Wabup Ajak Maksimalkan Momen Ramadhan Dan Tidak Golput

Wabup Sumbogo dalam agenda kedua Safari Ramadhan itu digelar dimasjid Nurul Hidayah Dusun Krajan Desa Sumberejo Kecamatan Sudimoro kemarin 22/05/2018.

“marilah dimoment bulan suci ramadhan ini kita jadikan sepirit untuk berbuat baik, bekerja lebih baik”. Kata Wakil Bupati Pacitan Yudi Sumbogo kepada ratusan warga masyarakat Dusun Krajan Desa Sumberejo Kecamatan Sudimoro kemarin 22/05/2018.

Kedatangan Sumbogo dalam agenda kedua Safari Ramadhan itu digelar dimasjid Nurul Hidayah, sumbogo didamping Istri Ninik Yudi Sumbogo, ketua DPRD Kab. Pacitan Ronny Wahyono dan pejabat lingkup Pemda. Rombongan safari ramadhan juga membagikan paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan serta bantuan rehab masjid dan mushola kepada yang mengajukan.

Diakhir sambutanya Sumbogo mengingatkan kepada warga sudimoro agar menggunakan hak pilihnya dipemilihan Gubernur dan wakil Gubernur yang akan dilaksanakan di bulan juni ini.

(budi/anj/riyanto/diskominfopacitan)

Hari ke-1 Safari Ramadhan; Sumbogo Sambangi Warga Bandar

Yudi Sumbogo menyerahkan bantuan dana rehab untuk masjid dan mushola yang mengajukan di Kecamatan Bandar

Wabub Yudi Sumbogo menyerahkan bantuan dana rehab untuk masjid dan mushola yang mengajukan di Kecamatan Bandar, selain dana perbaikan tempat ibadah Sumbogo juga menyerahkan sembako kepada puluhan masyarakat kurang beruntung. Kegiatan itu adalah awal rangkaian safari ramadhan yang digelar di Masjid Jami’ Dusun Krajan, Desa Bandar, Kecamatan Bandar 21/05/2018.

Sumbogo hadir didampingi istri Ninik Yudi Sumbogo dan muspida dan pejabat pemkab, disambut hangat oleh tokoh agama dan tokoh masyarakat. Selain penyerahan bantuan, kegiatan dirangkai dengan tausiyah, doa bersama, buka puasa bersama dan salat tarawih bersama dengan warga masyarakat.

Dalam sambutanya kepada ratusan undangan yang hadir Sumbogo menyampaikan terima kasih atas kesediaanya bersilaturohmi dengan pemerintah. Berharap kepada warga masyarakat kecamatan Bandar agar selalu menjaga rasa persaudaraan saling hormat-menghormati serta tidak melakukan hal-hal yang menggangu ketentraman masyarakat dan kekhusukan selama bulan suci ramadhan.

(budi/anj/riyanto/diskominfopacitan)

Ini Analisa BPBD Terkait Rentetan Gempa Bumi di Pacitan Sepekan Terakhir

Ilustrasi gempa Pacitan. (Foto : IST)

PACITAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan memiliki analisis terjadinya peristiwa rentetan gempa bumi yang terjadi di wilayah Pacitan selama sepekan terakhir.

Berdasarkan catatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), setidaknya terjadi 9 kali gempa bumi di wilayah Pacitan selama sepekan terakhir. Gempa bumi terbaru yang tercatat terjadi di Pacitan terjadi pada Rabu (23/5/2018) pukul 17.35 WIB kemarin.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan memiliki analisis terjadinya gemba bumi yang terjadi selama sepekan terakhir.

“Fenomena gempa bumi yang terjadi selama 9 kali dalam waktu satu minggu ini terjadi karena memang semakin meningkatnya aktivitas subduksi, posisi Pacitan berdekatan dengan zona subduksi,”kata Kepala Sie Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan Dianita Agustinawati kepada Pacitanku.com, Kamis (24/5/2018) pagi.

Lalu apakah ada kaitannya dengan erupsi Gunung Merapi di DI Yogyakarta? Perempuan yang akrab disapa Nita ini tak bisa menjelaskan lebih jauh.

“Kalau kaitan dengan Merapi, saya secara teori belum bisa memberikan secara pasti, banyak versi yang berbicara, versi A, B dan C, tapi semuanya masih bisa berkembang, dan para ahlinya ada yang lebih berkompeten,”ujarnya lagi.

