Nikah Dini; PR Kita Bersama

Momentum hari Keluarga Nasional yang jatuh pada 29 Juni Menjadi hari yang penting bagi Kabupaten Pacitan, khususnya pada sisi angka pernikahan dini yang dinilai masih banyak terjadi di Pacitan.

Dr. Hendra Purwaka, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana Mengatakan perlu upaya ofensif bagi seluruh pihak supaya pernikahan dini di Kabupaten Pacitan dapat benar-benar teratasi. “Pencegahan harus kita maksimalkan,” katanya (30/06).

Selebihnya dirinya menambahi keterlibatan seluruh pihak harus dilakukan secara continue, mengingat pernikahan dini telah berubah menjadi budaya.

Sementara Efi Suraningsih tingginya angka pernikahan dini diperparah karena situasi Covid-19, membuat siswa siswa lebih banyak melakukan berbagai kegiatan dirumah.”Keluarga juga harus memberikan kontribusi nyata,” ucap Efi.

Remaja Genre juga harus benar-benar memaksimalkan perannya untuk menekan angka pernikahan dini, melalui berbagai sosialisasi berbasis anak muda.

Lebih parah, pernikahan dini ternyata dapat berimbas pada meningkatnya angka stunting di Pacitan. (DiskominfoPacitan).

 

Pantau Vaksinasi Massal Bupati Pacitan Harapkan Ada Percepatan

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mengharapkan percepatan vaksinasi bagi masyarakat di Kabupaten Pacitan. Pernyataan tersebut disampaikanya saat melakukan peninjauan vaksinasi massal dalam rangka Ulang Tahun ke-75 Bhayangkara, Sabtu. (26/06).
“Prinsipnya setiap kita punya vaksin baik dari provinsi atau pusat kita habiskan itu saja. Kita dapat, kita habiskan. untuk target berapa harinya kita menyesuaikan”, kata Bupati.
Selain mengejar ketersediaan vaksin Mas Aji juga minta keterlibatan semua pihak untuk turut serta menyosialisasikan kepada masyarakat pentingnya vaksinasi. Bahkan, jika memungkinkan kata Bupati, sasaran vaksin ditingkatkan hingga dua kali lipat dengan tetap mengindahkan protokol kesehatan.
“Ini adalah vaksinasi massal untuk seluruh wilayah termasuk Pacitan dalam rangka HUT Bhayangkara dan target kita hari ini sebanyak 1.896 warga yang belum tervaksin”, tambah Kapolres Pacitan AKBP Wiwit Ari Wibisono
Menurut Kapolres, kegiatan vaksinasi massal dalam rangka HUT bhayangkara ini akan berlangsung hingga sepekan mendatang.Melihat kehadiran peserta, Kapolres optimis pelaksanaan vaksinasi massal akan berjalan sukses. Antusiasme masyarakat sangat tinggi meski diakuinya masih ada segelintir masyarakat yang enggan atau ragu untuk divaksin.
Sementara, menurut Plt. Kepala Dinas Kesehatan Pacitan Hendra Purwaka, jumlah ketersediaan vaksin untuk Kabupaten Pacitan masih cukup banyak mencapai 4000 dosis lebih. Sedangkan, jumlah masyarakat yang sudah tervaksin mencapai 37 ribu orang lebih. Jumlah ini masih sangat sedikit untuk mencapai target 410.200 sasaran atau 70 persen dari total populasi masyarakat Pacitan.
“Kita akan mempercepat pendataan warga sekaligus mengejar ketersediaan vaksin agar target minimal 70 persen populasi tervaksinasi tercapai”, pungkas Hendra Purwaka.
Bupati Pacitan Mas Aji memantau pelaksanaan vaksin massal bersama Kapolres dan Komandan Kodim 0801 Pacitan serta Sekda Pacitan ke lima lokasi. Yakni, Puskesmas Ketrowonojoyo Kecamatan Kebonagung, Poskes DKT, RSUD dr. darsono, Poliklinik Polres, dan Graha Bhayangkara. (Humas Pacitan / PemkabPacitan)

 

Segera Mengungsi Apabila Kondisi Membahayakan

Talud sepanjang 100 meter yang terletak di aliran anak sungai Grindulu Dusun Mandegan, Desa Jetis Kidul, Arjosari kemarin longsor akibat hujan deras yang terjadi kemarin (22/06). Bencana ini sekaligus mengancam 3 rumah warga dan 1 masjid.

