PPKM di Pacitan Turun ke Level 2

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Pacitan akhirnya turun level dari level 3 ke level 2. Hal itu sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) nomor 60 Tahun 2021 tentang PPKM Level 3, Level 2 dan Level 1 COVID-19.


Dalam Inmendagri yang ditandatangani oleh Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian pada Senin (15/11/2021) itu, Pacitan berada di level 2 PPKM setelah selama kurun waktu sekitar 4 bulan lamanya Pacitan berada di PPKM level 3.

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mengapresiasi penurunan level tersebut sebagai bentuk kerja keras semua pihak.
“Terimakasih atas kerja keras berbagai pihak mulai dari rekan-rekan TNI/POLRI, perangkat kecamatan, perangkat desa, Relawan, Karang Taruna dan yang UTAMA rekan-REKAN TENAGA KESEHATAN yang telah NYAWIJI bersama-sama menghadapi saat-saat yang sulit melawan pandemi Covid-19, Terimakasih juga kepada seluruh masyarakat Pacitan yang terus berlaku disiplin dalam penerapan protokol kesehatan dan antusias untuk mengikuti vaksinasi” ungkap Mas Aji. (Pemkab Pacitan)

Pacitan Raih Penghargaan Jatim Covid-19 Heroes kategori Case Fatality Rate ( CFR )

Dalam rangka HUT ke-32, Harian Surya memberikan penghargaan Jatim Covid-19 Heroes kepada sejumlah lembaga atau instansi untuk berbagai kategori.

” Terimakasih atas penghargaannya, Alhamdulillah Kabupaten Pacitan mendapat penghargaan Jatim Covid-19 Heroes kategori Case Fatality Rate ( CFR ) tingkat kematian terendah dalam penanganan kasus pandemi Covid-19,” ungkap Mas Aji.

Penghargaan ini lanjut Mas Aji, merupakan bentuk apresiasi atas kerja keras berbagai pihak yang telah mencurahkan segala daya dan upayannya dalam menghadapi Pandemi Covid-19.

. “Terimakasih dan Apresiasi setinggi-tingginya kepada rekan-rekan TNI/POLRI, perangkat kecamatan, perangkat desa, Relawan, Karang Taruna dan yang UTAMA rekan-REKAN TENAGA KESEHATAN yang telah NYAWIJI bersama-sama menghadapi saat-saat yang sulit melawan pandemi covid 19, serta kepada warga Pacitan yang terus disiplin dalam penerapan protokol kesehatan dan antusias untuk mengikuti vaksinasi.” ujarnya.

Seperti diketahui, beberapa kategori penghargaan Jatim Covid-19 Heroes HUT Harian Surya ke 32 diantarannya : Kategori Penghargaan Case Fatality Rate (CFR) tingkat Kematian Terendah, penghargaan Case Recovery Rate (CRR) atau Tingkat Kesembuhan Tertinggi, penghargaan Vaksinasi Tertinggi, Penghargaan daerah dengan Komulatif Terkonfirmasi Terendah. Penghargaan Inovasi Pemulihan Wisata Selama Pandemi, Penghargaan Inovasi Pemulihan Wisata Selama Pandemi dan kategori daerah dengan inovasi pemulihan UMKM serta kategori Special Award. (Pemkab Pacitan)

Dukung Layanan Psikososial Untuk Anak

Pekerja Sosial, Dinas Sosial Kabupaten Pacitan menyelenggarakan Layanan Dukungan Psikososial dan Pemberian Paket Sembako untuk anak yang orang tuanya meninggal karena covid-19.
Layanan Dukungan Psikososial ini memberikan layanan psikis atau trauma healing kepada anak-anak dengan memberikan edukasi dan motivasi. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Panti Werdha, Senin (11/10).
Acara ini dihadiri oleh Kepala UPT PSTW Magetan Ucu Rubiasih, Kepala Rehabilitasi Sosial Anak dan Lanjut Usia Yoyok Sugeng Waluyo, Pekerja Sosial Madya Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).
Eva Noor Martani Peksos Kabupaten Pacitan mengatakan, sasaran LDP ini untuk 50 anak dari 12 Kecamatan. Namun yang dihadirkan dalam acara resmi hanya 14 anak dari Kecamatan Pacitan. Untuk 11 Kecamatan lainnya akan dilakukan Home Visit.
“Kami berharap dengan adanya kegiatan ini mampu memberikan penguatan serta dukungan moril bagi keluarga khususnya anak-anak, juga meminimalisir dampak traumatik yang dirasakan oleh anak.” kata Eva. (DinsosPacitan/DiskominfoPacitan).

