Wahyudi, S. Sos, M. Pd selaku Kasi Layanan dan Otomasi Dinas Perpustakaan Pacitan menyampaikan ucapan selamat dating dan terima kasih banyak atas kedatangan Siswa-siswi SMKN I Pacitan yang berkunjung ke Perpustakaan Daerah. Beliau juga memberikan beberapa informasi mengenai profil layanan Dinas Perpustakaan Pacitan, termasuk jadwal layanan buka Perpustakaan dan fasilitas yang ada. JokoWahyudi, S. Sos, M. Pd berharap mereka nantinya akan dating kembali meskipun di luar jam sekolah untuk memanfaatkan fasilitas yang ada di Dinas Perpustakaan Pacitan.

Setelah acara sambutan, siswa-siswi tersebut diajak masuk ke ruang koleksi. Kemudian Daimah, S. Pd (Kasi Koleksi Bidang Layanan) memberikan pengarahan kepada mereka mengenai koleksi buku dan motivasi untuk rajin dating ke Perpustakaan Daerah. Beberapa staff Bidang Layanan pun membantu untuk menjelaskan mengenai tata cara meminjam buku koleksi, syarat menjadi anggota Perpustakaan, cara mengisi data pengunjung, dan mengenai updates informasi-informasi Dinas Perpustakaan Pacitan yang dapat mereka dapatkan dari Media Sosial yang telah ada seperti dari Instagram dan Facebook. Selesai pengarahan, mereka diperkenankan untuk membaca buku dan menikmati fasilitas yang ada di Dinas Perpustakaan Pacitan.

Kepala Bidang Layanan dan Koleksi (Bpk. Edi Sukarni, M.Pd) saat menemui Bpk/Ibu Guru pendamping diruangnnya memberikan informasi mengenai perkembangan perpustakaan terkini.

” Perpustakaan bukan lagi sebagai gudang ilmu, tetapi sebagai sumber (resouce) pengetahuan. Di sekolah perpustakaan hendaknya didayagunakan sebagai sumber materi pembelajaran bagi para siswa dan pendidik. Perpustakaan bukan hanya sebagai tempat  pinjam dan baca buku (sirkulasi) saja. Tetapi dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam kegiatan yang mengarah pada peningkatan mutu pembelajaran di sekolah tersebut dan juga pengembangan minat baca siswa didik. Kita semua tahu bahwa teknologi sekarang telah berkembang demikian pesatnya bagai sebuah virus yang telah menjangkiti bahkan boleh dibilang telah mewabah pada semua lapisan masyarakat. Tidak terkecuali siswa-siswi didik kita. Kalau kita tidak hati-hati mensikapi ini dan mengambil peran didalamnya, maka kita semua hanya akan menjadi korban-korban teknologi itu sendiri. Nah inilah pentingnya tranformasi perpustakaan. Perpustakaan konvensional yang saat ini sudah ditinggalkan oleh pemustakanya, bahkan pemiliknya sendiri, perlu mendapatkan perhatian serius. Perpustakaan dapat dikembangkan sesuai dengan teknologi kekinian. Sehingga perpustakaan menjadi lebih menarik dan  dapat dijadikan salah satu benteng terhadap pengaruh buruk teknologi terhadap anak-anak siswa didik kita”. Demikian sebagian arahan dari Bpk. Edi Sukarni, M.Pd. Terakhir Bpk. Edi Sukarni, M.Pd kepada Guru Pendamping dari SMKN I Pacitan mengucapkan terimakasih atas kunjungan para siswa dan kedepan dapat dilakukan kerjasama dalam rangka mengembangkan potensi dan jati diri siswa agar berguna bagi nusa dan bangsa.

(Penulis :Ryu Surya/ Pict : Nisha/DinasPerpustakaanPacitan/DiskominfoPacitan)

Sepatu Kita Masuk Top 25 Inovasi Pelayanan Publik

Inovasi Kabupaten Pacitan dalam kegiatan penyelenggaraan pelayanan publik kembali mendapat apresiasi. Kali ini Sepatu Kita (Sekolah Dapat Upah, Ketrampilan Tambah) masuk Top 25 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Provinsi Jawa Timur Tahun 2018. Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo kepada Bupati Indartato di Hotel Sheraton, Surabaya, Senin (22/10/2018).

Indartato mengaku sangat bangga dengan inovasi SMPN 1 Arjosari karena sangat membantu meningkatkan partisipasi anak sekolah. “Dengan inovasi semacam ini anak yang rumahnya jauh dan transportasinya sulit tetap bisa sekolah. Malah bisa mendapatkan tambahan ketrampilan dan penghasilan. Mudah-mudahan penghargaan ini bisa memicu yang lainnya untuk senantiasa berinovasi meningkatkan pelayanan publik”, jelasnya usai menerima penghargaan.

Sepatu Kita merupakan buah inovasi SMP Negeri 1 Arjosari. Didasari dari kondisi para siswa yang menuntut ilmu disana. Dimana mereka yang rumahnya jauh dan terkendala sarana transportasi, kemudian ditampung di asrama sekolah. Selanjutnya, peserta didik tersebut diberi pelatihan budidaya jamur. Hasilnya dijual dan uangnya lantas diberikan sebagai tambahan uang saku.

Ketercapaian program Sepatu Kita sesuai dengan muatan kurikulum 2013 yang menitikberatkan pada aspek pengetahuan, ketrampilan, dan sosial. Sebagai bentuk sumbangsih SMP Negeri I Arjosari dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Yaitu generasi bangsa siap bersaing dengan kecerdasan yang komprehensif. Selain itu juga produktif, inovatif, damai dalam interaksi sosial, serta memiliki keterampilan yang unggul. (HumasPacitan/DiskominfoPacitan).

STBM Berkelanjutan, Apresiasi Untuk Upaya Pacitan Terus Bebas ODF

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memberikan penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) berkelanjutan untuk Kabupaten Pacitan. Penyerahannya sendiri dilakukan di gedung Kemenkes Jakarta, Kamis (18/10/2018) kepada Bupati Indartato. “Terima kasih kepada semua pihak untuk kerjasamanya. Baik masyarakat maupun OPD (organisasi perangkat daerah). Sehingga Pacitan mendapatkan penghargaan ini,” katanya usai menerima penghargaan.

STBM merupakan pendekatan untuk merubah perilaku higien maupun sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan. Program STBM memiliki indikator. Diantaranya adalah menurunnya kejadian penyakit diare dan penyakit berbasis lingkungan lainnya yang berkaitan dengan sanitasi dan perilaku, dan setiap rumahtangga telah menerapkan pengelolaan air minum dan makanan yang aman di rumah tangga.

Menurut bupati, ada poin penting penghargaan tersebut untuk kota kelahiran Presiden RI k-6 ini. Selain menjadi bukti kesungguhan dan kerja bersama, raihan tersebut juga menjadi landasan untuk terus berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. “Tentunya kita semua ingin agar prestasi yang diraih dapat memberikan semangat, menggugah kesadaran semua pihak untuk menjaga serta meningkatkan kesehatan lingkungan,” terangnya.

Indartato juga mengingatkan betapa pentingnya sanitasi dan air bersih. Sanitasi buruk tidak hanya berpengaruh pada kesehatan, tapi juga pada ekonomi secara makro. Dampak disektor perekonomian itu terjadi lantaran anggaran untuk hal-hal lain beralih untuk biaya berobat. “Jika masyarakat sehat, pendapatan dapat digunakan untuk membiayai yang lain. Misalnya, pendidikan,” tandas dia. (Humaspacitan/DiskominfoPacitan).

Jepang Sinau Kearifan Jawa Dalam Wayang Beber

Jizo Ongakudan, organisasi pergerakan budaya dan sosial yang berada di Tokyo Jepang begitu tertarik dengan kesenian Wayang Beber. Melalui Wayang Beber Sakabendino (WBS) mereka menggali informasi wayang beber dan spirit panji atau ideologi orang Jawa yang di nilai tidak terpengaruh monopoli India dengan berideologi Ramayana dan Mahabarata. “Ternyata mereka sangat kagum terhadap sikap orang Jawa dan budaya kita,” kata Abunawas Wicaksono atau Ganjar Ketua WBS sekaligus Dalang Wayang Beber Kontemporer kepada Diskominfo 24/10/2018.

Ketertarikan mereka membawa Ganjar dan sahabatnya Eka Putra untuk datang memenuhi undangan Jizo Ongakudan untuk membahas wayang Beber dan sikap serta karakter masyarakat Jawa. Kepada organisasi dengan ratusan anggota itu Ganjar juga mengenalkan kondisi seni budaya Indonesia, yang beraneka ragam namun dapat bersatu dan berdampingan antar kesenian hingga pemangku kebijakan. “Utamanya lebih pada cara kami dalam berbudaya sehingga kami diterima,” lanjut Ganjar

Di Jepang  seni budaya menjadi sektor vital yang tersudut karena kebijakan pemerintah, berbagai regulasi memaksa masyarakat tidak mampu mengekspresikannya. Itu mengakibatkan seniman jepang memiliki hubungan buruk dengan pemerintah khususnya polisi. “Langsung kami contohkan bagaimana berseni, sehingga masyarakat di sana mengerti bahwa seni itu indah,” imbahnya.

Pada organisasi yang beranggotakan mulai dari dosen hingga profesor itu ganjar juga menjawab berbagai pertanyaan tentang pengalamannya dalam berseni yang mempunyai unsur nilai. Serta cara agar seni dan budaya tetap terjaga, kesenian tidak hanya menghibur tapi dapat diterima dan mempunyai pesan positif yang membangun.

Tindak lanjut Jizo Ongakudan usai kegiatan sepuluh hari itu akan dilanjutkan dengan Workshop selama tiga bulan. Dengan agenda meneruskan pembahasan pergerakan seni budaya serta pertunjukan wayang beber yang ternyata sangat diminati masyarakat Jepang. Rencana yang akan terealisasi tahun depan itu juga dilirik perusahaan fotografi raksasa dunia untuk mengemas kegiatan tersebut menjadi buku berfoto. (Budi/Anj/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Peran PKK Sebagai Pendorong Program Pemerintah

 

Sejak tahun 60an gerakan nasional pembangunan melalui PKK telah berjalan. PKK berperan sebagai motor penggerak. Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Indartato sebagai Penasihat PKK Kabupaten Pacitan. Pihaknya  menegaskan bahwa andil PKK sangat besar karena ibu adalah pilar utama. Untuk menindaklanjuti program besar tersebut 22/10/2018 kemarin PKK Kabupaten Pacitan melaksanakan Rapat Kerja (Raker) Tim Penggerak PKK Kabupaten Pacitan 2018 di Gedung Karya Darma.

Luki Indartato Ketua TP PKK Kabupaten Pacitan menjelaskan, bahwa Raker sebagai tindaklanjut dari Rakerprov dan Rakernas. Agenda yang membahas tentang petunjuk teknis penggerak PKK mulai Desa dan Kecamatan tersebut berisi harapan arah gerak PKK agar sesuai peraturan dan tidak menyimpang.

Luki menegaskan Misi besar yang selama ini diusung adalah mengurangi angka kematian ibu dan anak. “Sebenarnya sudah sangat berkurang. Tetapi kita tetap fokus berupaya maksimal agar semakin baik,” tuturnya.

Raker tersebut dirangkaikan dengan pencanangan dan sosialisasi gerakan masyarakat cerdas menggunakan obat. Hal yang sama disampaikan Indartato, bahwa masyarakat cerdas diawali dari dalam rumah, sehingga Dasa Wisma dan Dharma Wanita penting adanya.

Luki menambahkan, tugas PKK adalah bersama perangkat daerah untuk membantu program pemerintah. Dalam rangka menyukseskan pokok kualitas hidup masyarakat pendidikan, kesehatan, pendapatan, serta daya saing masyarakat dari pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur.  (Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Membuka Tabir Surga Pariwisata Pacitan

Menurut Ghazali, Kabupaten Pacitan mempunyai puluhan potensi pariwisata budaya eksotis dan beraneka ragam yang luar biasa indah. Sebagian dari jumlah itu umumnya belum diketahui oleh wisatawan. “Banyak destinasi wisata berkelas dunia yang akan kami pasarkan,” katanya pada sambutan Opening Jawa Timur Adventure Trip (JAT) Ke-3 tadi malam 22/10/2018 di Pendopo Kabupaten.

Kegiatan JAT yang diselenggarakan 2 tahun sekali tersebut berdampak langsung kepada kunjungan wisata Pacitan. Endang sebagai Kepala Dinas Pariwisata Pemuda Dan Olahraga berkomitmen menyuguhkan kekayaan alam serta budaya sehingga para pengusaha tersebut benar-benar percaya dengan potensi yang dimiliki. “Kini mereka akan melihat langsung potensi terbaik kita,” ucapnya.

Endang melanjutkan, kegiatan ini adalah wujud dari kerja keras pemerintah dalam menggandeng seluruh elemen  khususnya pengusaha. Peluang bertambahnya jumlah wisatawan tahun ini akan dipastikan naik, harapan itu sudah di depan mata.

Berdasar data pada tahun 2017 Pacitan memperoleh satu juta kunjungan wisatawan, baik domestik hingga mancanegara. Mereka umumnya Penikmat keindahan alam, penantang ombak, wisata ekstrim, serta aneka ragam budaya. “Tidak main-main, Gua kami terindah Se-Asia tenggara, ombak kita berkelas dunia,” papar Sekda Suko Wiyono dalam sambutannya mewakili Bupati Indartato yang berhalangan hadir.

Menurut Sekda, Tantangan terbesar yang menanti adalah menindaklanjuti kegiatan ini, karena pihaknya sadar akan banyak rombongan yang berkunjung ke Pacitan. Semua aspek harus diperhatikan serta tetap dijaga. Indikator  keberhasilannya adalah angka satu juta pengunjung pada tahun lalu bisa terlewati. “Setelah dua hari kesini, yang bagus silahkan dikabarkan, yang jelek tolong beri tahu saya. Akan kami perbaiki,” pesannya. (Budi/Anj/Riyanto/DiskominfoPacitan).

 

Grand Final Pemilihan Duta Wisata Kethuk Kenang Kabupaten Pacitan 2018

 

Minggu, 21 Oktober 2018, bertempat di Pendopo Kabupaten Pacitan, telah diadakan agenda tahunan Pemilihan Duta Wisata Kethuk Kenang 2018. Peserta yang terpilih dari 12 Kecamatan menampilkan seluruh kemampuannya di depan dewan juri. Ajang ini juga sebagai wadah mereka untuk berusaha menjadi yang terbaik dan andil dalam pembangunan, khususnya bidang pariwisata Pacitan.

Kadisparpora (Endang Sujasri) dalam sambutannya menjelaskan, ada beberapa kriteria penilaian untuk menetapkan peserta yang terpilih sebagai Duta Wisata. Di antaranya adalah kecakapan, etika, beauty of make up, catwalk, serta ketepatan dalam menjawab. Dalam ajang ini terdapat 44 peserta, yakni 20 Kethuk dan 24 Kenang.
Peserta yang terpilih adalah peserta terbaik untuk masa periode pengabdian pada kemajuan pariwisata di Pacitan dalam 1 tahun ke depan.

Pihaknya juga menjelaskan sebelum berujung pada Gala Night ini, seluruh peserta Kethuk Kenang telah menjalani proses penilaian bertahap dan pembekalan yang dilaksanakan hampir satu bulan. “Mereka sudah mengikuti beberapa class khusus seperti Beauty Class, beberapa materi juga tentang kebangsaan, pariwisata dan lainnya,” tuturnya. Hal tersebut adalah upaya untuk mendapatkan Kethuk Kenang terbaik.

Wabub Sumbogo dalam acara ini mewakili Bupati Indartato yang tidak dapat hadir, menyampaikan sambutan dari Bupati untuk menjelaskan tentang tugas pokok Kethuk Kenang. Pertama adalah menjadi pelopor warga masyarakat tentang budaya sadar wisata. Kedua sebagai corong pemerintah dalam memberikan informasi kepada khalayak, sehingga terjalin hubungan dan komunikasi yang baik melalui Kethuk Kenang. Selanjutnya adalah Kethuk Kenang sebagai figur pemuda dalam mengembangkan dan memajukan pariwisata di Pacitan.

Dalam sambutannya, Wabub Sumbogo melanjutkan, “Nantinya Kethuk Kenang akan terlibat penuh dalam promosi wisata dan budaya Pacitan di tingkat regional, nasional hingga internasional. Untuk itu Kethuk Kenang yang terpilih harus mempunyai kecakapan komunikasi, bersih, rapi dan luwes. Penekanannya untuk selalu dapat tersenyum sebagai bahasa komunikasi keramahan”, pungkasnya.
(Budi/Anj/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Daftar Ketuk Kenang Tahun 2018 yang terpilih adalah sebagai berikut :

KETHUK PACITAN                        : AVI VIVILIANA
KENANG PACITAN                        :GUNTORO
KETHUK WAKIL 1                          : RISMA PUTRI CAHYANI
KENANG WAKIL 1                          : ANDHIKA ANANTA PUTRA
KETHUK WAKIL 2                          : LINTANG LASHA FERAMARHEINSHA
KENANG WAKIL 2                          : ARDIANTO EKO P(SMKN2PACITAN)
KETHUK WAKIL 3                          : ANDINI ZOFIA PUTRI WAHYONO
KENANG WAKIL 3                          : ADIKA BAYU SAPUTRA
KETHUK FAVORIT                         : RISTA AJENG RAHMAWATI
KENANG FAVORIT                         : ADIKA BAYU SAPUTRA
KETHUK BUSANA TERBAIK       : RISMA PUTRI CAHYANI
KENANG BUSANA TERBAIK       : ADIKA BAYU SAPUTRA

Bupati Pacitan hadiri peringatan HSN 2018 yang diikuti ribuan Santri

 

Bupati Indartato mengucapkan selamat kepada para santri di Pacitan yang pada hari ini 22/10/2018 melaksanakan Apel Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2018 di Alun-alun Kabupaten Pacitan. Ia juga menyampaikan rasa bangga atas partisipasi para santri yang luar biasa, itu ditandai dengan jumlah peserta hingga sepuluh ribu peserta dari duabelas Kecamatan di Pacitan.

Bupati berharap kegiatan itu dapat menciptakan Pacitan lebih baik lagi yakni adem, ayem serta damai. Serta pondok pesantren yang mempunyai andil besar khususnya pada pendidikan keagamaan agar terus berkembang menciptakan Santri-santri berkualitas disemua sendi kehidupan masyarakat.

Di kesempatan Itu Bupati Indartato bersama istri didampingi Sekda Suko Wiyono beserta istri, Asisten Pemerintahan Dan Kerjasama Daerah, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pacitan Mahmud sarta Staff Ahli Bupati Bidang Pembangunan Ekonomi Dan keuangan Andi Faliandra. (Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan).

 

Brojo Geni; Tontonan Dan Tuntunan

 

 

 

 

 

 

 

 

Bupati Indartato berkesempatan menyaksikan serunya Sepakbola Api atau Brojo Geni Ke-4 dalam Rangka Hari Santri Nasional (HSN) 2018. Kegiatan itu dilaksanakan di Alun-alun Pacitan kemarin Malam 19/10/2018.

Brojo Geni adalah sebuah tradisi populer dilingkungan pondok pesantren yang umumnya berada di Pulau Jawa. Kegiatan itu sangat berbahaya, sebab bola yang digunakan untuk bermain adalah kelapa tua yang direndam dengan minyak tanah lalu dibakar. Muhammad Nurul Huda sebagai Ketua Panitia HSN menuturkan bahwa tidak semua santri dapat bermain sepak bola api. “Mereka sebelumnya harus melakukan riyadhoh dahulu.” Ungkapnya dalam sambutan.

Ia melanjutkan bahwa mulai empat tahun lalu permainan ini dikenalkan pada masyarakat umum, Oleh organisasi Gerakan Pemuda (GP) Ansor. Tujuanya adalah agar masyarakat mengerti makna dari Brojo Geni tersebut. Yaitu bola api diibaratkan sebagai nafsu, sedangakan lapangan seperti dunia dan para pemain ibarat manusia yang menjalani kehidupan di dunia. Maka manusia tentu harus dapat mengendalikan nafsunya yang diibaratkan bola api tersebut agar tidak terbakar.

Huda mengatakan bahwa acara kegiatan Brojo Geni ke 4 pada tahun ini sepesial disuguhkan untuk merayakan HSN. Ia dalam kesempatan itu mengucapakan terimakasih pada Pemerintah Daerah yang telah mendukung dan membantu memberikan dana pada rangkaian HSN, sehingga kegiatan pada tahun ini dapat menjadi semakin semarak.

Muhammad Munaji, Ketua GP Ansor menjelaskan bahwa pertemuan ini adalah sarana untuk meminta barokah dari Alloh. Juga sebagai awal yang baik Nahdhotul Ulama (NU) dan Pemerintah Daerah untuk turut serta untuk membangun Pacitan dan Bangsa. “Mari gunakan kegiatan ini sebagai tontonan dan tuntunan,” tambahnya.

Dalam kesemapatan itu Bupati Indartato didampingi Wabup Yudi Sumbogo, Asisten Administrasi Umum Sakundoko, serta Asisten Pemerintahan Dan Kesejahteraan Rakyat Daerah Mahmud. (Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Grindulu Festival ke – 2 Tahun 2018

Demi kepentingan bersama Wabup Yudi Sumbogo menghimbau kepada seluruh warga masyarakat Pacitan agar tidak membuang sampah sembarangan termasuk di sungai. Sudah semestinya manusia senantiasa menjaga alam di sekitar. Itu disampaikan saat menghadiri Grindulu Festival Ke-2 Tahun 2018 yang digelar Desa Pagutan Kecamatan Arjosari hari ini 21/10/2018.

Pihaknya sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan tersebut. Dimana ratusan warga masyarakat bersama-sama membersihkan sungai dari sampah yang terbawa arus. “kerja bakti masal ini luar biasa,” kata Wabup yang pada saat itu ikut serta mengumpulkan sampah.

Ke depan Ia berencana untuk menyelenggarakan kegiatan semacam ini di seluruh tempat di Kabupaten Pacitan. Agar alam bersih, aman dan nyaman sehingga terhidar dari bahaya yang ditimbulkan. Selain itu Ia berharap kegiatan tersebut menjadi media edukasi bagi seluruh masyarakat, agar tumbuh kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya. “mata rantai harus segera dipotong, agar anak cucu tidak mencontohnya,” tambahnya.

Triyono Ketua Forum Seni Budaya Pacitan (FSBP) mengatakan Grindulu Festival adalah upaya pelestarian lingkungan hidup dengan menggunakan pendekatan seni budaya. Ia mengaharap selain tumbuh kesadaran untuk menjaga lingkungan juga terjadi kerjasama nyata antar pihak untuk bersama menjaga alam. Kegiatan tersebut diikuti Forkopimcam, Pelajar, Santri dan warga masyarakat. (Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Bermunajat, Berharap Keselamatan Bangsa

Hari ini pelataran pendapa Kabupaten Pacitan memutih dengan kehadiran masyarakat dari berbagai elemen. Mereka datang, mereka bermunajat untuk keselamatan bangsa ini dengan cara beristighosah, Jum’at (19/10/2018). Puja puji dipanjatkan kepada Sang Pencipta Alam sambil berharap segala cobaan berubah menjadi rahmat. “Rasa syukur kita ikrarkan dengan bermunajat untuk keselamatan,” ujar Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Mahmud.

