PMI Pacitan Gelar Donor Darah Bulan di Ramadan

Donor Darah oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Pacitan mendapat respon positif dari masyarakat, sejak 19-25/05/19 ratuasan kantong darah terkumpul. Humas PMI Wahyu Budi Santoso mengatakan tiap hari tidak kurang 15 masyarakat mendonorkan darahnya. Menurutnya hal ini merupakan bentuk kerja sama yang baik mengingat setiap bulan ramadan stok darah di Pacitan selalu berkurang.

“Untuk saat ini yang masih kurang stok golongan Darah A, tentunya kami akan terus mencari dan sosialisasi kepada khalayak. Diharapkan untuk pemilik darah A dapat mendonor,” tutur Wahyu di Tribin Alun-alun. Pihaknya menjelaskan jika stok darah di PMI lengkap dan aman maka jika sewaktu-waktu ada yang membutuhkan akan cepat tertangani.

Salah satu pendonor dengan golongan Darah O, Tri Utami merasa lega dan senang dapat menyumbangkan satu kantong darah untuk PMI. “Semoga bermanfaat dan saya diberi kesehatan untuk terus dapat mendonorkan darah, ”tandasnya. Meski masih pemula karena baru 2 kali donor Tri bersama ketiga temannya berharap kegiatan positif ini dapat menjadi kebiasaan.

Setiap peserta memiliki pengalaman masing-masing seperti Rini Lestari yang mengaku sering ditolak Petugas karena Hemoglobin dalam darahnya kurang atau tensinya yang rendah. “Walaupun beberapa kali ditolak dalam 3 tahun terakhir namun saya terus mencoba, mengingat banyak orang yang membutuhkan bantuan darah” ungkapnya. (budi/riyanto/wira/DiskominfoPacitan).

Upayakan Ampul Darah Selalu Tersedia Dan Pahamkan Thalasemia

Ketua PDDI Kabupaten Pacitan berinteraksi dengan salah satu anak penderita Thalasemia seusai kegiatan pengukuhan dan seminar di halaman Gedung Karya Darma.

Karena penderita thalasemia harus melakukan transfusi darah seumur hidup maka persediaan kantong darah di suatu tempat haruslah selalu tersedia. Disampaikan Luki Indartato selaku Ketua PDDI Kabupaten Pacitan dalam sambutanya dikegiatan Pengukuhan 12 Anggota Pengurus Sukarela PDDI Unit Dinas/ Instansi dan Organisasi, dan dirangkaikan kegiatan Seminar Thalasemia yang dilaksanakan pada hari ini Selasa 15/09/2018 di Gedung Karya Darma Kabupaten Pacitan.

Penyakit thalasemia terjadi di banyak Negara di dunia termasuk Indonesia. Penyakit ini merupakan penyakit keturunan dan tidak menular dimana sel darah merah mudah rusak atau umurnya lebih pendek dari sel darah normal, sehingga penderita akan mengalami anemia. Penyebabnya sel darah pada penderita tidak mengandung  cukup hemoglobin, karena adanya kelainan atau perubahan pada salah satu bagian gen hemoglobin. “Ditahun 2018 tercatat 19 orang menderita penyakit thalasemia, mereka para penderita diharapkan mengetahui persis penyakit tersebut agar mengetahui segala sesuatunya, baik upaya untuk semakin sehat dan juga hal-hal yang menjadi pantanganya.” Kata Luki.

Sebagai organisasi mitra Palang Merah Indonesia atau PMI dan anggota Federasi Internasional Organisasi Donor Darah (FIODS), mempunyai peran membangkitkan kesadaran masyarakat untuk menyumbangkan darahnya secara sukarela dan wadah para peserta donor darah, Luki berharap dari kegiatan ini kedepan masyarakat Pacitan memahami pentingnya melakukan donor darah sebagai bentuk membantu sesama yang tengah membutuhkan bantuan. “Minimal tiga bulan sekali donor darah, Selain menyehatkan pendonor juga ikut beramal shalih.” Tambahnya mengajak.

Dalam kesempatan itu Luki yang juga sebagai Ketua Penggerak PKK Kabupaten itu menyempatkan diri berpesan kepada para anggota sukarela yang baru dikukuhkan untuk bekerja ikhlas dalam mengemban amanah yang diembannya, agar masa jabatannya yang hingga 2023 benar-benar bermanfaat.

Dikesempatan itu Bupati Indartato yang berhalangan hadir mewakilkan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan dr. Eko Budiono, turut hadir Kepala Kemenag Muhammad Nurul Huda, Perwakilan PMI, TNI dan Polri. Ditunjuk sebagai pemateri dr. Didik Agus Susanto, MM, spPK Dokter di RSUD dr. Darsono, dan dan Langgeng Nur Santoso, Penderita Thalasemia dan Angota Perhimpunan Orang Tua Penderita Talasemia Indonesia.

(Budi/Anjar/Riyanto/DiskominfoPacitan)