Ratusan masyarakat di tiga Desa yakni Desa Mangunharjo, Kedungbendo dan Jetiskidul Kecamatan Arjosari melaksanakan kerja bakti membersihkan dan memperbaiki saluran irigasi sepanjang 2,5 Kilometer yang tertimbun longsor dan sedimen akibat bencana banjir dan tanah longsor 2017 silam. Akibatnya sawah seluas 48 hektar setahun terakhir tidak dapat ditanami padi, “sementara petani menanam polowijo untuk mengisi waktu saja,” ucap Kepala Desa Jetiskidul Muhammad Hasim hari ini 03/01/19.

Upaya rekayasa akan dilaksanakan agar secepatnya air dapat mengaliri sawah, langkah sementara itu terpaksa dilakukan sebab Dinas terkait yang bertanggungjawab yaitu PUPR terlebih dahulu harus melakukan pengukuruan ulang ketinggian pipa yang menjadi tidak seimbang. “Ini bersifat darurat dahulu, untuk bangunan permanen kita harus mengajukan anggaran,” papar Susilo Budi Kasi Operasi Pemeliharaan Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Pacitan yang berada dilokasi.

Sementara itu Wabup Yudi Sumbogo yang memantau langsung kegiatan tersebut menjelaskan bahwa pemerintah harus bekerja cepat dalam menyelesaikan masalah ini, termasuk meminta detail laporan dari instansi terkait sebagai bahan kajian untuk pelaporan kepada Bupati, namun yang utama air secepatnya dapat mengaliri sawah, “agar petani tidak merugi,” harap Dia. (Budi/Anj/Wira/Riyanto/DiskominfoPacitan).