Jangan Jauhi Penderita, Covid-19 Bukan Aib

Lebih dari setahun pandemi Covid-19 melanda. Sepanjang waktu itu pula badai corona memberi dampak luas terhadap kehidupan.Salah satunya, dampak sosial yang berpotensi memperparah situasi, yakni stigma atau kesan negatif terhadap penderita.
“Saya masih mendengar jika ada yang terpapar Covid-19 atau sampai ada yang meninggal, itu seakan akan sedaya menjauhi kados kenging aib ( semua menjauhi seperti dapat aib), itu salah” terang Bupati Indrata Nur Bayuaji saat penyerahan bantuan sosial di Desa Sanggrahan Kecamatan Kebonagung, Selasa (07/09).
Bupati berharap masyarakat tidak terlalu takut, bingung atau cemas jika ada tetangga atau kerabat yang terpapar. Namun tetap waspada dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan. Sebagai penyakit baru apa yang terjadi di masyarakat tersebut bisa dipahami namun jangan sampai berprasangka buruk yang berlebihan.
“Yang penting tetep dijaga jaraknya, jika ada korban dimakamkan sesuai ajaran agama kita jangan dijauhi. Yang paling penting panjenengan memakai masker,” katanya.
Disiplin mengunakan masker lanjut Bupati sangat penting untuk membentengi diri terpapar Covid-19. Selain itu masyarakat juga diminta aktif mengikuti program vaksinasi untuk mencapai kekebalan kelompok.
Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji melakukan agenda kerja di wilayah Kecamatan Kebonagung untuk memberikan bantuan sosial untuk warga miskin (Gakin) di 3 desa yakni Desa Sanggrahan, Desa Gembuk dan Desa Sidomulyo serta bantuan untuk nelayan di Pantai Wawaran. Dalam kesempatan itu pula orang nomor satu di Pacitan itu memberikan sosialisasi disiplin menjalani prokes menghadapi pandemi Covid-19 kepada masyarakat. (Humas Pacitan/ Pemkab Pacitan)

Siswa Siswi Sulit Tidur Jelang Masuk Sekolah

Selama 18 bulan Belajar di rumah, siswa dan siswi dari berbagai tingkatan sekolah mulai pekan ini kembali mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah masing-masing. Kabar gembira tersebut tentu disambut baik para siswa maupun wali murid.
“Anak-anak semalam tidak bisa tidur Pak,” sahut seorang guru menggambarkan kebahagiaan siswa siswi yang kembali bersekolah kepada Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, saat melihat langsung kegiatan PTM di SD Negeri 1 Sedeng Pacitan, (02/09).
Kembalinya PTM tentu telah melewati berbagai pemikiran mendalam oleh semua pihak, terutama unsur pemerintahan, sehingga Bupati menilai kebijakan tersebut saat ini tepat diterapkan dengan standar protokol kesehatan secara ketat.
Selanjutnya tugas berat menanti para pendidik, guru dituntut untuk kerja ekstra membagikan materi pembelajaran yang telah tertinggal jauh. Meski Bupati minta di awal pembelajaran sebagian jam pelajaran digunakan untuk membiasakan siswa-siswi di sekolah. “Di Awal-awal ini anak-anak terlihat kaget, dan ini tentu perlu pembiasaan,” kata Mas Aji.
Evaluasi secara berkala akan dilakukan pemerintah dengan keputusan PTM tersebut, jika tidak ada kendala serius Bupati akan membuka PTM di semua sekolah di Kabupaten Pacitan. “Insya Allah bulan depan,” ungkap dia.
Sementara PTM dilaksanakan kepada lembaga pendidikan yang sulit menjalankan kegiatan secara daring, 10 hari ke depan direncanakan akan kembali ditambahkan kuota dari seluruh sekolah.
“Bulan depan direncanakan full termasuk TK dan Paud, maksimalnya sementara tetap 50 persen,” tambah Daryono Kepala Dinas Pendidikan Pacitan. (DiskominfoPacitan).