Di Bawah Bayang-bayang Refocusing; Perbaikan Jalan Tetap Terlaksana

Ruas jalan Jeruk – Bandar Sepanjang 13 km, target penanganan 7,2 km sedang dalam Pemeliharaan oleh pemerintah Kabupaten Pacitan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Target pengerjaan selesai pada akhir September yang didanai dari Dana Anggaran Khusus (DAK) sebesar 11 Miliar. Dana tersebut diperuntukan di 4 Ruas Jalan, diantaranya jalur Sukodono – Kalak, Pringkuku – Dersono, Jeruk – Bandar, Pentung – Ngile – Bubakan.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pacitan, Edy Junan Ahmadi menjabarkan realisasi capaian perbaikan jalan 66,78% dengan total 798 km jalan Kabupaten. Sementara total poros jalan desa 603 km dengan realisasi perbaikan 36%. Menurut Yunan capaian ini masih terlalu kecil dibandingkan dengan target, hal ini disampaikan saat monitoring lapangan pada (22/09) di Kecamatan Bandar.
Diakui Yunan, Dinas PUPR menjadi perantara pemerintah dalam mewujudkan visi Bupati Pacitan, yakni mewujudkan masyarakat sejahtera dan bahagia dengan pemerataan infrastruktur dan pembangunan wilayah perbatasan. Namun demikian alokasi anggaran 2 tahun belakangan ini yang difokuskan untuk covid-19 cukup berdampak pada peremajaan jalan di Pacitan.
Yunan menekankan, selain perbatasan Jeruk – Bandar juga merupakan pusat mobilitas perekonomian masyarakat. Namun demikian Refocusing Anggaran 30 M di tahun 2021 ini menjadi tantangan Dinas PUPR dalam mewujudkan target perbaikan jalan yang diharapkan masyarakat. “Infrastruktur meliputi bangunan perkantoran, air bersih, jalan dan jembatan serta masih banyak lagi, jadi anggaran harus dibagi,” terang Edy Junan.
Sementara Muhamad Muslih Kepala Bidang Bina Marga turut menyampaikan, pembangunan jalan Jeruk – Bandar yang saat ini dalam pengerjaan menggunakan jenis aspal panas atau hotmix. Proses pembangunan yang membutuhkan waktu lama adalah pondasi jalan. Namun ruas jalan Jeruk – Bandar diperkirakan selesai 1 -2 minggu kedepan. “Prosesnya tinggal pengerasan lapis permukaan aspal jika cuacanya mendukung,” tandanya. (Pemkab Pacitan)

Cegah Pernikahan dini dan Kehamilan yang Tidak diinginkan; Puskesmas Candi kembangkan Inovasi Putri Ceria

Kembali Puskesmas Candi, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan mengembangkan program inovasi Pelayanan Publiknya. Setelah tahun 2019 lewat inovasinnya yaitu Kejari Ceria berhasil masuk 25 Top Puskesmas dan 10 Puskesmas Terbaik se-Jawa Timur dan mendapat penghargaan bergengsi pada kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) se-Jawa Timur. Tahun 2021 ini, greget itu kembali muncul Lewat Program inovasi Putri Ceria.

Putri Ceria merupakan kepanjangan dari Program AsUhan Terpadu Remaja Puskesmas CandI yang Cerdas, Energik, Responsif, Inovatif dan Adaptif.

Menurut Dr. Hanik Subekti, Plt. Kepala Puskesmas Candi Program Putri Ceria ini digagas untuk membangkitkan kesadaran masyarakat dan kelompok remaja putri khususnya, akan pentingnya pengetahuan dan pemahaman risiko pernikahan anak dan bahaya Married By Accident (MBA) atau kehamilan yang tidak diinginkan, melalui banyak pendekatan yang mudah diterima dan dimengerti.

