Face Shield Melindungimu, Pelangganmu, Lapakmu dan Pasarmu

Meski gerah dan pengap namun apalah daya Pelindung Wajah (Face Shield) haruslah tetap dikenakan. Karena virus corona hingga kini masih menjadi momok seluruh penduduk bumi. Di wilayah kecil kota 1001 goa ini pernah tercatat 9 kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Bersyukur dua pasien diantaranya dinyatakan sembuh beberapa waktu kemarin.

Pelindung wajah dari awal diutamakan teruntuk pedagang makanan, mereka harus ekstra sabar dan penuh keikhlasan dalam mematuhi aturan pemerintah tersebut, ini semata-mata untuk mencegah supaya pasar tidak menjadi sumber penularan Covid-19.

Selain melindungi diri, pedagang harus tergerak menjadi teladan bagi pedagang lain. Lebih-lebih harus tidak segan menegur mereka yang tidak disiplin memakai pelindung wajah dan masker. “Saat ini kita bagikan sebanyak 600 face shield khusus kepada pedagang makanan,” kata Indartato, Bupati sekaligus ketua Satgas Covid-19 usai membagikan pelindung wajah di pasar Arjowinangun Pacitan. Pagi ini (22/05).

Dilain sisi, berdasar pengamatan tim liputan Diskominfo Pacitan, banyak pedagang pasar Minulyo tidak disiplin memakai alat yang sudah dibagikan secara cuma-cuma pada tahap pertama kemarin (16/05). Sontak perilaku mereka membuat prihatin masyarakat dan pemerintah.

Kenyataan itu pun diakui Bupati, kesadaran pedagang adalah yang utama sekali lagi supaya pasar tidak menjadi sumber penularan baru. Pedagang seakan tak sadar, satu saja pedagang terkonfirmasi Positif Covid-19 maka satu pasar tersebut akan ditutup.

Lantas siapa yang akan menjadi kambing hitam dan menjadi perbincangan, siapa juga yang akan menanggung rugi berpekan-pekan bahkan berbulan-bulan akibat pasar ditutup, musuh tak kasat mata, ini adalah PR bersama. “Saya mohon kesadaran dan kejujuran yang utama,” harap Indartato.

Heru Sukrisno Kepala Disperindag Pacitan mengaku, pihaknya belum bisa berbuat banyak menyikapi persoalan ini. Hingga pada musim Prepekan (kebiasaan belanja yang dilakukan oleh warga sehari sebelum lebaran) berjalan seperti tak ada pandemi. “Kita menghimbau mereka setiap pagi untuk bermasker dan memakai pelindung wajah,” kata Heru.

Memang jika ingin keluar dari cengkraman virus corona ini tak ada pilihan terbaik kecuali bersatu, dimulai dari pribadi, kelompok dan seterusnya. Mustahil namanya jika hanya pemerintah yang ngeyel berantas Covid-19,  dan konyol bahasanya jika masyarakat tetap acuh dan semaunya saja. (budi/alazim/rach/tika/DiskominfoPacitan).

Jelang Lebaran; Inflasi 0,18 Persen

Bidang Statistik Dinas Kominfo Kabupaten Pacitan kembali merilis inflasi harga sembako jelang hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah/ Mei 2020.

Berdasar data yang dihimpun bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pacitan menunjukkan inflasi sebesar 0,18 Persen. Angka tersebut masih masuk pada kriteria wajar mengingat adanya Pandemi Covid-19 penghujung bulan ramadhan.

Sampel harga diambil dari tiga pasar berbeda, mulai dari pasar Minulyo, Kecamatan Pacitan, Pasar Arjowinangun, Pacitan dan pasar Arjosari, Arjosari. pada (19/05/2020) kemarin. (Statistik/DiskominfoPacitan)

Hadang Invasi Corona; Satgas Covid-19 Pasang Wastafel di 15 Titik Strategis

Kini giliran Wastafel karya peserta didik UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Koperasi Dan UM Pacitan maju di garda depan di medan laga, mereka ditugaskan pukul mundur tentara Covid-19 yang menguasai beberapa titik strategis di empat kecamatan, mulai Kecamatan Pacitan, Tulakan, Ngadirojo dan Nawangan.

Strategi ini tepat jika mengingat lebaran hanya tinggal menghitung hari, 15 titik lokasi di 12 kecamatan menjadi pos Wastafel ini, termasuk diantaranya titik perbatasan, tetapi yang utama adalah di zona keramaian.

