Pelatihan Pelatih SIstem Informasi Desa
Jogjakarta-KOMPAK bekerjasama dengan Combine Resource Institution (CRI) dan Pemkab Kabupaten Pacitan menggelar pelatihan bagi pelatih Sistem Informasi Desa perwakilan desa dan organisasi perangkat daerah kabupaten Pacitan.
Kegiatan ini juga sekaligus untuk melakukan evaluasi pemberlakuan sistem Informasi Desa dibeberapa desa percontohan dibawah pendampinan tim KOMPAK Pacitan.

Training of Trainers (ToT/Pelatihan untuk Pelatih) ini berlangsung selama 4 hari dan diikuti 11 operator SID desa dan 4 peserta dari unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) . Diantarannya BAPPEDA, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Sosial, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Humas Setda Pacitan.
Dalama sambutan pembukaaannya Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Pacitan Drs. Sanyoto, MM. mengatakan kegiatan TOT ini dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas bagi para pelatih SID di wilayah Kabupaten Pacitan.
“Ini merupakan upaya peningkatan kapasitas bagi para pelatih SID agar nantinya bisa diterjunkan langsung, untuk berbagi ilmu dan menerapkannya ke desa-desa di Pacitan yang belum menggunakan SID,” ungkap Sanyoto.
Dirinya mengakui, selama ini penerapan SID di desa diwilayah kabupaten Pacitan masih terkendala beberapa hal. Diantarannya terkait anggaran dan masih lemahnnya kometmen terhadap SID. “Berbagai sarana dan prasarana masih belum sepenuhnya memadai, begitu juga dengan integritas perangkat harus terus dibangun, tekad dan kemauan mereka harus kuat dan dan tidak mengabaikan SID ,” tukasnnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sanyoto berharap Penerapan inisiatif Sistem Informasi Desa (SID) bukan semata tanggung jawab desa. “Perlu sinergitas berbagai pihak baik dari pemerintah tingkat desa, kecamatan, kabupaten, warga desa maupun lembaga-lembaga lain yang terkait. Keterlibatan itu diperlukan agar terjalin koordinasi yang baik,” jelasnya.
Hal senada dilontarkan, Elanto Wijoyono Manajer Unit Pengelolaan Sumber Daya Komunitas Combine Resource Institution, keterlibatan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi bagian tak terpisahkan dari inisatif SID di daerah yang mereka kelola. “Mereka diharapkan dapat saling terhubung dan dapat menjalankan perannya dalam pelaksanaan penerapan inisiatif SID di daerahnya,” ujar Elanto. (Frend)