Secara khusus, imbuh Nita, upaya BPBD Pacitan sendiri saat ini terus melakukan upaya edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat. Karena, kata Nita, mitigasi sendiri lebih penting dalam konteks kebencanaan, apalagi Pacitan juga belum memiliki shelter bencana.

Sebagai informasi, sejumlah wilayah di Indonesia yang sudah dibangun shelter antara lain di wilayah pantai Sumatra dan wilayah Sulawesi. Sementara untuk Pulau Jawa akan dibangun di lokasi-lokasi yang berdekatan dengan pantai seperti Cilacap, Banyuwangi dan Jember.

Shelter ini merupakan bagian dari rantai peringatan dini yaitu mempersiapkan sistem early warning mulai dari penyiapan peralatan, masuk ke masyarakat hingga ke penanggulangan.

“Secara fisik, Pacitan belum memilki shelter, sehingga yang kita bisa lakukan sementara ini menghimbau dan upaya mitigasi saja kepada masyarakat, salah satunya mitigasi dalam diri sendiri, lebih penting dari segalanya, dengan posisi Pacitan yang berdekatan dengan zona subduksi, jadi yang utama ya mitigasi,”jelas Nita.

Lebih lanjut, Nita mengungkapkan bahwa upaya dari BPBD adalah proses menanamkan kesadaran kepada masyarakat untuk penting melakukan kesiapsiagaan sejak dini.

“Yang penting, tugas kita menanamkan kesadaran kepada masyarakat saja, pentingnya kesiapsiagaan sejak dini, mengingat Pacitan rawan bencana, mari kita siaga, salam tangguh dan salam kemanusiaan,”pungkasnya.

Berikut rincian terjadinya peristiwa gempa bumi di wilayah Pacitan sejak sepekan terakhir, berdasarkan informasi dari BMKG.

Gempa bumi pertama terjadi pada Rabu (16/5) pukul 22.30 WIB. Gempa pada malam pertama bulan Ramadhan tersebut berkekuatan 5,1 SR yang berpusat Samudera Hindia atau 335 kilometer barat daya Pacitan.

Gempa bumi kedua kalinya terjadi pada Senin (21/5/2018) pukul 22.30 WIB. Data BMKG menyebut pusat gempa terletak di lokasi 8,09 LS dan 111,23 BT dengan arah timur laut Kabupaten Pacitan dengan jarak 18 kilometer dan berkedalaman sekitar 4 kilometer.

Sedangkan gempa bumi ketiga terjadi di Pacitan dengan kekuatan magnitudo 3,1 SR pada Selasa (22/5/2018) pukul 14.43 WIB. Gempa tersebut terjadi dengan lokasi di 9,21 Lintang Selatan dan 110,54 Bujur Timur.Data BMKG menyebut pusat gempa ada di arah barat daya Kabupaten Pacitan dengan jarak 130 kilometer dan berkedalaman sekitar 23 kilometer.

Selanjutnya, gempa bumi keempat di wilayah Pacitan dengan kekuatan magnitudo 3,0 SR pada Selasa (22/5/2018) pukul 20.53 WIB. Gempa tersebut terjadi dengan lokasi di 8,99 Lintang Selatan dan 111,33 Bujur Timur. Data BMKG menyebut pusat gempa ada di arah tenggara Kabupaten Pacitan dengan jarak 91 kilometer dan berkedalaman sekitar 10 kilometer.

Gempa bumi kelima terjadi dengan kekuatan magnitudo 3,0 SR pada Selasa (22/5/2018) pukul 20.50 WIB. Gempa tersebut terjadi dengan lokasi di 8,99 Lintang Selatan dan 111,33 Bujur Timur. Data BMKG menyebut pusat gempa ada di arah tenggara Kabupaten Pacitan dengan jarak 91 kilometer dan berkedalaman sekitar 10 kilometer.

Peristiwa gempa bumi di wilayah Pacitan disusul dengan gempa bumi dengan magnitudo lebih besar, yakni berkekuatan 5,1 pada Rabu (23/5/2018) pukul 2.38 WIB dengan lokasi di 9,39 Lintang Selatan dan 110,53 Bujur Timur. Adapun jaraknya terletak di 149 kilometer barat daya Pacitan dan kedalaman 10 kilometer.

