Bawaslu Pacitan Gandeng Pelaku Seniman dan Budayawan

Kenalkan Tugas dan Fungsi Pada Masyarakat

Besarnya tugas dan tanggungjawab Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pacitan dalam mewujudkan Pemilihan Umum (Pemilu) yang berkualitas harus didukung semua komponen, tidak hanya Komisi Pemilihan Umum (KPU), Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPPU) tapi juga para pelaku seni budaya yang ada di Kabupaten Pacitan.

Dengan melaksanakan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilaksanakan di Alun-alun Kabupaten Pacitan (19/10), kegiatan ini disaksikan banyak pihak termasuk Ketua Bawaslu Jawa Timur Muhammad Amin.

Momen penting tersebut diapresiasi Wakil Bupati Pacitan Yudi Sumbogo, dalam sambutannya ia mengatakan tugas pokok Bawaslu Pacitan sudah selayaknya diketahui semua orang, supaya masyarakat semakin paham hak mereka pada setiap kontestasi politik.

“Mudah-mudahan MoU dan sosialisasi ini akan berdampak pada penyelenggaran pemilu yang semakin baik sesuai perundang-undangan yang berlaku,” harap Yudi. Sehingga mimpi Indonesia dalam rangka membangun peradaban politik yang sehat dan dewasa dapat terlaksana. (budi/riyanto/wira/DiskominfoPacitan).

Sekda Suko; Pemilu Harus Sesuai Tahapan

Berbagai tindakan dilakukan demi suksesnya Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Mengingat coblos-an tinggal menghitung hari yakni Rabu 17/04 mendatang. Guna pertahankan situasi adem, ayem tenteram kartaraharja disemua wilayah Kabupaten Pacitan.

Seperti Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) di Desa Sidomulyo, Kebonagung, ia tak segan akan melapor jika ada yang berani melanggar regulasi. “Akan saya laporkan jika ada yang curang, tugas saya mengawal pemilu ini berjalan baik dan lancar,” kata Dodi Triono kemarin 13/04/19 usai Apel Siaga Pengawas Pemilu 2019 di Gedung Sasono Aji yang digelar Bawaslu Pacitan.

Pemilih di Pacitan harus mayoritas, meskipun tidak memaparkan presentasinya Sekda Pacitan Suko Wiyono saat mewakili Bupati berharap masyarakat berpartisipasi untuk masa depan bangsa lima tahun ke depan.

Salah satu yang menjadi sorotan prioritas pemda di pesta demokrasi ini adalah proses pencoblosan. Di dalamnya ada penghitungan suara yang harus benar-benar dicermati. Begitu pula kepahaman masyarakat akan tata caranya. “Mereka semua harus benar-benar paham dan mengerti,” ujar Suko.

Sangat utama, menggelar berbagai koordinasi supaya berbagai risiko dapat terhindarkan, sebab Suko sadar gesekan kecil dapat berdampak pada perpecahan. “Harus sukses yang berarti semua tahapan berjalan dengan baik, juga melakukan komunikasi dengan KPU, Bawaslu dan aparat keamanan terhadap persoalan-persoalan yang mungkin timbul di lapangan,” papar Dia.

Kalimat senada disampaikan oleh Kapolres Pacitan AKBP Sugandhi dan Komandan Kodim 0801 Letkol Aristotales yang terus melibatkan unsur pemda. Termasuk menyadarkan semua Pengawas yang berjumlah 400 orang dari empat Kecamatan, baik Pacitan, Kebonagung, Pringkuku dan Arjosari, bahwa amanat yang diemban merupakan tugas mulia yang berat. Terutama Pengwas TPS desa sebagai garda terdepan dalam pengawal kegiatan yang akbar ini. (budi/anjar/riyanto/wira/DiskominfoPacitan)