Siaga Covid-19 PSC dan BPBD Pantau Keramaian

Public Safety Center (PSC) bersama BPBD Pacitan melaksanakan pengecekan suhu tubuh sebagai deteksi awal virus Covid-19 di tempat keramaian.

Salah satunya di kegiatan hajatan yang berlokasi di Dusun Krajan, Mangunharjo, Arjosari, Hari ini (21/03).

Masyarakat dilokasi tersebut oleh Pemdes setempat juga diwajibkan menjaga jarak antar individu dan melaksanakan cuci tangan sebelum memasuki lokasi maupun keluar dari lokasi acara. (DiskominfoPacitan).

Akhirnya! Jembatan Gedangan, Borang dan Tremas kini bisa Digunakan

Warga Desa Gedangan, Kebondalem, Ngreco Kecamatan Tegalombo dan Ngile Kecamatan Tulakan hari ini wajahnya hinar binar dipenuhi rasa syukur, lantaran jembatang penghubung antar desa dan kecamatan secara resmi dapat digunakan. Setelah diresmikan oleh Wakil Bupati (Wabup) Pacitan Yudi Sumbogo. Hari ini  (12/03).

Tiga tahun lamanya jembatan yang berada di Dusun Kalilongan, Gedangan ini roboh akibat diterjang banjir bandang Oktober 2017 silam. Jika musim hujan masyarakat terpaksa harus memutar 5 kilometer menggunakan jembatan di Desa Kebondalem. “Jika kemarau kita bisa lewat sungai,” terang Eko Prayitno warga sekitar.

Ini bukan satu-satunya jembatan yang selesai rehabilitasi dan rekonstruksi, ada juga jembatan Borang di Desa Borang dan jembatan Tremas Di Desa Tremas, Kecamatan Arjosari.

Erwin Widyatmoko Camat setempat di kesempatan itu mengaku, jembatan begitu dinanti masyarakat untuk menunjang mobilitas. Baik ekonomi, pendidikan dan kesehatan antar desa dengan kendaraan roda empat. “Ini juga menginspirasi kita akan pentingnya jembatan sebagai penghubung semua bidang,” kata Edwin.

BPBD Pacitan sebagai pelaksana rehabilitasi di tiga titik tersebut mengatakan masih ada 21 titik rehab dan rekon lain dengan total anggaran senilai Rp. 27 Miliar. Bersyukur di tahap ini pengerjaan dapat rampung tepat waktu sehingga tidak ada beban kepada masyarakat. “Targetnya harus jadi. Tidak boleh setengah-setengah,” kata Didik Alih Wibowo Kepala BPBD Pacitan di kesempatan yang sama.

Didik juga mengaku bangga dengan masyarakat, mereka tidak sungkan melibatkan diri dalam pembangunan jembatan Gedangan. Bahkan beberapa warga ikhlas merelakan tanah miliknya untuk pembangunan rehabilitasi jembatan ini.

Sementara itu dalam sambutannya di hadapan warga Kecamatan Tegalombo Wabup Sumbogo mengatakan tragedi banjir bandang 2017 cukup membuat lumpuh sektor perumahan dan umum Kabupaten Pacitan. Tiga tahun lalu banjir merendam 49 desa dan tanah longsor mengisolasi 99 desa di seluruh kecamatan di Pacitan.

Berbagai upaya dilakukan Pemda Pacitan dengan pemanfaatan program APBD serta meminta bantuan BNPB untuk mengatasi masa sulit tersebut. Akhirnya Jembatan Gedangan salah satu diantaranya bisa kelar dan bisa mendukung mobilitas warga. “Jembatan harus mendorong mobilitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” kata Sumbogo.

Tidak lupa, untuk menjaga berbagai risiko daerah bantaran sungai Grindulu dan wilayah bukit, pada kegiatan tersebut juga dilaksanakan penanaman rumput Vetiver (Akar Wangi) oleh Sumbogo dan segenap Pejabat yang mendampingi. “Akar Wangi bisa menahan longsor, erosi, korosi dan abrasi sedimen pada badan sungai,” tambah Sumbogo. (budi/mg/riyanto/wira/DsikominfoPacitan).

Gerak Cepat Atasi Bencana

Pemerintah sangat memahami keresahan warga yang bermukim di sepanjang bantaran sungai dan anak sungai Grindulu hingga hulu di wilayah proyek pengerjaan Waduk Tukul Desa Karanggede, Arjosari. Curah hujan meningkat membuat air sungai acap kali naik ke pekarangan warga.

Termasuk mengakibatkan erosi ratusan meter di Dusun Ngawen 1, Desa Semanten dan mengancam setidaknya 4 rumah warga dan membuat roboh Jembatan Trobakal di Desa Karangrejo, Arjosari. Apalagi Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukan adanya peningkatan curah hujan sepekan ke depan.

Berbagai masukan yang disampaikan masyarakat begitu penting bagi Bupati Pacitan Indartato yang melihat langsung kondisi masyarakat  terdampak. Hari ini (04/02/2020) di Desa Semanten dan Desa Tambakrejo Kecamatan Pacitan. Kemudian di belakang pasar Arjosari, Desa Nggayuhan, Karangrejo dan Karanggede Kecamatan Arjosari.

Kepada masyarakat Pak In, sapaan Bupati mengatakan bahwa secepatnya kondisi yang membuat warga was-was tersebut dapat segera diatasi. Namun disisi lain masalah sungai bukanlah kewenangan Pemda tetapi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.