Tak berselang lama kemudian, terjadi kembali gempa di wilayah Pacitan dengan kekuatan magnitudo 4,4 SR pada Rabu (23/5/2018) pukul 3.12 WIB dengan lokasi 9,40 Lintang Selatan dan 110,54 Bujur timur dan jarak 149 barat daya Pacitan dan kedalaman 10 kilometer.

Pada Rabu (23/5/2018) pukul 03.19 WIB gempa kembali terjadi di Pacitan dengan kekuatan magnitudo 3,4 SR dengan lokasi di 9,23 Lintang Selatan dan 110,57 Bujur Timur. Adapun jarak terjadinya gempa adalah 131 kilometer barat daya Pacitan dan kedalaman 25 kilometer.

Selanjutnya, gempa kembali terjadi di Pacitan pada Rabu (23/5/2018) pukul 17.35 WIB dengan kekuatan magnitudo 3,2 SR dengan lokasi di 9,21 Lintang Selatan dan 110,54 Bujur Timur. Adapun jarak terjadinya gempa adalah 130 kilometer barat daya Pacitan dan kedalaman 30 kilometer.

(dwipurnawan/pacitanku.com/diskominfopacitan)

PMI Pacitan Gelar Donor Darah pada Malam Hari di Bulan Ramadhan

PMI Pacitan menggelar kegiatan donor darah pada malam hari selama Ramadhan. (Foto: Dok. PMI Pacitan)

PACITAN – Selama Ramadhan, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pacitan mengadakan donor darah pada malam hari. Kegiatan bertajuk “Ramadhan bersedekah donor darah” itu dilaksanakan di tribun alun-alun Pacitan seusai shalat Tarawih.

Donor darah itu dimulai pada Senin (21/5/2018) malam di tribun alun-alun Pacitan. Staff Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Pacitan, Eko Wiranto saat dihubungi Pacitanku.com pada Rabu (23/5/2018) mengatakan, kegiatan itu bertujuan untuk memenuhi stok darah pada bulan Ramadhan. “Untuk kegiatan donor darah, kami PMI bekerja sama dengan PDDI Pacitan, mulai kemarin Senin (21/5/2018) sampai Rabu (30/5/2018) mendatang di tribun alun-alun, dillaksanakan setelah tarawih,”katanya.

Pada hari pertama kegiatan tersebut, kata Eko, masyarakat yang mendaftar sebanyak 30 calon pendonor dan yang terambil sejumlah 20 pendonor. “Kemudian hari kedua kemarin, pendaftar 25, terambil 15 kantorng darah,”ujarnya.

Lebih lanjut, Eko menyampaikan bahwa tidak ada target khusus selama pelaksanaan kegiatan tersebut. Misalnya, kata dia, setiap malam ada penambahan, ada 15 kantong darah, besok 20 darah atau tergantung dari para pendonor.

Secara khusus, Eko mengungkapkan bahwa kebutuhan kantong darah di Pacitan masih aman. Dia juga menyebut permintaan kantong darah tergantung dari pasien yang membutuhkan.

“Kebutuhan darah di Pacitan masih aman, untuk kantong darah yang dicari tidak mesti, minggu ini A, minggu depan AB, tergantung dari permintaan pasien,”tukas Eko.

Selain itu, Eko juga menyebut persediaan darah sehat di Pacitan pada Rabu (23/5/2018) pukul 08.00 sejumlah 387 kantong. “Dengan rincian golongan darah A 59 kantong, B 142 kantong, O 180 kantong dan AB 21 kantong, namun persediaan darah setiap saat dapat berubah,”pungkasnya.

(Pacitanku.com/DwiPurnawan/Diskominfopacitan)

Harmoni Antara Pemerintah, Rakyat dan Ulama

Bupati Indartato disambut oleh Tokoh Agama Kec. Arjosari dalam kegiatan kedua Safari Ramadhan 2018. (Foto: Anj/Diskominfopacitan)

Masjid Al-Iklas beralamat di Dusun Krajan kulon Desa Jatimalang Kecamatan Arjosari menjadi kunjungan kedua rombongan Safari Ramadhan 23/05/2018. Bupati beserta Romongan tiba pukul 16.30 disambut ratusan masyarakat dan tokoh agama Kec. Arjosari. Kegiatan buka bersama dan salat tarawih bersama itu adalah upaya silaturahmi antara pemerintah dengan masyarakat khususnya warga Desa Jatimalang.

