Pemerintah Pacitan Fokus Ringankan Biaya Pengobatan Pasien Hepatitis A

Usai  penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB) Bupati Pacitan Indartato akan segera melakukan langkah-langkah untuk menyikapi Virus Hepatitis A yang menyerang 8 Puskesmas di 4 Kecamatan yang ditengarai terjadi sejak pertengahan bulan Ramadhan lalu.

 “Supaya tidak semakin menyebar di wilayah lain. Termasuk diantaranya kita melakukan droping air bersih ke daerah tersebut,” ujarnya disela menjenguk pasien di RSUD dr. Darsono Pacitan pagi ini 26/06.

 Bupati juga mengatakan bahwa sejak awal kasus tersebut menyebar pihaknya telah melaporkan pagebluk ini ke Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur yang langsung merespons kasus ini dengan terjun memantau langsung perkembangannya. “Seluruh petugas kesehatan diterjunkan sejak minggu kemarin. Gerak cepat mereka dapat menahan penyebaran,” papar Indartato.

 Selanjutnya pemerintah akan berupaya meringankan biaya pengobatan pasien yang dirawat di puskesmas ataupun di rumah sakit. “Semoga saja kita bisa membantu mereka, dengan bantuan provinsi,” tandas Dia. (budi/anjar/riyanto/wira/DiskominfoPacitan).

Dinas Kesehatan; Sosialisasi Memutus Rantai Hepatitis A

Kesehatan menjadi pokok perhatian jajaran pemerintahan Kabupaten Pacitan. Dikarenakan naiknya jumlah penderita Hepatitis A sejak pertengahan puasa lalu.  Hal itulah yang diungkapkan Eko Budiono Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, sehingga hari ini 25/06/19 pihaknya beserta jajaran Dinas Kesehatan Provinsi, dan Puskesmas melakukan Sosialisasi Penanganan Hepatitis A di kecamatan Ngadirojo. “4 kecamatan di 8 Puskesmas sudah melaporkan adanya penderita. Sampai hari ini ada 581 pasien. Hepatitis A sebenarnya bisa sembuh 100%,” tandasnya.

 Eko melanjutkan, seluruh Puskesmas harus dapat menangani tata laksana pasien mulai pengobatan, karantina dan diet pasien. Kedua pemantauan melalui jalur puskesmas dan segera melapor kasus baru. Ketiga mencegah atau pengendalian faktor resiko dengan menjaga kebersihan. Daeng Marranuang Divisi Kesehatan Lingkungan Hidup Dinas Kesehatan Provinsi juga menekankan pada pola hidup sehat untuk mencegah atau memutus mata ratai penularan. ”Kasus sudah 2x lipat pencegahan harus dimaksimalkan, karena dari virus maka penularannya cepat,” tuturnya. 

 Dalam hal ini Heri Setijono selaku Camat Ngadirojo berharap seluruh masyarakat yang diundang dapat melakukan sosialisasi pada warga di sekitarnya. Sehingga penanganan dan pencegahan virus Hepatitis tersebut dapat diketahui secara masif. “Pemerintah Kecamatan, bersama UPT dan desa PKK telah melakukan penjelasan yang pada intinya adalah menjaga pola hidup sehat,” tuturnya.budi/anjar/riyanto/diskominfo Pacitan.

Lokakarya; Bergandengan Menekan Angka Kematian Ibu Dan Bayi Ke Nol Persen

Seperti dalam benak Dwinta Romadhona, salah satu peserta kegiatan Lokakarya Strategi Pencegahan Serta Penanganan Kematian Ibu Dan Bayi yang tengah hamil 8 bulan, mengaku masalah kematian ibu dan bayi menjadi momok menakutkan. Ia terus mencermati setiap sesi kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Karya Darma tersebut. “Selain menambah pengetahuan saya pribadi, juga menunjang keilmuan saya sebagai Bidan,” ungkap Dia.

