SOTK Baru Nantinya diharapkan Harus lebih Efektif dan Efisien

Tantangan hari ini sebagai pelayan masyarakat haruslah profesional, cepat dan solutif dalam membuat perubahan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji saat menghadiri rapat paripurna DPRD Kabupaten Pacitan dengan agenda penyampaian nota penjelasan atas tiga rancangan Peraturan Daerah, salah satunya adalah tentang Perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kelola (SOTK) Perangkat Daerah. pada Kamis (10/6/2021).

Untuk menjawab tantangan diatas, lanjut Bupati diperlukan struktur organisasi perangkat daerah yang efektif dan efisien.
“Tantangan kita hari ini sebagai pelayan masyarakat kita harus profesional, cepat, dan solutif dalam membuat perubahan”. Oleh sebab itu dengan struktur yang baru nanti saya berharap Pemerintah Daerah akan lebih efektif dan efisien dalam mewujudkan visi dan misi kami, yaitu Masyarakat Pacitan yang Sejahtera dan Bahagia,” Jelas Bupati.

Diakui Bupati, rancangan Struktur Organisasi Perangkat Daerah yang di ajukan ke DPRD kabupaten Pacitan jauh lebih ramping dari Struktur Organisasi sebelumnya.
“Harapan ke depan kita bisa melakukan penghematan untuk kemudian penghematan tersebut kita pergunakan untuk hal-hal yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat sebagaimana tagline kampanye saya “UTAMAKAN RAKYAT, ” tandasnnya. (Diskominfo)

Bunda Paud; Dorong PAUD Dan NEF Terus Berinovasi

Dukungan sepenuhnya tentu dicurahkan Bunda Paud Kabupaten Pacitan Efi Suraningsih kepada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Pacitan. Hal tersebut ia sampaikan saat membuka Sosialisasi Akreditasi Paud dan Pendidikan non Formal (NEF), pagi tadi (10/06) di Hotel Srikandi.

Ini sejalan dengan selalu diraihnya predikat Kota Layak Anak oleh Kabupaten Pacitan mulai tahun 2015 lalu, sehingga peningkatan mutu pendidik tersebut tentu harus dilaksanakan secara continue.

“Kita harus mendorong mereka untuk selalu membuat program yang lebih inovatif,” kata Istri Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji tersebut usai membuka acara.

Walaupun pandemi covid-19 memaksa kegiatan belajar mengajar harus dengan sistem daring, tetapi hal itu tentu tidak harus mengurangi kualitas pendidikan usia dini di Kabupaten Pacitan.

Terkait rencana akan dikembalikannya kegiatan tatap muka yang direncanakan bulan Juli mendatang, pihaknya akan membantu pemerintah untuk mempersiapkan sarana maupun prasarana berupa protokol kesehatan dan berbagai sosialisasi.

“Kepada orang tua saya berharap untuk bersabar, karena saat ini pendidikan tatap muka belum dapat berjalan, semoga rencana bulan Juli mendatang dapat terealisasi tanpa ada kendala,” pungkas Efi. (DiskominfoPacitan).

Bupati: Butuh Penanganan Jangka Pendek, Menengah Dan Jangka Panjang Untuk Kekeringan

Bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Donorojo, air bersih kerap menjadi persoalan. Kecamatan yang berbatasan dengan wilayah Jawa Tengah itu hampir setiap kemarau melanda sebagian besar wilayahnya mengalami kekeringan.
“Donorojo ini sudah ditunjuk sebagai kawasan karst dan sebenarnya kawasan karst itu teorinya miskin air di atas tapi kaya sumber air di bawah,” terang Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji saat kunjungan kerja di wilayah Kecamatan Donorojo, Senin (07/06).
Dihadapan para kades yang tergabung dalam Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) Kecamatan Donorojo, Mas Aji memahami betul yang menjadi persoalan sebagian besar masyarakat di wilayah Pacitan barat itu. Air bersih menurutnya menjadi permasalahan mendasar yang harus dicarikan penyelesaianya.
Mantan legislator itu juga sadar jika menemukan sumber air dengan debit besar bukanlah perkara mudah. Perlu ada perencanaan yang matang agar tidak menjadi program yang sia-sia. Guna menjawab persoalan tersebut tandas bupati, harus ada penanganan jangka pendek, menengah dan jangka panjang.
Seperti yang sudah dilaksanakan sejauh ini, penanganan jangka pendek adalah dengan melakukan droping air bersih. Sedangkan untuk jangka menengah perlu adanya bak tampungan yang berfungsi sebagai penampung air saat hujan. Meski persediaan bak penampung hanya cukup untuk kebutuhan dasar namun cara ini cukup efektif. Sedangkan untuk penanganan jangka panjang perlu adanya eksplorasi sumber-sumber air alam yang dapat dimanfaatkan untuk masyarakat. Dan yang tidak kalah penting adalah konservasi sumber air.
“Jika bisa dipastikan ada sumber air dengan debit besar kenapa tidak. Tapi jika sudah dibiayai banyak-banyak tapi ternyata hasilnya tidak ada maka akan sia-sia,” sambungnya.
Sebelum silaturahmi dengan FKKD, Mas Aji beserta istri, Efi Suraningsih terlebih dahulu mengunjungi warga-warga kurang beruntung di wilayah Kecamatan Donorojo. Selain untuk mengetahui kondisi secara langsung, Mas Aji juga menyerahkan sejumlah bantuan. (Humas Pacitan)

Bupati Pacitan Tutup Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan II Tahun 2021

Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan II Tahun 2021 Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Pacitan resmi ditutup Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji.
Upacara penutupan dilaksanakan di Pendopo Kabupaten. Sebanyak 30 peserta telah menjalani pelatihan selama 91 hari dalam rangka peningkatan kompetensi dan sumber daya aparatur pemerintah.

