Pacitan – Pemkab Pacitan serius membudayakan pola hidup sehat. Itu diawali sejumlah terobosan. Di antaranya gerakan cuci tangan dengan sabun dan larangan buang air besar sembarangan. Gerakan itu bahkan sudah menjangkau 171 desa yang ada.

Karena sukses itu pemerintah pusat mengganjar daerah berjuluk Kota 1001 Gua. Anugerah tersebut bernama “Penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Berkelanjutan”. Serah terima berlangsung di Jakarta, Kamis (18/10/2018) siang.

“Atas dukungan semua pihak serta partisipasi aktif masyarakat semua, maka kita dapat meraih penghargaan ini. Jadi ini adalah untuk masyarakat Pacitan,” kata Bupati Indartato usai menerima penghargaan.

Bupati mengharapkan semangat hidup sehat terus dikembangkan. Pasalnya, kesehatan merupakan modal dasar terwujudnya masyarakat sejahtera. Apalagi seiring kepadatan penduduk dan laju pembangunan, sanitasi yang baik adalah sebuah keniscayaan.

“Salah satu aspek terpenting lainnya adalah pengelolaan sampah secara benar. Dimulai dari pemilahan sampah organik dan anorganik,” papar Pak In.

Kepala Dinas Kesehatan dr Eko Budiono menambahkan Program ODF (Open Dafication Free) sudah lama dilakukan. Hal itu kemudian diikuti kampanye menyeluruh hingga ke tingkat desa. Verifikasi pun sudah dilakukan hingga tingkat provinsi dan nasional pad tahun 2014.

“Hasilnya kita dinyatakan menjadi daerah pertama di Indonesia yang berhasil melaksanakan ODF di seluruh desa,” imbuh Eko.

Menurutnya, program prioritas yang diusung pemerintah daerah bermuara pada perubahan perilaku bersih. Selanjutnya pihak pemkab akan lebih fokus membudayakan 5 pilar. Sasarannya semua rumah tangga di 12 wilayah kecamatan.

Kelima pilar tersebut adalah ODF, gerakan cuci tangan dengan sabun, dan ketersediaan pangan serta air bersih. Sedangkan 2 pilar lain adalah penanganan sampah dan pengolahan limbah cair.

“Komitmen Bapak Bupati luar biasa. Ini harus kita sambut positif. Ayo bersih dan sehat mulai dari diri sendiri,” ajaknya. (PS/RSP/Diskominfo)