Bocah Bantu Covid-19

Arfa Fatkhi Dama F., Bocah usia 9 tahun yang menyerahkan uang tabungan sejumlah 800 ribu rupiah untuk membantu penanganan covid 19, mendapat apresiasi Bupati Pacitan.

Senin, 8 Juni 2020 kemarin, Pak In mengundangnya ke Pendopo Kabupaten untuk menerima penghargaan atas kepedulian siswa kelas 2 SD Alam Pacitan ini.

#bersatulawancovid19

Hadang Invasi Corona; Satgas Covid-19 Pasang Wastafel di 15 Titik Strategis

Kini giliran Wastafel karya peserta didik UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Koperasi Dan UM Pacitan maju di garda depan di medan laga, mereka ditugaskan pukul mundur tentara Covid-19 yang menguasai beberapa titik strategis di empat kecamatan, mulai Kecamatan Pacitan, Tulakan, Ngadirojo dan Nawangan.

Strategi ini tepat jika mengingat lebaran hanya tinggal menghitung hari, 15 titik lokasi di 12 kecamatan menjadi pos Wastafel ini, termasuk diantaranya titik perbatasan, tetapi yang utama adalah di zona keramaian.

Bupati sekaligus Ketua Gugus Tugas Covid-19 Pacitan Indartato, menyampaikan apresiasinya terhadap karya peserta BLK tersebut. Orang nomor 1 di Pacitan ini benar-benar berharap masyarakat menggunakan senjata tersebut untuk pukul mundur Covid-19. “Terima kasih (peserta didik BLK), termasuk yang bertugas di pos perbatasan,” ungkap Dia usai penyerahan di halaman Terminal Bus Pacitan (20/05)

Jubir Covid-19 Pacitan Rachmad Dwiyanto di kesempatan yang sama mengatakan, ekonomi  menggeliat dan tumbuh bak seperti tidak ada pandemi Corona, kata jubir itu mungkin masyarakat tak kuasa menyambut lebaran.

Dilain sisi, pemerintah tengah menyiapkan misi lain, yakni memulihkan perekonomian penduduk Pacitan yang sempat lumpuh beberapa bulan terakhir. Tentu tanpa menimbulkan masalah baru yakni kelalaian, sehingga pasukan Covid-19 kembali menjebol pertahanan Kabupaten Pacitan. “Masyarakat harus bisa mencermati keadaan ini. Protokol kesehatan, pakai masker dan jaga jarak jangan sampai ditinggalkan,” tegas Jubir.

Dikejar pertanyaan oleh Tim Peliputan Diskominfo Pacitan akan situasi tersebut, Rachmad mengawali kalimatnya dengan terkekeh, seakan tak ingin statemenya blunder, Kata Dia pemerintah menyiapkan strategi berani dengan tetap memutus mata rantai Covid-19, tanpa melumpuhkan ekonomi yang ada.

Lalu, apakah Kabupaten Pacitan mampu melakoni strategi ini, yang jelas semua kembali kepada masyarakat. “Kalau masyarakat tak acuh ya sudah kita lihat perkembangannya,” tegas mantan Kadinkes tersebut. (budi/alazim/rach/tika/DiskominfoPacitan)

Keluar Rumah Tak Bermasker; Kapolres Siapkan Langkah Persuasif.

Gerakan memakai masker tampaknya disaat-saat genting seperti ini begitu penting adanya. Apalagi agar supaya tetap sehat, tidak tertular pandemi Covid-19.

“Memakai masker adalah himbauan dari pemerintah pusat, seperti yang disampaikan Bapak Presiden dan WHO,” kata Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Pacitan sekaligus Kapolres Pacitan AKBP Didik Hariyanto, kemarin (30/04) di Pendopo Kabupaten.

Disela Press Release perkembangan situasi terkini Covid-19 tersebut, pihaknya ke depan akan melakukan tindakan persuasif kepada masyarakat yang masih enggan pakai masker berupa himbauan dan larangan. Mengingat data resmi yang dihimpun masih menunjukkan tren negatif.

Taklupa ia juga mengapresiasi terhadap langkah dan upaya yang dilakukan para relawan yang mengabdikan diri bersama seluruh lapisan pemerintah dalam menghadapi Virus Corona ini. “Teman-teman (Relawan) selalu ada, terima kasih,” ungkap Dia.

Momentum bulan suci Ramadhan, Didik begitu memahami kondisi tersebut. Masyarakat harus berbelanja kebutuhan menjelang berbuka, pihaknya mempersilahkan masyarakat yang terpaksa keluar rumah untuk berbelanja, namun ia sangat menegaskan untuk seperlunya saja. “Cukup berbelanja saja,” imbuhnya. (budi/riy/Tika/DiskominfoPacitan).

