SBY Nikmati Senja Pantai Soge

Merencanakan sepuluh hari di kampung halaman Pacitan Jawa Timur, memberikan waktu leluasa bagi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menikmati keindahan pariwisata di tanah kelahirannya. Setelah sebelumnya mengeksplore Pantai Pancer Door Pacitan, kini giliran Pantai Soge Sidomulyo Kecamatan Ngadirojo yang menjadi destinasi Presiden ke-6 RI itu.

 

Beda halnya dengan Pantai Pancer Door yang dinikmati saat pagi hari, SBY memilih sore hari menikmati panorama pantai yang berada di wilayah timur Pacitan itu. Indahnya senja Pantai Soge, semakin lengkap dengan hadirnya kedua putra SBY yakni, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) serta Edhie Baskoro Yudhoyono yang akrab disapa Mas Ibas didampingi Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji.

 

Kehadiran SBY di Pantai Soge sontak menarik perhatian warga sekitar. Masyarakat berebut untuk bertemu dan bersalaman dengan salah satu putra terbaik Pacitan itu. Kamera dari telepon genggam warga pun tak henti hentinya mengambil gambar untuk mengabadikan momen tersebut. SBY pun menyapa masyarakat yang hadir sekaligus mempersembahkan satu buah lagu berjudul Kisah Kasih Di Sekolah diiringi orkes keroncong dari kelompok pemuda setempat.

 

“Semoga kita semua diberi keselamatan dan mendapat perlindungan dari Allah SWT. Semoga negara kita makin baik ekonominya sehingga kesejahteraan rakyat semakin meningkat,” kata SBY, Rabu (18/05). (prokopim pacitan / Pemkab Pacitan)

 

AHY dan EBY Kunjungi Watu Bale

Pesona Pantai Watu Bale di Desa Jetak Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan akhirnya menarik minat 2 orang putra SBY. Agus Harimukti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (EBY) sore ini (18/05) berkunjung ke obyek wisata yang biasa juga disebut Tanah Lotnya Pacitan.

Didampingi Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, AHY dan EBY disambut meriah oleh warga setempat. Setelah menyerahkan bantuan kepada warga, rombongan mengeksplorasi Pantai Watubale.

Bahkan AHY dan EBY juga menyeberang jembatan Watu Bale menuju pulau diseberangnya.
AHY mengaku terkesan dengan pesona Pantai Watubale dan akan membantu untuk mempromosikannya. (Prokopim Pacitan / Pemkab Pacitan)

Bukit Platar, Switzerlandnya Pacitan

Setelah beberapa kali menikmati keindahan alam pegunungan, untuk pertama kalinya agenda ngecamp dalam rangka ngantor di kecamatan, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji dan rombongan mendekat pantai. Pilihan kali ini adalah bukit Platar yang berada di Desa Hadiwarno Kecamatan Ngadirojo.

Berada persis di bibir pantai, bukit landai ini menyuguhkan pesona yang memanjakan mata. Hamparan padang rumput nan hijau berpadu indah dengan birunya laut selatan. Tidak hanya siang hari, keindahan bukit Platar juga semakin memesona saat malam. Dari ketinggian bukit kita dimanjakan dengan pemandangan kerlap kerlip lampu di sepanjang pantai. Bagaikan tebaran kunang-kunang raksasa. Lampu-lampu yang berpijar tersebut adalah penerangan rumpon nelayan setempat.

Untuk mencapai titik lokasi kita akan menempuh perjalanan kurang lebih 2 km dari jalur utama Pacitan-Trenggalek. Perjalanan masih bisa menggunakan kendaraan roda empat sebelum akhirnya harus berjalan kaki menyusuri jalan setapak perbukitan. Rasa lelah dan penat tersebut akhirnya terbayar kala bukit Platar mulai terlihat. Ini bukan Switzerland, ini adalah Pacitan. Kabupaten dengan seribu keindahan, berjuluk Paradise Of Java. (prokopim pacitan / Pemkab Pacitan)

Uji Adrenalin Mas Aji Terbang Tandem Paralayang

Torehan prestasi atlet paralayang Pacitan yang sukses meraih Medali Emas pada Kejuaraan Paralayang (Paragliding Championship/TROI seri 1-2021) di Sumedang Jabar (3-5/09) lalu mengusik jiwa petualang Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji. Sebagai bupati dengan jiwa muda, Mas Aji biasa disapa, tertantang untuk mencoba olah raga dirgantara tersebut.
Senin (06/09) sore, orang nomor satu di Pacitan itu sengaja menguji adrenalinnya dengan mencoba terbang tandem menggunakan paralayang. Lepas landas dari bukit Sentono Gentong Mas Aji sukses mengudara bersama atlet senior paralayang asal Bali yang kebetulan singgah di Pacitan setelah mengikuti kejuaraan di Sumedang kemarin.
Sebelum terbang paralayang Mas Aji mengatakan, Kabupaten Pacitan sangat beruntung memiliki kawasan untuk olahraga dirgantara. Karena, tidak semua daerah memilikinya. Untuk itu Bupati berharap potensi tersebut dapat dimanfaatkan sebaik baiknya untuk berlatih dan mengukir prestasi.
“Saya berharap kedepan dari yang sudah ada ini partisipasi terus berkembang dan menjuarai lagi, dan yang kemarin sangat luar biasa karena berhasil mendapat emas,” kata Bupati.
Sebagai wujud kesungguhan, Mas Aji mewacanakan kedepan ada kerjasama dengan pangkalan TNI AU Iswahjudi untuk lebih bisa mengembangkan olahraga ini. Selain Sentono Gentong lokasi lain yang layak untuk take off olahraga paralayang adalah Buyutan di Kecamatan Donorojo serta Soge di Kecamatan Ngadirojo.
“Kalau yang sudah dibuka baru Sentono Gentong dan Buyutan sedang Soge masih dalam penjajakan namun sangat potensial,” Kata Rina Susianti Wakil Ketua Paralayang Pacitan.
Menurut Rina, selain memenuhi unsur layak, lokasi take off paralayang Pacitan juga memiliki keindahan. Bukit Sentono Gentong misalnya, merupakan obyek wisata yang menyajikan keindahan kota Pacitan dari ketinggian. Atau, Buyutan dan Soge dengan landscape pantai nan indah.
Perempuan yang juga aktif di kepanduan itu menyatakan, medio April hingga awal Oktober adalah saat yang bagus untuk olah raga paralayang karena cuaca dan angin sangat mendukung. (Humas Pacitan/ Pemkab Pacitan)

Bentang Alam Pacitan Masih Banyak Yang Belum Tereksplorasi

Inilah panorama bentang alam yang indah dimaksud, terhampar lanskap Kabupaten Ponorogo menjadi satu keindahan tersendiri, apa lagi menurut Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji di sela kankernya di Kecamatan Bandar (24/05), sunrise adalah waktu terbaik untuk menikmati karya Tuhan yang dimiliki Kabupaten Pacitan ini. Watu Dukun, Desa Tumpuk, Bandar. (DiskominfoPacitan).