 Meskipun secara berangsur-angsur menunjukkan tren positif terutama di tahun 2018, masalah angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Pacitan mesti tetap memperoleh perhatian seluruh komponen. Yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan bersama Kolaborasi Masyarakat Dan Pelayanan Untuk Kesejahteraan (Kompak) pagi ini (17/05/19) sangat sesuai guna terus menekan angka yang ada. “kita harus temukan strategi penanganan masalah ini bersama Dinkes dan Bappeda,” ujar koordinator Kompak Pacitan Irwandi.

 Secara mendasar kondisi geografis sangat berpengaruh terhadap masalah ini, mulai akses hingga kondisi layak huni di Pacitan yang sangat minim serta yang menjadi perhatian utama yakni kondisi sosial budaya. Meskipun setidaknya terdapat dua puskesmas di setiap kecamatan, namun hal tersebut tanpa adanya pemahaman tidak akan memberikan hasil.

 “Mereka belum mempunyai kesadaran untuk itu. Kondisi Sosio Budaya adalah masalah kita bersama, seorang dokter atau satu puskesmas tidak akan mampu menyelesaikan masalah ini,” tambah Kepala Dinas Kesehatan Pacitan dr. Eko Budiyono. (budi/riyanto/wira/DiskominfoPacitan).

Apakah Musim Kemarau Sudah Tiba? Ini Kata BPBD Pacitan

Kepala Pelaksana BPBD Pacitan Didik Alih Wibowo menegaskan bulan Mei Kabupaten Pacitan telah memasuki musim kemarau. “Berdasar pantauan kami secara berkala,” kata Dia dikantornya (07/05/12).

Namun ia mengaku meskipun kemarau datang, tapi beberapa kecamatan terpantau turun hujan atau biasa disebut hujan kiriman yang disebabkan pergerakan awan dan kelembaban udara, yang dimungkinkan berlangsung hingga Juni mendatang.

Beberapa titik kawasan Karst yang paling berpotensi kekeringan seperti bagian barat Pacitan yakni, Pringkuku, Punung dan Donorojo untuk meningkatkan kewaspadaannya. “Mengingat kemarau dipastikan berlangsung hingga September, cukup panjang,” himbau Didik.

Mengantisipasi krisis air bersih yang biasa terjadi maka pihaknya telah melakukan berbagai langkah, diantaranya melakukan identifikasi informasi perubahan manajemen pengelolaan air dari dinas terkait di wilayah tersebut.

BPBD juga melakukan kesigapan dengan menentukan titik sasaran serta menyiapkan seluruh armada dan petugas. “30 tenaga kita sudah Ready dengan 5 kendaraan, kira-kira kita bisa melaksanakan 300 sampai dengan 400 kali droping air bersih,” papar Dia. (budi/riyanto/wira/DiskominfoPacitan).

Salurkan Bantuan Untuk Korban Bencana Alam

Bupati Pacitan Indartato dan Wakil Bupati Yudi Sumbogo bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait menyalurkan bantuan untuk korban bencana alam di Kecamatan Bandar. Bantuan berupa paket sembako dan peralatan tidur itu diserahkan langsung kepada para korban. “Sing sabar nggih pak. Kita semua memang tidak pernah menginginkan bencana itu datang,” katanya ketika memberikan bantuan kepada Sardi, warga Dusun Pudak, Desa Watu Patok, Bandar, Kamis (14/3/2019).

Sardi merupakan bagian dari 61 warga terdampak tanah longsor di kecamatan tersebut pada Rabu (6/3/2019) lalu. Dari catatan pihak BPBD jumlah rumah warga yang rusak berat akibat terjangan material longsor mencapai 39 unit. Tersebar di enam desa. Yakni Ngunut, Bandar, Tumpuk, Watu Patok, Jeruk, dan, Kledung.

Selain menerima bantuan berupa paket sembako, para korban yang berhak juga akan menerima bantuan untuk meringankan beban mereka. Teknis penyalurannya melalui rekening bank.

Bupati berpesan agar warga tetap waspada banjir dan tanah longsor. Mengingat hujan masih kerap turun dengan intensitas tinggi dan durasi yang lama. “Utamakan keselamatan jiwa. Yang lain bisa belakangan,” pesan dia. (arif/nasrul/juremi tomas/humaspacitan/diskominfopacitan)