PHBS dan Sholawat Tibbil Qulub Cara Ampuh Tangkal Covid-19

Ratusan masyarakat Kabupaten Pacitan pagi ini kompak melafalkan sholawat Tibbil Qulub sebelum melakukan senam bersama, dalam Kampanye Pacitan Sehat Cegah Covid-19 melalui Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Alun-alun Pacitan (08/03).

Ditinjau dari penelitian dan data, Covid-19 yang merebak di 62 negara di dunia akhir-akhir ini tidak lebih berbahaya ketimbang virus lain seperti Sindrom Pernafasan Akut Berat (SARS). Pasalnya lebih dari 94 persen penderita umumnya berhasil sembuh.

Justru yang memperkeruh keadaan dan penting untuk segera disikapi adalah berita hoax, masyarakat harus paham dan dewasa terhadap Covid-19 supaya hoax tidak merajalela. “Pasien meninggal rata-rata karena panik,” kata Kapolres Pacitan AKBP Didik Hariyanto yang hadir dalam kegiatan itu.

Senada dengan Kapolres, Dandim 0801 Pacitan, Letkol. Nuri Wahyudi mengatakan masyarakat harus tetap tenang tanpa mengindahkan larangan pemerintah.”Intinya Covid-19 ini tidak seganas yang disampaikan berita,” ujar mantan Paspampres di era SBY tersebut.

Bupati Pacitan Indartato senang melihat semangat peserta senam, meski alun-alun sempat diguyur hujan, tetapi hal itu tidak menyurutkan semangat masyarakat untuk dapat hidup sehat.

Pak In sapaan Bupati juga berpesan supaya materi yang disampaikan Panitia tersebut agar nanti diaplikasikan dalam kehidupan dan disampaikan kepada keluarga dan lingkungan masing-masing. “Semoga virus ini tidak sampai di Pacitan. (Budi/timDiskominfoPacitan).

Tidak Mustahil; Coronavirus Bisa Saja Serang Pacitan

Bupati Pacitan Indartato melihat langsung ruang isolasi berstandar hingga ambilan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Darsono

Covid-19 atau Coronavirus sejak awal tahun 2020 bak artis yang menjadi perbincangan utama ribuan media, namun juga membikin was-was warga dunia tanpa terkecuali masyarakat Indonesia termasuk Kabupaten Pacitan.

Sebenarnya jika dilihat secara geografis Kabupaten Pacitan jauh dari Provinsi Wuhan, China tempat asal virus yang menyerang saluran pernafasan mirip Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) yang pertama kali ditemukan pada Juli 2003 silam.

Tetapi, tidak menutup kemungkinan sejak dilaporkannya 2 pasien positif Covid-19 di Indonesia nantinya menjalar ke Pacitan. Skenario terburuk itulah menjadi modal, Mengingat kota berjuluk Paradise Of Java ini adalah salah satu gerbang wisata di Jawa Timur.

Turis asing biasa lalu lalang dan bersinggungan langsung dengan pelaku wisata dan masyarakat, disisi lain banyak warga masyarakat Pacitan yang merantau dikota besar atau sebaliknya.

Untuk itu sesuai perintah, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Darsono mengambil langkah cepat meski hal tersebut teramat jauh kemungkinannya, dengan menyiapkan segala piranti manajemen perawatan dan pengobatan Covid-19 berupa ruang isolasi berstandar hingga ambilan.

Bupati Pacitan Indartato usai melihat langsung ruang isolasi tersebut mengatakan, kesiapan rumah sakit berplat merah ini nantinya juga bakal diperkuat kesiapan seluruh Puskesmas dan puskesmas pembantu di semua wilayah sesuai dengan pemerintah pusat.

“Pertama kita menyiapkan rujukan di rumah sakit yang saat ini kita tinjau bersama kapolres dan dandim. Antisipasi supaya tidak ada coronavirus di Pacitan,” terang Bupati kemarin (04/03/2020). Tidak cukup, selanjutnya Pemda akan menerbitkan Instruksi Bupati berkaitan pencegahan Covid-19 yang melibatkan semua komponen termasuk kepala desa dan camat.