“Dengan dilaksanakannya program Putri Ceria, diharapkan memberikan dampak menurunnya kasus pernikahan dini, kehamilan tidak diinginkan dan komplikasi persalinan pada remaja. Meningkatnnya jumlah remaja teredukasi, terpantaunnya gizi remaja serta meningkatnnya cakupan pemberian tablet tambah darah,” tutur Dr. Hanik.

Diakui Hanik, Kendati dimasa Pandemi seperti saat ini lanjut Dr. Hanik, tidak menyurutkan langkah Puskesmas Candi untuk berinovasi. Dengan melibatkan seluruh komponen desa, PKK Desa, Kantor Kecamatan, Babinkamtibmas serta Pemuka agama dan tokoh masyarakat, mereka melakukan edukasi kepada para remaja sesuai perannya masing-masing.

“Dengan protokol kesehatan ketat, secara simultan kita memberikan materi dengan tatap muka dan juga sistem daring, tentunnya ini melibatkan seluruh komponen yang ada, ” tukas Hanik.

Alhasil, selain berhasil menurunkan tingkat pernikahan dini dan resiko kehamilan yang tidak diinginkan, Program Putri Ceria ini juga mampu menghasilkan produk karya yang inovatif. “Dalam setiap kegiatan kita juga menggandeng peran PKK desa dan kecamatan untuk memberikan pelatihan-pelatihan kreatif agar remaja bisa mandiri dan berwawasan luas ,” tukasnnya.

Sementara itu, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, memberikan apresiasi dan dukungannya dan berharap inovasi pelayanan yang dilakukan oleh Puskesmas Candi bisa direplikasi dan diterapkan diseluruh wilayah Pacitan .

“Saya harapkan Inovasi Putri ceria bisa dilaksanakan di seluruh wilayah kabupaten Pacitan sebagai solusi mencegah Pernikahan Dini dan menurunkan kasus kehamilan yang tidak diinginkan pada remaja, Putri Ceria Wujudkan generasi emas Pilar negara,” Ungkap Bupati Aji. (DiskominfoPacitan).

 

Bupati Pacitan Sambangi Renovasi Rumah Warga Terdampak Bencana

Senyum lega Sogimun terlihat nyata memandangi rumah barunya. Tidak terbayangkan tragedi 5 bulan lalu, tepatnya pertengahan Januari 2021, tempat Ia bernaung bersama istri tercinta porak poranda bahkan nyaris hancur.
Sebuah batu raksasa tiba-tiba menggelinding deras dari atas bukit di belakang rumahnya. Beruntung, warga RT 02 RW 4 Dusun Bomo Desa Bomo Kecamatan Punung itu selamat. Meskipun, rumahnya mengalami kerusakan cukup parah. Pasca kejadian tersebut Ia sekeluarga terpaksa numpang tinggal di rumah saudara.
Kini, setelah lima bulan berlalu, rumah itu kembali berdiri kokoh. Direlokasi ketempat yang lebih aman, Sogimun mendirikan rumah barunya melalui bantuan penanganan dampak bencana dari pemerintah. Pun demikian selama proses pengerjaannya banyak dibantu pemerintah desa dan warga sekitar dengan bergotong royong.
” Selamat kagem Pak Sogimun semoga di tempat baru dengan rumah yang baru dapat tinggal lebih nyaman dan kerasan”, ungkap Bupati Indrata Nur Bayuaji, Selasa (01/06).
Kehadiran Mas Aji di Desa Bomo itu tak lain untuk meninjau langsung kondisi warganya pasca bencana longsor awal tahun lalu. Tidak hanya Sogimun, bupati juga meninjau keluarga Jarno, tetangga Sogimun yang rumahnya juga rusak saat bencana terjadi. Seperti Sogimun kini Jarno yang tinggal bersama istri dan cucunya juga bisa menempati rumah baru. Kepada kedua keluarga juga diserahkan bantuan paket sembako.
“Matur sembah nuwun Pak Bupati kula remen sanget gadah griya malih. (Terima kasih Pak Bupati, saya sangat senang dapat memiliki rumah kembali)”, tutur Jarno sumringah.
Selain meninjau rumah warga pasca bencana alam di Desa Bomo, bupati Indrata Nur Bayuaji didampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meninjau sumber air alam Mason di Desa Mantren Kecamatan Punung. Bupati ingin memastikan kondisi sumber air yang banyak dimanfaatkan warga dari beberapa desa itu memasuki kemarau. (Humas Pacitan/Pemkab Pacitan)

