Bupati : Semoga Menjadi Haji Yang Diteladani Masyarakat

Bupati Indartato ketika memberangkatkan jemaah dari pendapa kabupaten, Selasa (31/7/2018)

Para jemaah calon haji (JCH) asal Kabupaten Pacitan diharapkan menjadi sosok teladan sekembalinya dari tanah suci nanti. Itu disampaikan Bupati Indartato ketika memberangkatkan jemaah dari pendapa kabupaten, Selasa (31/7/2018). “Semoga jemaah calon haji yang berangkat menjadi teladan bagi masyarakat,” katanya.
Harapan itu bukan tanpa alasan. Sebab mereka yang berangkat menunaikan rukun Islam kelima tersebut berkeinginan menjadi haji yang mabrur. Tentu saja untuk meraihnya bukan perkara mudah karena tantangan dan ujian yang harus di hadapi. Maka sesampainya di tanah air harus mampu membumikan keshalehan yang dilakukan di tanah suci.
Menurutnya, naiknya jumlah JCH yang berangkat mengindikasikan kondisi sosial masyarakat di kota kelahiran Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, yang tenteram, adem, dan ayem.
Kepala Kantor Kementerian Agama M Nurul Huda menyebut tahun ini JCH yang berangkat sebanyak 239 orang. Terdiri dari jemaah laki-laki sebanyak 107 orang, sisanya perempuan. Jemaah tertua berusia 75 tahun dan termuda 27 tahun. Mereka masuk dalam kelompok terbang (kloter) 44 bersama jemaah asal Surabaya, Tuban, dan Bojonegoro. Setelah lebih dari sebulan di Arab Saudi, rencananya tanggal 11 September mereka akan tiba di tanah air. “Jemaah akan berangkat dari Juanda, Rabu (1/8/2018) sekitar pukul 19.30,” ucap dia.
Tahun ini pemberangkatan JCH ditanggung pemkab. Mulai dari transportasi ke Surabaya sampai seragam batik yang dikenakan. (arif/nasrul/juremi tomas/sopingi/danang/humaspacitan/diskominfopacitan)

 

Gotong Royong Masih Subur di Masyarakat

Bupati Indartato beserta rombongan pada peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-15 dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-46 di Desa Sukorejo, Sudimoro, Senin (30/7/2018)

Budaya gotong royong masih tumbuh dengan subur dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Pacitan. Namun demikian hal itu harus disempurnakan. “Gotong royong telah dituangkan dalam UUD 1945 dan dijabarkan dalam RPJMD didaerah,” kata Bupati Indartato pada peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-15 dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-46 di Desa Sukorejo, Sudimoro, Senin (30/7/2018). Penyempurnaan gotong royong sendiri dilakulan seiring dengan perkembangan zaman yang diikuti pula dengan dinamisnya kehidupan sosial masyarakat. Dengan demikian gotong royong akan selalu relevan dari generasi ke generasi.
Terkait HKG, bupati menegaskan, seluruh aktivitas diawali dari keluarga. Sehingga keluarga menjadi pondasi utama.

Sedangkan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pacitan Luki Indartato mengatakan organisasi yang dipimpinnya itu menjadi motor penggerak peran serta masyarakat dan keluarga. Sehingga kualitas hidup meningkat. “Namun demikian kader PKK jangan jumawa. Selaku relawan harus tetap rendah hati,” katanya.
Menurutnya, keluarga dan lingkungan menjadi benteng pertama dalam menjaga, menciptakan, dan mempertahankan kondisi masyarakat yang aman, tenteram, damai, dan sejahtera.

Rangkaian kegiatan BBGRM sendiri telah dilaksanakan selama sebulan penuh. Yakni mulai tanggal 1-31 Mei lalu. Ada empat bidang menjadi fokus gerakan gotong royong tersebut. Yakni bidang kemasyarakatan, sosial budaya, ekonomi, dan lingkungan. Pada puncak peringatan BBGRM dan HKG PKK itu pula diserahkan sejumlah penghargaan untuk desa berprestasi sebagai pelaksana gotong royong terbaik, juara lomba desa, penghargaan bagi ketua LPMD masa bakti 10 tahun, kader PKK 15 tahun, serta para juara lomba 10 program pokok PKK. (arif/nasrul/juremi tomas/danang/humaspacitan/diskominfopacitan).

