Menuju Ruang Prosesi, Bupati dan Wakil Bupati Pacitan terpilih Dikawal Pasukan Dengan PDUB Menuju Grahadi

Suasana Gedung Negara Grahadi jelang pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih. (Foto: HumasPacitan)

Pelaksanaan prosesi peresmian dan pengangkatan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pacitan terpilih, tinggal beberapa jam lagi.
Seluruh undangan, baik dari forkompinda, perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) dan keluarga, saat ini sudah berada di Surabaya.
Kabag Humas dan Protokol Setkab Pacitan, Herman Budi Utomo mengatakan, menurut rencana prosesi pelantikan akan diselenggarakan sekitar pukul 16.00 Wib nanti.
Akan tetapi, sebelum pelantikan berlangsung, akan dilaksanakan kirab yang diikuti pasangan calon bupati dan wakil bupati beserta istri, serta sepuluh aparatur sipil negara (ASN) alumni sekolah kedinasan dengan mengenakan pakaian dinas upacara besar (PDUB).
Pasukan berpakaian PDUB, semuanya berasal dari Pemkab Pacitan. “Jadi sebelum masuk ke Grahadi, pasangan calon bupati dan wakil bupati, masuk dari gerbong utama dan dikawal pasukan dengan mengenakan PDUB.
Setelah gubernur masuk ke ruang utama, baru prosesi pelantikan dilaksanakan,” kata Herman, yang saat itu masih berada di Surabaya, Senin (26/4).
Menurut Herman, setelah agenda prosesi pelantikan dilaksanakan, rombongan langsung bertolak menuju Pacitan. Sementara khusus untuk bupati dan wakil bupati terlantik, sudah menggunakan kendaraan perorangan dinas dan protokoler yang ada. (Diskominfo).

Imbas Larangan Mudik, Wisatawan Luar Tak Boleh Masuk Pacitan

Pemerintah pusat melalui Satuan Tugas Covid-19, memang telah mengeluarkan kebijakan untuk memperpanjang larangan mudik lebaran Tahun 2021/1442H. Larangan mudik lebaran berlaku mulai tanggal 22 April-24 Mei 2021 mendatang. Kebijakan itu pun berimbas dengan pelarangan berkunjung bagi wisatawan dari luar Pacitan.
Demikian ditegaskan, juru bicara satgas Covid-19 Pacitan, Rachmad Dwiyanto bahwa selama larangan itu tempat wisata di Pacitan hanya diperuntukkan wisatawan lokal saja.
“Kalau untuk wisata ndak masalah, selagi masyarakat lokal sendiri, yang ditutup orang luar kota, karena jika masyarakat dilarang mudik sementara pariwisata buka untuk orang luar akan menjadi ambigu,” katanya, Jumat (23/4/2021).
Meskipun mempunyai hasil swab dan rapid test, Rachmad menjelaskan tetap tidak di perbolehkan, nantinya pihak Pemkab Pacitan memastikan itu berjalan dengan baik akan dilihat KTP dan nomor kendaraan.
“Dua-duanya akan kita cek, meskipun nanti juga berimbas terhadap pendapatan pelaku usaha namun kan tidak hilang karena masih ada wisatawan lokal,” imbuhnya.
Rachmat menilai hal yang wajar jika suatu kebijakan ada pro kontra, seperti larangan mudik lebaran. Namun, perlu diketahui itu semua dilakukan demi kebaikan bersama.(Diskominfo)

PLH Bupati Pantau Pasar, Harga Sembako Masih Kondusif

Memasuki 10 Ramadhan atau 20 hari jelang Lebaran, hampir semua harga sembilan bahan pokok (Sembako) terpantau kondusif bahkan cenderung turun. Hal tersebut sesuai dengan data Dinas Perdagangan sekaligus tinjauan langsung di Pasar Minulyo Pacitan.

Plh. Bupati Pacitan Heru Wiwoho saat operasi pasar tersebut mengungkap, daya beli masyarakat pada Ramadhan 1442 Hijriyah ini cenderung lemah lantarana Covid-19, hal ini tentu hampir sama dengan situasi di tahun kemarin.

“Semua harga cenderung turun, hanya minyak goreng dan daging ayam yang agak naik, untuk minyak karena kebutuhan parcel,” ungkap Heru (22/04).

Sedang untuk kenaikan harga daging ayam yang ditengarai karena penurunan stok dari perusahaan, oleh pemerintah secepatnya akan mempelajari kondisi riil agar segera menemukan solusi bahan pokok tersebut.

Begitu juga dengan Gas LPG 3 Kilogram yang berpotensi mengalami kelangkaan, pemerintah memastikan akan menjaga stock maupun harga hingga pasca lebaran nanti.

Tinjauan ke pasar Minulyo tersebut menurut Heru sudah cukup mewakili seluruh harga semua pasar di Kabupaten Pacitan, ditinjau oleh kesamaan komoditas.