Dalam kesemapatan itu Bupati Indartato menyerahkan bantuan kepada takmir Masjid dan Mushola di Kecamatan Arjosari, juga diserahkan bantuan berupa uang tunai rehab masjid dan mushola yang melakukan pengajuan. Dan puluhan paket sembako diserahkan kepada masyarakat kurang beruntung.

Dalam sambutanya Bupati Indartato menyampaikan bahwa kegiatanya adalah upaya untuk dekat dengan rakyat, Ia berharap dengan dekat pemerintah dapat mengetahui langsung kondisi rakyatnya. Ia menambahkan selain harus sangat dekat dengan rakyat, pemerintah harus dekat dengan ulama. Sehingga terjadi harmonisasi antara pemerintah rakyat dan ulama. “dilain sisi kami Pemerintah daerah dan DPRD akan selalu berupaya menciptakan peluang usaha untuk masyarakat dan berusaha menjadi pelayan yang baik untuk masyarakat”. Tutur Bupati Indartato.

(Budi/Anj/Riyanto/Diskominfopacitan)

Safari Ramadan Perdana, Bupati Sambangi Donorojo

Bupati Pacitan menyerahkan bantuan secara Simbolis. (Foto : Budi Diskominfo Pacitan)

Memasuki bulan Ramadan, Bupati Indartato dengan jajarannya melaksanakan safari. Kali ini lokasi perdana yang dipilih adalah Masjid Al Falah di Dusun Lemahbang, Desa Belah, Donorojo, Senin (21/5/2018). Pada kesempatan ini pula bupati menyerahkan bantuan ke warga kurang mampu dan tempat ibadah. Diantaranya paket sembako, karpet, Al Quran dan buku-buku agama. Sebanyak delapan masjid juga mendapatkan bantuan yang nilainya beragam. Antara Rp 15-50 juta. Selain itu diserahkan pula bantuan untuk rabat jalan ke makam Dusun Kendal, Desa Sendang senilai Rp 50 juta.

Saat memberikan sambutan bupati menyampaikan jika kedatangannya sebagai bentuk silaturahmi di bulan Ramadan. Sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah memajukan kehidupan masyarakat. Yang ditandai dengan tiga hal. Derajat kesehatan, pendidikan, dan perekonomian. Tetapi hal itu tidak dapat terwujud tanpa bantuan pihak lain. Seperti pengusaha misalnya. Kehadirannya dibutuhkan sebagai pembuka jalan terciptanya lowongan pekerjaan.
Tidak itu saja. Pembangunan tidak hanya pada fisik saja. Tetapi juga mental. “Salah satunya melalui para ulama yang membentuk moral dan keimanan, melalui ajaran-ajaran agama,” kata Bupati Indartato.

Selain bupati, kegiatan safari Ramadan perdana di tahun 1439 H ini juga dilaksanakan Wakil Bupati Yudi Sumbogo. Tepatnya diwilayah Kecamatan Bandar. (arif/nasrul/shopingi/tarmuji/danang/humaspacitan/diskominfopacitan)