Harapan itu disematkan dalam doa mengingat akhir-akhir ini bencana alam kerap melanda. Terakhir adalah gempa bumi yang diikuti gelombang tsunami melanda Palu dan Donggala di Sulawesi Tengah. Selain itu, tidak lama lagi akan digelar pemilihan umum.

Bupati Indartato mengatakan istighosah menjadi salah satu cara yang dilakukan umat Islam, khususnya di Kabupaten Pacitan meminta kepada Allah SWT agar dijauhkan dari mara bahaya. Terlebih Pacitan secara geografis berada dibibir Samudera Indonesia, tempat lempeng Indo-Australia berada yang acap kali bergerak dan menimbulkan gempa bumi. “Selain untuk meningkatkan iman dan taqwa, istighosah dilakukan untuk meminta tolong kepada Allah SWT dengan memberikan keberkahan dan kasih sayang. Sehingga terhindar dari mara bahaya maupun bencana,” kata dia.

Pada istighosah kali ini juga dilakukan pentasyarufan secara simbolis untuk anak yatim/piatu, guru ngaji, dan fakir miskin dari Baznas. Jumlah penerima sebanyak 250 orang. (Humas/DiskominfoPacitan).

Da’I Muda Harus Pahami Tantangan Zaman

Mencetak Da’i Muda yang mempunyai pemahaman pengetahuan keagamaan, teknologi dan wawasan kebangsaan untuk menghadapi tantangan zaman adalah tujuan dan harapan bagi pemerintah. Salah satu untuk mencapai tujuan tersebut dengan menyelenggarakan berbagai kegiataan positif seperti Festival Da’I Muda. “Jadikanlah kegiatan ini sebagai modal kalian ditengah-tengah masyarakat,” kata Wabup Yudi Sumbogo dalam sambutanya pada malam Grand Final Festival Da’I Muda Kabupaten Pacitan Tahun 2018. kemarin malam 18/10.

Sebanyak delapan finalis putra dan putri menampilkan performa terbaiknya di Gedung Olahraga Gazibu Pacitan. Pemuda Untuk Pacitan (Petupa) bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Dinas Pendidikan serta Pondok Pesantren sebagai pelaku pendidikan religius juga mendapat apresiasi dari Wabub. “Petupa hebat, langsung aksi mengedepankan kearifan yang inovatif serta partner pembangunan pemerintah, tetap lanjutkan aksi kalian,” tuturnya.

Harapan agar acara yang sama bisa berlangsung setiap tahun, juga disampaikan Prasetyo Aji Ketua Petupa. Organisasi pemuda yang beranggotakan para pelajar dan mahasiswa tersebut bersukur pemerintah telah mengapresiasi kegiatan tersebut. “Semoga kegiatan ini dapat terus digelar setiap tahun,” harap Dia.

Endang Sujarsri Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga juga mengatakan bahwa agenda tersebut adalah kegiatan yang positif, yakni salah saatunya sebagai penangkal dampak negatif arus globalisasi yang terus mengancam generasi muda. Pihaknya bersyukur bahwa pemuda pacitan masih sangat antusias dengan kegiatan seperti ini. Itu ditandai dengan jumplah peserta yang hampir mencapai 60 peserta. (Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Daftar Pemenang Festival Da’I Muda Tahun 2018

Da’i Putra:

  1. Muhammad Zul Fadli       Pondok Tremas
  2. Muhammad Abas Bin      Pondok Al-Istiqomah
  3. Hadzan Ramadhani          Pondok Wates
  4. Aditya Kurniawan             Pondok Al-Anwar

 

Da’i Putri:

  1. Ottaria Intan                    Pondok Wates
  2. Haffsah Arinda                MAN Pacitan
  3. Kendayati                         Pondok Al-Istiqomah
  4. Umi Syafaatun                Pondok Al-Istiqomah.

Basmi Buang Air Sembarangan, Pacitan Raih Penghargaan STBM

Pacitan – Pemkab Pacitan serius membudayakan pola hidup sehat. Itu diawali sejumlah terobosan. Di antaranya gerakan cuci tangan dengan sabun dan larangan buang air besar sembarangan. Gerakan itu bahkan sudah menjangkau 171 desa yang ada.

Karena sukses itu pemerintah pusat mengganjar daerah berjuluk Kota 1001 Gua. Anugerah tersebut bernama “Penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Berkelanjutan”. Serah terima berlangsung di Jakarta, Kamis (18/10/2018) siang.

“Atas dukungan semua pihak serta partisipasi aktif masyarakat semua, maka kita dapat meraih penghargaan ini. Jadi ini adalah untuk masyarakat Pacitan,” kata Bupati Indartato usai menerima penghargaan.

Bupati mengharapkan semangat hidup sehat terus dikembangkan. Pasalnya, kesehatan merupakan modal dasar terwujudnya masyarakat sejahtera. Apalagi seiring kepadatan penduduk dan laju pembangunan, sanitasi yang baik adalah sebuah keniscayaan.

“Salah satu aspek terpenting lainnya adalah pengelolaan sampah secara benar. Dimulai dari pemilahan sampah organik dan anorganik,” papar Pak In.

Kepala Dinas Kesehatan dr Eko Budiono menambahkan Program ODF (Open Dafication Free) sudah lama dilakukan. Hal itu kemudian diikuti kampanye menyeluruh hingga ke tingkat desa. Verifikasi pun sudah dilakukan hingga tingkat provinsi dan nasional pad tahun 2014.

“Hasilnya kita dinyatakan menjadi daerah pertama di Indonesia yang berhasil melaksanakan ODF di seluruh desa,” imbuh Eko.

Menurutnya, program prioritas yang diusung pemerintah daerah bermuara pada perubahan perilaku bersih. Selanjutnya pihak pemkab akan lebih fokus membudayakan 5 pilar. Sasarannya semua rumah tangga di 12 wilayah kecamatan.

Kelima pilar tersebut adalah ODF, gerakan cuci tangan dengan sabun, dan ketersediaan pangan serta air bersih. Sedangkan 2 pilar lain adalah penanganan sampah dan pengolahan limbah cair.

“Komitmen Bapak Bupati luar biasa. Ini harus kita sambut positif. Ayo bersih dan sehat mulai dari diri sendiri,” ajaknya. (PS/RSP/Diskominfo)

No One Left Behind

Sebagai upaya mewadahi segala aspirasi dalam proses pembangunan yang terangkum pada kegiatan Musrenbang, Pemerintah menilai beberapa kelompok masyarakat seperti perempuan, anak,  kelompok masyarakat rentan, penyandaang disabilitas dan kaum termarginalkan belum optimal dalam berpartisipasi memberikan perencanaan pembangunan.

Dari data yang dihimpun Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Pacitan pada tahun 2017 berpenduduk sebesar 583.857 jiwa. Diantaranya sebanyak 49,78 persen atau 290.617 adalah perempuan, 24.64 persen atau 143.869 adalah anak-anak dibawah 18 tahun. Dan 14,07 persen atau 82.155 adalah kelompok rentan atau keluarga fakir miskin, orang atau anak difabel, perempuan rawan sosial ekonomi, lansia terlantar dan lain-lain. “Dimana mereka mempunyai kesempatan dan hak yang sama dengan yang lain pada proses pembangunan,” kata Wabup Yudi Sumbogo dalam sambutan Lokakarya Konsultasi Publik Rancangan Peraturuan Bupati Tentang Musrenbang Inklusi hari ini 18/10/2018 di Gedung Karya Darma.

Wabup juga mengatakan bahwa ini adalah wujud perhatian pemerintah terhadap hak asasi manusia dalam menyampaikan aspirasi dan pendapat.  Juga sebagai implementasi peraturan presiden Nomor 59 Tahun 2017 Tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (TPB/SDGs), bahwa pelaksanaan pembangunan harus inklusif. yaitu semua pihak dapat mendukung, berperan, berkontribusi, berpartisipasi dan tidak ada yang tertinggal serta terabaikan. “Pacitan Setara, yakni Pacitan Semua, Pacitan Bersama, Pacitan Sejahtera,” tambahnya.

Selanjutnya Ia juga berharap dengan tersusunnya peraturan tersebut maka dapat menjawab permasalahan kesenjangan pembangunan. Khususnya kesenjangan antara kinerja pembangunan yang dicapai saat ini dengan yang direncanakan dan kesenjangan antara apa yang ingin dicapai di masa datang dengan kondisi rill saat perencanaan di buat.

Heru Wiwoho sebagai kepala Bappeda juga mengatakan bahwa kaum marginal sudah saatnya mendapatkan tempat yang sama seperti yang lain. Oleh karena itu pihaknya berharap rancangan peraturan ini akan segera selesai sehingga dapat disahkan.

Ratna Fitriani sebagai Meneger Kesetaraan Gender Dan Inklusi Sosial (GESI) mengatakan, pada hari ini kegiatan telah sampai pada upaya memfinalkan proses Musrenbang di tingkat Kecamatan. Dimana terjadi dua pendapat untuk pelaksanaan Musrenbang, dilaksanakan mandiri atau terintegrasi pada Musrenbang reguler.

Acara tersebut bekerjasama dengan Kompak (Kolaborasi Masyarakat Dan Pelayanan Untuk Kesejahteraan) dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Turut diundang Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Luki Indartato, Ketua Darmawanita Persatuan Bety Suko Wiyono, Kepala Perangkat Daerah terkait, Camat, Ketua Forum Kepala Desa, Manager Kesetaraan Gender dan inklusi Social (GESI) Ratna Fitriani, Tim Kompak Jawa Timur, Sabda Yogyakarta serta Perwakilan Perguruan Tinggi. Civil Society Orgaziziation (CSO), Organisasi Perempuaan, Organisasi Disabilitas, organisasi Anak dan Paguyuban Sosial Kemasyarakatan. (Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Pilkades Watukarung; Tahab Pemeriksaan Saksi

Panitia Pilkades serentak Kabupaten, Sakundoko bersyukur dan bangga kepada kedua Calon Kepala Desa serta pendukungnya, usai kegiatan pelaksanaan pemeriksaan atas tindaklanjut gugatan Pilkades Desa Watukarung yang dilaksanakan serentak bersama 32 Desa lain pada 07/10/2018 kemarin. Kegiatan ini adalah upaya mendengarkan paparan para saksi pada proses penghitungan suara yang dinilai terdapat kecurangan oleh Calon Nomor Urut Satu atas Nama Darmadi. “Kami sangat bangga atas kedewasaan mereka,” katanya kemarin ini 17/10/2018 di Ruang RKP Kabupaten.

Ditanya mengenai hasil sementara kegitan hari ini Sakundoko mengaku belum berani mengambil kesimpulan. Rapat tertutup yang usai petang tersebut pihaknya bersama tim 11 akan langsung melaksanakan pengkajian pemeriksaan oleh para saksi, jika dianggap cukup oleh anggota tim maka hasilnya akan disampaikan kepada Bupati. Yang pasti panitia Kabupaten tidak akan gegabah dalam mengambil keputusan. Harus sesuai dengan peraturan dan Ia tidak ingin sengketa tersebut berlarut-larut. “Sekarang ini kita langsung menggelar rapat bersama tim 11, harus cepat,” tambahnya.

Panitia juga berharap masalah ini segara terselesaikan dan berakhir dengan keputusan yang baik untuk kedua belah pihak. Sehingga keputusan siapa Kepala Desa Watukarung yang terpilih. Ia kembali mengatakan bahwa masing-masing dari tim 11 mempunyai pandangan sendiri-sendiri dalam menilai masalah tersebut maka rangkaian rapat akan terus dilaksanakan hingga menemukan titik temu. “Adapun jika harus foting maka akan kami lakukan,” imbuhnya.

(Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Soginem : Selamat Ulang Tahun Pak Suko

Kejutan mewarnai pemberian bantuan untuk warga kurang mampu dan santunan BPJS di Desa Bomo, Kecamatan Punung. Karena bertepatan dengan ulang tahun Sekretaris Daerah Suko Wiyono, Rabu (17/10/2018). Soginem, salah satu penerima bantuan di Dusun Koro mengenakan kaus bertuliskan Selamat Ulang Tahun Pak Suko, plus tulisan I Love You menggunakan simbol hati. “Kita ingin selalu dekat dengan masyarakat,” ujar Bupati Indartato kepada warga setempat.

Menurut bupati, pemerintah ada karena masyarakat, dan untuk melayani masyarakat. Karenanya jajaran Pemerintah Kabupaten (pemkab) Pacitan berupaya memenuhi kewajiban tersebut. Meski diakui bupati belum semua dapat dilayani dan diakomodir secara layak. Permasalahannya karena keterbatasan anggaran yang dimiliki.

Indartato lantas menganalogikan Pacitan sebagai sebuah keluarga yang memiliki tiga orang anak. Dimana pada satu waktu memiliki permintaan berbeda. “Yang satu minta HP, satu bayar uang sekolah, dan satu minta dibelikan sepeda. Padahal uangnya hanya cukup untuk beli sepeda,” kata dia.

Namun suami dari Luki Tribaskorowati itu kembali menegaskan jika tugas pemerintah memang menyejahterakan masyarakat. Dengan berbagai program pembangunan, baik fisik maupun non fisik.

Selain memberikan bantuan untuk Soginem, pada kesempatan itu pula diserahkan santunan kematian dan jaminan hari tua dari BPJS senilai lebih dari Rp 25 juta. Penerima adalah ahli waris dari almarhum Tusino, yang merupakan Kepala Dusun Salam. (Humas/DiskominfoPacitan)

 

TMMD Tingkatkan Percaya Diri Masyarakat Kelola Potensi Desa

Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) tidak hanya ditujukan mendorong percepatan pencapaian kesejahteraan masyarakat. Tetapi juga untuk meningkatkan percaya diri masyarakat dalam mengelola potensi yang dimiliki. “TMMD bukan semata-mata membangun sarana fisik bagi masyarakat desa. Melainkan juga menumbuhkan semangat percaya dari masyarakat, agar mampu mengelola potensi yang dimiliki serta kesiapsiagaan, menghadapi setiap ancaman dan tantangan yang sedang atau akan dihadapi,” kata Bupati Indartato ketika membacakan sambutan Gubernur Jawa Timur Soekarwo pada pembukaan pelaksanaan TMMD ke-103 tahun anggaran 2018 di Desa Kalipelus, Kebonagung, Senin (15/10/2018).

Program yang dulu dikenal dengan nama ABRI Masuk Desa (AMD) tersebut merupakan salah satu program lintas sektoral Baik dari kementerian, lembaga pemerintah provinsi, kabupaten dan masyarakat.

Dengan lokasi sasaran daerah terpencil, terisolasi maupun terpinggirkan. Sehingga diharapkan dapat membantu meningkatkan percepatan pembangunan melalui pertumbuhan didaerah, meningkatkan taraf hidup masyarakat, menurunkan kemiskinan, serta menempatkan desa sebagai subjek pembangunan. “Dimana desa dapat meringankan sendiri, melaksanakan sendiri, dan memberdayakan masyarakat sendiri. Upaya pemerintah dalam mewujudkan program Nawacita yang salah satunya adalah membangun Indonesia dari pinggiran, dengan cara memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka NKRI,” ujar Bupati.

Selain pembangunan fisik TMMD juga menyasar kegiatan kemasyarakatan lainnya. Tetapi tidak semua berada dilokasi kegiatan. Seperti penyuluhan hukum, program Jalan Lintas Menuju Mandiri Sejahtera (Jalin Matra), paket pelatihan berbasis masyarakat, serta pelayanan kesehatan terpadu. Dari pemerintah provinsi sendiri pemberian dukungan diwujudkan dalam bentuk bantuan keuangan, pelayanan KB gratis, maupun obgyn bed.

Hal senada juga disampaikan Komandan Korem 081 Dhirotsaha Jaya Kolonel (Inf) Masduki. Menurutnya, TMMD merupakan program salah satu operasi bakti TNI bersama Polri dan pemerintah daerah maupun komponen masyarakat. Muaranya pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Melalui melalui pembangunan jalan, renovasi rumah tidak layak huni, pemasangan gorong-gorong, renovasi masjid, dan lain-lain,” jelasnya.

Kegiatan sosial bertema TNI Manunggal Membangun Desa Mewujudkan Masyarakat Sejahtera Dan Demokratis itu akan berlangsung selama 30 hari. Mulai tanggal 15 Oktober-13November 2018. Melibatkan sebanyak 150 orang personil TNI, Polri, dan unsur masyarakat. (Humaspacitan/DiskominfoPacitan).

Buku Kedua; Dukung Kethek Ogleng Icon Pacitan

“Usai bertemu Bapak (Bupati) kami semakin bersemangat,”

Agoes Hendriyanto bersama dua sahabatnya getol memperjuangkan seni Kethek Ogleng menjadi icon Kabupaten Pacitan. Salah satu upayanya yakni menyusun buku kedua berjudul “Kethek Ogleng Kesenian Monumental Asli Tanah Pacitan” Yang usai dikerjakan bulan ini. “kami bekerja selama dua bulan,” ucapnya kepada Diskominfo (13/10/2018).

Sebelumnya Agoes mendukung penulisan buku pertama yang berjudul “Seni Kethek Ogleng Pacitan Warisan Leluhur Dan Segenap Dimensinya” Yang di susun oleh Sukisno.

Buku setebal 151 halaman itu mengulas tentang kisah cinta Dewi Sekartaji dan Panji Asmoro Bangun yang tidak mendapat restu dari kedua orang tua. “Itulah inti cerita dalam kesenian Kethek Ogleng yang perlu diketahui masyarakat, karena didalamanya banyak  makna yang dapat diambil,” papar Agoes yang menyelesaika Jenjang Master di Universitas Sebelas Maret mengatakan.

Kesenian asli Desa Tokawi lahir tatkala Sutiman dihampiri kera berwarna putih yang menari-nari dihadapanya hingga Ia terhibur. Melihat itu Sutiman berfikir alangkah bahagianya jika Ia dapat menari seperti kera putih tersebut untuk menghibur orang lain.

Terbitnya buku kedua adalah harapan bagi Agoes dan seluruh pelaku Kehek Ogleng termasuk Sutiman yang kini masih hidup untuk menyaksikan kesenian itu benar-benar menjadi icon kebudayaan di Pacitan di tahun 2020. Terlebih pada 09/10 kemarin Bupati secara terbuka mendukung perjuanganya. “Separo yang kami tempuh hingga Kethek Ogleng paten menjadi milik kami masyarakat Pacitan,” tambahnya.

Selain Pacitan, Kabupaten lain juga getol mendaftarkan kesenian ini. Juga, beberapa kota tampak menampilkan Kethek Oglengnya dengan ciri khas masing-masing. Namun Agoes memastikan melalui Sutiman lah cikal bakal Kethek Ogleng. (Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Berkah Abadi Desa Wonogondo Delapan Besar

Wakil Bupati Yudi Sumbogo berharap BUMDes Berkah Abadi Desa Wonogondo Kecamatan Kebondagung dapat menjadi yang terbaik untuk mewakili Jawa Timur di tingkat Nasional. Itu disampaikan Wabup Sumbogo dalam sambutanya mewakili Bupati Indartato yang berhalangan hadir dalam Penilaian Lapang Lomba Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Wonogondo hari ini (12/10/18).

Wabup juga mengaprisiasi kepada BUMDes Berkah Abadi yang telah memberikaan kepedulianya kepada korban bencana alam dan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Kebonangung dan khususnya di Desa Wonogondo. “Utamanya dalam mengurangi tingkat penganguran,” kata Wabup menyampaikan.

Didirikan pada tahun 2009 berdasar Perda Nomor 07 Tahun 2008, pada perkembanganya Berkah Abadi mempunyai beberapa badan usaha aktif, yakni usaha air minum dalam kemasan, simpan pinjam, sablon digital dan pembayaran listrik online. Badan Usaha Desa tersebut telah Melibatkan tigapuluh satu karyawan. “Kami juga terus berinovasi, salah satunya kami membuka trek off-road,” papar Budi Setiyadi Ketua BUMDes Berkah Abadi Kepada Diskominfo.

Penilaian lapang di BUMDes  Berkah Abadi merupakan tahap ketiga yang dilaksanakan untuk mendapatkan enam besar tingkat Provinsi. Pada tahap tersebut terdapat lima aspek yang diutamakan, mulai dari regulasi, keuangan, dampak, kemitraan, pembinaan serta pengawasan. Selain itu penilaian lapang juga digunakan untuk melihat  langsung apakah berdampak pada peningkatan perekonomian di masyarakat dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Kegiatan ini adalah pembinaan kepada kami, juga BUMDes terkait. selanjutnya menjadi treatment untuk para pemangku kebijakan,” tutur Nurul Muntasiroh Ketua Tim Penilai menjabarkan.

Kepada Pemerintah Desa Wonogondo Wabup berpesan agar melaksanakan kegiatan ini dengan sebaik mungkin, sehingga kedepan mampu memberikan motivasi dan inovasi bagi BUMDes yang lain di wilayah Kabupaten Pacitan. (Budi/Anj/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Panitia Kabupaten Jalankan Tugas Sesuai Regulasi

“Pemerintah Daerah (Panitia Kabupaten) tidak punya kepentingan apapun kecuali menyelesaikan masalah sengketa hasil pemilihan suara. Memutuskan masalah tersebut sesuai mekanisme yang berlaku yakni Peraturan Bupati Nomor 20 Tahun 2017,” disampaikan oleh Kepala Bagian Pemerintahan Dan Kerjasama, serta Wakil Ketua Panitia Pilkades Serentak 2018 Putatmo Sukandar kepada Calon Kepala Desa Nomor Urut Dua Wiwit Pheni beserta puluhan pendukungnya hari ini (11/10/2018) di Gedung Karya Darma.

Putatmo meneruskan, segala laporan akan dicermati dari bukti dan saksi. Sedangkan indikasi-indikasi yang dilaporkan dari calon urut satu tetap akan dilihat dan ditindaklanjuti. Jika memenuhi sarat panitia harus melaksanakan penghitungan ulang maka akan dilaksanakan. “Yang pasti kami fear, berpihak pada kebenaran. Karena jabatan kami sebagai taruhanya,” kata Putatmo berkomitmen.

Wiwit Pheni sengaja menemui Panitia Kabupaten untuk mempertanyakan penundaan Surat Keputusan (SK) penetapan sebagai Kepala Desa Watukarung yang Ia terima. Wiwit juga meminta kejelasan terkait dugaan sengketa atas aduan dari calon urut satu Darmadi yang hanya selisih satu suara tersebut. Yakni Darmadi mendapat 552 suara dan Wiwit Pheni memperoleh 553 suara. Sedangkan 18 suara dinyatakan rusak.

