DPPKA; Melalui Lik In Masuki Gerbang TI

Peluncuran aplikasi Lik In yang dilaksanakan pada 09/11/18 kemarin merupakan babak baru menuju pemerintahan berbasis TI, salah satunya yakni perencanaan anggaran hingga penatausahaan yang semakin transparan dan terintegrasi. Hal itu dinilai Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Pacitan Heru Sukrisno sebagai terobosan yang menguntungkan seluruh elemen pemerintah. “Karena kita berada dalam satu sistem yang sama,” ujarnya usai membuka kegiatan Sosialisasi Aplikasi Lik In Sistem E-Budgeting di Ruang Pertemuan DPPKA hari ini 19/11/18.

Selanjutnya Heru meyakini bahwa ketika semua sistem dapat seluruhnya terintegrasi maka dapat dipastikan berbagai bentuk kesalahan akan terpantau, artinya kesalahan-kesalahan tersebut secara otomatis berkurang. Ditinjau dari model, aplikasi Lik In akan memudahkan sistem yang ada sehingga penyusunan menjadi semakin akuntabel.

Kabid Teknologi Informasi Diskominfo yang juga sebagai ketua Tim 9 Supriyono usai acara menjelaskan, bahwa kegiatan tersebut adalah gerak cepat yang dilaksanakan DPPKA, pasalnya dengan segera dilaksanakan diskusi tersebut peserta menjadi semakin mudah memahami aplikasi baik dari segi substansi maupun yang normal dalam menyusun anggaran. “Dari awal kami apresiasi langkah cepat DPPKA,” ujar Dia.

Pri memaparkan bahwa usai Launcing memang sudah seharusnya segera diadakan sosialisasi agar para ASN cepat mengenal aplikasi tersebut, juga peserta memiliki gambaran dan cara operasionalnya. Juga harapan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang selalu diraih Kabupaten Pacitan selalu di dalam genggaman. Namun Ia mengatakan bahwa aplikasi Lik In hanya Tools semata. “Yang utama adalah pelaksana lapangan, namun melalui Lik In dipastikan semua menjadi mudah,” tambahnya mengakhiri. (Budi/Anj/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Kejar Target 1000 Penderita TBC

Tuberkulosis (TB) atau juga dikenal dengan TBC adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis yang sangat mudah menular. Hingga pertengahan bulan November ini ditemukan 300 penderita. Angka tersebut ternyata dinilai kecil jika mengacu pada target 1000 temuan.

Untuk menyikapinya Dinas Kesehatan mengundang seluruh kader Desa dan seluruh Puskesmas di Pacitan untuk melaksanakan Seminar Temukan, Obati, Sampai Sembuh atau (TOSS) TB di Gedung karya Darma hari ini 15/11/18.

Dengan Narasumber, Dr. Royani. Sp.P, Kabid Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Wawan Kasiyanto DCN, Kabid Kesehatan Masyarakat Ratna Susy Rahayu S.Sos. MSI, Serta Kasi Pemberantasan Penyakit Menular Aris Istianah SKM. “Posisi Provinsi, Pacitan masih tergolong rendah angkanya, yakni sepuluh besar dari bawah, namun kami enggan kecolongan,” kata Aris Istianah disela kegiatan.

Ia mengatakan untuk masyarakat yang dinyatakan positif TB agar tidak risau, karena seluruh pemeriksaan dan pengobatan telah digratiskan oleh pemerintah. Selanjutnya jika dalam keluarga ada satu penderita maka seluruh anggota keluarga agar memeriksakan diri. “Termasuk juga beberapa tetangga dekat juga harus diperiksa,” tambahnya.

Dr. Royani. Sp.P menjelaskan penyakit tersebut umumnya disebabkan oleh titik-titik air liur penderita TB yang tidak menggunakan masker. Umumnya penderita dibedakan menjadi tiga katagori, pertama penderita awal cukup melakukan terapi obat teratur selama enam bulan.

Jika penderita gagal dalam terapi tersebut secara otomatis akan masuk pada katagori kedua, maka akan memperoleh terapi suntik dua bulan serta kembali memulai terapi obat selama enam bulan. Yang terakhir katagori tiga yang biasa disebut Multidrug-Resistant Tuberkulosis (MDR TB) umumnya mereka akan mendapat terapi obat selama dua belas bulan hingga delapan belas bulan. “Dukungan keluarga yang utama,” jelas Dia.

Kapala Dinas Kesehatan dr. Eko Budiyono berharap kepada para kader baik Desa maupun Puskesmas untuk menemukan sebanyak mungkin masyarakat yang mempunyai kecenderungan terhadap penyakit TB sehingga segara mendapat pertolongan. “kader kita kuatkan reagen kita tambah,” tandasnya. (Budi/Anj/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Kemenag Apresiasi Peningkatan Alokasi Pelaksanaan Ibadah Haji

Pemerintah berusaha keras memajukan kesejahteraan masyarakat disegala lini sesuai dengan Visi dan Misi. Pada fenomena meningkatnya pendaftar haji dari tahun ke tahun menjadi simbol keberhasilan pemerintah dalam memajukan ekonomi masyarakat.