GERNAS BAKU TK BUSTANUL ATHFAL AISYIYAH BALEHARJO DI PERPUSDA KABUPATEN PACITAN

GERNAS BAKU menjadi salah satu solusi bersama untuk meningkatkan minat baca anak, bersama orang tua, sekolah, dan masyarakat bersama-sama menciptakan kondisi menyenangkan dan medukung kebiasaan membaca. GERNAS BAKU melibatkan orang tua ketika anak berada di rumah. Berbagai kegiatan dapat dilakukan orang tua dengan langkah awal memahami kemampuan membaca anak sesuai tahap perkembangannya. Orang tua akn belajar bagaimana memahami teknik yang menarik minat anak untuk gemar membaca dan mebiasakan membaca buku untuk anak.
Dalam rangka meningkatkan budaya literasi dan memperingati Hari Gerakan Nasional Baca Buku yang dimulai sejak tanggal 5 Mei 2018, pada hari Jum’at minggu lalu (11, Mei 2018) TK Bustanul Athfal Aisyiyah (Baleharjo) melakukan kunjungan ke Kantor Dinas Perpustakaan Kabupaten Pacitan.Yang diikuti oleh 92 murid, 92 wali murid, dan 12 orang guru.
Sebelum dimulainya acara, telah diadakan senam pagi yang dilakukan oleh para murid serta wali murid di halaman kantor Dinas Perpustakaan Kabupaten Pacitan pada jam 08.00 pagi. Sedangkan acara selanjutnya adalah sebagai berikut:
1. Pembukaan
2. Menyanyikan lagu wajib Indonesia Raya
3. Pembacaan surat Al-Mulk (Dibacakan oleh murid TK BAA ( Fafa, Syada, dan Firman))
4. Sambutan Ketua Penyelenggara ( Ibu Khopsah, S.Pdi )
5. Sambutan narasumber dari Dinas Perpustakaan Kab. Pacitan ( Bapak Edi Sukarni, S.Sos., M.Pd)
6. Orang tua membacakan buku bacaan kepada anak-anaknya
7. Mendongeng di depan audience (Dilakukan oleh murid TK BAA)
8. Penutup (Jam 11.00)
Ketua panitia penyelenggara Ibu Khopsah, S.Pdi sekaligus Kepala TK Bustanul Atfhal Aisyiyah menuturkan bahwa untuk memperingati Hari Gerakan Nasional Baca Buku tiap tahunnya TK Bustanul Atfhal Aisyiyah akan rutin melakukan kegiatan seperti ini. TK Bustanul Atfhal Aisyiyah sendiri sudah mempunyai program budaya literasi yang sedang dalam perencanaan yaitu akan mendirikan taman baca masyarakat di sekolah secara swadaya dari wali murid. Sebagai tindak lanjut dari kunjungan hari ini ke Dinas Perpustakaan Kabupaten Pacitan, Ibu Khopsah juga menyampaikan rencananya terhadap sekolah yang akan mengadakan kegiatan Sabtu Tour (Berkunjung ke Perpusda) untuk mengantisipasi kebosanan murid di taman baca yang ada di sekolahnya. Beliau juga menyampaikan harapannya kepada pemerintah agar kelak ada kegiatan pembinaan serta bantuan materiil untuk memfasilitasi taman baca di TK Bustanul Atfhal Aisyiyah Baleharjo.
Pesan dari Edi Sukarni, S.Sos, M.Pd sebagai Narasumber acara ini adalah tentang bagaimana upaya orang tua dalam memberikan teladan kepada anak-anaknya sebagai faktor utama dalam tumbuh kembang anak. Sebagai contoh orang tua harus memperkenalkan buku bergambar dan buku bacaan kepada anak-anaknya, serta memotivasi anak mereka agar gemar membaca buku sejak dini. Beliau juga berpesan kepada semua wali murid yang hadir agar meminimalisir penggunaan handphone untuk anak-anaknya. Untuk para orang tua sebaiknya jika menggunakan handphone untuk kepentingan pribadi hendaknya tidak di depan anak-anak.
Ibu Titin yang merupakan wali murid dari Rozana (Murid TK BAA kelas B) yang hadir pagi ini, mengatakan tentang kesannya pada kegiatan ini, “Kegiatan ini sangat bagus karena mampu mengarahkan anak-anak untuk lebih mengenal tentang perpustakaan. Untuk pihak sekolah, Saya berharap nantinya kegiatan ini agar dibuat semenarik mungkin supaya anak-anak lebih antusias mengikuti kegiatan semacam ini.” (ryn/aap/iy/tgr/Dinas Perpustakaan Kabupaten Pacitan)

Ngaji Untuk Memperkaya Wawasan Rohani

Hari pertama puasa ramadhan yang jatuh pada kamis 17/05, Pemda menggelar Pengajian yang dilaksanakan seusai apel pagi di pendopo, mengundang Mubaligh KH. Sutrisno dari Ponpes Al Fattah Kikil Kec. Arjosari. Dihadiri Wabup Yudi Sumbogo, Sekda Sukowiyono, dan seluruh pejabat dan Pegawai lingkup Pemda. Pengajian yang dilaksanakan selama empat puluh lima menit itu mengajak para ASN untuk menjadi muslim yang berkualitas, mengkaji lebih dalam ibadah puasa ramadhan dari dua sisi yakni puasa jasmani dan rohani, serta menghindari segala macam penyakit hati. Direncanakan kegitan ini nanti akan dilaksanakan selama bulan puasa setiap hari senin.

