Pemerintah Kabupaten Pacitan

JAGOAN TANI: Cara Cerdas Warga Hadiwarno Pacitan Ubah “Srintil” Kambing Jadi Pupuk Cair Andalan

HADIWARNO–Pernahkah terbayang kalau kotoran kambing yang menumpuk di kolong kandang bisa diubah menjadi nutrisi luar biasa bagi lahan pertanian? Hal inilah yang kini mulai dipraktikkan oleh para petani dan peternak di Desa Hadiwarno, Kec.Ngadirojo.

Di Desa Hadiwarno, beternak kambing sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari denyut nadi keseharian warga. Hampir setiap rumah memiliki dua hingga tiga ekor kambing di pekarangan. Bagi para bapak di desa ini, kambing bukan sekadar hewan peliharaan biasa, melainkan partner setia yang setiap sore rutin ditengok dan diberi pakan hasil ngarit.

Namun, di balik rutinitas yang damai ini, tersimpan satu kebiasaan lama yang kurang tepat. Selama ini, “srintil” (kotoran kambing) yang berjatuhan setiap hari sering kali langsung disapu dan ditabur ke lahan pertanian tanpa diolah terlebih dahulu. Niat hati ingin menyuburkan tanah, srintil mentah ini justru sering memberikan efek panas dan menekan pertumbuhan tanaman.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Inovasi (KKNT-I) IPB University tergerak untuk memberikan solusi praktis. Bekerja sama dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Hadiwarno, mereka meluncurkan program JAGOAN TANI (Jadikan Srintil Kambing Andalan Optimalisasi Panen).

Baca Juga  DPRD Pacitan Resmi Sahkan Perda Kabupaten Layak Anak

Bertempat di Candra Kirana Farm pada 18 Juli dan 8 Agustus 2026, kegiatan ini mengajak warga untuk belajar mengolah limbah ternak menjadi Pupuk Organik Cair (POC) melalui metode fermentasi yang sangat mudah ditiru di rumah.

Proses belajarnya pun dibuat santai dan interaktif melalui tiga tahapan. Pertama, mahasiswa memberikan pemahaman sederhana mengenai bahaya pupuk kandang mentah. Kedua, warga diajak praktik langsung mencampur bahan-bahan fermentasi ke dalam wadah galon bekas-sebuah metode yang tidak butuh alat mahal. Ketiga, warga bersama-sama memantau proses fermentasi selama 21 hari hingga POC benar-benar matang.

Kerja sama ini membuahkan hasil yang menggembirakan. Warga berhasil memanen 40 liter Pupuk Organik Cair berkualitas tinggi yang siap diaplikasikan ke tanaman.

Baca Juga  Sarasehan Kemerdekaan Pawitandirogo 2026 Dorong Penguatan Kawasan dan Ekonomi, Pacitan Tegaskan Kolaborasi Antarwilayah

Inovasi ini disambut hangat oleh masyarakat setempat. Mas Ipin, CEO Candra Kirana Farm yang turut terlibat langsung, melihat potensi besar dari praktik sederhana ini.

“POC ini akan diaplikasikan ke tanaman jagung saya. Jika dampaknya baik bagi pertumbuhan jagung, akan saya kembangkan dalam skala besar. Hitung-hitung bisa menghemat biaya pupuk kimia dan tentunya mengurangi limbah kambing saya yang jumlahnya banyak,” ujarnya antusias.

Sebagai bentuk keberlanjutan, mahasiswa KKNT-Inovasi IPB tidak hanya berhenti pada praktik. Mereka telah menyiapkan dan membagikan buku panduan cetak serta e-book di balai desa, agar ilmu pengolahan limbah ini tetap bisa dibaca dan dipraktikkan oleh warga kapan saja.

Kini, kotoran kambing di Hadiwarno perlahan tidak lagi dipandang sebagai limbah berbau yang merepotkan, melainkan aset bernilai yang siap menyuburkan bumi Pacitan dan meringankan beban biaya para petani.

Baca Juga  Diskominfo Kabupaten Pacitan Perkuat Disiplin dan Kinerja Aparatur sebagai Upaya Peningkatan Pelayanan Publik

Oleh: KKNT-Inovasi IPB University 2026 Desa Hadiwarno, Kec.Ngadirojo