Mengacu pada amanat Undang-undang, pemerintah wajib ikut serta dalam penyelenggaraan ibadah haji dengan dana APBD sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Alokasi anggaran setiap tahun terus mengalami peningkatan yang signifikan, agar sektor kesalehan sosial dapat tercapai. “kebutuhan pokok umumnya sudah di cukupi pemerintah,” kata Asisten Pemerintahan Dan Kesejahteraan Rakyat, Mahmud dalam sambutannya mewakili Bupati Indartato pada Pertemuan Dan Silaturahmi Jamaah Haji Kloter SUB 44 Tahun 2018 di halaman Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pacitan 14/11/18. Para Haji selanjutnya diharap memiliki kesalahan sosial yang menjadi bagian dari landasan ukhuwah dan persatuan di tengah-tengah lapisan masyarakat. Sehingga para haji menjadi figur agar meningkat kualitas hidup serta ekonominya.

Kepala Kemenag Muhammad Nurul Huda pada sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah terhadap perhatian serta peningkatan alokasi anggaran yang terus ditingkatkan. sehingga segala kebutuhan pokok jamaah baik transportasi pulang pergi hingga seragam telah dicukupi. “Namun ada usulan agar fasilitas kesehatan juga digratiskan,” kata Dia.

Ia juga menyampaikan kuota calon jamaah haji kabupaten Pacitan tahun 2019 mengalami penyusutan. pada tahun 2018 Pacitan memperoleh kuota sebanyak 236 peserta, kini turun menjadi 150 ditambah lebih kurang 15 peserta untuk para jamaah mahram dan lansia. Alasannya yakni kuota yang diperoleh Provinsi Jawa Timur tentu harus dibagi dengan 38 kabupaten dan kota. Hasilnya kabupaten dan kota dengan jumlah pendaftar setiap tahun terbanyaklah yang memperoleh kuota besar, “di situ kami terus berupaya,” jelas Huda.

Selanjutnya pendaftar haji pada tahun 2019 akan diberangkatkan pada tahun 2043, atau harus mengantre selama 24 tahun. Namun Ia menyampaikan kabar baik bahwa jamaah Indonesia memperoleh perhatian lebih oleh pemerintah Arab Saudi berupa perlakuan khusus yang berbeda dengan Negara lain. “jadi sifatnya per zona, ini menguntungkan kita,” tambahnya.

Usulan itu disambut baik Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat atau Kesra Arbangi yang menyatakan masukan tersebut tetap akan dipelajari, adapun merealisasikannya saat ini pemerintah masih terkendala pada peraturan. “kami pelajari dulu, jika tidak bertentangan dengan peraturan tatap kami tindaklanjuti,” katanya. (Budi/Anj/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Apresiasi Pelaksanaan TMMD

Bupati Indartato mengapresiasi pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 di Desa Kalipelus, Kebonagung. Karena untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi masyarakat, semua komponen pemerintah harus bersatu padu. Baik sipil maupun militer. “Bahwa pemerintah itu tidak bisa kerja sendiri. Oleh karenanya semua komponen yang ada harus bersatu padu, bekerjasama untuk untuk memecahkan masalah yang dihadapi masyarakat,” katanya usai mengikuti penutupan pelaksanaan TMMD di lapangan Kecamatan Kebonagung, Selasa (13/11/2018).

Dengan kerja bareng dari berbagai elemen itu diharapkan dapat mencapai cita-cita maupun tujuan bersama. Yakni mensejahterakan masyarakat. Salah satunya dengan membuka isolasi pada kawasan-kawasan destinasi wisata. Seperti akses menuju Pantai Pangasan misalnya. Jika sebelumnya, untuk mencapainya warga harus berjalan kaki, kini paska TMMD jalan dapat dilalui kendaraan roda empat.

Saat membacakan amanat Kasad Jendral TNI Mulyono, inspektur upacara Danlanud Iswahjudi Madiun Marsekal Pertama TNI Widyargo Ikoputra mengatakan selama satu bulan, para prajurit TNI/Polri, pemkab, serta segenap komponen masyarakat telah berkerja keras guna mencapai sasaran pembangunan. Baik fisik maupun non fisik yang mencakup 50 desa sasaran pada 50 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. “Setiap kegiatan ini kita dapat menyaksikan semangat kebersamaan serta gotong royong yang terpancar disetiap wajah masyarakat dan aparat yang bekerja bersama dilapangan,” ucapnya.

Hal ini menjadi refleksi kekuatan besar dari segenap komponen bangsa yang memiliki visi misi dan tujuan bersama. Guna mengatasi berbagai persoalan pembangunan serta problematika kesejahteraan masyarakat. Semangat kebersamaan seperti inilah yang sebenarnya merupakan hakikat dari kemanunggalan TNI dengan rakyat. “Akan terus kita bangun serta pelihara kemanunggalan. Ini merupakan aktualisasi peran TNI dalam mewujudkan seluruh potensi wilayah dalam masyarakat, sebagai pendorong kemajuan bangsa yang bermuara pada terbentuknya kekuatan pertahanan nasional yang kokoh,” tandas Danlanud. (Humas/DiskominfoPacitan).