(Budi/Riyanto/Diskominfo)

Ajak Masyarakat Peka Kabar Hoax

Kain bertulisakan Deklarasi Anti Hoak Polantas Go Greeen dan Kab. Pacitan. Dibentangkan di Tribin Alun-alun barat Kab. Pacitan kemarin 15/05/18. Ratusan siswa siswi dan masyarakat menandatangani kain sepanjang 30 meter itu sebagai wujud kesepakatan menentang dan menolak informasi hoax. Kegiatan itu dalaksanakan oleh Dinas Pendidiakn dan Kebudayaan Kab. Pacitan bekerja sama dengan Polantas Polres Pacitan. Pemerintah dan Polisi berharap seluruh masyarakat dewasa dan bijak dalam menyikapi segala macam informasi yang beredar khususnya disosmed.

(Budi/Riyanto/Diskominfo)

 

Berkah Ahli Waris Peserta BPJS Ketenagakerjaan Saat Megengan

Bupati Pacitan, Indartato (kanan), dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan KCP Pacitan, Indra Gunawan (kiri), bersama para ahli waris penerima santunan jaminan sosial di acara megengan di Kecamatan Pringkuku, Pacitan, Senin (14/5/2018).

PACITAN, beritalima.com – BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Perintis (KCP) Pacitan membagikan santunan di acara ‘megengan’. Acara tradisi setiap menjelang Bulan Suci Ramadhan ini dihadiri ribuan warga Kabupaten Pacitan.
Bupati Pacitan, Sekretaris Daerah Pacitan, dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Pacitan, juga hadir di acara yang digelar di lapangan Desa Ngadirjan, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, Senin (14/5/2018) kemarin ini.
Di tengah acara ini, Bupati Pacitan, Indartato, dengan didampingi Kepala BPJS Ketenagakerjaan KCP Pacitan, Indra Gunawan, menyerahkan secara simbolis Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Hari Tua (JHT) pada 7 ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Santunan jaminan sosial ini, pertama atas nama almarhum Joko Martadiyono, yang semasa hidupnya bekerja di Perusahaan Manunggal Jaya Makmur. Ahli warisnya, Hartatik, menerima santunan JKM dan JHT sejumlah Rp 29,5 juta.
Kedua, almarhum Imam Sanuri, karyawan JGC Indonesia. Ahli warisnya, Sulastri, menerima santunan JKM dan JHT sebesar Rp 46,3 juta, ditambah bea pendidikan anak Rp 12 juta.
Ketiga, ahli waris almarhum Sularno, Sarmini, menerima santunan JKM dan JHT dengan nominal Rp 24,7 juta. Disebutkan, almarhum Sularno semasa hidupnya adalah Perangkat Desa Wareng.
Berikutnya, Marikem, ahli waris almarhum Sunarto, menerima santunan JKM Rp 24 juta. Sunarto adalah pengurus RT 3 Desa Sedeng.
Nominal yang diterima Marikem sama dengan yang diterima Atun, ahli waris Poniyem. Ahli waris pengurus RT 2 Desa Sedeng ini menerima santunan JKM Rp 24 juta.
Dan, Mider, ahli waris Tuni yang juga pengurus RT 2 Desa Sedeng, pun menerima santunan JKM Rp 24 juta.
“Total santunan yang kami serahkan kepada keenam ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan tersebut sejumlah Rp 184,6 juta,” jelas Indra Gunawan.
Dia menambahkan, terhitung dari Januari sampai April 2018 BPJS Ketenagakerjaan KCP Pacitan telah membayarkan klaim JHT sebesar Rp 2,6 miliar, JKM Rp 120 juta, dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sejumlah Rp 100 juta.
Dikatakan, santunan jaminan sosial ketenagakerjaan tersebut diberikan kepada yang berhak guna kelanjutan hidup mereka sepeninggal tulang punggung keluarga. Harapannya, supaya mereka tidak sampai jatuh miskin.
“Karena itu, kami menghimbau pada mereka yang belum daftar BPJS Ketenagakerjaan untuk segera daftar, terutama bagi perangkat desa. Sebab, BPJS Ketenagakerjaan ini sebagai wujud kehadiran pemerintah dalam perlindungan sosial,” kata Indra.(Ganefo).