Namun demikian operasi pasar dipastikan akan kembali digelar saat mendekati Lebaran yang akan dipimpin langsung oleh Bupati baru.

Menyoal perlindungan konsumen terhadap barang-barang yang dijajakan oleh pedagang, Plh. Bupati Pacitan meminta Dinas Perdagangan untuk terus berkoordinasi dengan BPOM untuk memantau kemungkinan potensi tersebut. (bd/anj/frd/ryt/ss/dzk/rch/tk/DiksominfoPacitan).

Plh. Bupati Pacitan Heru Wiwoho saat menggelar sidak harga kebutuhan pokok di Pasar Minulyo, Kamis (22/04).(foto: HumasPacitan)

Sport Fun 2021 Lagi-lagi di Pacitan

Sentono Gentong kembali menjadi pusat cabang Gantole Sport Fun 2021, selain lokasi tersebut Pantai Watukarung juga dipastikan terpilih menjadi lokasi olahraga Surfing.

Dinas Pariwisata Pemuda Dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Pacitan kembali memohon doa restu masyarakat, pasalnya Kementerian Pemuda Dan Olahraga (Kemenpora) kembali mempercayai Kabupaten Pacitan sebagai tuan rumah Sport Fun 2021.

Kesempatan ini adalah bukti bahwa Kemenpora mengapresiasi event pertama yang digelar tahun 2019 lalu, dinilai baik dan profesional sebagai penyelenggara event tingkat nasional.

Namun penyelenggaraan kedua di tengah-tengah pandemi seperti sekarang perlu penyikapan lebih supaya tidak terjadi kasus baru. “Akan kami siapkan semua,”kata T. Andi Faliandra, Kepala Disparpora Pacitan. (13/04).

Selain Gantole dan Surfing, beberapa cabang dikabarkan bakal meramaikan Sport Fun 2021, dijadwalkan selama 4 hari pada bulan September, Sport Fun digadang-gadang menjadi pendorong geliat pariwisata maupun ekonomi di Pacitan.

Kepada Diskominfo Pacitan Andi juga mengaku anggaran yang diajukan sebelumnya senilai Rp. 700 Juta, malah disepakati Rp 1 Miliar lebih.

Berbeda dengan event provinsi bulan Juni besok, Disparpora belum buka suara soal siaran resmi pertandingan, yang pasti dari 4 hari even akan dipusatkan pada 1 hari. (bd/anj/frd/ss/ryt/dzk/rch/tk)

Optimalkan Pengawasan Pemilu, Ketua Bawaslu RI: Kuatkan Partisipasi Masyarakat

Pengawasan berperan penting bagi terciptanya pemilu yang jujur, adil, dan demokratis. Untuk mewujudkannya Bawaslu tak bisa bekerja sendiri. Keterlibatan masyarakat merupakan keniscayaan agar pengawasan lebih optimal.

“Tidak hanya melakukan pengawasan saja. Tetapi kita harus jelaskan apa itu pengawasan termasuk mengapa pengawasan partisipatif itu penting,” tegas Ketua Bawaslu RI, Fritz Edward Siregar di kantor Bawaslu Pacitan, Minggu (11/4/2021) malam.

Dicontohkan, selama ini salah satu momok dalam demokrasi adalah money politics. Larangan pun gencar digaungkan lengkap dengan ancaman pidananya. Hanya saja praktik tidak terpuji itu masih kerap mewarnai pesta demokrasi dengan segala bentuknya.

Menurut Fritz, sudah saatnya perang terhadap politik uang dilakukan dengan pendekatan berbeda. Yakni memberikan pemahaman kepada masyarakat akan dampak buruk politik uang. Dengan begitu akan timbul kesadaran bersama untuk mengawasinya.

“Dalam hal ini kita tidak sekadar menampilkan kegiatan kita (pengawasan). Tetapi juga ikut melakukan pendidikan politik kepada masyarakat,” tandasnya.

Seiring laju teknologi informasi yang merambah dunia, lembaga pengawas pemilu juga diminta eksis di dunia maya. Media sosial dapat dimanfaatkan untuk menjalin interaksi dengan masyarakat.

“Usahakan menjawab semua komentar. Jadi ada engagement di situ,” ucap Fritz dindepan jajaran Bawaslu Pacitan.

Kedatangan Ketua Bawaslu RI ke Kota 1001 Gua untuk meluncurkan buku ‘Pilkada Pacitan dalam Pena’. Buku yang diterbitkan oleh Bawaslu Pacitan itu menyajikan potret pengawasan pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pacitan tahun 2020.

“Semua kegiatan (pengawasan) terdokumentasikan di buku ini. Ini sekaligus bentuk tanggungjawab kami menyiapkan data jika masyarakat membutuhkannya,” kata Ketua Bawaslu Pacitan Berty Stefanus saat laporan. (PS/RSP/Diskominfo)