Indartato Pastikan Kekosongan Jabatan Kelar Awal Januari 2020

Pelantikan Pejabat Lingkup Pemkab Pacitan kembali digelar pagi ini (28/11) di Pendopo Kabupaten dan dipimpin langsung oleh Bupati Pacitan Indartato. 54 pejabat tersebut meliputi Eselon  II, III dan IV bakal  menduduki posisi baru demi menyempurnakan kerja pemerintah disemua lini, demi tercapainya seluruh visi dan misi yang tertuang pada Perda Nomor 5 Tahun 2016.

Mengingat besarnya tanggung jawab para ASN tersebut, Bupati Pacitan dalam sambutannya menyinggung rencananya menaikkan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Karena disadari bahwa TPP ASN di Kabupaten Pacitan tergolong paling rendah dibanding kota lain di Jawa Timur.

“Kami berusaha memenuhi hak-hak mereka meskipun secara bertahap,” ujar Bupati yang sangat menyadari bahwa penghasilan atau kesejahteraan yang semakin membaik akan berdampak langsung pada peningkatan kinerja para ASN.

Begitu juga nasib para Guru Tidak Tetap (GTT) di juga disampaikan bakal naik tahun depan, sesuai dengan persetujuan anggota DPRD. Didesak para awak media terkait nominal secara terang-terangan dari Pemda Pacitan akan menambah Rp. 500.000.

Disisi lain pelantikan yang baru saja dilaksanakan belum menyelesaikan masalah kekosongan jabatan. Bahkan kekosongan ini sampai pada level jabatan Staf Ahli, dan diperkirakan masih akan semakin bertambah karena pensiun.

Tetapi Indartato tidak cukup berpangku tangan menyaksikan fenomena ini, diperkirakan awal tahun 2020 masalah tersebut dapat segera teratasi. Karena usai tanggal 8 Januari mutasi pada jabatan tertentu harus mendapat dukungan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri), jadi pada posisi pelayanan primer secepatnya harus diupayakan segera terisi. (budi/riyanto/wira/DiskominfoPacitan).

Pertahankan WTP Dan Tekan Angka Kemiskinan

Heru Wiwoho; Sekda Baru Kabupaten Pacitan

Dr. Ir H. Heru Wiwoho hari ini resmi dilantik sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pacitan, menggantikan Drs. Suko Wiyono MM yang berakhir masa jabatannya pada akhir Oktober kemarin. Prosesi pelantikan tersebut dipimpin langsung Bupati Pacitan Indartato di Pendapa Kabupaten pagi ini Jumat (01/11).

Indartato dalam sambutannya menegaskan bahwa seluruh proses pengangkatan jabatan Sekda tersebut sepenuhnya ia serahkan pada peraturan yang ada utamanya UU Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), kemudian ditindak lanjuti PP Nomor 11 Tahun 2017 Tentang Menejemen Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Dari berbagai proses yang melibatkan Panitia Seleksi (Pansel) oleh Pemerintah Provinsi, menghasilkan tiga nama yang tertulis pada isi surat dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawangsa yang selanjutnya dikirim kepada Bupati Pacitan.

Pada dasarnya Bupati dalam pemilihan Sekda mempunyai kewenangan menentukan nama-nama tersebut. Yang belakangan diketahui selain Heru Wiwoho ada nama Budianto dan Eny Sulistyowati. namun pihaknya lebih memilih menyerahkan hasil tersebut pada proses seleksi yang dilakukan Pansel, yakni Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur, Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan unsur Perguruan Tinggi.

“Jadi bebas kami memilih salah satu, namun pikiran saya sederhana, saya harus menghargai kerja Pansel sehingga saya memilih yang nomor satu (Heru Wiwoho),” kata Indartato. Mencari jalan bijaksana untuk meneruskan tugas berat Pemda Pacitan.

Menekan angka kemiskinan adalah Pekerjaan rumah yang mesti terus dilakukan, mengingat di Pacitan masih diatas provinsi bahkan nasional. Belum lagi perolehan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dengan lima kali tanpa catatan yang wajib dipertahankan, kesehatan dan yang lain.

Sementara Heru Wiwoho kepada Diskominfo Pacitan mengatakan, dirinya akan melanjutkan pekerjaan yang telah dilakukan Sekda sebelumnya. Untuk proses mempertahankan WTP dirinya akan melakukan koordinasi dengan seluruh instansi, utamanaya menyikapi masalah aset bakal lebih ditertibkan dengan kunci kebersamaan.

“Untuk kemiskinan saya kira sudah banyak yang kita lakukan, terutama melalui program Grindulu Mapan,” kata Heru. Dengan inovasi bersama PD membuat program terintegrasi ke wilayah yang jumlah kemsikinannya tinggi, sehingga angkat terakhir 14,19 persen bisa menurun diakhir masa jabatan Bupati pada angka 13 persen. (budi/anj/rozaq/riyanto/wira/DiskominfoPacitan)

Lantik 9 Pejabat

Sembilan pejabat melaksanakan Pelantikan Pejabat Lingkup Pemkab Tahun 2018 pagi ini 03/11/18 di Ruang Peta Pendopo Kabupaten. Pelantikan tersebut Sesuai Keputusan Bupati Nomor 188.45/1288/KPTS/408.12 Tahun 2018 Tentang Pengangkatan Dalam Jabatan.

Bupati Indartato mengingatkan dalam sambutannya, bahwa jabatan adalah amanah yang harus di laksanakan bersama-sama dengan sebaik-baiknya demi kepentingan seluruh masyarakat. Di mana pejabat harus dapat memiliki etika pemerintahan dalam bekerja, serta mampu diterima di tengah masyarakat dan menjadi contoh dalam semua hal.

Bupati juga menyampaikan bahwa tugas dan pekerjaan terberat adalah mutasi, namun demikian pihaknya melalui Badan Pertimbangan Jabatan Dan Pengangkatan (Baperjakat) untuk menentukan dengan penuh pertimbangan, tujuan intinya adalah sesuai dengan kepentingan bersama yaitu melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya.

Berkaitan dengan Ujian Pengadaan Barang Dan Jasa yang ternyata sulit, namun demikian Bupati meminta agar menjadi perhatian dan ditingkatkan. Mengingat sertifikat yang diperoleh tersebut adalah persaratan pemerintah dalam bekerja. “Agar pekerjaan kita ini Slamet dan diterima oleh masyarakat serta memperoleh WTP,” tambahnya. (Budi/Anj/Riyanto/DiskominfoPacitan).

 

Berikut nama-nama pejabat yang dilantik:

  1. Muniirul Ichwan : Sekretaris Dinas Perpustakaan
  2. Suparlan : Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
  1. Didik Alih Wibowo : Kepala Pelaksana BPBD
  1. Agus Ansori Mudzakir : Kabid Informasi dan Persandian Diskominfo
  2. Suyadi : Kabid kebudayaan Dinas Pendidikan
  1. Juri : Kabid Kewaspadaan Bakesbangpol
  1. Rotal Alamin : Kasubag Umum dan Kepegawaian Dinas Pertanian
  1. Retno Wulandari : Kasubag Program, Evaluasi dan Pelaporan Badan Pendapatan Daerah
  1. Parlan : Kasi Pembinaan Seni Budaya Dinas Pendidikan