14 Ramadhan 1442 Hijriyah atau 26 Maret 2021 menjadi hari bersejarah bagi seluruh masyarakat Kabupaten Pacitan. Pemimpin baru hasil Pilkada Serentak 2020 resmi dilantik yakni Indrata Nur Bayuaji sebagai Bupati dan Gagarin sebagai Wakil Bupati Pacitan yang akan memimpin Paradise Of Java hingga 2024 nanti.
Prosesi pelantikan duet kepala daerah tersebut dilaksanakan di Gedung Negara Grahadi, Pemprov Jatim, oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Senin (26/4).
Setelah diambil sumpah jabatan, Gubernur Jatim berkenan menyematkan tanda pangkat kepada mereka berdua.
Dalam sambutannya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, ada proses yang perlu butuh mentor. Yang dalam hal ini menurut Gubernur Khofifah adalah mantan Bupati Pacitan Indartato. “Selama ini Pacitan, banyak mendapat penghargaan. Karena mentornya ada di Pacitan. Mudah-mudahan tidak pindah,” kata Khofifah dengan nada canda.
Gubernur Khofifah juga mengajak bersama memberikan doa kepada pasangan calon yang baru dilantik. “Semoga diberikan kemudahan oleh Allah SWT dalam memimpin Kabupaten Pacitan, untuk mensejahterakan masyarakat,” lanjut Khofifah.
Pada kesempatan tersebut, orang nomor satu di Jatim itu mengingatkan bahwa proses pemerintahan sudah berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang ada. Baik musrenbang kabupaten maupun provinsi. APBD juga sudah ditetapkan.
“Untuk itu apa yang sudah termaktub didalam musrenbang dan sudah diputuskan, yang mungkin pada Mei nanti akan dilaksanakan musrenbang nasional, agar keberlangsungan pembangunan untuk bisa dimaksimalkan,” pesannya.
Lain itu, Khofifah juga meminta adanya sinergitas secara vertikal. Karena seluruh materi didalam musrenbang kabupaten, itu akan merujuk pada keputusan-keputusan yang sudah dilaksanakan pada revisi di rencana kerja pemerintah (RKP). “RKP pemerintah pusat telah mengalami revisi. RKPD provinsi telah disesuaikan, RKPD kabupaten/kota juga sudah disesuaikan. Kemudian dirumuskan dalam musrenbang kabupaten dan provinsi.
Oleh karena itu, Ikhtiar selama ini perlu dilanjutkan, dikembangkan dan dipercepat pelaksanaannya,” pinta Khofifah.
Ada empat prioritas yang harus dilaksanakan. Satu diantaranya pembangunan infrastruktur di daerah. Utamanya setelah diresmikannya bendungan Tukul. “Pengembangan pariwisata harus dilakukan. Pemanfaatan irigasi, kemudian debit air yang bisa dimanfaatkan untuk sumber listrik misalnya,” terangnya.
Gubernur juga mengingatkan perlunya atensi terhadap musibah bencana alam. Saat ini yang telah dan perlu dimitigasi, yaitu gempa bumi, yang memungkinkan berdampak sampai ke Pacitan. “Kewaspadaan perlu dilaksanakan secara ganda. Sebab setiap terjadinya bencana akan berisiko penambahan kemiskinan. Indeks bencana sampai bertambah 80 persen kemiskinan,” jelasnya.
Gubernur juga mengingatkan perlunya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Sebab SDM ini, sangat penting untuk meningkatkan daya saing di berbagai sektor. “Ini bagian sangat penting,,” tandas Khofifah.
Sementara itu, momen bersejarah tersebut juga dapat diakses secara live streaming oleh seluruh masyarakat di akun resmi Pemkab Pacitan. Mengingat masih di situasi pandemi Covid-19 pelantikan tersebut tidak melibatkan banyak masa dan kerumunan, termasuk pejabat lingkup Pemkab Pacitan yang hanya mengikuti pelantikan ini melalui aplikasi zoom di Pendopo dan PD masing-masing.  (bd/frd/DiskominfoPacitan).

 

WhatsApp chat