Indartato Serahkan SK Kenaikan Pangkat Serta Ingatkan Tanggung Jawab Kepada Negara Dan Masyarakat

Naik pangkat mesti dibarengi peningkatan tanggung jawab dalam mengabdi kepada bangsa dan Negara. Termasuk menyukseskan Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pacitan yang telah tertuang pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2016 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pacitan.

 “Semakin besar tanggung jawab Bapak Ibu sekalian,” ucap Bupati Pacitan Indartato pada agenda Penerimaan Petikan Keputusan Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkab Pacitan Periode 1 April 2019 yang dilaksanakan hari ini di Pendapa 15/05/19.

 Di hadapan penerima petikan yang berjumlah 814 orang terbagi menjadi 2 sesi tersebut bupati juga mengingatkan supaya seluruh PNS memanfaatkan kesempatan untuk mendapat pangkat IVd dan seterusnya, demikian selain dapat meningkatkan kesejahteraan juga menambah masa pengabdian hingga 65 tahun. “Ibu Siti Aminah sebagai Pejabat Fungsional dapat IVd merupakan prestasi yang bisa kita ikuti,” tambah Bupati.

 Semangat mengabdi untuk Negara juga tulus ikhlas melayani masyarakat harus terus tertanam dalam diri masing-masing PNS, melalui 3 indikator yang sering disampaikan Bupati, diharapkan kabupaten Pacitan senantiasa adem, ayem dan tenteram. (adtpkl/budi/riyanto/wira/DiskominfoPacitan).

Mantan Gubernur Jatim Lantik Pengurus PMI Pacitan

Para anggota dewan kehormatan dan pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pacitan masa bakti 2019-2024 dikukuhkan oleh Ketua PMI Jawa Timur, Imam Utomo di pendapa kabupaten, Kamis (2/5/2019). Sekretaris Daerah, Suko Wiyono dipercaya kembali memimpin organisasi kemanusiaan itu lima tahun kedepan.

Pada sambutannya Imam Utomo menekankan pentingnya koordinasi dan kerjasama lintas sektoral bagi PMI. Salah satunya dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Caranya dengan giat melaksanakan sosialisasi terkait pencegahan dan pengurangan resiko bencana alam, khususnya di Kabupaten Pacitan.

Tidak itu saja. Mantan Gubernur Jatim tahun 1998-2003 menegaskan peran PMI sebagai organisasi berbasis kemanusiaan. Sehingga ketika bencana alam datang melanda, dalam waktu 1×24 jam mereka harus dapat mendirikan posko dilokasi terdampak. “Karena pasti ada warga yang membutuhkan pertolongan. PMI juga punya relawan untuk diperbantukan kepada masyarakat,” katanya.

Bupati Indartato yang hadir pada pelantikan itu mengaktualkan kembali peran PMI. Khususnya saat Pacitan dilanda bencana alam hebat dipenghujung 2017 lalu. Bersama pemkab, mereka bahu membahu berupaya meringankan beban penderitaan masyarakat yang terdampak bencana alam tersebut.

Sementara, Ketua PMI Pacitan terpilih Suko Wiyono mengingatkan kepada para anggotanya, bahwa tugas organisasi dalam membantu pemerintah tidak menjadi lebih mudah ditahun-tahun mendatang. Ada banyak hal harus dilakukan sebagai bagian tugas utama. Diantaranya penanggulangan bencana alam, pencarian dan pertolongan, pemberian bantuan, pembinaan relawan, dan lain sebagainya. “Kita perlu dukungan lintas sektoral. Seperti BPBD, Dinas Sosial, maupun Dinas Kesehatan. Juga dukungan dari PMI dikecamatan-kecamatan. Agar program kerja dapat berjalan maksimal,” tandasnya. (humaspacitan/DiskominfoPacitan)

Silaturahmi Dan Doa Bersama Usai Gelar Pemilu Damai

Lega, itulah yang dirasakan seluruh masyarakat usai menggelar pemilihan umum  (pemilu) serentak di seluruh Indonesia 17/04 beberapa pekan lalu, termasuk di Pacitan pesta demokrasi berhasil dilaksanakan dengan sempurna tanpa terjadi gesekan yang menimbulkan konflik yang berujung pada perpecahan.

