12 Pasien Sembuh; 1 Meninggal

Kabar kesembuhan pasien covid-19 hari ini kembali menjadikan Pacitan dengan angka kesembuhan 82 persen. Kesembuhan 12 orang bak angin segar di tengah Peningkatan kasus yang pesat pada Oktober ini.

Tim Gugus Tugas Penanganan  (TGTP) Covid-19 Kabupaten Pacitan siang ini (18/10) mengumumkan kabar baik tersebut. Meski disertai 1 kabar bertambahnya angka kematian covid-19. ” Ada 1 pasien yang meninggal dari kecamatan Pacitan,” tegas Rahmad Dwiyanto Jubir TGTP Pacitan.

12 pasien yang sembuh diantaranya kecamatan Pacitan 6 orang, Punung 2 orang, Ngadirojo 2 orang, Tegalombo 1 orang dan Kebonagung 1 orang. Dihimpun dari data tersebut komulatif penderita covid-19 sebanyak 178, sembuh 146, meninggal 5 orang dan 27 orang dirawat, yang 8 di rumah sakit dan 9 di Wisma Atlet.

Jubir TGTP Pacitan terus menghimbau bagi seluruh masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan melalui 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak). (bd/rch/dzk/ryt/DiskominfoPacitan).

Harus Bersatu dan Bersinergi di Tengah Pandemi

Pasti ada alasan kenapa Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membingkai kunjungan kerjanya ke Pacitan dengan Gowes bareng keliling Kota Pacitan di akhir pekan yang cerah minggu (18/10), usai lawatannya ke Kota Trenggalek hari sebelumnya.

Berbagai dukungan pemprov dikucurkan melalui tangan Gubernur. Kali ini, melalui wadah sinergi antar instansi vertikal, pemprov sebagai jembatan dan Pemda Pacitan sebagai objek. “Semua (Perbankan, OJK, BPS, BPN) menyatu mendeliver bantuan keuangan,” kata Khofifah.

Di tengah pandemi covid-19 yang masih sepenuhnya belum terkendali ia berharap berbagai terobosan baru harus diinisiasi, sehingga pintu-pintu peluang dapat terbuka sepenuhnya untuk kembali menggeliatkan perekonomian di Pacitan.

Sementara ia merasa bangga terhadap UMKM di Pacitan yang masuk dalam promo Bank Indonesia bekerjasama dengan para diaspora di 3 Negara sekaligus yakni, Qatar, Afrika Selatan dan Mesir. Tidak lama lagi produk UMKM Pacitan bersama 5 Kabupaten dan kota terpilih akan merasakan dampaknya. “Bupati harus mengawal produktivitas masyarakat,” harap Gubernur.

Pada kesempatan tersebut Khofifah juga berkesempatan menyerahkan 5370 sertifikat tanah kepada lahan bidang masyarakat maupun desa supaya produktivitas di sektor pertanian tercapai. Sedang sisanya 200 ribu sertifikat yang belum diserahkan akan diproses secepatnya.

Sementara upaya melonggarkan tanggungan masyarakat di perbankan dari dukungan OJK mencapai 120 Triliun, ini tentu untuk seluruh masyarakat Jatim. Restrukturisasi tersebut diharap akan meringankan beban warga selama pandemi ini.

Usai menyerahkan bantuan program, Khofifah tampaknya tidak sabar dengan agenda terakhirnya untuk mengarungi Amazonnya Indonesia, dimana lagi kalau bukan di Kali Maron. Ia percaya kunjungannya bersama jajaran pejabat lingkup Jatim kali ini menjadi sarana promosi yang akan mempengaruhi calon wisatawan. “Pacitan harus berkoordinasi dengan Yogyakarta,” sambungnya menyikapi pariwisata.

Sepanjang perjalanan gowes, mantan Menteri Sosial RI ke-27 tersebut menyapa warga Pacitan dengan santun sembari menyerahkan bantuan paket masker dan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan di halaman Pasar Minulyo.

Gowes dilanjutkan menilik proses pembangunan Museum dan Galeri Seni SBY ANI di Jalur Lintas Selatan (JLS) Pacitan, dilanjutkan melihat langsung hasil UMKM di Plut Pacitan serta mampir di Stasiun Radio Grindulu FM untuk menyapa langsung warga Pacitan.