Pak In Kembali Terima Bantuan; Hari Ini 20 Karton Kangen Water

Enagic 501 Kabupaten Pacitan serahkan bantuan 20 karton Kangen Water dan 20 botol Hand Sanitizer teruntuk pasien Positif Corona dan para medis yang menangani pandemi ini. Bantuan itu diterima secara simbolis oleh Bupati Pacitan Indartato sekaligus Satgas Penanganan Covid-19 Pacitan didampingi Jubirnya Rachmad Dwiyanto, pagi ini di pendopo kabupaten (04/05).

Sri Puji Setyaningsih Ketua komunitas tersebut mengaku kepada Diskominfo Pacitan, pihaknya sangat bersyukur dapat ikut serta membantu pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19 tersebut.

“Kami akan berusaha membantu para pasien dan petugas medis ini secara berkelanjutan. Namun saat ini masih terkendala botol yang susah dicari, namun kami tetap berusaha,” ujar Sri yang lebih akrab dipanggil Bu Iput Muid, istri Mantan Wakil Bupati Pacitan Abdul Muid tersebut mengungkapkan.

Bupati Pacitan usai penyerahan tampak bangga dengan hilir mudik masyarakat dan komunitas yang turut membantu pemerintah, termasuk yang dilakukan Enagic 501 ini. “Mudah-mudahan kepedulian dari para donatur ini membawa berkah untuk kesehatan,” kata Pak In.

Malahan, Pak in mengaku ternyata pemerintah butuh sesuatu yang teramat mendesak, harus segera dibantu seluruh lapisan masyarakat. Kebutuhan tersebut ialah partisipasi atau participation dalam bahasa Inggris, menurut KBBI berarti keterlibatan mental dan emosi seseorang dalam satu tujuan.

Tujuannya apa? jelas, memberantas Covid-19 di negeri ini diawali dari kekompakan dan semangat masyarakat Kabupaten Pacitan. “Jujur saja kita butuhnya banyak, Partisipasi, mengawasi jalannya program, melaksanakan dan mengkampanyekan protokol kesehatan yang didukung Doa segenap masyarakat,” harap Dia. (budi/wan31/rch/tika/DsikominfoPacitan).

Masih Mau Menjadi Penerima Bantuan Beras 10 Kg?

Selalu ramai menjadi perbincangan dalam komentar media resmi Pemkab Pacitan. Saat Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pacitan men-share berita soal penyerahan bantuan Beras 10 Kilogram kepada masyarakat terdampak Covid-19.

Lalu siapakah sebenarnya yang berhak menerima bantuan tersebut? Pemkab Pacitan beberapa kali menginformasikan sarat penerima bantuan dari Jaring Pengamanan Sosial. Kali ini akan kembali diulas supaya masyarakat semakin memahaminya.

Jubir Satgas Covid-19 Pacitan Rachmad Dwiyanto mengatakan, pertama penerima bantuan ini ditujukan kepada masyarakat yang jatuh miskin karena pandemi Covid-19. Menyebabkan mereka kesulitan atau sama sekali tidak dapat mencukupi kebutuhan pangannya. “Pekerja Informal seperti itu harus kita bantu,” kata Rachmad (22/04).

Kurang mampu saja tidak cukup, bagi yang sudah tercatat dalam program BLT Non Tunai, Grindulu Mapan, PKH dan Rastra tidak akan memperoleh Jaring Pengamanan Sosial karena duplikasi.

Kemudian masyarakat yang Positif Covid-19 dari tes Swab dan harus menjalani karantina atau perawatan di rumah sakit. Mereka dijamin kebutuhannya seperti pangan dan obat-obatan yang diberikan. Termasuk biaya kamar.

“Masyarakat harus jujur. Jangan mengambil hak orang lain, begitulah caranya mendukung program pemerintah,” ungkap Rachmad.

Diancam Hukuman Mati

Masyarakat tidak perlu cemas memikirkan penyaluran bantuan jaring Pengamanan Sosial tersebut, pemerintah akan berpikir seribu kali jika memiliki niat menyelewengkan anggaran. Sesuai dengan Kejaksaan yang telah me-Warning akan menghukuman mati kepada pelaku yang memainkan dana kemanusiaan tersebut.

Ikuti saja mekanismenya, jika diketahui dan benar ada permainan saat penyaluran laporkan saja kepada pemerintah atau kepada aparat berwenang. “Penyaluran ini semua sudah ada peraturannya,” terang Dia.

Pada Fase pertama Penanganan Covid-19 di Pacitan pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp. 25 Miliar hingga akhir Mei 2020. Jika kondisi belum dapat stabil maka Fase kedua saat ini telah disiapkan hingga akhir Agustus 2020.

“Jika perlu seluruh APBD diperuntukkan untuk menangani Covid-19, meski tetap harus melewati mekanisme yang berlaku” pungkas Rachmad. (budi/rach/riyanto/tika/DiskominfoPacitan).