Sementara di kesempatan berbeda, T. Andi Faliandra Kepala Dinas Pariwisata Pemuda Dan Olahraga (Disparpora) Pacitan menyampaikan, sesuai mekanisme pemeriksaan terhadap wisatawan asing dapat dilakukan di titik masuk baik di Bandara ataupun di pelabuhan. “Pemeriksaan tidak bisa dilakukan di lokasi wisata,” kata Andi melalui sambungan telepon (05/03/2020).

Beruntung data menunjukan jarang ada wisatawan yang berasal dari negeri tirai bambu dan sekitar, umumnya wisatawan datang ke Pacitan dari Benua Eropa dan Australia yang memilih pantai Pancer Door dan Watukarung.

Disparpora jauh-jauh hari ternyata telah melakukan berbagai himbauan kepada para pelaku wisata di Pacitan untuk siaga dan waspada berbagai kemungkinan tanpa mengurangi pelayanan dan kenyamanan. “Kita sudah siap dari awal, tapi kita tidak bikin heboh,” pungkas Andi.

Sejak dini, pemerintah mewanti-wanti masyarakat Kabupaten Pacitan untuk senantiasa menjaga kebersihan dan hidup sehat untuk menghadapi pagebluk ini. Termasuk hindari mengunggah informasi hoax di sosmed yang justru dapat membuat salah kaprah masyarakat dalam menyikapi Covid-19. (budi/anj/riyanto/wira/DiskominfoPacitan).

Tingkatkan Derajat Kesehatan Bagi Seluruh Generasi Muda

Memaknai Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-55 Tahun 2019, Pemerintah Daerah Kabupaten Pacitan tentu ingin menjadi bagian untuk berkontribusi dalam rangka mewujudkan generasi sehat Indonesia unggul yang selaras dengan tema pada tahun ini.

 Berbagai acara dilaksanakan pemerintah, melalui Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit dr. Darsono untuk menciptakan derajat kesehatan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat di kota yang baru saja memperoleh penghargaan Kabupaten sehat dengan kategori swasti saba wistara atas kesigapan saat menyikapi pageblug Hepatitis A beberapa bulan lalu.

 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan dr. Eko Budiono di sela Semarak HKN hari ini (24/11) menyampaikan berbagai langkah harus ditempuhnya untuk merealisasikan tema itu, dengan mempersiapkan generasi Kabupaten Pacitan saat masih berupa janin hingga terlahir ke dunia dan tumbuh menjadi dewasa atau berusia 18 tahun. “Untuk tumbuh kembang, kita deteksi terus membaik,” beber Eko.

 Namun disudut lain kata Eko masih ada 0,5 persen generasi muda Pacitan mengalami disabilitas atau anak berkebutuhan khusus, angka kecil tersebut tentu tidak lepas dari perhatian Dinas Kesehatan. Berbagai pendekatan dilakukan demi menjamin mereka supaya memiliki kesamaan dengan yang lain. “Jadi kita samakan hak di dalam tumbuh kembang, itu salah satu upayanya,” tambah Dia.

 Untuk itu, berbagai syarat harus dipenuhi. Seperti deteksi dini tumbuh mereka, dengan berbagai pemeriksaan yang harus rutin dilaksanakan, termasuk imunisasi, ditimbang berat badannya sampai usai 5 tahun, sedang dibangku sekolah melalui kartu tumbuh kembang mereka akan terus diperhatikan hingga berumur 15 tahun.

 Raihan pemerintah terkait Kabupaten Sehat dimaknai Bupati Pacitan Indartato untuk kembali mengingatkan seluruh komponen untuk terus bergandengan tangan, bersama-sama supaya tidak kembali terjadi serangan penyakit yang berugikan masyarakat tersebut. Berlandaskan kesadaran dan keikhlasan dalam membudayakan hidup bersih dan sehat baik di pemerintahan atau pun di lapisan masyarakat.

 Menyikapi angka disabilitas, Bupati mengatakan hal tersebut merupakan masalah penting yang mesti disikapi serius, peran dokter dena tenaga kesehatan sangat diapresiasi mengingat mereka adalah garda terdepan dalam menyikapinya. “Dengan segala komponen yang ada bisa melaksanakan tugas seiklas-iklasnya didukung etikat baik demi derajat kesehatan Kabupaten Pacitan,” pungas Bupati. (budi/riyanto/wira/DiskominfoPacitan).