Cegah Pernikahan dini dan Kehamilan yang Tidak diinginkan; Puskesmas Candi kembangkan Inovasi Putri Ceria

Kembali Puskesmas Candi, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan mengembangkan program inovasi Pelayanan Publiknya. Setelah tahun 2019 lewat inovasinnya yaitu Kejari Ceria berhasil masuk 25 Top Puskesmas dan 10 Puskesmas Terbaik se-Jawa Timur dan mendapat penghargaan bergengsi pada kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) se-Jawa Timur. Tahun 2021 ini, greget itu kembali muncul Lewat Program inovasi Putri Ceria.

Putri Ceria merupakan kepanjangan dari Program AsUhan Terpadu Remaja Puskesmas CandI yang Cerdas, Energik, Responsif, Inovatif dan Adaptif.

Menurut Dr. Hanik Subekti, Plt. Kepala Puskesmas Candi Program Putri Ceria ini digagas untuk membangkitkan kesadaran masyarakat dan kelompok remaja putri khususnya, akan pentingnya pengetahuan dan pemahaman risiko pernikahan anak dan bahaya Married By Accident (MBA) atau kehamilan yang tidak diinginkan, melalui banyak pendekatan yang mudah diterima dan dimengerti.

“Dengan dilaksanakannya program Putri Ceria, diharapkan memberikan dampak menurunnya kasus pernikahan dini, kehamilan tidak diinginkan dan komplikasi persalinan pada remaja. Meningkatnnya jumlah remaja teredukasi, terpantaunnya gizi remaja serta meningkatnnya cakupan pemberian tablet tambah darah,” tutur Dr. Hanik.

Diakui Hanik, Kendati dimasa Pandemi seperti saat ini lanjut Dr. Hanik, tidak menyurutkan langkah Puskesmas Candi untuk berinovasi. Dengan melibatkan seluruh komponen desa, PKK Desa, Kantor Kecamatan, Babinkamtibmas serta Pemuka agama dan tokoh masyarakat, mereka melakukan edukasi kepada para remaja sesuai perannya masing-masing.

“Dengan protokol kesehatan ketat, secara simultan kita memberikan materi dengan tatap muka dan juga sistem daring, tentunnya ini melibatkan seluruh komponen yang ada, ” tukas Hanik.

Alhasil, selain berhasil menurunkan tingkat pernikahan dini dan resiko kehamilan yang tidak diinginkan, Program Putri Ceria ini juga mampu menghasilkan produk karya yang inovatif. “Dalam setiap kegiatan kita juga menggandeng peran PKK desa dan kecamatan untuk memberikan pelatihan-pelatihan kreatif agar remaja bisa mandiri dan berwawasan luas ,” tukasnnya.

Sementara itu, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, memberikan apresiasi dan dukungannya dan berharap inovasi pelayanan yang dilakukan oleh Puskesmas Candi bisa direplikasi dan diterapkan diseluruh wilayah Pacitan .

“Saya harapkan Inovasi Putri ceria bisa dilaksanakan di seluruh wilayah kabupaten Pacitan sebagai solusi mencegah Pernikahan Dini dan menurunkan kasus kehamilan yang tidak diinginkan pada remaja, Putri Ceria Wujudkan generasi emas Pilar negara,” Ungkap Bupati Aji. (DiskominfoPacitan).