Keindahan Batu Mahkota Di Pantai Buyutan

Keunikan Pantai Buyutan diakui semua orang karena karang yang menjulang menyerupai mahkota, konon beredar kisah di antara masyarakat sekitar bahwa batu tersebut merupakan mahkota dari Dewa Narada salah satu tokoh pewayangan. “Ketika Narada terbang mahkotannya terjatuh, sehingga menjadi karang itu,” Ujar Markum warga sekitar kemarin (09/05/19).

Buyutan merupakan pantai pasir putih dengan batuan karang dan berombak besar karena menghadap langsung ke Samudra Hindia. Pantai Prawan ini beralamat di Desa Widoro, Kecamatan Donorojo. Satu kompleks dengan Pantai Banyu Tibo dan Pantai Kijingan, sebelah barat adalah Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Panorama yang alami menjadikan pantai ini sebagai pilihan saat menikmati akhir pekan atau pun libur panjang saat lebaran, dengan tiket masuk yang relatif terjangkau, pengunjung dapat sepuasnya menikmati keindahan Pantai Prawan ini lengkap dengan eksotisnya batu Narada serta sunset yang kuning keemasan. (aditya/pkl/bd/ryt/wr/DiskominfoPacitan).

Nuansa Baru Sunrise Gunung Tompe

Masyarakat sekitar menyebutnya “Gunung Tompe” atau kerap dikenal “Bukit Bara-Bare” perbukitan indah melihat terbitnya sang surya dari balik cakrawala yang kuning keemasan dari Desa Tamanasri, Pringkuku sekitar 40 kilometer arah barat dari pusat Kota Pacitan.

 Siapa pun akan takjub dengan pemandangan tersebut, tak terkecuali Luki Hermansyah, yang mengaku jauh-jauh dari Kecamatan Tegalombo untuk mengabadikan Sunrise Tompe. “Kita hobi foto, buat kita pamerkan di IG (Instagram),” ujarnya.

 Agar sampai di lokasi ada sedikit tantangan, pasalnya selain harus naik turun bukit, sepanjang 10 kilometer aspal mengalami rusak ringan. Sementara agar mendapatkan momen Sunrise terbaik pengunjung harus berangkat sekitar jam 3 pagi.

 Tapi semua kesulitan itu akan segera terbayar usai sampai di lokasi dan menyaksikan langsung semburat matahari pagi, di bawahnya tampak Kecamatan Arjosari dikepung bukit yang indah lengkap dengan kabut yang menyelimutinya. (aditya/pkl/bd/ryt/wr/DiskominfoPacitan).

Gua Tabuhan Ternyata Tempat Pertapa Pangeran Diponegoro

Selain terkenal dengan wisata pantai, alam dan sungai, Kabupaten Pacitan juga terkenal akan berbagai jenis Goa yang akhirnya menjadi ikon “Kota 1001 Goa”, termasuk Goa Tabuhan. Destinasi ini berupa Goa horizontal yang memiliki keunikan pada batu yang dapat berbunyi seperti gamelan saat dipukul dengan tabuh. Goa tersebut berada di Desa Wareng, Kecamatan Punung 30 kilometer dari pusat kota.

Konon Goa ini tempat pertapa Pangeran Diponegoro atau bernama kecil Sentot Alibasya Prawiradirejo sehingga dulu masyarakat sekitar menyebutnya Gua Tapan. Dan ternyata Gua Tabuhan sudah menjadi rujukan wisata sejak tahun 1928. “kemunculan Gua Tabuhan secara langsung meningkatkan ekonomi masyarakat,” ungkap Purwo Widodo Kades setempat dirumahnya kemarin 01/05/19.

Banyak cara dilakukan pemerintah dan warga setempat untuk mendongkrak wisatawan supaya berkunjung, salah satunya adalah dibukannya Museum Geopark Song Terus yang tidak jauh dari goa. Termasuk membangun akses menuju lokasi sehingga perjalanan terasa nyaman.

