Pemerintah Kabupaten Pacitan

PAD Pariwisata Pacitan Semester I 2026 Tembus Rp6,67 Miliar, Klayar dan Watu Karung Jadi Motor Pertumbuhan

Sektor pariwisata kembali membuktikan diri sebagai salah satu penggerak utama ekonomi Kabupaten Pacitan. Hingga akhir Juni 2026, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata telah mencapai sekitar Rp6,672 miliar, atau lebih dari 60 persen dari target tahunan sekitar Rp11 miliar.

Capaian tersebut bukan sekadar menunjukkan peningkatan pendapatan. Angka itu juga menjadi rekor semester pertama tertinggi dalam empat tahun terakhir. Tren ini memperlihatkan bahwa sektor wisata Pacitan semakin matang, baik dari sisi pengelolaan destinasi maupun strategi pemasaran digital yang dilakukan pemerintah daerah.

Bagi daerah yang memiliki puluhan pantai eksotis di pesisir selatan Jawa ini, peningkatan PAD menjadi indikator bahwa investasi pada sektor pariwisata mulai memberikan dampak ekonomi yang lebih nyata. Kondisi ini juga memperkuat posisi Pacitan sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Timur.

Rekor PAD Semester Pertama dalam Empat Tahun

Data Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Pacitan memperlihatkan pertumbuhan yang konsisten setiap tahun.

Pada Juni 2023, realisasi PAD sektor pariwisata tercatat sebesar Rp4,013 miliar. Setahun kemudian meningkat menjadi Rp4,56 miliar. Memasuki Juni 2025, pendapatan kembali naik menjadi Rp4,83 miliar.

Lonjakan terbesar terjadi pada semester pertama 2026. Nilainya mencapai Rp6,672 miliar atau meningkat sekitar Rp1,84 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan akselerasi yang cukup signifikan. Jika dibandingkan Juni 2025, kenaikan PAD mencapai lebih dari 38 persen. Persentase ini menjadi salah satu pertumbuhan tahunan tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Kondisi tersebut memberi sinyal bahwa permintaan wisata ke Pacitan terus meningkat. Tidak hanya saat musim libur panjang, tetapi juga pada akhir pekan serta berbagai momentum wisata sepanjang semester pertama.

Baca Juga  Kabupaten Pacitan Raih Be Award 2025 dari BSSN RI, Kategori Instansi Paling Partisipatif dan Verifikator Paling Aktif

Pantai Klayar dan Watu Karung Masih Mendominasi

Kepala Disparbudpora Kabupaten Pacitan, Munirul Ichwan, mengatakan hampir seluruh destinasi wisata yang dikelola pemerintah daerah mengalami peningkatan kunjungan dan pendapatan.

Namun demikian, dua destinasi unggulan tetap menjadi kontributor terbesar terhadap PAD.

“Capaian tertinggi ada di Pantai Klayar dan Watu Karung,” ujar Munirul saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (8/7/2026).

Bukan tanpa alasan kedua destinasi tersebut terus mendominasi.

Pantai Klayar dikenal memiliki lanskap batu karang yang unik, ombak Samudra Hindia, serta fenomena seruling laut yang menjadi daya tarik wisatawan.

Sementara itu, Pantai Watu Karung telah lama dikenal sebagai salah satu lokasi selancar terbaik di Indonesia. Pantai ini juga semakin populer sebagai destinasi wisata alam dan fotografi.

Kedua objek wisata tersebut telah memiliki branding yang kuat. Keunggulan itu membuat wisatawan domestik maupun mancanegara menjadikannya sebagai destinasi utama ketika berkunjung ke Pacitan.

Strategi Promosi Digital Mulai Memberikan Hasil

Menurut Munirul, salah satu faktor penting yang mendorong peningkatan pendapatan adalah strategi promosi yang semakin agresif melalui berbagai platform media sosial.

“Upaya kita dengan memasifkan promosi melalui berbagai platform media sosial,” jelasnya.

Strategi digital menjadi sangat relevan di tengah perubahan perilaku wisatawan. Saat ini, sebagian besar calon pengunjung mencari referensi destinasi melalui media sosial sebelum menentukan tujuan perjalanan.

Foto, video pendek, ulasan wisatawan, hingga konten kreator memiliki pengaruh besar dalam membentuk keputusan perjalanan.

Karena itu, promosi digital tidak lagi sekadar menjadi pelengkap. Kini, media sosial telah berkembang menjadi salah satu instrumen pemasaran utama sektor pariwisata.

Keberhasilan Pacitan menunjukkan bahwa promosi yang konsisten mampu meningkatkan visibilitas destinasi secara nasional.

Selain menjangkau wisatawan baru, strategi tersebut juga mendorong wisatawan lama untuk kembali berkunjung melalui berbagai informasi terbaru mengenai destinasi, fasilitas, maupun agenda wisata.