Bukan tanpa kerja keras dan pengorbanan, di hadapan undangan pada kegiatan Silaturahmi Dan Doa Bersama Pasca Pemilu kemarin 26/04/19 di Halaman Wingking (Halking) Damhudi sebagai orang Nomor Satu di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Pacitan memaparkan setidaknya 40 orang harus dilarikan ke rumah sakit akibat kelelahan saat proses coblosan berlangsung. “Mau bagaimana lagi, pusat meminta pemilihan clear dengan target waktu yang singkat,” ujar Dia.

Bentuk nikmat luar biasa yang wajib disyukuri bersama, mengingat di daerah lain gesekan demi gesekan terjadi yang berujung pertikaian, sedangkan di Pacitan kondisi tersebut nihil adanya. itu mesti diapresiasi dengan menggelar kegiatan positif. “Termasuk kesempatan bersama mendoakan Kelompok Petugas Pemungutan Suara (KPPS) yang terbaring sakit,” kata kapolres Pacitan AKBP Sughandi di kesempatan yang sama.

Mengingat keberhasilan tersebut merupakan kesuksesan bersama, Bupati Pacitan Indartato berharap petugas yang drop bebas dari biaya berobat. Lantaran Dia amat menyadari bahwa seluruh petugas merupakan garda terdepan keberhasilan itu.

Di kesempatan itu Indartato juga menceritakan kebanggaan yang wajib diketahui bersama, karena Kabupaten Pacitan memperoleh ucapan terima kasih dari Presiden Joko Widodo secara langsung karena ciptakan pemilu yang adem, ayem dan tenteram.

Meskipun target angka partisipasi dari pemerintah pusat sebesar 77 persen sukar di raih, namun capaian angka 75 sampai 76 persen merupakan keberhasilan yang wajib disyukuri bersama. “Semoga pemilu yang baru saja digelar dapat menjadi cikal bakal kemajuan bangsa kita Indonesia dan Pacitan,” harap Bupati. (budi/riyanto/wira/DiskominfoPacitan)

Senam Bersama di Rangkaian Kartini Day

Kartini Pacitan pagi ini 26/04/19 melaksanakan senam bersama di Alun-alun kota, acara ini masih dalam rangkaian hari Kartini Ke-140 yang jatuh kemarin 21/04. Diharap selain mendapatkan kesehatan dan kebugaran para perempuan menginspirasi sosok Kartini untuk kemajuan keluaraga dan Kabupaten Pacitan.(timDiskominfoPacitan).

Diskominfo Gelar Sosialisasi Untuk Menyongsong Evaluasi SPBE Tiga Pekan Depan

Pemangku kebijakan tak pernah merasa cukup dan enak-enak dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien dan berkesinambungan, guna mencapai misi yang menjadi tujuan bersama. Program-program dilaksanakan dengan kesungguhan serta dipantau perkembangannya. Pengabdian tersebut tak dipungkiri semata agar masyarakat semakin sejahtera.

Termasuk terobosan berupa Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik atau akrab disebut (SPBE), buah pemikiran pemerintah pusat yang wajib di aplikasikan di wilayah termasuk Pacitan. Dukungan berlandaskan dua fondasi yakni Peraturan Presiden Nomor 95 tahun 2018 dan Permenpan Nomor 5 Tahun 2018  tentang Pedoman Evaluasi Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik telah lahirkan Wadule Pacitan dan Lik In setahun silam.

Pra evaluasi pagi ini 24/04/19 di Gedung Karya Darma digelar guna mencapai angka yang diharapkan, ukuran tersebut merupakan salah satu indikator yang wajib dimiliki pemerintah, meskipun inti sarinya tetap standar pelayanan publik yang menjamin pemerintah dan masyarakat khususnya. “Kita undang semua sampai tingkat kecamatan,” kata Ketua Penyelenggara Sakundoko.

Menyadari berbagai mekanisme pemerintahan harus diawali dengan berbagai kegiatan, kemudahan dalam menjalankan program tersebut tentu menjadi harapan bersama yang dilandasi dengan pedoman yang ada dan disepakati.

Termasuk dua aplikasi yang di pangku Diskominfo Pacitan, dipandang sangat berperan pada bidang masing-masing, serta secara tidak langsung menjadi wasit dan berimbas pada penyelenggaraan pemerintahan yang sempurna.

“Utamanya saya menunggu tidak lanjut dari kegiatan ini dan berimbas pada hasil nyata, masyarakat senang kita juga senang. Dengan berbagai kerja sama, karena tanpa kerja sama mustahil kita dapat melayani masyarakat dengan baik. Termasuk penerapan SPBE tersebut,” Ucap Bupati. (budi/anjar/riyanto/wira/DiskominfoPacitan).