Bupati sekaligus Ketua Gugus Tugas Covid-19 Pacitan Indartato, menyampaikan apresiasinya terhadap karya peserta BLK tersebut. Orang nomor 1 di Pacitan ini benar-benar berharap masyarakat menggunakan senjata tersebut untuk pukul mundur Covid-19. “Terima kasih (peserta didik BLK), termasuk yang bertugas di pos perbatasan,” ungkap Dia usai penyerahan di halaman Terminal Bus Pacitan (20/05)

Jubir Covid-19 Pacitan Rachmad Dwiyanto di kesempatan yang sama mengatakan, ekonomi  menggeliat dan tumbuh bak seperti tidak ada pandemi Corona, kata jubir itu mungkin masyarakat tak kuasa menyambut lebaran.

Dilain sisi, pemerintah tengah menyiapkan misi lain, yakni memulihkan perekonomian penduduk Pacitan yang sempat lumpuh beberapa bulan terakhir. Tentu tanpa menimbulkan masalah baru yakni kelalaian, sehingga pasukan Covid-19 kembali menjebol pertahanan Kabupaten Pacitan. “Masyarakat harus bisa mencermati keadaan ini. Protokol kesehatan, pakai masker dan jaga jarak jangan sampai ditinggalkan,” tegas Jubir.

Dikejar pertanyaan oleh Tim Peliputan Diskominfo Pacitan akan situasi tersebut, Rachmad mengawali kalimatnya dengan terkekeh, seakan tak ingin statemenya blunder, Kata Dia pemerintah menyiapkan strategi berani dengan tetap memutus mata rantai Covid-19, tanpa melumpuhkan ekonomi yang ada.

Lalu, apakah Kabupaten Pacitan mampu melakoni strategi ini, yang jelas semua kembali kepada masyarakat. “Kalau masyarakat tak acuh ya sudah kita lihat perkembangannya,” tegas mantan Kadinkes tersebut. (budi/alazim/rach/tika/DiskominfoPacitan)

Lagi; Indartato Serahkan Piagam Kepada SMK Dan Masyarakat Peduli Covid-19

Meski sempat berkurang 2 beberapa waktu lalu menjadi 7 pasien terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Pacitan, namun pemerintah tetap masih belum dapat bernafas lega, pasalnya angka ini sewaktu-waktu dapat kembali meroket.

Menyadari kenyataan ini, Bupati sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Pacitan Indartato mengharap kerjasama semua komponen untuk bahu membahu menghadapi pandemi ini. Seperti yang dilakukan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan kelompok masyarakat ini, mereka membantu pemerintah dengan berbagai kerja keras serta inovasinya.

“Masalah Covid-19 bukan hanya masalah Gugus Tugas dan Pemda Pacitan saja, ibarat jari semua jempol pasti tidak bisa buat menggenggam,” kata Bupati usai menyerahkan Piagam kepada SMKN 3 Pacitan, SMKN 1 Donorojo, SMKN 1 Pacitan, SMKN PGRI Donorojo, SMKN 1 Sudimoro, SMKN Kebonagung, SMKN 2 Nawangan, SMKN Tulakan, SMKN 2 Pacitan, SMK PGRI Pacitan, SMK Bina Karya Pacitan, SMKN Bandar, SMK Kesehatan Bina Indonesia Medika Pacitan, SMKN Ngadirojo, SMKN Pringkuku, SMKN 2 Donorojo, SMKN Pembangunan Ponpes Al-Fattah Kikil Arjosari, SMKN 1 Nawangan, SMK Ma’arif Sabilul Hidayah Tulakan, SMK PGRI Ngadirojo dan atas nama Iwan Apriyanto, Kristanto Waluyo. Penyerahan ini dilaksanakan di Halaman Wingking (Halking) Pemkab Pacitan, (20/05). (budi/alazim/rach/tika/DiskominfoPacitan).

5 Perawat Medical Mandiri Negatif Swab

Jubir Covid-19 Pacitan Rachmad Dwiyanto mengumumkan hasil tes Swab petugas medis Rumah Sakit Medical Mandiri, sebelumnya rumah sakit ini sempat Viral lantaran petugas dinyatakan positif rapid tes, hal tersebut sontak membuat gaduh masyarakat.

“Kapan lalu sudah dinyatakan negatif Swab,” kata Rachmad kepada awak media siang ini (19/05), di ruang pertemuan Medical Mandiri Pacitan. Hasil Swab negatif dari lima perawat tersebut kemudian dapat kembali mengangkat Medical Mandiri dalam melayani masyarakat di bidang kesehatan.

Kelima perawat tersebut saat ini juga sudah kembali mengabdi kepada masyarakat di Medical Mandiri, sebelumnya menunggu hasil Swab para petugas medis tersebut menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing.

Sementara dr. Warkim, Direktur rumah sakit tersebut berkomitmen untuk meningkatkan standar pelayanan kepada seluruh masyarakat, terlebih kepada masyarakat yang terindikasi Covid-19. “Dan saya menghimbau jangan kucilkan orangnya, cukup jauhi penyakitnya saja,” pungkas  Warkim. (budi/zaq/wan/rach/tika/DiskominfoPacitan).