Upacara Adat Jangkrik Genggong

Upacara ini merupakan adat bersih Dusun Tawang Desa Sidomulyo Kecamatan Ngadirojo Pacitan.

Prosesinya dimulai dengan acara seremonial pembukaan. Kemudian setelah tabuh jam 15.00, dilanjutkan acara kirab sedekah laut. Malamnya dilanjutkan kesenian tari-tarian.

Acara adat Jangkrik Genggong dilaksanakan setiap hari Anggara Kasih (Selasa Kliwon) di bulan Longkang. Lokasi pelaksanaan di Kawasan TPI Tawang Desa Sidomulyo

(Humaspacitan/Diskominfopacitan)

Tiga Kwartir Ranting Tergiat Peroleh Penghargaan

Pengurus pramuka tingkat kecamatan yang giat melaksanakan kegiatan kepanduan mendapatkan apresiasi. Mereka memperoleh penghargaan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan pada gelaran musyawarah cabang gerakan pramuka kwarting cabang Pacitan di pendapa kabupaten, Rabu (25/7/2018). Ketiga kwartir ranting (kwaran) tersebut adalah Pringkuku, Tegalombo, dan Ngadirojo.

Menurut Bupati Indartato apa yang diajarkan dalan gerakan kepramukaan sejalan dengan upaya pemerintah mengedepankan pendidikan karakter. Seperti yang tertuang pada UU nomor 20/2003 tantang Sistem Pendidikan Nasional. Dimana muara dari proses pendidikan adalah pembentukan mental yang lebih baik.

Kaitannya dengan peran daerah, pihaknya harus menjamin keberlangsungan kegiatan kepramukaan dan membimbing serta mengarahkan agar terus berkelanjutan. “Ketiga adalah membantu ketenagaan, dana, dan lain sebagainya,” terang bupati.

Muscab tahun ini dihadiri oleh Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur, AR Purmadi. Diikuti 65 orang peserta perwakilan dari masing-masing kwaran dan kwarcab.

(Diskominfo/humaspacitan).

HUT KNPI, Pemuda Handal Pemuda Berbudaya Nusantara

Di awali dengan parade kirab wayang, Resepsi Hut KNPI kabupaten Pacitan berlangsung semarak. Acara di alun-alun kota yang  bertajuk budaya nusantara diramaikan dengan pagelaran wayang kulit dalam agenda Parade Dalang Muda Nusantara. Sebayak 23 dalang akan tampil pada 23-24/7.

Pada ceremonial pembukaan Parade tersebut dihadiri Wabup Yudi Sumbogo, H. Gepeng Sudibyo sesepuh pendiri DPD KNPI Kab.Pacitan tahun 1973. Sekda suko Wiyono, Asisten Bupati, Forkopimda, Beberapa OPD,Ketua DPD KNPI Pacitan Mohammad Rofikin. Serta Nyi Sukesi juga sebagai bintang tamu dalam acara tersebut.

Dalam sambutanya ketua DPD KNPI Pacitan berharap masyarakat khususnya pemuda mencintai, melestarikan, dan mempelajari budaya nusantara. Gepeng sebagai sesepuh menceritakan sejarah berdirinya KNPI. Kemudian berpesan bahwa jatuh bangunnya satu bangsa berasal dari membina pemudanya. “galangen pemuda Pacitan, dadikno pemuda yang handal” ujarnya bersemagat dan penuh harap.

Beberapa dalang kondang jebolan ISI Surakarta juga tampil dengan lakon Sang Tetuko. Mereka diantaranya Ki Cahyo Kuntadi, Ki  Haryo Lukito, Ki Nanang, Ki Gendut Dalang Berijazah dan lainnya.

(Budi/Anjar/Riyanto/Diskominfo)