Semakin Cerah; Warga Wisma Atlet Berkurang 4 Orang

Akhir pekan yang cerah, pasien terkonfirmasi covid-19 di Kabupaten Pacitan kembali terjadi pengurangan. Mereka yang dinyatakan sembuh kali ini sebanyak 4 orang.

2 orang pertama berasal dari cluster Sudimoro, 1 orang dari Ngadirojo dan 1 terakhir dari Tulakan merupakan cluster lain-lain dan memang mempunyai riwayat dari Surabaya.

Dari pengurangan tersebut membuat total sembuh secara kumulatif sebanyak 46 kasus dari total kasus konfirmasi 55 pasien. “Sehingga angka kesembuhan menjadi 86,3 persen,” ucap Jubir covid-19 Pacitan (30/07).

Meski angka kesembuhan semakin tinggi, namun Rachmad tetap mengharap masyarakat untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan. Utamanya dengan metode 3M yaitu Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan disempurnakan dengan Menjaga jarak bila berinteraksi sosial.

“Vaksinnya belum ada. Dan saat ini yang bisa menjadi vaksin adalah disiplin menjalankan protokol kesehatan,” lanjutnya kembali mengingatkan. (budi/rch/tikaDiskominfoPacitan).

Bank Jatim Pacitan Jadi Yang Pertama Tangguh

Kini giliran dunia perbankan yang menjadi perhatian Satgas Penanganan Covid-19 Pacitan, diawali dari Bank Jatim Pacitan, Bupati Pacitan Indartato selaku Ketua Satgas meresmikan lembaga tersebut yang dinamai ‘Obvitter (Objek Vital Tertentu) Tangguh Semeru’. Pagi tadi (30/07).

Ini adalah terobosan strategis di waktu penting, mengingat tren kasus positif covid-19 terus mengalami penurunan yang signifikan. Bahkan saat ini Pacitan berada di angka 11 kasus aktif dari jumlah total 55 kasus. Angka tersebut membuat Kabupaten Pacitan kembali menjadi zona kuning dan terus ditekan menjadi zona hijau.

Pimpinan Cabang (Pinca) bank Jatim Pacitan, Murjoko Teguh Hariyanto yang baru menjabat 5 bulan di Kota 1001 Goa itu memimpin 110 karyawan dengan pelayanan 5 hari kerja. Hal tersebut membuat lembaga ini berinteraksi aktif dengan ribuan masyarakat, sehingga harus memiliki jiwa disiplin tinggi akan protokol kesehatan. “Ini wujud kami mendukung penanganan covid-19 di Pacitan,” katanya.

Kapolres Pacitan AKBP Didik Hariyanto yang hadir dalam kesempatan tersebut kembali mengingatkan, bahwa menghadapi covid-19 cara parsial bukanlah cara yang baik, yang dibutuhkan kompak bersama empat komponen mulai pemerintah, TNI/Polri, perusahaan dan masyarakat itu sendiri. “AKB (Adaptasi Kabiasaan Baru) suka tidak suka harus kita laksanakan dengan kedisiplinan tinggi,” ungkap Dia.

Sementara Komandan Kodim 0801 Pacitan Letkol Nuri Wahyudi lebih tegas berkomentar, baginya komitmen adalah pondasi penting. Terlebih kegiatan tersebut diharapkan bukan semata giat ceremony belaka. “Jangan sampai kita membuat aturan tapi kita tidak melaksanakannya,” ungkap Dia.

Kian menurunnya penambahan kasus di Pacitan saat ini turut disinggung Bupati pada sambutannya, keberhasilan tersebut tidak lain merupakan buah dari kerja keras seluruh komponen, tidak terkecuali warga Pacitan. “Selanjutnya supaya tidak lahir cluster baru, saya ingin kantor-kantor seperti ini, Menerapkan 3M (Mencuci tangan, Memakai Masker, Menjaga Jarak) dan yang lain,” kata Bupati. (budi/aalazim/rch/tika/DiskominfoPacitan).

12 Pasien Pulang; Terimakasih Petugas Begitu Baik

Betapa terkejutnya DP tiga pekan lalu, saat itu Ibu muda tersebut saat itu dinyatakan positif covid-19 oleh petugas, seketika itu pun ia tengriang-ngiang bagaimana nasib keluarga dan terutama anaknya KA yang masih berusia 5 bulan.

Apalagi DP semakin syok saat mendapat kabar bahwa buah hatinya tersebut juga terkonfirmasi positif covid-19, dan harus dikarantina di Wisma Atlet. Meski pada akhirnya KA menjadi satu ruang bersamanya.

Namun hari ini semua telah berakhir, ia bersama 11 pasien lain di Kabupaten Pacitan dinyatakan negatif covid-19 termasuk anaknya. “Saya disini 3 minggu, dan anak saya 2 minggu, ” ungkap DP sambil meneteskan air mata saat pelepasan 12 pasien terkonfirmasi covid-19 di halaman Wisma Atlet (28/07).

