BUDAYAKAN SAYARIAH: Direktur Pengawasan OJK II dan Menajemen Strategis Kantor OJK Regional IV Jatim, Mulyanto menyerahkan cindera mata kepada Bupati Pacitan, Indartato usai Diseminasi Buku Khutbah. (Foto: PS/Diskominfo)

Pacitan – Pemanfaatan jasa keuangan syariah di Jawa Timur baru menempati kisaran 10 persen dari total transaksi. Sisanya masih didominasi transaksi konvensional.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Timur berupaya mendorong literasi masyarakat terkait sistem keuangan sesuai hukum Islam tersebut. Salah satunya dengan diseminasi buku kumpulan khutbah.

“Untuk saat ini kita targetkan 500 buku (khutbah) terdistribusikan kepada para dai dan khatib,” ujar Mulyanto, Direktur Pengawasan OJK II dan Manajer Strategis Kantor OJK Regional IV Jatim saat di Pacitan, Kamis (21/3/2019) sore.

Ratusan buku tersebut, lanjut pria yang sebelumnya bertugas di Medan, diharapkan menjadi rujukan bagi khatib. Materi yang ada dapat disampaikan melalui khutbah Jumat maupun ceramah keagamaan lainnya.

Pola itu dinilai efektif dalam memberikan pemahaman masyarakat terkait jasa keuangan syariah. Muaranya adalah optimalisasi pemanfaatan sistem transaksi berlandaskan sistem bagi hasil tersebut.

Mulyanto mengakui, angka literasi syariah di Jawa Timur relatif tinggi. Yakni mencapai 29 persen. Hanya saja, angka itu belum diimbangi tingginya tingkat inklusi. Yakni baru pada angka 12,1 persen.

Hal berbeda terjadi di Aceh. Di daerah berjuluk ‘Serambi Mekah’ tingkat literasi masyarakat terhadap sistem keuangan syariah hanya 21 persen. Namun keterlibatan mereka terhadap jasa keuangan syariah mencapai 41,45 persen.

Sedangkan di sektor perbankan, market share bank syariah di Jawa Timur baru mencapai 5,72 persen. Angka itu sedikit di bawah persentase nasional sebesar 5,95 persen.

“Jadi upaya kami salah satunya dengan meningkatkan akses keuangan syariah. Yaitu sosialisasi termasuk diseminasi buku kumpulan khutbah ini,” imbuhnya.

Buku dimaksud terdiri dari 52 judul dan terbagi dalam 7 bab. Masing-masing terdiri dari gaya hidup islami, bisnis dan enterpreneurship, keluarga syariah, dan riba. Bahasan lain meliputi Ziswak (zakat, infaq, sedekah, wakaf), bekerja, serta rezeki.

Diseminasi ratusan buku khutbah di Jatim memperkaya 8.000 buku lain yang telah dibagikan di sejumlah wilayah di Tanah Air sejak tahun 2015. Meliputi DKI Jakarta, Banten, Banjarmasin, Maluku, dan Medan.

Di Pacitan sendiri diseminasi berlangsung di Gedung Karya Darma, komplek Pendopo Kabupaten, Jl JA Suprapto. Kegiatan dihadiri 200 orang. Terdiri dari khatib, dai, dan pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Pacitan. (PS/PS/Diskominfo)