Dalam kesempatan itu Wiwit menyatakan harapanya agar proses yang dilaksanakan panitia dalam mengkaji aduan dari calon nomor urut satu dan segera dicari solusi berdasar regulasi yang berlaku. “Sebagai calon kepala desa terpilih untuk segera mendapatkan SK penetapan Kapala Desa terpilih Desa Watukarung,” ungkap Wiwit kepada Diskominfo.

Menanggapi pertanyaan itu Sakundoko sebagai Ketua Panitia Pilkades Serentak 2018 memaparkan, bahwa pihaknya kini telah sampai pada tahap pembuatan panitia kecil dari seluruh komponen yang terlibat. Pihaknya mengatakan untuk tahap awal adalah memeriksa kelengkapan adminstrasi berupa dokumen-dokumen dalam rangka memvalidasi aduan yang yang disampaikan oleh calon nomor urut satu. “Sedangkan penundaan SK, panitia melakukan penundaan karena adanya usulan dari panitia Desa Watukarung,” ucapnya.

Pihaknya juga meminta kepada seluruh calon dan pendukungnya untuk mempercayakan seluruhnya kepada Panitia Kabupaten dalam memberikan kajian dan masukan yang akan disampaikan ke Bupati. Kerena semua laporan nanti pasti sesuai dengan aturan yang berlaku. “Jujur kami tidak berani jika keluar dari aturan,” imbuhnya serius.

Dalam kesempatan itu Sakundoko kembali mengingatkan kepada masyarakat desa watukarung agar tetap menjaga keamanan. Mengingat situasi yang terjadi paska Pilkades belum stabil. “Warga Desa Watukarung kan semua saudara, terus jaga dan pertahankan keamanan,” tambahnya menghimbau.

Dalam kesempatan itu turut hadir mengikuti kegiatan, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan, Rakyat Mahmud, Kabag Hukum Kukuh Sutiyarto, Kepala Satpol PP Widy Sumardji, Camat Pringkuku Daryono dan Kapolsek Pringkuku AKP. Wahyudi. (Budi/Anj/Riyaanto/DiskominfoPacitan).

Do’akan Korban Bencana Dan Mohon Keselamatan

Ket Foto; Anggota Persit menitikan air mata saat melaksanakan istighosah

Bertujuan mendo’akan para korban bencana yang akhir-akhir ini datang silih berganti khususnya di Donggala Palu. Serta memohon agar Pacitan dapat terhindar dari berbagai macam bencana, Kodim 0801 bersama Pemerintah Kabupaten Pacitan, Polres, Departemen Agama menggelar do’a bersama di Masjid Agung Darul Falah pagi ini 10/10/2018.

Hadir Bupati Indartato didampingi Wabup Yudi Sumbogo, dan seluruh pejabat lingkup Pemkap. Kegiatan itu melibatkan ratusan pelajar, mahasiswa dan masyarakat di Kecamatan Pacitan. (Budi/Anj/Riyanto/DiskominfoPacitan).

 

Sosialisasikan Perbup Nomor 70 Tahun 2018

Pemerintah berupaya menyukseskan Sensus Barang Milik Daerah, yang akan dilaksakan pertengahan Oktober nanti. Badan Pengelola Kas Asli Daerah (BPKAD) menggelar Sosialisasi Peraturan Bupati Pacitan Nomor 70 Tahun 2018 Tentang Pedoman Pelaksanaan Sensus Barang Milik Daerah, Di Gedung Karya Darma hari ini 10/10/2018.

Agenda lima tahunan ini bertujuan, data pada barang yang dimiliki tertib serta akurat dan bisa dipertangungjawabkan serta Wajar Tanpa Pengecualian atau WTP kembali diraih Pacitan seperti tahun-tahun sebelumnya. “Kita ingin kerja jadi mudah dan tanpa kesalahan,” kata Kepala BPKAD Heru Sukrisno menyampaikan.

Bupati yang berkesempatan hadir menyampaikan bahwa pemerintah harus mengelola laporan keuangaan daerah, karena itu adalah uang publik atau uang rakyat. Pengelola keuangan Negara yang sehat untuk Indonesia yang kuat. “Pengelola keuangan pacitan yang sehat tentu untuk masyarakaat Pacitan yang kuat,” tutur Bupati.

Ia juga menjelaskan tentang capaian pemerintah dalam tiga indikator, yakni pengelolaan APBD untuk pertumbuhan ekonomi sehingga meningkatnya kesejahteraan rakyat sesuai dengan visi dan misi. “Sementara pertumbuhan ekonomi naik 5,7%, mengurangi tingkat pengangguran yakni sekarang dibawah 1% serta tingkat kemiskinan yang masih diangka 15%. Jadi harus bisa dilihat,” paparnya.

Penerapan kerja yang baik menjadi penentu pada hasil yang akan diperoleh. Menyiapkan perencanaan yang matang serta penguasan terhadap segala peraturan adalah satu landasan yang wajib. “Hasil aset harus benar supaya WTP. Mari bekerja untuk rakyat semoga apa yang kita kerjakan dapat diterima rakyat,” pungkasnya mengingatkan.

Kegiatan tersebut mengundang seluruh Kepala dan Pengurus Barang Perangakat Daerah, Instansi dan Kecamatan di Kabupaten Pacitan. (Budi/Anjar/Riyanto/Diskominfopacitan).

 

Temu Kangen Bupati dan Minta Penghitungan Ulang

“Untuk semua yang terkait, mari kita selesikan masalah ini dengan arif dan bijaksana,” tutur Bupati Indarato.

Tim sukses Calon Kepala Desa Nomor Urut 1 atas nama Darmadi dari Desa Watukarung Kecamatan Pringkuku mengadu kepada Bupati Indartato hari ini 09/10/2018. Terkait dugaan kecurangan Pilihan Kepala Desa 2018 yang dilaksanakan secara serentak Minggu 07/10/2018.

Beberapa poin disampaikan oleh tim sukses terkait kecurangan saat penghitungan suara, sehingga calon yang mereka usung kalah dengan selisih satu suara. Dimana calon nomor urut satu, Darmadi memperoleh sebanyak 552 suara. Sedangkan calon nomor urut dua atas nama Wiwit Pheni mendapat 1 suara lebih banyak yakni 553. Dan surat suara rusak berjumplah 18. “Kami memohon keadilan kepada Bapak Bupati, agar dilakukan penghitungan ulang,” kata Riki.

Kepada 50 anggota tim sukses yang mengadu, Bupati Indartato mengatakan bahwa sesuai Peraturan Bupati Nomor 20 Tahun 2017. Maka segala bentuk sengketa hasil suara akan diselesaikan selambat-lambatnya 30 hari dari waktu pencoblosan. Panitia Kabupaten akan menerima seluruh aduan yang diserahkan dan segera ditindaklanjuti.

Masa waktu 30 hari tersebut tidak untuk mengulur-ulur, namun panitia akan melaksanakan koordinasi dengan pihak terkait lebih dahulu. Di dalamnya akan mempelajari, mencermati dan memahami kondisi yang terjadi berdasar laporan terebut. “Setelah itu panitia akan melakukan penelitian dan pengkajian,” papar Bupati menjelaskan mekanismenya.

Bupati juga meminta kepada masyarakat agar bersabar dan percaya pada pemerintah. Juga tetap menjaga keamanan dan ketertiban. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak memihak kepada siapapun calon, karena dalam keadaan ini pihaknya di tengah-tengah, “Karena saya ingin dipercaya rakyat,” imbuhnya berprinsip.

Dalam kesempatan itu turut hadir Sekretaris Daerah Suko Wiyono, Staf Ahli Pemerintahan Tri Mudjiharto, Asisten Administrasi Umum dan Ketua Panitia Kabupaten Pilkades 2018 Sakundoko, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Mahmud, Kabag Pemerintahan Dan Kerjasama Putatmo Sukandar, Kabag Hukum Kukuh Sutiyarto, Kepala Satpol PP Widy Sumardji, Camat Pringkuku Daryono dan Kapolsek Pringkuku AKP. Wahyudi. (Budi/Anj/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Diskusi Perihal Pendangkalan Grindulu

Pemerintah menyambut baik atas usulan yang disampaikan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) atas pendangakalan Sungai Grindulu dan anak sungai, wilayah normalisasi terutama beberapa desa di Kecamatan Arjosari disebabkan musim penghujan telah di ambang pintu. Forum Diskusi dilaksanakan di Ruang Krida Pembangunan 08/10/2018, dalam kesempatan tersebut Wabup menyampaikan bahwa penanganan untuk normalisasi menjadi agenda rutin Pemerintah. Namun demikian Pemerintah Kabupaten tidak dapat bekerja sendiri, karena berkaitan masalah kewenangan. “Upaya yang ditempuh adalah berkoordinasi dengan instansi vertikal seperti Balai Besar Bengawan Solo, Das Bengawan Solo secara Inten,” paparnya gamblang mewakili Bupati Indartato yang berhalangan hadir.

Masalah sedimentasi menjadi agenda utama pemerintah yang sudah disampaikan kepada Dirjen dan Kementrian, selanjutnya dari laporan tersebut akan dilakukan langkah penyusunan dan ditentukan mana yang menjadi proritas. Sementara pemerintah juga melakukan konsentrasi terhadap pembangunan Waduk Tukul yang berada di Desa Karang Gede Arjosari yang mengalami keterlambatan pengerjaan. Proyek Waduk Tukul dan longsor di Kali Telu salah satu penyebab pendangakalan dan banjir walaupun bukan yang utama.

“Namun demikian langkah lain telah ditempuh dan menjadi prioritas, ditahun ini telah di anggarkan Detail Engineering Design. Fisiknya berupa proteksi tebing dan sebagainya namun tidak sekaligus, yang diutamakan yang bersingungan langsung dengan aset masyarakat dan pelayanan umun,” kata Budiyanto Kepala Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang menjelaskan kepada 30 perwakilan anggota PMII.

Upaya untuk melakukan penghijauan sebagai langkah untuk mengurangi pendangkalan juga gencar dilakukan oleh Wardoyo. Sebagai kepala UPT Pengelolaan Hutan Wilayah I Pacitan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur yang juga diundang dalam acara tersebut menjelaskan, pihaknya setiap tahun telah melakukan penanaman puluhan ribu pohon kayu dan buah serta resapan melalui anggaran pusat seperti BP Das Solo.

Diakhir pertemuan dengan anggota PMII Wabup mengucapkan trimakasih dan apresiasi karena telah memberikan sumbangsih pemikiran untuk pemerintah. Pihaknya berharap akan terjalin banyak diskusi-diskusi untuk kamajuan Pacitan.

Dalam kesempatan itu Wabup Yudi Sumbogo didampingi Staf Ahli Bupati Pacitan Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Tri Mudjiharto, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Pacitan Joni Maryono, Kepala Bagian Pemerintahan dan Kerjasama Sekretariat Daerah Kabupaten Pacitan Putatmo Sukandar dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pacitan Edy Yunan Ahmadi. (Budi/Anj/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Tanggap, Tangkas, Tangguh dan Pahami Gempa Disertai Tsunami

Waspada terhadap ancaman bencana menjadi kwajiban mutlak untuk manusia, karena kehidupan bersinggungan langsung dengan alam. Termasuk goncangan gempa dan gelombang tsunami yang bisa datang kapanpun dan selalu menyisakan ironi. Korban jiwa, kerugian materiil bahkan trauma mendalam. Tsunami atau perpindahan badan air yang disebabkan oleh perubahan permukaan air laut secara vertikal dengan tiba-tiba, menjadi momok dibanyak negara dunia termasuk Indonesia yang berada pada zona cincin api (ring of fire).

Gelombang tsunami umumnya disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya gempa bumi yang disebabkan pergerakan lempeng dan aktifitas sesar serta terjadinya runtuhan atau letusan gunung api di dasar laut. Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat sejak 1964 telah terjadi 23 kali gempa bumi yang diikuti tsunami di Indonesia. Pada 2004 gempa  Aceh masuk dalam gempa besar jika dibandingkan hal serupa yang terjadi pada 18 tahun sebelumnya. Total 250.000 korban jiwa dan menimbulkan trauma mendalam.

Kewaspadaan terhadap ancaman gelombang tsunami diprioritaskan untuk masyarakat pesisir. Hal ini sesuai dengan kajian resiko bencana dan tsunami tahun 2011 oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Sebanyak empat kota terpilih sebagai peserta yakni Kabupaten Buleleng, kepulauan Mentawai, Provinsi Palu serta Kabupaten Pacitan. Berada diatas lempeng besar Indo Australia dan Eurosia aktif serta berhadapan langsung dengan Samudra Hindia menjadi alasan Pacitan masuk dalam daftar peserta. “Berdasarkan data sepanjang 78km garis pantai yang membentang di kabupaten Pacitan, terdapat 25 desa zona merah tersebar dalam 7 kecamatan,” jelas Diyannita Kasi Kesiapsiaagaan Bencana BPBD Kabupaten Pacitan.

Di sisi lain bentangan alam eksotis memanjakan pariwisata Pacitan dan keindahanya mampu menutupi ancaman bencana besar. Namun demikian kewaspadaan terhadap bencana giat dilakukan pihak terkait melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dengan simulasi gempa dan tsunami, pendidikan bencana, hingga pemulihan pasca bencana. Saat ini alarm atau Early Warning System (EWS) pemberi kabar gelombang tsunami dipasang dibeberapa lokasi strategis. Selain itu ditaman puluhan ribu pohon cemara udang di bibir Pantai Teluk Pacitan atau biasa disebut sabuk hijau (Green Belt). Berfungsi sebagai pemecah atau menurukan kekuatan gelombang. “Pohon Bakau juga dapat digunakan dengan fungsi yang sama. Hal ini belajar dari beberapa peristiwa yakni peralatan canggih rusak saat terjadi tsunami lantaran goncangan gempa yang terjadi sebelumnya,” tuturnya melanjutkan.

 

Diyannita menjelaskan tsunami umumnya rangkaian gelombang laut yang mampu menjalar dengan kecepatan 900km/jam atau bahkan lebih, namun saat mencapai pantai dangkal, teluk atau muara sungai, kecepatan menurun dan berubah menjadi tinggi gelombang yang bersifat merusak.  Kesiapan seseorang dalam menghadapi bencana menjadi penentu dalam upaya penyelamatan. Jargon 20-20-20 menjadi landasan dasar mitigasi bencana gempa dan tsunami, yakni lebih dari 20 detik gempa, memiliki waktu 20 menit penyelamatan, dan mencari tempat tinggi minimal 20 meter.

Menyikapi ironi bencana gempa dan tsunami yang selalu menyisakan korban, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP) dalam buku saku pedoman mitigasi bencana, memaparkan secara rinci mulai prabencana hingga pemulihan. Pemahaman dasar pertama adalah kesiapan keluarga, tas siaga, mengenal petunjuk jalur evakuasi, serta berkoordinasi dengan pemerintah terkait mulai tingkat RT hingga tingkat Pusat.

Kemudian mengetahui tanda alam, terutama setelah terjadi gempa seperti air laut surut, suara gemuruh di tengah laut dan banyak ikan menggelepar di Pantai. Mengenal intensitas gempa bumi, waktu berlangsung dan kekuatan gempa sehingga seseorang sulit berdiri tegak serta memantau informasi dari berbagai media resmi mengenai potensi tsunami.

Ketika gempa yang terjadi berdampak pada rumah atau banggunan tempat tinggal tidak dianjurkan membenahi, waspada terhadap gempa susulan, tujuan utamanya adalah evakuasi keluarga ke tempat yang lebih aman. Jika gempa berpotensi tsunami perhatikan alarm serta peringatan atau petunjuk dari pihak berwenang dan segeralah berlari menuju tempat yang tinggi dan berdiam diri ditempat tersebut untuk sementara waktu. Hal ini dikarenakan gelombang tsunami kedua dan seterusnya biasanya lebih besar dari gelombang sebelumnya.

Pascabencana

Tujuan selanjutnya usai bencana adalah tidak bertambahnya korban. Selain upaya dari pihak terkait dan fasilitas umum diharapkan masyarakat dapat mandiri tidak kurang dari lima hari. Kembali dari tempat evakuasi ketika keadaan telah dinyatakan aman,  tetap mengutamakan keselamatan dengan tidak terburu-buru menyelematkan barang, menjauhi tempat reruntuhan, menghindari air yang menggenang karena kemungkinan zat berbahaya dan waspada terhadap instalasi listrik.

Persiapan pasca bencana menjadi landasan pembentukan Desa Tangguh Bencana di Pacitan oleh BNPB.Pengetahuan pemulihan rekonstruksi, rehabilitasi serta regulasi menjadi program kerja yang harus bersama-sama digalakkan. “Harus saling memperioritaskan keselamatan bersama. Saling mendukung dan mematuhi petunjuk evakuasi bencana yang sudah ada,” tutur Diyannita memaparkan.

Bangunan Tahan Gempa

Dikutip dari laman Kompas, Imam Satyarno dosen Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan Universitas Gadjah Mada menjelaskan, material adalah hal yang harus diperhatikan dalam membangun rumah. Jenis pertama bangunan engineered merupakan gedung dua lantai atau lebih, dibangun dengan perhitungan khusus. Kedua non engineered adalah bangunan satu lantai dibuat dengan perhitungan ala kadarnya bahkan material yang digunakan tidak diukur.

Sementara itu melalui sambungan telepon Dewi Irawati ST. MT Konsultan Arsitek menjabarkan bahwa masyarakat Kabupaten Pacitan sudah saatnya mengutamakan berbagai aspek dalam membuat bangunan. Mengingat, berbagai potensi bencana serta kontur tanah. Ketika kemarau kering dan pecah-pecah, sebaliknya jika musim hujan tanah menjadi lembek dan berair. Dengan demikian pondasi dari bangunan harus kuat dan sesuai perhitungan.

“Mengacu Barrataga (Bangunan Rumah Rakyat Tahan Gempa). Hasil penelitian dari Ir. Sarwadi, Msce,Ph.D, Ip U, dosen Magister Rekayasa Kegempaan UII Yogyakarta mengatakan, bangunan tahan gempa itu mempunyai struktur bawah, tengah dan atas harus terkait melalui ikatan tulangan yang sesuai dengaan aturan Barrataga,” lanjut Megister Rekayasa Kegempaan menjelaskan gamblang. Pihaknya juga berpesan bahwa intinya desain bisa ditawar namun struktur tidak bisa ditawar, baik diameter tulangan, jarak kaitan (sengkang) dan cara mengaitkan. Dalam dunia arsitek memang struktur menjadi barang mahal karena sudah mahal juga tak terlihat karena terselubung dengan finishing bangunan yang indah. Dewi menyimpulkan indah tak mesti kuat tapi kuat bisa jadi indah.

(Budi/Anj/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Bermunajat Seraya Nguri-uri Warisan Adiluhung

Konon, masayarakat Dusun Wati, Desa Gawang, Kecamatan Kebonagung, terkena wabah penyakit berkepanjangan (pageblug). Berbagai upaya untuk mencari kesembuhan tidak membuahkan hasil. Sehingga banyak warga masyarakat meninggal karena penyakit misterius.  Sampailah Ki Ageng Sureng Pati memerintahkan sedekah bumi berupa menyembelih kambing kendit, jenis kambing yang memiliki lingkar warna putih pada bagian punggung sampai perut dan sepasang ayam tulak hitam, ayam hitam yang mempunyai bercak putih. “Bersyukur pada Alloh, usai melakukan sedekah warga kembali sehat,” ujar Bari Ketua Paguyuban Baritan Kepada Diskominfo  Minggu (07/10/2018).

Kini warga masyarakat di Dusun tersebut sedang tidak mengalami pageblug seperti pada cerita ber abad-abad lalu. Namun warga masih tetap melaksanakan sedekah bumi yang diberi nama Baritan atau Wiridan. Sebagai upaya untuk mendekatkan diri pada Alloh memohon perlindungan agar terhindar dari segala mara bahaya. Selain itu upacara adat Baritan juga sebagai upaya menjaga budaya dan sejarah yang telah dilaksanakan turun temurun.

Berjalanya waktu, upacara ini mengalami berbagai penambahan dan tidak sekedar memohon keselamatan, namun kini telah menjelma menjadi sebuah warisan kebudayaan yang tidak hanya dimiliki warga setempat, namun warga di Kabupaten Pacitan. Dalam pelaksanaanya selain kirim do’a pada Ki Ageng Soreng Pati lakon babad pada tanah gawang sebagai penghormatan, juga dilaksanakan do’a-do’a, bersholawat hingga kenduri dan menampilkan berbagai macam tari-tarian serta atraksi. “Kita melibatkan seluruh masyarakat, dari anak hingga orang tua. Tujuanya agar kegiatan do’a dan kebudayaan ini tetap lestari,” tambah Bari.

Sampai saat ini Pacitan mempunyai delapan kebudayaan desa aktif, salah satunya adalah Upacara Adat Baritan. Pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga mempunyai beberapa upaya salah satunya memberikan fasilitas berupa bantuan untuk pengembangan. Sehingga upacara adat tersebut menjadi kegiatan wisata budaya yang dapat dinikmati warga masyarakat lokal dan kota tetangga. “Termasuk ini, kita selalu menjalin sinergi agar baik seluruhnya,” jelas Sunyoto salah satu Staf Bidang Kebudayaan memaparkan.

Banyak kebudayaan pada satu kelompok masyarakat hilang karena derasnya arus globalisasi dan teknologi. Salah satu penyebabnya karena tidak ada regenerasi pada penerus. Dalam kesempatan itu Wabup Yudi Sumbogo memberi apresiasi dan menyampaikan rasa bangga kepada masyarakat  Gawang yang senantiasa nguri-uri budaya, sehingga tetap eksis dan menjadi budaya unggulan Pacitan. “Seni budaya merupakan warisan adiluhung (kesenian yang bermutu tinggi) yang luar biasa, tugas kita bersama untuk menjaga dan melestarikanya,” tutur Wabup dalam sambutanya mewakili Bupati Indartato yang berhalangan hadir.

Wabup juga mengingatkan pada warga masyarakat untuk tetap menjaga ketenangan menjelang pesta demokrasi yang dilaksanakan pada 2019 mendatang. Pacitan yang tenang, adem, ayem dan tentrem tersebut agar tetap terjaga. “Pilihan boleh beda, namun jangan menjadi alasan perpecahan,” tambahnya mengingatkan.

Pada kesempatan ltu turut hadir Istri Wabup Ninik Yudi Sumbogo, Ketua DPRD Ronny Wahyono, Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan, Camat Kebonangung Sugeng Widodo dan seluruh Kepala Desa di Kecamatan Kebonangung.

(Budi/Anj/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Pastikan Pilkades Serentak Lancar, Bupati Sidak

Sejumlah titik desa pelaksana pemilihan kepala desa (pilkades) serentak didatangi Bupati Pacitan Indartato, Minggu (7/10/2018). Salah satunya diwilayah Kecamatan Pringkuku.

Desa Sugihwaras menjadi titik kunjungan pertama. Tak hanya menyapa warga, Indartato juga menyambangi tempat pemungutan suara (TPS) di balai desa desa setempat.