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji (Mas Aji) segera meninjau langsung kondisi bencana tersebut sekaligus menyerahkan bantuan kepada warga terdampak, untuk sementara para korban harus mengungsi guna menghindari longsor semakin melebar.

Sementara itu pihaknya terus membangun koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo sebagai leading sektor. “Sebenarnya kami terus berkoordinasi dengan BBWS, mudah-mudahan segera mendapat jawaban,” harap Bupati (23/06).

Usai melihat kondisi, Bupati setidaknya telah mengantongi 2 poin penting, pertama keselamatan warga yang harus menjadi prioritas baik pemda, pemdes maupun masyarakat sekitar. “Jika kondisi membahayakan segera mengungsi,” himbaunya.

 

Demikian juga untuk talud yang ambrol, Mas Aji akan berupaya semaksimal mungkin untuk segera dibangun kembali, itu mengingat Talud tersebut mengairi sawah untuk 3 desa sekitar. (DiskominfoPacitan)

Terus Upayakan Aset Tanah Pemkab Bersertifikat

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, Selasa (22/06) secara resmi menerima sertipikat tanah aset pemerintah dari Kantor Pertanahan Kabupaten Pacitan. Serah terima sertifikat dilakukan langsung Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Pacitan Agus B. Raharjo kepada Bupati.
“Pemerintah Kabupaten Pacitan akan berusaha untuk segera menyelesaikan permasalahan pensertifikatan tanah aset pemda yang sampai saat ini masih banyak yang belum bersertifikat”, ujar bupati.
Sebanyak 23 bidang tanah aset pemerintah daerah yang telah bersertifikat tersebut terdiri dari, 8 bidang ruas jalan, 3 bidang Pustu, 9 bidang gedung SD, 1 rumah dinas, 1 bidang gudang buku serta 1 bidang untuk lahan hijau. Sedangkan 6 bidang lain masih dalam proses.
Pemkab Pacitan tandas Bupati, mendapat amanah menyelesaikan pensertifikatan tanah aset sebanyak 1.265 (seribu dua ratus enam puluh lima) bidang tanah selama 3 (tiga) tahun. Yaitu, mulai tahun 2021 sampai dengan tahun 2023. Tugas ini tentu sangat berat tanpa adanya kerjasama yang baik dengan semua pihak, terutama dengan kantor Pertanahan. Untuk itu bupati berharap, sinergitas ini akan berdampak positif dalam menyelesaikan persoalan pertanahan serta proses pembangunan di Kabupaten Pacitan.
“Dalam satu tahun penganggaran ini Kantor pertanahan tidak hanya menyelesaikan sertifikat untuk bidang tanah aset pemerintah saja namun juga ada tanah berstatus barang milik negara (BMN) serta yang terbanyak Pendaftaran Tanah Sistematis lengkap (PTSL)”, kata Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Pacitan Agus B. Raharjo.
Guna menyelesaikan sertifikasi tanah aset pemerintah, Agus B. Raharjo menyatakan siap. Pihaknya tinggal menunggu pemerintah daerah menentukan obyek mana saja yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Untuk tahun 2021 Kantor Pertanahan Kabupaten Pacitan mendapat alokasi menyelesaikan pendaftaran tanah sebanyak 63 ribu obyek. Naik dibanding tahun 2020 sebanyak 52 ribu lebih. (Humas Pacitan/PemkabPacitan)