Jubir Covid-19 Pacitan Rachmad Dwiyanto yang hadir pada kesempatan tersebut mengungkapkan, pelepasan pasien saat ini adalah yang terbanyak sejak covid-19 melanda Pacitan selama 4 bulan. Sehingga membuat pasien yang dikarantina hanya tinggal 11 orang. “PDP di rumah sakit juga Nol,” kata Jubir.

Fenomena tersebut sekaligus membuat angka kesembuhan di Kabupaten Pacitan menjadi 76,4 persen, angka yang cukup besar dari jumlah total keseluruhan sebanyak 55 kasus. Termasuk merubah status Paradise Of Java ini kembali menjadi zona kuning. “Jika terus membaik maka zona hijau di depan mata,” terangnya.

Jubir juga menerangkan betapa menderitanya dinyatakan positif covid-19, di samping berbahaya utamanya bagi yang berusia rentan, yang bersangkutan mau tidak mau harus diboyong ke Wisma Atlet untuk menjalani karantina, jauh dari keluarga dan tidak bisa beraktifitas.

Namun demikian, petugas melalui satgas covid-19 akan terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik, sementara masyarakat harus sadar akan disiplin protokol kesehatan. Melalui 3M yang terus dikampanyekan. “Memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak penting adanya,” pungkas Dia. (budi/wan31/rch/tika/DiskominfoPacitan).

Tambah 2 Positif; 12 Yang Lain Bisa Pulang

Penambahan kasus positif covid-19 kembali terjadi di Kabupaten Pacitan, Jubir Satgas Penangan Covid-19 Pacitan Rachmad Dwiyanto mengumumkan penambahan dua kasus baru, sore ini (27/07).

Penambahan tersebut pertama adalah warga Kecamatan Tulakan yang tertular dari pasien positif dari Desa Kasihan, sebelumnya mereka sama-sama merantau dari Surabaya. Setelah pulang ke Pacitan kebetulan di dalam satu travel yang sama. “Secepatnya akan di pindahkan ke Wisma Atlet,” kata Jubir.

Kemudian kasus kedua merupakan warga Ngadirojo, berbeda dengan kasus pertama, kasus kedua tersebut tertular dari istrinya yang sudah dahulu positif. Kasus kedua tersebut masuk dalam cluster lain-lain karena usai melakukan perjalanan dari Pulau Kalimantan.

Adapun dari penambahan 2 kasus baru, jubir juga membeberkan penambahan 12 kasus sembuh. Ini adalah rekor selama pandemi bergejolak di Kabupaten Pacitan, membuat persentase kesembuhan naik drastis menjadi 76,3 persen. “Yang sembuh meliputi 7 dari Sudimoro, 1 dari Tegalombo, 2 dari Ngadirojo dan 2 lagi dari Tulakan,” beber Jubir.

Hingga pada akhir bulan ke 4 masa pandemi di Kabupaten Pacitan, Jubir tak lelah menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan dengan metode 3M. Mulai Mencuci tangan dengan sabun, Menjaga jarak dan Memakai masker. “Selain penting, semenatra waktu saya mohon untuk stay at home (tetap di rumah),” pungkas Rachmad. (budi/alazim/rch/tika/DiskominfoPacitan).

Rilis 3 Kasus Baru, 1 Diantaranya Bayi

Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pacitan Rachmad Dwiyanto kembali merilis 3 kasus baru, 2 kasus pertama adalah bayi berusia 5 bulan dan neneknya. Sedang untuk orang tua sebelumnya sudah menjalani karantina di wisma atlet. Mereka adalah transmisi dari cluster Sudimoro.

“Sementara bayi akan menjadi satu bersama sang ibu di wisma atlet, sedang neneknya yang berusia 60 tahun akan menjalani perawatan di RSUD dr. Darsono karena usianya yang masuk usia rentan,” ucap Jubir (23/07) di Ruang PPID Diskominfo Pacitan.

Sedang untuk pasien selanjutnya lanjut Jubir adalah seorang perantau dari kota Pahlawan, yang bersangkutan kebetulan tengah terjaring rapid test oleh petugas puskesmas setempat, dan menunjukkan hasil reaktif yang kemudian dilanjutkan dengan tes Swab. “Yang ketiga ini dari Ngadirojo,” lanjutnya.

Berdasar data beru penambahan tersebut, membuat total kasus di Pacitan menjadi 53, meninggal 2 kasus, sedang sembuh kini kembali bertambah 2 kasus dari cluster Temboro, sehingga total menjadi 30 kasus. Artinya yang kini menjalani perawatan sebanyak 21 kasus.

Dalam kesempatan tersebut Rachmad juga kembali mengharap dukungan masyarakat untuk turut serta dalam memerangi pandemi covid-19, dengan cara gampang yakni menjalankan dengan disiplin dan kesungguhan hati protokol kesehatan yang ditandai dengan 3M yaitu Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun. (budi/anj/alAzim/rch/tika/DiskominfoPacitan).