Hal serupa juga dilakukan di Desa Watukarung. Usai melihat TPS Indartato kemudian berbincang dengan Kapolres AKBP Setyo Koes Heriyatno yang juga hadir dilokasi pemungutan suara. Selain bupati tampak pula Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Sanyoto, Staf Ahli Bupati Tri Mudjiharto, serta anggota Muspika.

Terpisah, Wakil Bupati Yudi Sumbogo juga melakukan sidak ke wilayah Kecamatan Kebonagung. Sedangkan Sekretaris Daerah Suko Wiyono kebagian wilayah Kecamatan Arjosari.

Pilkades serentak tahun ini diikuti 33 desa dari 11 kecamatan. Dari jumlah itu Kecamatan Pacitan menjadi wilayah dengan jumlah desa penyelenggara terbanyak. Yakni sembilan desa. Sedangkan di Kecamatan Tulakan, Nawangan, dan Kebonagung masing-masing hanya satu desa.

(humaspacitan/diskominfopacitan).

Lantik 3 Pejabat struktural

Bupati Indartato melantik 3 pejabat struktural hari ini jum’at 05/10/2018 di Ruang Peta Pendopo Kabupaten Pacitan. Pelantikan tersebut untuk mengisi kekosongan yang terjadi. Dalam sambutanya Bupati menyampaikan bahwa untuk kekosongan yang lain dipastikan akhir tahun 2018 dapat terisi.

Ia juga mengajak kepada seluruh pejabat di Kabupaten Pacitan untuk menaati perturan yang ada dan selalu iklas mengemban amanah. Mengingat beban dan tanggung jawab besar dipundak untuk mensejahterakan masyarakat. Ibarat tim sepak bola, agar menjaga kekompakan sehingga mampu menciptakan goal. “Goal-nya adalah misi yang kita emban bersama,” kata Bupati.

Ketiga pejabat tersebut yakni, Camat Donorojo, Drs. Sumoro Hadi M.Si dilantik menjadi Staf Ahli Bupati Pacitan Bidang Sosial, Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia. Ir. T. Andi Faliandra, MM, sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pacitan, menjadi Staff Ahli Bupati Pacitan Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan. Terakhir Mahmud S.Pd M.Pd sebelumnya menjabat Sekretaris Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kabupaten Pacitan menjadi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Daerah Kabupaten Pacitan.

Dalam kesempatan tersebut  mengundang, ketua DPRD Kabupaten Pacitan Ronny Wahyono, Sekda. Suko Wiyono, turut hadir Luki Indartato, serta seluruh Pejabat Lingkup Pemkab dan Kepala Perangkat Daerah dan Instansi Lingkup Kabupaten Pacitan.

(Budi/Anj/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Sayangi Anak; Cetak KIA Dimulai 2019

Tampak depan dan belakang, dan warna disesuaikan untuk anak.

Pemerintah Kabupaten Pacitan melalui Dinas Kependudukaan dan Catatan Sipil (Dukcapil) menargetkan proses cetak Kartu Identitas Anak atau KIA di Pacitan akan selesai dalam waktu setahun pengerjaan. Di Provinsi Jawa Timur, Pacitan mendapat jatah terakhir dalam pelaksaanaan program KIA, yakni dilaksanakan pada tahun 2019 nanti.

Dari data yang dihimpun sebanyak 125 ribu anak tersebar di 12 kecamatan dipastikan mengikuti proses cetak KIA. Djohan Perwiranto, S.Pd. MSI, Kabid Pelayanan dan Pendaftaran Penduduk Dukcapil Kabupaten Pacitan menuturkan, pihaknya diawal Januari akan melaksanakan cetak KIA dengan metode sampling. Yakni melakukan perekaman dimasing-masing kecamatan yang bersifat sebagian dengan tujuan agar masyarakat lain mengetahui dan mempersiapkan diri. “Karena jumlah blanko yang tersedia baru separo dari jumplah peserta KIA, namun demikian kami telah melakukan pengajuan,” paparnya.

Djohan juga menjelaskan, sembari menunggu proses cetak yang masih  dua bulan lagi, pihaknya terus mekakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah dari tingkat Kelompok Bermain atau KB, Paud, TK, SD hingga SMA. Baik kepada peserta dan para guru. “Selain di sekolah proses bisa kami laksanakan di Kantor Desa atau Dukuh jika diperlukan, selain menyukseskan program juga memudahkan masyarakat,” tambah Djohan meneruskan.

KTP Anak atau KIA sendiri memiliki banyak fungsi yang dapat memudahkan anak dan orang tua. Ia mengatakan KIA sarat kebutuhan, misalnya pengurusan buku tabungan, sarat belajar di luar kota hingga pengurusan Visa. “Dengan KIA orang tua tidak perlu repot lagi dengan berkas-berkas (KTP orang tua, KK dan Akta). Jadi lebih simple,” imbuhnya mengakhiri.

Dengan segala kemudaahan yang diberikan oleh Pemerintah dan pentingnya program tersebut, Djohan berharap kepada masyarakat untuk ikut serta menyukseskan agar semua anak di Kabupaten Pacitan memiliki KTP anak atau KIA.

(Budi/Anj/Riyanto/DiskominfoPacitan)

Wayang Beber, Ikon Budaya Daerah Yang Harus Terus Dipertahankan

 

Wayang Beber dari Dusun Karang Talun, Desa Gedompol, Kecamatan Donorojo ternyata memikat khalayak. Tak hanya dari daerah lain. Tetapi juga mancanegara. “Kita semua ingin agar wayang Beber diakui dunia,” kata Bupati Indartato usai menyerahkan bantuan pembangunan sanggar wayang tersebut senilai Rp 50 juta, Selasa (2/10/2018).

Bantuan itu menjadi bagian dari kepedulian dan tugas pemerintah daerah memajukan kehidupan masyarakat. Salah satunya bidang kebudayaan. Dimana didalamnya termasuk wayang Beber. Terlebih ada daerah lain yang ingin mengakuinya sebagai budaya milik mereka.

Bupati menjelaskan, wayang yang dipercaya menjadi tertua di dunia tersebut telah diakui oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai warisan budaya tak benda nasional untuk kategori tradisi dan ekspresi lisan milik kota di barat daya Jawa Timur ini. Namun demikian upaya pengembangan dan pelestariannya tidak lantas berhenti begitu saja. “Ketika wayang Beber mendunia, maka tidak hanya desa dan kabupaten yang akan berkembang dan dikenal luas. Tapi juga negara kita,” jelasnya.

Dari penuturan warga setempat diketahui, selain warga dari luar kota, tidak sedikit pelancong luar negeri sengaja berkunjung ke Karang Talun. Diantaranya dari kawasan Timur Tengah dan India. Mereka sengaja datang untuk mendengarkan kisah sejarah wayang sejarah wayang berisi cerita kisah cinta Panji Asmoro Bangun dengan Dewi Sekartaji itu. (Humas/DiskominfoPacitan).

149 Pemenang Terima Penghargaan

Peraih juara lomba pada rangkaian kegiatan peringatan HUT RI ke-73 yang terangkai “Agoestoesan 2018” menerima penghargaan. Penyerahannya dilakukan oleh Bupati Indartato di Gedung Karya Dharma kemarin Senin malam (1/10/2018).

Jumlah penerima penghargaan kejuaraan sebanyak 149 orang dari berbagai kategori yang dilombakan. Baik olahraga, kesenian dan baik dari para pelajar hingga masyarakat umum. “Pemerintah memberi penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya atas ikut serta peserta dalam memeriahkan HUT RI, Saya mewakili Bapak Bupati mengucapkan selamat dan terima kasih. Serta kami berharap perayaan ditahun-tahun depan bisa meningkat lagi di semua lini.” Ucap Wabub Yudi Sumbogo dalam sambutanya mewakili Bupati Indartato.

Dalam kesempatan itu turut hadir Istri Bupati Luki Indartato, Sekertaris Daerah Suko Wiyono, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum Dan Politik Tri Mudjiharto, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Joni Maryono, Asisten Administrasi Umum Sakundoko serta seluruh Kepala Perangkat Daerah dan Instansi di Kabupaten Pacitan.
(Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Pariwisata Dan Budaya Jangan Sampai Terlewatkan

Ditengah kesibukanya Wabub Yudi Sumbogo menyempatkan diri memenuhi permintaan para mahasiswa yang meminta berfoto bersama usai kegiatan penyambutan.

 

Berdasarkan letak geografis dan tupografis Pacitan yang berbukit-bukit, tentu memerlukan pengorbanan dan kesabaran ekstra untuk melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Namun seusai KKN di wilayah Kabupaten Pacitan umumnya, dan wilayah Ngadirojo pada khususnya peserta akan memperoleh kesan yang indah. “Karena masyarakat Pacitan dikenal sangat familier, sangat kental dengan budaya gotong-royong dan rasa kebersamaan serta kekeluargaannya.” ucap Wabup Yudi Sumbogo mewakili Bupati Indartato dalam sambutanya di hadapan Mahasiswa KKN dari Universitas Wijaya Kusuma Surabaya  hari ini 01/10/2018 di Pendopo.

KKN yang dilaksanakan di Kecamatan Ngadirojo tersebut akan berlangsung hingga 07/10/2018. Wabub berharap kepada dosen pembimbing dan mahasiswa untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan dan Desa agar tidak mengalami kesulitan dalam pelaksanaan kegiatan. “Kepada Camat Ngadirojo dan para Kepala Desa yang wilayahnya menjadi lokasi kegiatan, diharapkan dapat membantu dan memfasilitasi segala yang dibutuhkan, sehingga kegiatan KKN dapat berjalan sesuai dengan rencana.” tambah Wabup mengingatkan.

Banyaknya potensi pariwisata dan seni budaya tradisional maupun kontenporer di Kabupaten Pacitan, maka Wabup mempersilahkan kepada peserta dan para dosen pembimbing untuk mengeksplor. Hal tersebut dapat menjadi pengalaman tersendiri, serta dapat menjadi oleh-oleh kepada sahabat dan keluarga berupa kisah akan keindahan dan keelokan Pacitan. “Selain cerita tentu batik dan camilan menjadi buah tangan yang sayang kalau dilewatkan.” imbuh Wabup menyarankan.

Dalam kesempatan itu turut hadir kepala Perangkat Daerah terkait, Camat Ngadirojo Heri setiono,  Kepala Desa terkait, Wakil Rektor Bidang Akademik Supriyono MT, Ketua Yayasan Universitas Wijaya Kusuma Sujatmiko.

(Budi/Anj/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

Bupati Indartato berkesempatan menjadi Inspektur dalam Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada hari ini Senin 01/10/2018. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Halaman Pendopo Kabupaten. Terlibat sebagai peserta upacara yakni dari seluruh Instansi baik TNI, Polri, Ormas Keagamaan dan mahasiswa.

Pada peringatan ini, Pemerintah mengambil Tema “Pancasila Sebagai Landasan Kerja Mencapai Prestasi Bangsa”.

Wabup Yudi Sumboga turut hadir mendampingi Bupati Indartato serta diundang juga Forkopimda, Seluruh Kepala Perangkat Daerah dan Badan di Kabupaten Pacitan.

(Budi/Anj/Riyanto/DiskominfoPacitan)

Ngadi Saliro Ngadi Busono

 

Ngadi Saliro-Ngadi Busono merupakan falsafah perawatan kecantikan yang menyeluruh (total beauty) yang terdiri dari trilogi keanggunan wanita yaitu ngadisaliro ngadibusono dan tata krama. Kata ngadisaliro dan ngadibusono berasal dari bahasa sansekerta yang artinya mempercantik diri dan memperindah busana, namun memiliki falsafah dan sifat-sifat maupun arti yang sangat luas.

Menjadi tema dalam Pertemuan Rutin Triwulan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pacitan. Dengan tujuan agar bagaimana seorang wanita dapat merias tubuhnya secara tepat sesuai agenda dan terutama mampu tampil cantik serta penuh keangguan didepan sang suami. “Karena kami adalah istri ASN maka  harus dapat menempatkan diri dimanapun berada.” Kata Bety Suko Wiyono sebagai Ketua Dharma Wanita Kabupaten Pacitan menjelaskan.

Sebagai Penasehat Darma Wanita Persatuan di Kabupaten Pacitan, Luki Indartato menyambut baik tema yang diambil dalam pertemuan kali ini. Ia berharap sebagai seorang anggota Darma Wanita, perempuan harus pandai dalam berbusana sehingga dapat menjadi penunjang dan menyemangat suami secara mandiri. “Yang utama dari kegiatan ini dapat menjadi lebih mawas diri dan dapat berbagi pengalaman.” Tambahnya kepada Diskominfo.

Luki juga mengingatkan kepada seluruh anggota Darma Wanita untuk selalu menjaga netralitas dalam Pilpres 2019. Ia mengharap selalu menjadi garda dalam menciptakan kerukunan di lingkungan masyarakat sehingga Pemilu di Kabupaten Pacitan bisa meraih sukses “Adem, ayem dan tenterem”. Imbuhnya.

Dikesempatan itu diundang seluruh ketua dan pengurus anggota Darma Wanita Persatuan Kabupaten, Kecamatan dan Kelurahan di Kabupaten Pacitan.

(Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan)

Ingin Kemiskinan Berkurang Drastis Tiga Tahun Kedepan

Bupati Indartato menginginkan agar jumlah keluarga kurang mampu di Kabupaten Pacitan berkurang drastis. Maksimal sampai tahun 2021. “Saya berharap jumlah warga kurang mampu berkurang terus. Sampai tahun 2021,” ujarnya ketika bertemu warga Desa Pucangombo saat pelaksanaan tilik warga dikawasan Kecamatan Tegalombo, Kamis (27/9/2018).

Untuk mencapai tujuan itu, Pemkab Pacitan telah melakukan berbagai upaya. Baik secara langsung, berupa pembangunan fisik, maupun bantuan sosial secara bertahap. Dilokasi titik tilik warga bupati menyerahkan bantuan secara simbolis ratusan zak semen, paket sembako, bantuan program RTLH BSPS untuk 50 unit rumah dengan nilai total mencapai Rp 750 juta, serta KTP elektronik dan akte kelahiran.

Tidak itu saja. Dibidang pendidikan, apresiasi diberikan pemkab kepada para siswa berprestasi. Mereka yang mendapat juara kelas maupun prestasi bidang lainnya mendapat penghargaan maupun hadiah, sebagai stimulan. Termasuk bantuan tas sekolah maupun APE. “Terus rajin belajar. Agar, pintar dan berguna,” pesan bupati dihadapan siswa-siswi.

Ketika berdialog dengan warga di SDN Pucangombo IV, Indartato mendengarkan keluhan masyarakat terkait berbagai hal. Mulai dari sarana transportasi sampai ketersediaan gedung perpustakaan sekolah. “Kita akan benahi secara bertahap. Karena anggaran yang terbatas. Yang didanai banyak,” kata dia. (humaspacitan/diskominfopacitan)

Bentuk Empat Desa Tangguh Bencana

Berbagai potensi bencana mengancam setiap Daerah di Kabupaten Pacitan, baik banjir, tanah longsor, gempa bumi hingga tsunami. Kondisi ini tentu tidak hanya dimiliki oleh Pacitan saja, dimanapun potensi bencana selalu menjadi momok dan harus di hadapi dengan berbagai kesiapan.

Pemerintah melalui Badan Penangulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Pacitan menggelar kegiatan pembentukan Desa Tangguh Bencana kepada empat Desa terpilih. Antaranya Desa Mangunharjo dan Kedung Bendo di Kecamatan Arjosari serta Desa Klesem dan Desa Karanganyar di Kecamatan Kebonagung. Kegiatan dilaksanakan di Ruang Pertemuan UPT Pelabuhan dan Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Tamperan (P2SKP) hari ini 26/09/2018.

BPBD Kabupaten Pacitan tahun 2018 mendapat Program Penguatan Kelembagaan dengan Kegiatan Pembentukan Desa Tangguh Bencana. Bertujuan sebagai upaya memberdayakan masyarakat dalam hal penangulangan bencana. Agar masyarakat selalu siaga pada bencana yang sewaktu-waktu datang. “Materi meliputi pra bencana, saat terjadi bencana hingga pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi,” ujar Diyannita Agustinawati selaku Kasi. Pencegahan dan Kesiapsiagaan kepada Diskominfo disela kegiatan.

Beberapa poin yang harus diaplikasikan oleh Desa tangguh bencana adalah Desa harus membuat peta resiko bencana di wilayahnya dan setelah itu menciptakan peringatan dini potensi bencana yang mengkin terjadi. “Minimal masyarakat di Desa tersebut tidak menggantungkan diri ke Pemerintah sekurang-kurangnya 1 atau 2X 24 jam”. jelas Dian.

Pihaknya berharap untuk empat Desa yang terpilih segera membentuk forum pengurangan resiko bencana yang bertujuan memeberdayakan kemandirian dalam hal penangulangan bencana. Dalam kesempatan itu juga disosialisasikan mengenai Permendes Nomor 19 tahun 2017, bahwa dana Desa dapat digunakan untuk kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.

(Budi/Anjar/Riyanto/Diskominfo)

Mereka Tanpa Pamrih

Bupati Indartato kembali mengingatkan empat Visi Kabupaten Pacitan agar sampai pada harapan yakni Maju Dan Sejahtera Bersama Rakyat. Tujuan itu yang pertama adalah bagaimana upaya pemerintah membangun tata kelola yang bersih dan akuntabel. Meningkatkan kualitas hidup dan kehidupan sosial masyarakat. Membangun perekonomian masyarakat dengan menggerakan potensi daerah didukung ketersediaan infrastruktur yang memadai. “Dan yang terakhir bagaimana bersama-sama kita meningkatkan kesalehan sosial dan harmonisasi antar seluruh lapisan masyarakat.” kata Bupati Indartato dalam sambutannya pada kegiatan Jambore Kader Kabupaten Pacitan Tahun 2018.

Bupati juga menyadari betapa pentingnya peran PKK dalam mendorong progam pemerintah agar sampai pada tujuan yang diharapkan. Walaupun Ia menyadari bahwa PKK berjalan hampir tanpa biaya. “Itu luar biasa, dan saya terinspirasi dengan yel-yel yang ke empat yang ‘Maju dan Sejahtera’. Itu sesuai dengan Visi dan Misi kita bersama. Serta mereka tanpa pamrih” Tambahnya.

Kegiatan jambore kader yang rutin dilaksanakan setiap tahun itu menurut ketua TP PKK Kabupaten Pacitan Luki Indartato mempunyai beberapa tujuan. Yakni bagaimana upaya PKK untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan, dan keterampilan kader dalam menjalankan tugas sebagai motor penggerak pembangunan. “Serta sebagai penghargaan yang dapat memotivasi para kader yang berprestasi untuk meningkatkan kinerja untuk mewujudkan keluarga sehat dan sejahtera.” Kata Luki memaparkan.

Kegiatan yang mengusung tema “Melalui Jambore Kader Kita Tingkatkan Pelaksanaan 10 Program Pokok PKK Untuk Mendukung Gerakan Masyrakat Hidup Sehat” itu melibatkan peserta jamboree kader sebanyak 316 orang. Yang meliputi Tim penggerak PKK Kecamatan dan kader 84 orang, Kader Kesehatan dan pendamping dari Puskesmas sebanyak 192 orang. Serta undangan sebanyak 57 orang dari OPD terkait selaku anggota Pembina dan Camat selaku Ketua Pembina Kecamatan. “Terpenting ini adalah evaluasi dari seluruh kegiatan yang telah kami laksanakan bersama selama setahun.” imbuhnya.

Kegiatan yang dilaksanakan di Pendopo hari ini 26/09/2018 tersebut juga menggelar berbagai macam lomba, diantaranya lomba jingle 10 program pokok PKK, penyuluhan pola asuh anak, cerdas cermat dan deteksi dini tumbuh kembanga anak balita serta lomba cipta menu kudapan sehat lansia.

Turut hadir dalam kegitan itu Sekertaris Daerah Kabupaten Pacitan Suko Wiyono, Asisten Administrasi Umum Sakundoko, Asisten Perekonomian Dan Pembangunan Joni Maryono, Kepala Dinas Kominfo Rachmad Dwiyanto dan kepala Dinas Kesehatan Eko Budiono serta seluruh Camat Se-Kabupaten Pacitan.

(Anj/Budi/Riyanto/DiskominfoPacitan)

Upayakan Ampul Darah Selalu Tersedia Dan Pahamkan Thalasemia

Ketua PDDI Kabupaten Pacitan berinteraksi dengan salah satu anak penderita Thalasemia seusai kegiatan pengukuhan dan seminar di halaman Gedung Karya Darma.

Karena penderita thalasemia harus melakukan transfusi darah seumur hidup maka persediaan kantong darah di suatu tempat haruslah selalu tersedia. Disampaikan Luki Indartato selaku Ketua PDDI Kabupaten Pacitan dalam sambutanya dikegiatan Pengukuhan 12 Anggota Pengurus Sukarela PDDI Unit Dinas/ Instansi dan Organisasi, dan dirangkaikan kegiatan Seminar Thalasemia yang dilaksanakan pada hari ini Selasa 15/09/2018 di Gedung Karya Darma Kabupaten Pacitan.

Penyakit thalasemia terjadi di banyak Negara di dunia termasuk Indonesia. Penyakit ini merupakan penyakit keturunan dan tidak menular dimana sel darah merah mudah rusak atau umurnya lebih pendek dari sel darah normal, sehingga penderita akan mengalami anemia. Penyebabnya sel darah pada penderita tidak mengandung  cukup hemoglobin, karena adanya kelainan atau perubahan pada salah satu bagian gen hemoglobin. “Ditahun 2018 tercatat 19 orang menderita penyakit thalasemia, mereka para penderita diharapkan mengetahui persis penyakit tersebut agar mengetahui segala sesuatunya, baik upaya untuk semakin sehat dan juga hal-hal yang menjadi pantanganya.” Kata Luki.

Sebagai organisasi mitra Palang Merah Indonesia atau PMI dan anggota Federasi Internasional Organisasi Donor Darah (FIODS), mempunyai peran membangkitkan kesadaran masyarakat untuk menyumbangkan darahnya secara sukarela dan wadah para peserta donor darah, Luki berharap dari kegiatan ini kedepan masyarakat Pacitan memahami pentingnya melakukan donor darah sebagai bentuk membantu sesama yang tengah membutuhkan bantuan. “Minimal tiga bulan sekali donor darah, Selain menyehatkan pendonor juga ikut beramal shalih.” Tambahnya mengajak.

Dalam kesempatan itu Luki yang juga sebagai Ketua Penggerak PKK Kabupaten itu menyempatkan diri berpesan kepada para anggota sukarela yang baru dikukuhkan untuk bekerja ikhlas dalam mengemban amanah yang diembannya, agar masa jabatannya yang hingga 2023 benar-benar bermanfaat.

Dikesempatan itu Bupati Indartato yang berhalangan hadir mewakilkan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan dr. Eko Budiono, turut hadir Kepala Kemenag Muhammad Nurul Huda, Perwakilan PMI, TNI dan Polri. Ditunjuk sebagai pemateri dr. Didik Agus Susanto, MM, spPK Dokter di RSUD dr. Darsono, dan dan Langgeng Nur Santoso, Penderita Thalasemia dan Angota Perhimpunan Orang Tua Penderita Talasemia Indonesia.

(Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan)

Pacitan Siap Kondusif untuk Hajat Nasional 2019

Wabub Yudi Sumbogo berharap pilihan Presiden dan Legislatif di Pusat dan Daerah  yang akan dilaksanakan di tahun 2019 mendatang Kabupaten Pacitan dapat kembali meraih kesukesanya seperti pada tahun-tahun sebelumnya yakni berjalan tertib, lancar dan kondusif.

Wabub juga menambahkan harapanya yakni kepada seluruh pemangku kebijakan agar untuk bersama-sama bergandengan tangan bersatu dalam pesta demokrasi. Ia menilai kunci keberhasilan hajat nasional tersebut dapat dicapat yakni dengan melakukan persiapan dengan matang dari sekarang dan melakukan koordinasi dengan semua yang terlibat, sehingga dapat terhindar dari kesalahan baik kecil maupun kesalahan besar.

Hal itu disampaikan wabup seusai melaksanakan video conference Dalam Rangka Pengamanan Tahapan Pemilu 2019 dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Menkopolhukam Wiranto, Panglima Hadi Tjahjanto,  yang dilaksanakan di Polres Pacitan hari ini 24/09/2018. Selain Wabup juga mengundang perwakilan KPUD Kabupaten Pacitan, Kodim 0801 Pacitan dan Panwas.

(Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Pembangunan guna maksimalkan Tanah Dan Ruang Untuk Keadilan dan Kemakmuran

Pembangunan insfratuktur adalah prasyarat untuk meningkatkan produktifitas dan daya saing nasional serta berkembangnya infestasi. Salah satu kegiatan penting terkait dengan pembangunan insfratuktur tersebut adalah pelaksanaan pengadaan tanah.

Hal tersebut sesuai dengan Undang-Undang yang ada dan Peraturan yang telah memungkinkan pengadaan tanah yang cepat dan pasti. Oleh karena itu, dukungan Pemerintah di Daerah menjadi penentu suksesnya program tersebut.

Dalam rangka mengurangi ketimpangan struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan tanah, pemberdayaan masyarakat dalam pemanfaatan aset tanah dan penguatan hak masyarakat atas tanah/hutan adat. Pemerintah telah mencanangkan program reformasi agraria. Berkenaan dengan permasalahan dan sengketa pertanahan yang dihadai, perlu penanganan dan penyelesaian secara konperhensif.

karena Kasus permasalahan dan sengketa pertanahan sudah banyak yang berlarut-larut dan menyita waktu. “Dengan harapan pendaftaran seluruh bidang tanah melalui Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap atau PTSL dapat mencegah terjadinya sengketa.” Disampaikan Bupati Indartato dalam membacakan sambutan Mentri Agraria Dan Tata Ruang pada Upacara Peringatan Hari Agraria Dan Tata Ruang Nasional pagi tadi 24/09/2018 di Lapangan kelurahan Sidoharjo Kabupaten Pacitan.

Di kesempatan itu Bupati juga berkesempatan menyerahkan Penghargaan Satya Lencana 30, 20 dan 10 tahun Pengabdian kepada Pegawai BPN Kabupaten Pacitan serta diserahkan dokumen Sertifikat secara simbolis PTSL Tahun Anggaran 2018 dengan jumplah total 50 ribu bidang tanah, serta diserahkan oleh BPN sertifikat pemkab serta barang milik Negara.

Dalam kegitan yang mengusung tema “Tanah Dan Ruang Untuk Keadiland An Kemakmuran” tersebut turut diundang Forkopimda, Kepala Bank, Notaris, Perangkat Desa dan Peserta PTSL 2018.

(Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Dirjen Minta Tukul Dipercepat

Dirjen Sumberdaya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  Harry Suprayogi meminta pelaksanaan pembangunan waduk Tukul di Desa Karanggede, Arjosari dipercepat. Sehingga hasilnya dapat segera dinikmati oleh masyarakat. “Jangan lebih dari November 2019,” katanya ketika meninjau lokasi proyek tersebut, Sabtu (22/9/2018).

Saat ini progres pembangunannya mencapai lebih dari 71 persen. Instruksi percepatan itu diberikan mengingat musim kemarau hampir berakhir. Sehingga proses pengerjaan harus dioptimalkan. Sebab, ketika musim penghujan, pekerjaan tidak dapat dilakukan secepat sekarang. “Optimalkan jam kerja,” pesannya.

Waduk Tukul sendiri mulai dikerjakan tahun 2015 dari kontrak pada tahun 2014. Kapasitasnya mencapai sembilan juta meter kubik dan menjadi prioritas utama untuk diselesaikan. Air bendungan digunakan untuk irigasi, sumber air baku, dan upaya pengendalian banjir. Karena sungai yang dibendung merupakan anak Sungai Grindulu.

Dirjen juga berpesan agar pemerintah daerah juga berperan dalam antisipasi dampak sosial. Salah satunya potensi bencana alam yang mungkin timbul dikemudian hari.

Menanggapi hal itu, Bupati Indartato mengiyakannya. Karena telah menjadi tugas pokok sebagai bagian dari pelayan masyarakat. “Kita berikan sosialisasi, pengertian kepada masyarakat tentang bahaya bencana alam. Karena setelah selesai dibangun dan berfungsi, daerah sekitar bendungan akan berkembang. Salah satunya sebagai tujuan wisata. Sehingga harus ditata agar tidak menyalahi aturan,” tandasnya.\

(humaspacitan/diskominfopacitan).

Hadiah Bukan Masalah, Bisa Dibenahi

Bupati indartato berkesempatan menyaksikan laga terakhir antara Kecamatan Ngadirojo berhadapan dengan Desa Arjowinangun pada Turnamen Sepak Bola Piala Kemerdekaan Dalam Rangka HUT Ri Ke-73 rangkaian akhir “Agoestoesan 2018”. Di tahun ini tim sepak bola Desa Arjowinangun berhasil menjadi juara dengan skor akhir 0-3 berkat goal yang di ciptakan pemain nomor punggung 09 Jefri Dwi di menit injury time babak pertama, dilanjutkan oleh M. Tofik di menit ke 23 dan Dera Dwi S sepuluh menit kemudian.

Seusai menyerahkan piala dan hadiah kepada para pemenang Kepala Daerah Kabupaten Pacitan mejelaskan bahwa pemerintah sangat mendukung kegiatan tersebut untuk merangsang dunia sepak bola melalui Asosiasi PSSI kabupaten pacitan. harapanya bisa hidup lagi dan diminati seluruh lapisan masyarakat. “Terutama sebagai upaya mencari bibit unggul.” kata Bupati petang tadi 22/092018 di Stadion Pacitan.

Acara yang sudah menjadi agenda rutin tersebut diikuti oleh 26 tim Se-kabupaten Pacitan. Terdiri dari sembilan tim Kecamatan dan sisanya kesebelasan dari Desa dan Kelurahan di Kecamatan Pacitan. Laga pertama yang dimulai sejak 25 Agustus tersebut merebutkan hadiah jutaan rupiah, selain itu kegitan ini sebagai upaya untuk persiapan ajang Liga Tiga dan Liga Remaja. “Sehingga jam terbang para pemain meningkat.” ujar Ketua Panitia Harni Koeswanto menjelaskan tujuan kegiatan selain untuk Memeriahkan HUT RI.

Disinggung perihal harapan untuk membuat turnamen yang lebih besar Bupati menyambut baik dan penuh semangat. dengan tangan terbuka menyatakan dukunganya, hal tersebut semata mata sebagai harapan pemerintah agar mimpi dunia sepak bola di Pacitan benar-benar hidup kembali. “Hadiah tidak masalah, bisa dibenahi.” Tambah Bupati menyemangati.

Turut hadir mendampingi Bupati Indartato, Sekertaris Daerah Suko Wiyono, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Endang Sri Surjasri, Pasi Intel Din 0801/Pacitan Kapten Kav. Dadut Setiyawan dan Ketua PSSI Kabupaten Pacitan Triatmojo.

(Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Bupati Beri Do’a Restu Kepada Gandhang

“Nanti bukan kita yang mengundang dalang dari Solo namun mereka orang Solo dan kota lain yang mengundang dalang dari Pacitan”. Disampaikan Bupati Indartato kepada Diskominfo ketika Bupati memberikan do’a dan restu kepada Gandhang Gondo Waskito atau Helmi Gondowaskito murid SMP Negri 1 Pacitan yang akan berangkat Mengikuti Festival Dalang Bocah Dan Festival Dalang Muda Tingkat Nasional 2018 di Taman Mini Indonesia Indah atau TMII mewakili Jawa Timur.

Selanjutnya Kepala Daerah Kabupaten Pacitan itu akan mengupayakan Beasiswa hingga Sarjana dari anggaran daerah sebagai bentuk perhatian pemerintah yang bertugas memupuk dan memfasilitasi murid-murid berprestasi.

(Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Tes Kebugaran Untuk Deteksi Gaya Hidup Dan Penyakit

Tes Kebugaran Jasmani merupakan serangkaian langkah tes pengukuran tingkat kebugaran jasmani sekaligus untuk menganalisa apakah gaya hidup seseorang sudah memenuhi gaya hidup sehat. “Kebugaran tubuh seseorang tidak dapat dinilai dari penampilan fisik saja, namun juga dari pola hidup, pola makan dan aktifitas fisiknya. Seseorang dapat dikatakan bugar jika setelah bekerja dia masih mampu beraktifitas fisik tanpa merasa kelelahan yang berlebihan, berkaitan dengan hal tersebut maka perlu dilakukan tes Kebugaran jasmani. Kegiatan perdana ini kami selengarakan  bagi pejabat dilingkup Pemerintah kabupaten Pacitan”. Ujar Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Ratna Susy Rahayu kepada Diskominfo disela kegiatanya melaksanakan Tes Kebugaran Jasmani 2018 yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan kabupaten Pacitan.

Bupati indartato beserta 60 peserta lain tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Dalam sambutanya Ia menyambut baik kegiatan itu dan beraharap kegiatan tersebut dapat rutin dilaksanakan, agar peserta dapat memperoleh informasi tingkat kebugaran jasmani dan dapat menerapkan nilai-nilai gaya hidup yang sehat.

Ratna menambahkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS hendaknya dimulai dari diri sendiri, dalam keluarga dan ditempat kerja masing-masing, serta harus terus disebarluaskan dan digalakkan di masyarakat. “Untuk OPD, Instansi atau Perusahaan yang memerlukan pemeriksaan kebugaran Jasmani dapat dikoordinasikan dengan Dinas kesehatan”. Imbuhnya menginformasikan.

(Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Sosialisasi Pencegahan Kebakaran; Upaya Peningkatan Kwalitas dan Pemabahan Personil Kompeten

Sebanyak 50 peserta mewakili Dinas, Instansi dan Swasta mengikuti Sosialisasi Pencegahan Kebakaran yang digelar oleh Satuan Polisi Pamong Praja melalui Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Pacitan. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Kelurahan Ploso hari ini 20/09/2018.

Kegiatan yang di hadiri dan dibuka langsung oleh Sekda Suko wiyono itu bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan optimalisasi upaya pencegahan dan penaggulanagn bencana bahaya kebakaran di wilayah khususnya kabupaten pacitan. Serta untuk mendukung pengurangan resiko kebakaran yang bisa terjadi kapanpun dan dimanapun.

Panitia kegiatan selaku Kepala Satpol PP Kabupaten Pacitan Widy Sumardji menjelaskan, kegiatan itu memiliki beberapa tujuan diantaranya sebagai upaya menambah jumplah prsonil yang memiliki kompetensi tehnik dalam mencegah dan menangulangi ancaman kebakaran. Pada giliranya nanti para peserta diharapkan dapat menginformasikan kepada warga disekitarnya. “Sosialisasi ini menggunakan model tatap muka dan praktek lapangan, serta mengunakan literatur ketentuan peraturan perundang-undangan artinya sesuai setandar yang berlaku”. Ujar Widy kepada Diskominfo menuturkan.

Bnayak faktor pemicu terjadinya kebakaran, bisa karena kesengajaan, faktor alam seperti gempa bumi dan erupsi gunung berapi atau bahkan masalah kelalian manusia atau Human Error. Ini tentu menjadi perhatian bersama agar upaya untuk terhindar dari bencana kebakaran dapat berhasil dan tentu menjadi tanggung jawab semua pihak. “Saya meminta pahamkan juga terhadap semua peserta tentang segala potensi contohnya hubungan arus pendek pemicu terjadinya kebakaran, karena pencegahan nomor satu dibanding tindakan”. Disampaiakan Sekda Suko Wiyono memberi arahan.

Disinggung perihal potensi kebakaran lahan dan hutan dimusim kemarau Widy yang mempunyai sama sapaan Andik di callsign itu secara penuh tangung jawab menjelaskan bahwa walaupun kewenangan lahan dan hutan adalah bukan kewenangannya, namun Ia dan personilnya menyatakan siap dan sigap jika harus bertindak. “Untuk industri yang mempunyai potensi besar terhadap kebarakan kami secara terus-menerus meberikan himbauan agar supaya terbuka kesadaran para pemilik industri sehingga melengkapi segala yang di butuhkan semisal apar, trolley atau APAB atau Hydrant”. Imbuh Widy mengakhiri.

(Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Peran Pendidikan Untuk Memenuhi Tantangan Abad-21

“saya ingin menegaskan, bahwa tantangan ditingkat kopetensi yang dihadapi oleh setiap generasi tentunya berbeda sesuai dengan perkembangan jaman. Maka sebagai generasi millennial atau generasi Y saat ini, tantangan dan kompetensi yang saudara hadapi sangat berbeda dengan generasi sebelumnya”. Disampaikan Wabup Yudi Sumbogo mewakili Bupati Indartato kepada 282 Wisudawan STKIP PGRI Pacitan yang dilkasanakan hari ini 19/09/2019.

Orasi ilmiah Rapat Terbuka Dalam Rangka Wisuda Sarjana Angkatan Ke-XIX tersebut Sumbogo menyampaikan bahwa pembangunan merupakan proses yang berkesinambungan yang mencakup seluruh aspek kehidupan masyarakat, termasuk aspek sosial, ekonomi, politik dan kultural sebagai tujuan utama meningkatkan kesejahteraan warga bangsa secara keseluruhan. Dalam proses pembanguna tersebut peran pendidikan amat penting dan strategis. Untuk itu peningkatan kualitas sumber daya manusia mutlak harus dilakukan. “Karena dengan kualitas sumber daya manusia yang berkualitas dapat memberikan multilier efect terhadap pembangunan perekonominan dan pembangunan di bidang yang lain”. Sumbogo melanjutkan.

Acara yang dihadiri oleh Ketua PGRI Jawa Timur Ihwan Sumadi serta turut hadir Guru Besar Universitas Negri Surabaya (Unesa) Prof. Dr. Supari Muslim, Ketua PGRI Pacitan Supriyono serta Forkopimda Kabupaten Pacitan. Sumbogo juga menyinggung Isu mengenai sumber daya manusia atau human capital. Hal itu sebagai input pembangunan ekonomi atau hubungan antara pendidiakan dan pembangunan ekonomi untuk mencapai kesejahteraan.  Teori Human kapital berpendapat bahwa pendidikan adalah sebagai investasi sumber daya manusia yang memberi banyak manfaat, yakni diperolehnya kondisi kerja yang baik, efisiensi produksi, peningkatan kesejahteraan dan tambahan pendapatan seseorang apabila mampu menyelesaikan tingkat pendidikan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pendapatan lulusan pendidikan dibawahnya.

Sumbogo meneruskan, Pendidikan merupakan investasi penting untuk menghadapi masa depan dunia secara global, untuk itu Ia berharap kedepan pendidikan harus dapat menyiapkan generasi muda abad ke-21 yang unggul, berdaya saing tinggi dan mampu bekerjasama guna mencapai kemakmuran bagi setiap Negara dan dunia. “Mengingat pentingnya peran pendidikan tersebut maka investasi modal manusia melalui pendidikan di Negara kita sangat diperlukan walaupun investasi di bidang pendidikan merupakan investasi jangka panjang secara makro dan perlu disadari manfaat investasi ini baru dapat dirasakan setelah puluhan tahun”. Lanjut Sumbogo.

Ia juga mengingatkan bahwa pendidikan merupakan salah satu agenda penting yang menuntut perhatian sungguh-sungguh dari semua pihak. Sebab pendidikan adalah faktor penentu kemajuan bangsa dimasa depan. Jika sebagai bangsa berhasil membangun dasar-dasar pendidikan nasional dengan baik, maka diharapkan dapat memberikan kontribusi yang nyata terhadap kemajuan bidang-bidang lain.

Pembangunan bidang pendidikan yang dilaksanakan oleh pemerintah bersama masyarakat merupakan upaya pengejawantahan salah satu cita-cita Nasional, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Proses pencerdasan bangsa dilakukan baik melaui jalur sekolah maupun jalur luar sekolah.  Pada giliranya kesempatan memperoleh pendidikan untuk semua education for all semakin dirasakan oleh masyarakat karena pendidikan dijadikan kebutuhan pokok basic needs dalam kehidupan masyarakat. “Dan kami berharap adik-adik yang diwisuda hari ini senantiasa melengkapi diri dengan berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan, agar nantinya mampu berkompetisi secara sehat ditengah-tengah kehidupan masyarakat”. Imbuhnya memberi nasehat.

(Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan).

SAFARI GERAKAN NASIONAL PEMBUDAYAAN KEGEMARAN MEMBACA DI KABUPATEN PACITAN TAHUN 2018

SAFARI GERAKAN NASIONAL PEMBUDAYAAN
KEGEMARAN MEMBACA DI KABUPATEN PACITAN TAHUN 2018

 

 

Kali ini Kabupaten Pacitan mendapatkan kesempatan baik untuk menjadi tempat diselenggarakannya Safari Gerakan Nasional Pembudayaan Kegemaran Membaca yang diadakan oleh Perpustakaan Nasional bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan Pacitan.

Acara ini diadakan di Pendopo Kabupaten Pacitan pada hari Jumát (14 September 2018), dimulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB. Acara dihadiri oleh Drs H. Indartato, MM (Bupati Pacitan) beserta istri (Luki Indartato), Drs. H. Yudi Sumbogo (Wakil Bupati) beserta istri (Ninik Sumbogo) , Bety Suko Wiyono, Drs. Widyanto, M. Si (Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Perpusnas) beserta para staff perwakilan dari Perpusnas Pusat, drg. Yayuk Sri Rahayuningsih (Anggota DPR RI X), Nuris Agusti, S. H, M. Kn (Kasi Pelayanan Perpustakaan Provinsi Jawa Timur) , Forkompinda, Perangkat Daerah, Pejabat OPD Kabupaten Pacitan, perwakilan pegiat masyarakat, siswa-siswi perwakilan sekolah Kecamatan Pacitan, perwakilan Ketua Perguruan Tinggi, mahasiswa STKIP dengan jumlah undangan sekitar 200 peserta.

Adapun tujuan dari diadakannya Safari ini adalah untuk memberikan dorongan kepada Pemerintah Kabupaten Pacitan untuk meningkatkan indeks literasi masyarakat Kabupaten Pacitan, dengan cara membudayakan gemar membaca di kalangan masyarakat Kabupaten Pacitan, memperbaiki mutu dan fasilitas perpustakaan. Salah satu implementasinya adalah dengan cara mengukuhkan Ibu Luki Baskorowati Indartato sebagai Bunda Baca Kabupaten Pacitan yang nantinya bertugas memperkenalkan perpustakaan ke seluruh masyarakat Kabupaten Pacitan sampai ke pelosok-pelosoknya melalui PKK khususnya. Dan itu merupakan salah satu alasan mengapa Ibu Luki Indartato dinobatkan sebagai Bunda Baca dikarenakan Ketua PKK Kabupaten Pacitan lah yang harus mengemban tugas sebagai Bunda Baca.

Luki Baskorowati Indartato akan mengemban tugas sebagai Bunda Baca terhitung dari tahun 2018-2022 sesuai SK Bupati No. 99 tahun 2018. Dalam wawancara singkat, Beliau mengatakan terimakasih banyak atas kepercayaan yang telah diberikan kepadanya, dan langkah ke depannya beliau akan lebih menggalakkan budaya membaca di masyarakat, dan kebetulan jauh sebelum pengukuhan ini PKK sudah membuat program Sudut Baca di lingkup masyarakat.

Selain acara pengukuhan Bunda Baca, acara Talk Show,  diadakan pula penandatanganan MoU (Perjanjian Kerjasama) antara Dinas Perpustakaan Pacitan dengan Polres Pacitan, RSUD dr. Darsono Pacitan, Dinas Pendidikan Pacitan, Kantor Kemenag Pacitan, serta dengan STKIP Pacitan dalam rangka peningkatn layanan perpustakaan untuk siswa dan masyarakat.

Sambutan disampaikan oleh Indartato Bupati Pacitan yang sekaligus membuka acara, sambutan lainnya oleh Kepala Perpustakaan Nasional yang diwakilkan oleh Drs. Widianto, M. Si dan sambutan oleh anggota DPR RI Komisi X drg. Yayuk Sri Rahayuningsih.

Dalam sambutannya, Indartato menyampaikan demi meningkatkan indeks literasi masyarakat, sesuai yang sudah dikonsep oleh SEKDA, maka mendatang Pemda akan memberikan rewards besar kepada para pengunjung yang aktif berkunjung untuk membaca di Dinas Perpustakaan Pacitan dan diharapkan dengan adanya Bunda Baca maka upaya peningkatan indeks literasi akan lebih dapat menjangkau masyarakat luas dan dengan begitu kualitas masyarakat Kabupaten Pacitan akan menjadi lebih baik. Beliau juga sempat menyampaikan sebuah filosofi tentang buku. “Buku adalah kehidupan. Halaman awal adalah kelahiran. Halaman tengah adalah apa yang sedang kita lakukan, dan halaman akhir adalah kematian“.

Drs. Widianto, M. Si menyampaikan bahwa Dinas Perpustakaan merupakan penyangga pendidikan di Kabupaten Pacitan. Masyarakat pada umumnya dan para pelajar pada khususnya membutuhkan tambahan pengetahuan. Dan tugas dari Dinas Perpustakaan adalah menyediakan akses seluas-luasnya kepada mereka. Karena tidak dipungkiri generasi mudalah yang 20 tahun ke depan akan membangun Kota Pacitan agar mampu berdaya saing di era globalisasi. Beliau mengajak pemerintah Kabupaten Pacitan dan masyarakat Pacitan bersama-sama menghidupkan perpustakaan yang ada di seluruh Kabupaten Pacitan karena “Perpustakaan adalah tumpuan belajar di luar sekolah, sarana sepanjang hayat, dan perpustakaan daerah adalah milik rakyat, untuk itu perpustakaan harus benar-benar dihidupkan”.