Wisatawan yang datang tidak hanya wisatawan lokal saja, pada waktu tertentu banyak dijumpai wisatawan mancanegara yang ingin melihat langsung keindahan goa dan mendengarkan langsung tabuhan-tabuhan yang menjadi gending yang merdu didengar. “Kami akan memberikan pelayanan terbaik kepada siapapun yang berwisata kesini,” tambah Purwo. (aditya/pkl/DiskominfoPacitan)

Sungai Watu Senthe potensi Wisata Baru Dari Petungsinarang

Satu lagi khasanah pariwisata yang dipunyai Pacitan, berupa sungai lengkap dengan air terjun yang eksotis dengan bebatuan vertikal yang mengelilinginya. Kondisi perawan membuat liburan dengan nuansa baru bersama sahabat dan orang dekat semakin penuh kisah.

Sungai Watu Senthe berlokasi di Dusun Krajan, Desa Petungsinarang, Kecamatan Bandar itu diawal musim kemarau yang membuat airnya jernih dan dingin ini viral di jagad maya, menjadi penanda kesempatan baru menjadi rujukan desa wisata. “Kemarau datang biasa warga sekitar terutama muda-mudi dan anak-anak biasa menikmati hari disini. Kami tidak menyangka kini menjadi trending di medsos,” ungkap Winarto Perangkat Desa setempat yang berkesempatan mengantar Tim Informasi Diskominfo Pacitan 26/04/19.

Kepala Bidang Informasi Diskominfo Pacitan Agus Ansori Mudzakir, berharap kerjasama kepada seluruh masyarakat untuk mengabarkan segala potensi yang ada supaya disebarluaskan melalui berbagai akun yang dimiliki seperti Youtube, Facebook dan Instagram bernama Pemkab Pacitan, serta Website Pacitankab.go.id Kominfopacitankab.go.id (timDiskominfoPacitan).

Tempuh Segala Upaya Cerdas Untuk Kejar Pariwisata Bali

Dr. I Ketut Putra Suarthana Ketua Yayasan Tri Atma Surya Jaya di Halaman Wingking (Halking) Pendopo kabupaten Pacitan menyatakan komitmennya dukung pemerintah untuk kembangkan sumber daya ekonomi kreatif dan pariwisata Pacitan.

Hal itu disampaikan langsung di depan Bupati Pacitan Indartato, Wakil Bupati Yudi Sumbogo dan seluruh undangan yang hadir sebelum penandatanganan Memorandum of Understanding (Mou) antara Pemda Pacitan dan Yayasan Tri Atma Surya dari Denpasar Bali kemarin 28/03.

Putra Panggilan Dr. I Ketut Putra Suarthana pada kesempatan itu juga bicara teknis gambaran pekerjaannya, salah satunya ialah peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) ke semua yang terlibat di kepariwisataan. “Semua pelaku langsung dan tidak langsung harus tersenyum, karena prioritasnya adalah kenyamanan tamu selama tinggal, itu minimal” ujar Dia.

Raut haru terpancar pada wajah Bupati Pacitan Indartato pada momen tersebut, pasalnya Putra merupakan orang yang ahli dalam bidang pariwisata. Pengalamannya yang sudah puluhan tahun membuat Indartato yakin bahwa setahun mendatang akan terjadi banyak perubahan positif di pariwisata Pacitan. “Mengingat saya bukan orang pariwisata, tidak sama dengan Bupati Banyuwangi. Oleh sebab itu perlu saya libatkan Pak Putra dan rombongan,” ungkap Indartato.

Salama ini pariwisata Pacitan bukan tanpa hasil, berbagai capaian telah diperoleh. Namun Indartato berharap dengan penandatanganan nota kesepakatan itu laju wisata yang ada di kota 1001 Goa dapat lebih maksimal termasuk industri kreatif yang berujung pada kesejahteraan masyarakat secara merata.

Pada kesempatan yang sama juga disepakati kedua belah pihak untuk mempersiapkan generasi muda agar lebih siap menjadi tuan rumah yang baik bagi wisatawan. “Budaya menjadi tamu yang baik saya kira harus ditanam sejak dini,” tambah Indartato. (budi/anjar/riyanto/wira/DiskominfoPacitan).