Dalam penyusunan jenjang prestasi peserta pada sidang penetapan nilai kelulusan di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur Di Surabaya, dari 30 peserta diklat semua dinyatakan lulus dengan predikat 5 orang sangat memuaskan dan 25 lainya memuaskan.

“Selaku pimpinan daerah saya ucapkan selamat kepada alumni PKA yang telah berhasil dengan baik. Semoga ilmu yang diperoleh menghasilkan alumni yang tidak hanya memiliki kompetensi managerial tapi juga mampu menunjukan kinerjanya dalam memimpin perubahan di tempat kerjanya,” kata Bupati, Jumat (04/06).

Dalam pelatihan kepemimpinan lanjut Bupati, pembentukan kompetensi managerial dan pemimpin perubahan merupakan hal penting untuk dilakukan. Mengingat pejabat administartor memiliki peran menentukan dalam melakukan perencanaan, pengawasan, pengendalian dan evaluasi sesuai kapasitas dan kewenangan. Semua itu demi mewujudkan sebuah pelayanan prima kepada masyarakat.

Sudah menjadi tekad bersama bahwa aparatur pemerintah merupakan pelayan masyarakat yang senantiasa memberikan kepuasan pelayanan kepada masyarakat. Untuk itu, aparatur pemerintah dituntut untuk bertindak profesional memberikan kemudahan kecepatan serta ketepatan waktu sesuai SOP yang ditetapkan.

 

Produk Aksi Perubahan Lulusan PKA Jangan Hanya sebatas Retorika Laporan

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai dalam sambutannya meyakini bahwa produk aksi perubahan yang dilakukan para peserta PKA adalah bagian ihtiar para peserta ASN yang ingin melakukan perubahan, yaitu melakukan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami yakin tujuan ASN ini adalah niat yang suci mereka ingin meningkatkan kopetansi ASNnya didalam memberikan pelayanannya kepada masyarakat, serta membantu Bupati dan Wakil Bupati dalam mewujudkan visi dan misinya, ” ungkapnnya.

Oleh karena itu, lanjut Aries dirinya berharap kepada seluruh peserta yang lulus dalam PKA ini, agar seluruh aksi perubahan yang dilakukan, inovasi yang sudah dibuat tidak hanya sebatas retorika laporan seminar belaka.

“Aksi perubahan dan inovasi yang dibuat harus diwujudkan secara langsung di dalam implementasi kegiatan sehari-hari, wujud Pelayanan Prima dari masyarakat yang diinginkan adalah bagaimana ASN terjun langsung ditengah-tengah masyarakat, tidak hanya duduk sebagai adminitration, tapi bagaimana memberikan layanan langsung kepada masyarakat,” tandasnnya.
Kedepannya, pihaknya akan mengundang 5 predikat terbaik untuk menjadi narasumber di BPSDM Jawa timur. “Kedepan, mereka akan kita undang dan wajib memberikan paparan secara nasional dari lingkungan BPSDM Jawa Timur untuk menyampaikan polling aksi perubahan yang dilakukan, sehingga seluruh lulusan dari Propinsi Jawa Timur dari kabupaten/Kota di Jawa Timur dapat disaksikan oleh seluruh BPSDM seluruh Indonesia,” pungkasnnya. (Diskominfo/HumasPacitan)

 

Buka Grand Final Duta Genre 2021 Bupati Singgung Generasi Unggul Tanpa Stunting

Sebuah ajang Pemilihan Duta Genre (Generasi yang punya rencana) 2021 dihelat Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kabupaten Pacitan. Sebanyak 14 remaja terpilih mengikuti malam grand final yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Pacitan, Minggu (30/05) malam.
Dibuka langsung Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, Pemilihan Duta genre 2021 merupakan ajang tahunan untuk memilih generasi muda yang akan menjadi role model dan figur bagi remaja. Duta Genre sendiri merupakan program dari BKKBN RI untuk menyiapkan kehidupan bagi remaja melalui 4 substansi program genre yaitu, kependudukan, kesehatan reproduksi, penyiapan kehidupan berkeluarga dan life skill.
“Penyiapan kehidupan keluarga penting bagi remaja terutama remaja putri yang akan melahirkan generasai unggul tanpa stunting”, Pesan bupati saat membuka Grand Final Duta Genre 2021 di Pendopo Kabupaten.
Stunting kembali menjadi penekanan Bupati Indrata Nur Bayuaji. Menurutnya stunting dapat dicegah melalui pemahaman remaja sedini mungkin. Bupati berharap melalui kegiatan ini Duta Genre 2021 dapat membantu generasi mempersiapkan masa depanya. Duta Genre nantinya akan bertugas mengkampanyekan TRIAD KRR atau 3 ancaman dasar remaja mengenai kesehatan reproduksi. Yakni, pernikahan dini, seks bebas, dan Napza.
Untuk menjadi yang terbaik para finalis Duta Genre akan diuji pemahamannya terhadap 4 subtansi program genre. Penilaian meliputi Public speaking, Keaktifan dan Atitude. Juara 1 putra diraih Fernanda Marshanda, juara 2 Rizal Ridhon Nabila dan juara 3 diraih oleh Dimas Ardiyan Christanto. Sedangkan juara 1 putri diraih oleh Wisnu Ariyani, juara 2 oleh Latisa Stefi Aliva dan juara 3 diraih Avrian Wahyunintyas. (HumasPacitan/PemkabPacitan)