Bupati Pacitan Minta Kepala Desa Antisipasi Kekeringan

Musim kemarau yang datang lebih awal memberikan pengaruh cukup besar bagi masyarakat Pacitan. Bukan hanya sektor pertanian namun fenomena musiman itu juga berdampak terhadap ketersediaan air bersih masyarakat.

“Tantangan Pacitan untuk saat ini adalah masalah air dan kekeringan”, kata bupati. Bupati Aji menyampaikan peringatan tersebut saat menggelar silaturahmi dengan Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) dan Lurah se Kecamatan Pacitan di Desa Sukoharjo, Senin (31/05).

Meskipun kekeringan sudah menjadi persoalan rutin setiap tahun, namun menurutnya para pemangku wilayah harus tetap antisipatif. Kepala desa segera menginventarisasi potensi serta titik-titik rawan kekeringan di wilayahnya.” Untuk saat ini kami laporkan ada beberapa desa di kecamatan Pacitan yang mulai merasakan dampak kemarau”, ujar Joko Putro Utomo, Camat Pacitan.

Meskipun tidak menyeluruh lanjut Camat, beberapa desa di kecamatan kota merupakan langganan kekeringan. Semisal Desa Sambong, Desa Ponggok, Desa Semanten serta Desa Tambakrejo. Desa-desa tersebut hanya mengandalkan air baku dari sumur tanah karena belum tersentuh pipanisasi PDAM.”Saat ini warga kami masih cukup tapi jika sebulan kedepan tidak turun hujan maka kami akan kesulitan”, Imbuh Agus, Kepala Desa Sambong.

Bupati Indrata Nur Bayuaji menggelar pertemuan dengan kepala desa/lurah untuk bersilaturahmi sekaligus menjalin koordinasi. Sebelumnya mantan legislator tersebut juga melakukan kegiatan serupa dengan FKKD Kecamatan Pringkuku dan sejumlah OPD teknis. (Humas Pacitan/PemkabPacitan)

Kabupaten Pacitan Raih WTP ke-10

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terhadap laporan hasil pemeriksaan (LHP) atas laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) tahun anggaran (TA) 2020.

Penyerahan LHP penilaian WTP tersebut, diserahkan langsung Joko Agus Setyono kepala BPK Perwakilan Provinsi Jawa Timur kepada Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, di kantor BPK Perwakilan Provinsi Jawa Timur, Jalan Raya Juanda Sidoarjo Jatim, Selasa (25/05).

“Atas nama pemerintah daerah saya sangat bersyukur atas capaian WTP ini dan terimakasih atas kerja seluruh pihak”, ungkap bupati usai menerima penghargaan.

Secara khusus orang nomor satu dijajaran Pemerintah Kabupaten Pacitan itu mengapresiasi sinergitas antara eksekutif dan legislatif. Raihan opini WTP dari BPK ini merupakan bukti kerja bersama antar keduanya. Rekomendasi BPK ini menurut bupati akan secepatnya ditindaklanjuti agar kedepan lebih baik lagi.

“Kedepan kita harus lebih baik lagi dan prestasi ini harus kita pertahankan”, pungkasnya.

Capaian opini WTP yang diterima Kabupaten Pacitan Tahun 2021 ini merupakan opini Wajar Tanpa Pengecualian untuk yang ke-sepuluh kalinya. (HumasPacitan/Diskominfo Pacitan)