Beruntung BBWS telah menggelar kaji cepat kondisi erosi di Desa Manten, dan gambar yang diambil oleh tim sudah mendapatkan verifikasi pemerintah pusat, kemungkinan bronjong yang dibutuhkan sepanjang 400 meter akan segera dipasang. “Dana bisa diambil dengan mekanisme, kita tunggu saja,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) Pacitan di kesempatan yang sama.

Pak In dihadapan warga juga menyampaikan  akan terus melakukan berbagai upaya sehingga masalah semua bencana segera ditangani. Karena dirinya mengaku khawatir tatkala turun hujan dengan intensitas tinggi.

Upaya pengalihan aliran sungai juga menjadi perhatian dan harus segera dilakukan pihak terkait, ditambah mengupayakan pembangunan jembatan Trobakal. “Daerah pomo duwe duit lan kewenangan wes tak garap dewe,” ungkap Dia.

Hingga artikel ini ditulis, rombongan Bupati melanjutkan kegiatan di Kecamatan Bandar, melihat langsung kondisi masyarakat yang terdampak longsor di Desa Bangunsari, Petungsinarang, Bandar dan meninjau jembatan ambrol di Desa Jeruk. Pada kesempatan tersebut Pak In juga berkesempatan memberikan bantuan berupa paket sembako, makanan siap saji, terpal dan selimut kepada para korban. (Budi/anj/riyanto/wira/DiskominfoPacitan).

Tenang dan Waspada; Curah Hujan Meningkat Sepekan Ke Depan

Prakiraan cuaca yang dirilis Badan meteorologi klimatologi dan geofisika (BMKG) menunjukan peningkatan intensitas hujan khususnya di Kabupaten Pacitan selama sepekan ke depan. Hal tersebut berdampak langsung seperti di lokasi Waduk Tukul di Desa Karanggede dan Desa Karangrejo, Kecamatan Arjosari yang membuat jembatan Trobakal putus. “Bersyukur, air tidak sampai masuk ke rumah,” kata Putatmo Sukandar Camat setempat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan Didik Alih Wibowo menyampaikan peningkatan volume air di sungai grindulu seperti video yang viral di sosmed kemarin (02/03/2020) tersebut masih dalam kondisi normal dan tidak perlu disikapi berlebihan. “Namun kami bersama seluruh unsur relawan tetap waspada,” ujarnya (03/03/2020) kepada Diskominfo Pacitan.

Disamping itu BPBD telah melakukan berbagai langkah preventif, salah satunya menyiagakan tim BPBD, dilanjutkan menyiagakan seluruh relawan baik dari unsur pemerintah, TNI, Polri dimulai dengan memberikan pemahaman terhadap update informasi.

Dilanjutkan pergerakan seluruh relawan menuju pos-pos penting guna menambah kesiapsiagaan jika intensitas hujan terus meningkat. Belum cukup sampai disitu, BPBD yang telah terafiliasi dengan tim siaga banjir dan longsor di kecamatan melakukan komunikasi guna memantau seluruh perkembangan yang ada di Kabupaten Pacitan. “Jika dibutuhkan kapanpun seluruh relawan siap diaktifkan,” tambah Didik.

Menyikapi berbagai informasi yang beredar di sosmed, masyarakat diharap untuk tetap tenang meski kewaspadaan perlu tetap ditingkatkan. Pemerintah akan berupaya maksimal melayani masyarakat, utamanya akses masyarakat akan menjadi prioritas, karena Negara harus hadir di semua kondisi. (budi/riyanto/wira/DiskominfoPacitan).

Lirik Media Film; BPBD Dan Diskominfo Pacitan Galakkan Tanggap Tangguh Bencana

Ada sebelas dari dua belas potensi bencana berpotensi terjadi di Wilayah berjuluk Kota 1001 Goa ini, fakta tersebut menjadi perhatian semua pihak, pemerintah daerah, provinsi bahkan pusat yang melahirkan berbagai kebijakan diantaranya pemahaman yang bersifat mitigasi.

Termasuk memanfaatkan media film untuk memberikan edukasi berupa mitigasi bencana, utamanya bencana gempa bumi yang disertai tsunami. Jenis bencana ini dipilih lantaran besarnya risiko karena keberadaan Kabupaten Pacitan yang berhadapan dengan samudera hindia dan berdiri di atas patahan Sesar Grindulu yang sewaktu-waktu menunjukan aktivitasnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan sebagai leading sektor bersama Bidang Informasi, Diskominfo Kabupaten Pacitan menciptakan film berdurasi pendek yang memberikan pemahaman saat terjadi gempa bumi baik di dalam gedung atau di luar ruang yang dilakukan oleh staf dan karyawan Pemda Pacitan.

“Video yang kita hasilkan nantinya dapat kita putar disela berbagai kegiatan,” kata Agus Anshori Mudzakir, Kepala Bidang Informasi Diskominfo Pacitan disela pembuatan film hari ini, (28/01/2020) dihalaman Pendopo Kabupaten.

Semua media digunakan oleh pemangku kebijakan demi menumbuhkan pemahaman kepada seluruh masyarakat akan pentingnya memahami sebelas potensi bencana tersebut. Sehingga meski tidak diharap, semua masyarakat dapat siap dan tangguh jika sekonyong-konyong bencana itu datang, begitu juga peran pemerintah bersama sektor terkait dalam rangka manajemen kebencanaan. (timDiskominfoPacitan).