Dalam rangka monitoring pelayanan perpustakaan desa, Bidang Layanan dan Koleksi Dinas Perpustakaan Kabupaten Pacitan yang diwakili oleh Edi Sukarni, S.Sos, M.Pd (Kabid), Iis Saputri (Staff) dan Fajar Setyo Nugroho (Staff) melakukan kunjungan ke Desa Klepu, Desa Ketanggung, dan Desa Karangmulyo yang berada di Kecamatan Sudimoro Kabupaten Pacitan ( Selasa, 10 Juli 2018 ).

Mereka diterima dengan sangat baik oleh perangkat desa masing-masing desa tersebut. Kunjungan pertama dengan “ sowan “ ke desa Klepu dan rombongan bertemu dengan Ibu Siti Supadmi (Kepala Desa Klepu) serta perangkat Desa Klepu lainnya. Dilanjutkan secara berturut-turut berikutnya ke desa Ketanggung lalu desa Karangmulyo. Di Desa Ketanggung bertemu dengan semua perangkat desa termasuk Bapak Riyono (Kepala Desa Ketanggung), begitu pula ketika sampai di desa Karangmulyo pun bisa bertemu langsung dengan Bapak Suinarlan (Kepala Desa Karangmulyo).

Dari hasil monitoring diketahui bahwa ketiga desa tersebut belum mempunyai perpustakaan desa. Sedangkan berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah Nomor 3 Tahun 2001 tentang Perpustakaan Desa/Kelurahan dituliskan bahwa dalam rangka mencerdaskan dan memberdayakan masyarakat, serta menunjang pelaksanaan pendidikan nasional, perlu dikembangkan salah satu sumber berlajar bagi masyarakat dalam bentuk Perpustakaan Desa/Kelurahan. Melihat kondisi di lapangan, Edi Sukarni, S. Sos, M.Pd mendorong perangkat desa tersebut untuk perlahan membangun perpustakaan desa. Dalam kesempatan itu pula beliau menjelaskan bahwa dengan adanya perpustakaan desa yang dibangun dengan fasilitas yang baik, nyaman dan menarik maka akan mengurangi kecanduan anak terhadap dampak negatif kemajuan tekhnologi, dalam hal ini utamanya kecanduan games di HP. Anak-anak di pedesaan harus diperkenalkan dengan perpustakaan sejak usia dini, agar kelak mereka terbiasa membaca buku, bahkan bisa mencintai buku. Pepatah berkata bahwa “ Tak Kenal Maka Tak Sayang”, demikian juga dengan anak-anak dan masyarakat di desa, mereka akan menggemari buku dengan mengenal perpustakaan yang ada di desa mereka nanti.

Dengan adanya perpustakaan desa, diharapkan masyarakat akan mendapatkan banyak pengetahuan baru dari bacaan mereka yang tersedia di perpustakaan desa, sehingga mereka akan mendapatkan ide-ide kreatif dan inovatif yang menguntungkan bagi masyarakat dan untuk pembangunan desa. Perpustakaan desa bisa menjadi wadah pengembangan produk masyarakat desa yang bisa menjadi jembatan untuk mempromosikan produk-produknya melalui perpustakaan desa, misalnya dengan menjual produk di pojok ruang perpustakaan.

Edi Sukarni, S.Sos, M.Pd mengatakan “ Pemerintah Desa bisa menyelenggarakan perpustakaan secara bertahap, sesuai dengan kemampuan desa masing-masing. Yang penting kita sudah punya konsep pengembangan perpustakaan desa kedepan. Untuk pelaksanaanya menyesuaikan dengan kebutuhan prioritas di desa. Selain itu Kami juga mengadakan pelatihan gratis untuk pengurus perpustakaan desa yang ingin belajar mengenai manajemen perpustakaan baik pengolahan maupun pengelolaan perpustakaan.”

Perangkat desa dari ketiga desa yang dikunjungi oleh Dinas Perpustakaan Kabupaten Pacitan hari itu merespon dengan baik tujuan dari monitoring pelayanan perpustakaan desa dan berharap monitoring tersebut akan rutin dilaksanakan oleh pihak Dinas Perpusda sehingga nantinya mampu memberikan motivasi dan pembinaan untuk perpustakaan desa. (Penulis : Ryn Surya ; Video’s Editor : Nisha Permana ; Doc Photo&Video : Iis Saputri&Fajar S.N /Dinas Perpustakaan Kab.Pacitan/DiskominfoPacitan)