Baca Juga  Sinergi Tanpa Batas: Satpol PP Pacitan Hadir di Gerbang Sekolah

Tata Kelola Internal Ikut Menjadi Penentu

Promosi bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi kenaikan PAD.

Munirul menegaskan bahwa penguatan manajemen internal juga berkontribusi terhadap optimalisasi pendapatan.

Perbaikan tata kelola biasanya mencakup pengawasan retribusi, pengelolaan tiket, peningkatan pelayanan pengunjung, hingga evaluasi operasional destinasi wisata.

Langkah-langkah tersebut membuat potensi kebocoran pendapatan dapat ditekan.

Selain itu, pelayanan yang lebih baik juga meningkatkan kepuasan wisatawan sehingga mendorong tingkat kunjungan ulang.

Dalam industri pariwisata, pengalaman pengunjung menjadi aset yang sangat penting.

Wisatawan yang puas cenderung membagikan pengalaman mereka melalui media sosial. Efek promosi dari rekomendasi tersebut sering kali lebih kuat dibandingkan iklan konvensional.

PAD Pariwisata Menjadi Indikator Kesehatan Ekonomi Daerah

Meningkatnya PAD sektor pariwisata memiliki arti yang lebih luas daripada sekadar bertambahnya pemasukan kas daerah.

Setiap wisatawan yang datang juga membelanjakan uangnya pada berbagai sektor lain.

Mereka menginap di hotel, membeli makanan, menyewa kendaraan, berbelanja oleh-oleh, hingga menggunakan jasa pelaku UMKM lokal.

Artinya, peningkatan kunjungan wisata menciptakan efek berganda atau multiplier effect terhadap ekonomi daerah.

Semakin tinggi aktivitas wisata, semakin besar pula perputaran uang yang terjadi di masyarakat.

Kondisi inilah yang membuat sektor pariwisata sering disebut sebagai salah satu industri dengan dampak ekonomi paling luas.

Di Pacitan, manfaat tersebut sangat terasa karena banyak masyarakat menggantungkan penghasilan dari aktivitas wisata.

Mulai dari pedagang kecil, pelaku ekonomi kreatif, fotografer wisata, penyedia jasa transportasi, hingga pengelola homestay memperoleh manfaat langsung dari meningkatnya jumlah wisatawan.

Peluang Mencapai Target Rp11 Miliar Terbuka Lebar

Melihat capaian semester pertama, peluang memenuhi target PAD tahun 2026 dinilai cukup besar.

Baca Juga  Pemkab Pacitan Ajak Semua Elemen Masyarakat Komitmen Tekan Angka Stunting

Dengan realisasi lebih dari 60 persen pada pertengahan tahun, pemerintah daerah hanya perlu mempertahankan tren pertumbuhan hingga akhir Desember.

Momentum libur sekolah, akhir tahun, Natal, dan Tahun Baru berpotensi menjadi penyumbang terbesar pada semester kedua.

Jika promosi terus diperkuat dan pelayanan destinasi tetap terjaga, target sekitar Rp11 miliar sangat realistis untuk dicapai.

Munirul pun optimistis target tersebut dapat terealisasi.

“Tahun ini target PAD kita ditetapkan sebesar kurang lebih Rp11 miliar. Insyaallah bisa tercapai,” katanya.

Optimisme itu didukung oleh tren kunjungan wisata yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Apalagi, Pacitan memiliki modal wisata yang cukup lengkap.

Kabupaten ini tidak hanya menawarkan pantai, tetapi juga wisata gua, sungai, geopark, budaya lokal, hingga berbagai festival daerah yang mulai dikenal lebih luas.

Tantangan Selanjutnya Bukan Sekadar Menaikkan PAD

Meski pertumbuhan pendapatan sangat menggembirakan, tantangan berikutnya adalah menjaga keberlanjutan sektor pariwisata.

Peningkatan jumlah wisatawan harus diimbangi dengan kualitas infrastruktur, kebersihan kawasan wisata, pengelolaan sampah, keamanan, serta konservasi lingkungan.

Tanpa pengelolaan yang berkelanjutan, pertumbuhan kunjungan justru berpotensi menimbulkan tekanan terhadap ekosistem pesisir.

Selain itu, diversifikasi destinasi juga menjadi pekerjaan rumah berikutnya.

Selama ini, PAD masih didominasi Pantai Klayar dan Watu Karung. Ke depan, destinasi lain memiliki peluang untuk dikembangkan agar distribusi kunjungan wisata menjadi lebih merata.

Langkah tersebut sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di berbagai wilayah Pacitan.

Penguatan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas wisata, dan masyarakat juga menjadi faktor penting agar pertumbuhan sektor ini dapat berlangsung secara berkelanjutan. (pemkabpacitan)