Hal senada disampaikan oleh drg. Yayuk Sri Rahayuningsih (Anggota DPRD Komisi X yang selama ini giat membantu menggerakkan Pemerintah untuk lebih memperhatikan perpustakaan di seluruh Indonesia) bahwa untuk meningkatkan budaya gemar membaca di masyarakat adalah dengan meningkatkan mutu dan kualitas perpustakaan-perpustakaan yang ada di Kabupaten Pacitan, baik dari segi fisik bangunan perpustakaan, fasilitas terutama berupa kelengkapan buku bacaan,  transportasi Dinas Perpustakaan Pacitan (Mobil Pustaka Keliling), dan tenaga ahli pustakawan. Berkaitan dengan hal tersebut pihaknya akan membawa hasil dari pembahasan Talk Show dalam acara tersebut untuk ditindaklanjuti di pemerintah pusat sebagai RTL (Rencana Tindak Lanjut).

Di tengah-tengah acara disuguhkan tarian yang berjudul “Klayar” oleh SMPN I Pacitan  dan persembahan lagu “Mars Perpustakaan” oleh team Paduan Suara STKIP Pacitan.

Acara ini ditutup dengan acara Talk Show dengan Narasumber Drs. Widianto, M. Si, drg. Yayuk Sri Rahayuningsih, Nuris Agusti, SH, M. Kn, Warito, SH  (Kepala Dinas Perpustakaan Pacitan), Wiwit Pheni Dwi Antari ( Penggiat Masyarakat Desa Watukarung/Mantan Kepala Desa Watukarung) dengan Moderator acara Dr. Mukhodi, M. Si (Wakil Rektor STKIP I Pacitan).

Talk Show diapresiasi sangat baik oleh para undangan, terbukti banyak sekali yang ingin mengajukan pertanyaan maupun masukan kepada para narasumber maupun kepada Pemda Pacitan. Namun terkendala dengan waktu, maka Penanya hanya dibatasi beberapa orang dari masing-masing perwakilan tamu undangan, baik dari kalangan penggiat/tokoh masyarakat maupun dari kalangan pelajar/mahasiswa. Hal tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh narasumber untuk memberikan jawaban yang mampu memuaskan para pemberi pertanyaan.

Khusus rombongan Perpustakaan Nasional dengan didampingi perwakilan Dinas Perpustakaan Pacitan, setelah acara Safari di Pendopo Kabupaten Pacitan mengadakan kunjungan ke Perpustakaan SMPN I Pacitan. Kemudian kunjungan terakhir dilakukan ke Perpustakaan “Cendekia Mandiri” Dusun Gunung Semut RT 01/ RW 03 Desa Kendal Kecamatan Donorojo. Untuk kunjungan di Desa Kendal ini, Wakil Bupati Yudi Sumbogo juga berkenan mendampingi Perpustakaan Nasional ke Perpustakaan Komunitas “Cendekia Mandiri”.

(Penulis : Ryn Surya / Pict by : Nisha /Dinas Perpustakaan Pacitan/ Diskominfo Pacitan)

Pemilihan Dokter Kecil dan Duta Kesehatan Remaja 2018; Upaya Ciptakan Budaya Sadar Kesehatan Sejak Dini

Usaha Kesehatan di Sekolah atau UKS adalah salah satu upaya terpadu lintas program dan sektor dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan serta membentuk prilaku hidup bersih dan sehat peserta didik yang berada di sekolah baik tingkat dasar maupun tingkat lanjutan. Dalam program UKS peserta didik tidak hanya berperan sebagai obyek penerima layanan kesehatan, tetapi juga sebagai subyek, bersama dengan masyarakat sekolah lainnya yaitu para guru, pegawai lainya di sekolah, komite sekolah dan orang tua siswa yang berperan dalam meningkatkan kesehatan dan mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat.

Untuk memenuhi tujuan itu Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan menggelar Pemilihan Dokter Kecil dan Duta Kesehatan Remaja Tahun 2018 yang diselenggarakan di Gedung Karya Darma hari ini 18/09/2018. Dengan total peserta kegiatan pemilihan dokter kecil dan duta kesehatan remaja sebanyak 144 peserta perwakilan dari seluruh Puskesmas di Kabupaten Pacitan.

Kegiatan yang selalu digelar setiap tahun ini memiliki tiga tujuan khusus yakni memiliki pengetahuan, sikap dan ketrampilan untuk melaksanakan prinsip hidup bersih dan sehat serta berpartisipasi aktif dalam usaha peningkatan di sekolah, dan para peserta didik diharapkan memiliki kesehatan fisik dan mental serta mempunyai daya hayat dan daya tangkal terhadap kenakalan remaja. _“Serta terhindar dari pengaruh buruk penyalahgunaan Napza yaitu Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya yang dapat merugikan pribadi dan Negara”_. Papar Kabid. Kesmas. Ratna Susi Rahayu yang dalam hal ini sebagai ketua panitia kepada Diskominfo.

Dikesempatan yang sama seusai membuka kegiatan Kepala Dinas Kesehatan Kabuaten Pacitan Eko Budiono menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkanya dapat meningkatkan partisipasi sisiwa dalam program UKS, agar siswa menjadi penggerak hidup sehat disekolah, dirumah dan lingkunganya. _“Juga siswa dapat menolong dirinya sendiri, sesama siswa didik dan orang lain untuk hidup sehat”_. Tambahnya.

Pihaknya juga berharap dari kegiatan tersebut kedepan dapat meningkatkan jumplah dokter kecil dan duta kesehatan remaja di kabupaten pacitan serta terjalin kerjasama dan koordinasi antara pihak pemerintah dan masyarakat sekolah. Hingga upaya untuk menjadikan para siswa menciptakan budaya sadar akan kesehatan dapat terwujud. _(Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan)._

Pemerintah Bojonegoro Studi Banding Keberhasilan Pariwisata Kabupaten Pacitan

Bupati Indartato Menerima cendramata berupa wayang Thengul asli kab. Bojonegoro dari Bupati PJ Bojonegoro Dr. Supriyanto.

Menyadari potensi tambang migas yang menjadi tulang punggung Kabupaten Bojonegoro satu saat akan habis maka pada Jum’at 14/09/2018 Bupati PJ Bojonegoro Dr. Supriyanto beserta rombongan Pejabat Pemkab mengadakan Studi Banding ke Kabupaten Pacitan untuk belajar langsung bagaimana kabupaten pacitan mengemas Pariwisata sehingga mampu menjadi rujukan bagi wisatawan domestik dan manca negara.

Kunjungan itu disambut langsung oleh Bupati Indartato beserta seluruh jajaran Pejabat di Halking atau Halaman Wingking Pendopo Kabupaten.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari hingga minggu 16/09 tersebut direncanakan akan melakukan rangkaian kunjungan ke beberapa daerah wisata diantaranya ke kali maron Donorojo. Yang dikenal dengan keberhasilan masyarakat dan pemerintah dalam mengemas sungai cantik mirip sungai Amazone itu menjadi tujuan wisata yang tidak pernah dilewatkan para wisatawan.

(Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Tidak Ada Prestasi Tanpa Partisipasi

Prestasi olahraga nasional yang berhasil diraih saat ini mustahil dapat terwujud tanpa partisipasi masyarakat. Salah satunya peringkat ke-4 Asian Games 2018 di Palembang dan Jakarta beberapa waktu kemarin. Itu disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah Suko Wiyono saat upacara peringatan Hari Olahraga Nasional ke-53, Ulang Tahun Pmi Ke -73 Dan Hari Perhubungan Nasional Ke-47 di halaman pendapa kabupaten, Senin (17/9/2018). “Didalam mencapai prestasi tersebut, tentu tidak muncul secara tiba-tiba. Prestasi lahir karena dipersiapkan secara matang dan sistematik serta dukungan semua pihak disertai doa dari seluruh masyarakat,” katanya.

Menteri mengajak masyarakat untuk melakukan olahraga secara rutin dan secara teratur. Sebab, dalam konteks pembangunan olahraga, sesuai Intruksi Presiden Nomor 1 tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan juga ditindaklanjuti dengan Peraturan Menteri Nomor 18 Tahun 2017 tentang Gerakan Ayo Olahraga, olahraga dilaksanakan secara masif dan meluas di semua lapisan masyarakat. Terlebih permasalahan terbesar saat ini, yakni derajat kebugaran masyarakat Indonesia masih dibawah 18 persen.  Maka dengan gerakan masyarakat hidup sehat dan gerakan “Ayo Olahraga” diharapkan akan menjawab permasalahan tersebut. Dengan kesegaran jasmani yang bagus dan kesehatan yang bagus pula, maka akan memudahkan lahirnya bibit-bibit yang berpotensi menuju pentas dunia di masa selanjutnya.

Tema besar HAORNAS tahun 2018 ini adalah “Ayo Olahraga, Bangun Indonesia”. Tema tersebut mengandung makna bahwa pemerintah mengajak untuk berolahraga. Dengan berolahraga, akan turut berpartisipasi membangun Indonesia secara keseluruhan. Yakni membangun jiwa yang sehat dan badan yang kuat. “Pembangunan didalam olahraga tidak hanya jasmani, tetapi juga rohani. Dengan sehat rohani kita berarti telah mendukung kebijakan bapak presiden tentang revolusi mental,” terang Menpora.

Terkait peringatan hari ulang tahun PMI ke -73 yang mengambil tema “Semangat Kepahlawanan”, usia kian mematangkan organisasi. Terutama dalam menjalankan roda kegiatan kemanusiaan, meski demikian satu hal yang tidak tergantikan sejak kelahirannya sekarang. Yakni sepak terjang para relawan yang menjadi nahkoda bagi perahu besar PMI.

Sementara peringatan hari Perhubungan Nasional ke-47, hendaknya merupakan momentum yang tepat bagi seluruh insan perhubungan, untuk meresapi kembali apa saja yang telah diberikan untuk kemajuan di sektor transportasi. tantangan pembangunan sektor transportasi semakin kompleks, seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi. Untuk menjawab tantangan tersebut jajaran perhubungan dituntut mampu beradaptasi dan terus berinovasi melalui perubahan pola kerja baru, yang lebih efektif dan efisien. “ Dengan menciptakan sistem transporasi yang handal, sdm yang berkompeten serta sarana dan prasarana yang baik, oleh karena itu, sdm bidang perhubungan harus terus meningkatkan layanan transportasi kepada masyarakat,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu pula diserahkan penghargaan kepada mereka yang berprestasi. Diantaranya tim putra bola voly yang meraih juara pertama kejurprov Jawa Timur, Fasandra Novi Liyundzira (juara II pemilihan pelajar pelopor tertib lalu lintas tingkat Provinsi Jatim), dan piagam penghargaan lomba pertolongan pertama lintas medan PMR Madya dan Wira.

(HumasPacitan/DiskominfoPacitan).

Pemuda Pacitan Meraih Medali Emas Di Ajang WorldSkills ASEAN 2018

Berkat kecintaanya terhadap berbagai bentuk dan karakter kayu Ferdi Nurfiansyah dari Kel. Ploso Kec. Pacitan itu berhasil membawa pulang medali emas dan mengharumkan nama Indonesia di kompetisi bergengsi Worldskills ASEAN 2018 yang dilakasnakan di Bangkok Tailand pada Cabang Joinery atau Teknik Menyambung Kayu Kuntuk Produk Kusen Dan Jendela.

Pemuda berusia 19 tahun lulusan SMK Negri 1 Pacitan itu mengaku bahwa kecintaanya terhadap kayu dimulai saat Ia memasuki jurusan kriya kayu disekolah tersebut, setelah lulus beberapa bulan lalu Ferdi kembali berfokus pada teknik joinery setelah sebelumnya Ia dan timnya berhasil menjadi juara 3 diajang Lembar Kerja Siswa atau LKS yang dilaksanakan di kota Solo Jawa Tengah ketika Ia masih sekolah.

Namun seelumnya Ferdi hampir saja gagal mewakili Indonesia karena ditahun 2016 cabang joinery sempat ditiadakan, tentu Kemenaker juga menghapus cabang itu dari daftar Seleknas, beruntung mendekati kompetisi melalui rapat kepanitiaan worldskills 2018 kembali memasukan cabang tersebut. Alhasil Ferdi dan satu rekan di timnya kembai memiliki kesempatan untuk berkompetisi namun mereka tidak memiliki banyak waktu persiapan. “bersukur sebelumnya kami telah giat berlatih sehingga kami dapat mengasai materi”. Ujar Ferdi yang suka makan sate kambing tersebut.

Anak nomor dua dari pasangan Karmidi dan Suprapti itu juga mengatakan bahwa alasan keberhasilanya membawa pulang medali emas tersebut lantaran begitu pahamnya tentang seluk beluk kayu, Ia mengatakan bahwa kayu memiliki karakteristik yang unik, ada jenis kayu yang keras namun mudah patah, ada yang lunak tapi ulet dan sebagaiya. “Dari sedikit kepahaman kita terhadap kayu mempermudah proses lomba yang dilaksanakan selama 18 jam yang dibagi menjadi tiga hari itu serta kita tidak salah dalam pengerjaan”. Tambahnya yang bercita-cita menjadi pengusaha meubel tersebut kepada diskominfo.

Ferdi bersyukur dapat mengharumkan nama Pacitan dan Indonesia dikancah Asean, kedepan Ia akan kembali memfokuskan diri di bidangnya untuk Worldskills tingkat dunia yang akan diselenggarakan tahun depan.

(Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Lomba Foto Sebagai Promosi Dan Bentuk Inventarisasi Kekayaan Pacitan

Didampingi Istri Luki Indartato Bupati menyerahkan Hadiah dan Piangam kepada Fotografer wanita yang memperoleh nominasi pada lomba foto festival rontek 2018

Bupati Indartato mengapresiasi kegiatan Lomba Foto (Instagram) bertemakan Festival Rontek 2018 yang dilaksanakan selama kegiatan festival rontek akhir Agustus kemarin, hal itu disampaikanya saat memperoleh kesempatan pemyerahan hadiah dan piagam kepada para juara di Hotel Srikandi kemarin 14/09/2018.

Ratusan pesrta antusias mengikuti lomba yang digagas oleh Asri Riskiana tersebut, dari kegiatanya itu berhasil terkumpul 2442 buah foto, mereka para para peserta tidak hanya dari kabupaten pacitan, banyak peserta lomba dari kota Yogyakarta dan Solo.

Selain sebagai media promosi yang efektif lomba foto juga berguna sebagai wadah untuk menginventarisasi kekayaan yang dimiliki baik kepariwisataan, produk unggulan asli pacitan ataupun kebudayaan seperti festival rontek. “Menjadi catatan kami untuk memasukan kegiatan semacam ini ke PPHBN di tahun depan”. Disampaikan Bupati seusai acara.

(Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan).

LOMBA MEWARNAI TINGKAT PAUD/TK SE-KABUPATEN PACITAN

 

                Minggu, 16 September 2018, bertempat di ruang layanan Dinas Perpustakaan Pacitan telah diadakan Lomba Mewarnai Tingkat Paud/TK Se-Kabupaten Pacitan sebagai bentuk kerjasama Dinas Perpustakaan Pacitan dengan Diva Press Jogjakarta.

                Acara ini diikuti oleh 115 peserta dari perwakilan PAUD dan TK Se-Kabupaten Pacitan. Jumlah peserta kali ini memang jauh berkurang dibandingkan dengan lomba mewarnai pada bulan Februari 2018 dikarenakan dari pihak Diva Press memang membatasi jumlah quota peserta.

                Lomba mewarnai ini digelar dengan sederhana hanya dengan menambah hiburan kecil dari anak-anak sendiri seperti penampilan menyanyi dan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an oleh anak-anak yang berani tampil ke depan, setelah mereka menyelesaikan gambarnya. Beberapa dorrprize buku pemberian DIVA Press Jogjakarta diberikan kepada mereka sebagai reward atas keberanian mereka. Kesederhanaan acara tidak mengurangi antusias anak-anak untuk mengikuti lomba. Orang tua maupun guru-guru mereka juga hadir memberikan semangat untuk putra-putrinya.

                Acara ini dilaksanakan sejak pukul 09.00 WIB pagi hingga pukul 12.00 WIB, dan ditutup dengan pengumuman hasil kejuaraan. Juara I diperoleh Almini Kayyisah Afiqoh dari TK Melathi. Juara I oleh Kinanti Widya dari TK Negeri Pembina. Juara III diperoleh Ahmalyka Annaya Sabil dari TK Bustanul Atfhal Pacitan.

                Nama Almini Kayyisah Afiqoh sudah tidak asing lagi dalam perlombaan mewarnai. Anak kelas B TK Melathi ini sering menjuarai perlombaan mewarnai tingkat TK di Kabupaten Pacitan. Rupanya bakat ini menurun dari kedua orang tuanya dan kakaknya.

                Winda, salah seorang guru TK Az-Zhalfa Pacitan dalam wawancara menyampaikan terima kasih banyak atas diadakannya perlombaan ini karena bisa memberikan kesempatan untuk anak-anak yang berbakat dalam menggambar dan mewarnai, juga ini merupakan ajang untuk lebih memperkenalkan kepada anak-anak apa itu perpustakaan. Winda juga berharap ke depannya semoga quota untuk lomba mewarnai diperbanyak, dan tempat untuk perlombaan juga lebih luas lagi.

                Di lain tempat, Warito, SH selaku Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Pacitan menyampaikan “ Selamat kepada adik-adik yang berhasil meraih kejuaraan, tingkatkan belajarnya  untuk meraih kesuksesan di masa depan. Demikian pula kepada adik-adik yang belum dapat meraih juara untuk tidak berkecil hati, karena nanti sekitar bulan Februari tahun 2019 saat memeriahkan hari jadi Kabupaten Pacitan akan diadakan lagi perlombaan yang sama.  Salam ceria sampai ketemu lagi pada acara yang sama”.

(Penulis : Ryn Surya/ Pict : Nisha & Yusnafiza/ Dinas Perpustakaan Pacitan/Diskominfo Pacitan)

Luki Indartato; Menyandang Bunda Baca Utamakan Program Sudut Baca

“Pkk kabupaten sebelumnya sudah mempunyai program di masing-masing Desa yang kami beri nama Sudut Baca dan sudah dilaksanakan, namun belum kasimal karena ketebatasan segala sesuataunya. namun setelah usai diselenggarkanaya sosialisasi dari Dinas Perpusatakaan bekerjasama dengan Provinsi dan Pusat kami berharap Semoga Sudaut Baca kedepan  bisa berjalan, bermanfaat dan lebih baik”. Ucap Luki Indartato Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pacitan menjabarkan rancangan gambaran program kerjanya seusai menerima penobatan sebagai Bunda Baca masa periode 2018-2022.

 

Luki juga mengucapakan terima kasih telah diberi kepercayaan yakni menjadi Bunda Baca dan menyatakan keyakinanya bawa dengan bersatu padu maka segala programnya yakni yang utama membudayakan membaca di kabupaten pacitan dapat terlaksana. Ia menambahkan bahwa penobatan tersebut adalah kebetulan lantaran yang harus menyandang bunda baca haruslah Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten, namun demikian Ia kembali mengaskan akan tetap berusaha menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya.

 

Kegiatan yang diberi nama Safari Gerakan Nasional Pembudayaan Kegemaran Membaca, Implementasi Revolusi Metal Melalui Mobilisasi Pengetahuan Dalam Rangka Meningkatkan Indeks Literasi Masyarakat yang dilaksanakan hari ini 14/09/2018 di Pendopo Kabupaten tersebut dibuka langsung Bupati Indartato. Selain penobatan itu juga dilaksanakan penandatangan MoU perjanjian kerja sama antara pihak Dinas Perpusktakaan dengan Dinas Pendidikan, STKIP PGRI Pacitan, RSUD, Polres dan Kemenag. Dan diakhiri dengan Dialog yang diikuti oleh perwakilan Pelajar di Kecamatan Pacitan, Mahasiswa, Tokoh Masyarakat hingga Pejabat Dikabupaten Pacitan._(Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan)._

Senam Pagi Peringati Haornas

Ribuan siswa/siswi dan masyarakat mengikuti senam Dalam Rangka Memperingti Hari Olahraga Nasional yang jatuh pada 09 September kemarin. kegiatan ini dilaksanakan pagi ini di Alun-alun Kabupaten Pacitan 14/09/2018. dalam kesempatan itu hadir mengikuti kegiatan Bupati Indartato dan Istri Luki Indartato, Wabub Yudi sumbogo, serta Pejabat Lingkup Pemkab dan Kepala OPD/Instansi di Kabupaten Pacitan.

(Anjar/Budi/Riyanto/Diskominfo)

Kemarau Panjang; Gunakan Air Sehemat Mungkin Dan Jangan Bakar Semak

Sebanyak 30 Desa dari 11 Kecamatan mengalami krisis air bersih, dan dari pantauan Badan Metrologi klimatologi dan geofisika atau BMKG bulan ini kemarau sampai pada puncaknya serta diperkirakan hujan akan turun di pertengahan bulan Oktober mendatang dengan curah hujan level sedang serta level menengah di bulan November.

Ketika ditemui dikantornya 13/09/2018 Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Pacitan Windarto menuturkan, sejak pertengahan bulan Juli pihaknya telah malakukan drooping air bersih ke daerah terdampak kekeringan yang mengajukan permintaan. Namun ada permasalahan yang di hadapi yakni masih banyaknya daerah yang tidak mempunyai tandon air untuk menyimpan cadangan air yang dikirim. “Selanjutnya kami melakukan langkah bekerjasama dengan BPBD Provinsi lalu kami mendapat bantuan tandon air yang kini telah siap untuk didistribusikan”. Tuturnya kepada diskominfo.

Melihat prakiraan hujan yang akan turun sebulan kedepan Warga masyarakat kabupaten pacitan tidak perlu cemas, Ia mengatakan bahwa persediaan air bersih di kabupaten pacitan masih banyak hingga beberapa bulan kedepan serta dipastikan tidak akan mengalami kekurangan stock air bersih. Namun Ia meminta kepada seluruh masyarakat untuk melakukan penghematan air bersih khususnya selama musim kemarau ini. “Selain kita berhemat juga saya berharap untuk tidak membakar semak dan lain-lain agar tidak terjadi kebakaran lahan”. Himbaunya mengakhiri.

(Budi/Anjar/Riyanto/Diskominfopacitan)

WORKSHOP SHARING CARA PENULISAN BUKU ANAK SEBAGAI BENTUK KERJASAMA DINAS PERPUSTAKAAN PACITAN DAN DIVA PRESS YOGYAKARTA

Minggu, 9 September 2018, bertempat di ruang layanan Dinas Perpustakaan Pacitan, telah diadakan Workshop dengan tema Cara Penulisan Buku Anak sebagai bentuk kerjasama Dinas Perpustakaan Pacitan dan Diva Press Yogyakarta. Penanggung jawab acara workshop kali ini adalah Edi Sukarni, S. Sos, M. Pd (Kepala Bidang Layanan dan Koleksi Dinas Perpustakaan Pacitan).

