Pak In Akhirnya Divaksin, Dinkes Pacitan Ungkap Temuan Pasca Vaksin Nafsu Makan Meningkat

Akhirnya Bupati Pacitan Indartato memberikan suri tauladannya kepada masyarakat Pacitan, pagi tadi (11/02) dirinya beserta Istri Luki Indartato dan Wakilnya Yudi Sumbogo beserta Istri disuntik Vaksin Sinovac.
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut Kemenkes RI yang telah menerbitkan izin vaksinasi kepada masyarakat yang berusia diatas 59 tahun. “Selaku rakyat yang kebetulan menjabat kami berusaha melaksanakan program ini,” kata Pak in usai divaksin.
Meski sebelum menjalani screening dirinya sempat ditolak karena belum sarapan, namun setelah itu semua proses vaksinasi dapat terlaksana tanpa kendala. “Setelah divaksin rasanya biasa-biasa saja,” ungkap dia.
Menyikapi perspektif masyarakat akan program vaksinasi, Bupati menumpukan harapannya kepada seluruh perangkat desa maupun camat di seluruh Kabupaten Pacitan untuk getol melaksanakan sosialisasi. Tentu bertumpu kepada harapan Kabupaten Pacitan dan Indonesia yang bebas dari virus Corona yang hingga kini masih menjadi perhatian utama pemerintah pusat hingga wilayah.
Sementara itu Plt. Kadinkes Pacitan dr. Hendra Purwaka saat mendampingi vaksinasi tersebut mengungkapkan, seluruh petugas medis yang masuk dalam kelompok lansia juga telah menjalani vaksinasi.
Vaksinasi pada tahap pertama ini Dinkes Pacitan sudah berhasil menyelesaikan 87 persen dari kuota yang diberikan. Lanjut sisanya kata Hendra akan segera terselesaikan, mengingat vaksinasi pada tahap kedua dijadwalkan pada hari Sabtu nanti.
Sedang untuk laporan pasca vaksinasi, hingga kini Dinkes Pacitan tidak menemukan gejala berarti. Namun hendra mengaku ada salah satu peserta vaksinasi yang mengalami sedikit demam. “Paling banyak nafsu makan meningkat,” ungkap Hendra. (bd/hf/Frd/rch/ss/dzk/rch/tk/DiskominfoPacitan).

Bupati Indartato tengah melakukan screening sebelum dilakukan penyuntikan vaksin sinovac. (foto: humaspacitan)

Bersyukur; Vaksinasi Berjalan Lancar

Ketua DPRD Pacitan Ronny Wahyono yang menjadi pejabat publik pertama di Pacitan yang disuntik vaksin Sinovac.

Vaksinasi perdana Covid-19 di Kabupaten Pacitan yang berpusat di Puskesmas Mentoro Pacitan akhirnya dilaksanakan, sejumlah petugas medis, pejabat dan perwakilan tokoh agama mengambil jatah 2400 dosis Sinovac yang nanti dilaksanakan dalam 2 tahap.
Bupati Pacitan Indartato sayangnya tidak bisa mengikuti vaksin perdana tersebut, pada uji screening pria yang akrab disapa Pak In tidak masuk persyaratan, lantaran berusia 66 tahun.
Saya mohon maaf, semoga peraturan nanti berubah sehingga saya dapat ikut divaksin,” kata dia (30/01) didampingi dokter yang bertugas. Diketahui bahwa vaksin Sinovac bisa disuntikkan kepada masyarakat yang berusia dibawah 59 tahun, termasuk belum pernah terpapar Covid-19 dan beberapa ketentuan lain.
Akhirnya sejarah mencatat Ketua DPRD Pacitan Ronny Wahyono yang menjadi pejabat publik pertama di Pacitan yang disuntik Sinovac, menyusul kemudian Komandan Kodim 0801 Pacitan, Kapolres Pacitan dan  Plt. Kadinkes Pacitan dr. Hendra Purwaka.

Sembari menunggu masa observasi Ronny Wahyono mengaku tidak merasa ada sesuatu yang aneh dalam dirinya. “Biasa saja tuh, kalau tadi seperti digigit semut,” ucapnya sambil terkekeh.

Vaksinasi perdana ini juga digelar serentak di 17 puskesmas di Kabupaten Pacitan, selanjutnya Pemda Pacitan akan kembali mendapat suplai vaksin dari pemerintah pusat. “Kabarnya sore ini kita mendapat 2320 dosis,” terang dr. Hendra Purwaka Plt. Kadinkes Pacitan. (bd/anj/hf/Frd/ryt/ss/dzk/rch/tk/DiskominfoPacitan).

Intensifkan Penanganan Covid 19 Dari Hulu Hingga Hilir

Selain vaksinasi Pemkab Pacitan juga menyiapkan langkah-langkah strategis penanganan covid 19. Langkah tersebut dilaksanakan mulai hulu hingga hilir sebagai upaya memutus tuntas pandemi.
“Pemerintah berupaya membuat aturan-aturan untuk dipatuhi agar masyarakat tidak terpapar covid 19”, kata bupati saat memimpin Rakor Sosialisasi Penanganan Covid 19 melalui video converence (Vidcon), Selasa (12/01).
Langkah-langkah tersebut antara lain peningkatan peran serta masyarakat dengan mengubah perilaku. Masyarakat diarahkan sadar, patuh dan menaati aturan pemerintah dan protokol kesehatan. Upaya lain mengintensifkan surveilance dengan langkah 3T (Tracing, Testing dan Treatment), penguatan tim sukses vaksinasi, penguatan satgas disemua tingkatan serta peningkatan kerja sama seluruh stakeholder.
Upaya memutus penyebaran akan terlaksana dengan baik jika semua pihak sadar dan dapat menjalankanya. Untuk saat ini penularan covid 19 masih terjadi. Bahkan cenderung meningkat. Sekretaris Daerah yang juga Koordinator Umum Satgas pengendalian covid-19 Kabupaten Pacitan Heru Wiwoho melaporkan, ada kenaikan kasus cukup signifikan di akhir Tahun 2020. Sempat menyentuh angka 138 kasus pada bulan Oktober, kasus positif naik tajam menjadi 400 kasus di bulan Desember. Dan memasuki awal Tahun 2021 pertengahan Bulan Januari jumlah kasus positif covid 19 sudah mencapai 196.
Rakor Sosialisasi Penanganan Covid 19 diikuti oleh bupati, Forkopimda, Pengadilan Negeri, Forkopimca, kepala Puskesmas dan seluruh Kepala Desa se Kabupaten Pacitan. (humaspacitan)