Menyikapi masalah covid-19, ia berharap capaian Kabupaten Pacitan yang berpredikat sebagai Kabupaten dengan penularan terendah se-Jatim harus terus dipertahankan, baik oleh pemerintah maupun masyarakatnya. Tentu dengan penerapan protokol kesehatan dengan 3M (memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak).

Berikut daftar Penyaluran bantuan Pemprov Jatim oleh Gubernur di Kabupaten Pacitan. 1 Penyerahan simbolis sertifikat program strategis nasional, instansi pemerintah dan keagamaan di Pacitan. 2 Bantuan langsung tunai dana desa, badan permodalan Bumdes dan bantuan masker untuk pendamping desa. 3 Bantuan sosial beras bagi KPM dan PKH. 4 Bantuan kredit program dana bergulir dan PEN dari Bank Jatim dan kredit program dana bergulir dan PKPJ dari Bank UMKM. 5 Simbolis penyaluran KUR, KUR Super Mikro dari Bank BRI. 6 Simbolis penyaluran KUR dan kredit PEN dari Bank Mandiri. 7 Bantuan subsidi upah dan penerima manfaat program BPJS ketenagakerjaan. (bd/anj/zaq/wan31/ryt/dzk/rch/tk/DiskominfoPacitan)

19 Pasien Terkonfirmasi Sembuh

Alhamdulillah, Selamat untuk masyarakat Kabupaten Pacitan, 19 kasus dinyatakan sembuh terhadap covid-19 oleh Tim Gugus Tugas Penanganan (TGTP) Covid-19 Kabupaten Pacitan hari ini (17/10).

Kesembuhan tersebut antaranya dari Kecamatan Tulakan 10 kasus, Pacitan 7 kasus, Nawangan 1 kasus, Kebonagung 1 kasus, semua pasien di Wisma Atlet. sedang yang menjalani karantina di Yogyakarta 1 kasus dan di Dolopo 8 Kasus.

“Yang positif 178 kasus, sembuh 134 kasus, meninggal 4 kasus. Sisanya masih dirawat. Ini membuat angka kesembuhan menjadi 75 persen,” kata Jubir TGTP Rachmad Dwiyanto.

Mari tetap dukung pemerintah menghadapi pandemi dengan tertib menjalankan protokol kesehatan, Melalui 3M. Memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak. (DiskominfoPacitan).

2 Kasus Sembuh

Bersyukur, akhir pekan ini 2 kesembuhan kasus Covid-19 dilaporkan kepada Tim Gugus Tugas Penanganan (TGTP) Covid-19 Kabupaten Pacitan. Pasien ini merupakan warga Kebonagung dan Tulakan.

Kepada masyarakat, ayo tetap patuhi protokol kesehatan melalui 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak). (DiskominfoPacitan).

Tambah 7 Kasus Baru

Jubir Tim Gugus Tugas Penanganan (TGTP) Covid-19 Kabupaten Pacitan Rachmad Dwiyanto kembali mengumumkan penambahan pasien baru, hari ini (13/10) sebanyak 7 kasus dari Kecamatan Pacitan, Kebonagung, Tulakan, Nawangan dan Ngadirojo.

Secara detail kasus tersebut meliputi, seorang perempuan berusia 52 tahun dari Kecamatan Kota. Kedua laki-laki berusia 75 tahun dari Tulakan. Ketiga Laki-laki  berusia 28 tahun dari Kebonagung. Keempat adalah perempuan berusia 5 tahun dari Ngadirojo, pasien tersebut terjangkit corona dari keluarganya.

Pasien selanjutnya yang masih dicari sumber penularannya adalah laki-laki dari Kecamatan Ngadirojo berusia 27 tahun, laki-laki dari Nawangan berusia 52 tahun serta laki-laki berusia 63 tahun dari Tulakan.

Dari penambahan ini membuat akumulasi kasus menjadi  171 pasien, sembuh 113 kasus dan meninggal 4 kasus. “Saat ini kami merawat 54 pasien,” kata Rachmad. Penerapan protokol kesehatan melalui 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak) secara ketat sangat diharap dalam menghadapi situasi ini, dalam rangka menekan angka penularan. (bd/anj/zaq/ryt/dzk/rch/tk/DiskominfoPacitan).