Acara tersebut dimulai sejak pukul 09.00 WIB pagi sampai jam 11.00 WIB. Dari target 50 orang peserta Workshop, ternyata peserta yang datang berjumlah lebih dari target. Jumlah peserta yang hadir adalah sebanyak 57 orang. Ada penambahan peserta yang kebetulan berkunjung ke Dinas Perpustakaan Pacitan dan justru mereka yang meminta untuk dapat mengikuti acara workshop tersebut. Peserta yang datang tidak hanya dari kalangan anak kuliahan saja, tetapi juga anak SD, SMP, SMK yang turut antusias mengikuti acara.

Narasumber Workshop datang langsung dari Team Diva Press Yogyakarta, yakni Lathifah (Seorang penulis buku anak di Penerbit Diva Press). Beliau memberikan kiat-kiat bagaimana cara penulisan buku anak yang baik dan benar, dan menjelaskan jenis buku apa saja yang dikonsumsi oleh anak-anak. Selain memberikan kiat-kiatnya, Lathifah dan Miko (pembawa acara sekaligus moderator acara) memberikan beberapa intermezzo agar acara tidak membosankan dan peserta tetap semangat. Di tengah-tengah acara, diberikan beberapa doorprize kepada peserta yang memberikan pertanyaan kepada narasumber.

Sebagai penutup, terdapat sedikit pengarahan dari Kepala Dinas Perpustakaan Pacitan terkait dengan diadakannya workshop ini. Warito, SH (Kadin Perpustakaan Pacitan) memberikan arahan dan motivasi-motivasi kepada peserta. Selain itu jika ada dari mereka yang menginginkan untuk menerbitkan tulisannya maka pihak DIVA Press akan siap membantu, namun dengan tetap mengindahkan syarat-syarat yang diterapkan oleh pihak DIVA Press. Beliau juga mengatakan bahwa ke depannya acara seperti ini akan terus diadakan di lain waktu, dan beliau berharap peserta yang datang dalam workshop kali ini akan datang dalam workshop penulisan buku selanjutnya.

(Penulis : Ryn Surya/ Pict : Nisha/Dinas Perpustakaan Pacitan/DiskominfoPacitan)

Bupati Sambut 238 Jama’ah Haji Dan Upayakan Pemabahan Kuota Ditahun Depan

Bupati Indartato menyambut kedatangan 238 Jama’ah Haji Kloter Sub 44 dari Kabupaten Pacitan Tahun 1439 Hijiriyah yang datang pagi ini 12/09/2018 Di Pendopo Kabupaten. Satu jama’ah dilaporkan sakit dan masih tertinggal untuk mendapatkan perawatan mendis di Rumah Sakit Arab Saudi, atas nama Karenadi Bambang Sutrisno jama’ah asal Kelurahan  Sidoharjo Kecamatan Pacitan.

Usai kegiatan penyambutan Bupati menyampaikan rasa syukur dan memberikan selamat kepada seluruh jama’ah haji yang telah selesai melaksanakan rangkaian ibadahnya ditanah suci. pihaknya berharap para haji dan hajjah khususnya dari kabupaten pacitan mejadi haji dan hajjah yang mabrur. “Kami juga berdo’a agar satu jama’ah lekas sehat dan pulang ke kampung halaman pacitan”. Kata Bupati Indartato mendoakan.

Besarnya minat warga masyarakat pacitan untuk melaksanakan ibadah haji adalah gambaran adanya peningkatan perekonomian masyarakat di Kabupaten Pacitan. Melihat kabar baik itu Bupati melalui Kemenag akan melakukan upaya penambahan kuota haji di kabupaten pacitan yakni dengan mengirim surat ke Kemenag Pusat. “Kami terus berupaya agar masyarakat tidak terlalu lama menunggu keberangkatan karena ini urusan ibadah”. Ujar Bupati

Di kesempatan itu Bupati didampingi Istri Luki Indartato, Wabub Yudi Sumbogo beserta Istri Ninik Setyorini, Sekda Suko Wiyono beserta Istri Bety Suko Wiyono, seluruh jajaran Forkopinda, jajaran Pejabat Pemkab, seluruh Kepala OPD dan Istansi serta Tokoh Agama Di Kabupaten Pacitan.

(Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan/HumasPacitan).

PEMBUKAAN BAZAR BUKU MURAH PACITAN 2018 KERJASAMA DINAS PERPUSTAKAAN PACITAN DAN DIVA PRESS YOGYAKARTA

PEMBUKAAN BAZAR BUKU MURAH PACITAN 2018

KERJASAMA DINAS PERPUSTAKAAN PACITAN DAN DIVA PRESS YOGYAKARTA

 

Senin, 3 September 2018, telah diselenggarakan “Pembukaan Bazar Buku Murah Pacitan 2018” sebagai bentuk kerjasama Dinas Perpustakaan Pacitan dan Diva Press Yogyakarta. Diva Press mengadakan Bazar Buku dalam rangka memperingati Hari Kunjung Perpustakaan yang jatuh pada tanggal 14 September dan Bulan Gemar Membaca yang jatuh juga pada bulan September.

Sebanyak 141 undangan memenuhi ruang Layanan Perpustakaan Pacitan.  Undangan terdiri dari beberapa Kepala Sekolah TK, SD, MI, MTs, SMA, SMK, MAN sekaligus perwakilan siswa-siswinya, dan perwakilan mahasiswa STKIP Pacitan. Selain itu ada beberapa tamu undangan khusus antara lain Bupati Pacitan yang kali ini berhalangan hadir dan diwakilkan oleh Drs. Suko Wiyono, MM dan Kepala OPD se-Kabupaten Pacitan.

Dalam sambutannya, Drs. Suko Wiyono, MM berpesan kepada para pelaku pendidikan untuk terus semangat menanamkan budaya gemar membaca dan mendorong minat berkunjung siswa ke perpustakaan baik ke Perpustakaan sekolah maupun Perpustakaan Daerah Kabupaten Pacitan. Beliau juga menjelaskan bahwa Dinas Perpustakaan Kabupaten Pacitan sekarang ini sudah berubah menjadi sangat cantik dan fasilitasnya juga sudah lebih memadai. Kedepannya diharapkan untuk lebih bisa meningkatkan fasilitasnya. Dalam kesempatan itu pula beliau menyampaikan agar Desa dan Kecamatan yang ada di Kabupaten Pacitan untuk secara bersama-sama membangun masyarakat yang mempunyai minat baca tinggi dengan mengangkat perpustakaan kecamatan dan desa.

Warito, SH selaku Kepala Dinas Perpustakaan Pacitan juga menjelaskan bahwa Negara Republik Indonesia merupakan Negara yang minat bacanya menduduki peringkat ke-2 dari bawah, yakni tingkat ke-60 dari 61 negara di dunia. Tentunya ini menjadi PR kita bersama untuk mencetak generasi muda menjadi pecinta buku, dan mencintai budaya gemar membaca yang nantinya berpengaruh besar terhadap keberhasilan suatu bangsa. Berkaitan dengan dibukanya Bazar Buku yang diadakan oleh Diva Press, diharapkan mampu menarik masyarakat umum untuk lebih mudah mendapatkan buku-buku yang bisa didapatkan dengan harga yang lebih murah tanpa harus jauh-jauh pergi ke luar kota.

Beberapa doorprize dipersembahkan untuk peraih kategori sekolah-sekolah dengan jumlah kunjungan terbanyak ke Dinas Perpustakaan Pacitan, selain itu juga doorprize diberikan kepada Desa Nanggungan atas kejuaraannya dalam lomba perpustakaan Desa se-Kabupaten Pacitan tahun 2018.

Hal ini dilakukan untuk lebih menarik minat kunjung masyarakat pada umumnya. Untuk mempercantik acara, para undangan dihibur dengan mini show pantomim oleh Naura Quinta Revana Gunawan (siswi kelas 3 SD di kota Yogyakarta putri Bapak Aconk Indra dari DIVA Press).  Acara tersebut diakhiri dengan kunjungan para pengunjung untuk melihat Bazar Buku Murah Diva Press di halaman Dinas Perpustakaan Pacitan.

Bazar Buku Murah Diva Press akan diselenggarakan sampai dengan tanggal 17 September 2018 dari jam 09.00 WIB hingga jam 21.00 WIB. Banyak jenis buku yang dihadirkan kali ini, jauh lebih banyak dari bazar sebelumnya.

(Penulis: Ryn Surya/Pict: Nisha/Dinas Perpustakaan Pacitan/Diskominfo Pacitan)

 

Njala, Kearifan Lokal Untuk Melestarikan Lingkungan

Njala (menjala ikan) merupakan salah satu upaya melestarikan lingkungan hidup, demikian disampaikan oleh Bupati Pacitan, Indartato saat membuka Lomba Njala di kawasan muara sungai Grindulu Pacitan atau yang biasa disebut warga kawasan Pancer (11/09/2018).

“Kearifan lokal yang menurut saya luar biasa, tidak merusak lingkungan. Oleh karena itulah kegiatan semacam ini perlu dilestarikan yang sekaligus memberikan contoh kepada teknologi yang lebih modern agar tidak merusak lingkungan” jelas Indartato.

Senada dengan Bupati Pacitan, ketua panitia Lomba Njolo, Sunyoto Karyawan menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan suatu sarana untuk berkumpul dan bersatu untuk stop ilegal fishing. “Kita budayakan menangkap ikan dengan cara yg baik tidak merusak lingkungan” tambahnya.

Lomba Njala merupakan even rutin yang digelar oleh Kelompok Usaha Bersama (KUB) Srono Jolo. Even kali ini diikuti lebih dari 100 orang peserta dari seluruh wilayah Kabupaten Pacitan. Selain Lomba Njala, juga digelar upacara Ngambu (Ngabekti Marang Bumi) Pancer.

(humaspacitan/diskominfopacitan)

234 Ingkung Untuk Sedekah Laut

Rombongan Bupati diantara ribuan masyarakat ketika mengarak tumpeng yang akan dilarung ditengah Laut Pacitan

Sebanyak 234 buah ingkung disiapkan para nelayan pada sedekah laut menyambut 1 Syuro atau tahun baru Islam 1440 H di kawasan pelabuhan perikanan pantai Tamperan, Kelurahan Sidoharjo, Pacitan, Senin (10/9/2018). Jumlah itu lebih banyak dibanding tahun sebelumnya, yakni 195 buah. “Peringatan ini memiliki dua makna. Yakni bersyukur dan introspeksi diri,” kata Bupati Indartato saat menghadiri kegiatan tersebut.

Menurut bupati, banyaknya ingkung yang terkumpul pada agenda tahunan itu membuktikan bahwa para nelayan tetap kompak dan bersatu. Karena persatuan menjadi salah satu modal penting dalam pembangunan daerah. “Kekurangan-kekurangan dibenahi. Agar kehidupan kita lebih baik,” ucapnya.

Sebagai perwujudan rasa syukur atas rejeki dari Allah SWT melalui hasil tangkapan, nelayan kemudian melarung tumpeng ketengah laut. Bupati Indartato dan Wakil Bupati Yudi Sumbogo bersama sejumlah unsur forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) pun tak ketinggalan ikut melaut.

(humaspacitan/diskominfopacitan).

Agar Tidak Terjadi Kesalahan Dalam Pembangunan

Bupati Indartato meninjau langsung proyek pembangunan taman dan lapangan olahraga di Alun-alun Kabupaten Pacitan hari ini Senin, 10/09/2018.

Proyek senilai 2,1 Milyar yang dikerjakan oleh Dinas Lingkungan Hidup itu untuk pembangunan selasar, air mancur menari, pelebaran jalan air mancur, lampu dekoratif lem, lampu induk serta kursi antik. Sedangkan untuk empat lapangan olahraga yakni lapangan bola basket, dua lapangan bola volley dan satu lapangan sepak takraw dikerjakan oleh Disparpora membutuhkan anggaran 600 juta. Keduanya dijadwalkan rampung hingga 23 Nopember mendatang dan menghabisakan waktu selama empat bulan pengerjaan.

Kesempatan itu Bupati didampingi Sekda Suko Wiyono, Asisten Perekonomian Dan Pembangunan Joni Maryono, Asisten Admistrasi Umum Sakundoko, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Tri Mujiharto, Kabag. Unit Layanan Pengadaan (ULP) Affandi, Kabag. Umum Misranto dan Kepala Diskominfo Rachmad Dwiyanto.

Bupati menegaskan bahwa Alun-alun harus menjadi fungsinya sebagai pusat kegiatan masyarakat, pemerintahan dan lain-lain yang aman, nyaman dan menyenangkan, dan menjadi tugas pemerintah untuk memperbaiki serta melengkapi segala sarana dan prasarana yang dibutuhkan.

Selanjutnya Bupati mengatakan bahwa masih banyak kekurangan disana-sini dan pihaknya terus berupaya membenahi bersama dengan pihak terkait supaya warga masyarakat pacitan benar-benar nyaman ketika berktifitas di Alun-alun. “Hari ini bersama-sama kita evaluasi agar tidak terjadi kesalahan khususnya dalam pembangunan”. Tutur Bupati kepada Diskominfo.

(Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Bawa Pulang Piala Di Jambore Jatim Ke-XVI

Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Pacitan sabet Juara satu Lomba Kebersihan Tenda dan  Kerapian Pasukan, Juara harapan untuk Lomba Lintas Medan serta merebut hadiah utama di ajang senam pagi dalam partisipasinya di kegiatan Jambore Satpol PP Jatim ke- XVI yang digelar di Taman Waduk Selorejo Kabupaten Malang (05/09) hingga (07/09/2018).

Sebanyak 10 anggota terbaik dikirim mengikuti kegiatan tersebut untuk mewakili Pemerintah Kabupaten Pacitan, meskipun minim persiapan dikarenakan padatnya agenda peringatan HUT RI yang terangkum dalam “Agoestoesan 2018” namun Satpol PP Kabupaten Pacitan masih terbukti mampu mengukir prestasinya menjadi salah satu yang terbaik dari 54 kontingen yang rata-rata berasal dari daerah yang siap dari sisi personil maupun materil.

“Kegiatan latihan kami laksanakan di sela-sela padatnya tugas”. ujar Juri, S.Sos Kasi Sumber Daya Apratur dan Pembinaan PPNS kepada Diskominfo melalui sambungan telepon.

Keterbatasan personil menjadi hambatan lain hingga terpaksa melibatkan pejabat struktural untuk ikut serta terlibat menjadi pasukan, belum lagi begitu singkatnya dalam mempersiapkan properti menjadi masalah yang harus diselesaikan, sehingga memaksa anggota Satpol PP Kabupaten Pacitan untuk bekerja ekstra. “akhirnya kami menerapkan sistem komando dibawah kendali langsung Kasatpol PP”. imbuh Juri.

Selama berlangsungnya Jambore seluruh giat dilaksanakan secara mandiri, hal itu menuntut personil yang memiliki kesiapan fisik prima dan penguasaan regulasi sebagai landasan kinerja yang baik. Padatnya kegiatan lapangan juga  menyita energi yang tanpa disadari menjadi salah satu kendala selain cuaca di kawasan Waduk Selorejo dirasakan  cukup dingin memaksa peserta harus menyesuaikan diri survival bertahan agar tidak jatuh sakit.

Saat ditemui di kantornya Kasatpol PP Kabupaten Pacitan Widy Sumardji menyambut baik atas prestasi yang telah diraih berhasil dibawa pulang oleh kontingennya, Widy mengaku bersyukur serta bangga atas prestasi yang diperoleh. mengingat padatnya tugas dinas di bulan Agustus bahkan mantan Kadis Kominfo ini sampai turut memantau langsung persiapan hingga pemberangkatan dan pelaksanaan jambore “saya betul betul memberikan apresiasi atas usaha dan kerja keras teman-teman di lapangan, saya berharap dengan tiga kemenangan itu menjadi spirit untuk giat-giat selanjutnya”. Widy menambahkan.

Mengingat besarnya potensi yang diperoleh khususnya untuk sektor wisata jika terpilih menjadi tuan rumah giat Jambore Satpol PP, ia menjelaskan untuk pengelolaan dan seluruh fasilitas sudah siap namun demikian pihaknya harus tetap berkonsultasi dengan pimpinan khususnya yang menyangkut anggaran.

(Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Bupati Mengharap Kenal Budaya Dan Menjadi Pilar Untuk Memperteguh Kekuatan Bangsa

Bupati Pacitan Indartato didampingi Wabup Yudi Sumbogo, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan Daryono, Kepala Sekolah Giyano serta Ketua Komite Slamet Margiono bersama menabuh gong sebagai pertanda Artistic dimulai.

Bupati Indartato berkesempatan menghadiri dan membuka Artistic Volume 4 dalam acara Hari Jadi SMA 1 Pacitan ke-54 Tahun. Artistic adalah pagelaran seni yang menggabungkan seni musik, tari dan drama dalam wadah seni pertunjukan, pada tahun ini artistic mengusung tema atau cerita tentang Budaya Indonesia dan dijadwalkan berlangsung tiga malam berturut-turut yakni dari 06/09 sampai 08/09 di Gasebu Kota Pacitan.

Pihak sekolah menjelaskan kegiatan itu untuk menumbuhkan rasa cinta generasi muda pada budaya lokal dan nasional serta diharapkan dengan kegitan itu dapat mengenalkan seni pertunjukan ke khalayak umum terutama para pelajar tentang keberadaan dan keanekaragaman budaya Indonesia.

“saya mengajak kepada seluruh pelajar di kabupaten pacitan untuk bersama menumbuhkan rasa bangga terhadap seni budaya Indonesia”. Kata Bupati Indartato. Bupati juga mengharapkan budaya menjadi pilar utama yang bisa memperteguh kekuatan bangsa melalui rasa bangga pada budaya Indonesia yang beraneka ragam.

Selanjutnya Bupati sangat mendukung kegiatan tersebut untuk mengangkat seni budaya Indonesia agar dilihat dunia internasional. Serta berharap kegiatan artistic sebagai wadah menumbuhkan keindahan budaya bangsa baik lokal maupun nasional. Juga mengharapkan menambah rasa patriotisme dan memupuk nilai-nilai kebangsaan melalui cipta seni pertunjukan yang dikemas secara menarik dan menghibur.

Turut hadir mendampingi Bupati Indartato Wabup Yudi Sumbogo dan Istri Ninik Setyorini Yudi Sumbogo serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan Daryono.

(Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan)

Terimakasih Telah Mengharumkan Nama Pacitan

Dua atlit Asian Games berpose didepan kamera; dari kiri Veleg Dhany Ristan Krisnawan dan Novia Andriyanti usai menerima piagam dan uang pembinaan dari Bupati Indartato

Saat mengawali sambutanya Bupati Indartato memanjatkan rasa syukur dan bangga lantaran kabupaten pacitan memiliki dua talit Asian Games dan puluhan atlit juara kelas provinsi. Ia juga mengucapkan terimakasih atas segala perjuangan serta kerja keras yang dilakukan sehingga mereka mampu mengharumkan nama kabupaten pacitan dimata nasional dan dunia.

Dalam kesempatan itu bupati juga menyerahkan piagam dan uang pembinaan kepada masing-masing atlit dan para pelatih. “kami baru pada taraf memberi memotifasi belum bisa dikatakan pemberian bonus”. Kata Bupati dalam sambutanya.

Bupati juga meminta kepada seluruh atlit, pelatih dan para pengurus agar kedepan lebih fokus lagi dalam latihan, sehingga siap mengahadapi kejuaraan-kejuaran yang akan datang tujuanya dapat unggul menjadi juara akhirnya membawa nama baik keluarga dan pemerintah daerah. “Mari berbenah, jangan saling menyalahkan agar atlit pacitan lebih baik lagi”. Ucap Bupati Indartato member nasehat.

Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan Dan Olahraga Kabupaten Pacitan Endang Surjasri dalam kesempatan yang sama menjelaskan kepada Diskominfo bahwa pihaknya adalah wadah bagi seluruh atlit di kabupaten pacitan, Endang berharap dengan perhatian tersebut akan menjadi spirit dalam berlatih.  “Jangan pandang Mbak Novi dan Mas Veleg sekarang, namun lihatlah mereka sebelumnya, banagimana mereka berlatih begitu keras”. Tambah Endang.

Dalam kesempatan itu turut hadir Wabup Yudi Sumbogo, Kepala Dinas Pendidikan Daryono, Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan Dan Olahraga Endang Surjasri, Kepala Dinas Kominfo serta Ketua KONI Pacitan Sugiharyanto.

 (Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Bupati Tonton Gandhang di 72 Tahun Mengabdi

Bupati Indartato berkesempatan menyaksiakan Pagelaran Wayang Kulit dalam Rangka Puncak Kegiatan Hari Ulang Tahun SMP Negri 1 Pacitan Ke 72 Tahun. Didampingi Wabub Yudi Sumbogo dan Istri Ninik Setyorini Yudi Sumbogo yang sekaligus alumni, serta Staf Ahli Bidang Kepemerintahan Tri Mujiharto dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan Daryono.

Diusung sebagai dalang Gandhang Gondo Waskito yang tidak lain adalah murid kelas tujuh sekolah itu membawakan judul Laire Wisang Geni (Lahirnya Wisang Geni), direncanakan berakhir sebelum pagi, atau biasa disebut wayang padet. Selain untuk mengenalkan kepada masyarakat tentang eksistensi gandang sebagai dalang kebanggan SMP 1 dan masyarakat pacitan juga sebagai langkah pemanasan gandang dalam mempersiapkan diri untuk mengikuti pemilihan dalang cilik Nasional di Jakarta mewakili Jawa Timur.

Dengan tema peringatan pendidikan karakter dalam 72 tahun mengabdi pemantapan pendidikan ramah anak sekolah tersebut berkomitmen untuk memebawa siswa didik siap menghadiapi berbagai tantangan zaman. Dan maju menjadi pelopor generasi penerus yang dapat diandalkan bagi bangsa dan agama. “Pendidikan karkter terbukti mampu menjadi penopang utama berkehidupan, komitmen kami para pendidik untuk menididik anak bangsa menjadi pemimpin bangsa yang unggul serta dapat diandalakan bagi masyarakat, nusa dan bangsa”. Ungkap Cahyo Herlambang Kepala SMP 1 Pacitan.

Rangkaian agenda dilaksanakan tiga hari berturut-turut, dari baksos berbentuk pengiriman air bersih ke desa yang terdampak kekeringan di 10 desa di kabupaten pacitan, pemabagian sembako ke keluarga sekolah yang membutuhkan, hingga lomba akademis dan non akademis. “Sekaligus sebagai sarana silaturohmi antar alumni yang tergabung dalam alumni smpzapa”. Tambah Cahyo.

Sebelum pagelaran wayang juga dilaksanakan kegiatan penyerahan Neon Box dari para Alumni 81 yang bertuliskan Alumni Smenzapa, Neon box tersebut dipasang di depan gedung utama sekolah dan penyerahan diterima langsung oleh kepala sekolah didampingi ketua komite dan seluruh guru.

(Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan)

Meski Kemampuan Terbatas, Daerah Tetap Perhatikan Korban Bencana Alam

Meski kemampuan daerah dalam menangani korban bencana alam penghujung tahun 2017 lalu terbatas, namun hal itu tidak menyurutkan perhatian kepada mereka. Sampai saat ini Pemerintah Kabupaten Pacitan secara bertahap masih terus memberikan bantuan. “Saya minta maaf kepada masyarakat. Karena sampai saat ini belum semua korban bencana alam tertangani dengan baik,” kata Bupati Indartato usai memberikan bantuan untuk korban bencana alam di Desa Sedeng, Pacitan, Kamis (6/9/2018).

Sebagai solusi dari keterbatasan itu, lanjut bupati, pihaknya telah mengusulkan bantuan serupa ke tingkat lebih atas. Yakni BPBD Jawa Timur dan BNPB di Jakarta. Selain itu pemkab juga memanfaatkan dana-dana corporate social responcibilty (CSR) untuk keperluan serupa. Saat ini masih ada sekitar 2.000 korban bencana alam yang masih membutuhkan uluran tangan dengan berbagai klasifikasi. Dimana sebanyak 400 diantaranya telah ditangani. “Saya berharap (usulan,Red) segera terealisasi. Karena kasihan, sudah hampir setahun belum tertangani,” harapnya.

Tak hanya menyerahkan bantuan, kedatangan bupati dan wakilnya ke lokasi hunian relokasi bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi mereka. Apalagi kini cuaca juga mulai didominasi mendung dan masyarakat, khususnya yang terdampak, mengaku masih trauma.

(humaspacitan/diskominfopacitan).

Taati Aturan Bersama

Potensi terjadinya penyimpangan dalam pengelolaan bantuan keuangan di desa menjadi salah satu fokus perhatian Pemerintah Kabupaten Pacitan. Sebab bagi pengelolanya akan berdampak pada hukum. “Taati aturan bersama,” pesan Bupati Indartato dihadapan para kepala desa dan camat saat membuka Klinik Konsultasi Pengelolaan Bantuan Keuangan di Desa, Rabu (5/9/2018).

Hal itu disampaikan karena bupati menyadari bahwa potensi penyimpangan pengelolaan anggaran di desa cukup terbuka. Sehingga menajerialnya harus tepat dan taat pada aturan yang berlaku. Karenanya ia berharap agar kegiatan semacam itu tidak hanya dilakukan sekali saja dalam setahun. “Kalau bisa dua atau tiga kali setiap tahunnya. Agar para pengelola tahu dan paham. Sehingga terhindar dari konsekuensi hukum dikemudian hari. Karena kecenderungan korupsi selalu ada,” tandasnya.

Klinik Konsultasi Pengelolaan Bantuan Keuangan di Desa sendiri akan berlangsung mulai 5-7 September di enam wilayah kecamatan. Selain desa, pihak kecamatan juga terlibat. Tak hanya berkonsultasi tentang pengelolaan keuangan, para peserta juga dapat melaporkan jika muncul potensi penyimpangan.

Perwakilan Inspektorat Provinsi Jawa Timur I Nyoman Suwardika menyebut, potensi korupsi atas bantuan keuangan di desa tidak hanya melibatkan perangkat. Tetapi juga orang-orang diluar sistem pemerintahan. Salah satunya istri kepala desa, selain indikasi lainnya. Seperti penggelembungan honor perangkat, anggaran ATK, dan proyek fiktif. Dari catatannya, selama kurun 2016 sampai Agustus 2017 ratusan oknum perangkat desa terlibat korupsi di Indonesia dengan kerugian negara mencapai Rp 30 miliar. “Semua karena masyarakat tidak dilibatkan dalam proses perumusannya,” terang dia.

Dari tahun ke tahun alokasi dana desa dari pemerintah pusat terus meningkat. Jika diawal program nilainya baru diangka Rp 20 triliun, maka tahun ini menyentuh angka Rp 60 triliun. “Jika dikelola dengan baik akan berdampak positif bagi desa dan masyarakatnya,”pungkas Nyoman.

(humaspacitan/diskominfopacitan).

“KELAS INSPIRASI” SEBAGAI AGENDA KEGIATAN RUTIN TAHUNAN DINAS PERPUSTAKAAN

Sabtu, 25 Agustus 2018 Kelas Inspirasi Pacitan mengadakan acara rutin tahunan yang diselenggarakan di Taman Air Mancur Alun-alun Pacitan.
Apa itu Kelas Inspirasi??
Kelas inspirasi adalah gerakan para profesional turun ke Sekolah Dasar (SD) selama sehari, berbagi cerita dan pengalaman kerja juga motivasi meraih cita-cita. Cerita tersebut akan menjadi bibit untuk para siswa bermimpi dan merangsang tumbuhnya cita-cita tanpa batas pada diri mereka. Tujuan dari Kelas Inspirasi ini ada dua, yaitu menjadi wahana bagi sekolah dan siswa untuk belajar dari para profesional, serta agar para profesional, khususnya kelas menengah secara lebih luas, dapat belajar mengenai kenyataan dan fakta mengenai kondisi pendidikan kita.
Untuk daerah Pacitan, Kelas Inspirasi yang saat ini di-Ketuai oleh Moh. Khoirul Umam, sudah dibentuk sejak 3 tahun yang lalu. Selama 3 tahun ini pula, Kelas Inspirasi Pacitan sudah banyak mengunjungi sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Pacitan. Pada malam kemarin, kegiatan Kelas Inspirasi Pacitan bisa kita lihat dari foto-foto yang dipajang sedemikian rupa di kawasan Air Mancur.
Acara tersebut disuguhkan dengan apik, unik dan sangat menarik. Berjajar foto-foto yang dihiasi dengan lampu temaram di setiap deret foto. Di pinggir trotoar terdapat “pohon cita-cita” yang digunakan untuk menggantungkan tulisan cita-cita anak-anak yang datang melihat acara Kelas Inspirasi malam itu.
Dalam acara tersebut, selain mengadakan pameran foto, penulisan cita-cita di pohon cita-cita, hiburan teater dari SDN Sirnoboyo III dan SDN Ploso II, persembahan permainan Biola dari Dik Bella salah seorang anak didik Kelas Inspirasi, permainan tradisional yang diikuti seluruh anggota Kelas Inspirasi, juga terdapat segmen Taman Baca, dimana pengunjung dapat dengan bebas membaca buku-buku bacaan yang sudah disediakan. Dan Taman Baca ini diisi oleh Dinas Perpusda dengan mengirimkan mobil perpustakaan keliling Bidang Layanan dan Koleksi (Pusling). Acara ini dimulai dari jam 18.30 WIB, namun kami Bidang Layanan dan Koleksi Dinas Perpusda sudah standby di lokasi sejak pukul 15.00 WIB hingga acara selesai sekitar pukul 21.30 WIB.
Antusiasme pengunjung malam itu sangat luar biasa. Pengunjung yang paling banyak adalah anak-anak dan orang tuanya.
“Acaranya bagus Mbak. Semoga acara ini bisa terus diadakan tiap malam minggu. Ada buku-buku perpustakaan yang ada di mobil keliling juga, ini bagus untuk masyarakat utamanya anak-anak. Jadi mereka bisa mengenal yang namanya mobil pustaka keliling. Ini anak saya seneng sekali waktu liat ada mobil pustaka dari jauh, terus ngajak kesini”, ungkap salah seorang Ibu yang bernama Sendy di dekat mobil Pusling.
Setelah itu kami selaku penulis berdiskusi dengan Edi Sukarni, S. Sos, M. Pd Kabid Layanan dan Koleksi Dinas Perpustakaan mengenai harapan pengunjung tentang kegiatan seperti acara tersebut, dan beliau berpesan untuk segera berkoordinasi dengan Kelas Inspirasi bahwa pihak Dinas Perpustakaan akan selalu siap seandainya diajak bekerjasama kembali. Andaikan tidak ada kerjasama, Edi Sukarni akan siap mengajak para staff Bidang Layanan dan Koleksi untuk merutinkan kegiatan Pusling setiap malam minggu di tempat-tempat keramaian di wilayah Kota Pacitan.
Bak gayung bersambut, Mega Hemaswari (22 th) sebagai salah seorang anggota Kelas Inspirasi Divisi Recuritment mengatakan bahwa agenda yang seharusnya bersifat tahunan, kemungkinan besar akan diadakan tiap 2 bulan sekali berdasarkan hasil rapat seluruh anggota Kelas Inspirasi Pacitan setelah diadakannya acara malam minggu kemarin.
(Penulis : Ryn Surya / Video Edited by : Nisha Permana & Ryn Surya/Dinas Perpustakaan Pacitan/Diskomifo Pacitan)

Diskominfo Kota Kediri Ngangsu Kaweruh Ke Pacitan

Foto bersama; Kepala Dinas Kominfo kota Kediri beserta rombongan berfoto seusai melaksanakan kegiatan kunjungan.

Bertujuan menambah wawasan dan kordinasi terhadap pelayanan informasi online serta upaya mengintegrasikan dengan Lapor dan SP4N, Kepala Dinas Kominfo Kota Kediri Haris Candra Purnama beserta empat orang rombongan melaksanakan kunjungan ke Dinas Kominfo Kabupaten Pacitan. Kedatangan itu disambut langsung oleh pimpinan Diskominfo Pacitan Rachmad Dwiyanto di ruang PPID Kabupaten Pacitan. dalam kesempatan itu Rachmad didampingi kepala bidang TI Supriyono beserta Kasi Pelayanan Informasi Riyanto.

(DiskominfoPacitan)

 

 

Festival Rontek; Tak Sekedar Menyuguhkan Hiburan

Penyelengaraan Festival Rontek 2018 telah usai akhir pekan kemerin, masyarakat baru saja dimanjakan oleh pesta budaya terbesar di Kabupaten Pacitan selama tiga malam berturut-turut, dari tanggal 31/08 hingga 02 September kemerin. Sebanyak 36 peserta dari Desa/Kelurahan dan Kecamatan di kabupaten Pacitan telah berupaya maksimal untuk menjadi yang terbaik.

Dilain sisi evaluasi dilakukan oleh penyelenggara yakni pemerintah. Segala aspek diperhatikan, begitu juga dengan lonjakan penonton yang jumplahnya terus naik dari tahun ke tahun. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, sejak siang hari penonton memenuhi alun-alun sebagai titik start peserta serta memadati ruas jalan route Rontek.  “Kami bersyukur puluhan ribu penonton semakin disiplin sehingga tidak berdesakan dan menggangu proses pertunjukan” ucap Adi Subroto Kabid. Kebudayaan Dinas Pendidikan kepada Diskominfo usai kegiatan kemarin 02/09/2018.

Selanjutnya evaluasi dilakukan guna memaksimalkan even tersebut, tidak menutup kemungkinan para seniman rontek dari masing-masing daerah kedepan akan melakukan penyatuan antara kesenian rontek dan budaya asli yang dimiliki Kabupaten Pacitan. “Bisa saja dipadukan antara rontek dengan ketek ogleng ataupun dengan wayang beber misalnya, selain menarik juga membawa kesenian tersebut semakin dikenal” tambah Subroto.

Pemerintah tidak sekedar menyuguhkan hiburan seni budaya dan memeriahkan HUT RI semata, kegiatan Festival Rontek adalah sebuah wadah nyata yang diberikan pemerintah sebagai penyatuan budaya dan wisata di Pacitan. Selanjutnya kegiatan besar itu ibarat gerbong untuk mengusung ekonomi masyarakat. “Segala peningkatan diraih dan ditingkatkan panitia, satu misal hadiah pemenang juara satu kita naikan hingga 25%”. Ungkap Daryono Ketua panitia dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan.

 

DAFTAR PEMENANG FESTIVAL RONTEK 2018

Data Tersebut Diambil Dari Pengumumuman Resmi Panitia Rontek 2018

 

JUARA 1 (JUARA UMUM)

RAUNG BAMBU KECAMATAN PRINGKUKU

 

PENYAJI TERBAIK NON RANGKING

BINA SAKTI KELURAHAN PUCANG SEWU

MADALA GONG 2000 KECAMATAN PUNUNG

RAUNG BAMBU KECAMATAN PRINGKUKU

LASKAR GAMPAR KELURAHAN PACITAN

GRINGSING SINAMPURNO KECAMATAN TEGALOMBO

 

PENATA MUSIK TERBAIK NON RANGKING

PRING SEJATI DESA BANGUNSARI KECAMATAN PACITAN

SEKAR MELATI EKCAMATAN ARJOSARI

CERIA DESA ARJOSARI

RAUNG BAMBU KECAMATA PRINGKUKU

GUGAH RASA KECAMATAN DONOROJO

(Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Ayo Maksimalakan WADULE

Sejak peluncuranya pada 14/03 kemarin Wadah Aspirasi dan Pengaduan Layanan Elektronik (WADULE) Pacitan  hadir dan menjadi salah satu wadah aspirasi secara elekronik yang berkomitmen memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk turut serta memajukan pemerintahan yang baik, transparan dan akuntable di kabupaten Pacitan.

Tujuan utamanya adalah memberikan ruang aspirasi masyarakat, menyampaikan kritik, gagasan serta keinginan yang kemudian sampai pada pemerintah. Sehingga perintah dapat proaktif menanggapi seluruh uneg-uneg dengan tujuan pembangunan bersama. Hal ini berdasarkan pada kerja WADULE yang dihubungkan ke seluruh instansi pemerintah di seluruh Kabupaten Pacitan. Tidak berhenti disini aplikasi tersebut terhubung dan terintegrasi dengan LAPOR (Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat) serta SP4N (Sistem Pengolahan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional).

“Segala jenis pelaporan akan termenejemen dengan baik. Hasilnya, aspirasi masyarakat akan cepat ditanggapi oleh instansi yang membidangi pelaporan itu”. Kata Riyanto Kasi Pelayanan Informasi Bidang Informasi dan Persandian Diskominfo Pacitan.

Sekali lagi Riyanto menjelaskan dengan gamblang, bahwasannya setelah proses lapor atau memberikan aspirasi dilakukan, semua masukan diterima oleh admin dan segera ditindaklanjuti kepada bidang kerja yang berwenang. Selanjutnya pelaporan dari masyarakat secara langsung diolah oleh staf khusus yang bertugas mengelompokan aspirasi sebelum kemudian diproses.

Selain menghimpun aspirasi berupa keinginan warga masyarakat Pemerintah juga berharap dengan WADULE seluruh elemen dapat dengan mudah menjadi subyek pemantau kebijakan publik. Dikarenakan masyarakat adalah elemen terpenting dalam perjalanan kebijakan serta pembangunan.

“Keterbukaan informasi publik menjadi reseprentasi dari demokrasi, dimana partisipasi masyarakat adalah salah satu tolak ukur keberhasilanya, jadi jangan menyia-nyiakan kesempatan ini. Agar berama-sama kita menjadi subjek pembangunan” tutur Riyanto berharap.

(Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan)

Semua Warga Masyarakat Kabupaten Pacitan Harus Mempunyai Dokumen Kependudukan

Wakil Ketua TP PKK Kab. Pacitan Ninik Yudi Sumbogo Memberikan Sambutan Sebelum kegiatan sosialisasi dilaksanakan.

 

Banyak fungsi penting dari dokumen kependudukan dan masih adanya warga masyarakat pacitan yang belum tercatat di pencatatan sipil, maka pada kesempatan Rapat Pleno Tim Penggerak PKK dan Darma Wanita Persatuan Kabupaten Pacitan menggelar Sosialisasi Admistrasi Kependudukan hari ini 04/09/2018 di Pendopo Kabupaten. kegiatan itu mengusung Slogan (GIZA) atau Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan, yang disampaikan oleh Arik Januarsih Kabid. Pencatatan Sipil Dukcapil kabupaten pacitan.

Dari jumplah 538 ribu masyarakat di pacitan ada sekitar 100 warga masyarakat yang belum memiliki dokumen kependudukan. penyebabnya ialah masyarakat merasa dokumen tersebut tidak penting atau ada beberapa masyarakat yang malas untuk mencatatkan diri karena belum mebutuhkan. “faktor lain yang dominan adalah mereka para perantau yang kini pulang ke pacitan, karena mereka masih tercatat sebagai warga di tempat mereka merantau jadi harus mengurus terlebih dahulu surat pindahnya agar tidak dobel pencatatan”. Terang Arik menyampaikan materinya.

Luki indartato seusai kegiatan mengatakan setelah kegiatan ini berharap para anggota dapat langsung terjun ketengah masyarakat atau lingkungan masing-masing untuk memberikan sosialisasi, sehingga seluruh warga pacitan menjadi tahu pentingnya dokumen kependudukan dan sadar mengurusnya. “Pastikan semua telah tercatata di pencatatan sipil”. Himbau Luki berharap.(Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan)

 

Terus Tampil Disepanjang Route

Display disiapkan panitia untuk peserta Festival Rontek di dua tempat yakni yang pertama VIP tempat para pejabat menyaksikan di Jalan Ahmad Yani Pacitan 0 Kilometer, dan ke dua di Jalan Jendral Sudirman depan gedung PLUT. Namun para peserta disepanjang jalan yang berjarak hampir 1 kilometer tersebut akan terus tampil membawakan musik, tari dan bahkan atraksinya kepada penonton yang memadati sepanjang route itu.

(Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan)

Budayakan Sadar Bencana Sejak Dini

Pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD menghimbau masyarakat selalu sikap tanggap terhadap seluruh potensi bencana, khususnya gempa bumi dan gelombang tsunami. Rabu dini hari tadi telah terjadi gempa bumi dengan skala 5,8 Skala Richter. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami, diketahui pusat gempa berada di baratdaya Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan kedalaman 10 Kilometer. Selain kabupaten Pacitan, Kota Malang disebelah timur hingga Kabupaten Purworejo disebelah barat pusat gempa juga mersakan gempa tersebut.

Masyarakat diharap untuk selalu siap bahkan saat bencana belum terjadi, kesiapan tersebut dinataranya yakni mendirikan bangunan rumah atau kantor dan sebagainya sesuai dengan kaidah yang berlaku, serta mengenali segala kondisi tempat tinggal atau tempat kerja, dan menempatkan prabotan pada tempat yang proposional.

selanjutnya persiapkan berbagai peralatan keselamatan dan kedaruratan sejak dini, diantranya mungkin senter, P3K dan lain-lain. selalu periksa gas, listrik dan matikan bila tidak digunakan. “Penting juga mencatat nomor-nomor penting yang bisa dihubungi, misal pemadam kebakaran, rumah sakit dan lain sebagainya”. Terang Diyanita Kepala Seksi Kesiap Siagaan Bencana BPBD Kabupaten Pacitan Kepada Diskominfo Kabupaten Pacitan hari ini 29/08/2018.

Jika gempa benar-benar terjadi maka hindari panik, karena panik menyebabkan proses evakuasi diri tidak maksimal dan bisa merugikan dan membahayakan orang lain. masyarakat yang berada dalam gedung untuk keluar dengan tertib dan tidak bersedak-desakan dan hindari menggunakan lift, jika tidak memungkinkan keluar ruangan maka disarankan untuk berlindung dibawah meja yang kuat, tempat tidur atau berlindung di pojok bangunan. Jika berada diluar ruang maka perhatikan bangunan, pohon, tiang listrik dan sebagainya yang mungkin dapat roboh. “jika berada di pantai segeralah lari menuju tempat yang lebih tinggi, untuk menghindari kemungkinan potensi terjadinya gelombang tsunami, dan selalu ingat jargon 20 20 20”. Tambah Nita.

Pihaknya juga terus mengingatkan kepada masyarakat untuk benar-benar mengingat dan memahami jalur evakuasi yang telah disiapkan pemerintah, agar jika terjadi gempa yang berpotensi gelombang tsunami masyarakat tidak kesulitan dan kebingungan mengevakuasi diri ke temapat yang lebih tinggi. (_Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan_).

1.960 Siswa dan Siswi Meriahkan Karnaval Kemerdekaan

Karnaval Kemerdekaan digelar kemarin Senin 27/08/2018 di Alun-alun Utara depan Kantor Bupati Pacitan, melibatkan 1.960 siswa dan siswi yang tergabung dalam 12 kelompok peserta sekolah SMA/SMK dan MA Se-Kecamatan Pacitan.

Peserta merebutkan juara 1, 2 dan 3 dan harapan 1, 2 dan 3. mereka akan menempuh route dari Jl. Jaksa Agung Suprapto tempat pembukaan, menuju ke timur belok kanan masuk ke Alun-alun Timur dan menuju ke selatan, masuk ke Jln. Ahmad Yani menuju perempatan penceng, setelah itu peserta belok kiri memasuki Jln. Basuki Rahmad menuju ke pertigaan pembangunan belok kiri menuju jln. Dr. Soetomo dan finish di Jln. Veteran belakang Kantor Bupati Pacitan.

Kegiatan yang masih dalam satu rangkaian Peringatan HUT RI Ke-73 tersebut diharapkan dapat menanaman rasa nasionalisme dan menumbuhkan sikap persatuan dan kesatuan, menumbuhkan kreatifitas pelajar dan masyarakat pacitan. “Serta melestarikan ragam budaya tradisional dan keatifan budaya lokal”. Kata Kepala Dinas Pendidikan Daryono sebagai leading sektor dalam sambutanya.

Di kesempatan ini Wabup Yudi Sumbogo berkesempatan membuka cara tersebut mewakili Bupati Indartato yang berhalangan hadir. Didampingi istri Ninik Yudi Sumbogo, turut hadir Ketua Tim Penggerak PKK Luki Indartato, Sekda Suko Wiyono beserta istri Bety Suko Wiyono, Forkopimda Kab. Pacitan, Asisten sekda Kab. Pacitan, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Pacitan, Kepala Kantor Kementrian Agama Muhammad Nurul Huda, Kepala SMA/SMK/MA Se-Kecamatan Pacitan.


(Budi/Anjar/Wawan/Riyanto/DiskominfoPacitan)

Rekor Tercepat; 1 Menit 3 Detik

Kecamatan Punung menjadi juara pertama dan memecahkan rekor tercepat dalam agenda Lomba Panjat Pinang Piala SBY dalam rangka HUT RI Kabupaten Pacitan 2018, Catatan waktu tersebut diraih ditahap kedua. kecamatan Donorojo sebagai juara tahun 2017 kini harus puas duduk diposisi kedua dan disusul Kecamatan Pringkuku.

(DiskominfoPacitan).

Rebutan Piala SBY

Sebanyak 12 tim dari 12 kecamatan beradu menjadi nomor satu di agenda Lomba Panjat Pinang Dalam Rangka Memperingati HUT RI Ke-73 Tahun 2018. Acara yang digelar kemarin minggu siang 26/08/2018 itu dilaksanakan di Alun-alun Kabupaten Pacitan.

ribuan warga masyarakat dari berbagai usia dan kalangan antusias menyaksikan dan mendukukung tim kebangganya, Piala Presiden RI Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono atau (SBY)  menjadi rebutan dan akhirnya menjadi keseruan.

Uang tunai jutaan rupiah disipakan bagi seluruh peserta yang mampu mencapai puncak pohon pinang dan mampu mengibarkan sang merah putih. Pemenang juara pertama dari peserta lomba mendapat hadiah sebesar 21 juta rupiah yang kali ini diboyong oleh kecamatan Punung, sedangkan kecamatan Donorojo yang ditahun kemarin menjadi juara pertama kini harus puas diposisi k